cover
Contact Name
Ali Multazam
Contact Email
physiohs@umm.ac.id
Phone
+6285255549895
Journal Mail Official
physiohs@umm.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.umm.ac.id/index.php/physiohs/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Physiotherapy Health Science (PhysioHS)
Core Subject : Health, Science,
PhysioHS is a scientific publication and communication for widespread research and criticism topics in physiotherapy and health science. PhysioHS was published by the Department of the Physiotherapy University of Muhammadiyah Malang with frequency twice yearly in June and December. Information on PhysioHS focus and spacing include the following, Physiotherapy, Health Science, Public Health, and Rehabilitation.
Articles 109 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN KINESIOTAPING TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PMB BIDAN EVI MULYOREJO MALANG Putri, Wiecha Fitthasari; Astuti, Hutari Puji; Renny, Yunia
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.35704

Abstract

Kehamilan merupakan proses fisiologis normal yang menyebabkan perubahan emosional, hormonal, dan fisik. Pada trimester III gangguan ketidaknyamanan yang sering muncul adalah nyeri punggung bawah. Gangguan ini bisa menyebabkan gangguan tidur dan aktivitas sehari-hari. Kinesiotaping merupakan pita elastis yang dipercaya dapat mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kinesiotaping dalam menurunkan nyeri pinggang bawah pada ibu hamil trimester III. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Penelitian ini dilaksanakan di PBM Bidan Evi Malang. 30 ibu hamil trimester III berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kinesiotaping secara signifikan menurunkan nyeri pinggang bawah pada ibu hamil trimester III (p<0.001). Penurunan nyeri berasal dari mekanisme kinesiotaping menstimulasi mekanoreseptor pada kulit sehingga menghambat impuls nyeri dihantarkan ke otak. Kinesiotaping juga menstimulasi otot-otot punggung dan memberikan support di bagian perut sehingga otot dapat bekerja lebih optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kinesiotaping berpengaruh dalam menurunkan nyeri pinggang bawah pada ibu hamil trimester III dan dapat dijadikan alternatif dalam penanganan nyeri pinggang bawah pada ibu hamil.
The Comparison of Biomechanic Alteration on Cervical Angle During Walking with And Without Smartphone Dual-Task Texting Among Smartphone Users Susilo, Taufik Eko; Hasbi Al Farizy, Muhammad; Wijianto; Tri Sudaryanto, Wahyu; Wahyuni; Fitriyah, Qonitah Faizatul; Fatmarizka, Tiara
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.35859

Abstract

Background: The prevalence of smartphone usage continues to rise, becoming deeply embedded in daily routines across all age groups. Young adults are particularly significant users, often engaging in dual-tasking, such as texting while walking. This behavior may lead to biomechanical alterations, particularly in cervical posture, which could have long-term musculoskeletal implications. Objective: This study investigates the biomechanical alterations in cervical angle during walking with and without dual-task texting among smartphone users, specifically focusing on young adults. Method: A quantitative observational study was conducted using a single group repeated measurement design. Thirty male participants, aged 21.07 ± 1.05 years, were involved. Cervical angle degrees were measured using video analysis, with data processed through the Kinovea application to extract kinematic coordinates. Results: The One Way Repeated ANOVA Test revealed a significant increase (p<0.01) in cervical angle degree during texting while walking, indicating that dual-tasking notably affects cervical posture. Conclusion: The findings highlight that dual-task texting induces significant biomechanical changes in cervical posture.
Kekuatan Otot Dalam Pembebanan Punggung pada Anak Usia 10-12 Tahun di SD Negeri 1 Belantih, Bangli ketut jayami sarassanthi; Wahyu Sari, Reni
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.35896

