cover
Contact Name
Sugi Widyastuti
Contact Email
wmmj.unwar@gmail.com
Phone
+6287861861172
Journal Mail Official
wmmj.unwar@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Gedung F2 Lantai 3 Jalan Terompong No. 24, Tanjung Bungkak, Sumerta, Denpasar Timur, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Warmadewa Minesterium Medical Journal
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 28290127     EISSN : 28286138     DOI : https://doi.org/10.22225
WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is a peer-reviewed medical journal that published research articles and theoretical articles in medical science. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. It aims is to provide a place for academics and practitioners to publish original research articles, review articles, and book reviews. The scope of this journal area any topics concerning medical studies in all aspects. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) published by Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa 3 times a year. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is available in print and online version. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is Available online at https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/wmmj/index, since Volume 1 No 1 January, 2022.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025" : 15 Documents clear
Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Melalui Edukasi Hipertensi dan Budidaya Toga Ni Wayan Rusni (Scopus ID: 57203956698); Asri Lestarini; Luh Gede Sri Yenny
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.216-220

Abstract

Karang Lansia Vaisnava Seva Sanga merupakan kelompok lansia yang baru dibentuk sejak bulan Januari 2024. kegiatan kelompok lansia ini berjalan cukup aktif sampai saat ini. Kegiatan reguler kelompok lansia ini diisi dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan rutin, olahraga berupa senam bersama, edukasi kesehatan jasmani dan rohani yang kemudian diakhiri dengan pemenuhan nutrisi lansia dengan pembagian makanan sehat untuk lansia. Dari pemeriksaan tanda vital secara reguler tersebut, ditemukan sebagian besar lansia mengalami peningkatan tekanan darah.oleh karena itu diperlukan edukasi untuk meningkatakan pengetahuan lansia terkait hipertensi pada lansia, faktor risiko serta upaya yang bisa dilakukan untuk mengontrol tekanan darah. Edukasi dilakukan dengan melalui penyuluhan serta di observasi hasil peningkatan pengetahuannya dengan melakukan pretest dan ppostest. Berdasarkan hasil pretest dan postest serta observasi selama kegiatan berlangsung yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 45,4% dari peserta yang mengikuti kegiatan PKM. Mitra berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala untuk memberikan manfaat berkkelanjutan bagi masyarakat, khususnya lansia.
Strategi Pencegahan Infeksi Meningitis Streptoccocus Suis Melalui Pemberdayaan Ibu PKK Komang Trisna Sumadewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Saktivi Harkitasari; Toddy Hendrawan Yupardhi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.182-188

Abstract

Meningitis Streptococcus suis merupakan penyakit zoonosis yang menjadi perhatian khususnya di daerah-daerah dengan konsumsi babi yang tinggi. Peningkatan kasus infeksi meningitis S. suis serta komplikasi yang ditimbulkan memerlukan intervensi untuk mencegah penularan infeksi ini. Penurunan pendengaran adalah salah satu komplikasi yang paling banyak ditemukan yang dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit ini melalui edukasi yang efektif. Berdasarkan wawancara bersama ibu PKK, salah satu masalah prioritas mitra meliputi kurangnya pengetahuan mengenai rute penularan, pencegahan, dan dampak meningitis S. suis. Solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian adalah memberikan penyuluhan yang komprehensif tentang meningitis S. suis dan terapi non-farmakologis untuk membantu memperbaiki pendengaran. Metode pelaksanaan terdiri dari beberapa tahapan, termasuk pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi, serta pengenalan terapi non-farmakologis untuk membantu memperbaiki komplikasi. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dengan rerata nilai pre-test sebesar 5,2 dan post-test 7,9, yang mencerminkan peningkatan pengetahuan sebesar 51,9%. Kehadiran peserta selama kegiatan mencapai 100%, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi yang disampaikan. Kesimpulannya, program pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang mengitis S. suis dan langkah-langkah pencegahan, sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko infeksi di Desa Blahbatuh dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Pemberdayaan masyarakat melalui edukasi menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan di daerah dengan tradisi peternakan babi.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SD Negeri 1 Tua, Tabanan Made Dharmesti Wijaya; Ida Bagus Agung Dody Wira Putra; Amirah Khairunnisa; Anak Agung Gede Indraningrat; Desak Putu Citra Udiyani; Putu Austin Widyasari Wijaya; Putu Shinta Widari Tirka
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.189-193

