cover
Contact Name
Yahyah
Contact Email
yahyahrachim@gmail.com
Phone
+628113828906
Journal Mail Official
baharipapadak00@gmail.com
Editorial Address
Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JURNAL BAHARI PAPADAK
ISSN : -     EISSN : 27236536     DOI : -
Jurnal Bahari Papadak adalah sebuah jurnal nasional dalam bidang ilmu-ilmu kelautan dan perikanan yang di kelolah oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana. Tujuan utamanya adalah menyajikan artikel-artikel hasil riset atau penelitian yang berkualitas yang meliputi semua sub-bidang kajian dalam lingkup ilmu kelautan dan perikanan. Jurnal ini menyediakan ruang publikasi bagi akademisi, peneliti, mahasiswa dan kalangan professional lainnya. Artikel ilmiah yang diajukan untuk diterbitkan dalam jurnal ini harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu, merupakan paper asli (bebas plagiarisme), tidak dipublikasikan atau tidak sedang diajukan ke jurnal lain. Lingkup topik Jurnal Bahari Papadak meliputi manajemen sumberdaya perairan, perikanan tangkap, pengolahan hasil perikanan, sosial ekonomi perikanan, ilmu kelautan, bioteknologi perikanan, biologi dan ekologi biota perairan, serta penilaian dan pengelolaan ekosistem perairan.
Articles 202 Documents
ANALISIS TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP PANCING ULUR DI DESA SAKUBATUN BERDASARKAN KRITERIA CCRF FAO Pou, Alexius A. J.; Kangkan, Alexander L.; Sine, Kiik G.
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Perikanan tangkap yang ramah lingkungan baiknya memiliki selektivitas alat tangkap yang tinggi untuk mendapat kan hasil tangkapan utama, tentunya hal ini akan berpengaruh pada keberlanjutan populasi ikan di perairan Desa Sakubatun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keramahan alat tangkap pancing ulur berdasarkan 9 kriteria CCRF yang ditetapkan oleh FAO (1995) terhadap alat tangkap ramah lingkungan. Sampel ditentukan berdasarkan metode sensus dengan responden yang terpilih 34 orang. Teknik pengumpulan data dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi pada 34 sampel yang dipilih secara acak pada periode bulan Juli-Agustus 2024. Penentuan skor akhir keramahan alat tangkap menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Keramahan alat tangkap pancing ulur dinilai melalui skoring pada 9 kriteria CCRF dengan total 34 orang. Berdasarkan wawancara dengan 34 orang, yakni nelayan yang menggunakan alat tangkap pancing ulur di Desa Sakubatun, diperoleh skor keramahan lingkungan alatsebesar 31,35. Hasil tersebut menunjukkan bahwa alat tangkap pancing ulur termasuk dalam kategori alat tangkap yang sangat ramah lingkungan. Kata Kunci : Alat Tangkap, CCRF, Tingkat Keramahan Abstrak - Environmentally friendly fishing should have a high selectivity of fishing gear to get the main catch, of course this will affect the sustainability of fish populations in the waters of Sakubatun Village. This study aims to determine the friendliness of longline fishing gear based on 9 CCRF criteria set by FAO (1995) for environmentally friendly fishing gear. The sample was determined based on the census method with 34 respondents selected. Data collection techniques were collected using observation, interviews and documentation on 34 randomly selected samples in the July-August 2024 period. Determination of the final score of fishing gear friendliness using qualitative and quantitative descriptive analysis. The friendliness of handline fishing gear was assessed through scoring on 9 CCRF criteria with a total of 34 people. Based on interviews with 34 people, namely fishermen using longline fishing gear in Sakubatun Village, an environmental friendliness score of 31.35 was obtained. These results indicate that handline fishing gear is included in the category of fishing gear that is very environmentally friendly. Keywords : Fishing Gear, CCRF, Level of Friendliness
