cover
Contact Name
Iwan Setiawan
Contact Email
setiawan@widuri.ac.id
Phone
+6221-5480552
Journal Mail Official
jurnal@widuri.ac.id
Editorial Address
Jalan Palmerah Barat No. 353 Jakarta Selatan 12210
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
INSANI
Published by STISIP Widuri Jakarta
ISSN : 24076856     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmiah INSANI diterbitkan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Widuri, Jakarta. Redaksi INSANI menerima artikel secara terbuka dari berbagai kalangan dalam Ilmu Komunikasi dan Ilmu Kesejahteraan Sosial, serta bidang kemasyarakatan lainnya. Artikel yang masuk akan direview oleh reviewer internal dan eksternal sesuai bidang ilmunya
Articles 93 Documents
Perencanaan dan Strategi Komunikasi yang Tepat Merupakan Solusi Komunikasi yang Efektif Yerah Melita
INSANI Vol 6 No 2 (2019): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.404 KB)

Abstract

Pada kehidupan sehari-hari komunikasi amat penting dan dibutuhkan oleh setiap manusia, karena tanpa melakukan komunikasi manusia akan “mati”. Dalam praktiknya komunikasi yang dilakukan tidak selalu sesuai dengan harapan, kadang menjadi hambar, tidak tepat sasaran, tidak nyambung, tidak terwujudnya motif komunikasi komunikator bahkan sering terjadi kegagalan dalam berkomunikasi atau dengan kata lain komunikasi yang dilakukan tidak efektif. Dengan menyadari bahwa komunikasi yang dilakukan manusia tidak selalu lancar, mulus dan berhasil sesuai dengan harapan kedua belah pihak, baik pihak yang memberi maupun yang menerima, maka dibutuhkan suatu perencanaan yang matang dan juga strategi yang tepat untuk melakukan komunikasi.
Tanda dalam Komunikasi Nelson Holong Parapat
INSANI Vol 5 No 2 (2018): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.475 KB)

Abstract

Tulisan ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa proses komunikasi yang secara awam merupakan hal yang biasa-biasa saja, ternyata sebetulnya merupakan suatu hal yang dahsyat dan proses yang kompleks yang menunjukkan anugerah Roh Agung bagi kita umat manusia. Bagaimana tanda-tanda digunakan dalam komunikasi manusia, mencerminkan manusia sebagai makhluk yang berbudaya dan ikut menentukan masa depan planet bumi. Tanda adalah sesuatu yang bersifat fisik, bisa dipersepsi indra kita; tanda mengacu pada sesuatu di luar tanda itu sendiri. Studi komunikasi yang khusus mengkaji tentang tanda dan makna, dan hubungan antar tanda adalah semiotika. Tanda verbal dalam komunikasi adalah tanda dalam bentuk simbol kata dan rangkaian kata (kalimat) baik lisan maupun tulisan. Tanda nonverbal dalam komunikasi pada dasarnya adalah semua tanda yang berbentuk bukan kata-kata (lisan atau tulisan).
Kekayaan dan Keragaman Linguistik Nusantara, Sebuah Identitas Warisan Budaya Yang Terabaikan dan Terancam Punah: (Sebuah Tinjauan Aspek Sosiolinguistik dan Pragmatis Pelestarian Bahasa Berbasis Komunitas) Petrus Lambe
INSANI Vol 5 No 2 (2018): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.43 KB)

