cover
Contact Name
Hadi Abdillah
Contact Email
hadiabdillah91@ummi.ac.id
Phone
+6285861516959
Journal Mail Official
jurnallentera@ummi.ac.id
Editorial Address
Jl. R. Syamsudin SH No. 50 Kota Sukabumi
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan
ISSN : 25414119     EISSN : 28092929     DOI : doi.org/10.37150/lentera
Core Subject : Health,
Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan menerbitkan tulisan hasil penelitian dengan fokus pada bidang ilmu kesehatan dan keperawatan. Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan diterbitkan pada bulan Juli dan Desember. Adapun lingkup jurnal ini 1. Keperawatan Medikal Bedah 2. Keperawatan Gawat Darurat 3. Keperawatan Jiwa 4. Keperawatan Komunitas 5. Keperawatan Maternitas 6. Keperawatan Anak 7. Manajemen Keperawatan 8. Ilmu Kesehatan
Articles 71 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN PEMBERIAN OBAT KELASI BESI PADA ANAK DI RUANG THALASEMIA RSUD SAYANG CIANJUR Intan, Neng
Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024): LENTERA: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thalasemia adalah gangguan penyakit darah yang disebabkan dari genetik dimana kemampuan tubuh dalam menghasilkan hemoglobin terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Pemberian Obat Kelasi Besi Pada Anak di Ruang Thalasemia RSUD Sayang Cianjur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan korelasional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 115 responden, Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan sebanyak 63.5% dan sebagian besar responden memiliki kepatuhan tinggi yaitu sebanyak 25%, Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara pedukungan keluarga dengan kepatuhan pemberian obat kelasi besi katarak karena nilai p-value kurang dari 0.05. yaitu sebesar 0.04. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pemberian obat kelasi besi pada anak di ruang thalasemia rsud sayang cianjur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dukungan keluarga memiliki hubungan dengan tingkat kepatuhan pasien saat terhadap pengobatan thalasemi.
HUBUNGAN KEPATUHAN MENGONSUMSI TABLET ZAT BESI DENGAN KEJADIAN ANAMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KEDUNGWARINGIN Juniar, Tyara Maulida
Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan Vol 9 No 1 (2026): LENTERA: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/7zee5791

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil yang tidak segera diatasi dapat menimbulkan dampak serius, seperti kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, peningkatan risiko infeksi pasca-persalinan, serta melemahnya daya tahan tubuh ibu yang berujung pada peningkatan risiko kematian ibu. Tujuan: untuk mengetahui hubungan kepatuhan mengonsumsi tablet zat besi dengan kejadian anamia pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Pada penelitian ini mengunakan metode penghitungan sampel dengan teknik purposive sampling dimana besar sampel dalam penelitian ini adalah 60 orang. Analisi data menggunakan uji Chi Square. Hasil: hasil uji statistic chi- square nilai p-Value yang didapatkan adalah 0,008 yang berarti p<0,05 maka H0 ditolak dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kepatuhan mengonsumsi tablet zat besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kesimpulan: ada hubungan kepatuhan mengonsumsi tablet zat besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Saran: Puskesmas disarankan untuk meningkatkan program edukasi dan konseling gizi bagi ibu hamil secara rutin pada saat kunjungan Antenatal care (ANC). Kata Kunci: kepatuhan, tablet zat besi, kejadian anemia, ibu hamil
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN MOBILISASI DINI PADA IBU POST PARTUM SECTIO CAESAREA (SC) DI RSI ASSYIFA SUKABUMI Awalia, Vina
Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan Vol 9 No 1 (2026): LENTERA: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/73nyc737

