cover
Contact Name
Iwan Setiawan
Contact Email
setiawan@widuri.ac.id
Phone
+6221-5480552
Journal Mail Official
jurnal@widuri.ac.id
Editorial Address
Jalan Palmerah Barat No. 353 Jakarta Selatan 12210
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
INSANI
Published by STISIP Widuri Jakarta
ISSN : 24076856     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmiah INSANI diterbitkan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Widuri, Jakarta. Redaksi INSANI menerima artikel secara terbuka dari berbagai kalangan dalam Ilmu Komunikasi dan Ilmu Kesejahteraan Sosial, serta bidang kemasyarakatan lainnya. Artikel yang masuk akan direview oleh reviewer internal dan eksternal sesuai bidang ilmunya
Articles 93 Documents
Pengelolaan Komunikasi Privasi Remaja Akhir Kepada Orang Tua Mengenai Hubungan Romantis Menuju Perilaku Seksual Rina Martina; Aprilyanti Pratiwi
INSANI Vol 9 No 1 (2022): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hubungan antara orang tua dengan anak akan berbeda disetiap keluarga, termasuk bagaimana cara menyampaikan informasi akan memengaruhi hubungan antara orang tua dengan anak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis bagaimana seorang remaja akhir memilih dan mengelola batasan privasi kepada orang tua mengenai perilaku seksual. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Communication Privacy Management Theory (CPM), sebuah teori yang menggambarkan bahwa setiap individu membuat pilihan mengenai mengungkapkan atau tidak mengungkapkan suatu informasi yang sifatnya pribadi, karena setiap individu memiliki hak untuk mengatur akses keinformasi pribadi mereka. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara semistruktur. Informan pada penelitian ini adalah remaja akhir di Kota Bogor. Hasil penelitian menunjukan bahwa remaja akhir dapat membentuk batasan privat mengenai ranah privasi perilaku seksual. Dengan demikian remaja akhir memiliki pengelolaan komunikasi privasi kepada orang tuanya, namun pada intinya remaja akhir memiliki pilihan ungkapan kepada orang tuanya, dan menyembunyikan informasi pribadi seperti perilaku seksual. Dalam melakukan pengungkapan diri remaja akhir cenderung tertutup kepada orang tua mengenai perilaku seksual dalam hubungan romantisnya dikarenakan remaja akhir memiliki keraguan, takut berdampak pada hubungan keluarganya, karena orang tua yang sudah memberikan kepercayaan kepada remaja akhir dan remaja akhir pun ingin menjaga kepercayaan orang tuanya agar tidak mengecewakan. Sedangkan remaja akhir terbuka kepada orang tua mengenai hubungan asmara dengan pasangannya karena orang tua tidak melarang hal tersebut.
Keberagaman Budaya Indonesia dan Potensi Konflik Lintas Budaya: Studi Literatur Mengenai Konflik Keberadaan Etnis Tionghoa di Indonesia Diana Anggraeni
INSANI Vol 9 No 1 (2022): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui keterkaitan antara keberagaman budaya dengan potensi konflik lintas budaya yang terjadi antara etnis Tionghoa dan etnis Pribumi di Indonedia. Walaupun telah hadir di bumi Nusantara sejak ribuan tahun lalu, namun stereotype atas kehadiran etnis Tionghoa masih sangat keras yakni, dengan adanya anggapan bahwa mereka adalah warga pendatang yang hanya hanya menumpang hidup mencari makan di sini. Belum lagi adanya prasangka yang mengatakan bahwa etnis Tionghoa adalah tidak mau membaur dan cenderung eksklusif yang ditambah dengan adanya sikap etnosentris dari etnis pribumi bahwa etnis Tionghoa merupakan kelompok minoritas. Penelitian ini menggunakan studi literatur, berusaha menjelaskan, mendeskripsikan dan menganalisa konflik yang dialami oleh etnis Tionghoa yang dikumpulkan melalui buku, artikel, hasil penelitian, dan sumber tertulis yang relevan. Hasil analisa menyatakan bahwa konflik etnis Tionghoa dengan etnis Pribumi telah terjadi sejak lama. Faktor kecurigaan menjadi alasan utama terjadinya konflik. Etnis Tionghoa selalu menjadi sasaran jika terjadi konflik walaupun yang berkonflik adalah etnis yang lain. Hal ini menunjukan bahwa keberadaan terhadap etnis Tionghoa masih belum diterima sepenuhnya. Keberagaman budaya merupakan potensi yang sangat besar bagi Indonesia jika dikelola dengan benar. Untuk itu perlunya sikap empati, terbuka, toleransi, menghargai perbedaan dan mengembangkan komunikasi lintas budaya yang baik untuk menghindari kesalahpahaman.