Abstract

“If you talk to man in a language he understands-that goes to his head. If you talk to him in his own languagethat goes to his heart” (Nelson Mandela). Pilihan bahasa dalam berkomunikasi dengan seseorang sangatlah menentukan apakah pesan yang ingin disampaikan dapat dipahami secara utuh atau tidak. Bahasa Daerah (BD) sebagai bahasa yang diwariskan (heritage language), yang aktif digunakan dalam keluarga atau menjadi bahasa ibu adalah bahasa yang diidentifikasi mampu memberikan pemahaman yang utuh dan bahkan menyentuh perasaan. Indonesia adalah rumah bagi 719 bahasa dan menjadi negara terkaya kedua bahasanya setelah Papua New Guinea (PNG) dengan 800 lebih bahasa (Ethnologue edisi 21, 2018). Bahasa Indonesia (BI) adalah bahasa yang paling dominan digunakan di seluruh wilayah Indonesia saat ini, karena fungsinya sebagai bahasa resmi kenegaraan dan bahasa persatuan. Kontak BD-BI dan BA (Bahasa Asing) secara alamiah telah mengkondisikan BD pada posisi yang semakin lemah terutama pada BD minoritas dan berangsur-angsur kehilangan fungsinya, bahkan ditinggalkan penuturnya. Kehilangan bahasa berarti kehilangan segala pengetahuan dan kearifan lokal yang melekat didalamnya dan dokumentasi lewat tulisan, audio dan visualisasi tentu tidak dapat mewakilkan kondisi alamiah. Pengembangan bahasa berbasis komunitas mendukung masyarakat terlibat aktif dalam seluruh proses identifikasi, pengambilan keputusan dan perencanaan menumbuhkan tanggung jawab dan rasa memiliki atas bahasa dan budaya lokal mereka. Dukungan kebijakan dari pemerintah lokal dibutuhkan untuk legitimasi dan melindungi kekayaan bahasa dan budaya lokal secara berkelanjutan, sebagimana diamanatkan UUD 1945, secara khusus Bab XV Pasal 36, bahwa; (1) BD dipelihara oleh penuturnya, (2) akan dihormati dan dipelihara oleh Negara, dan (3) sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia (Sutama, 2011).
Social Capital Formation Sebagai Strategi Pengembangan Komunitas Berbasis Aset dalam Pembangunan Kepariwisataan: (Studi Kasus Kepariwisataan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur) Willy Tandikara; Robert Markus Zaka Lawang
INSANI Vol 5 No 2 (2018): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.537 KB)

Abstract

Saat ini pariwisata dianggap memiliki peran yang potensial sebagai penggerak pembangunan sosio-ekonomi. Sektor pariwisata memiliki daya tarik tersendiri sehingga menjadi pilihan bagi para pelakunya untuk dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik yang didapat melalui multiplier effect dalam kesempatan kerja, peluang berusaha dan distribusi pendapatan. Namun, penelitian yang menganalisis struktur kapital yang dimiliki oleh masyarakat lokal dalam kaitannya dengan indutri pariwisata dan bagaimana peningkatan dari kapital tersebut melalui kapital sosial demi memunculkan peluang baru yang dapat meningkatkan partisipasi masyarakat lokal dalam industri pariwisata masih sangat sedikit. Penelitian ini berupaya mengisi kesenjangan ini dengan mengeksplorasi industri pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Dengan mengidentifikasi kapital yang dimiliki oleh masyarakat lokal dan peluang yang dapat muncul melalui kapital sosial. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Dalam penelitian ini ditemukan masih rendahnya tingkat kapital yang dimiliki oleh masyarakat lokal sehingga menghambat partisipasi mereka dalam industri pariwisata, dan bagaimana kapital sosial dapat memainkan perannya demi meningkatkan peran masyarakat lokal dalam industri pariwisata.
Intervensi Pekerja Sosial Terhadap Permasalahan Psikososial Klien Korban Perdagangan Orang: (Studi Kasus di Shelter Harapan – Roxy Jakarta Pusat) Maria Mathildis Ogur
INSANI Vol 5 No 2 (2018): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.464 KB)

