cover
Contact Name
Yahyah
Contact Email
yahyahrachim@gmail.com
Phone
+628113828906
Journal Mail Official
baharipapadak00@gmail.com
Editorial Address
Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JURNAL BAHARI PAPADAK
ISSN : -     EISSN : 27236536     DOI : -
Jurnal Bahari Papadak adalah sebuah jurnal nasional dalam bidang ilmu-ilmu kelautan dan perikanan yang di kelolah oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana. Tujuan utamanya adalah menyajikan artikel-artikel hasil riset atau penelitian yang berkualitas yang meliputi semua sub-bidang kajian dalam lingkup ilmu kelautan dan perikanan. Jurnal ini menyediakan ruang publikasi bagi akademisi, peneliti, mahasiswa dan kalangan professional lainnya. Artikel ilmiah yang diajukan untuk diterbitkan dalam jurnal ini harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu, merupakan paper asli (bebas plagiarisme), tidak dipublikasikan atau tidak sedang diajukan ke jurnal lain. Lingkup topik Jurnal Bahari Papadak meliputi manajemen sumberdaya perairan, perikanan tangkap, pengolahan hasil perikanan, sosial ekonomi perikanan, ilmu kelautan, bioteknologi perikanan, biologi dan ekologi biota perairan, serta penilaian dan pengelolaan ekosistem perairan.
Articles 193 Documents
PEMETAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN BERDASARKAN SEBARAN KLOROFI-A DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI PERAIRAN KOKAR Pandu, Juni Astika; Kangkan, Alexander L.; Paulus, Chaterina A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Klorofil-a merupakan salah satu parameter yang sangat menentukan produktivitas primer di laut. Sebaran dan tinggi rendahnya konsentrasi klorofil-a yang terkait dengan kondisi oseonografi suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran konsentrasi klorofil-a selama bulan Mei tahun 2022 di perairan Kokar, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor. Pengambilan data klorofil-a pada bulan Mei tahun 2022 diunduh dari website NASA Ocean Color. Hasil penelitian menunjukkan sebaran nilai klorofil-a berfluktuatif pada setiap daerah penangkapan ikan. Kisaran konsentrasi klorofil-a adalah 0.07 mg/m³- 0,42 mg/m³, sehingga dapat disimpulkan bahwa sebaran konsentrasi klorofil-a mengalami perubahan pada setiap harinya. Perubahan ini disebabkan oleh pergerakan air laut yang mengarah pada timur perairan Kokar sehingga mempengaruhi nilai klorofil-a. Kata Kunci: klorofil-a, NASA Osean Color, Perairan Kokar Abstract- Chlorophyll-a is one of the parameters that really determines primary productivity in the sea. The distribution and high and low concentrations of chlorophyll-a are related to the oceanographic conditions of a body of water. This research aims to determine the distribution of chlorophyll-a concentrations during May 2022 in Kokar waters, Alor Barat Utara District, Alor Regency. Chlorophyll-a data collection in May 2022 was downloaded from the NASA Ocean Color website. The results showed that the distribution of chlorophyll-a values ​​fluctuated in each fishing area. The chlorophyll-a concentration range is 0.07 mg/m³-0.42mg/m³, So it can be concluded that the distribution of chlorophyll-a concentrations changes every day. This change is caused by the movement of sea water towards the east of Kokar waters, thus affecting the chlorophyll-a value. Keywords: Chlorophyll-a, NASA Ocean Color, Kokar Waters
MORFOMETRIK GURITA (Octopus Cyanea) DI PERAIRAN ARUBARA, KELURAHAN TETANDARA, KECAMATAN ENDE SELATAN, KABUPATEN ENDE PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Linung, Maria Kurniati; Soewarlan, Lady Cindy; Boikh, Lebrina I.