Abstract

Latar Belakang: Kekuatan otot akan meningkat jika diberikan suatu pembebanan yang ringan maupun yang berat. Pembebanan punggung yang dipakai berbentuk ransel yang menjadi salah satu alat bantu yang disukai para anak didik sebagai penunjang kegiatan anak didik berpergian ke sekolah. Siswa membawa beban tas dari rumah hingga ke sekolah berjalan kaki dengan waktu 30 menit hingga 45 menit dengan jarak tempuh 1 km hingga 1,7 km. Pembebanan tas yang dibawa pada anak tidak bisa lebih dari 5-10% dari berat tubuhnya. Membawa beban yang berat di punggung bisa menimbulkan perubahan postur tubuh. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui kekuatan otot dalam pembebanan punggung pada anak usia 10-12 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan cross sectional, jumlah sampel pada Penelitian ini berjumlah 50 sampel. Pembebanan punggung didapatkan hasil dari pengukuran timbang duduk jarum, serta kekuatan otot punggung didapatkan hasil dari pengukuran Back dynamometer. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi pearson product moment, didapatkan nilai koefisien korelasi 0,582 yang menyatakan korelasi sedang ke arah positif dan nilai signifikan 0,000 yang menunjukan bahwa adanya signifikan antara kekuatan otot dalam pembebanan punggung pada anak usia 10-12 tahun di SD Negeri 1 Belantih. Dapat disimpulkan bahwa semakin berat pembebanan punggung maka terdapat kekuatan otot pada anak usia 10-12 tahun. Kesimpulan: terdapat hubungan antara pembebanan punggung yang berat dengan kekuatan otot punggung
Perbedaan Pengaruh Dual-Task Training dengan Permainan Tradisional Engklek Terhadap Keseimbangan Dinamis Anak Flat Foot Usia Sekolah di SDN Jatimekar II Hairan Nisa; Nasirudin, Yusuf
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.37719

Abstract

Latar Belakang: Anak usia sekolah ditandai dengan gerak dan aktivitas motorik yang lincah sehingga dibutuhkan keterampilan motorik. Salah satu aspek keterampilan motorik adalah keseimbangan dinamis. Dampak flat foot pada anak yaitu anak dapat memiliki keseimbangan yang buruk, anak lebih cenderung mudah terjatuh saat berjalan maupun berlari. Hambatan berjalan pada anak di masa pertumbuhan dan perkembangan akan berdampak pada penurunan produktivitas anak. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan pengaruh dual-task training dan permainan tradisional engklek terhadap keseimbangan dinamis pada anak flat foot. Metode: penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental dengan pendekatan two group pre-posttest design. Total 30 orang sampel yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, 15 orang pada kelompok I intervensi dual-task training dan 15 orang orang pada kelompok II intervensi permainan tradisional engklek. Alat ukur yang digunakan Pediatric Balance Scale untuk mengukur keseimbangan dinamis pada anak. Intervensi dilakukan 3 kali seminggu selama 4 minggu. Hasil: analisis paired sample t-test sebelum dan sesudah pada kelompok dual-task training dan kelompok permainan tradisional engklek didapatkan nilai p adalah 0,001 (p<0,05). Hasil independent sample t-test rerata sebelum dan sesudah pada kelompok didapatkan p value 0,029 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh latihan dual-task training dan latihan permainan tradisional engklek terhadap keseimbangan dinamis. Terdapat perbedaan pengaruh antara latihan dual-task training dan latihan permainan tradisional engklek dalam meningkatkan keseimbangan dinamis.
Aerobic Exercise Berpengaruh Terhadap Denyut Nadi Istirahat Mulya, Nurma; Rahmawati, Nurul Aini; Rahim, Anita Faradilla
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.38133

Abstract

Latar Belakang: Denyut nadi istirahat adalah jumlah detak jantung per menit saat seseorang beristirahat atau tidak sedang melakukan aktivitas fisik yang signifikan. Denyut nadi istirahat sering digunakan sebagai indikator kesehatan kardiovaskular dan kebugaran seseorang. Semakin tinggi denyut nadi istirahat maka semakin rendah kesehatan kardiovaskular. Untuk meningkatkan kinerja sistem kardiovaskular dapat dilakukan latihan Aerobic Exercise. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Aerobic Exercise terhadap denyut nadi istirahat pada mahasiswa. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasi Eksperimental dengan desain one grup pretest and post test. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa yang masuk kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel diberikan latihan jogging sebanyak 12 kali dalam 1 bulan dan palpasi nadi radial untuk mengetahui denyut nadi istirahat. Hasil: Berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000< 0,05 yang berarti ada pengaruh Aerobic Exercise terhadap denyut nadi istirahat. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian didapat hasil adanya penurunan denyut nadi istirahat pada mahasiswa setelah diberikan latihan aerobic exercise berupa jogging.
Hubungan Generalized Joint Hypermobility, Skoliosis, dan Gangguan Muskuloskeletal Anak Usia 10-12 Tahun Ayuningtyas, Tita Rachma
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.38249

