cover
Contact Name
Yahyah
Contact Email
yahyahrachim@gmail.com
Phone
+628113828906
Journal Mail Official
baharipapadak00@gmail.com
Editorial Address
Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JURNAL BAHARI PAPADAK
ISSN : -     EISSN : 27236536     DOI : -
Jurnal Bahari Papadak adalah sebuah jurnal nasional dalam bidang ilmu-ilmu kelautan dan perikanan yang di kelolah oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana. Tujuan utamanya adalah menyajikan artikel-artikel hasil riset atau penelitian yang berkualitas yang meliputi semua sub-bidang kajian dalam lingkup ilmu kelautan dan perikanan. Jurnal ini menyediakan ruang publikasi bagi akademisi, peneliti, mahasiswa dan kalangan professional lainnya. Artikel ilmiah yang diajukan untuk diterbitkan dalam jurnal ini harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu, merupakan paper asli (bebas plagiarisme), tidak dipublikasikan atau tidak sedang diajukan ke jurnal lain. Lingkup topik Jurnal Bahari Papadak meliputi manajemen sumberdaya perairan, perikanan tangkap, pengolahan hasil perikanan, sosial ekonomi perikanan, ilmu kelautan, bioteknologi perikanan, biologi dan ekologi biota perairan, serta penilaian dan pengelolaan ekosistem perairan.
Articles 193 Documents
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP PARIWISATA BERKELANJUTAN DI PANTAI OECINA, KABUPATEN KUPANG, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Meni, Cristin P.; Paulus, Chaterina A.; Yahyah, Yahyah
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Pantai Oecina merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Kupang yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu. Pantai Oecina menawarkan banyak pengalaman wisata bagi wisatawan yang mengunjunginya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah Pantai Oecina sudah menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan yakni dari segi ekonomi, ekologi dan sosial yang termuat dalam empat aspek yakni atraksi, fasilitas, infrastruktur dan keterlibatan pengelola berdasarkan persepsi dari wisatawan. Sampel yang digunakan sebanyak 50 orang wisatawan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner, kemudian akan dianalisis faktor-faktor internal dan eksternal apa saja yang terdapat di Pantai Oecina. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar wisatawan setuju bahwa Pantai Oecina masih belum menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan. Hal ini terlihat jelas dari aspek fasilitas, infrastruktur dan keterlibatan pengelola yang perlu ditingkatkan lagi padahal aspek atraksi yang ada di Pantai Oecina sudah sangat mumpuni. Kata kunci: Pantai Oecina, Pariwisata Berkelanjutan, Faktor Internal dan Eksternal. Abstract - Oecina Beach is one of the tourist destinations in Kupang Regency that is included in the Sawu Sea National Marine Park (TNP) area. The Oecina Beach offers many tourism experiences for tourists that visit it. This research aims to see whether Oecina Beach has implemented the concept of sustainable tourism, including economic, ecological and social aspects, which are contained in four aspects, namely attractions, facilities, infrastructure and manager involvement based on the perceptions of tourists. The respondents used a sample of 50 tourists with interview techniques using a questionnaire, then analyzed the internal and external factors found at Oecina Beach. The results showed that most tourists agreed that Oecina Beach still had not implemented the concept of sustainable tourism. This is evident from the aspects of facilities, infrastructure and manager involvement that need to be improved even though the attraction aspects at Oecina Beach are very qualified. Keywords:Oecina Beach, Sustainable Tourism, Internal and External Factors.