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Gurita merupakan salah satu dari spesies dalam kelas Cephalopoda yang terdiri dari 289 spesies dan memiliki akitivitas hidup cepat tetapi umumnya mati dalam kondisi muda. di Indonesia di duga terdapat di perairan Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Banda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfometrik dari gurita (Octopus Cyanea) di perairan Arubara,Kelurahan Tetandara Kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data jenis hasil tangkapan di peroleh dari nelayan ketika melakukan pembongkaran hasil tangkapan gurita. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis berdasarkan karakteristik hasil tangkapan yang di daratkan di perairan Arubara yakni satu spesies yaitu gurita (OctopusCyanea) dengan jumlah gurita (OctopusCyanea) jantan 78% dan jumlah gurita (OctopusCyanea) betina 22%. Kata Kunci : Morfologi,Karakteristik Morfometrik,Octopus. Abstract - Octopus Octopus is one of the species in the Cephalopoda class which consists of 289 species and has fast life activity but generally dies when young. . In Indonesia it is thought to be found in the waters of Kalimantan, Sulawesi, Maluku and Banda. This research aims to determine the morphometric characteristics of octopuses (Octopus Cyanea) in Arubara waters, Tetandara Village, South Ende District, Ende Regency, East Nusa Tenggara Province. . Types of catch data captured by fishermen when unloading octopus catches. The results of the research show that the type based on the characteristics of the catch landed in Arubara waters is one species, namely the octopus (OctopusCyanea) with the number of male octopus (OctopusCyanea) being 78% and the number of female octopus (OctopusCyanea) being 22%. Keywords: Morphology, morphometric characteristics, octopus
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN PANCING ULUR (HANDLINE) DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) OEBA Seng Paka, Dominggo M.; Sine, Kiik G.; Soewarlan, Lady Cindy
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1). jenis hasil tangkapan berdasarkan karakteristik morfologi, 2). komposisi hasil tangkapan, 3). nilai CPUE. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Populasi pada penelitian ini adalah nelayan pancing ulur sejumlah 94 dengan sampel 48 nelayan. Data jenis hasil tangkapan diperoleh dari nelayan ketika melakuan pembongkaran hasil tangkapan. Hasil tangkapan diidentifikasi menggunakan panduan identifikasi ikan menurut wahyu, (2019). Data komposisi hasil tangkapan diperoleh melalui wawancara dan rekapan hasil tangkapan dari kantor PPI Oeba, selanjutnya dihitung menggunakan rumus komposisi. Informasi mengenai komposisi hasil tangkapan disajikan dalam bentuk persen. Data untuk mengetahui CPUE diperoleh dari kantor PPI Oeba. Nilai CPUE untuk tahun 2018-2022 mencakup semua jenis hasil tangkapan pancing ulur dan beberapa jenis hasil tangkapan sesuai jenis ikan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis berdasarkan morfologi karakteristik ikan hasil tangkapan serta komposisi hasil tangkapan yang didaratkan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba terdiri dari 11 spesies ikan yaitu Kakap Merah (Lutjanus sp.) 3,1%, Belang Kuning (Caesio cuning) 1,7%, Kerapu (Epinephelus sp) 0,7%, Anggoli (Pristipoimedes multidiens) 28,7%, Baronang (Siganus sp) 24.3%, Kakap Sawo (Ocyurus chrysurus) 6,2%, Cakalang (Katsuwonus pelamis) 3,1%, Tuna (Thunnus sp) 1,0%, Tongkol (Euthhynnus affinis) 1.4%, Tuna Mata Besar (Thunus Obesus) 4.1%, Madidihang atau tuna sirip kuning (Thunnus albacares) 25,7%. Nilai CPUE tertinggi terjadi di tahun 2019 sebesar 1,494,980 Kg/Trip dan CPUE terendah terjadi di tahun 2022 sebesar 290,623 kg/trip. Kata Kunci: Pancing ulur (handline), , Komposisi, CPUE, Pangkalan Pendaratan Ikan. Abstract – This research aims to find out 1). type of catch based on morphological characteristics, 2). catch composition, 3). CPUE value. The method used in this research is a survey method using a quantitative and qualitative descriptive approach. The population in this study was 94 handline fishermen with a sample of 48 fishermen. Data on the type of catch is obtained from fishermen when unloading the catch. The catch was identified using the fish identification guide according to Wahyu, (2019). Catch composition data was obtained through interviews and catch recaps from the PPI Oeba office, then calculated using the composition formula. Information