cover
Contact Name
Ali Multazam
Contact Email
physiohs@umm.ac.id
Phone
+6285255549895
Journal Mail Official
physiohs@umm.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.umm.ac.id/index.php/physiohs/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Physiotherapy Health Science (PhysioHS)
Core Subject : Health, Science,
PhysioHS is a scientific publication and communication for widespread research and criticism topics in physiotherapy and health science. PhysioHS was published by the Department of the Physiotherapy University of Muhammadiyah Malang with frequency twice yearly in June and December. Information on PhysioHS focus and spacing include the following, Physiotherapy, Health Science, Public Health, and Rehabilitation.
Articles 109 Documents
Pengaruh Deep Neck Muscle Exercise terhadap penurunan Nyeri pada Penderita Neck Pain Afrianti Wahyu; Rahajeng Mellytria Noor Subagyo; Arif Fadli
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 5 No. 1 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Juni 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.26086

Abstract

Penjahit sering memposisikan tubuhnya yang tidak ergonomis dalam waktu yang lama sehingga dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Gerakan menunduk terlalu lama pada penjahit bisa memicu sakit leher. Hal ini dapat menyebabkan nyeri leher yang berkepanjangan, intervensi seperti Deep Neck Muscle Exercise dengan memberikan kontraksi isometrik pada deep neck muscle dapat mengurangi nyeri. Tujuan untuk mengetahui pengaruh latihan otot leher dalam terhadap penurunan nyeri pada penderita nyeri leher. Penelitian ini menggunakan randomized controlled trial. Subyek yang digunakan sebanyak 31 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Subyek dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok I mendapatkan intervensi deep neck muscle exercise dan kelompok II sebagai kelompok kontrol mendapatkan intervensi edukasi posisi ergonomis. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur nyeri menggunakan QVAS. Pengukuran nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi diberikan. Berdasarkan hasil statistik pre-test dan post-test dengan menggunakan paired t-test pada kelompok I menghasilkan p = 0,000 (p<0,05) yang berarti ada pengaruh pemberian deep neck muscle exercise, sedangkan pre-test dan post-test berpasangan dengan menggunakan paired t-test pada kelompok kedua menghasilkan p=0,101 (p>0,05) yang menunjukkan tidak adanya pengaruh intervensi pada kelompok kontrol. Uji beda mean post-test menghasilkan selisih sebesar 32,2 dengan independent t-test menghasilkan p=0,00 dimana (p<0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh intervensi deep neck muscle exercise dengan kelompok kontrol sehingga menunjukkan deep neck muscle exercise lebih baik untuk mengurangi intensitas nyeri. Kesimpulan: Setelah 6 minggu pemberian deep neck muscle exercise berpengaruh terhadap penurunan nyeri pada pasien nyeri leher
Pengaruh Active Stretching Exercise Terhadap Kemampuan Fungsional Kaki Pada Pelari Jarak Jauh Dengan Plantar Fasciitis Di Komunitas Ceorunners Bekasi Selvina Lindarti; Roikhatul Jannah; Yusuf Nasirudin
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 5 No. 1 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Juni 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.26125

Abstract

Plantar fasciitis merupakan sebuah kondisi nyeri pada tumit yang terjadi akibat overuse atau microtrauma pada plantar fascia. Tingkat kejadian plantar fasciitis mencapai 22% dari populasi pelari. Nyeri di tumit yang terjadi dapat menimbulkan penurununan kemampuan fungsional. Stretching exercise dapat membuat fascia menjadi lebih fleksibel serta dapat memperkuat otot yang menopang arkus dan mengurangi tekanan pada fascia sehingga meminimalisir keterbatasan gerak dan dapat berdampak pada kemampuan fungsional. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pemberian active stretching exercise terhadap kemampuan fungsional pada pelari jarak jauh dengan plantar fasciitis. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 16 orang. Penelitian ini menggunakan rancangan pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, sampel dipilih dengan metode purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Intervensi yang diberikan adalah active stretching exercise sebanyak 12 kali pertemuan selama 4 minggu. Pengukuran kemampuan fungsional pada pelari menggunakan The Foot and Ankle Index Measurement. Setelah dilakukan pengukuran dan intervensi, didapatkan nilai rerata kemampuan fungsional sebelum intervensi 79,63 dan setelah intervensi 91,48. Setelah itu dilakukan uji hipotesa paired sample T test dan didapatkan hasil p-value sebesar 0,000 yang berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.  Active stretching exercise berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada pelari jarak jauh dengan plantar fasciitis.
Dampak Gangguan Muskuloskeletal Akibat Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid 19 Pada Anak Usia 6-13 Tahun Terhadap Keseimbangan Dinamis Zahra Sativani; Roikhatul Jannah
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 5 No. 1 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Juni 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.26161

