cover
Contact Name
Yahyah
Contact Email
yahyahrachim@gmail.com
Phone
+628113828906
Journal Mail Official
baharipapadak00@gmail.com
Editorial Address
Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JURNAL BAHARI PAPADAK
ISSN : -     EISSN : 27236536     DOI : -
Jurnal Bahari Papadak adalah sebuah jurnal nasional dalam bidang ilmu-ilmu kelautan dan perikanan yang di kelolah oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana. Tujuan utamanya adalah menyajikan artikel-artikel hasil riset atau penelitian yang berkualitas yang meliputi semua sub-bidang kajian dalam lingkup ilmu kelautan dan perikanan. Jurnal ini menyediakan ruang publikasi bagi akademisi, peneliti, mahasiswa dan kalangan professional lainnya. Artikel ilmiah yang diajukan untuk diterbitkan dalam jurnal ini harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu, merupakan paper asli (bebas plagiarisme), tidak dipublikasikan atau tidak sedang diajukan ke jurnal lain. Lingkup topik Jurnal Bahari Papadak meliputi manajemen sumberdaya perairan, perikanan tangkap, pengolahan hasil perikanan, sosial ekonomi perikanan, ilmu kelautan, bioteknologi perikanan, biologi dan ekologi biota perairan, serta penilaian dan pengelolaan ekosistem perairan.
Articles 206 Documents
STUDI MORFOMETRIK TERIPANG (HOLOTHUROIDEA) HASIL TANGKAPAN NELAYAN DESA PAPELA, KECAMATAN ROTE TIMUR, KABUPATEN ROTE NDAO Valeria Wildiman Zaun; Yahyah Yahyah; Lebrina Ivantry Boikh
Jurnal Bahari Papadak Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Teripang (Holothuroidea spp.) merupakan salah satu sumber daya perikanan bernilai ekonomi tinggi yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir, termasuk di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao. Pemanfaatan teripang yang terus meningkat perlu diimbangi dengan pengelolaan berbasis data biologis agar keberlanjutan sumber daya tetap terjaga. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah studi morfometrik untuk mengetahui struktur ukuran populasi teripang yang tertangkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik morfometrik teripang yang meliputi panjang tubuh, lebar tubuh, dan berat basah hasil tangkapan nelayan di Desa Papela. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2025 dengan metode observasi langsung terhadap 150 individu teripang yang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan. Data morfometrik dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui penyajian distribusi frekuensi dalam bentuk tabel dan histogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran ukuran panjang, lebar, dan berat teripang didominasi oleh kelas ukuran kecil hingga sedang, sedangkan individu berukuran besar ditemukan dalam jumlah yang relatif sedikit. Pola ini mengindikasikan bahwa struktur ukuran populasi teripang hasil tangkapan nelayan di perairan Desa Papela belum didominasi oleh individu dewasa penuh. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan tekanan penangkapan yang berlangsung secara terus-menerus tanpa mempertimbangkan ukuran minimum layak tangkap. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa struktur morfometrik teripang di Desa Papela cenderung didominasi oleh ukuran kecil dan sedang, sehingga berpotensi memengaruhi keberlanjutan populasi apabila tidak dikelola secara tepat. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan berupa penetapan ukuran minimum layak tangkap sebagai dasar pemanfaatan sumber daya teripang secara berkelanjutan. Kata kunci: Teripang, Morfometrik, Struktur Ukuran, Desa Papela, Pengelolaan Berkelanjutan Abstract- Sea cucumbers (Holothuroidea spp.) are one of the fishery resources with high economic value that are widely utilized by coastal communities, including those in Papela Village, East Rote District, Rote Ndao Regency. The increasing exploitation of sea cucumbers needs to be balanced with biologically based management to ensure resource sustainability. One approach that can be applied is a morphometric study to assess the size structure of harvested sea cucumber populations. This study aimed to analyze the morphometric characteristics of sea cucumbers, including body length, body width, and wet weight, landed by fishermen in Papela Village. The study was conducted in July 2025 using direct observation methods on 150 sea cucumber individuals obtained from fishermen’s catches. Morphometric data were analyzed using descriptive quantitative methods by presenting frequency distributions in the form of tables and