cover
Contact Name
Yahyah
Contact Email
yahyahrachim@gmail.com
Phone
+628113828906
Journal Mail Official
baharipapadak00@gmail.com
Editorial Address
Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JURNAL BAHARI PAPADAK
ISSN : -     EISSN : 27236536     DOI : -
Jurnal Bahari Papadak adalah sebuah jurnal nasional dalam bidang ilmu-ilmu kelautan dan perikanan yang di kelolah oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana. Tujuan utamanya adalah menyajikan artikel-artikel hasil riset atau penelitian yang berkualitas yang meliputi semua sub-bidang kajian dalam lingkup ilmu kelautan dan perikanan. Jurnal ini menyediakan ruang publikasi bagi akademisi, peneliti, mahasiswa dan kalangan professional lainnya. Artikel ilmiah yang diajukan untuk diterbitkan dalam jurnal ini harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu, merupakan paper asli (bebas plagiarisme), tidak dipublikasikan atau tidak sedang diajukan ke jurnal lain. Lingkup topik Jurnal Bahari Papadak meliputi manajemen sumberdaya perairan, perikanan tangkap, pengolahan hasil perikanan, sosial ekonomi perikanan, ilmu kelautan, bioteknologi perikanan, biologi dan ekologi biota perairan, serta penilaian dan pengelolaan ekosistem perairan.
Articles 193 Documents
TINGKAT KEPEDULIAN DAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKITAR PESISIR KAMPUNG BAJO KELURAHAN SULAMU KABUPATEN KUPANG Ando, Lauransia A. L.; Sine, Kiik G.; Toruan, Lumban N. L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang tingkat kepedulian dan kesadaran masyarakat Pesisir Kampung Bajo di Kelurahan Sulamu Kabupaten Kupang terhadap kebersihan lingkungan yang ada di sekitarnya. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Formula Generik. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan kategori responden berusia 17-60 tahun. Data hasil observasi dan wawancara kemudian akan diolah menggunakan analisis deskriptif statistik, Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunujukan bahwa tingkat kepedulian Kampung Bajo terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya berada pada kategori baik dengan nilai 3,42. Hal ini dipengaruhi oleh ketersediaan tempat sampah di masing-masing rumah masyarakat setempat serta adanya tempat sampah umum yang sudah disediakan oleh pemerintah turut mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, selain itu juga masyarakat melakukan kegiatan jumat bersih untuk mendukung kebersihan lingkungan sekitar. Kata Kunci : Kepedulian dan Kesadaran, Masyarakat Pesisir, Kebersihan Lingkungan. Abstract- This study was conducted to determine the level of concern and awareness of the Bajo Village Coastal community in Sulamu Village, Kupang Regency towards the cleanliness of the surrounding environment. Determination of the sample size using the Generic Formula. The data collection methods used in this research are observation, interview, and documentation. The sampling procedure used a random sampling technique with the category of respondents aged 17-60 years. The data from observations and interviews will then be processed using descriptive statistical analysis. The results obtained from this study indicate that the level of awareness of Bajo Village towards the cleanliness of the surrounding environment is in the good category with a value of 3.42. This is influenced by the availability of trash bins in each of the local community's homes and the existence of public bins that have been provided by the government to support the creation of a clean environment, besides that the community also conducts clean Friday activities to support the cleanliness of the surrounding environment. Keywords: Concern and Awareness, Coastal Communities, Environmental Cleanliness
ANALISIS HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP MINI PURSE SEINE YANG DIDARATKAN DI PPI TULANDALE KELURAHAN METINA KECAMATAN LOBALAIN KABUPATEN ROTE NDAO Boga, Jomeldi; Tallo, Ismawan; Boikh, Lebrina I.