regarding the composition of the catch is presented in percentage form. Data to determine CPUE was obtained from the PPI Oeba office. CPUE values ​​for 2018-2022 include all types of handline catches and several types of catches according to the type of fish in this study. The results of the research show that the types based on the morphological characteristics of the fish caught and the composition of the catch landed at the Oeba Fish Landing Base (PPI) consist of 11 species of fish, namely Red Snapper (Lutjanus sp.) 3.1%, Yellow Striped (Caesio cuning) 1 .7%, Grouper (Epinephelus sp) 0.7%, Anggoli (Pristipoimedes multidiens) 28.7%, Baronang (Siganus sp) 24.3%, Sawo Snapper (Ocyurus chrysurus) 6.2%, Skipjack (Katsuwonus pelamis) 3, 1%, Tuna (Thunnus sp) 1.0%, Tuna (Euthhynnus affinis) 1.4%, Bigeye Tuna (Thunnus Obesus) 4.1%, Yellowfin tuna or yellowfin tuna (Thunnus albacares) 25.7%. The highest CPUE value occurred in 2019 amounting to 1,494,980 Kg/trip and the lowest CPUE occurred in 2022 amounting to 290,623 kg/trip. Keywords: Handline, Composition, CPUE, Oeba Fish Landing Base
KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN WISATA PANTAI LASIANA KOTA KUPANG Mala, Aurelius Gode Ga’a; Sine, Kiik G.; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Keanekaragaman dan kelimpahan fitoplankton dapat menunjukkan kualitas dari perairan, dimana keanekaragaman fitoplankton menjadi tolak ukur penceraman yang terjadi pada perairan, selain itu kelimpahan fitoplankton dapat menjadi gambaran dari kepadatan fitoplankton pada suatu kawasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis fitoplankton yang terdapat pada perairan wisata pantai Lasiana Kota Kupang dan juga untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman fitoplankton di perairan wisata pantai Lasiana Kota Kupang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni – September 2023. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode sampling air laut dan koleksi fitoplankton. Penentuan lokasi penelitian menggunakan teknik purposive sampling dan pengukuran kualitas air diantaranya suhu, pH, salinitas, arus, DO (Dissolve Oxygen) dan buku identifikasi fitoplankton. Hasil dari penelitian ini didapatkan jenis-jenis fitoplankton yang ditemukan di perairan wisata Pantai Lasiana sebanyak 24 spesies dengan spesies Navicula membranacea dan Navicula distans adalah spesies yang paling sering ditemukan. Kelimpahan fitoplankton pada perairan Wisata Pantai Lasiana dari ke dua (2) stasiun yaitu 2.244 sel/L atau 2,244 x 103/L artinya Perairan Wisata Pantai Lasiana Kupang tergolong dalam perairan dengan kategori kesuburan sedang. Rata-rata nilai keanekaragaman (H’) di perairan Wisata Pantai Lasiana adalah 1,5195 yang berarti nilai keanekaragaman fitoplankton di perairan Wisata Pantai Lasiana tergolong sedang dan kestabilan komuditas yang sedang. Kata Kunci : Fitoplankton, Kelimpahan, Keanekaragaman Abstract - The diversity and abundance of phytoplankton can indicate the quality of the waters, where phytoplankton diversity is a measure of the scavenging that occurs in the waters, besides the abundance of phytoplankton can be an illustration of the density of phytoplankton in an area. The purpose of this study was to determine the types of phytoplankton found in the tourist waters of Lasiana beach Kupang City and also to determine the abundance and diversity of phytoplankton in the tourist waters of Lasiana beach Kupang City. This research was conducted in June - September 2023. The research method used was seawater sampling method and phytoplankton collection. Determination of the research location using purposive sampling technique and measurement of water quality including temperature, pH, salinity, current, DO (Dissolve Oxygen) and phytoplankton identification book. The results of this study obtained the types of phytoplankton found in the tourist waters of Lasiana Beach as many as 24 species with Navicula membranacea and Navicula distans species being the most commonly found species. The abundance of phytoplankton in the waters of Lasiana Beach Tourism from the two (2) stations is 2,244 cells/L or 2.244 x 103/L, meaning that the waters of Lasiana Beach Tourism Kupang are classified as waters with moderate fertility category. The average value of diversity (H') in the waters of Lasiana Beach Tourism is 1.5195 which means the value of phytoplankton diversity in the waters of Lasiana Beach Tourism is classified as moderate and moderate commodity stability. Keywords: Phytoplankton, Abundance, Diversity