Abstract

Kebijakan pembatasan interaksi sosial di masa pandemi Covid-19 berdampak pada proses pembelajaran anak di sekolah. Proses belajar secara daring membuat anak harus lebih lama menggunakan gawai. Kebiasaan ini memicu terjadinya peningkatan risiko nyeri muskuloskeletal akibat tubuh dipaksa bekerja lebih keras daripada fungsinya. Keterbatasan anak untuk dapat mengeksplor gerakan melalui aktivitas fisik dalam bentuk permainan juga menjadi indikasi peningkatan risiko gangguan muskuloskeletal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak gangguan muskuloskeletal setelah pembelajaran daring terhadap keseimbangan dinamis pada anak usia 6-13 tahun di Desa Ciangsana, Kabupaten Bogor. Metode penelitian ini adalah deksriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebesar 69 anak. Alat yang digunakan meliputi kuesioner untuk mengetahui lama sekolah dari rumah, penggunaan gawai, dan kesempatan anak bermain di luar rumah, unterberger test, dan pemeriksaan gangguan muskuloskeletal menggunakan  pGALS. Hasil analisis didapatkan tidak ada hubungan (p=0,641) antara gangguan muskuloskeletal dan keseimbangan dinamis selama pembelajaran daring pada anak usia 6-13 tahun.  Namun, terdapat risiko 1,378 kali (OR=1,378) terjadinya gangguan keseimbangan dinamis pada anak yang mengalami gangguan muskulskeletal.
Hold Relax dan Static Stretching Meningkatkan Fleksibilitas Hamstring: Studi Literatur Herdianty K Handari
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 5 No. 1 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Juni 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.26241

Abstract

Pada aktivitas kehidupan sehari-hari manusia bekerja dan beraktivitas dengan melibatkan seluruh anggota tubuh,sehingga dibutuhkan fleksibilitas. Penurunan fleksibilitas otot hamstring sering tidak disadari dikarenakan otot hamstring bekerja secara konsentrik atau memendek. Jika otot hamstring mengalami penurunan fleksibilitas maka rentan terjadi cedera muskuloskeletal, nyeri pada bagian belakang paha sehingga hip joint dan lumbal mengalami keterbatasan gerak, gangguan postur, dan pola jalan. Upaya dalam meningkatkan fleksibilitas otot hamstring dapat dilakukan dengan berbagai jenis stretching seperti hold relax dan static stretching. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hold relax dan static stretching terhadap fleksibilitas hamstring. Metode penelitian ini berupa studi literatur dengan menggunakan teknik PICOT, yaitu: (1) population /problem: fleksibilitas otot hamstring, (2) intervention: hold relax, (3) compare: static stretching, (4) outcome: fleksibilitas hamstring, (5) type of study: randomized controlled trial. Database yang digunakan adalah PubMed, Google Scholar, dan PEDro. Hasilnya didapatkan 1.642 artikel setelah dilakukan skrining dan hanya 25 artikel yang diidentifikasi. Kemudian 10 artikel terpilih untuk dianalisis. Kesimpulan yang didapatkan adalah hold relax dan static stretching dapat meningkatkan fleksibilitas otot hamstring. Hold relax dan static stretching dapat digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas otot hamstring.
Perbandingan Pengaruh Resistance Exercises Dan Edukasi Olah Raga Terhadap Pengendalian Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Klinik PT. Telkom Regional IV Semarang Arif Fadli; Aulia Azmi; Pajar Haryatno
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.27301