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Mini purse seine merupakan alat tangkap yang berupa kantong yang dilengkapi dengan cincin dan purse line yang berada dibawah tali ris yang mempunyai fungsi untuk menyatukan bagian bawah jaring pada saat beroperasi dengan cara purse line ditarik sehingga jaring membentuk kantong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan komposisi ikan hasil tangkapan alat tangkap mini purse seine yang di daratkan di PPI Tulandale kelurahan Metina Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi. Wawancara dan studi literatur selanjutnya hasil dari penelitian ini ditemukan jenis ikan hasil tangkapan alat tangkap mini purse seine yang di daratkan di PPI Tulandale terdiri dari ikan Kembung, ikan Layang, ikan Selar dan ikan Tembang. Yang mana untuk famili carangidae terdiri dari 1 spesies yaitu ikan layang (Decapterus russelli) dengan nilai komposisi (36,6%), famili scombridae terdiri dari 2 spesies yaitu ikan selar (Selar boops).dengan komposisi sebesar (12,1% dan ikan kembung (Rastrelliger faughni) dengan nilai komposisi (44,3%) famili Clupeidae terdiri dari 1 spesies yaitu ikan Tembang (Sardinella fimbriata) dengan nilai komposisi (7.1%) Kata Kunci: Hasil tangkapan Mini Purse seine, PPI Tulandale Abstract – Mini purse seine is a fishing tool in the form of a bag equipped with a ring and a purse line under the ris rope which has the function of holding the bottom of the net together when operating by pulling the purse line so that the net forms a bag. The aim of this research is to determine the type and composition of fish caught by mini purse seine fishing gear landed at PPI Tulandale, Metina sub-district, Lobalain District, Rote Ndao Regency. Data collection in this research used observation techniques. Interviews and subsequent literature studies as a result of this research found that the types of fish caught by mini purse seine fishing gear landed at PPI Tulandale consisted of mackerel fish, flying fish, selar fish and tembang fish. The Carangidae family consists of 1 species, namely flying fish (Decapterus russelli) with a composition value of (36.6%), the Scombridae family consists of 2 species, namely trevally (Selar boops) with a composition of (12.1% and fish mackerel (Rastrelliger faughni) with a composition value of (44.3%) the Clupeidae family consists of 1 species, namely the Tembang fish (Sardinella fimbriata) with a composition value of (7.1%) Keywords: Mini Purse seine catch, PPI Tulandale
JENIS-JENIS LAMUN DI PESISIR SULAMU, KABUPATEN KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR Leba, Tresna Mahdalena; Toruan, Lumban N. L.; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis lamun di Perairan Sulamu. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Mei sampai Juni 2023, dengan menggunakan metode transek kuadran pada empat stasiun pengambilan data. Terdapat 8 jenis lamun yang ditemukan pada lokasi penelitian yaitu H. pinifolia, H. Uninervis, H.ovalis, C. serrulata, C. rotundata, T. hemprichii, E. acroides, dan S. Isoetifolium. Kata Kunci: Lamun, Sulamu, Keragaman Abstract- The study aimed to determine the diversity of seagrass species in Sulamu waters. The research was conducted from May to June 2023, using the quadrant transect method at four data collection stations there were 8 seagrass species found at the research site, namely H. pinifolia, H. Uninervis, H.ovalis, C. serrulata, C. rotundata, T. hemprichii, E. acroides, dan S. Isoetifolium. Keywords: Seagrass, Sulamu,Diversity
ASPEK REPRODUKSI IKAN TUNA YANG TERTANGKAP OLEH NELAYAN BANDO DI PERAIRAN BAGIAN SELATAN KABUPATEN ENDE Feli, Fransisko Xaverius; Paulus, Chaterina A.; Yahyah, Yahyah