Abstract

Latar Belakang: Setiap wanita hamil menginginkan proses persalinan yang singkat dan tanpa komplikasi. Saat ini, banyak ibu di negara maju maupun berkembang yang lebih memilih melahirkan melalui sectio caesarea (SC) dibandingkan persalinan pervaginam. Persalinan adalah proses alami untuk mengeluarkan janin dan plasenta yang cukup bulan (37-42 minggu), dengan dua metode utama, yaitu persalinan normal melalui vagina dan persalinan caesar atau SC. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui berhubungan pengetahuan dengan mobilisasi dini pada ibu post partum SC. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional, Dalam penelitian menggunakan metode Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross-sectional. populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum SC sebanyak 160 pasien. Sampel dalam penelitian sejumlah 62orang. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan purposive sampling. Analisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil:  Berdasarkan hasil uji statistik dengan chi-square nilai P value yang dihasilkan sebesar 0,000 < 0,05, dimana dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan mobilisasi dini pada ibu post partum SC. Saran: Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang mengkaji faktor-faktor lain yang memengaruhi mobilisasi dini pada ibu postpartum SC, seperti dukungan keluarga, kondisi emosional ibu, atau peran teknologi dalam pemantauan mobilisasi dini. Kata Kunci      : pengetahuan, mobilisasi dini, ibu post partum SC
Hubungan Pengetahuan Perawat tentang Keselamatan Pasien dengan Kepatuhan Identifikasi Pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Sindangbarang winati, nita
Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan Vol 9 No 1 (2026): LENTERA: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/0d0xvy50

Abstract

Identifikasi pasien merupakan sasaran keselamatan pasien yang wajib dilakukan menggunakan minimal dua identitas sebelum pemberian obat, tindakan keperawatan, pengambilan spesimen, dan prosedur lainnya. Pengetahuan perawat diperkirakan berkaitan dengan kepatuhan menjalankan prosedur tersebut, tetapi perilaku kepatuhan juga dipengaruhi oleh faktor organisasi dan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan perawat tentang keselamatan pasien dengan kepatuhan identifikasi pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Sindangbarang. Penelitian menggunakan desain korelasional cross-sectional dengan total sampling terhadap 28 perawat. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner benar-salah/pilihan ganda, sedangkan kepatuhan dinilai melalui observasi checklist 10 indikator berdasarkan SOP. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 16 orang (57,1%), berusia 25-46 tahun dengan rata-rata 34,57 ± 6,137 tahun, dan memiliki lama kerja 2-9 tahun dengan rata-rata 5,68 ± 1,964 tahun. Pengetahuan baik ditemukan pada 15 responden (53,6%), cukup pada 7 responden (25,0%), dan kurang pada 6 responden (21,4%). Jumlah perawat patuh dan tidak patuh masing-masing 14 orang (50,0%). Tabulasi silang menunjukkan pola nonlinier: pada pengetahuan baik, 20,0% patuh; pengetahuan cukup, 71,4% patuh; dan pengetahuan kurang, 100% patuh. Perhitungan Pearson Chi-Square menghasilkan χ² = 12,686 dan p = 0,002. Karena empat dari enam sel memiliki expected count kurang dari lima, analisis exact lebih sesuai dan menghasilkan p sekitar 0,001. Terdapat asosiasi statistik antara kategori pengetahuan dan kepatuhan, tetapi arah hubungan tidak menunjukkan bahwa pengetahuan yang lebih tinggi selalu diikuti kepatuhan yang lebih baik.
Hubungan Waktu Tunggu Transfer Pasien ke Ruang Rawat Inap dengan Kepuasan Pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Jampangkulon lestari, eka
Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan Vol 9 No 1 (2026): LENTERA: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/c9z5gy22

