cover
Contact Name
Abdi Hanra Sebayang
Contact Email
sinergi@polmed.ac.id
Phone
+628126526644
Journal Mail Official
sinergi@polmed.ac.id
Editorial Address
Jalan Almamater No 1 Kampus USU Medan 20155 Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Sinergi Polmed : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Politeknik Negeri Medan, adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Polmed Press, Politeknik Negeri Medan dan melalui blind review dengan p-ISSN: 2089-7766. Ruang lingkup jurnal ini meliputi dibidang Teknik mesin, Teknik konversi energi, energi baru terbarukan, korosi, material dan metalurgi, energi termal, dinamika fluida, tribologi dan bioenergi. Tahun 2012 pertama kali terbit secara offline, dan mulai Februari tahun 2021 jurnal ini dipublikasikan secara online dengan e-ISSN 2777-1202 dan dapat diakses pada http://ojs.polmed.ac.id/index.php/Sinergi/index. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bentuk artikel ilmiah yang berguna untuk perkembangan dunia Pendidikan khusunya bidang Teknik mesin. Kami menerima artikel dari seluruh Indonesia dan anggota Dewan Editorial kami adalah peneliti internasional dan nasional yang aktif pada bidangnya.
Articles 110 Documents
PENERAPAN SOLAR CELL 200 WP LISTRIK PADA LISTRIK RUMAH TANGGA Trinona Damanik; Salomo Silaban
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 4 No. 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v4i1.992

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan energi alternatif terbarukan yang sangat dikembangkan di Negara Indonesia. Manfaat dari energi surya yaitu untuk mengkonversi energi sinar matahari menjadi energi listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) memakai suatu metode yang disebut metode fotovoltaik. Fotovoltaik yaitu metode yang digunakan panel surya yang dimana sebagai penangkap energi yang berasal dari sinar matahari. Kegunaan dari memakainya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat dijadikan sumber energi listrik bagi daerah yang tidak terjangkau masuknya jaringan listrik yang bersumber dari PLN. Era modern saat ini tentu masih ada di daerah terpencil yang tidak terjangkaunya masuk jaringan listrik yang bersumber dari PLN. Maka adanya rancang bangun dengan peralatan tugas akhir ini yaitu untuk memanfaatkan teknologi surya dengan adanya bantuan panas matahari sehingga menghasilkan energi listrik. Prinsip kerja dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yaitu dimana panel surya menerima sinar matahari yang menghasilkan arus listrik DC yang dialirkan ke baterai,lalu dari baterai yang menyimpan arus listrik DC tersebut. Setelah dari baterai, inverter yang menarik daya listrik sehingga baterai yang menyimpan arus listrik DC 12 Volt tersebut diubah menjadi arus listrik AC 220 Volt dan dialirkan ke beban.
PEMANFAATAN EMPTY FRUIT BUNCH PRESS SEBAGAI BAHAN BAKAR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP Henny Ernita Pardosi; Ilham Saufi; Yunus Daeli; Husin Ibrahim
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 4 No. 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v4i1.997

Abstract

Empty Fruit Bunch (EFB) merupakan salah satu bahan bakar biomassa yang potensial untuk menghasilkan bahan bakar bio karena ketersediaannya yang melimpah. Studi ini fokus membahas tentang analisis penggunaan EFB sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Metode pengambilan data pada penelitian ini dengan cara metode pengkajian efisiensi ketel uap dan perhitungan efisiensi ketel uap dengan metoda langsung. Komposisi dari berbagai macam bahan bakar dan nilai kalor dari bahan bakar juga dibahas pada penelitian ini. Ketel uap berasal dari kata “boil” yang memiliki arti mendidih atau menguap sehingga pengertian ketel uap adalah salah satu mesin konversi energi dengan bejana tertutup dan bertekanan yang berfungsi untuk memanaskan air dengan menggunakan panas hasil pembakaran bahan bakar. Panas hasil pembakaran dialirkan ke air sehingga menghasilkan steam dan memiliki tekanan tinggi yang dimanfaatkan untuk memutar turbin. Energi kimia yang tersimpan dalam bahan bakar akan dikonversi menjadi energi panas yang ditransfer ke fluida kerja. Salah satu ketel uap yang digunakan di PLTU Growth Asia adalah ketel uap pipa air dengan bahan bakar efb press 10,6%, fiber 28,21% kayu giling 57,05%, tongkol jagung 3,12% dan sekam padi 1,02%. Ketel uap tersebut bekerja pada tekanan 35 bar dengan produksi uap 66,245 Ton uap/jam dan suhu 373⁰C. Jumlah panas yang dibutuhkan untuk memproduksi uap adalah 284379849,3645 kJ/jam. Performansi ketel uap memiliki efisiensi thermal 63,26%.
EFISIENSI POMPA HIDRAM BERDASARKAN PERBEDAAN DIAMETER PIPA MASUKAN DAN VOLUME TABUNG Tiara Amanda; Fitria Fitria
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 4 No. 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v4i1.1003