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek reproduksi ikan tuna yaitu nisbah atau sex ratio kelamin, Indeks Kematangan Gonad (IKG), dan Tingkat Kematangan Gonad (TKG) yang tertangkap oleh nelayan di perairan bagian selatan, Kabupaten Ende. pengambilan sampel ikan tuna ini dilakukan pada bulan Mei sampai bulan Juli tahun 2023. Sampel ikan tuna yang diamati adalah sebanyak 40 ekor ikan. Pengamatan dilakukan secara langsung meliputi: TKG, nisbah atau sex ratio kelamin, IKG. Nisbah kelamin ikan tuna jantan dan betina dari sampel yang diperoleh setiap minggu dalam 2 bulan penelitian tidak menyimpang dari rasio 1 jantan : 1 betina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis chi-square (χ2) memperlihatkan bahwa berdasarkan banyaknya sampel ikan tuna yang diperoleh selama 2 bulan penelitian (40 ekor) tidak terdapat adanya perbedaan (χ2, P< χ2tabel = 15,507 (atau χ2hitung < χ2tabel), yang memberi arti bahwa pada e secara visual berada pada TKG II dengan ciri-ciri gonad mengisi seperempat rongga tubuh, warna gonad pada ikan jantan kelabu atau putih dan berbentuk pipih, sedangkan pada ikan betina berwarna kemerahan atau kuning dan berbentuk bulat, dan telur tidak tampak dan/atau kelihatan masih halus atau belum bisa dibedakan antara butir-butir telur ikan. Nilai IKG berkisar antara 1,81% sampai 4,76% untuk gonad ikan tuna jantan, dan ikan tuna betina berkisar antara 1,90% sampai 4,29%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa nilai IKG ikan tuna di perairan Teluk Ippi berada pada TKG II. Kata kunci : Reproduksi, Alat Tangkap Bando, Tuna. Abstract - This study aims to determine the reproductive aspects of tuna fish, namely sex ratio , Gonadal Maturity Index (IKG), and Gonadal Maturity Level (TKG) caught by fishermen in the southern waters, Ende Regency. The observed tuna samples were 40 fish. Observations were made directly including: The sex ratio of male and female tuna from the samples obtained every week in 2 months of research did not deviate from the ratio of 1 male : 1 female. The results showed that the results of chi-square analysis (χ2) showed that based on the number of tuna samples obtained during the 2 months of research (40 fish) there was no difference (χ2, P < χ2table = 15.507 (or χ2count < χ2table), which means that the e visually is in TKG II with the characteristics of gonads filling a quarter of the body cavity, the color of the gonads in male fish is gray or white and flat, while in female fish it is reddish or yellow and round, and the eggs do not appear and/or look still smooth or cannot be distinguished between fish eggs. IKG values ranged from 1.81% to 4.76% for male tuna gonads, and female tuna ranged from 1.90% to 4.29%. Thus, it can be concluded that the IKG value of tuna in Ippi Bay waters is in TKG II. Keywords: Reproduction, Bando Fishing Gear, Thunus
ANALISIS HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP JARING INSANG (Gill Net ) DI DESA LAMATOKAN KECAMATAN ILE APE TIMUR KABUPATEN LEMBATA Sarti, Hermin; Tallo, Ismawan; Soewarlan, Lady Cindy
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah hasil tangkapan, komposisi jenis, dan produksi hasil tangkapan jaring insang (gillnet), di Desa Lamatokan. Penelitian dilakukan dari bulan Juli sampai dengan bulan Agustus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Kemudian hasil dari penelitian ini menemukan bahwa jenis ikan hasil tangkapan jaring insang yang di operasikan di Desa Lamatokan terdiri dari ikan kembung, ikan baronang susu, ikan botana belang kuning, ikan lolosi biru, dan ikan julung-julung. Ikan julung-julung dengan komposisi sebesar 50,89 %, baronang susu dengan komposisi sebesar 36,20%, ikan kembung dengan komposisi sebesar 6,84%, ikan botana belang kuning dengan komposisi sebesar 4,05% dan ikan lolosi biru dengan komposisi sebesar 2,03 %. Sedangkan jumlah produksi ikan hasil tangkapan dalam kurun waktu satu bulan (Juli - Agustus) yaitu ikan julung-julung sebesar 402 kg dengan nilai CPUE sebesar 50,25, baronang susu sebesar 286 kg dengan nilai CPUE sebesar 35,75 kg, ikan kembung sebesar 54 kg dengan nilai CPUE sebesar 6,75 kg, ikan