Articles
93 Documents
Makna Karikatur Jitet Terkait Pemilihan Presiden Indonesia 2014 Pada Rubrik Opini di Surat Kabar Kompas
Rendra Sanjaya
INSANI Vol 7 No 1 (2020): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (69.377 KB)
Penelitian ini mengkaji makna yang terkandung dalam karikatur karya Jitet Koestana. Karikatur ini terkait Pemilihan Presiden 2014 pada Rubrik Opini Kompas dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif digunakan untuk mencari dan mengumpulkan data, menyusun, menggunakan serta menafsirkan data. Data dalam penelitian ini berupa sumber tertulis, yaitu buku, arsip, dan dokumen, serta pernyataan informan yang diperoleh dari wawancara mendalam. Wawancara mendalam dilakukan berdasarkan daftar pertanyaan yang telah disusun. Observasi juga dilakukan untuk mengetahui situasi langsung di lapangan. Dalam hal ini, peneliti melakukan observasi partisipatif dengan terlibat langsung dalam kegiatan sehari-hari bersama sumber informan. Dalam penelitian ini, penulis melakukan uji validitas data yang diperoleh dengan menggunakan teknik Triangulasi. Triangulasi dilakukan dengan membandingkan atau melakukan cross check terhadap data yang diperoleh, yakni hasil observasi dengan wawancara serta dokumen yang berkaitan. Setelah melakukan analisis diperoleh kesimpulan bahwa karikatur karya Jitet Koestana mencoba untuk mengkonstruksi realitas berbagai masalah yang muncul sebagai akibat rivalitas dua calon presiden dalam Pilpres 2014. Selain itu, Kompas, khususnya Jitet, juga mencoba bersikap netral dan lebih memihak rakyat kecil. Keberpihakan kepada rakyat kecil tampak pada kemunculan tokoh-tokoh yang menjadi ciri khas karikaturnya.
Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Brand Image Gojek Indonesia
Rizky Amalia
INSANI Vol 7 No 1 (2020): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (69.348 KB)
Gojek Indonesia merupakan layanan ojek melalui aplikasi mobile. Gojek merupakan layanan transportasi online pertama di Indonesia. Berawal dari hanya layanan transportasi saja, sekarang Gojek memiliki lebih dari 20 layanan yang menjadi solusi buat kehidupan sehari-hari. Gojek juga menjadi salah satu platform teknologi terbesar yang melayani warga di Asia Tenggara. Pencapaian Gojek Indonesia tidak luput dari keberhasilan bauran promosi yang bisa membuat brand image mejadi baik. Berdasarkan konteks diatas maka rumusan masalah penelitian ialah bagaimana pengaruh bauran promosi terhadap brand image Gojek Indonesia. Penelitian ini menggunakan konsep bauran promosi dan brand image. Metode penelitian yang digunakan ialah paradigma positivis dengan pendekatan penelitian kuantitatif, jenis penelitian eksplanatif, unit analisis yang digunakan ialah pengguna Gojek Indonesia yang merupakan followers dari @dramaojol.id. sedangkan teknik pengumupulan data menggunakan metode survei. Instrument penelitian adalah kuesioner yang penyebarannya menggunakan Google Form. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh bauran promosi yang signifikan terhadap brand image Gojek Indonesia tapi pengaruhnya pada tingkkat cukup. Diperlukan suatu strategi promosi yang lebih menarik serta memaksimalkan pemanfaatan dimensi promosi penjualan dan hubungan masyarakat sebagai bagian integral promosi agar bisa membangun brand image yang lebih kuat.
