cover
Contact Name
Yahyah
Contact Email
yahyahrachim@gmail.com
Phone
+628113828906
Journal Mail Official
baharipapadak00@gmail.com
Editorial Address
Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JURNAL BAHARI PAPADAK
ISSN : -     EISSN : 27236536     DOI : -
Jurnal Bahari Papadak adalah sebuah jurnal nasional dalam bidang ilmu-ilmu kelautan dan perikanan yang di kelolah oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana. Tujuan utamanya adalah menyajikan artikel-artikel hasil riset atau penelitian yang berkualitas yang meliputi semua sub-bidang kajian dalam lingkup ilmu kelautan dan perikanan. Jurnal ini menyediakan ruang publikasi bagi akademisi, peneliti, mahasiswa dan kalangan professional lainnya. Artikel ilmiah yang diajukan untuk diterbitkan dalam jurnal ini harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu, merupakan paper asli (bebas plagiarisme), tidak dipublikasikan atau tidak sedang diajukan ke jurnal lain. Lingkup topik Jurnal Bahari Papadak meliputi manajemen sumberdaya perairan, perikanan tangkap, pengolahan hasil perikanan, sosial ekonomi perikanan, ilmu kelautan, bioteknologi perikanan, biologi dan ekologi biota perairan, serta penilaian dan pengelolaan ekosistem perairan.
Articles 193 Documents
ANALISIS TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP PANCING ULUR DI DESA SAKUBATUN BERDASARKAN KRITERIA CCRF FAO Pou, Alexius A. J.; Kangkan, Alexander L.; Sine, Kiik G.
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Perikanan tangkap yang ramah lingkungan baiknya memiliki selektivitas alat tangkap yang tinggi untuk mendapat kan hasil tangkapan utama, tentunya hal ini akan berpengaruh pada keberlanjutan populasi ikan di perairan Desa Sakubatun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keramahan alat tangkap pancing ulur berdasarkan 9 kriteria CCRF yang ditetapkan oleh FAO (1995) terhadap alat tangkap ramah lingkungan. Sampel ditentukan berdasarkan metode sensus dengan responden yang terpilih 34 orang. Teknik pengumpulan data dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi pada 34 sampel yang dipilih secara acak pada periode bulan Juli-Agustus 2024. Penentuan skor akhir keramahan alat tangkap menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Keramahan alat tangkap pancing ulur dinilai melalui skoring pada 9 kriteria CCRF dengan total 34 orang. Berdasarkan wawancara dengan 34 orang, yakni nelayan yang menggunakan alat tangkap pancing ulur di Desa Sakubatun, diperoleh skor keramahan lingkungan alatsebesar 31,35. Hasil tersebut menunjukkan bahwa alat tangkap pancing ulur termasuk dalam kategori alat tangkap yang sangat ramah lingkungan. Kata Kunci : Alat Tangkap, CCRF, Tingkat Keramahan Abstrak - Environmentally friendly fishing should have a high selectivity of fishing gear to get the main catch, of course this will affect the sustainability of fish populations in the waters of Sakubatun Village. This study aims to determine the friendliness of longline fishing gear based on 9 CCRF criteria set by FAO (1995) for environmentally friendly fishing gear. The sample was determined based on the census method with 34 respondents selected. Data collection techniques were collected using observation, interviews and documentation on 34 randomly selected samples in the July-August 2024 period. Determination of the final score of fishing gear friendliness using qualitative and quantitative descriptive analysis. The friendliness of handline fishing gear was assessed through scoring on 9 CCRF criteria with a total of 34 people. Based on interviews with 34 people, namely fishermen using longline fishing gear in Sakubatun Village, an environmental friendliness score of 31.35 was obtained. These results indicate that handline fishing gear is included in the category of fishing gear that is very environmentally friendly. Keywords : Fishing Gear, CCRF, Level of Friendliness
PENGELOLAAN PERIKANAN PELAGIS BESAR BERBASIS PENDEKATAN EKOSISTEM PADA DOMAIN EKONOMI DI PPI OEBA, KOTA KUPANG Tefbana, Irene; Tallo, Ismawan; Paulus, Chaterina A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Pendekatan ekosistem dalam pengelolaan perikanan, yang dikenal sebagai Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM), bertujuan untuk menilai status terkini pengelolaan perikanan pelagis besar di PPI Oeba, Kota Kupang. Penilaian ini dilakukan melalui analisis indikator-indikator dalam domain EAFM. Indikator yang dianalisis dalam domain ekonomi antara lain kepemilikan aset, pendapatan rumah tangga, rasio tabungan (saving rate) dan nilai tukar nelayan (NTN). Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara dengan bantuan kuesioner. Sampel yang digunakan sebanyak 37 responden, yang dipilih dengan pertimbangan bahwa mereka merupakan nelayan pengguna armada penangkapan pancing ulur tuna. Data dari setiap indikator dalam domain ekonomi dianalisis berdasarkan hasil skoring. