cover
Contact Name
Ali Multazam
Contact Email
physiohs@umm.ac.id
Phone
+6285255549895
Journal Mail Official
physiohs@umm.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.umm.ac.id/index.php/physiohs/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Physiotherapy Health Science (PhysioHS)
Core Subject : Health, Science,
PhysioHS is a scientific publication and communication for widespread research and criticism topics in physiotherapy and health science. PhysioHS was published by the Department of the Physiotherapy University of Muhammadiyah Malang with frequency twice yearly in June and December. Information on PhysioHS focus and spacing include the following, Physiotherapy, Health Science, Public Health, and Rehabilitation.
Articles 109 Documents
Penatalaksanaan Fisioterapi Conginetal Muscular Torticollis Sinistra: Studi Kasus Arin Supriyadi; Fira Fadhilah Saly; Nanda Farah; Naomi Kharista; Andik Rohmana
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 1 (2022): Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Edisi Juni 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i1.21903

Abstract

Congenital Muscular Torticollis adalah kelainan postur muskuloskeletal yang muncul saat lahir atau segera setelahnya akibat adanya pemendekan otot dan peningkatan tonus otot Sternocleidomastoideus unilateral dengan manifestasi posisi kepala ipsilateral dengan rotasi ke sisi kontralateral. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan studi kasus yang disertai interview pada orang tua/wali anak dan observasi secara langsung di Klinik Fisioterapi Diena Prambanan. Instrumen evaluasi yang digunakan adalah hipertrofi dan stiffness otot serta keterbatasan Lingkup Gerak Sendi leher menggunakan Muscle Function Test (MFS). Problematika fisioterapi yang ditemukan dlakukan intervensi fisioterapi dengan modalitas IRR, massage dan mobilisasi, serta terapi latihan dengan passive stretching. Hasil evaluasi menunjukkan masih adanya keterbatasan LGS, stiffness mulai berkurang pada m. upper trapezius, m. scaleni, dan m. rhomboid serta berkurangnya hipertrofi pada m. SCM sinistra anak. Pemberian modalitas IRR yang dikombinasikan dengan manual terapi dan terapi Latihan memberikan hasil yang bermakna dalam meningkatkan LGS dan Muscle Function pada CMT.
Efektivitas Latihan Kegel Pada Inkontinensia Urine: Studi Kasus Kristiyono Putro; Novi Dwi Jayanti; Nikmatur Rosidah
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 1 (2022): Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Edisi Juni 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i1.22027

Abstract

Efektifitas metode pelvic floor muscle dengan teknik kegel exercise terhadap penguatan otot dasar panggul. studi kasus pada lansia dengan incontinensia urin diberikan pelvic floor muscle exercise and advance exercise diberikan 3 kali seminggu selama 2 minggu. Pengukuran menggunakan VAS, dan Sendvik Severity Score. Setelah dua minggu, gejala inkontinensia urin dilaporkan masih terjadi, dan tidak ditemukan efektifitas kegel exercise pada lansia dengan inkontinensia urin
Low Back Pain Myogenic Post-Partum: Studi Kasus Putri Sukma Rahayu; Galuh Laraswati Ulmiyah; Bayu Prastowo
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 1 (2022): Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Edisi Juni 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i1.22123

Abstract

Prevalensi tingkat resiko low back pain mencapai 95% dari populasi di dunia. Prevalensi tersebut mengalami peningkatan setiap tahunnya mengikuti prevalensi jumlah penduduk. Penelitian ini berfokus pada permasalahan low back pain myogenic yang disebabkan oleh post-partum. Pendekatan studi kasus ini dilakukan di klinik asya therapy center selama satu bulan. Responden ditetapkan berdasarkan pemeriksaan fisioterapi dan diberikan serangkaian intervensi elektrofisika serta terapi latihan. Penilaian studi menggunakan evaluasi oswestry disability index tidak menunjukkan adanya hasil yang spesifik dalam rentang waktu intervensi 4 (empat) kali pertemuan.  Penentuan fekuensi, intervensi, time, dan type penatalaksanaan menjadi parameter utama dalam efektifitas fisiologis.   
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Non-Hemorrhagic Stroke: Studi Kasus Pribayu Eka Aditya; Mulatsih Nita Utami; Ali Multazam
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 1 (2022): Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Edisi Juni 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i1.22126