Abstract

Perdagangan manusia adalah perbudakan di zaman modern. Manusia sebagai gambaran Tuhan dihancurkan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan mengetahui permasalahan psikososial klien korban perdagangan orang, dan hasil intervensi. Lokasi penelitian dilakukan di Shelter Harapan RoxyJakarta Pusat. Dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara yang dalam, dokumentasi ditemukan masalah-masalah utama yang dialami klien adalah: depresi, trauma, stres, tidak bisa melihat, sulit tidur, mimpi buruk, gelisah, putus asa, cepat marah dan tersingung, hilang ingatan. Intervensi yang dilakukan melalui Assessment : membuat case record untuk masalah psikis dibantu oleh psikolog dan pekerja sosial. Pelayanan rehabilitasi sosial melalui proses bimbingan mental pendekatan spiritual, bimbingan fisik olah raga senam, rekreasi, ketrampilan dan persiapan pemulangan klien, terminasi dan monitoring. Hasil intervensi pekerja sosial diantaranya: secara fisik klien tampak lebih bersih dan sehat, sudah rajin mengerjakan pekerjaan, istirahat secara teratur, aktif mengikuti kegiatan keterampilan yang memotivasi klien untuk memulai sesuatu harapan baru. Secara psikis klien menyatakan telah merasa nyaman, senang, terlepas dari beban dan memiliki kebebasan, dan berani mengekspresikan dirinya. Secara spiritual terjadi perubahan, antara lain: berdoa teratur dan merasa dekat dengan Tuhan. Peran yang dilakukan pekerja sosial dalam intervensi ini adalah counsellor, mediator, dan motivator. Rekomendasi yang diajukan dari hasil penelitian ini yaitu preventif : sosialisasi tentang human trafficking, perlu memberikan pendidikan dasar secara umum, kursus ketrampilan yang sesuai dan ada kerjasama dengan berbagai pihak stakeholder.
Pemulihan Keberfungsian Sosial Warga Kampung Ambon Cengkareng Jakarta Barat dari Penyalahgunaan Narkoba Melalui Metode Pengembangan Masyarakat: (Community Development) Hudawami
INSANI Vol 5 No 2 (2018): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.403 KB)

Abstract

Penyalahgunaan narkoba di Indonesia merupakan fenomena sosial yang telah menjadi masalah cukup serius. Untuk itu diperlukan penanganan yang komprehensif terutama terhadap pecandu dan koban penyalahgunaan narkoba. Sesuai yang diamanatkan oleh undang-undang bahwa pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba harus diberikan perawatan dan pengobatan sampai sembuh. Seperti masalah sosial yang terjadi di Komplek Ambon Cengkareng Jakarta Barat, masalah ini sudah berlangsung cukup lama oleh karena itu perlu penanganan yang serius salah satunya adalah melakukan intervensi sosial dengan metode pengembangan masyarakat. Keterlibatan pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat setempat merupakan elemen yang sangat penting dalam penerapan model intervensi ini. Tujuan dilakukannya intervensi sosial adalah untuk memulihkan keberfungsian sosial baik secara individu maupun kelompok.
Interaksi Simbolis Komunitas Taring Babi dengan Masyarakat Sekitar Satria Wijaya Dipa
INSANI Vol 5 No 2 (2018): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.431 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketertarikan peneliti pada interaksi simbolik Komunitas Taring Babi yang berpenampilan eksentrik dengan masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi antarbudaya yang dibangun oleh Komunitas Taring Babi dengan masyarakat sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis deksriptif. Oleh karena itu untuk memenuhi data yang ada, peneliti memilih tiga informan dalam penelitian ini adalah komunitas taring babi, tokoh formal dan tokoh informal. Pemilihan informan menggunakan teknik sampling purposif, sedangkan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya yang dilakukan membuat Komunitas Taring Babi dapat diterima keberadaannya oleh masyarakat sekitar.
Motivasi Kerja Karyawan Melalui Employee Relations Yerah Melita
INSANI Vol 5 No 2 (2018): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.425 KB)