PENGELOLAAN PERIKANAN PELAGIS BESAR BERBASIS PENDEKATAN EKOSISTEM PADA DOMAIN EKONOMI DI PPI OEBA, KOTA KUPANG Tefbana, Irene; Tallo, Ismawan; Paulus, Chaterina A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Pendekatan ekosistem dalam pengelolaan perikanan, yang dikenal sebagai Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM), bertujuan untuk menilai status terkini pengelolaan perikanan pelagis besar di PPI Oeba, Kota Kupang. Penilaian ini dilakukan melalui analisis indikator-indikator dalam domain EAFM. Indikator yang dianalisis dalam domain ekonomi antara lain kepemilikan aset, pendapatan rumah tangga, rasio tabungan (saving rate) dan nilai tukar nelayan (NTN). Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara dengan bantuan kuesioner. Sampel yang digunakan sebanyak 37 responden, yang dipilih dengan pertimbangan bahwa mereka merupakan nelayan pengguna armada penangkapan pancing ulur tuna. Data dari setiap indikator dalam domain ekonomi dianalisis berdasarkan hasil skoring. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui nilai dan status masing-masing indikator, dengan ketentuan bahwa semakin tinggi nilai indikator, maka semakin baik pula status pengelolaan perikanan. Sebaliknya, semakin rendah nilai indikator, maka semakin buruk pula status pengelolaannya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa status terkini pengelolaan perikanan pelagis besar berbasis pendekatan ekosistem (EAFM) pada domain ekonomi di PPI Oeba, Kota Kupang, berada pada kategori baik, dengan nilai agregat sebesar 234. Hasil ini divisualisasikan melalui model bendera berwarna hijau muda. Kata kunci : Pengelolaan Perikanan, Pelagis Besar, Domain Ekonomi, EAFM, PPI Oeba Abstract - Fisheries management with an ecosystem approach, known as the Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM), aims to determine the current status of large pelagic fisheries management at the Oeba Fish Landing Site (PPI), Kupang City, based on an ecosystem approach by analyzing indicators in the economic domain. The economic domain indicators analyzed include asset ownership, household income, saving rate, and fishermen’s terms of trade (NTN). The method used in this research was observation and interviews using questionnaires. The research sample consisted of 37 respondents, selected as fishermen using tuna handline fishing gear. Data from each economic domain indicator were analyzed based on scoring obtained from interviews and surveys to determine the value and status of each indicator. The rule is that the higher the indicator value, the better the fisheries management status, and conversely, the lower the indicator value, the worse the management status. The results of this study indicate that the current status of large pelagic fisheries management based on the ecosystem approach in the economic domains at PPI Oeba, Kupang City, the economic domain is in a good status in implementing EAFM, with an aggregate value of 234 and a light green flag visualization. Keywords: Fisheries Management, Large Pelagic,Economic Domain, EAFM, Fishery Port Oeba.
RENDEMEN PRODUK SEKUNDER PADAT PENGOLAHAN FILLET IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp) DI PT. MATSYARAJA ARNAWA STAMBHAPURA KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR Tore, Eufrasia Putri; Soewarlan, Lady Cindy; Toruan, Lumban N. L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen limbah padat yang dihasilkan dari pengolahan fillet Kakap Merah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada 100 sampel yang diambil secara acak periode bulan Juli-Agustus 2024. Informasi yang dikumpulkan mencakup penanganan sisa samping olahan, berat total ikan utuh, berat fillet, dan berat limbah padat (meliputi kepala, tulang, sirip, sisik, tetelan, dan jeroan). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan disajikan dalam persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil fillet adalah 40,54%, dengan proporsi limbah padat sebagai berikut: kepala 30,65%, tulang 13,39%, sirip 4,58%, sisik 2,64%, tetelan 4,26%, dan jeroan 3,91%. Dari total limbah padat, PT. MAS memanfaatkan bagian kepala dan tetelan sebesar 34,91%, sehingga total produksi yang bernilai ekonomi dan sosial mencapai 75,45%, sementara 24,52% sisanya dibuang. Sesuai dengan tujuan SDGs 12.3, sisa produksi sebaiknya dioptimalkan untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari industri pengolahan ini. Kata kunci: Kakap Merah, Fillet, Rendemen, Sisa Samping, Ekonomi Sirkular Abstract - This study aims to determine the yield of solid waste generated from the processing of Red Snapper fillets. Data were collected through observation, interviews, and documentation on 100 randomly selected samples during the period of July–August 2024. The collected