Abstract

Waktu tunggu transfer pasien dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) ke ruang rawat inap merupakan indikator penting dalam menilai efisiensi alur pelayanan, kenyamanan, dan pengalaman pasien. Keterlambatan transfer dapat menimbulkan ketidakpastian, kecemasan, serta menurunkan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan waktu tunggu transfer pasien ke ruang rawat inap dengan kepuasan pasien di IGD RSUD Jampangkulon. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 148 pasien dewasa yang menjalani proses transfer ke ruang rawat inap dipilih menggunakan accidental sampling. Waktu tunggu dicatat menggunakan lembar observasi dan dikategorikan sesuai standar apabila ≤6 jam serta tidak sesuai standar apabila >6 jam. Kepuasan diukur menggunakan kuesioner 10 item skala Likert. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Waktu tunggu sesuai standar dialami 92 responden (62,2%), sedangkan 56 responden (37,8%) menunggu lebih dari 6 jam. Kategori kepuasan terbanyak adalah puas sebanyak 69 responden (46,6%), diikuti cukup puas 49 responden (33,1%) dan tidak puas 30 responden (20,3%). Pada waktu tunggu sesuai standar, 64,1% pasien merasa puas; pada waktu tunggu tidak sesuai standar, 42,9% pasien merasa tidak puas. Terdapat hubungan signifikan antara waktu tunggu transfer dan kepuasan pasien (χ² = 39,699; p < 0,001; Cramer's V = 0,518). Waktu tunggu yang sesuai standar berkaitan dengan kepuasan yang lebih tinggi. Penguatan manajemen tempat tidur, koordinasi antarunit, dan komunikasi selama proses menunggu diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan IGD.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Pasien Stroke di Ruang Puncak Darma RSUD Jampang Kulon paramita, cindi
Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan Vol 9 No 1 (2026): LENTERA: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/205k6r49

Abstract

Stroke dapat menyebabkan keterbatasan fisik, ketergantungan, dan ketidakpastian proses pemulihan yang memicu kecemasan. Dukungan keluarga diperkirakan membantu pasien merasa aman dan mampu beradaptasi selama perawatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien stroke di Ruang Puncak Darma RSUD Jampang Kulon. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 78 pasien stroke dilibatkan menggunakan total sampling. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner adaptasi berbasis Multidimensional Scale of Perceived Social Support yang terdiri atas 12 item, sedangkan kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale. Analisis bivariat menggunakan Fisher Exact Test. Responden didominasi laki-laki sebanyak 40 orang (51,3%), berpendidikan SMA sebanyak 40 orang (51,3%), dan berusia 50-68 tahun dengan rata-rata 59,96 ± 4,760 tahun. Dukungan keluarga rendah dan sedang masing-masing ditemukan pada 30 responden (38,5%), sedangkan dukungan tinggi pada 18 responden (23,1%). Kecemasan ringan dialami 48 responden (61,5%) dan kecemasan sedang 30 responden (38,5%). Seluruh responden dengan dukungan rendah mengalami kecemasan sedang, sedangkan seluruh responden dengan dukungan sedang dan tinggi mengalami kecemasan ringan. Fisher Exact Test menunjukkan p < 0,001. Terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan pasien stroke. Temuan perlu ditafsirkan secara hati-hati karena desain cross-sectional dan kriteria inklusi hanya mencakup kecemasan ringan sampai sedang.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Kepatuhan Perawatan Diri (Self-Care) Pasien Diabetes Mellitus di Ruang Panenjoan RSUD Jampang Kulon mutiarawati, erlik yunita
Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan Vol 9 No 1 (2026): LENTERA: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/vyfmv130

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan diri secara konsisten, meliputi pengaturan diet, aktivitas fisik, penggunaan obat, pemantauan glukosa darah, dan perawatan kaki. Kondisi psikologis, termasuk kecemasan, diduga dapat memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalankan perawatan diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan kepatuhan perawatan diri pasien Diabetes Mellitus di Ruang Panenjoan RSUD Jampang Kulon. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 27 pasien dewasa dipilih menggunakan total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale, sedangkan kepatuhan perawatan diri diukur menggunakan Summary of Diabetes Self-Care Activities. Data dianalisis secara univariat dan menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan sebanyak 18 orang (66,7%), sedangkan 9 orang (33,3%) mengalami kecemasan sedang. Kepatuhan perawatan diri paling banyak berada pada kategori cukup baik sebanyak 15 orang (55,6%), diikuti baik 8 orang (29,6%), dan kurang baik 4 orang (14,8%). Pada kelompok kecemasan ringan, mayoritas responden memiliki self-care cukup baik, sedangkan pada kecemasan sedang mayoritas memiliki self-care baik. Uji Chi-Square menghasilkan χ² = 4,388 dan p = 0,111. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan kepatuhan perawatan diri. Kepatuhan self-care kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, pengalaman sakit, dan akses pelayanan kesehatan.
Gambaran Perilaku Self Management Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Cilograng Tahun 2026 Apriliawati, Risa
Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan Vol 9 No 1 (2026): LENTERA: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/zgs1sc09