Pengaruh Electronic Word of Mouth Terhadap Proses Keputusan Pembelian Followers Instagram @agakenyang
Yosita Kurniawati;
Retor A. W. Kaligis
INSANI Vol 7 No 1 (2020): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (69.333 KB)
Pertumbuhan industri kuliner di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat. Selain kemajuan dibidang kuliner, kemajuan teknologi informasi pun mengalami pertumbuhan yang pesat. Media sosial menjadi salah satu jenis konten yang banyak diakses oleh pengguna internet di Indonesia, dan Instagram pun digolongkan menjadi platform media sosial yang memiliki pengguna terbanyak ke tujuh di dunia. Untuk itu pemanfaatan media sosial untuk penyampaian sebuah pesan elektronik sangat dibutuhkan pada era digital saat ini. Sebagian orang membutuhkan seseorang yang mampu dipercaya dan meyakinkan dirinya dalam proses pengambilan keputusan pembelian terkait produk atau merek yang dikonsumsi. Adanya electronic word of mouth yang disampaikan melalui media internet menjadikan pilihan yang paling efektif, mudah dan tepat karena dapat menambah referensi dalam membeli produk dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah electronic word of mouth dan proses keputusan pembelian. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksplanatif kuantitatif. Populasi yang diambil oleh peneliti adalah seluruh followers pada akun Instagram @agakenyang sebanyak 117.400 pengikut per tanggal 16 Juni 2019dengan teknik probability samplingdan response rate sebagai teknik pengambilan sampel. Dengan jumlah sampel 151 responden ditemukan bahwa terdapat pengaruh electronic word of mouth oleh foodie melalui media sosial Instagram terhadap proses pengambilan keputusan pembelian. Dengan nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Nilai koefisien korelasi 0,756 berada diantara 0,601- 0,800, jadi dapat disimpulkan bahwa kekuatan hubungannya kuat.
Peran Aktif Pekerja Sosial Dalam Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 3 Ciracas – Jakarta Timur
Flores G. Mayaut;
M. Asrori
INSANI Vol 7 No 2 (2020): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (69.487 KB)
Penelitian deskriptif analitis ini membahas peran pekerja sosial dalam pelayanan sosial terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 3 Ciracas, Jakarta Timur. Permasalahan ODGJ meliputi klien jarang beribadah, kurang berminat mengikuti kegiatan keterampilan, terlihat sering melamun, menyendiri, cemas dan bersedih, kurang berproduktif dalam mengikuti kegiatan keterampilan, serta mengalami kesulitan dalam membaca, menulis dan berhitung. Peran pekerja sosial dalam memberikan pelayanan terhadap ODGJ meliputi (1) sebagai konselor (2) sebagai edukator/pendidik (3) sebagai motivator (4) sebagai problem solver/pemecah masalah (5) sebagai broker (6) sebagai terapis dan (7) sebagai fasilitator. Hasil pelaksanaan peran pekerja sosial menunjukkan bahwa: (1) klien sudah terlihat mulai menjalankan ibadah Shalat dan mengikuti kegiatan pengajian rutin (2) klien sudah mulai sering mengikuti kegiatan- kegiatan yang ada di panti (3) klien sudah lebih ceria dan jarang melamun lagi karena dialihkan dengan kegiatan yang lebih positif (4) klien sudah mulai lebih berkonsentrasi dalam mengikuti keterampilan salon dan berusaha menekuninya sehingga terlihat kecakapan dalam melakukan perawatan rambut khusus (5) klien terlihat sudah mulai dapat membaca, menulis dan berhitung dengan baik. Peneliti menyarankan Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 3, agar dapat memberikan ketrampilan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa agar mereka lebih banyak pilihan untuk ketrampilan yang diikuti serta menambah profesi pekerja sosial dalam bidang penanganan gangguan kejiwaan.
Proses Layanan Pekerjaan Sosial Oleh Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Bersertifikat di DKI Jakarta
Maykel Ifan
INSANI Vol 7 No 2 (2020): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (69.375 KB)
Kualitas layanan pekerjaan sosial menjadi hal penting dalam mengentaskan permasalahan sosial. Kualitas tersebut dibuktikan dengan adanya sertifikat pekerja soisal yang sah dikeluarkan oleh lembaga khusus sertifikasi profesi. Hal ini guna memastikan bahwa kompetensi baik pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang. Maka penelitian ini menggali tentang proses layanan pekerjaan sosial yang dilakukan oleh pekerja sosial yang tersertifikasi berdasarkan nilai, pengetahuan dan keterampilan pekerjaan sosial. Penelitian ini dengan pendekatan kualitatif, melibatkan 5 informan pekerja sosial bersertifikat di DKI Jakarta melalui wawancaa, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pekerjaan sosial yang dilaksankan oleh kelima informan secara jelas menunjukkan bahwa nilai, pengetahuan dan keterampilan pekerjaan sosial diterapkan dalam proses layanan pekerjaan sosial yang meliputi pendekatan awal, asesmen, penyusunan rencana awal, asesmen, penyusunan rencana intervensi, pelaksanaan intervensi, monitoring dan evaluasi serta terminasi. Melalui proses layanan pekerjaan sosial ini, kelima informan dapat menyelesaikan permasalahan sosial penerima manfaat layanan pekerjaan sosial.