Abstract

Latar Belakang: Hipermobilitas sendi tidak dianggap sebagai penyakit tertentu, melainkan fenomena yang berkaitan dengan sistem muskuloskeletal. Gejala umum pada Generalized Joint Hypermobility (GJH) berupa nyeri kronik, sprain, flat foot, dan gangguan musculoskeletal lain jarang terdiagnosa, namun menjadi salah satu faktor risiko terjadinya Adolescent Idiophatic Skoliosis (AIS). Kondisi hipermobilitas pada anak menimbulkan perubahan postur dan meningkatkan risiko injury saat melakukan aktivitas fisik. Tujuan: Menganalisis hubungan antara hipermobilitas sendi pada anak-anak terhadap kondisi skoliosis dan gangguan musculoskeletal anak-anak usia sekolah dasar Metode: Desain penelitian cross sectional dengan melibatkan 60 responden. Analisis statistik dilakukan dengan SPSS versi 25. Uji Pearson dan Spearman untuk melihat tingkat korelasi antara ke-3 variabel. Peneliti melakukan pemeriksaan hipermobilitas sendi atau GJH menggunakan Beighton score, pemeriksaan kelengkungan tulang belakang menggunakan skoliometer dan pemeriksaan gangguan musculoskeletal menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian didapatkan 26.7% responden mengalami hipermobilitas sendi. Skoliosis kurva tunggal 8.3% responden, serta gangguan musculoskeletal yang dialami adalah nyeri lutut, flat foot, dan sprain lebih dari satu kali. Berdasarkan uji korelasi, tidak terdapat hubungan antara GJH dengan skoliosis (p=0.083). Terdapat hubungan antara GJH dan gangguan muskuloskeletal (p=0.003). Kesimpulan: Dalam penelitian ini dapat diambil Kesimpulan GJH berkorelasi terhadap keluhan sendi, sprain ankle, dan flat foot namun tidak berkorelasi dengan kasus skoliosis pada anak-anak.
Pengaruh Aerobic Exercise untuk Meningkatkan Kualitas Tidur pada Remaja dengan Kondisi Gangguan Tidur Chronic Insomnia : Case Report Permata, Ayu
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.38577

Abstract

Latar Belakang: Insomnia adalah gangguan kesulitan untuk tidur atau mempertahankan tidur pada malam hari. Ini akan menjadi gangguan jangka pendek jika berakhir hanya dalam waktu beberapa malam, namun akan menjadi kronik jika sampai berbulan bulan atau semakin lama. Masa remaja rentang mengalami gangguan tidur, gangguan yang berhubungan dengan tidur dikarenakan masalah medis, gaya hidup, faktor lingkungan menyebabkan tidur terganggu, dan kualitas tidur yang buruk, kondisi ini dinamakan dengan gangguan tidur. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui manfaat dan pengaruh pemberian Aerobice Exercise untuk meningkatkan kualitas tidur pada kondisi gangguan tidur (Chronic Insomnia). Metode Penelitian:  Metode penelitian ini berupa case report yang dilakukan di salah satu Praktek Fisioterapi di Pekanbaru. Rangkaian program dilaksanakan mulai tanggal 11 Maret 2024 sampai dengan 7 April 2024. Perlakuan subjek penelitian diberikan intervensi Aerobic Exercise. Penelitian dilakukan sebanyak 12 kali terapi selama 4 minggu dengan 2 kali evaluasi setiap 2 minggu sekali. Alat ukur yang digunakan adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil: hasil penelitian menunjukkan  Score PSQI sebelum= 15 dan Score PSQI sesudah = 6. Kesimpulan: Latihan aerobic memberikan pengaruh terhadap penurunan score PSQI pada remaja insomnia.
Hubungan Body Muscle Index Terhadap Nyeri Punggung Bawah Pada Guru Sekolah Dasar Susanti, Susi
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.38781