botana belang kuning sebesar 32 kg dengan nilai CPUE sebesar 4,00 kg, dan ikan lolosi biru sebesar 16 kg dengan nilai CPUE sebesar 2,00 kg. Kata kunci: Desa Lamatokan, Jaring Insang, Komposisi Jenis Ikan, Produksi Hasil Tangkapan Abstract - The purpose of this study was to determine the number of catches, species composition, and gillnet production, in Lamatokan Village. The study was conducted from July to August. Data collection techniques in this study are using observation techniques and analyzed using descriptive analysis. Then the results of this study found that the types of fish caught by gill nets operated in Lamatokan Village consisted of mackerel, milk baronang fish, yellow striped botana fish, blue lolosi fish, and julung-julung fish. . Julung-julung fish with a composition of 50.89%, milk baronang with a composition of 36.20%, mackerel with a composition of 6.84%, yellow striped botana fish with a composition of 4.05% and blue lolosi fish with a composition of 2.03%. While the total production of fish caught within one month (July - August) is julung-julung fish of 402 kg with a CPUE value of 50.25, milk baronang of 286 kg with a CPUE value of 35.75 kg, mackerel of 54 kg with a CPUE value of 6.75 kg, yellow striped botana fish of 32 kg with a CPUE value of 4.00 kg, and blue lolosi fish of 16 kg with a CPUE value of 2.00 kg. Keywords: Lamatokan Village, Gill Nets, Fish Species Composition, Catch Production
DISTRIBUSI GEOGRAFI Anisakis sp DI PERAIRAN NUSA TENGGARA TIMUR Aris, Nevi Velesia; Soewarlan, Lady Cindy; Saraswati, Suprabadevi A.; Resssie, Jeni Dorlince; Irmasuryani, Irmasuryani
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Anisakis sp merupakan spesies yang patogen pada produk perikanan laut. Anisakis bersifat zoonosis, dapat bertransmisi dari ikan ke manusia melalui rantai makanan. Infeksi Anisakis dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada konsumen dan kerugian ekonomis pada industri perikanan, sebab itu perlu informasi tentang distribusi pada tubuh inang, sebaran geografis dan infeksi pada intermediate host. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai prevalensi dan intensitas Nemipterus sp. dari Perairan NTT dan mengetahui sebaran geografis Anisakis sp. yang menginfeksi Neimpterus sp. pada Perairan NTT. Metode penelitian adalah survey melalui observasi terhadap 155 Nemipterus sp. yang tertangkap dari Perairan Pulau Semau dan Pulau Kera. Ikan di bedah kemudian dilakukan pengamatan pada daging, gonad, rongga perut dan usus. Informasi daerah tangkapan diperoleh melalui maping partisipatif dengan nelayan penangkap, selanjutnya sebaran geografis dipetakan menggunakan aplikasi GIS. Selain itu digunakan juga informasi dari hasil-hasil riset pada perairan NTT. Hasil penelitian menunjukan: (1). Infeksi pada Nemipterus sp. adalah: prevalensi 19 % dan intensitas infeksi 1 individu/ekor. (2). Distribusi geografis Perairan Pulau Semau dan Pulau Kera pada ikan Nemipterus sp. Laut Sawu pada Katsuwonus pelamis, yang didaratkan di PPI Oeba pada ikan Lates calcarifer,Lutjanus sanguineus, Ephinephelus sp. Kata Kunci : Anisakis sp, Nemipterus sp, Prevalensi, Sebaran Geografis Abstract - Anisakis sp is a pathogenic species in marine fishery products. Anisakis is zoonotic, it can be transmitted from fish to humans through the food chain. Anisakis infection can cause health problems to consumers and economic losses to the fishing industry, therefore it is necessary to provide information about distribution in the host body, geographic distribution and infection in intermediate hosts. This research was conducted to find out the prevalence and intensity of Nemipterus sp from NTT waters and to determine the geographic distribution of Anisakis sp that infects Neimpterus sp in NTT waters.The research method was a survey through observation of 155 Nemipterus sp caught from the waters of Semau Island and Kera Island. The