information includes the handling of processing by-products, total weight of whole fish, fillet weight, and solid waste weight (including head, bones, fins, scales, trimmings, and viscera). Data were analyzed using descriptive statistics and presented in percentages. The results showed that the average fillet yield was 40.54%, with the proportions of solid waste as follows: head 30.65%, bones 13.39%, fins 4.58%, scales 2.64%, trimmings 4.26%, and viscera 3.91%. Of the total solid waste, PT. MAS utilizes the head and trimmings, accounting for 34.91%, resulting in a total production with economic and social value of 75.45%, while the remaining 24.52% is discarded. In line with SDGs target 12.3, the remaining by-products should be optimized to reduce environmental impact while enhancing the economic value of this processing industry Keywords: Red Snapper, Fillet, Yield, By-products, Circular Economy
MORPHOMETRIC ANALYSIS OF INDIAN MACKEREL (Rastrelliger kanagurta) LANDED IN KUPANG IN OCTOBER AND NOVEMBER: LENGTH RATIO AND LINEAR RELATIONSHIP OF TL-FL-SL Larwuy, Winster; Hidayati, Desy A.; Palinggi, Rifka L.; Armos, Nikanor H.; Boikh, Lebrina Ivantry; Ayubi, Aludin Al; Maitindom, Frits A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract - This study was conducted to analyze the morphometric characteristics of Indian mackerel (Rastrelliger kanagurta) landed in Kupang during October – November 2025. Morphometric analysis was performed as body-length parameters constitute fundamental biological indicators for assessing growth patterns, detecting variations in body form, and generating essential size-conversion metrics that support population biology and stock-management assessments. A total of 303 individuals were measured for Total Length (TL), Fork Length (FL), and Standard Length (SL) to analyze size distribution, analyze length ratios (FL/TL, SL/TL, SL/FL), and analyze linear relationships between parameters using linear regression and two-way ANOVA to test the effects of size class and ratio type. The size distribution indicated that TL ranged from 21.0 to 32.1 cm (mean = 25.708 ± 3.601 cm), with FL ranging from 19.0 to 29.1 cm and SL ranging from 17.7 to 26.5 cm. Length ratios were relatively stable in small to medium size but decreased in larger individuals, suggesting disproportionate length growth. The ANOVA results revealed significant effects of size class and ratio type on body-length ratios (p < 0.05). Linear relationships between the length parameters exhibited a negative allometric growth pattern (b < 1), accompanied by extremely high correlation coefficients (r = 0.998 for TL-FL, TL-SL, and FL-SL), indicating that FL and SL increased proportionally more slowly than TL. Keywords: indian mackerel, morphometry, length ratio, negative allometry, Kupang
PAPARAN JENIS SAMPAH LAUT GOLONGAN PLASTIK PADA SEKITAR LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA TESABELA, KABUPATEN ROTE NDAO, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Ayubi, Aludin Al; Yahyah, Yahyah; Boikh, Lebrina Ivantry; Missa, Yudishinta
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis sampah laut golongan plastik yang terpapar pada sekitar areal budidaya rumput laut di Desa Tesabela, Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode observasi dan wawancara. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menemukan bahwa jenis-jenis sampah laut dari golongan plastik yang terpapar pada sekitar areal budidaya rumput laut di Desa Tesabela, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Temggara Timur adalah terdiri dari 11 jenis yaitu kantong plastik (plastik kresek), botol plastik < 2 L, tutupan botol plastic, tali rafia, sedotan plastik, tali nilon (tali jaring), gelas aqua, ale-ale dan lainnya, kemasan detergen dan makanan ringan dan lain-lain serta styrofoam Kata Kunci : Sampah Laut, Rumput Laut Abstract - The purpose of this study was to determine the types of plastic marine debris found around seaweed cultivation areas in Tesabela Village, Rote Ndao Regency, East Nusa Tenggara Province. The methods used in this activity were observation and interviews. Data obtained from this study were analyzed using qualitative descriptive analysis. The results of this study found that the types of plastic marine debris found around seaweed cultivation areas in Tesabela Village, Rote Ndao Regency, East Nusa Tenggara Province consisted of 11 types: plastic bags (plastic bags), plastic bottles <2 L, plastic bottle caps, raffia rope, plastic straws, nylon rope (net rope), Aqua cups, ale-ale and other items, detergent and snack packaging, and others, as well as Styrofoam. Keywords: Marine Debris, Seaweed