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi makhluk hidup, selain untuk perkembangan fisiologis. Kenyataannya masih banyak  daerah pedesaan yang mengalami kesulitan dalam penyediaan air, salah satu penyebabnya yaitu karena kondisi geografis tanah, jadi daerah yang letaknya diatas sumber air akan mengalami kesulitan dalam pemyediaan air. Sebenarnya untuk mengatasi masalah tersebut penggunaan pompa air dengan tenaga listrik dan mesin diesel sudah lama dikenal oleh masyarakat, namun pada kenyataannya masih banyak masyarakat pedesaan yang belum memilikinya, karena terkendala pada biaya pengoperasiannya, yaitu penggunaan keperluan listrik yang banyak serta bahan bakar minyak yang harganya relatif mahal. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dikembangkan suatu teknologi penggati yang sepadan, menggunakan teknologi tepat guna, efisien dan murah sehingga dalam penggunaannya tidak tergantung pada tenaga listrik atau bahah bakar lainnya, teknologi tersebut adalah Pompa Hidram. Pompa hidram bergerak dengan kekutaan air itu sendiri dan tidak memerlukan energi lain. Pompa hidram yang digunakan dalam penelitian ini memilik ukuran badan pompa 1 ½ inci dan diameter pipa penghantar ¾ inci. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui efisiensi pompa hidram berdasarkan perbedaan diameter pipa masukan dan volume tabung. Diameter pipa masukan yang digunakan ialah ¾ inci dan 1½ inci serta volume tabung yang digunakan ialah 2279,0277 cm3 dan 4051,6048 cm3. Penelitian ini menunjukkan efisiensi maksimum yang dicapai pada pengujian diameter pipa masukan 1 ½ inci dan volume tabung 4051,6048 cm3 yaitu sebesar 89,13%, dengan debit hasil pemompaan 0,0578 L/S dan ketinggian air 7,2 m serta tekanan tabung 0,4 bar.
PURWARUPA SMART AUTO CHANGE MONITORING PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA BERBASIS ARDUINO Rivaldi Ardian Hutabarat
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 4 No. 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v4i1.1004

Abstract

Purwarupa pembangkit listrik tenaga surya dengan sistem arduino digunakan untuk mengetahui optimal penyerapan energi surya. Penggunaan energi surya yang optimal dapat memperoleh energi secara penuh menggunakan mikrokontroler. Hal ini juga mendeteksi sinar matahari lebih optimal supaya panel surya terus menerus menghadap arah matahari berdasarkan jam matahari terbit sampai terbenam. Komponen yang digunakan yaitu panel surya sebagai alat penyerap energi surya, arduino sebagai kendali komponen mikrokontroler lainnya, real time clock (RTC) untuk penetapan waktu pengujian dan pergerakan servo motor, servo motor sebagai penggerak arah panel surya. Metode yang digunakan adalah purwarupa optimasi penyerapan oleh panel surya, dari pengujian yang dilakukan diperoleh hasil panel surya mencapai titik tertinggi 49920 lumen cahaya matahari, tegangan alat ukur tertinggi 19,6 V dan terendah 18,72 V, daya rata-rata panel surya yang dihasilkan sebesar 47.34 watt, rata-rata efisiensi panel surya sebesar 14.77%, berdasarkan penelitian terdahulu dengan menggunakan beban sebuah lampu LED 12 V bahwa jika melewati 8 V maka statusnya baik karena alat ini tegangannya melewati 8 V maka dapat dibilang baik. Hasil ini menyatakan daya rata-rata panel surya dan efisiensi rata-rata panel surya mencapai nilai optimal.
INSTALASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA KAPASITAS 450 WATT Salomo Silaban; Perianto Sitompul
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 4 No. 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v4i1.1011

Abstract

Kapasitas listrik di Indonesia belum mencukupi untuk melayani seluruh wilayah di Indonesia. Permintaan listrik di Indonesia tercatat terus meningkat, yaitu 10% – 15% per tahun, namun pembangunan pembangkit listrik masih kurang dan pengaruhnya Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan pemadaman bergilir yang tentu saja merugikan konsumen. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah sumber energi penghasil listrik yang ramah lingkungan dan tidak menggunakan bahan bakar minyak, sehingga sangat murah, karena energi surya/matahari merupakan sumber energi yang tidak terbatas. PLTS dengan panel solar yang dipasang di atap semakin populer dan berkembang di masyarakat. Sistem ini dinilai mudah diimplementasikan, sederhana, dan kapasitasnya bisa disesuaikan dengan luas atap. Instalasi PLTS dengan kapasitas 450-watt menggunakan solar cell untuk kebutuhan listrik rumah tangga sangat sederhana. Instalasi yang dirancang memiliki beban 58-watt perhari komponen dari sistem PLTS dan panel surya yang direkomendasikan adalah 200Wp sebanyak 1 (satu) buah solar charge controller (SCC) 20 A – 12 Volt), baterai 100Ah dan inverter 500W. Instalasi PLTS ini menjadi bagian generasi yang sadar akan kebutuhan energi baru dan terbarukan dimana partisipasi dalam peralihan menggunakan energi bersih dan ramah lingkungan.
UNJUK KERJA KAPASITAS KETEL UAP MINI MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR GAS Demetrius Hanopan Tambunan; Armando Sipayung; Arnold Pakpahan; Yudha Tarigan
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 4 No. 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v4i1.1016