fish in surgery were then observed on the flesh, gonads, abdominal cavity and intestines. Catchment area information is obtained through participatory mapping with fishing fishermen, then the geographic distribution is mapped using a GIS application. In addition, information from research results in NTT waters is also used. The results showed: (1). Infections in Nemipterus sp are: prevalence 19% and intensity of infection 1 individual/head. (2). Geographical distribution of the waters of Semau Island and Monkey Island on Nemipterus sp, Sawu Sea on Katsuwonus pelamis, which landed at PPI Oeba on Lates calcarifer fish, Lutjanus sanguineus, Ephinephelus sp. Keyword : Anisakis sp, Nemipterus sp, Prevalance, Geographical Distribution
ANALISIS HASIL TANGKAPAN GURITA PADA ALAT TANGKAP HAND LINE MENGGUNAKAN UMPAN POCONG - POCONG YANG DI OPERASIKAN OLEH NELAYAN DIPERAIRAN KABUPATEN ENDE PROVINSI NUSA TENGGRA TIMUR Tupen, Paskalia Somi; Yahyah, Yahyah; Ayubi, Aludin Al
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Kabupatenh Ende merupakan Kabupaten yang memiliki potensi perikanan laut yang cukup besar. Salah satu komoditas unggulan Kabupaten Ende adalah gurita (Octopus sp). Harga gurita tingkat nelayan cukup prospektif dibanding ikan lain. Hal ini menyebabkan sebagian besar nelayan di kabupaten Ende menjadikan komoditas gurita sebagai tangkapan utama. Salah satu teknologi perikanan yang memberikan kontribusi besar terhadap hasil tangkapan terletak pada konstruksi peralatan penangkapan, jenis-jenis peralatan penangkapan yang digunakan, dan teknik operasionalnya. Nelayan Penangkapan gurita di Perairan Ende masih menggunakan alat tangkapan tradisional yaitu alat tangkap (Hand line) dengan umpan pocong – pocong yang merupakan salah satu jenis alat tangkap yang digunakan untuk menangkap gurita. Komposisi hasil tangkapan pada alat tangkap Hand line (pocong – pocong ) yang didaratkan di tiga lokasi pada perairan Ende, terdapat 1 family 1 spesies yang terdiri dari Gurita Karang (octopus cyanea) sebesar 100%. Produksi hasil tangkapan oleh nelayan yang didaratkan di tiga lokasi pada perairan Ende selama 5 tahun yaitu pada tahun 2019- 2023 dengan nilai produksi tertinggi pada tahun 2023 sebesar 1493,5 kg dan terendah tahun 2020 sebesar 995,6 kg. Nilai CPUE tertinggi pada tahun 2023 sebesar 1286,94 kg/trip dan terendah tahun 2020 sebesar 900,84 kg/trip. Kata Kunci : Hand Line, Gurita (O.Cyanea) Abstract - Ende Regency is a regency with significant potential for marine fisheries. One of Ende Regency's flagship commodities is octopus (Octopus sp). The price of octopus at the fisherman level is quite promising compared to other fish. This has led the majority of fishermen in Ende Regency to consider octopus as their main catch. That one of the fishing technologies that contribute significantly to catch results lies in the construction of capture equipment, the types of capture equipment used, and their operational techniques. Octopus fishermen in the waters of Ende still use traditional capture tools, namely hand lines with "pocong-pocong" bait. "Pocong-pocong" is one of the types of capture tools used to catch octopus. The composition of the catch results using hand lines ("pocong-pocong") landed at three locations in the waters of Ende shows one family and one species, consisting of Coral Octopus (Octopus cyanea) at 100%. The production of catch results by fishermen landed at three locations in the waters of Ende over 5 years, from 2019 to 2023, had the highest production value in 2023 at 1493.5 kg and the lowest in 2020 at 995.6 kg. The highest CPUE (Catch Per Unit Effort) value in 2023 was 1286.94 kg/trip, while the lowest was in 2020 at 900.84 kg/trip. Keywords : Hand Line, Octopus (O. Cyanea)
ZONASI KEARIFAN LOKAL “MURO” DI DESA LAMATOKAN, KECAMATAN ILE APE TIMUR, KABUPATEN LEMBATA De Rosari, Vincensia Claudia Vanti; Paulus, Chaterina A.; Boikh, Lebrina I.