Abstract

Stroke merupakan defisit neurologis yang terjadi tiba-tiba disebabkan oleh gangguan vaskular. Secara umum, stroke dibagi menjadi 2 yaitu stroke hemoragik dan non hemoragik. Penurunan activity daily living pada pasien stroke menjadi permasalahan dengan penangana jangka panjang pada pasien stroke. Terapi latihan merupakan salah satu metode untuk meningkatkan activity daily living. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi latihan terhadap perkembangan activity daily living pada pasien stroke non hemorogik. Penelitian ini menggunakan pendekatan case report. Pemberian terapi latihan yang dilakukan sebanyak 4 kali didapatkan hasil nilai score indeks barthel mengontrol BAB : 1, mengontrol BAK : 0, membersihkan diri : 1, toileting : 1, makan : 3, berpindah tempat : 2, mobilisasi atau berjalan : 2, berpakaian : 2, naik turun tangga : 0, mandi : 0. Terapi latihan yang diberikan pada pasien stroke non hemoregik menujukan hasil yang tidak signifikan pada ADL pasien, akan tetapi menjadi salah satu bentuk penanganan rehabilitasi medik yang dapat dilakukan pada masa golden period.
Kombinasi Muscle Extension Strength Exercise dengan Kinesiotapping Terhadap Penurunan Nyeri dan Meningkatkan ROM serta Aktifitas Fungsional Lumbal Pada Pasien Hernia Nucleus Pulposus Quamila, Ashifa
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i2.22291

Abstract

Hernia nucleus pulposus adalah suatu kondisi yang dimana terjadi penonjolan pada annulus fibrosus ke dalam lumen kanalis vertebralis sehingga nucleus pulposus robek karena cakram intervertebralis degeneratif. Kombinasi muscle extension strength exercise dengan kinesiotapping adalah metode lama yang dikembangkan untuk pemberian treatment kemudian diaplikasikan pada pasien hernia nucleus pulposus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas kombinasi muscle extension strength exercise dengan kinesiotapping dalam menurunkan nyeri, meningkatkan ROM serta aktifitas fungsional lumbal pada hernia nucleus pulposus di Laboratorium Program Studi S-1 Fisioterapi STIKES Telogorejo Semarang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien lansia di Kelurahan Karangayu, Kota Semarang sebanyak 40 orang terbagi dalam 2 kelompok, dimana kelompok kontrol (n=20) mendapatkan intervensi kinesiotapping sedangkan kelompok perlakuan (n=20) mendapatkan intervensi kombinasi muscle extension strength exercise dengan kinesiotapping. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan yang berjumlah sebanyak 10 kali treatment. Hasil persentase menunjukkan pada kelompok perlakuan sebesar 12,05% dan pada kelompok kontrol sebesar 4,28%. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya perbedaan yang signifikan dan efektivitas kombinasi muscle extension strength exercise dengan kinesiotapping terhadap penurunan nyeri kemudian peningkatan ROM serta aktifitas fungsional lumbal pada pasien hernia nucleus pulposus.
Pengaruh Pemberian Stretching Exercise dan Documentation Based Care Program terhadap Pasien Mechanical Low Back Pain Larasati, Prihantoro
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i2.22312

Abstract

Nyeri punggung bawah mekanis merupakan salah satu masalah muskuloskeletal yang paling umum pada pekerja. Faktor penyebabnya adalah pola postur tubuh pekerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah diberikan berbagai program latihan selama 12 minggu. Responden penelitian adalah karyawan PT Pama yang merupakan pasien Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Program latihan meliputi latihan persiapan, latihan peregangan, dan program perawatan berbasis dokumentasi. Hasil intervensi menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap respon keluhan pasien. Signifikansi diketahui dari hasil evaluasi intervensi sebelum dan sesudah.
Hubungan Pengetahuan Ibu terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Cerebral Palsy Usia 3-5 Tahun Virly, Dilla; Maru'fa, Siti Ainun; Rahmanto, Safun
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i2.22319