Dinamika Komunikasi Orang Tua dan Anak Yang Kecanduan Gadget Ranti Helin; Yerah Melita
INSANI Vol 9 No 1 (2022): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai dinamika komunikasi orang tua dengan anak yang kecanduan gadget. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif, dengan pengambilan sampel purposive sampling, yaitu dengan mengambil sampel yang bertujuan, yaitu orang tua dan anak-anaknya yang kecanduan gadget. Teknik pengumpulan data melalui obervasi dan wawancra. Pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber dan teknik. Teori yang digunakan adalah teori Dialektika Relasional. Hasil penelitian menyatakan bahwa dinamika komunikasi antara orang tuaa dan anak berkaitan dengan totalitas, orang tua dan anak ataupun sebaliknya sangat bergantng satu sasma lain, dan mereka tidak dapat sendiri-sendiri, karena mereka satua kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Konradiksi, bahwa komunikasi yang terjadi antara orang tua dengan anaak sering diwarnai dengan kontradiksi, pertentangan ataupun konflik, karena setiap individu memiliki kepentingan masing-masing. Dalam berkomunikasi perlu ada keputusan yang diambil, orangtua mempunyai peran atau andil yang besar dalam mengambil keputusan.
The Analysis of We The Fest’s Digital Marketing Communication by Ismaya on Instagram Linda Shafura Najmussahar; Gati Dwi Yuliana
INSANI Vol 9 No 2 (2022): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergeseran praktik pemasaran konvensional ke digital telah dimanfaatkan pemasar untuk berkomunikasi secara interaktif. We The Fest, festival musik yang gencar melakukan pemasaran di media sosial, khususnya Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi pemasaran digital yang dilakukan Ismaya melalui Instagram for We The Fest berdasarkan tujuan pemasaran mereka dari segi pendekatan, cara pemasaran, jenis pesan dan fitur. Konsep yang digunakan untuk menganalisis data penelitian ini adalah komunikasi pemasaran di media sosial, model MAIN, karakteristik media dan Instagram. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah peneliti dan alat bantu wawancara. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Huberman and Miles dan teknik validitas data yang digunakan adalah validasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa We The Fest menggunakan pendekatan audio, visual dan sensorik untuk penyampaian pesannya. Dilengkapi dengan bentuk dan jenis pesan multimedia yang mengandung unsur populer, slice-of-life dan trigger user-generated content. Saat melakukan akomodasi, Ismaya lebih mengutamakan pemecahan masalah yang dialami audiensnya dan menanggapinya. Mereka juga menggunakan respon dari audiens mereka untuk mengembangkan strategi komunikasi. We The Fest mengikat dan terhubung dengan audiens mereka melalui program loyalitas dan kompetisi. Tidak hanya di Instagram, We The Fest juga mempublikasikan pesan pemasarannya ke media sosial lain, media konvensional, dan restoran milik Ismaya. We The Fest menggunakan berbagai fitur Instagram dengan memperhatikan interaktivitas, kegunaan, dan daya tahan pesan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memunculkan perbandingan antara beberapa media sosial yang digunakan sebagai alat komunikasi pemasaran untuk mengetahui keunikan masing-masing platform dan memastikan ketepatan media sosial yang digunakan untuk memasarkan festival musik.