Abstract

Hipertensi dapat  menjadi silent killer bagi penderitanya. Hipertensi dapat dikendalikan dengan terapi latihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh resistance exercises dengan edukasi olah raga terhadap pengendalian tekanan darah penderita hipertensi stage 1. Desain penelitian Quasy-experimental pada 30 karyawan (n=30) PT. Telkom Cabang Semarang dibagi menjadi kelompok perlakuan (n=15) dan kelompok kontrol (n=15) selama 6 minggu. Kelompok perlakuan diberikan resistance exercises dengan dosis latihan 2x/minggu dan  kelompok kontrol diberikan edukasi olah raga.  Dalam penelitian ini menggunakan uji statistik paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukan kelompok resistance exercises berpengaruh menurunkan tekanan darah sistolik sebelum dengan sesudah perlakuan signifikan P= 0.00 (P< 0,05) dan mean of difference (MD) = 9,27 mmHg. Kelompok edukasi tidak berpengaruh menurunkan tekanan darah sistolik sebelum dengan sesudah perlakuan P= 0.958 (P> 0,05) dan mean of difference (MD) = 0,067 mmHg. Kelompok resistance exercises berpengaruh menurunkan tekanan darah diastolik sebelum dengan sesudah perlakuan signifikan  P= 0.00 (P< 0,05) dan mean of difference (MD) = 4,55 mmHg. Kelompok edukasi tidak berpengaruh menurunkan tekanan darah diastolik sebelum dengan sesudah perlakuan P= 0.257 (P> 0,05) dan mean of difference (MD) = 1,067 mmHg. Resistance exercises lebih berpengaruh pada pengendalian tekanan darah penderita hipertensi stage 1 dibandingkan edukasi olah raga.
PROGRAM FISIOTERAPI PADA PASIEN DI ICU DENGAN KONDISI POST CRANIECTOMY ET CAUSA TRAUMATIC BRAIN INJURY: CASE STUDY Pahlawi, Riza; Nurmartha, Amelia Rizki
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.28609

Abstract

Traumatic Brain Injury (TBI) adalah cedera otak yang menyebabkan kerusakan langsung pada pembuluh darah, akson, neuron, dan glia sehingga dapat menimbulkan beberapa gejala tergantung pada tingkat keparahannya seperti pusing, merasa lelah, bahkan kehilangan kesadaran. Pasien TBI dengan tingkat keparahan sedang sampai berat sering kali memerlukan perawatan di Intensive Care Unit (ICU). Dalam hal ini, penanganan fisioterapi pada pasien TBI di ICU dapat berfokus pada masalah fungsionalnya yang terdiri dari pernapasan, batuk dan retensi sputum, tanda-tanda inflamasi, nyeri, spasme otot, kekuatan otot, penurunan sensori, serta penanganan ataupun pencegahan luka dekubitus dengan program fisioterapi yang didasarkan oleh protokol fisioterapi di ICU sehingga protokol-protokol tersebut perlu dilihat efektivitasnya terhadap penanganan kasus TBI di ICU. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan seputar Program fisioterapi pada pasien di ICU dengan kondisi post craniectomy et causa TBI di RS Hermina Pasteur. Metode penelitian ini adalah metode kepustakaan dengan membaca buku, jurnal, dan juga literatur yang berkaitan dengan kasus yang diangkat serta melakukan observasi langsung pada pasien. Parameter yang digunakan meliputi Manual Muscle Testing (MMT), antropometri (lebar edema), kesimetrisan pengembangan dada, skor Glasgow Coma Scale (GCS), dan skor Early Funtional Abilities (EFA). Hasil yang didapatkan terjadi peningkatan kekuatan otot dengan nilai MMT 0/5 menjadi 1/5 setelah diberikan stimulasi sensori dan aktivasi otot-otot intrinsik. Lalu lebar edema menunjukkan nilai yang fluktuatif dengan pemberian hand dan ankle pumping karena dipengaruhi oleh kondisi pasien dan pemberian obat-obatan. Kemudian, terjadi peningkatan pengembangan dada lobus upper dextra dari asimetris menjadi simetris. Lalu terjadi peningkatan skor GCS dari skor GCS 4 menjadi 9. Kemudian, terjadi peningkatan skor EFA dari skor EFA 25 menjadi 33. Akan tetapi, terjadi penurunan skor GCS dan EFA dikarenakan kondisi pasien belum stabil dan absen pada hari sabtu dan minggu dalam pemberian intervensi fisioterapi yang karena liburnya poli fisioterapi.
Perbandingan Indeks Massa Tubuh Normal Dan Overweight Terhadap Daya Tahan Kardiorespirasi Dan Kebugaran Jasmani Pada Mahasiswa Universitas Dhyana Pura I Kadek Agus Adi Mahendra
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.28712