Abstract

Tingkat pendidikan ibu berpengaruh pada pengetahuan ibu terhadap perkembangan motorik kasar anak. Keterkaitan tersebut berdampak pada aktivitas tumbuh kembangnya. Anak cerebral palsy lebih membutuhkan perhatian dan treatment khusus dalam proses perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu terhadap perkembangan motorik kasar anak cerebral palsy usia 3-5 tahun. Responden sebanyak 32 anak cerebral palsy berusia 3-5 tahun dilakukan pengukuran menggunakan gross motor function measure dan kuisioner. Spearman test menunjukkan p > 0,05 dan r = 0,239 atau terdapat hubungan pengetahuan ibu terhadap perkembangan motorik kasar anak cerebral palsy usia 3-5 tahun dalam kategori cukup.
Efektivitas William Flexion Exercise terhadap Penurunan Nyeri dan Tingkat Kecemasan pada Lansia Low Back Pain Sutejo, Mianti Nurrizky
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i2.22359

Abstract

Low back pain merupakan permasalahan pada gangguan musculoskeletal pada masyarakat lansia. Etiologi low back pain masih idiopatik namun bisa jadi karena trauma sehingga menyebabkan adanya nyeri dan kecemasan memuncak. Peningkatan nyeri dan kecemasan pada lansia low back pain merupakan permasalahan yang sering dialami oleh pasien baik tipe akut maupun kronik. William flexion exercise merupakan salah satu pilihan yang dapat dibuktikan kembali efektivitas pemberian treatment karena adanya tumpang tindih informasi dari berbagai macam penelitian yang diterapkan. William flexion exercise adalah latihan yang dapat mengurangi nyeri dan tingkat kecemasan pada lansia low back pain dengan mengaktivasi otot-otot fleksi. Penelitian ini pre eksperimental berjumlah 50 orang selama 3 bulan dalam 1 sesi program treatment. Nyeri dan tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah intervensi kemudian diberikan intervensi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji mann-whitney, wilcoxon, kombinasi ANOVA dengan Friedman,. Hasil penelitian menujukkan adanya efektivitas william flexion exercise terhadap penurunan nyeri dan tingkat kecemasan pada lansia low back pain.
Efektivitas Pemberian Strengthening Exercise dan Balance Exercise dalam Meningkatkan Lower Limb Strengthening pada Lansia: Randomized Controlled Trial (RCT) Pramusinta, Linda
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i2.22377

Abstract

Gangguan keseimbangan mampu mempengaruhi kualitas kedua otot tungkai bawah pada lansia sehingga kemungkinan seseorang akan mengalami resiko jatuh. Penelian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian strengthening exercise dan balance exercise dalam meningkatkan kekuatan otot tungkai bawah pada lansia. Metode penelitian menggunakan eksperimental dengan randomized controlled trial (RCT) yang melibatkan pada lansia yang memiliki resiko jatuh. Sampel berjumlah 50 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol. Pengukuran keseimbangan dan kekuatan otot tungkai bawah menggunakan skala berg balance dan skala lower extremity functional. Analisis statik menggunakan Shapiro Wilk, ANOVA, uji Mauchly dan uji-T dependent. Hasil penelitian menunjukkan adanya signifikan (p < 0.05). Sehingga latihan penguatan tungkai bawah apabila diterapkan secara berkepanjangan mampu mengurangi resiko jatuh pada lansia.
Hubungan antara Aktivitas Fisik dengan Indeks Massa Tubuh pada Remaja Meila, Alya Sukma Bakti; Bachtiar, Farahdina; Condrowati, Condrowati; Nazhira, Fidyatul
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i2.22587

Abstract

Aktivitas fisik diartikan sebagai gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka manusia yang membutuhkan pengeluaran energi. Di era digital seperti saat ini, remaja cenderung kurang melakukan aktivitas fisik atau berolahraga. Kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan oleh remaja dapat meningkatkan indeks massa tubuh. Semakin rendah aktivitas fisik seseorang, maka kemungkinan akan semakin besar pula peningkatan indeks massa tubuhnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh (IMT) pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah remaja yang merupakan siswa di SMK Kesehatan Bhakti Insani Depok dengan jumlah sampel sebanyak 93 orang. Parameter yang digunakan untuk mengukur aktivitas fisik menggunakan kuisioner IPAQ (International Physical Activity Questionnaire). Analisis data menggunakan SPSS 23. Hasil correlation coefficient antara aktivitas fisik dengan IMT sebesar 0,192 dengan nilai signifikansi 0,065 (p > 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa  tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan IMT pada remaja.

Page 5 of 11 | Total Record : 109