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kearifan lokal Muro adalah sebuah kawasan didarat atau di laut yang dilindungi dan dijaga oleh masyarakat adat melalui ritual dan aturan adat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Zonasi Kearifan “Muro” di Desa Lamatokan, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata. Penelitian dilaksanaakn pada bulan Juli 2023. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi dokumentasi, observasi dan wawancara. Wawancara dilakukan dalam bentuk Focus Group Discusion (FGD). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan dalam pengelolaan Zonasi Kearifan Lokal Muro, terdapat tiga kawasan zonasi dalam Muro yaitu; zona inti, zona penyangga, dan zona pemanfaatan. Tiga Zonasi Kearifan Lokal “Muro” melindungi 8 spesies yang terancam punah yaitu; duyung, lumba-lumba, penyu, pari manta, ikan napoleon, kuda laut, terumbu karang, dan mangrove. Ketiga zonasi ini dibentuk berdasarkan latar belakang sosial budaya, sosial ekonomi dan ekologi. Kata Kunci : Zonasi,Muro,Desa Lamatokan Abstrak - Muro local wisdom is an area on land or at sea that is protected and guarded by custom through rituals and customary rules. This research aims to determine the Zoning of "Muro" Wisdom in Lamatokan Village, East Ile Ape District, Lembata Regency. The research was carried out in July 2023. The research method used in the research was qualitative, descriptive in nature using primary and secondary data. Data collection techniques in this research include documentation, observation and interviews. Interviews were conducted in the form of a Focus Group Discussion (FGD). The data analysis used in this research is descriptive analysis. The research results show that in the management of Muro Local Wisdom Zoning, there are three zoning areas in Muro, namely; core zone, buffer zone and utilization zone. Three "Muro" Local Wisdom Zonings protect 8 endangered species, namely; dugongs, dolphins, turtles, manta rays, napoleon fish, seahorses, coral reefs and mangroves. This third zoning is formed based on socio-cultural, socio-economic and ecological backgrounds.Keywords: Zoning, Muro, Lamatokan Village
TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP JARING INSANG (GILL NET) YANG DIOPERASIKAN OLEH NELAYAN DI DESA LAMATOKAN KECAMATAN ILE APE TIMUR KABUPATEN LEMBATA Nanga, Srinana; Tallo, Ismawan; Ayubi, Aludin Al
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Penelitian ini mengkaji tingkat keramahan lingkungan alat tangkap jaring insang (gill net) yang dioperasikan oleh nelayan di Desa Lamatokan, dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keramahan lingkungan alat tangkap jaring insang yang dioperasikan oleh nelayan di Desa Lamatokan Kecamatan Ile Ape Timur Kabupaten Lembata. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan responden 9 orang nelayan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap jaring insang dengan ukuran mata jaring 2,5 inci yang digunakan oleh nelayan di Desa Lamatokan tergolong sangat ramah lingkungan, dengan nilai skor 28. Temuan ini menunjukkan bahwa nelayan di desa tersebut telah mengoperasikan alat tangkapnya dengan memperhatikan aspek-aspek keramahan lingkungan, termasuk selektivitas tinggi, tidak merusak habitat, dan hasil tangkapan yang berkualitas tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam mendukung praktik perikanan berkelanjutan dan menjaga keberlanjutan lingkungan perairan serta keberlangsungan mata pencaharian nelayan setempat. Kunci : Alat tangkap, Jaring Insang, Tingkat Keramahan Lingkungan. Abstrak - This research examines the environmental friendliness level of the gill net fishing gear operated by fishermen in the village of Lamatokan, with the aim of determining the environmental friendliness level of the gill net fishing gear operated by fishermen in the village of Lamatokan, Ile Ape Timur district, Lembata Regency. The research uses interview methods with 9 fishermen as purposive sampling respondents. The results show that the gill net fishing gear with a mesh size of 2.5 inches used by the fishermen in the village of Lamatokan is considered to be very environmentally friendly, with a score of 28. This finding indicates that the fishermen in the village have been operating their fishing gear while considering environmental friendliness aspects, including high selectivity, non-habitat destruction, and high-quality catch. This research makes an important contribution in supporting sustainable fishing practices and preserving the sustainability of the aquatic environment, as well as the continuity of local fishermen's livelihoods. Keywords: Fishing Gear, Gill Net, Environmental Friendliness Level