KOMPOSISI JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN RAWAI DASAR YANG DIOPERASIKAN NELAYAN DI DESA OENGGAE, KECAMATAN PANTAI BARU, KABUPATEN ROTE NDAO Lima, Yandres; Sine, Kiik G.; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Pancing Rawai Dasar merupakan salah satu alat tangkap ikan yang digunakan oleh nelayan di Desa Oenggae. Alat ini banyak digunakan karena memiliki keunggulan dari segi ekonomi, kemudahan dalam pengoperasian, serta biaya perawatan dan penanganan yang relatif murah dibandingkan dengan alat tangkap lainnya. Desa Oenggae sendiri terletak di Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, dan merupakan salah satu dari 14 Desa serta 1 kelurahan yang ada di kecamatan tersebut. Mayoritas penduduk Desa ini bermata pencaharian sebagai nelayan, dan dalam kegiatan penangkapan ikan, merekan masih banyak mengandalkan alat tangkap tradisional, termasuk Rawai dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis ikan hasil tangkapan menggunakan Rawai Dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap lima kapal nelayan yang menggunakan alat tangkap Rawai Dasar dalam periode Juli hingga Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap kapal memiliki hasil tangkapan yang berbeda. Kapal 1 mencatat hasil tangkapan tertinggi pada ikan Tambak pasir dengan berat 34,9 kg (55,31%) dan terendah ikan Kerapu tertangkap 0,8 kg (1,27%). Kapal 2 didominasi oleh ikan Kerapu macan 18,9 kg (31,98%) dan terendah ikan Kerong-kerong 1,2 kg (2,03%). Kapal 3 Ikan Kwe tertinggi 18,4 kg (21,45%) dan terendah ikan tambak merah 1,2 kg (0,14%). Kapal 4 ikan Kakap tertinggi 37,3 kg (27,82%) dan terendah ikan Kerapu gunting 0,6 kg (0,43%). Kapal 5 ikan Kurisi tertinggi 30,82 kg (31,45% dan terendah ikan kerapu tutul 0,36 kg (0,37%). Kata kunci : Desa Oenggae, Pancing Rawai Dasar, Komposisi Jenis Ikan. Abstract- Abstract- Bottom longline is one of the fishing gears used by fishermen in Oenggae Village. This tool is widely used because it has advantages in terms of economy, ease of operation, and relatively low maintenance and handling costs compared to other fishing gear. Oenggae Village is located in Pantai Baru Sub-district, Rote Ndao Regency, and is one of 14 villages and 1 sub-district in the sub-district. The majority of the villagers are fishermen, and in their fishing activities, they still rely heavily on traditional fishing gear, including the basic Rawai. This study aims to determine the composition of fish species caught using Rawai Dasar. Data collection was conducted through observation, interview, and documentation of five fishing boats using Rawai Dasar fishing gear in the period July to August 2024. The results showed that each vessel had different catches. Vessel 1 recorded the highest catch of Sand Pond fish weighing 34.9 kg (55.31%) and the lowest Grouper fish caught 0.8 kg (1.27%). Vessel 2 was dominated by tiger grouper 18.9 kg (31.98%) and the lowest grouper 1.2 kg (2.03%). Vessel 3 had the highest Kwe fish at 18.4 kg (21.45%) and the lowest red pond fish at 1.2 kg (0.14%). Vessel 4 had the highest snapper of 37.3 kg (27.82%) and the lowest scissor grouper of 0.6 kg (0.43%). Vessel 5 had the highest Kurisi fish at 30.82 kg (31.45%) and the lowest spotted grouper at 0.36 kg (0.37%). Keywords: Oenggae Village, Longline Fishing, Fish Species Composition
ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN ALAT TANGKAP PANCING ULUR (HAND LINE ) DI DESA SAKUBATUN, KECAMATAN ROTE BARAT DAYA, KABUPATEN ROTE NDAO Sa’af, Abdul; Yahyah, Yahyah; Boikh, Lebrina Ivantry
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Masyarakat nelayan di desa Sakubatun merupakan nelayan tradisional atau nelayan kecil dengan kondisi penangkapan dengan menggunakan alat penangkapan ikan yang sederhana. Nelayan di desa Sakubatun saat melaut masih menggunakan alat tangkap tradisional seperti tombak, jaring dan salah satunya adalah pancing ulur. Produksi tangkapan nelayan dari kegiatan melaut yang dilakukan adalah sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat nelayan setiap hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran penerimaan, biaya dan pendapatan nelayan alat tangkap pancing ulur (hand line) di Desa Sakubatun, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Teknik pengambilan sampel ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling dengan responden yang terpilih sebanyak 34 orang . Teknik pengumpulan data dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi pada 34 sampel yang diambil secara acak pada periode bulan Juli-Agustus 2024. Data dianalisis menggunakan analisis penerimaan, biaya dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa total penerimaan yang didapatkan dari 34 orang nelayan selama satu bulan sebanyak Rp. 429.805.000, sedangkan total biaya yang dikeluarkan untuk biaya operasi usaha penangkapan dengan pancing ulur sebesar Rp.269.220.000, dan total