histograms. The results showed that the distributions of length, width, and weight were dominated by small to medium size classes, while large-sized individuals were found in relatively low numbers. This pattern indicates that the size structure of sea cucumbers landed in Papela waters has not been dominated by fully mature individuals. This condition is presumed to be related to continuous fishing pressure without consideration of minimum legal catch size. Based on these findings, it can be concluded that the morphometric structure of sea cucumbers in Papela Village is dominated by small and medium sizes, which may potentially affect population sustainability if not properly managed. Therefore, management measures such as the establishment of a minimum legal catch size are necessary as a basis for the sustainable utilization of sea cucumber resources. Keywords: Sea cucumber, Morphometrics, Size structure, Papela Village
KARAKTERISTIK RUMAH TANGGA PEMBUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Sunadji Sunadji
Jurnal Bahari Papadak Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pembudidaya rumput laut di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan adalah metode survey, sedangkan populasi adalah rumahtangga yang mata pencaharian utamanya sebagai pembudidaya rumput laut. Analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian digunakan analisis statistik diskriptif. Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik pembudidaya rumput laut antara lain 27, 14% berumur 46 – 55 tahun, 54,29 % berpendidikan 6 – 8 tahun, 47,14 % mempunyai pengalaman 6 – 8 tahun, 47,86 % mempunyai anggota keluarga 2 – 3 orang, 46 % produksi rumput laut 20.001 – 35.000 kg, 34,5% curahan tenaga kerja 71 – 90 HKO, 66% pendapatan rumahtangga Rp. 10.000.001 – 20.000.000, dan 43 % pengeluaran rumahtangga Rp. 9.000.001 – Rp. 14.000.000. Dari hasil penelitian tersebut, disarankan kepada pemerintah/ instansi terkait mengingat produksi masih bisa ditingkatkan, pendidikan relatif masih rendah, perlu peningkatan peran serta dalam hal bantuan teknis budidaya maupun managemen usaha misalnya dengan cara melakukan pelatihan dan pendampingan. Kata Kunci : Karakteristik, Rumah tangga, Pembudidaya, Rumput laut. Abstract - This study aims to analyze the characteristics of seaweed farmers in Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province. A survey method was employed, with the study population comprising households whose primary livelihood is seaweed aquaculture. Descriptive statistical analysis was applied to address the research objectives. The findings revealed the following characteristics of seaweed farmers: 27.14% were aged 46–55 years; 54.29% had 6–8 years of formal education; 47.14% had 6–8 years of farming experience; 47.86% had households consisting of 2–3 family members; 46% reported seaweed production of 20,001–35,000 kg; 34.5% had a labor input of 71–90 man-days; 66% earned a household income of IDR 10,000,001–20,000,000; and 43% had household expenditures of IDR 9,000,001–14,000,000. Based on these findings, it is recommended that the relevant government agencies and institutions intensify their involvement in providing technical assistance related to aquaculture practices and business management — given that production levels remain improvable and educational attainment is relatively low — through targeted training programs and mentoring initiatives. Keywords : Characteristics, Household, Farmer, Seaweed
JENIS-JENIS MIKROPLASTIK PADA KOLOM PERMUKAAN PERAIRAN SUNGAI DI KOTA KUPANG Wilhelmina Terik Klau; Lumban Nauli Lumban Toruan; Aludin Al Ayubi; Suprabadevi Ayumayasari Saraswati
Jurnal Bahari Papadak Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sampah di perairan sudah menjadi masalah yang sangat serius, hal ini juga terjadi di Kota Kupang khususnya perairan sungai. Sampah yang dominan mencemari sungai adalah sampah plastik dengan dengan beragam ukuran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji jenis – jenis mikroplastik yang terdapat pada dua sungai di Kota Kupang. Penelitian ini difokuskan pada mikroplastik yang berada pada permukaan air di Sungai Jembatan Selam dan Sungai Pohon Duri. Penelitian ini menggunakan metode random sampling. Setiap lokasi diambil sebanyak 58 liter air di kolom permukaan, kemudian sampel disaring menggunakan kertas saring, setelah itu diidentifikasi menggunakan mikroskop. Terdapat lima jenis mikroplastik, yaitu Fiber, Film, Fragmen, Granule, dan