cover
Contact Name
Abdi Hanra Sebayang
Contact Email
sinergi@polmed.ac.id
Phone
+628126526644
Journal Mail Official
sinergi@polmed.ac.id
Editorial Address
Jalan Almamater No 1 Kampus USU Medan 20155 Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Sinergi Polmed : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Politeknik Negeri Medan, adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Polmed Press, Politeknik Negeri Medan dan melalui blind review dengan p-ISSN: 2089-7766. Ruang lingkup jurnal ini meliputi dibidang Teknik mesin, Teknik konversi energi, energi baru terbarukan, korosi, material dan metalurgi, energi termal, dinamika fluida, tribologi dan bioenergi. Tahun 2012 pertama kali terbit secara offline, dan mulai Februari tahun 2021 jurnal ini dipublikasikan secara online dengan e-ISSN 2777-1202 dan dapat diakses pada http://ojs.polmed.ac.id/index.php/Sinergi/index. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bentuk artikel ilmiah yang berguna untuk perkembangan dunia Pendidikan khusunya bidang Teknik mesin. Kami menerima artikel dari seluruh Indonesia dan anggota Dewan Editorial kami adalah peneliti internasional dan nasional yang aktif pada bidangnya.
Articles 97 Documents
PEMBUATAN BIODIESEL DARI LIMBAH MINYAK GORENG: STUDI PERBANDINGAN BERBAGAI WAKTU REAKSI Idris, Muhammad; Hermanto, Tino; Syah, Rahmad; Husein, Muhammad; Sitinjak, Sapriadi
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v5i1.1537

Abstract

Biodiesel berbasis minyak goreng limbah telah menarik perhatian sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis pengaruh waktu reaksi terhadap karakteristik kualitas biodiesel, termasuk titik nyala, viskositas, densitas, bilangan oksidasi, bilangan asam, dan bilangan iodin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu reaksi memiliki dampak signifikan pada titik nyala, dengan nilai yang lebih tinggi mengindikasikan stabilitas termal yang lebih baik. Sementara itu, viskositas menunjukkan konsistensi, menandakan ketepatan dalam proses produksi biodiesel. Densitas biodiesel tetap stabil pada nilai target standar, menunjukkan konsistensi dalam produksi. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi densitas. Peningkatan bilangan oksidasi mengindikasikan pentingnya penanganan yang tepat untuk mengendalikan stabilitas oksidatif biodiesel. Meskipun bilangan asam cenderung bervariasi, penelitian ini menunjukkan bahwa waktu reaksi mungkin tidak secara signifikan mempengaruhi nilai tersebut. bilangan iodin, penelitian mengungkapkan hubungan positif antara waktu reaksi dan bilangan iodin. Secara keseluruhan, temuan ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang karakteristik biodiesel, namun menunjukkan bahwa faktor-faktor kompleks juga memengaruhi sifat-sifat biodiesel secara keseluruhan. Oleh karena itu, analisis lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kinerja optimal dan keamanan biodiesel dalam aplikasi praktis, sekaligus menekankan perlunya mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi produksi biodiesel secara keseluruhan. Temuan ini dapat membantu pengembangan lebih lanjut dalam produksi biodiesel yang efisien dan ramah lingkungan dari minyak goreng limbah.
PENGARUH KECEPATAN ALIRAN UDARA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN PADA SALURAN PIPA 3 INCI Junita, Boni; Intang, Ambo; Ependi, Satim; Rusnadi
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v5i1.1543

Abstract

Penurunan tekanan merupakan salah satu masalah utama dalam suatu prosess, karena jika penurunan tekanan yang terjadi tinggi maka energi yang di perlukan akan lebih banyak. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap variabel yang mempengaruhi penurunan tekanan udara sepanjang aliran pada pipa seperti gesekan antara udara dan dinding pipa. Peralatan pada penelitian ini berupa pipa besi diameter 3 inci, pajang 550 cm dan tebal 2 mm. Pipa besi ini memiliki 10 titik pengukuran tekanan P1 sampai P10 dengan jarak 53 cm setiap titiknya, serta terdapat alat pengatur udara dan katup pengatur aliran udara bukaan katup 40°, 60° dan 90°. Hasil penelitian menunjukan jika titik tekanan P10 memiliki nilai tekanan tertinggi pada setiap kecepatan laju alir udara dan pada titik tekanan P1 memiliki nilai tekanan paling rendah bahkan untuk seluruh variasi kecepatan laju alir udara. Tekanan tertinggi terdapat pada titik tekanan P10 adalah sebesar 101,798 Pa pada variasi kecepatan laju alir udara sebessar 20 m/s dan terendah pada variasi kecepatan laju alir udara 13 m/s dengan tekanan 101,384 Pa pada P1. Penurunan tekanan udara pada setiap titik tekanan memiliki nilai yang tidak besar yaitu 7,472 Pa hingga 74,326 Pa. Kecepatan laju alir udara akan mempengaruhi nilai penurunan tekanan karena adanya variasi kecepatan laju alir udara. Tingkat penurunan tekanan udara terjadi karena gesekan pada dinding pipa besi. Jarak antar titik tidak menjadi pengaruh karena jarak titik tekan tidak terlalu jauh, sehingga terjadi peningkatan tekanan udara pada sisi hisap aliran udara dan hasilnya nilai penurunan tekanan terlalu signifikan.
SIMULASI DISTRIBUSI TEMPERATUR EQUIVALENT VON MISSES DAN HEAT FLUX PADA PINLESS FRICTION WELDING Kurniawan, Pradhana; Iswantoko, Agus; Lado, Febrian Dakriso Pa; Prasetyo, Hariyanto Dwi
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v5i1.1544