pendapatan yang diperoleh dari 34 nelayan sebesar Rp. 160.585.000. Jika dirata-ratakan pendapatan responden nelayan pancing ulur selama satu bulan sebesar Rp. 4.723.088. Kata kunci : Pendapatan, Nelayan Pancing Ulur, Desa Sakubatun Abstract- Fishing communities in Sakubatun village are traditional fishermen or small fishermen with fishing conditions using simple fishing gear. Fishermen in Sakubatun village when going to sea still use traditional fishing gear such as spears, nets and one of them is a fishing rod. Fishermen's catch production from fishing activities carried out is a source of income to meet the daily needs of fishing communities. This study aims to determine the amount of revenue, costs and income of hand line fishermen in Sakubatun Village, Southwest Rote Subdistrict, Rote Ndao Regency. The sampling technique was determined based on purposive sampling technique with 34 respondents selected. Data collection techniques were collected using observation, interviews, and documentation on 34 samples taken randomly in the July-August 2024 period. Data were analyzed using revenue, cost and income analysis. The results showed that the total revenue obtained from 34 fishermen for one month was Rp. 429,805,000, while the total costs incurred for the operating costs of the fishing business with a hand line amounted to Rp. 269,220,000, and the total income obtained from 34 fishermen amounted to Rp. 160,585,000. If averaged, the income of the respondents of handline fishermen for one month is Rp. 4,723,088. Keywords: Income, Longline Fishermen, Sakubatun Village
PEMETAAN SEBARAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN PADA KM . MINA SAMUDRA MAKMUR 02 MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP PURSE SEINE Yami, Yoanda Manrdred; Soepardi, Sugiono; Polin, Charlens; Ulat, Muhamad Ali; Siahaan, Irandha C. M.; Saputra, Aman
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Daerah penangkapan atau fishing ground merupakan area perairan yang menjadi tempat atau lokasi penangkapan ikan, memiliki kondisi yang mendukung keberadaan dan pertumbuhan ikan, sehingga menjadi tempat yang menarik bagi nelayan untuk melakukan aktivitas penangkapan, sehingga pemetaan sebaran fishing ground dapat dilakukan dengan menggunakan indicator hasil tangkapan alat tangkap purse seine. Penelitian pemetaan sebaran daerah penangkapan dilaksanakan selama 90 (Sembilan puluh) hari terhitung 5 Januari sampai 28 April 2025, pada KM. Mina Samudra Makmur 02, selanjutnya data diolah secara deskriptif untuk ploting koordinat fishing ground berdasarkan posisi pengoperasian alat tangkap. Selanjutnya sebaran fishing ground diindikasikan dengan perolehan hasil tangkapan.dalam proporsi tangkapan utama (target) dan tangkapan sampingan (non-target) disertai identifikasi jenis ikan. Hasil tangkapan sampingan (non-target) selanjutnya dikelompokan menjadi hasil tangkapan yang dapat dimanfaatkan kembali (retained) dan hasil tangkapan yang dibuang (discarded). Hasil tangkapan utama (target) berupa ikan layang deles (Decapterus lajang), ikan layang benggol (Decapterus russelli), ikan kembung (Rastrelliger sp.), ikan selar bentong (Selar crumenophthalmus), ikan lemuru (Sardinella sp.), ikan lemuru jawa (Amblygaster sirm). Hasil tangkapan KM. Mina Samudra Makmur 02 sebesar 217.671 kg yang terdiri dari Hasil tangkapan Utama sebesar 192.412 kg (88,40 %) dan Hasil Tangkapan Sampingan sebesar 25.259 kg (11,60 %) Kata Kunci: Sebaran, Purse Seine, Daerah Penangkapan, Pemetaan Abstract - Fishing ground is a water area that is a place or location for fishing, has conditions that support the existence and growth of fish, so that it becomes an attractive place for fishermen to carry out fishing activities, so that mapping the distribution of fishing grounds can be done using the purse seine fishing gear catch indicator. The research on mapping the distribution of fishing areas was carried out for 90 (ninety) days from January 5 to April 28, 2025, on KM. Mina Samudra Makmur 02, then the data was processed descriptively to plot the coordinates of the fishing ground based on the operating position of the fishing gear. Furthermore, the distribution of fishing grounds is indicated by the acquisition of catch results. in the proportion of main catch (target) and bycatch (non-target) accompanied by identification of fish types. Bycatch (non-target) is then grouped into catches that can be reused (retained) and catches that are discarded (discarded). The main catch (target) is in the form of scad (Decapterus tunggal), scad (Decapterus russelli), mackerel (Rastrelliger sp.), scad (Selar crumenophthalmus), lemuru fish (Sardinella sp.), Java lemuru fish (Amblygaster sirm). The catch of KM. Mina Samudra Makmur 02 was 217,671 kg consisting of the Main Catch of 192,412 kg (88.40%) and the Bycatch of 25,259 kg (11.60%) Keyword : Distribution, Purse Seine,Ffishing Ground Mapping.