JENIS-JENIS TERIPANG YANG TERTANGKAP OLEH NELAYAN DESA PAPELA, KECAMATAN ROTE TIMUR, KABUPATEN ROTE NDAO Yahyah, Yahyah; Ayubi, Aludin Al; Boikh, Lebrina Ivantry; Missa, Yudishinta
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis teripang yang tertangkap oleh nelayan Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian adalah menggunakan metode observasi dan wawancara lepas dengan nelayan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Teripang yang tertangkap oleh nelayan terdiri dari 4 jenis yaitu Teripang Nanas (Thelenota ananas), Teripang Gosok (Holothuria scabra), Teripang Japung (Stichopus chloronotus) dan Teripang Kapok (Actinopyga lecanora). Kata Kunci : Teripang, Nelayan, Rote Ndao Abstarct - The purpose of this study was to determine the types of sea cucumbers caught by fishermen in Papela Village, East Rote District, Rote Ndao Regency. The methods used in collecting research data were observation and interviews with fishermen. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive analysis. The results of this study found that the sea cucumbers caught by fishermen consisted of four types, namely Prickly Redfish (Thelenota ananas), Sandfish (Holothuria scabra), Greenfish (Stichopus chloronotus) and Deepwater Redfish (Actinopyga lecanora) Keywords: Sea cucumbers, Fishermen, Rote Ndao
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN MENGANDUNG MIKROPLASTIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PAKAN IKAN LELE (Clarias sp.) Laily, Anggita Noer; Hidayati, Desy Amalia; Nilakandhi, Tania
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Mikroplastik sebagai bentuk pencemaran plastik di perairan yang bersifat persisten dan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap organisme akuatik. Mikroplastik dalam akuakultur masuk ke tubuh ikan melalui air dan pakan, dengan pakan sebagai jalur paparan utama karena dikonsumsi secara langsung dan berulang. Keberadaan mikroplastik dalam saluran pencernaan ikan dapat menyebabkan gangguan fisiologis dan menurunkan efisiensi penyerapan nutrient serta berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan. Ikan lele (Clarias sp.) sebagai komoditas air tawar penting di Indonesia dengan nilai ekonomi tinggi, sehingga dampak mikroplastik terhadap pertumbuhannya perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pakan yang mengandung mikroplastik pada dosis berbeda terhadap pertumbuhan ikan lele. Parameter yang diamati meliputi pertambahan bobot, laju pertumbuhan spesifik (Specific Growth Rate; SGR), dan rasio konversi pakan (Feed Conversion Ratio; FCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tanpa mikroplastik menghasilkan bobot akhir dan nilai Specific Growth Rate (SGR) tertinggi, sedangkan peningkatan dosis mikroplastik diikuti oleh penurunan nilai SGR. Kata kunci: Mikroplastik, pakan, pertumbuhan, SGR, FCR, Clarias sp. Abstract - Microplastics are a persistent form of plastic pollution in waters and have the potential to negatively impact aquatic organisms. Microplastics in aquaculture enter fish through water and feed, with feed being the primary route of exposure due to direct and repeated consumption. The presence of microplastics in the digestive tract of fish can cause physiological disorders, reduce nutrient absorption efficiency, and directly affect growth. Catfish (Clarias sp.) are an important freshwater commodity in Indonesia with high economic value, so the impact of microplastics on their growth needs to be studied. This study aims to analyze the effect of feeding feed containing microplastics at different doses on catfish growth. The parameters observed included weight gain, specific growth rate (SGR), and feed conversion ratio (FCR). The results showed that the treatment without microplastics yielded the highest final weight and Specific Growth Rate (SGR) values, whereas increasing the microplastic dose was associated with a decrease in SGR. Keywords : Microplastic, feed, growth, SGR, FCR, Clarias sp.