STRUKTUR KOMUNITAS PADANG LAMUN DI PERAIRAN KELURAHAN SULAMU, NUSA TENGGARA TIMUR Leni, Agelda Herdemris; Toruan, Lumban N. L.; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Padang lamun memiliki peran penting bagi kehidupan biota-biota laut, sehingga penting untuk dijaga kelestariannya agar keberlangsungan produktivitas pada ekosistem lamun tetap seimbang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung dan menganalisis komposisi jenis, kerapatan, serta mengetahui indeks ekologi seperti indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi lamun di perairan Kecamatan Sulamu. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga Juni 2023, dengan menggunakan metode deskriptif dan terdapat 4 stasiun di perairan Kelurahan Sulamu. Penentuan lokasi dengan metode purposive random sampling dan menggunakan transek kuadran berukuran 25 cm x 25 cm pada hamparan lamun disetiap titik pengamatan serta jumlah tegakan diamati langsung secara visual. Hasil penelitian menunjukan 8 jenis lamun, yaitu Thalassia hemprichii, Cymodocea serulata, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis, Halodule pinifolia, Halophila ovalis, Syringodium isoetifolium, dan Enhalus acoroides. Kisaran kerapatan lamun yang ditemukan yaitu 15,03-2171,6 tegakan/m2. Indeks ekologi lamun menunujukan bahwa nilai keanekaragaman tergolong kategori sedang pada Stasiun I, Stasiun II, dan Stasiun III dan kategori rendah pada Stasiun IV, sedangkan nilai keseragaman tergolong kategori tinggi pada Stasiun I, Stasiun II dan Stasiun III dan kategori rendah pada Stasiun IV, sedangkan nilai dominansi tergolong kategori rendah pada semua stasiun. Kata Kunci: Struktur Komunitas, Ekosistem Lamun, Kabupaten Sulamu Abstract- Seagrass beds have an important role for the life of marine biota, so it is important to be preserved so that the sustainability of productivity in seagrass ecosystems remains balanced. The purpose of this study was to calculate and analyze the species composition, density, and determine ecological indices such as diversity index, uniformity, and dominance of seagrass in the waters of Sulamu District. This research was conducted from May to June 2023, using descriptive methods and there were 4 stations in the waters of Sulamu Village. Determination of location by purposive random sampling method and using quadrant transect measuring 25 cm x 25 cm on seagrass beds at each observation point and the number of stands observed directly visually. The results showed 8 seagrass species, namely Thalassia hemprichii, Cymodocea serulata, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis, Halodule pinifolia, Halophila ovalis, Syringodium isoetifolium, and Enhalus acoroides. The range of seagrass density found was 15.03-2171.6 stands/m2. The seagrass ecological index shows that the diversity value is classified as a medium category at Station I, Station II, and Station III and a low category at Station IV, while the uniformity value is classified as a high category at Station I, Station II and Station III and a low category at Station IV, while the dominance value is classified as a low category at all stations. Keywords: Community Structure, Lamun Ecosistem, Sulamu District
ANALISIS KELAYAKAN USAHA POLE LINE PADA KM. SYLVIA 445 DI LARANTUKA, FLORES TIMUR Soepardi, Sugiono; Aso, Stefanus Gi; Siregar, Jhon S. M.; Siahaan, Irandha C. M.; Ulat, Muhamad Ali; Ratung, Agustinus A. H; Saputra, Aman
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Analisis kelayakan Usaha dan Operasional perikanan pole and line pada KM. Sylvia 445, di merupakan penelitian yang dilaksanakan perairan Laut Paga dan Laut Selatan Flores. Penelitian dilakukan tanggal 17 Maret sampai dengan 28 Juni 2023. Tujuan penelitian untuk mengetahui teknik pengoperasian alat tangkap, jenis hasil tangkapan dan kelayakan usaha perikanan tangkap pole and line pada KM. Sylvia 445. Metode analisis data yang digunakan adalah (1) metode analisis deskriptif, untuk memberikan gambaran objek yang diteliti melalui data yang telah dikumpulkan (2) Metode analisis Finansial, untuk mengetahui perkiraan dalam hal pendanaan dan aliran kas. Hasil analisis kelayakan usaha nilai B/C Ratio usaha perikanan pada Musim Ikan Sebesar 2,068, Payback Period (PP) sebesar 1,87 dan keuntungan bersih yang diterima yaitu Rp. 134.692.500,- serta keuntungan kotor Rp. 269.385.000,-. Dengan demikian usaha ini dikatakan layak