MORFOMETRIK KERANG BULU (Anadara antiquata) YANG TERTANGKAP OLEH NELAYAN DI DESA TALIBURA, KECAMATAN TALIBURA, KABUPATEN SIKKA Alfarizi, Muhammad; Yahyah, Yahyah; Ayubi, Aludin Al
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Kerang bulu (A. antiquata) merupakan biota kelas bivalvia yang memiliki sisi lengkung dan berbulu halus. Habitat kerang bulu sangat dipengaruhi oleh parameter fisika, kimia, mauoun biologis. Perbedaan kondisi lingkungan yang mecolok dapat memberikan perbedaan nyata terhadap pertumbuhan kerang dan mempengaruhi proses reproduksi kerang. Perairan pantai Desa Talibura merupakan wilayah pesisir dimana masyarakat yang tinggal disekiyar wilayah pantai memanfaatkan kerang bulu sebagai bahan makanan maupun dijual. Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui ukuran morfometrik kerang bulu di perairan Desa Talibura, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka yang dilihat dari ukuran panjang, lebar, tinggi dan berat kerang bulu. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2022 dan bertempat di Desa Talibura, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah terdiri dari metode kualitatif dan kuantitatif. Analisis morfomterik kerang bulu yang meliputi ukuran panjang, lebar, tinggi dan berat. Berdasarkan hasil penelitian, ukuran morfometrik panjang cangkang kerang bulu yang tertangkap oleh nelayan di perairan Desa Talibura adalah berkisar antara 3,00 cm hingga lebih dari 5,50 cm, kemudian ukuran lebar cangkang berkisar antara 2,00 cm hingga lebih dari 4,50 cm, selanjutnya ukuran tinggi cangkang berkisar antara 1,11 cm hingga lebih dari 3,61 cm dan ukuran berat berkisar antara 9 gram hingga lebih dari 38 gram. Jumlah frekuensi ukuran kerang bulu yang tertangkap oleh nelayan di perairan Desa Talibura lebih banyak berdasarkan kelas panjang adalah berkisar antara 3,50-4,99 cm dengan ukuran lebar 2,50-3,99 cm, kemudian ukuran tinggi berkisar antara 1,61-3,10 cm dan berat berkisar antara 15-31 gram. Sedangkan jumlah hasil tangkapan paling sedikit berdasarkan ukuran panjang yaitu berkisar antara 3.00-3.49 cm dan 5,00->5,50 cm dengan lebar berkisar antara 2.00-2.49 cm dan 4,00->4,50 cm, kemudian tinggi berkisar antara 1.11-1.60 cm dan 3,11->3,61 cm dan berat berkisar antara 9-14 gram dan 32->38 gram. Kata Kunci: Kerang bulu, Desa Talibura, Morfometrik Abstract - Shellfish (A. antiquata) is a bivalve class biota that has curved sides and fine hairs. The habitat of mussels is greatly influenced by physical, chemical, and biological parameters. Striking differences in environmental conditions can make a real difference to the growth of clams and affect the reproductive processes of clams. The coastal waters of Talibura Village are a coastal area where people who live around the coastal area use shellfish as a food ingredient or for sale. This study aims to determine the morphometric size of the shells in the waters of Talibura Village, Talibura District, Sikka Regency as seen from the length, width, height and weight of the shells. The research was carried out from June to July 2022 and took place in Talibura Village, Talibura District, Sikka Regency. The method used in this research consists of qualitative and quantitative methods. Morphometric analysis of shells including length, width, height and weight. Based on the results of the study, the morphometric size of the shell length of the shells caught by fishermen in the waters of Talibura Village ranged from 3.00 cm to more than 5.50 cm, then the size of the shell width ranged from 2.00 cm to more than 4.50 cm. , then the size of the shell height ranges from 1.11 cm to more than 3.61 cm and the size of the weight ranges from 9 grams to more than 38 grams. The frequency of clams caught by fishermen in the waters of Talibura Village is more based on the length class, which ranges from 3.50-4.99 cm with a width of 2.50-3.99 cm, then the height ranges from 1.61- 3.10 cm and weighs between 15-31 grams. While the number of catches was the least based on length, which ranged from 3.00-3.49 cm and 5.00->5.50 cm with a width ranging from 2.00-2.49 cm and 4.00->4.50 cm, then the height ranged from 1.11 -1.60 cm and 3.11->3.61 cm and weighs between 9-14 grams and 32->38 grams. Keywords: Shellfish, Talibura Village, Morphometrics