VARIASI STRUKTUR UKURAN PANJANG IKAN LAYANG (Decapterus sp.) DAN TEMBANG (Sardinella sp.) YANG DIDARATKAN DI KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR PADA BULAN SEPTEMBER Larwuy, Winster
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Keterbatasan data biologis masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan perikanan pelagis kecil di wilayah kepulauan. Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi struktur ukuran panjang ikan layang (Decapterus sp.) dan ikan tembang (Sardinella sp.) yang didaratkan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada September 2025. Data panjang total (TL) dikumpulkan dari masing-masing 100 individu per spesies dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, histogram, serta kurva distribusi normal. Hasil menunjukkan ikan layang memiliki struktur ukuran yang relatif homogen dengan TL rata-rata 16,67 cm (SD ±1,18 cm) dan sebaran yang mendekati distribusi normal. Sebaliknya, ikan tembang menunjukkan struktur ukuran yang lebih heterogen dengan TL rata-rata 14,11 cm (SD ±1,94 cm) dan distribusi yang menceng ke kanan. Perbedaan pola sebaran ukuran ini mencerminkan dinamika biologis yang berbeda antarspesies serta kemungkinan perbedaan respons terhadap selektivitas penangkapan. Informasi ini memberikan gambaran awal karakteristik struktur ukuran ikan pelagis kecil di Perairan Kupang dalam kondisi keterbatasan data. Kata kunci: Struktur ukuran, ikan layang, ikan tembang, Kupang
SEBARAN JENIS SAMPAH LAUT PADA TEMPAT BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA TUNGANAMO, KECAMATAN PANTAI BARU, KABUPATEN ROTE NDAO Astri Sukur; Yahyah Yahyah; Aludin Al Ayubi
Jurnal Bahari Papadak Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Sampah laut merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang banyak ditemukan di wilayah pesisir dan perairan laut. Keberadaan sampah laut di sekitar lokasi budidaya rumput laut dapat memengaruhi kualitas lingkungan perairan serta berpotensi mengganggu kegiatan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan kepadatan sampah laut yang terdapat di sekitar lokasi budidaya rumput laut di Desa Tunganamo, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2025 dengan menggunakan metode line transect dan plot pengamatan pada tiga stasiun penelitian dengan total 12 plot pengamatan berukuran 10 × 10 m². Parameter yang dianalisis meliputi komposisi jenis sampah laut dan kepadatan sampah laut yang ditemukan pada area budidaya rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah laut yang ditemukan didominasi oleh jenis sampah plastik, dengan total 11 jenis sampah, yaitu kantong plastik, botol plastik <2 liter, tutupan botol, tali rafia, sedotan plastik, tali nilon atau tali jaring, gelas plastik sekali pakai, kemasan minuman sachet, kemasan deterjen, kemasan makanan ringan, dan styrofoam. Komposisi sampah plastik tertinggi ditemukan pada kemasan makanan ringan sebesar 20,699%, diikuti oleh tali nilon sebesar 16,233% dan tutupan botol sebesar 16,104%. Nilai kepadatan total sampah laut di lokasi penelitian sebesar 0,520 potongan/m², dengan kepadatan tertinggi pada kemasan makanan ringan sebesar 0,118 potongan/m², diikuti oleh tutupan botol dan tali nilon masing-masing sebesar 0,082 potongan/m². Tingginya keberadaan sampah plastik di sekitar lokasi penelitian diduga dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat pesisir, kegiatan perikanan, serta aktivitas budidaya rumput laut di sekitar wilayah penelitian. Kata Kunci: Sampah Laut, Komposisi Jenis, Kepadatan Sampah, Budidaya Rumput Laut. Abstract- Marine debris is one of the environmental problems commonly found in coastal and marine areas. The presence of marine debris around seaweed cultivation areas can affect the quality of aquatic environments and potentially interfere with seaweed farming activities. This study aims to analyze the types and density of marine debris found around seaweed cultivation areas in Tunganamo Village, Pantai Baru District, Rote Ndao Regency. The research was conducted in July 2025 using the line transect and observation plot method at three research stations with a total of 12 observation plots measuring 10 × 10 m². The