Abstract

Metode mengilangkan pin pada friction stir welding dapat menimalisir terjanya cacat las. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis simulasi distribusi temperatur dan Heat Flux pada friction stir welding dengan material Ti-6AL-4V.  Proses simulasi terdiri dari preprocessing, processing dan post processing. Preprocessing diawali dengan desain sambungan plat Ti-6Al-4V dan geometri pahat menggunakan space claim pada software ANSYS. Plat memiliki dimensi 76,20 mm x 31,75 mm dan tool memiliki diameter 15, 24 mm. Proses selanjutnya adalah input engineering data dimana material yang digunakan adalah TI-6Al-4V dan untuk pahat adalah AISI H13. Meshing menggunakan metode multizone pada pahat dan pada benda kerja menggunakan metode sweep dengan number of divisons 44. Boundary condition terdiri dari displacement, remote displacement, plastic heating dan convection. Displacement digunakan dalam menentukan posisi tumpuan dari benda kerja sedangkan remote displacement digunakan pada arah putaran pahat. Putaran pahat menggunakan 300 rpm. Hasil simulasi teperatur menunjukan bahwa temperature global mengalami kenaikan dari 25°C ke 1052°C. Kenaikan ini diikuti dengan penambahan waktu pengelasan. Temperatur minimum yang dihasilkan adalah 19,8°C pada range waktu 1 – 2 second. Heat flux yang dihasilkan sebesar 3,8 W/mm2. Kenaikan temperature disebabkan adanya gesekan antara tool dan benda kerja, selain itu juga adanya regangan plastis.Temperatur yang naik menyebabkan pelunakan material sehinggal nilai stress akan semakin turun.
ANALISIS PROTOTYPE TURBIN PELTON DENGAN VARIASI OPERASIONAL DI LABORATORIUM PENGUJIAN MESIN UNIVERSITAS DARMA AGUNG Tarigan, Kristian; Pardede, Saut Parsaoran; Rasta; Sholeha, Dewi; Tarigan, Efrata
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v5i1.1545

Abstract

Salah satu pilihan untuk memanfaatkan sumber energi saat ini adalah pembangkit listrik tenaga air. Ini adalah salah satu jenis pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) terbaik yang dapat dikembangkan di lingkungan alam Indonesia karena kebutuhan energi yang terus meningkat. Turbin pelton adalah salah satu jenis turbin air yang paling umum digunakan. Banyak faktor memengaruhi kinerja turbin pelton. Ketinggian (kepala), kecepatan aliran, sudut sudu, jumlah nozzle, kecepatan aliran, dan jumlah sudu adalah semua bagian dari ini. Ketersediaan fasilitas yang diperlukan untuk proses pembelajaran di perkuliahan sangat penting dalam konteks pendidikan. Untuk membandingkan hasil uji dengan hasil teori, diperlukan alat peraga Turbin Pelton Prototype. Di Laboratorium Pengujian Mesin Universitas Darma Agung, fungsi komponen prototipe Turbin Pelton harus diperbaiki dan dioptimumkan. Selanjutnya, variasi pengoperasian (ukuran diameter bukaan nozzle) dan kecepatan aliran yang berbeda selama pengujian memengaruhi daya dan efisiensi kerja turbin.
RANCANG BANGUN ALAT PENUKAR PANAS TIPE PIPA GANDA KAJIAN ALIRAN BERLAWANAN ARAH Siswanto, Yudi; Kadriadi, Kadriadi; Wirakusuma, Kadex Widhy; Pratama, Angga Bahri
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v5i1.1546