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Anak usia sekolah dasar menjadi kelompok strategis untuk diberikan edukasi PHBS karena sedang berada dalam tahap pembentukan kebiasaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan siswa melalui edukasi dan praktik langsung di SD Negeri 1 Tua, Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Metode kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta demonstrasi praktik mencuci tangan yang benar, memilih makanan bergizi, dan menggosok gigi. Sebanyak 35 siswa kelas V dan VI mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Hasil pretest menunjukkan rata-rata nilai 9,77 dan meningkat sedikit menjadi 9,91 pada posttest. Perbedaan yang kecil ini menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang PHBS sebelumnya sudah baik, namun kegiatan edukasi tetap berdampak sebagai penyegaran pengetahuan dan penguatan keterampilan praktis. Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis praktik mampu menjaga konsistensi pemahaman sekaligus mendorong siswa untuk menerapkan PHBS secara lebih baik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah.
Penanganan Stress Melalui Olahraga Menari dan Pencegahan Kekerasan Pada Wanita yang Hidup dengan HIV/AIDS Calista Santoso; Wayan Santoso; Ni Luh Putu Eka Kartika Sari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.226-232

Abstract

Provinsi Bali, sebagai destinasi wisata internasional, menghadapi risiko terkait HIV/AIDS yang kompleks, terutama karena tingginya interaksi sosial dan seksual di kawasan pariwisata. Mobilitas yang tinggi dan perilaku berisiko, seperti seks bebas tanpa pengaman, meningkatkan penyebaran penyakit menular seksual. Selain itu, stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS sering mengakibatkan kekerasan dalam rumah tangga, pengucilan sosial, dan kesulitan dalam mencari bantuan. Banyak korban merasa terisolasi dan tidak tahu cara mendapatkan dukungan, yang memperburuk kondisi kesehatan fisik dan mental mereka. Oleh karena itu, penting untuk memberikan dukungan sosial dan layanan perlindungan yang memadai. Dalam kegiatan ini, kami memberikan metode penanganan stres melalui olahraga menari Zumba, yang dapat membantu menghilangkan stress. Selain itu, kami juga akan memberikan edukasi tentang hak hukum korban kekerasan dan cara mencari bantuan hukum untuk mengatasi situasi tersebut. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 20 orang remaja wanita yang tergabung dalam kader “Girls Act” dalam Yayasan Kerthi Keberhasilan program diukur melalui pre dan post test, yang terdiri dari 10 pertanyaan untuk setiap peserta, dimana hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 40% dimana peserta telah mengetahui dasar-dasar hukum mengenai KDRT serta perlindungan hukum bagi korban KDRT. Dapat disimpulkan bahwa program ini telah berhasil dalam memberikan peserta pengetahuan akan hak-hak hukum yang mereka miliki, serta metode penanganan stress melalui olahraga menari.
Optimalisasi UKS dan Edukasi Kesehatan Kulit serta Penyuluhan Literasi Keuangan Di SMP Negeri Payangan Ni Wayan Sri Ekayanti; Putu Gde Hari Wangsa; Ida Ayu Santi Purnamawati; Putu Austin Widyasari Wijaya; Luh Gde Evayanti; Ni Wayan Diana Ekayani
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.221-225

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan unit yang memiliki peran strategis di sekolah guna mendukung kesehatan dan kesejahteraan siswa-siswi dan tenaga pendidik. Setiap sekolah diwajibkan memiliki UKS dan fungsinya agar tetap dapat berjalan secara optimal. Peran kader dari kalangan siswa sangat penting untuk menjaga kelangsungan kegiatan UKS. Namun di SMP Negeri Hindu 2 Payangan fungsi tersebut belum berjalan secara optimal. Permasalahan prioritas yang ditangani dalam kegiatan ini adalah belum optimalnya fungsi UKS, permasalahan kesehatan terkait kulit dan organ reproduksi serta pengelolaan keuangan jangka panjang. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk optimalisasi peran UKS dan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kesehatan kulit dan organ reproduksi serta peningkatan pengetahuan guru tentang literasi keuangan jangka panjang. Metode yang digunakan meliputi tiga pilar utama, pertama penyuluhan interaktif mengenai kesehatan kulit dan organ reproduksi yang sering dialami remaja; kedua,pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang praktis dan relevan dengan kondisi sekolah; ketiga, penyuluhan literasi keuangan jangka panjang. Solusi yang diberikan dengan membentuk kader dan memberi pelatihan P3K, penyuluhan kesehatan kulit dan organ reproduksi serta penyuluhan literasi keuangan. Sasaran kegiatan ini adalah siswa-siswi SMP anggota PMR serta guru di SMP Negeri Hindu 2 Payangan. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan keterampilan dan pengetahuan siswa sebesar 32% setelah mendapat pelatihan dan penyuluhan. Hal ini menunjukkan keberhasilan program dalam mencapai tujuan.
Pengembangan Penggunaan Wearable Device untuk Monitoring Kondisi Kardiovaskular Pasien Gagal Jantung Gede Bagus Gita Pranata; Ni Wayan Armerinayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.233-237