Abstract

Ketel uap merupakan sebuah alat untuk menciptakan uap air dan ketel uap memiliki berbagai komponen penyusun ketel uap yakni unsur air, uap air, serta ruang bakar. Ketel uap dibagi menjadi dua kelompok yaitu ketel pipa api dan ketel pipa air. Uap adalah kemampuan perpindahan panas material yang digunakan sebagai penghantar panas untuk pemanasan dan penguapan atau evavorasi didalam ketel itu sendiri. Ada tiga jenis perpindahan panas pada ketel yaitu, secara radiasi, konveksi dan konduksi. Perpindahan panas terjadi pada dapur pembakaran, sedangkan konveksi terjadi pada aliran fluida gas panas dan fluida kerja atau yang menerima panas, kemudian secara konduksi terjadi pada metal material diantara gas panas sebagai sumber energi panas dan fluida kerja cair sebagai penerima transfer panas yang bertujuan melaksanakan penguapan atau evaporasi. Salah satu peralatan pada pabrik tersebut yang menggunakan energi panas adalah ketel uap. Alat ini harus selalu siap dalam menjalankan fungsinya sebagai penghasil uap yang seterusnya digunakan untuk keperluan produksi. Efisiensi ketel uap ini selalu berubah-ubah sesuai dengan beban operasinya, untuk dapat mengurangi energi panas yang tidak efisien perlu dilakukan memantau setiap unit ketel uap dan menurunkan kerugian kalor nya. Maka perlu dilakukan pengevaluasian prestasi kerja terhadap efisiensi pada ketel uap. Unjuk kerja ketel uap mini menggunakan bahan bakar gas memiliki efisiensi ketel uap mini yaitu 25 kg/jam, konsumsi bahan bakar 2,032 kg/jam, Tekanan rata – rata 3,00 bar gauge. Bahan bakar yang digunakan adalah bahan bakar gas dengan nilai kalor sebesar 47111,8kJ/kg. Temperatur rata – rata gas buang 248,2°C. Efisiensi termal ketel uap adalah sebesar 68,81 %.
OPTIMALISASI PERBANDINGAN CAMPURAN CANGKANG DAN SERABUT KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKAR KETEL UAP PIPA AIR Samuel Silalahi; Tamara Silfa
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 4 No. 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v4i1.1025

Abstract

Ketel uap adalah suatu suatu bejana tertutup yang berfungsi untuk mengubah energi kimia yang terdapat di bahan bakar menjadi energi panas yang dapat mengubah air menjadi uap air yang memiliki tekanan dan suhu yang tinggi. Mesin ketel uap ini sering digunakan sebagai mesin produksi dalam perusahaan industri. Ketel uap merupakan wadah yang sangat tertutup secara rapat dalam panas pembakaran mengalir hingga terbentuknya uap panas. Uap yang di hasilkan oleh ketel uap di gunakan untuk memutar turbin yang akan menghasilkan energi listrik. Ketel uap yang di gunakan di PT. Socfindo Kebun Mata Pao adalah ketel uap jenis pipa air bermerek SFW Atmindo, berkapasitas 8 ton/jam, dengan tekanan kerja sebesar 20 Bar, yang menggunakan bahan bakar serabut dan cangkang. Potensi limbah biomassa kelapa sawit pada PT. Socfindo Kebun Mata Pao adalah ketel uap jenis pipa air bermerek SFW Atmindo, berkapasitas 8 ton/jam, dengan tekanan kerja jika digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listik tenaga uap (PLTU) memperoleh energi yang dapat dibangkitkan oleh biomassa kelapa sawit berupa serabut dan cangkang cukup besar. Jumlah bahan bakar yang di butuhkan untuk memproduksi uap sebesar 1,767 Ton/jam, dengan kebutuhan udara pembakaran sebayak 15,371 Ton/jam, dengan nilai kalor pembakaran rendah sebesar 15114,61 kj/kg, yang menghasilkan gas asap sebanyak 19,496 ton gas asap/jam dan memiliki efisiensi ketel uap sebesar 75%. Hal ini menunjukan bahwa kebutuhan cangkang dan serabut sebagai bahan bakar ketel uap selalu terpenuhi.
UNJUK KERJA DAN EFISIENSI TURBIN UAP DAN GENERATOR (TG-65) PADA PEMBANGKIT LISTRIK UNIT SISTEM UTILITAS DEPARTEMEN PRODUKSI IIIA PT PETROKIMIA GRESIK Pingky Fantika Wulandari; Delfian Lutfiananda; Ketut Sumada; Lilik Suprianti
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 4 No. 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v4i1.1036