dijalankan atau diteruskan. Kata Kunci : Pengoperasian, pole and line, cakalang, finansial Abstract - Business feasibility and operational analysis of pole and line fisheries in KM. Sylvia 445, in is a research carried out in the waters of the Paga Sea and the South Sea of Flores. The research was conducted from March 17 to June 28, 2022. The aim of the research was to find out the fishing gear operating techniques, the types of catch and the feasibility of the pole and line capture fisheries business in KM. Sylvia 445. The data analysis method used is (1) descriptive analysis method, to provide an overview of the object under study through the data that has been collected (2) Financial analysis method, to find out estimates in terms of funding and cash flow. The results of the analysis of business feasibility B/C Ratio value of fishing business in the Fish Season is 2.068, the Payback Period (PP) is 1.87 and the net profit received is Rp. 134,692,500, - and a gross profit of Rp. 269,385,000,-. Thus this business is said to be feasible to run or continue. Keywords : Operation, pole and line, skipjack tuna, financial
PENANGANAN IKAN TUNA LOIN DI ATAS KAPAL TAHAPAN PROCESSING DAN PEMASARAN PADA CV. CHARLIE EKA PRANATA DI PPI OEBA KUPANG, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Mau, Yesaya; Siahaan, Irandha C. M.; Rajab, Rizki
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Potensi lestari sumberdaya Perikanaan Prov. NTT yang harus dimanfaatkan setiap tahun adalah 491.700 ton/tahun dengan jumlah hasil tangkapan yang diperbolehkan sebesar 80%/393.360 ton/tahun, namun tingkat pemanfaatannya baru mencapai 40,7%. Untuk menjawab rendahnya pemanfaatan sumberdaya perikanan di wilayah perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur maka dapat dipastikan bahwa peluang pemanfaatan sumberdaya ikan tuna sangat besar untuk meningkatkan pendapatan nelayan. Untuk itu penangkapan ikan tuna harus diikuti penanganan dan pengolahan yang higienis dan berkualitas penting mengingat ikan tuna merupakan salah satu komoditas menjawab pasar dalam dan luar negeri. Ikan tuna juga meupakan bahan makanan yang dapat meningkatkan gisi bagi tubuh manusia, untuk itu dibutuhkan penanganan yang maksimal sehingga tidak membusuk. Tindakan penangaaanan ikan Tuna harus dimulai dari aktivitas penangkapan, karna apabila tidak diberi perlakuan atau penanganan yang tepat maka ikan tuna tersebut kualitasnya menurun dan berdampak terhadap harga pemasaran. Penanganan cepat dan tepat dimaksudkan agar mutu dan kualitasnya tidak menurun, dengan prinsip cepat, cermat, bersih, sehat dan di simpan pada suhu rendah sehingga dapat mencegah pertumbuhan bakteri yang menyebabkan pembusukan sehingga harga ikan tuna makin tinggi dipasar sesuai permintaan dan menguntungkan serta dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan tuna di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kata Kunci : Penanganan ikan tuna loin yang baik, benar akan meningkatkan hagra jual dan pendapatan nelayan. Abstract - Sustainable potential of Fisheries resources in NTT Provinces which should be utilized annually is 491,700 tons/year with the allowable catch of 80%/393,360 tons/year, but the utilization rate has only reached 40.7%. To answer the low utilization of fishery resources in t FISHhe marine territorial of East Nusa Tenggara Province, it can be ensured that the prospect for utilizing tuna fish resources is very large to increase fishermen's income. Therefore, tuna fishing should be handling and processing in hygienically, which is considering that tuna is one of the important commodities responding to domestic and foreign markets. Tuna is also a food ingredient that can increase nutrition for the human physical growth, Thus it requires maximum handling so that it does not rot. The action of handling tuna should be starting from fishing activities and proper treatment or handling, to prevent low quality of the tuna that will have an impact on marketing prices. Fast and accurate handling is intended to maintain high quality with the principles of fast, careful, clean, healthy and stored at low temperatures so as to prevent the growth of bacteria that cause spoilage so that the price of tuna fish is higher in the market according to demand and is profitable and can increase income and welfare of tuna fishermen in East Nusa Tenggara Province. Keywords: Handling Tuna Loin properly, will increase the selling price and fisherman's income.