Abstract

Hypertension is one of the chronic disease that has become a public health problem because it can lead to various serious complications if not properly controlled. One of the important factors in controlling hypertension is the patient's ability o perform self management. This study aimed to describe self management among patients with hypertension at Cilograng Public Health Center in 2026. This study population consisted f 369 patients with hypertension, with a sample of 87 respondents selected using a purposive sampling technique. The research instrument used was the Hypertension Self Management Behaviour Questionnaire (HSMBQ), which consists of 40 items. Data wears analyzed with frequency distribution and percentage. The results showed that the overall Self Management of patients with hypertension was in the moderate category (51,7%). Based on the indicators, self integration was in the moderate category (54,)%), self regulation as in the poor category (49,4%), interaction with healthcare professionals and other was in the poor category (48,3%), and adherence to recommended guidelines was in the good category (39,1%). This study indicates that self management among patients with hypertension still requires improvement particularly in the aspect of self regulation and interactions with healthcare professionals.
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri tentang Stunting di SMK Permata Mandiri Jampang Kulon Subarna, Dina; Hadiyanto, Hendri
Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan Vol 9 No 1 (2026): LENTERA: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/3s55pq49

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi masyarakat yang masih tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sukabumi. Remaja putri memiliki peran strategis sebagai calon ibu, sehingga pengetahuan dan sikap mereka tentang stunting sangat menentukan kesiapan gizi dan sikap mereka tentang stunting sangat menentukan kesiapan gizi dan kesehatan generasi mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap remaja putri di SMK Permata Mandiri Jampang Kulon. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Populasi dan sampel berjumlah 54 siswi remaja putri dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan analisis data dilakukan secara unovariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian dari 54 responden, didapatkan sebanyak 35 orang (64%) memiliki pengetahuan baik dan 19 orang (35,2%) memiliki pengetahuan cukup. Sedangkan untuk sikap, sebanyak 38 orang (70,4%) menunjukan sikap positif dan 16 orang (29,6%) memiliki sikap negatif terhadap stunting. Sebagian besar remaja putri memiliki pengetahuan yang baik dan sikap yang positif mengenai stunting. Namun, masih terdapat sebagian kecil yang pengetahuannya cukup dan bersikap negatif. Disarankan agar sekolah bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi secara berkelanjutan.   Kata kunci: Stunting, Gizi, Remaja Putri
Pengaruh Baby Spa Terhadap Perkembangan Motorik Bayi Prematur Di Ruangan Perinatologi Level 2 Rumah Sakit Graha Medika Sistin Aryani, Hanif
Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan Vol 9 No 1 (2026): LENTERA: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/b81vw675

Abstract

Bayi prematur berisiko mengalami keterlambatan perkembangan motorik akibat ketidakmatangan sistem saraf dan terbatasnya stimulasi selama perawatan di ruang perinatologi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan adalah baby spa, yang mengombinasikan pijat bayi dan stimulasi gerak untuk mendukung perkembangan motorik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh baby spa terhadap perkembangan motorik bayi prematur di Ruang Perinatologi Level 2 Rumah Sakit Graha Medika Bogor. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 16 bayi prematur yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Perkembangan motorik diukur menggunakan Test of Infant Motor Performance (TIMP) sebelum dan sesudah intervensi baby spa. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor perkembangan motorik meningkat dari 53,13 ± 9,237 sebelum intervensi menjadi 95,50 ± 7,607 setelah intervensi, dengan selisih rata-rata 42,375 poin. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan pemberian baby spa terhadap perkembangan motorik bayi prematur. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa baby spa efektif meningkatkan perkembangan motorik bayi prematur dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam pelayanan keperawatan neonatal.