Berobat Aja Kok Repot: Telaah Opini Publik Kontroversi Pernyataan Menteri Kesehatan Pada Unggahan Akun Instagram @Lambe_Turah Shinta Riski Amanda; Asmaul Husna; Yuhdi Fahrimal
INSANI Vol 9 No 2 (2022): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaminan kesehatan merupakan hak setiap warga yang harus dipenuhi oleh negara tanpa ada diskriminasi. Pernyataan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang orang kaya tidak dianjurkan untuk menggunakan layanan Badan Penyedia Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengundang kontroversi. Di media sosial berita pernyataan Menteri Kesehatan diunggah dan mendapatkan respon yang beragam salah satunya di akun Instagram @Lambe_Turah. Akun yang berfokus pada informasi selebriti dan peristiwa viral ini memiliki 11 juta pengikut sehingga setiap informasi yang dibagikan akan mendapat tanggapan yang sangat banyak. Riset ini bertujuan untuk menganalisis komentar warganet terkait pernyataan Menteri Kesehatan dan selanjutnya akan dianalisis menggunakan perspektif teori opini publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi kualitatif terhadap komentar masyarakat di akun Instagram @Lambe_Turah. Analisis difokuskan pada nada komentar yang dikategorikan dalam tiga tipe, yaitu, kontra, pro, dan netral dimana setiap tipe tersebut akan dihitung frekuensinya. Hasil penelitian menemukan bahwa tipe nada komentar warganet didominasi oleh kontra dengan jumlah 1995 komentar, sedangkan untuk nada komentar dukungan terhadap narasi Menteri Kesehatan hanya ada dua komentar saja. Peneliti berkesimpulan bahwa dalam era digital pemerintah harus hati-hati dalam membuat pernyataan publik. Media sosial merupakan ruang publik dimana narasi kebijakan pemerintah dengan cepat mendapat umpan balik dari publik dan berpengaruh terhadap pembentukan kebijakan. Riset ini memberikan saran dalam pengembangan kajian opini publik di era media sosial.
Hubungan Antara Pemanfaatan Twitter Dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Mahasiswa UKI Di Era Pandemi Covid-19 Pricelia Ruth Lidwina; Chontina Siahaan; Yesa Yulina Moningka
INSANI Vol 9 No 2 (2022): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang hubungan antara pemanfaatan Twitter dengan pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa di era pandemi Covid-19. Dalam hal ini, peneliti menjadikan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia angkatan 2020 sebagai objek penelitian. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah adakah hubungan antara pemanfaatan Twitter dengan kebutuhan informasi mahasiswa UKI 2020. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara pemanfaatan Twitter dengan pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa UKI 2020. Teori kebutuhan informasi menjadi teori landasan yang digunakan dalam penelitian ini, karena teori ini sangat mencerminkan dimana setiap manusia memiliki tuntutan untuk memenuhi kebutuhan informasinya melalui berbagai media yang ada sesuai dengan kebutuhannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan data penelitian melalui penyebaran kuesioner dan juga studi kepustakaan. Peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel stratified random sampling proposional. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan berupa koefisien relasi dan juga signifikansi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pemanfaatan Twitter dengan pemenuhan kebutuhan informasi. Pernyataan tersebut berdasarkan hasil penelitian dalam pengujian hipotesis, yang menyatakan bahwa nilai rhitung > rtabel (0,0746 > 0,195) maka Ho ditolak.
Self Disclosure Pada Anak Korban Perceraian Melalui Tik Tok Safira Marsha Saputri; Aprilyanti Pratiwi
INSANI Vol 9 No 2 (2022): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perceraian merupakan berakhirnya hubungan antara suami dengan istri pada satu keluarga. Dalam hal ini anak korban perceraian melihat langsung orangtuanya bertengkar atau melakukan kekerasan fisik terhadap satu sama lain dalam pertengkaran yang berujung perceraian. Akibatnya anak korban perceraian khususnya pada remaja tahap madya terkadang sulit untuk melakukan self disclosure kepada orang lain. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui self disclosure pada anak korban perceraian melalui Tik Tok. Konsep yang digunakan pada penelitian ini yaitu self disclosure, anak korban perceraian, media sosial, dan remaja. Paradigma yang digunakan yaitu post-positivisme dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Unit analisisnya adalah individu, yaitu anak korban perceraian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa anak korban perceraian melakukan self disclosure melalui Tik Tok dengan cara mengunggah video dengan musik sebagai instrumen latar yang membahas mengenai permasalahan keluarga yang sedang dihadapinya. Salah satu faktor yang mendorong anak korban perceraian melakukan self disclosure melalui Tik Tok yaitu karena Tik Tok dianggap media yang paling tepat dan respon yang didapat cenderung bersifat positif, sehingga hal ini dapat memberikan umpan balik yang baik dan self disclosure dapat tersampaikan dengan jelas.