Abstract

Latar belakang: Body muscle index (BMI) dan nyeri punggung bawah menjadi salah permasalahan yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas pada negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk menekan peningkatan BMI dan nyeri punggung bawah diperlukan analisis lebih lanjut mengenai kedua hal tersebut, termasuk analisis pada beberapa kondisi terkait atau pekerjaan yang menjadi risiko nyeri punggung bawah, salah satunya profesi guru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis hubungan body muscle index terhadap nyeri punggung bawah pada guru sekolah dasar. Metode: Penelitian ini merupakan cross-sectional study untuk melihat hubungan BMI dengan Nyeri Punggung Bawah. Identifikasi berat badan dan tinggi badan digunakan untuk menghitung BMI partisipan dan kuesioner Oswestry Disability Index (ODI) digunakan untuk mengukur nilai nyeri pada lansia dengan LBP. Spearman ‘s rank correlation digunakan untuk menguji hubungan antara kedua variable. Penelitian dilakukan pada 24 guru sekolah dasar di SDN Dukuh Kupang 1 Surabaya dengan usia 30-60 tahun. Hasil: Analisis BMI menujukkan presentase tertinggi pada kategori normal weight (50%) dan presentase ODI tertinggi pada kategori mild disability (62,5%). Hasil uji hubungan antara BMI dengan nyeri punggung bawah menggunakan uji Spearman menunjukkan nilai p>0,05 dengan sig. (2-tailed) 0,135. Yang berarti tidak ada korelasi atau hubungan antara BMI terhadap nyeri punggung bawah pada guru SD.  Kesimpulan: Tidak ditemukan korelasi signifikan antara BMI dengan nyeri punggung bawah pada guru SD. Hal ini menunjukkan bahwa faktor BMI tidak berperan langsung dalam mempengaruhi keluhan nyeri punggung bawah pada populasi tersebut.
Kombinasi Slow Deep Breathing dan Senam Lansia Dalam Meningkatkan Kualitas Tidur serta Menurunkan Tekanan Darah dan Stress pada Komunitas Lansia di Kota Malang Multazam, Ali; Titani, Mutiara; Putri, Dinda Permata; Kamilla, Natasya Dinna; Abdul, Fahrum Nissa; Sukirman L, Riza Daeng
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.38837

Abstract

Peningkatan jumlah lansia memberikan efek yang tidak biasa pada berbagai macam aspek, terutama pada aspek kesehatan. Lansia yang menjadi tahapan terakhir dalam proses kehidupan yang dimana banyak terjadi penurunan dan perubahan dalam fisik, psikis, sosial. Kualitas tidur, tekanan darah, dan stress merupakan bagian dari masalah kesehatan fisik dan mental yang mengalami perubahan pada lansia. Aktifitas fisik seperti senam lansia dan latihan slow deep breathing merupakan kegiatan yang bisa memberikan respon dan adaptasi pada tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi slow deep dan senam lansia dalam meningkatkan kualitas tidur serta menurunkan tekanan darah dan stress pada lansia. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain penelitian Nonequivalent control group design. Sampel penelitian adalah lansia yang yang memenuhi kriteria inklusi maupun ekskulis. Penelitian dilakukan di komunitas lansia di Kota Malang. Hasil uji statistik menunjukkan kombinasi slow deep breathing dan senam lansia secara signfikan meningkatkan kualitas tidur pada lansia (p=0,000), menurunkan tekanan darah (p=0,000), serta menurunkan tingkat stress (p=0,000). Kesimpulan pada penelitian ini adalah kombinasi slow deep breathing dan senam lansia memberikan pengaruh terhadap peningkatan kualitas tidur, serta penurunan tekanan darah dan stress pada lansia di Kota Malang

Page 11 of 11 | Total Record : 109