Pellet di Sungai Jembatan Selam, sedangkan di Sungai pohon Duri terdapat empat jenis mikroplastik , yaitu Fiber, Film, Fragmen, dan Pellet. Kata kunci: Mikroplastik, Permukaan air, Sungai Jembatan Selam, Sungai Pohon Duri Abstract Waste in water has become a serious problem, including in Kupang City, especially in river waters. The dominant waste polluting the rivers a plastic waste of various sizes. This study aims to examine the types of microplastics found in two rivers in Kupang City. This study focuses on microplastic found on the surface of the water in the Jembatan Selam River and Pohon Duri River. This study uses a random sampling method. At each location, 58 liters of water is taken from the surface column, then the sample is filtered using filter paper-, and then identified using a microscope. There are five types of microplastics, namely Fiber, Film, Fragmen, Granule and Pellet in Jembatan Selam River, while in PohonDuri River there are four types of microplastics, namely Fiber, Film, Fragment, and Pellet. Keywords: Microplastics, Water Surface, Jembatan Selam River, Pohon duri River
ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN ALAT TANGKAP RAWAI DASAR (MINI BOTTOM LONG LINE) DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TENAU KUPANG Maria Selviana Luruk; Alexander Leonidas Kangkan; Lady Cindy Soewarlan; Kiik Gretty Sine
Jurnal Bahari Papadak Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi sosial ekonomi nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tenau Kupang yang masih menghadapi ketidakpastian pendapatan akibat hasil tangkapan yang dipengaruhi musim, cuaca, serta biaya operasional penangkapan. Padahal sektor perikanan memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan rawai dasar (mini bottom long line). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan nelayan alat tangkap rawai dasar di PPP Tenau Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif dan didukung analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 17 responden nelayan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang dianalisis meliputi biaya tetap, biaya operasional, penerimaan, dan pendapatan bersih nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan nelayan rawai dasar dipengaruhi oleh jumlah hasil tangkapan, jenis ikan, harga jual ikan, serta besarnya biaya operasional yang dikeluarkan selama kegiatan penangkapan. Sistem bagi hasil antara pemilik dan nahkoda juga memengaruhi besarnya pendapatan yang diterima nelayan di PPP Tenau Kupang.Kata kunci: pendapatan nelayan, rawai dasar, biaya operasional, penerimaan, PPP Abstract - This research is motivated by the socio-economic conditions of fishermen at the Tenau Kupang Coastal Fishing Port (PPP), who still face income uncertainty due to catches influenced by seasons, weather, and fishing operational costs. However, the fisheries sector has great potential in improving the welfare of coastal communities, especially bottom long line fishermen. This study aims to analyze the income of bottom long line fishermen at the Tenau Kupang Coastal Fisheries Port (PPP). The research method used is a survey method with a quantitative approach and supported by qualitative descriptive analysis. Data collection was conducted through interviews, observations, and documentation of 17 fishermen selected using a purposive sampling technique. The data analyzed included fixed costs, operational costs, revenues, and net income. The results showed that the income of bottom longline fishermen was influenced by the amount of catch, fish species, fish selling price, and the amount of operational costs incurred during fishing activities. The profit-sharing system between the owner and the captain also influenced the amount of income received by fishermen at the Tenau Kupang PPP.Keywords: fishermen's income, bottom longline, operational costs, revenue, PPP
IDENTIFIKASI JENIS, KOMPOSISI DAN KEPADATAN SAMPAH LAUT PADA PANTAI DI LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT JENIS EUCHEUMA COTTONII DI DESA OENGGAE, PANTAI BARU, ROTE NDAO Patrico Maurethio Jebaru; Ismawan Tallo; Lumban Nauli Lumban Toruan; Yahyah Yahyah