JENIS-JENIS MANGROVE DI DESA LAMATOKAN, KECAMATAN ILE APE TIMUR, KABUPATEN LEMBATA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR So’o, Eleonora Adela; Sine, Kiik G.; Ayubi, Aludin Al
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis mangrove di Desa Lamatokan, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT. Dilaksanakan sepanjang bulan Februari hingga Maret 2024, penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data lapangan melalui observasi dan dokumentasi serta dianalisis secara deskriptif. Hasil yang di dapat pada penelitian ini adalah terdapat lima (5) jenis mangrove yang berada pada kawasan mangrove Desa Lamatokan, diantaranya adalah Soneratia alba, Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculate, Rhizophora stylosa, dan Lumnitzera racemose. Kelima jenis mangrove yang terdapat di kawasan Mangrove Desa Lamatokan sudah dibuat deskripsi dan klasifikasi untuk setiap jenis yang dilengkapi dengan gambar jenis-jenis mangrove. Kata kunci. Desa Lamatokan, Kawasan Mangrove, Jenis Mangrove Abstract - This research was conducted with the aim of determining of mangrove species in Lamatokan Village, East Ile Ape District, Lembata Regency, NTT Province. Carried out from February to March 2024, this research used field data collection methods through observation and documentation and analyzed descriptively. The results obtained from this research are that there are five (5) types of mangroves in the Lamatokan Village mangrove area, including Soneratia alba, Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculate, Rhizophora stylosa, and Lumnitzera racemose. Descriptions and classifications have been made for the five types of mangroves found in the Lamatokan Village Mangrove area for each type, accompanied by pictures of the species of mangroves. Keywords. Lamatokan Village, Mangrove Area, Species of Mangrove
HUBUNGAN PARAMETER KUALITAS AIR TERHADAP TUTUPAN KARANG DI PESISIR KELURAHAN FATUBESI DAN PASIR PANJANG, KOTA KUPANG Polin, Charlens; Siregar, Jhon Septin Mourisdo; Satir, Edizul Adiwijaya; Ratung, Agustinus Apriyadi Hanggum; Boikh, Lebrina Ivantry
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Eutrofikasi akan menyebabkan meledaknya populasi organisme tertentu sehingga dapat menimbulkan kematian beberapa organisme perairan, termasuk ekosistem terumbu karang. Tujuan mengetahui hubungan kondisi kualitas air terhadap tutupan karang di Pesisir Kelurahan Fatubesi dan Pasir Panjang, Kota Kupang. Penelitian ini dilaksanakan di Pesisir Kelurahan Fatubesi dan Kelurahan Pasir Panjang Kecamatan Kota Lama Kota Kupang pada bulan Agustus 2023 Pengambilan data tutupan terumbu karang dilakukan dengan Point Intercept Transect (PIT) dengan panjang transek 2 x 25 m yang diletakkan pada kedalaman 3 meter dan 10 meter. Principal Components Analysis digunakan untuk melihat parameter - parameter lingkungan yang mempengaruhi tutupan karang pada suatu perairan. Hasil uji PCA yang dilakukan, tutupan karang memiliki korelasi positif dengan salinitas (0.676), kecerahan (0.676), kecepatan arus (0.618) dan DO (0.708). Sedangkan suhu, pH dan kekeruhan memiliki korelasi negative dengan tutupan karang yaitu masing-masing sebesar -0.526, -0.736 dan -0.494. Hasil Penelitian ini menjadi informasi bagi pemerintah dan masyarakat untuk melakukan pengelolaan yang baik melalui pengurangan buangan bahan organic ke badan perairan yang bersumber dari kegiatan yang dilakukan di daratan. Kata kunci : Eutrofikasi, terumbu karang, Principal Components Analysis Abstract - Eutrophication will cause an explosion in the population of certain organisms that can cause the death