PLASTIC WASTE POLLUTION AND ITS IMPLICATIONS FOR COASTAL MARINE ECOSYSTEMS (An Educational Study at SMPN 2 Semau) Missa, Yudishinta; Boikh, Lebrina Ivantry; Ayubi, Aludin Al; Tampa, Ahazia Imanuel
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract - Waste management issues are a global problem that continue to have negative impacts on the environment. One factor contributing to the increasing amount of waste is the growing diversity of human activities. Coastal areas are highly vulnerable to waste pollution, particularly plastic waste. Plastic waste pollution in coastal marine areas is one of the fastest-growing environmental issues, causing significant negative impacts on marine ecosystems, including the destruction of marine habitats, disruption of the food chain, and the decline in coastal environmental quality. This problem is not only ecological in nature but also has social and economic impacts on coastal communities. This study aims to analyze the understanding and awareness of students at SMPN 2 Semau regarding plastic waste pollution and its implications for coastal marine ecosystems, as well as to examine the effectiveness of educational approaches in improving students’ knowledge and positive attitudes toward plastic waste management. The research method used is descriptive quantitative, with data collected through questionnaires, observations, and environmental outreach activities involving students as the main subjects. The results reveal that although most students already possess basic knowledge about the negative impacts of plastic waste on marine ecosystems, their awareness and involvement in waste management remain relatively low. Environmental education programs in schools can serve as one effective strategy to reduce plastic waste pollution in coastal areas, thus preserving marine ecosystems to support the sustainability of natural resources and the welfare of coastal communities. Keywords: Plastic waste, marine ecosystem, environmental education.
MATA PENCAHARIAN ALTERNATIF KOMUNITAS NELAYAN DESA FAHILUKA (Studi Kasus Komunitas Nelayan di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka) Nahak, Febrianti Scolatika; Soewarlan, Lady Cindy; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Kehidupan nelayan tradisional telah jamak dikenal sebagai sebuah bentuk kondisi sosial yang memprihatinkan. Kabupaten Malaka menjadi salah satu kabupaten yang memiliki daerah pesir pantai yang luas, salah satunya yakni di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Posisi Desa Fahiluka dekat laut maka sebagian warga Desa Fahiluka berprofesi sebagai nelayan tradisioanal dan petani budidaya ikan tambak serta petani garam. Menurut Undang-undang No. 45 Tahun 2009 tentang perikanan di Indonesia bahwa nelayan tradisional merupakan nelayan kecil dengan ukuran kapal perikanan yang dimilikinya paling besar 5 grosstonase (GT). Nelayan tradisional terdiri dari perahu motor tempel dan perahu tanpa motor sedangkan nelayan modern adalah yang menggunakan kapal motor. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis mata pencaharian alternative dan faktor-faktor yang menyebab komunitas Nelayan di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tenggah, Kabupaten Malaka. Berdasarkan hasil penelitian Jenis mata pencaharian alternatif komunitas nelayan di Desa Fahiluka yaitu sebanyak 16 nelayan memiliki pekerjaan alternatif pedagang, 10 nelayan memiliki perjaan alternatif sebagai petani, perternak dan pedangang. Kemudian, untuk perkerjaan alternative peternak dan pedagang serta petani dan pedagang masing-masing 5 Nelayan. Untuk pekerjaan alternantif petani saja, usaha kios saja dan peternak saja masing-masing 3 Nelayan Nelayan yang memiliki pekerjaan alternatif petani-ojek-pedagang, peternak-ojek-pedagang, petani-peternak, petani-peternak-ojek, ojek-pedangan masing-masing 1 Nelayan. Faktor yang mempengaruhi pemilihan pekerjaan alternatif yaitu 51 dari 52 Nelayan atau 98% Nelayan atau memilih melakukan pekerjaan alternatif karena faktor pendapatan, dan hanya 1 Nelayan atau 2% Nelayan memilih melakukan pekerjaan alternatif karena faktor pendapatan dan cuaca. Faktor-faktor lain seperti ketrampilan, modal, sumber daya manusia dan usia tidak menjadi faktor penentu bagi nelayan di desa