parameters analyzed included the composition of marine debris types and the density of marine debris found in the seaweed cultivation area. The results showed that the marine debris found was dominated by plastic waste, with a total of 11 types, namely plastic bags, plastic bottles <2 liters, bottle caps, raffia ropes, plastic straws, nylon ropes or net ropes, plastic cups, sachet drink packaging, detergent packaging, snack packaging, and styrofoam. The highest composition of plastic debris was found in snack packaging at 20.699%, followed by nylon rope at 16.233% and bottle caps at 16.104%. The total density of marine debris at the study site was 0.520 pieces/m², with the highest density found in snack packaging at 0.118 pieces/m², followed by bottle caps and nylon ropes at 0.082 pieces/m² each. The high presence of plastic debris in the study area is suspected to be influenced by coastal community activities, fishing activities, and seaweed farming activities around the research area. Keywords: Marine Debris, Composition of Debris Types, Debris Density, Seaweed Cultivation.
KEPADATAN DAN KEANEKARAGAMAN POPULASI MAKROZOOBENTOS SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN PADA LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA TESABELA, KECAMATAN PANTAI BARU, KABUPATEN ROTE NDAO Magdalena Noyanti Srimawar; Yahyah Yahyah; Lebrina Ivantry Boikh
Jurnal Bahari Papadak Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Kegiatan budidaya rumput laut di wilayah pesisir berpotensi memengaruhi kondisi ekosistem dasar perairan, khususnya komunitas makrozoobentos yang berperan sebagai bioindikator kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepadatan dan keanekaragaman makrozoobentos pada lokasi budidaya rumput laut di Desa Tesabela, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2025 menggunakan metode kuadran transek pada tiga stasiun pengamatan dengan total 27 titik pengambilan sampel. Parameter yang dianalisis meliputi kepadatan populasi dan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’), serta didukung oleh pengukuran suhu, salinitas, dan pH perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makrozoobentos yang ditemukan terdiri atas 13 spesies dari dua filum, yaitu Mollusca dan Echinodermata. Kepadatan makrozoobentos berkisar antara 12,56–14,67 ind/m², dengan nilai tertinggi pada Stasiun II (14,67 ind/m²), diikuti Stasiun I (12,89 ind/m²), dan terendah pada Stasiun III (12,56 ind/m²). Nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 0,364–0,368, yang tergolong rendah dan mengindikasikan komunitas makrozoobentos berada dalam kondisi tertekan. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh aktivitas budidaya rumput laut dan tekanan antropogenik di sekitar lokasi penelitian. Kata Kunci: Makrozoobentos, Kepadatan, Keanekaragaman, Budidaya Rumput Laut Abstract- Seaweed cultivation activities in coastal areas have the potential to affect the condition of the aquatic ecosystem, especially the macrozoobentos community which acts as a bioindicator of environmental quality. This study aims to analyze the density and diversity of macrozoobentos at the seaweed cultivation location in Tesabela Village, Pantai Baru District, Rote Ndao Regency. The research was carried out in July 2025 using the transect quadrant method at three observation stations with a total of 27 sampling points. The analyzed parameters included population density and the Shannon–Wiener diversity index (H'), and were supported by measurements of water temperature, salinity, and pH. The results showed that the macrozoobentos found consisted of 13 species of two phylum, namely Mollusca and Echinoderma. The density of macrozoobentos ranged from 12.56–14.67 ind/m², with the highest value at Station II (14.67 ind/m²), followed by Station I (12.89 ind/m²), and lowest at Station III (12.56 ind/m²). The diversity index value ranged from 0.364–0.368, which was relatively low and indicated that the macrozoobentos community was under stress. These conditions are thought to be influenced by seaweed cultivation activities and anthropogenic pressures around the research site. Keywords: macrozoobentos, density, diversity, seaweed cultivation