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan sehari-hari dengan mudah tanpa merasa lelah. Kebugaran jasmani tidak terlepas dari pengaruh aktivitas fisik, dan pola hidup. Kurangnya aktivitas fisik dan pola hidup yang tidak teratur berdampak pada peningkatan lemak tubuh yang berujung dengan overweight sehingga menurunkan fungsi pada salah satu komponen kebugaran jasmani yaitu daya tahan kardiorespirasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbandingan daya tahan kardiorespirasi terhadap kebugaran jasmani pada mahasiswa dengan indeks massa tubuh normal dan overweight di Universitas Dhyana Pura. Metode penelitian yang digunakan adalah comparative study. Sampel kemudian diukur nilai IMT, daya tahan kardiorespirasi (VO2Max) menggunakan six minutes walking test, dan kebugaran jasmani dengan tes lari 2,4 km. Selanjutnya dari hasil penelitian dilakukan analisis deskriptif dengan uji normalitas menggunakan shapiro-wilk didapatkan hasil variabel berdistribusi normal dengan nilai signifikan p>0,05. Kemudian dilakukan uji hipotesis untuk mengetahui perbandingan kedua variabel menggunakan mann whitney test didapatkan perbandingan dengan nilai signifikan 0,000 yang menunjukan bahwa adanya perbandingan signifikan antara kelompok IMT normal dan overweight. Disimpulkan bahwa terdapat perbandingan daya tahan kardiorespirasi terhadap kebugaran jasmani pada mahasiswa dengan indeks massa tubuh normal dan overweight di Universitas Dhyana Pura. 
Daya Tahan Otot Lumbal Ekstensor Penjahit Untuk Mempertahankan Sikap Kerja Duduk Selama 4 Jam Di CV. Adhi Tekstil & Garment Pemogan, Denpasar, Bali Anggi Widyatama Sariputra
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.28729

Abstract

Penjahit melakukan pekerjaannya memerlukan ketelitian dan kerapian. Tuntutan ketelitian dan kerapian menjahit dilakukan dengan sikap duduk selama 4 jam di sesi pertama. Ketika penjahit bekerja dengan sikap kerja duduk dan melakukan gerakan yang statis dalam jangka waktu yang lama posisi ini akan meningkatkan kerja dari otot multifidus dan abdominal transversal untuk berkontraksi secara eksentrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak latihan core stability terhadap daya tahan otot lumbal ekstensor penjahit. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one group pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 10 orang yang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi, ekslusi dan drop out. Alat ukur penelitian menggunakan The Biering Sorensen Test of Static Muscular Endurance (BSME) merupakan alat pengukuran berjangka waktu yang digunakan untuk menilai daya tahan ekstensor batang tubuh. Hasil penelitian ini dilakukan uji normalitas dengan shapiro wilk test dan uji hipotesis penelitian dengan uji paired sampel t-test. Hasil shapiro wilk test berdistribusi normal dengan nilai signifikan pre-test 0,782 dan post-test 0,094 serta adanya peningkatan persentase sebesar 54,7%. Hasil uji paired sampel t-test menunjukkan nilai signifikan yaitu p=0,000 yang menandakan terjadi peningkatan yang signifikan pada daya tahan otot lumbal ekstensor. Maka dapat disimpulkan bahwa latihan core stability berdampak pada daya tahan otot lumbal ekstensor dalam mempertahankan sikap kerja duduk selama 4 jam.
Pengaruh Isometric Neck Exercise Terhadap Daya Tahan Deep Cervical Flexor Muscle Pada Game Streamer Putu Gede Arya Putra Udayana
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.28771