Fahiluka untuk melakukan pekerjaan alternatif. Dari hasil penelitian tersebut dapat di bendingkan penghasilan utama sebagai nelayan tidak cukup untuk kehidupan jangka Panjang. Kata Kunci : Variabel mata pencaharian alternatiif, Faktor yang mempengaruhi nelayan memilih pekerjaan alternative, Desa Fahiluka. Abstract - The life of traditional fishermen is widely known as a form of worrying social conditions. Malaka Regency is one of the regencies that has extensive coastal areas, one of which is in Fahiluka Village, Central Malaka District, Malacca Regency. The position of Fahiluka Village is near the sea, so some of the residents of Fahiluka Village work as traditional fishermen and pond fish farmers and salt farmers. According to Law no. 45 Year 2009 concerning fisheries in Indonesia that traditional fishermen are small fishermen with a maximum size of fishing vessels owned by 5 grosstonnage (GT). Traditional fishermen consist of outboard motorboats and boats without motors while modern fishermen are those who use motor boats. The purpose of this study is to determine the types of alternative livelihoods and factors that cause the fishing community in Fahiluka Village, Malacca Tenggah District, Malacca Regency. Based on the results of research on alternative livelihood types of fishing communities in Fahiluka Village, as many as 16 fishermen have alternative jobs as traders, 10 fishermen have alternative jobs as farmers, ranchers and swordmen. Then, for alternative work breeders and traders as well as farmers and traders each 5 fishermen. For alternative farmer work only, kiosk business only and breeders only 3 Fishermen each who have alternative jobs Farmer-Ojek-Trader, Farmer-Ojek-Trader, Farmer-rancher, Farmer-rancher-Ojek, ojek-swordman each 1 Fisherman. Factors that influence the selection of alternative jobs are 51 out of 52 Fishermen or 98% Fishermen or choose to do alternative work because of income factors, and only 1 Fisherman or 2% Fishermen choose to do alternative work because of income and weather factors. Other factors such as skills, capital, human resources and age are not determining factors for fishermen in Fahiluka village to do alternative work. From the results of this research, it can be reduced that the main income as a fisherman is not enough for long-term life. Keywords: Alternative livelihood variables, Factors that influence fishermen to choose alternative jobs, Fahiluka Village.
PERBEDAAN JENIS UMPAN PADA ALAT TANGKAP PANCING ULUR TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN DESA PULAU BUAYA KABUPATEN ALOR NUSA TENGGARA TIMUR Sokan, Aman R.; Kangkan, Alexander L.; Boikh, Lebrina Ivantry
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak –Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jenis umpan buatan yang berbeda terhadap hasil tangkapan di perairan desa Pulau Buaya Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan dua unit alat tangkap pancing ulur dengan penerapan umpan bulu ayam dan benang mas. Prosedur penelitian yaitu: 1) pembuatan umpan, 2) penyikatan pada mata pancing sebanyak 15 umpan, 3) pemberat digunakan hanya 1 buah pada tali ulur, 4) Proses penurunan pada kedua jenis umpan tersebut dilakukan secara bersamaan pada kedalaman yang diinginkan kemudian menunggu beberpa menit sekitar 5-10 menit, 5) ​Proses penarikan, apabila umpan telah dimakan ikan maka pancing. Analisis data dengan menggunakan uji t- student ((Independent samples test), sebelum melakukan uji t- student dilakukan uji normalitas liliefors. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat rata-rata perbedaan hasil tangkapan dengan dua jenis umpan pancing ulur. Dari kedua jenis umpan yang digunakan, hasil tangkapan terbanyak 36 ekor ikan kombong layang dengan berat keseluruhan 8,1 kg dari hasil tangkapan menggunakan umpan benang mas dan 32 ekor ikan tongkol dari hasil tangkapan menggunakan umpan bulu ayam dengan berat keseluruhan 11,8 kg, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara jenis umpan terhadap hasil tangkapan di perairan Desa Pulau Buaya Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur. Kata Kunci : Perbedaan jenis umpan, Alat tangkap, Pancing ulur, Pulau Buaya Kabupaten Alor. Abstract -The purpose of this study was to determine the difference