Abstract

Alat penukar panas pipa ganda merupakan salah satu jenis alat penukar panas yang paling banyak digunakan dalam industri. Tipe ini dipilih karena konstruksi double pipe heat exchanger cukup sederhana, biaya pembuatannya relatif rendah dibandingkan tipe lainnya, mudah dibongkar untuk perawatan, dan tidak memerlukan banyak tempat. Penukar panas pipa ganda terdiri dari dua pipa konsentris, dimana terdapat dua jenis arah aliran fluida yaitu aliran searah dan aliran berlawanan arah. Pada penelitian ini, dirancang sebuah alat penukar panas model pipa ganda namun tetap mengacu pada kaidah desain yang ada. Sehingga terdapat manfaat sebagai metode pembelajaran mekanisme kerja, serta kinerja heat exchanger. Setelah dilakukan penelitian, aliran fluida panas menggunakan pompa menghasilkan kapasitas aliran 28 l/m, sedangkan aliran fluida dingin menggunakan pompa menghasilkan daya isap 2000 l/j sehingga menyebabkan perbedaan suhu pada mesin yang mempengaruhi kinerja sistem secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan laju aliran fluida yang mengalir, untuk mengurangi atau meminimalkan kehilangan panas yang terjadi. Laju perpindahan kalor yang hilang pada heat exchanger tipe counter-flow dari hasil perhitungan adalah sebesar 27130,46 Joule.
ALAT ANTI WHEELIE LIFT PADA SEPEDA MOTOR DRAG RACE MENGGUNAKAN SENSOR HC-SR04 BERBASIS ARDUINO Wahyudi, Ikhsan; Setiawan, Feddy Wanditya; Alexander, Baimy
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v5i1.1547

Abstract

Alat anti wheelie lift pada sepeda motor drag race dengan menggunakan sensor HC-SR04 berbasis Arduino merupakan inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan performa kendaraan dalam balapan drag. Alat ini difungsikan untuk mengatasi masalah umum pada sepeda motor drag race, yaitu kecenderungan roda depan terangkat atau wheelie yang dapat mengakibatkan kecelakaan serius. Dengan mengintegrasikan sensor ultrasonik HC-SR04 pada kendaraan, alat ini dapat mendeteksi ketinggian sudut kemiringan sepeda motor secara real-time. Fokus utama penelitian ini adalah mengembangkan mekanisme atau sistem yang dapat mencegah terjadinya fenomena wheellie lift pada sepeda motor drag race. Wheellie lift adalah keadaan di mana roda depan sepeda motor kehilangan kontak dengan permukaan jalan karena sudut kemiringan yang ekstrem, seringkali terjadi saat percepatan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat bekerja ketika roda depan terangkat setinggi 20 cm dari permukaan jalan dan mematikan sistem pengapian pada sepeda motor. Dengan implementasi alat anti wheelie lift ini, diharapkan dapat memberikan solusi efektif dan efisien dalam meningkatkan kontrol pengendalian sepeda motor drag race, meningkatkan keamanan pengendara, dan meningkatkan performa kendaraan secara keseluruhan.
ANALISIS KEBUTUHAN UAP PADA PEREBUSAN KELAPA SAWIT SISTEM TIGA PUNCAK (TRIPLE PEAK) STERILIZER KAPASITAS 40 TON/UNIT Benu, Siti Maretia; Pulungan, Muhammad Anhar; Siahaan, Sihar
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v5i1.1548

Abstract

Proses produksi pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit menjadi minyak sawit/Crude Palm Oil (CPO) melewati beberapa tahap pengolahan. Tahapan pengolahan tersebut melewati stasiun penerimaan, stasiun sortasi, stasiun sterilizer, stasiun thresher, stasiun digester dan press, dan stasiun klarifikasi. Proses perebusan TBS di Sterilizer  menggunakan sistem triple peak dengan tekanan 2,5 - 3 bar. Proses perebusan dilakukan selama 90 - 100 menit. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kebutuhan uap pada sistem perebusan dengan melakukan observasi terhadap suhu perebusan. Uap yang dibutuhkan pada perebusan kelapa sawit sistem triple peak sebesar 8.510.920,5 KKal/30 ton TBS.
STUDI EKSPERIMENTAL DAMPAK DARI PROSES PEMOTONGAN PADA SIDE MILLING DAN FACE MILLING TERHADAP TINGKAT KEKERASAN PADA PERMUKAAN LOGAM Lubis, Sahrin
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v5i1.1549