Pengalaman Bullying di Sekolah dan Hubungannya Dengan Faktor Pola Asuh Dalam Keluarga
Siska Cristanty;
Edy Siswoyo
INSANI Vol 7 No 2 (2020): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (69.477 KB)
Dilatarbelakangi oleh maraknya kasus bullying di lingkungan sekolah, penelitian mencoba menjawab pertanyaan: Bagaimana pengalaman bullying siswa? Bagaimana pola asuh orangtua dari siswa tersebut? Apakah terdapat pengaruh pola asuh orangtua terhadap perilaku bullying siswa? Apakah ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi perilaku bullying siswa? Pengumpulan data dilakukan terhadap Sekolah dan semua Siswa SMK Negeri 17 Jakarta melalui penyebaran kuesioner digital pada bulan Maret sd. Juni 2020. Data dianalisis dengan mempergunakan alat bantu STATA Versi 11. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa 1) Bullying adalah masalah sosial dan pengalaman perilaku bullying siswa SMK Negeri 17 Jakarta ditemukan sebanyak 96 siswa-siswi dari total 385 responden yang merespon kuesioner. 2) Pola asuh orangtua dari siswa SMK Negeri 17 Jakarta didominasi dengan gaya pengasuhan otoritatif, dan ketika dihubungkan dengan perilaku bullying maka gaya pengasuhan abai dan otoritarian memiliki pengaruh paling besar terhadap perilaku bullying. 3) Faktor-faktor lain yang turut mempengaruhi perilaku bullying siswa-siswi SMK Negeri Jakarta selain pola asuh orangtua adalah faktor internal (jenis kelamin, tinggi badan dan berat badan, pengalaman di-bully), faktor keluarga (status kawin dan pekerjaan orangtua, jumlah uang jajan), faktor lingkungan (rumah tinggal, sekolah, pergaulan), dan media.
Upaya Peningkatan Keterampilan Bagi Penyandang Tuna Rungutuna Wicara : Studi Kasus di SLB B-C Suryawiyata Jakarta
Sari Lidang;
MM Sri Dwiyantari
INSANI Vol 7 No 2 (2020): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (69.486 KB)
Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran mengenai (1) Permasalahan yang dialami penyandang disabilitas tunarungu-tunawicara dalam mengikuti latihan ketrampilan, (2) Peran apa yang dilakukan oleh pekerja sosial dalam mengupayakan pemecahan masalah tersebut serta (3) bagaimana output dari upaya pekerja sosial melalui peran-peran yang dilakukannya. Penelitian ini adalah sebuah action research, dengan metode studi kasus. Kasus yang dianalisis adalah kelompok siswa SLB Suryawiyata berjumlah 12 siswa yang didampingi oleh pekerja sosial dalam proses pelatihan ketrampilannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Permasalahan yang terjadi pada siswa tunarungu-tunawicara adalah kurang optimalnya ketrampilan siswa, (2) Peran pekerja sosial dalam mendampingi siswa agar hasil latihan ketrampilan optimal adalah sebagai broker, educator dan fasilitator dan (3) Output pendampingan oleh pekerja sosial adalah adanya peningkatan ketrampilan siswa dalam mengoperasikan komputer, ketrampilan dalam menari dan ketrampilan dalam membuat kerajinan tangan kristik. Diharapkan dengan upaya pendampingan yang optimal maka para tunarungu-tunawicara yang disable akan bertransformasi menjadi yang able
Pengaruh Labelisasi Halal Terhadap Proses Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Wardah
Ardhea Choirun Nisak
INSANI Vol 7 No 2 (2020): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (69.418 KB)
Perkembangan zaman yang semakin canggih dan modern membawa kemudahan dan kepraktisan dalam menunjang penampilan seseorang, salah satunya adalah mengenai pemakaian produk kecantikan bagi wanita. Dalam kehidupan sehari-hari, sebagian besar wanita tanpa disadari menggunakan kosmetik hampir setiap saat. Saat ini trend produk kecantikan sudah berkembang pesat salah satunya mengikuti aspek Halal Life Style. Produk berlabel halal merupakan sebuah hal yang sangat penting di Indonesia. Produk kecantikan dengan label halal pada produknya, sangatlah menguntungkan bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. Salah satu produk kecantikan yang menyasar konsumen muslim di Indonesia dan sudah terbukti kehalalan pada produknya adalah produk Wardah. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui adakah pengaruh labelisasi halal terhadap proses keputusan pembelian produk kosmetik Wardah dan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari labelisasi halal produk Wardah terhadap proses pengambilan keputusan pembelian. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan menggunakan non probability sampling dan memperoleh responden sebanyak 452 berasal dari followers akun Instagram @wardahbeauty. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh antara labelisasi halal terhadap proses keputusan pembelian produk kosmetik Wardah. Dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.675 dengan kekuatan hubungan adalah kuat antara labelisasi halal dengan proses keputusan pembelian.