Abstract

Power generation merupakan salah satu unit penting dalam sistem utilitas suatu pabrik. Power generation pada pabrik IIIA PT Petrokimia dijalankan menggunakan tenaga uap (steam). Salah satu komponen yang terdapat pada power generation unit yaitu turbin & generator. Untuk mengetahui perfoma dari turbin-generator diperlukan analisis efisiensi dari alat tersebut. Analisis ini dapat dilakukan menggunakan perhitungan yang diperoleh dari literatur dan data yang diperoleh dari lapangan. Berdasarkan hasil perhitungan analisis efisiensi didapatkan efisiensi turbin-generator tertinggi yaitu pada tanggal 24 November 2022 dengan efisiensi berturut-turut sebesar 91,5% % dan 90,1%.
EFISIENSI PERPINDAHAN PANAS PADA ALAT PENUKAR KALOR TIPE CANGKANG DAN PIPA PT PETROKIMIA GRESIK salma sekarningrum; Rizka Amalia Kusuma Putri; Sani Sani
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 4 No. 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v4i1.1037

Abstract

Alat penukar kalor adalah alat yang digunakan untuk memindahkan panas dari sistem ke sistem lain tanpa perpindahan massa dan bisa berfungsi sebagai pemanas maupun sebagai pendingin. Biasanya, medium pemanas yang dipakai adalah air yang dipanaskan sebagai fluida panas dan air biasa sebagai air pendingin (cooling water). Petrokimia Gresik memiliki alat penukar kalor tipe cangkang dan pipa (shell and tube) yang berfungsi sebagai pendingin pada proses absorpsi. Alat penukar kalor berfungsi untuk mengatur temperatur H2SO4 yang akan masuk ke absorber. Oleh karena itu, alat penukar kalor E-1303 dituntut untuk memiliki kinerja yang baik agar produk berupa H2SO4 diperoleh secara maksimal. Data yang digunakan berupa data desain dan data aktual dimana diperoleh tekanan turun pada cangkang (ΔPS) sebesar 9,5403 psi dan tekanan rendah pada pipa (ΔPT) sebesar 9,3537 psi untuk data desain serta nilai tekanan rendah data aktual pada shell (ΔPS) sebesar  9,4606 psi dan tekanan rendah pada pipa (ΔPT) sebesar 7,5972 psi. Hasil tersebut menunjukkan tekanan rendah yang didapat dibawah nilai penurunan tekanan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kinerja alat penukar kalor E-1303 berdasarkan data desain dapat dikatakan dalam kinerja yang baik dinilai dari aspek faktor pengotor (Rd) dan tekanan rendah.
KARAKTERISTIK BESARAN LISTRIK PADA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA ROOFTOP 3300 WP Suprianto; Laksana, Adryan; Silaban, Rodo Ulitua M.J
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v5i1.1367

Abstract

Kebutuhan energi listrik di Indonesia makin berkembang dan menjadi kebutuhan utama dalam hidup masyarakat sehari-hari. Seiring dengan meningkatnnya pembangunan dibidang teknologi, industri. Masih ada di daerah petani terpencil di Indonesia yang saat ini belum terjangkau oleh listrik. PLTS adalah sumber energi listrik yang berguna sebagai alternatif yang layak untuk energi yang dihasilkan secara konvensional. Pembangkit listrik tenaga surya dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan listriknya tanpa bergantung pada layanan listrik pemerintah, yang terkadang terjadi beberapa kali saat terjadi pemadaman listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik besaran listrik dan non listrik pada PLTS rooftop 3300 Wp yang telah dirancang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen yaitu melakukan pengukuran terhadap besaran listrik dan non listrik untuk merepresentasikan karakteristik pada besaran listrik tersebut. Intensitas matahari yang paling besar, terukur pada hari kedua jam 11:00 dengan nilai 911,9 W/m² dan yang terkecil terukur juga pada hari kedua pada jam 18:00 dengan nilai 35,6 W/m². Arus Solar Cell yang paling besar, terukur pada hari ketiga jam 14:00, terukur dengan nilai 3,7 I, dan yang paling kecil terukur pada hari pertama dari jam 13:00-15:00 dengan nilai 0,1 I.    

Page 4 of 11 | Total Record : 110