Abstract

Game streamer adalah seseorang yang melakukan live stream dan bermain videogame, game streamer bermain game menggunakan pc (personal computer) atau console dengan posisi duduk. Postur kerja yang dilakukan tidak ergonomis atau janggal maka pekerja akan lebih mudah mengalami kelelahan akibat keluhan yang dirasakan sehingga hasil kerja juga akan kurang memuaskan. Beberapa otot leher yang memiliki fungsi untuk menstabilkan kepala dan leher dan sebagai kontrol posture adalah otot deep cervical flexor (DCF) yang terdiri dari longus colli dan longus capitis (Munawaroh et al., 2022). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari pemberian isometric neck exercise terhadap daya tahan deep cervical flexor muscle pada game streamer. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Eksperimental dengan rancangan one group pre-test and post-test. Sampel penelitian sebanyak 10 orang yang ditentukan menggunakan kriteria inklusi, ekslusi serta drop out. Penelitian dilakukan selama 4 minggu mulai tanggal 17 Mei 2023 hingga 11 Juni 2023. Pertemuan dilakukan selama 3 kali dalam seminggu dengan sampel penelitian ini adalah game streamer swidandara. Hasil uji dengan paired sample t-test yaitu p=0,000 dengan rata-rata peningkatan -6.10700. Hasil tersebut menunjukkan nilai p<0,05 artinya terdapat peningkatan daya tahan deep cervical flexor. Kesimpulannya isometric neck exercise dapat meningkatkan daya tahan otot deep cervical flexor pada game streamer
Perbedaan Pengaruh Buteyko Breathing dan Chest Mobilization Terhadap Peningkatan Ekspansi Thorax Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Uswatun Hasanah, Afrina
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 1 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - June 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i1.28922

Abstract

Gejala PPOK seperti batuk dan sesak napas dapat menyebabkan kerja otot-otot pernapasan mengalami perubahan patologis pada sistem pernapasan dan berpengaruh pada kelemahan otot skeletal, sehingga penderita mengalami penurunan ekspansi thorax. Kekakuan, kelelahan serta kelemahan otot yang progresif dapat mempengaruhi besar kecilnya ekspansi thorax. Pemberian latihan pernapasan berupa buteyko breathing dan terapi fisik dada dengan chest mobilization merupakan upaya untuk mengaktivasi otot diafragma dalam meningkatkan kekuatan otot-otot pernapasan dan optimalisasi gerakan pernapasan pada ekspansi thorax pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pengaruh buteyko breathing dan chest mobilization terhadap peningkatan ekspansi thorax pada pasien PPOK. Metode penelitian menggunakan metode quasi eksperimental dengan pre and post test two group design. Kelompok I diberikan buteyko breathing dilakukan 3 kali seminggu selama 2 minggu. Sedangkan kelompok II diberikan chest mobilization dilakukan 2 kali seminggu selama 4 minggu. Hasil independent sample t-test menunjukan nilai (p > 0,05)  pada titik axilla, nilai (p > 0,05) pada titik intercostae 4-5, dan nilai (p > 0,05) pada titik procecus xypoideus. Maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan pengaruh buteyko breathing dan chest mobilization terhadap peningkatan ekspansi thorax pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk dapat meneliti faktor resiko PPOK dari lingkungan dan olahraga.

Page 7 of 11 | Total Record : 109