Abstract

Berbagai jenis peralatan mesin digunakan dalam proses pembentukan peralatan mesin. Mesin milling adalah suatu peralatan mesin yang membentuk permukaan logam dengan cara menghilangkan serpihan dari benda kerja. Benda kerja yang digunakan menentukan pemilihan kombinasi parameter pemotongan. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh parameter pemotongan terhadap kekasaran permukaan logam baja pada proses side milling dan face milling. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhikekasaran permukaan yang dihasilkan dan mendapatkan kecepatan potong yang sesuai untuk proses penggilingan logam baja menggunakan mata bor karbida. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan mesin milling CNC, memvariasikan kecepatan potong dalam lima tahap selama proses pemesinan, dan mengukur kekasaran permukaan benda kerja dengan alat ukur Mitutoyo pada setiap akhir proses pemesinan. “Mesin pengukur uji permukaan”. Dari penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa kecepatan potong mempengaruhi variasi nilai kekasaran permukaan benda kerja logam. Semakin tinggi kecepatan potong yang digunakan maka nilai kekasaran permukaan yang diperoleh akan semakin rendah, artinya semakin halus permukaan benda kerja. Kecepatan potong yang digunakan pada side milling adalah 80 m/min, 90 m/min, 100 m/min, 110 m/min, 120 m/min secara berurutan, dan nilai kekasaran permukaannya masing-masing 4,39 μm, 4,10 μm, 4,09 mikron, 3,60μm dan 3,26μm. Dan untuk face milling nilai kekasaran permukaannya adalah 4,10μm, 4,05μm, 4,01μm, 3,91μm, 3,81μm.
STUDI PENGARUH TEMPERATUR ROASTING DAN KECEPATAN UDARA TERHADAP KINERJA MESIN ROASTING FLUID-BED BIJI KOPI Syaukani, Muhammad; Wibowo, Gilang Handi; Nurullah, Fajar Perdana; Riayatsyah, Teuku Meurah Indra
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v5i1.1550

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja mesin fluid-bed roaster biji kopi dengan variasi temperatur roasting dan kecepatan udara. Sampel yang digunakan adalah biji kopi robusta dengan kadar air rata rata 13% dan massa 100 gram. Variasi temperatur roasting yang digunakan yaitu 200℃, 210℃, 220℃ dan 230℃. Kecepatan udara yang divariasikan sebesar 3 m/s, 3,5 m/s dan 4 m/s. Tingkat kematangan biji kopi hasil roasting yang ingin dicapai adalah pada tingkat medium roast dan dark roast. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur roasting sebesar 230℃ dan kecepatan udara 4 m/s adalah variasi parameter terbaik untuk mendapatkan tingkat kematangan medium roast dan dark roast. Tingkat kematangan medium roast dicapai pada waktu roasting 16,41 menit, laju penguapan air sebesar 0,001 kg/menit dengan kadar air biji kopi sebesar 2,6%. Tingkat kematangan dark roast memerlukan waktu roasting selama 20,40 menit, laju penguapan air sebesar 0,0012 kg/menit dengan kadar air 1,73%. Roasting uniformity yang terbaik yaitu pada tingkat kematangan medium roast sebesar 82,25%, sedangkan dark roast sebesar 81,7%. Laju perpindahan panas adalah 4709,71 W dengan koefisien perpindahan panas sebesar 94,97 W/m2.K.
IMPLEMENTASI PREVENTIVE MAINTENANCE PADA POMPA SENTRIFUGAL DEPARTEMEN STAINLESS STEEL PT. GUANG CHING NIKEL AND STAINLESS STEEL Kadriadi, Kadriadi; Opu, Agus Salim; Wirakusuma, Kadex Widhy; Pratama, Angga Bahri
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v5i1.1551

Abstract

PT. Guang Ching Nikel and Stainless Steel (GCNS) merupakan industri smelter yang memproduksi baja stainless steel billet dan slab. Pada proses produksi tersebut memerlukan pompa sentrifugal untuk menyalurkan air sebagai sistem pendingin pada peralatan, mesin dan perendaman baja stainless steel. Hal tersebut menjadikan pompa mengalami kelebihan kapasitas kerja yang mengakibatkan penurunan performa mesin sehingga berdampak pada aktivitas produksi. Oleh karena itu, hal ini perlu dilakukan perawatan dan pemeliharaan agar mencegah kerusakan dan menjaga kinerja optimal pada pompa sentrifugal. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui proses pengambilan data suhu dan getaran lalu dilakukan pengolahan data dengan menghitung nilai mean, median, dan standar deviasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada pompa sentrifugal didapatkan bahwa standar deviasi pengukuran suhu tertinggi ada pada pompa P7 yaitu 5,2 dan standar deviasi terendah ada pada pompa P2 yaitu 1,8, sedangkan pada hasil pengukuran getaran didapatkan standar deviasi tertinggi ada pada pompa inboard  vertikal menujukkan  bahwa P11 yaitu 1.7 dan standar deviasi terendah  pada pompa inboard vertikal pada pompa P7 yaitu 0,1. Sedangkan pada standar deviasi tertinggi pada pompa inboard horizontal ada pada pompa P4 yaitu 1.2 dan standar deviasi terendah pada pompa inboard horizontal ada pada pompa P7 yaitu 0.1.

Page 6 of 10 | Total Record : 97