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui nilai dan status masing-masing indikator, dengan ketentuan bahwa semakin tinggi nilai indikator, maka semakin baik pula status pengelolaan perikanan. Sebaliknya, semakin rendah nilai indikator, maka semakin buruk pula status pengelolaannya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa status terkini pengelolaan perikanan pelagis besar berbasis pendekatan ekosistem (EAFM) pada domain ekonomi di PPI Oeba, Kota Kupang, berada pada kategori baik, dengan nilai agregat sebesar 234. Hasil ini divisualisasikan melalui model bendera berwarna hijau muda. Kata kunci : Pengelolaan Perikanan, Pelagis Besar, Domain Ekonomi, EAFM, PPI Oeba Abstract - Fisheries management with an ecosystem approach, known as the Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM), aims to determine the current status of large pelagic fisheries management at the Oeba Fish Landing Site (PPI), Kupang City, based on an ecosystem approach by analyzing indicators in the economic domain. The economic domain indicators analyzed include asset ownership, household income, saving rate, and fishermen’s terms of trade (NTN). The method used in this research was observation and interviews using questionnaires. The research sample consisted of 37 respondents, selected as fishermen using tuna handline fishing gear. Data from each economic domain indicator were analyzed based on scoring obtained from interviews and surveys to determine the value and status of each indicator. The rule is that the higher the indicator value, the better the fisheries management status, and conversely, the lower the indicator value, the worse the management status. The results of this study indicate that the current status of large pelagic fisheries management based on the ecosystem approach in the economic domains at PPI Oeba, Kupang City, the economic domain is in a good status in implementing EAFM, with an aggregate value of 234 and a light green flag visualization. Keywords: Fisheries Management, Large Pelagic,Economic Domain, EAFM, Fishery Port Oeba.
RENDEMEN PRODUK SEKUNDER PADAT PENGOLAHAN FILLET IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp) DI PT. MATSYARAJA ARNAWA STAMBHAPURA KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR Tore, Eufrasia Putri; Soewarlan, Lady Cindy; Toruan, Lumban N. L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen limbah padat yang dihasilkan dari pengolahan fillet Kakap Merah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada 100 sampel yang diambil secara acak periode bulan Juli-Agustus 2024. Informasi yang dikumpulkan mencakup penanganan sisa samping olahan, berat total ikan utuh, berat fillet, dan berat limbah padat (meliputi kepala, tulang, sirip, sisik, tetelan, dan jeroan). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan disajikan dalam persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil fillet adalah 40,54%, dengan proporsi limbah padat sebagai berikut: kepala 30,65%, tulang 13,39%, sirip 4,58%, sisik 2,64%, tetelan 4,26%, dan jeroan 3,91%. Dari total limbah padat, PT. MAS memanfaatkan bagian kepala dan tetelan sebesar 34,91%, sehingga total produksi yang bernilai ekonomi dan sosial mencapai 75,45%, sementara 24,52% sisanya dibuang. Sesuai dengan tujuan SDGs 12.3, sisa produksi sebaiknya dioptimalkan untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari industri pengolahan ini. Kata kunci: Kakap Merah, Fillet, Rendemen, Sisa Samping, Ekonomi Sirkular Abstract - This study aims to determine the yield of solid waste generated from the processing of Red Snapper fillets. Data were collected through observation, interviews, and documentation on 100 randomly selected samples during the period of July–August 2024. The collected information includes the handling of processing by-products, total weight of whole fish, fillet weight, and solid waste weight (including head, bones, fins, scales, trimmings, and viscera). Data were analyzed using descriptive statistics and presented in percentages. The results showed that the average fillet yield was 40.54%, with the proportions of solid waste as follows: head 30.65%, bones 13.39%, fins 4.58%, scales 2.64%, trimmings 4.26%, and viscera 3.91%. Of the total solid waste, PT. MAS utilizes the head and trimmings, accounting for 34.91%, resulting in a total production with economic and social value of 75.45%, while the remaining 24.52% is discarded. In line with SDGs target 12.3, the remaining by-products should be optimized to reduce environmental impact while enhancing the economic value of this processing industry Keywords: Red Snapper, Fillet, Yield, By-products, Circular Economy