of some aquatic organisms, including coral reef ecosystems. The purpose of knowing the relationship of water quality conditions to coral cover in the Coastal Village of Fatubesi and Pasir Panjang, Kupang City. This research was conducted in the coastal area of Fatubesi Village and Pasir Panjang Village, Kota Lama Sub-district, Kupang City in August 2023. Data collection of coral reef cover was carried out by Point Intercept Transect (PIT) with a transect length of 2 x 25 m which was placed at a depth of 3 meters and 10 meters. Principal Components Analysis is used to see environmental parameters that affect coral cover in a body of water. The results of the PCA test conducted, coral cover has a positive correlation with salinity (0.676), brightness (0.676), current speed (0.618) and DO (0.708). while temperature, pH and turbidity have a negative correlation with coral cover which is -0.526, -0.736 and -0.494 respectively. The results of this study provide information for the government and the community to carry out good management through reducing the discharge of organic matter into water bodies sourced from activities carried out on land. Keywords: Eutrophication, coral reef, Principal Components Analysis
HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP BANDO YANG DIOPERASIKAN OLEH NELAYAN DI PERAIRAN BAGIAN SELATAN KABUPATEN ENDE, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Bapang, Kusmadi S.; Yahyah, Yahyah; Ayubi, Aludin Al
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tangkapan alat tangkap bando yang dioperasikan oleh nelayan di perairan bagian selatan, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif . Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa jenis-jenis ikan yang tertangkap pada alat tangkap bando adalah sebanyak 3 jenis yaitu ikan tuna sirip kuning, ikan marlin dan ikan tenggiri. Jumlah ikan hasil tangkapan alat tangkap bando perhari yaitu untuk ikan tuna sirip kuning berkisar antara 1-4 ekor dengan nilai rata-rata 3 ekor/perhari dan komposisinya sebesar 49,38 %, kemudian ikan tenggiri berkisar antara 1-2 ekor dengan nilai rata-rata sebesar 1 ekor/hari dan komposisinya sebesar 20,99 %, selanjutnya ikan marlin berkisar antara 1-3 ekor dengan nilai rata-rata sebesar 2 ekor/hari dan nilai komposisinya sebesar 29,63 %. Jumlah hasil tangkapan dan komposisi hasil tangkapan tertinggi terdapat pada ikan tuna sirip kuning, diikuti ikan marlin dan terendah terdapat pada ikan tenggiri. Kata Kunci : Hasil Tangkapan, Bando, Nelayan, Ende Abstract - This research aims to determine the catch of bando fishing gear operated by fishermen in southern waters, Ende Regency, East Nusa Tenggara Province. This research method uses qualitative and quantitative methods. Data collection in this research used observation techniques. The data collected was then analyzed using qualitative and quantitative descriptive analysis. The results of the research found that there were 3 types of fish caught using bando fishing gear, namely yellowfin tuna, marlin and mackerel. The number of fish caught by bando fishing gear per day, namely for yellowfin tuna, ranges from 1-4 fish with an average value of 3 fish/per day and the composition is 49.38%, then mackerel fish ranges from 1-2 fish with an average value of the average is 1 fish/day and the composition is 20.99%, then marlin ranges between 1-3 fish with an average value of 2 fish/day and the composition value is 29.63%. The highest number of catches and catch composition was found in yellowfin tuna, followed by marlin and the lowest was found in mackerel. Keyword : Catches, Bando, Fishermen, Ende