Abstract

Salah satu unsur yang cukup penting untuk dikelola serius adalah unsur “Manusia”. Unsur manusia atau karyawan memiliki peran penting dalam suatu organisasi/perusahaan, disamping unsur-unsur lainnya seperti: uang, material, metode, mesin dan pasar. Hal itu penting karena karyawan merupakan aset dalam suatu organisasi atau perusahaan. Tanpa adanya karyawan, sebuah organisasi/perusahaan tidaklah dapat beroperasi. Salah satu cara yang dapat memotivasi karyawan untuk lebih semangat dalam melakukan pekerjaannya adalah kegiatan employee relations. Melalui kegiatan ini perusahaan dapat membina, menjalin dan memelihara hubungan yang baik atau harmonis antara manajemen dengan karyawan, dan antara karyawan dengan karyawan.
Pergeseran Fungsi Ondel-Ondel Menjadi Mata Pencaharian di Tengah Pandemi Covid-19 Yerah Melita
INSANI Vol 8 No 2 (2021): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.365 KB)

Abstract

Ondel-ondel sebagai ikon salah satu budaya Betawi di tengah pandemi Covid-19 mengalami perubahan dan pergeseran fungsi. Pergeseran fungsi yang terjadi dari ondel-ondel sebagai budaya yang harusnya dijunjung tinggi kesakralannya menjadi ondel-ondel yang dialihfungsikan sebagai hiburan dan komoditi sebagai mata pencaarian untuk memenuhi kebutuhan hidup. Fungsi ondel-ondel mengalami penyimpangan, khususnya dalam pementasan ondel-ondel saat melakukan pertunjukan, sehingga mengurangi makna sesungguhnya fungsi budaya ondel-ondel, khususnya budaya Betawi. Dampak atau akibat terjadinya pergeseran dari fungsi yang sesungguhnya menjadikan ondel-ondel tidak lagi dikatakan menjadi budaya tinggi, tetapi mengubah kedudukannya menjadikan ondel-onde sebagai budaya yang rendah.
Pandemi Covid-19 dan Budaya Komunikasi Nelson Holong Parapat
INSANI Vol 8 No 2 (2021): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.349 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan wawasan pengetahuan kepada pembaca mengenai pandemi Covid19 yang menimbulkan perubahan-perubahan di tengah masyarakat yang berkaitan dengan kebiasaankebiasaan atau cara berkomunikasi. Bisa jadi, pandemi Covid-19 cenderung menimbulkan budaya komunikasi yang baru di masyarakat. Pandemi Covid-19 membuat para karyawan bekerja dari rumah yang kemudian dikenal dengan istilah work from home (WFH). Untuk para pelajar (mulai dari murid sampai dengan mahasiswa) belajar dari rumah atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). WFH, rapat-rapat perkantoran, seminarseminar, dan pembelajaran online atau PJJ dilakukan dengan media daring, misalnya menggunakan Zoom Meeting dan Google Meet. Masyarakat terbiasa menggunakan masker saat melakukan komunikasi tutur dan masyarakat beradaptasi dengan perubahan vokal paralanguage yang terjadi sebagai akibat pemakaian masker. Selain itu, salam perjumpaan atau perkenalan berubah dengan menggunakan namaste yaitu bentuk penghormatan tanpa kontak fisik dan dapat digunakan secara universal saat bertemu dengan orang lain dengan jenis kelamin, usia, maupun status sosial yang berbeda. Namaste diucapkan di hadapan orang lain, biasanya dilakukan dengan sikap hormat merapatkan kedua telapak tangan sehingga telapak tangan dan jari saling bersentuhan, dan diletakkan di depan dada sambal agak menundukkan kepala. Sikap tubuh ini dapat dilakukan tanpa kata-kata namun sudah mengandung arti yang disampaikan salam tersebut. Dalam kehidupan seharihari, penerapan namaste dapat dipadankan dengan "salam sejahtera", dan dapat bermakna "semoga [dalam keadaan] baik". Sepanjang pandemi Covid-19 muncul berbagai kata atau istilah yang memberikan pengetahuan kepada masyarakat melalui penambahan kosa kata seperti komorbid (penyakit penyerta), prokes 3M (protokol kesehatan melalui kedisiplinan memakai masker, menjaga jarak aman, mencuci tangan secara rajin), dan lain-lain. Kata-kata ini memperkaya komunikasi verbal dalam aktualisasi diri masing-masing anggota masyarakat.

Page 6 of 10 | Total Record : 93