Abstract

Bali adalah salah satu daerah dengan penduduk yang padat. Data epidemiologi Riskesdas (2020) menunjukkan prevalensi penyakit gagal jantung di Provinsi Bali khususnya Kabupaten Gianyar masih sangat tinggi yakni 15.446 jiwa. Sebagai mitra, kami mengajak dari tim PKRS RSUD Sanjiwani yang biasa bertugas sebagai ujung tombak promosi edukasi kesehatan. Dibawah pimpinan bapak Agus Lingga tim PKRS memiliki beberapa masalah promkes khususnya di bidang jantung dan pembuluh darah dimana kasusnya semakin bertambah banyak dan beberapa masuk ke instalasi gawat darurat dalam kondisi yang sudah kompleks. Sehingga diperlukan metode pemantauan kondisi kardiovaskular yang real time dapat diketahui oleh pasien atau keluarganya. Tim PKM terdiri dari 5 orang (termasuk mahasiswa) berperan memberikan edukasi, contoh dan cara penggunaan wearable device yang sederhana dapat terhubung ke ponsel penderita maupun keluarga untuk memantau beberapa tanda vital pasien. Metode pengabdian ini berupa focus group discussion dengan tujuan pasien dan keluarganya memahami cara pemakaian wearable device secara spesifik untuk pemantauan tanda vital. Teknologi ini dapat memberikan data yang berharga mengenai denyut jantung, ritme jantung, saturasi oksigen, dan parameter kardiovaskular lainnya, sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan medis yang lebih cepat dan tepat. Jumlah pasien yang terlibat sekitar 50 orang dengan masing-masing grup berjumlah 10 orang. Kriteria pemilihan adalah pasien atau keluarganya yang memiliki wearable device. Tahap pertama yakni ceramah edukasi berturut selama 3 hari sembari memilih pasien yang memiliki device. Tahap kedua melakukan FGD mengenai pemahaman dan cara pemakain, tahap ketiga yakni pemantauan. Hasil dari pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini menunjukkan bahwa mitra PKM mengalami peningkatan pemahaman dan komitmen terhadap pentingnya pelaksanaan monitoring gejala dan tanda vital pada pasien dengan gagal jantung. Hal ini dibuktikan melalui hasil evaluasi berupa pre-test dan post-test, yang menunjukkan peningkatan nilai sebesar 25 poin. Demi keberlanjutan program berikutnya, akan lebih baik jika bersama-sama disusun alur rujukan temuan deteksi abnormal.
Pendampingan Ibu Hamil Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani dalam Gerakan Peduli Stunting Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; A.A.Made Semariyani; Ni Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; A A Ayu Asri Prima Dewi; Luh Gde Evayanti; Ida Kurniawati; Komang Trisna Sumadewi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.194-199

Abstract

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, Kabupaten Bangli memiliki angka stunting tertinggi di Provinsi Bali, yaitu sebesar 43,2%. Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, termasuk di antara lokasi yang terdampak. Kondisi ekonomi keluarga yang buruk dan kurangnya pemahaman ibu sangat erat kaitannya dengan stunting. Melalui pelatihan pembuatan minuman herbal kunyit tradisional (loloh kunyit), pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu hamil secara ekonomi dan meningkatkan kesadaran mereka tentang pencegahan stunting dengan menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif. Strategi yang diterapkan meliputi pendidikan kesehatan, pengembangan keterampilan, dukungan berkelanjutan, serta pemantauan dan penilaian bulanan. Sembilan ibu hamil berpartisipasi dalam kegiatan ini. Rata-rata skor pretest meningkat dari 5,4 menjadi 7,1 pada posttest, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan. Berdasarkan hasil ini, pelatihan dan edukasi yang diberikan kepada para ibu meningkatkan pengetahuan mereka tentang cara mencegah stunting dan memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui pembuatan produk herbal.
Pemberdayaan Kelompok Ibu Desa Bayung Gede Sebagai Kader Bebas Stunting Sri Ratna Dewi; Ni Wayan Erly Sintya Dewi; A.A.G. Budhitresna; I Wayan Sudiarta
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.200-204