in different types of artificial bait on the catch in the waters of Pulau Buaya village, Northwest Alor District, Alor Regency. The research method used was the experimental method using two units of handline fishing gear with the application of chicken feather bait and gold thread. The research procedures are: 1) making bait, 2) brushing on the eye of the fishing line as much as 15 baits, 3) weights are used only 1 piece on the line, 4) The process of lowering the two types of bait is carried out simultaneously at the desired depth then waiting for a few minutes about 5-10 minutes, 5) The withdrawal process, if the bait has been eaten by the fish then the fishing rod. Data analysis using the t-student test (Independent samples test), before conducting the t-student test, the Liliefors normality test is carried out. The results showed that there was an average difference in catches with two types of fishing bait. Of the two types of bait used, the highest catch was 36 kombong layang fish with a total weight of 8.1 kg from the catch using gold thread bait and 32 tuna from the catch using chicken feather bait with a total weight of 11.8 kg, so it can be concluded that there is a significant average difference between the types of bait on the catch in the waters of Pulau Buaya Village, Alor Regency, East Nusa Tenggara. Keywords: Different types of bait, Fishing gear, Hand line, Buaya Island, Alor Regency.
TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NELAYAN ALAT TANGKAP PANCING ULUR DI DESA OENGGAE, KECAMATAN PANTAI BARU, KABUPATEN ROTE NDAO Soinbala, Ayu; Soewarlan, Lady Cindy; Boikh, Lebrina Ivantry
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Kesejahteraan Masyarakat nelayan di Desa Oenggae, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao. Berdasarkan Badan Pusat Statistik. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu obervasi, wawancara dan dokumentasi. Analisi yang digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan nelayan adalah menggunakan indikator kesejahteraan keluarga berdasarkan BPS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat di Desa Oenggae, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, berada dalam tingkat kesejahteraan sedang yang di wakili oleh 8 indikator yaitu: kondisi tempat tinggal, dengan status rumah yang di tempati adalah milik sendiri yang menggunakan atas seng, dinding permanen, dan lantai dasar rumah keramik dan plester semen. fasilitas tempat tinggal yang dimiliki tergolong cukup lengkap. pelayanan kesehatan mudah dijangkau dikarenakan memiliki BPJS, jenjang pendidikan yang di tempuh adalah pendidikan formal, jenis transportasi yang digunakan nelayan yaitu kendaraan bermotor,jenis alat Teknologi Informasi dan Komunikasi yang paling umum digunakan adalah HP, untuk pendapatan dan pengeluaran masyarakat nelayan Desa Oenggae yaitu Rp < 2.000.000 – Rp > 3.000.000 perbulannya Kata kunci : Tingkat Kesejahteraan, Nelayan Pancing Ulur, Desa Oenggae Abstract- The purpose of this research is to determine the level of welfare of fishing communities in Oenggae Village, Pantai Baru District, Rote Ndao Regency. Based on the Central Statistics Agency (BPS). The data collection methods used in this study are observation, interviews, and documentation. The analysis used to measure the level of welfare of fishermen is using family welfare indicators based on BPS. The results of this study indicate that the level of welfare of the community in Oenggae Village, Pantai Baru District, Rote Ndao Regency, is at a moderate level of welfare, which is represented by 8 indicators, namely: residential conditions, with the status of the house occupied being owned by using zinc roofs, permanent walls, and ceramic and cement plaster floors. The residential facilities owned are quite complete. Health services are easily accessible because they have BPJS, the education level pursued is formal education, the type of transportation used by fishermen is motorized vehicles, the type of Information and Communication Technology tools most commonly used is mobile phones, for income and expenditure of fishing communities in Oenggae Village, which is Rp < 2,000,000 - Rp > 3,000,000 / month. Keywords: Socioeconomic Welfare, Hand Line Fisdhermen Oenggae Village.