Jurnal Bahari Papadak Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jenis, komposisi, dan kepadatan sampah laut pada pantai di sekitar lokasi budidaya rumput laut Eucheuma cottonii di Desa Oenggae, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur pada bulan Juli 2025. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode observasi melalui transek kuadran berukuran 10 × 100 m² yang dibagi ke dalam 10 jalur berukuran 1 × 100 m² pada dua stasiun pengamatan. Data jenis, jumlah, panjang, dan berat sampah dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 1.681 item sampah dengan panjang total 29.660 cm dan berat total 29.300 g telah ditemukan, yang terdiri atas sembilan jenis, yaitu plastik, kain, kayu, gabus, kertas/kardus, karet, logam, kaca/keramik, dan jenis lainnya. Sampah plastik teridentifikasi sebagai jenis yang paling dominan, diikuti oleh sampah kain, kayu, dan karet, sedangkan sampah kaca/keramik ditemukan sebagai jenis dengan jumlah terendah. Nilai jumlah, panjang, dan berat sampah yang lebih tinggi ditemukan pada Stasiun II dibandingkan dengan Stasiun I, yang berkaitan dengan aktivitas domestik dan perikanan serta kedekatan lokasi dengan permukiman penduduk. Kata kunci: Sampah laut, jenis sampah, komposisi, kepadatan, Eucheuma cottonii. Abstract - This study was conducted to identify the types, composition, and density of marine debris on beaches surrounding the Eucheuma cottonii seaweed cultivation area in Oenggae Village, Pantai Baru District, Rote Ndao Regency, East Nusa Tenggara, in July 2025. Observations were carried out using the quadrat transect method measuring 10 × 100 m², which was divided into 10 transects of 1 × 100 m² across two observation stations. Data of debris type, quantity, length, and weight were analyzed descriptively using quantitative methods. The results showed that a total of 1,681 debris items with a total length of 29,660 cm and a total weight of 29,300 g were recorded, consisting of nine categories: plastic, fabric, wood, foam, paper/cardboard, rubber, metal, glass/ceramic, and other debris. Plastic was identified as the most dominant debris type, followed by fabric, wood, and rubber, while glass/ceramic was found in the lowest quantity. Higher values of debris quantity, length, and weight were recorded at Station II compared to Station I, which is presumed to be associated with domestic and fishing activities as well as the station’s proximity to residential areas. Keywords: Marine debris, debris types, composition, density, Eucheuma cottonii.
KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN POLA PEMASARAN GURITA (OCTOPUS SP.) HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI DESA HADAKAMALI, KABUPATEN SUMBA TIMUR, NUSA TENGGARA TIMUR Ronaldo Turu Maramba Ndima; Alexander Leonidas Kangkan; Nikanor Hersal Armos; Aludin Al Ayubi
Jurnal Bahari Papadak Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Kondisi sosial ekonomi nelayan memengaruhi kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Sumba Timur. Penangkapan gurita (Octopus sp.) menjadi mata pencaharian utama masyarakat Desa Hadakamali, namun keterbatasan akses pasar dan ketergantungan pada pengepul masih memengaruhi pendapatan nelayan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi sosial ekonomi nelayan dan pola pemasaran gurita di Desa Hadakamali. Penelitian dilakukan pada Desember 2025–Januari 2026 menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif kualitatif terhadap 36 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi nelayan masih tergolong rendah dengan rata-rata pendapatan Rp 2.450.000 per bulan. Pola pemasaran gurita didominasi pemasaran tidak langsung melalui pengepul sehingga posisi tawar nelayan relatif lemah. Kata kunci: Kondisi Sosial Ekonomi, Nelayan Gurita, Pola Pemasaran, Octopus Sp., Sumba Timur. Abstract - The socio-economic conditions of fishermen affect the welfare of coastal communities in East Sumba Regency. Octopus (Octopus sp.) fishing is the main livelihood of the people in Hadakamali Village; however, limited market access and dependence on collectors still influence fishermen’s income. This study aimed to analyze the socio-economic conditions of fishermen and the marketing patterns of octopus in Hadakamali Village. The research was conducted from December 2025 to January 2026 using a quantitative method with descriptive qualitative analysis involving 36 respondents. The results showed that the socio-economic conditions of fishermen were still relatively low, with an average income of IDR 2,450,000 per month. The octopus marketing pattern was dominated by indirect marketing through collectors, resulting in a relatively weak bargaining position for fishermen. Keywords: Socio-Economic Conditions, Octopus Fishermen, Marketing Patterns, Octopus sp., East Sumba.