Abstract

Stunting pada anak merupakan dampak dari defisiensi nutrisi selama seribu hari pertama kehidupan yang menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik, penurunan kecerdasan, dan masalah kesehatan lainnya. Berdasarkan data Riskesdas, masih dijumpai angka stunting yang cukup tinggi di Bangli, salah satunya di Desa Bayung Gede Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya asupan gizi dan kurangnya keterampilan pembuatan MPASI bergizi. Puskesmas Kintamani VI telah melakukan berbagai upaya, namun karena sifat masalah yang kompleks, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa turut berperan dalam program pendampingan keluarga. Sasaran dari program ini adalah keluarga balita stunting dan berisiko stunting. Solusi yang diberikan berupa penyuluhan mengenai MPASI yang bergizi, pelatihan pembuatan MPASI dengan bahan pangan lokal, dan pemberian paket gizi (susu tinggi protein) serta alat dan bahan dalam pembuatan MPASI. Kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi dan sosialisasi, penyuluhan menganai MPASI bergizi, pembuatan MPASI dengan bahan pangan lokal, serta penyerahan paket gizi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebanyak 80,8%. Selain itu terdapat peningkatan keterampilan mitra dalam pengolahan MPASI. Program ini terbukti efektif meningkatkan keterampilan dan pemahaman keluarga dalam upaya pengentasan stunting.
Remaja Peduli Payudara: Sadari Berjalan di Banjar Tengah, Blahbatuh Ni Putu Diah Witari; Ni Luh Putu Putri Setianingsih; Luh Gde Evayanti; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Komang Trisna Sumadewi; A A Ayu Asri Prima Dewi; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.211-215

Abstract

Program Deteksi Dini Kanker Payudara berbasis remaja (SADARI) yang diterapkan di Posyandu Remaja Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, Gianyar, berhasil meningkatkan pengetahuan dan kompetensi praktik pada 10 kader remaja secara signifikan. Pendekatan partisipatif berbasis komunitas (Community-Based Participatory Research) diintegrasikan melalui edukasi interaktif, simulasi menggunakan model tiruan, dan pendampingan langsung oleh tenaga kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan tentang kanker payudara dari 55% menjadi 95%. Pemantauan jangka panjang selama 12 bulan mengungkapkan bahwa 85% peserta menerapkan SADARI secara rutin dan 80% mampu mengidentifikasi tanda abnormal payudara. Intervensi yang melibatkan kader remaja sebagai agen perubahan tidak hanya meningkatkan kesadaran kesehatan, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan komunitas dan berpotensi mempercepat deteksi dini kanker payudara pada populasi remaja perempuan. Studi ini memberikan bukti empiris bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas yang dimotori oleh pemuda adalah strategi yang efektif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia.
Pemberdayaan Masyarakat dalam menanggulangi Kasus Chikungunya di Desa Gumbrih dengan Pemanfaatan TOGA Tanaman Juwet (Sinsigium cumini L) Desak Putu Citra Udiyani; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.244-248

Abstract

Banjar Pasar di Desa Gumbrih, Kabupaten Jembrana, menghadapi masalah kesehatan berupa meningkatnya kasus Chikungunya, terutama pada musim pancaroba. Penyakit ini disebabkan virus yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, vektor yang juga menularkan demam berdarah. Sejak September 2024, tercatat 76 kasus dengan gejala khas seperti demam, nyeri sendi dan otot, sakit kepala, bercak kemerahan, lemas, mual, dan nafsu makan menurun. Gejala muncul 3–7 hari setelah gigitan nyamuk, dan meski tergolong self limiting disease yang pulih dalam tujuh hari, nyeri sendi dapat bertahan berbulan-bulan. Walau pasien sembuh, potensi kasus baru tetap ada karena sifatnya menular melalui nyamuk. Pemerintah setempat telah melakukan fogging fokus, namun intervensi ini perlu diperkuat dengan edukasi keluarga dan gotong royong pemberantasan sarang nyamuk. Penulis memberdayakan ibu-ibu PKK dan karang taruna di Tempek Sandat Desa Gumbrih sebagai kader penanggulangan Chikungunya melalui pelatihan dan pendampingan. Kegiatan meliputi identifikasi jentik, praktik PSN berkala, penyuluhan, serta pencatatan log surveilans. Monitoring dilakukan rutin untuk meningkatkan keterampilan dan perilaku masyarakat. Program juga memperkenalkan pemanfaatan TOGA sebagai pengusir nyamuk dan terapi pendukung. Diharapkan, kegiatan ini mampu meningkatkan angka bebas jentik, menurunkan insiden Chikungunya, serta menghasilkan luaran berupa manuskrip PkM pada jurnal nasional terakreditasi dan video kegiatan berdurasi 4 menit.

Page 1 of 2 | Total Record : 15