INFORMASI PAPARAN MERKURI (Hg) DALAM DAGING TERIPANG HITAM (Holothuria edulis) KERING DARI PERAIRAN NUSA TENGGARA TIMUR Manu, Antoni Abi; Soewarlan, Lady Cindy; Boikh, Lebrina Ivantry
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi mengenai paparan merkuri (Hg) pada Holothuria edulis kering yang berasal dari berbagai wilayah perairan di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta membandingkan dengan ambang batas yang telah ditetapkan oleh BPOM (2018) dan FAO (2012). Sampel dikumpulkan menggunakan metode purposive dan random sampling, kemudian dianalisis dengan teknik Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS). Hasil penelitian yang disandingkan dengan perairan lain menunjukkan bahwa paparan kandungan merkuri di Perairan NTT masih sangat rendah atau dibawah ambang batas yaitu sebesar 0,1 mg/kg. Rendahnya kadar merkuri pada Perairan NTT dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Hal ini menunjukkan bahwa H. edulis dari Perairan NTT tergolong aman untuk dikonsumsi dan dapat dijadikan indikator bioakumulasi logam berat dalam sistem perairan bentik. Kata kunci: Teripang hitam kering, merkuri, Perairan Nusa Tenggara Timur
GENUS SERTA BENTUK PERTUMBUHAN KARANG DAN ASOSIASINYA PADA WILAYAH TAMAN WISATA ALAM LAUT TELUK KUPANG DAN SEKITARNYA Ledoh, Ardy Rion; Toruan, Lumban N. L.; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Terumbu karang adalah hewan bentik yang umumnya hidup berkoloni yang tersusun atas kalsium karbonat (CaCO3) sebagai hasil sekresi dari Zooxanthellae. TWAL Teluk Kupang meliputi hampir seluruh perairan teluk yang terletak di sebelah barat Pulau Timor termasuk pulau kecil yang tercakup didalamnya seperti Pulau Kera. Salah satu potensi yang dimiliki oleh TWAL Teluk Kupang adalah terumbu karang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji genus-genus karang beserta bentuk pertumbuhannya di perairan TWAL Teluk Kupang dan Sekitarnya. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Oktober 2023. Pengambilan sampel menggunakan transek sepanjang 50 m dan pemotretan dilakukan dengan interval 1 meter. Hasil penelitian mengidentifikasi sebanyak delapan bentuk pertumbuhan karang yaitu Acropora Branching, Coral Branching, Coral Encrusting, Coral Foliose, Coral Massive, Coral Mushroom, Coral Submassive dan Soft Coral. Terdapat sembilan belas genus karang yang ditemukan yaitu Acropora sp, Astreopora sp, Diploastrea sp, Echinopora sp, Favia sp, Favites sp, Fungia sp, Goniastrea sp, Montastrea sp, Montipora sp, Pachyseris sp, Pavona sp, Pectinia sp, Platygyra sp, Pocillopora speciosa, Porites sp, Psammocora sp, Seriatopora sp, Stylophora sp. Kata kunci: Bentuk pertumbuhan, Genus, Teluk Kupang, Terumbu karang Abstract - Coral reefs are benthic animals that generally live in colonies composed of calcium carbonate (CaCO3) as a result of secretions from Zooxanthellae. The Kupang Bay TWAL covers almost all bay waters located on the west side of Timor Island, including small islands such as Kera Island. One of the potentials of the Kupang Bay TWAL is coral reefs. The purpose of this study was to assess the genus of corals and their growth forms in the waters of TWAL Teluk Kupang and its surroundings. This research was conducted in October 2023. Sampling used 50 m transect and photographing was done at 1 meter intervals. The results identified eight forms of coral growth, namely Acropora Branching, Coral Branching, Coral Encrusting, Coral Foliose, Coral Massive, Coral Mushroom, Coral Submassive and Soft Coral. There are nineteen coral genus found, namely Acropora sp, Astreopora sp, Diploastrea sp, Echinopora sp, Favia sp, Favites sp, Fungia sp, Goniastrea sp, Montastrea sp, Montipora sp, Pachyseris sp, Pavona sp, Pectinia sp, Platygyra sp, Pocillopora speciosa, Porites sp, Psammocora sp, Seriatopora sp, Stylophora sp. Keywords : Life form, Genus, Kupang Bay, Coral reefs