Pemenuhan Unsur-Unsur Berita Dalam Pemberitaan Covid-19 Pada Detik.com Ayu Tanti Rahayu; Nelson Holong Parapat
INSANI Vol 9 No 2 (2022): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemenuhan unsur-unsur berita pada berita Covid-19 di media online detik.com. Untuk menjawab masalah penelitian ini, peneliti menggunakan perspektif teori jurnalistik tentang unsur-unsur berita 5W+1H (What, Who, Why, Where, When, dan How). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis isi. Subjek penelitian atau sumber data dalam penelitian ini adalah berita-berita Covid-19 di detik.com dengan penentuan sumber menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah berita yang diteliti sebanyak 12 berita. Unit analisis dalam penelitian ini adalah kalimat-kalimat di dalam naskah berita Covid-19 yang sudah ditayangkan di detik.com. Kalimat-kalimat berita yang dimaksud adalah semua kalimat yang tercakup di dalam judul, lead, tubuh berita, dan leg berita. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa media online detik.com belum secara penuh menerapkan unsur What, Who, Why, Where, When, dan How pada berita-berita yang diteliti dan masih belum menerapkan disiplin jurnalistik mengenai unsur berita 5W+1H yang merupakan pedoman penulisan berita dalam menyajikan berita tentang Pandemi Covid-19.
Komunikasi Pemasaran Transitory Coffe Depok Di Masa Pandemi Covid-19 Firda Kusuma Wardhani
INSANI Vol 10 No 1 (2023): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi pemasaran ialah bentuk komunikasi yang memiliki tujuan untuk membantu memperkuatstrategi pemasaran dari sebuah perusahaan atau sebuah bisnis. Komunikasi pemasaran juga dapat diartikansebagai kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan, menjalin hubungan antara perusahaan denganmitra perusahaan baik itu supplier maupun konsumen. Hal yang diperkenalkan dan dikomunikasikankepada pihak luar perusahaan adalah tentang produk dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan, jadi dapatdikatakan bahwa komunikasi pemasaran adalah kunci bagi perusahaan untuk mencapai keberhasilan daritujuan usahanya telebih di era Pandemi Covid 19. Penelitian ini akan membahas mengenai bagaimanaTransitory Coffee Depok melakukan strategi komunikasi pemasarannya. Objek dari penelitian ini berlokasidi Depok Jawa Barat di masa pandemi. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif deskriptif di manapenulis turun langsung ke lapangan dan melakukan wawancara bersama narasumber. Berdasarkan hasilanalisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa komunikasi pemasaran di Transitory Coffee Depokmenggunakan marketing sales, personal selling, marketing event, advertising, dan media publikasi yangkerap digunakan adalah Instagram juga Tiktok.
Manajemen Privasi Komunikasi Gay Dalam Hubungan Interpersonal Yerah Melita; Biladi Muhammad Wiragana
INSANI Vol 10 No 1 (2023): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan mulai terbukanya pemikiran masyarakat mengenai hajat hidup komunitas yang memiliki orientasi seks yang berbeda khususnya di genarasi muda, namun di sisi lain masih ada diskriminasi yang dilakukan aparat penegak hukun serta hukum sosial oleh masyarakat. Penelitian ini berfokus pada Manajemen Privasi gay dalam hubungan interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen privasi komunikasi gay dalam hubungan interpersonal. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori manajemen privasi komunikasi. Sedangkan metode yang digunakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu deskritif kualitatif. Metode ini digunakan untuk mencari, memperoleh data, dan menyusun serta menafsirkan data yang telah diperoleh dari informan, dengan pengambilan sampel purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gay sangat menjaga informasi mengenai orientasi seksnya sekalipun dengan keluarga maupun sahabat dekatnya. Gay lebih cenderung menutup rapat-rapat orientasi seksnya dan hanya terbuka kepada sesama gay. Beberapa informan gay memiliki sifat introvert, ambivert, hingga ekstrovert dalam lingkungan sosialnya, namun tetap enggan untuk memberikan informasi privatnya. Informasi privat bagi sebagian informan lebih nyaman dengan menjaga informasi gaynya dari lingkungan sekitar karena masyarakat sendiri masih belum menerima keberadaan komunitas gay dalam lingkungan masyarakat. Salah satu informan menyatakan, bahwa gay merupakan aib dan penyakit yang ada di masyarakat sehingga dia enggan membuka informasinya tersebut. Dirinya lebih memilih untuk meminta pentunjuk dari Tuhan dan meminta doa kepada ibunya agar dirinya menjadi lebih baik lagi. Informan berharap masyarakat dapat memberikan ruang serta menghormati mereka yang memiliki orientasi seks yang berbeda.

Page 9 of 10 | Total Record : 93