Pola Hubungan Patron-Klien dan Perannya Dalam Pembentukan Kapital Sosial dan Kapital Digital Petani
Firdarani Kirana Rivanisa
INSANI Vol 9 No 1 (2022): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hubungan patron-klien merupakan pola hubungan yang kerap ditemui pada masyarakat tani di Indonesia. Hubungan patron-klien yang terjalin biasanya sarat akan tindakan eksploitatif dan represif. Patron kerap dianalisis sebagai aktor yang melanggengkan kemiskinan petani. Meskipun begitu, patron memiliki sumber daya yang lebih tinggi dari kliennya. Sesuai teori linking social capital, sumber daya yang sudah dimiliki patron bisa dipindahkan dan dimanfaatkan oleh kliennya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola patron-klien yang termanifestasi pada hubungan antara patron dan klien di Program Desa Tani Mandiri, serta perannya dalam membentuk kapital sosial dan kapital digital para petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang diperoleh berupa data primer dan sekunder yang diperoleh dari teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan patron-klien yang terjalin dibentuk karena adanya unsur ketidaksetaraan sosial yang memaksa patron maupun klien untuk berasosiasi satu sama lain untuk mendapatkan keuntungan. Unsur pembentuk lainnya adalah adanya hubungan personal dan sifat fleksibilas yang ditawarkan keduanya. Pola pertukaran antara patron dan klien berjalan cukup seimbang karena adanya kapital sosial dan kapital digital yang dipromosikan oleh hubungan patron-klien itu sendiri. Dengan terbentuknya kapital sosial dan kapital digital, klien memiliki daya tawar lebih dan mengurangi tingkat ketergantungan kepada patron.
Perspektif Sosiologi Pengetahuan Baru Tentang Covid-19 Untuk Ilmu Pekerjaan Sosial: Pemikiran Awal
Robert M.Z. Lawang
INSANI Vol 9 No 1 (2022): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam analisis sosiologi pengetahuan, bertahannya keluarga-keluarga miskin selama masa Covid-19 (2 tahun) merupakan produk dari proses konstruksi sosial yang dilakukan setiap orang dengan caranya sendiri. Konstruksi sosial itu berpusat pada Covid-19 sebagai suatu realitas baru yang ada di tengah-tengah kita. Setiap orang dihadapkan dengan suatu pilihan menerima pengetahuan baru tentang Covid-19 dan bertindak sesuai dengan itu. Pengetahuan baru itu bersifat formal (protokol kesehatan, PPKM). Selain itu ada juga pengetahuan informal yang tidak terkai langsung dengan penanganan Covid-19, tetapi penting seperti antara lain ramuan tradisional yang memperkuat daya tahan tubuh. Kalau dalam sosiologi pengetahuan yang konvensional, kebudayaan tidak masuk dalam perhitungan, dalam sosiologi pengetahuan baru ilmu pengetahuan itu sendiri (pengetahuan formal) dan pengetahuan yang fungsional dalam kehidupan sehari juga merupakan kebudayaan. Refleksi teoretik dan praktek pekerjaan sosial yang dapat ditarik dari pengetahuan yang berkembang akhir akhir ini adalah perlunya revisi metode intervensi sosial dengan memanfaatkan pengetahuan sehari-hari. Pengetahuan lokal sudah sering digunakan orang dalam pengembangan dan implementasi program.