cover
Contact Name
Didik Sumanto
Contact Email
jipmi@unimus.ac.id
Phone
+6282221586617
Journal Mail Official
jipmi@unimus.ac.id
Editorial Address
Jalan Kedungmundu Raya No. 18 Tembalang Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 28295617     DOI : https://doi.org/10.26714/jipmi
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JIPMI) mewadahi publikasi kegiatan pengabdian masyarakat dan temuan inovasi teknologi terapan diutamakan yang berhubungan dengan bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2023): April" : 13 Documents clear
Upaya Preventif Dan Kuratif Masalah Kesehatan Kulit Berbasis Evidence Based Practice Pemanfaatan Bahan Alam Khoiriyah Khoiriyah; Nury Sukraeny; Dera Alfiyanti; Renni Yuniati; Muhammad Yuga Syahputra; Rosalya Ayu
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i2.95

Abstract

Latar belakang: Penyakit kulit merupakan salah satu penyakit yang terjadi di pesantren berkaitan dengan perilaku kebersihan diri. Beberapa indikator untuk menurunkan angka mortalitas masalah kulit melalui peningkatan pengetahuan dan sikap tentang perilaku kebersihan diri bagi santri, pengasuh dan pengelola pesantren. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan sebagai upaya preventif dan kuratif untuk menurunkan masalah kesehatan kulit menggunakan pemanfaatan bahan alam. Metode: Metode yang diaplikasikan menggunakan metode course review horay yang dikombinasikan dengan media video. Kegiatan diawali dengan pengisian kuesioner tentang pengetahuan dan perilaku santri mengenai kebersihan pribadi dan penyakit kulit (skabies), dilanjutkan dengan pendidikan kesehatan, simulasi dan role play pembuatan gel aloe vera serta penggunaanya sebagai obat topikal, selanjutnya dilakukan pengukuran kuesioner. Hasil: Kegiatan pengabdian masyarakat tentang upaya preventif dan kuratif masalah kesehatan kulit dengan pemanfaatan bahan alam gel aloe vera menunjukkan adanya peningkatan peningkatan pengetahuan dan sikap perilaku kebersihan diri dari kategori sedang (67%) menjadi sangat baik (90%) disertai dengan penurunan kejadian masalah kesehatan di lingkungan pesantren. Kesimpulan: Edukasi kesehatan tentang masalah kesehatan kulit meningkatkan pengetahuan kesehatan santri dan penegelola pesantren dan menurunkan angka kejadian penyakit kulit. Kata Kunci: aloe vera, course review horay method, kesehatan kulit, kuratif, preventif __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Skin disease is a disease that occurs in Islamic boarding schools related to personal hygiene behavior. Several indicators to reduce the mortality rate of skin problems through increasing knowledge and attitudes about personal-hygiene behavior for santri, caregivers, and pesantren managers. Objective: Increasing knowledge, attitudes, and actions as a preventive and curative effort to reduce skin health problems using natural ingredients. Method: The method applied uses the course review horay method combined with video media. The activity began with filling out a questionnaire about the knowledge and behavior of the students regarding personal hygiene and skin disease (scabies), followed by health education, simulation, and role play in making aloe vera gel and its use as a topical medicine, then measuring the questionnaire. Result: Community service activities regarding preventive and curative efforts for skin health problems by utilizing natural ingredients aloe vera gel showed an increase in knowledge and attitudes towards personal hygiene behavior from the moderate category (67%) to be very good (90%) accompanied by a decrease in the incidence of health problems in the boarding school environment. Conclusion: Health education about skin health problems increased the health knowledge of santri and pesantren administrators, and the incidence decreased of skin diseases.   Keywords: aloe vera, course review horay method, skin health, curative, preventive
Upaya Optimalisasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah melalui Deteksi Dini Tumbuh Kembang Fitriana Noor Khayati; Ratna Agustiningrum; Dwi Mulyaningsih
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i2.98

Abstract

Latar belakang: Fase awal kehidupan, terutama masa sejak dalam kandungan hingga tahun kedua kehidupan anak, merupakan masa yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Deteksi dini defisit perkembangan sangat penting untuk identifikasi dini perbedaan perkembangan pada anak prasekolah, termasuk memantau keluhan orang tua tentang kemungkinan masalah perkembangan pada anak. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini diharapkan dapat mendeteksi dini tumbuh kembang anak usia pra sekolah. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan di KBTK Aisyiyah Sumberejo Klaten. Instrumen yang digunakan berupa timbangan digital dan pengukur tinggi badan serta form Kuesioner Pra Skrinig Perkembangan (KPSP) dari Kemenkes RI. Hasil: Status gizi sebagian besar siswa tergolong status gizi normal. Gambaran perkembangan anak di KBTK Aisyiyah Sumberejo Klaten sebagian besar sesuai (88,64%). Kesimpulan: Pertumbuhan siswa di KBTK Aisyiyah Sumberejo Klaten sebagian besar normal dan perkembangan siswa di KBTK Aisyiyah Sumberejo Klaten sebagian besar sesuai dengan umur. Kata Kunci: anak usia pra sekolah, deteksi dini, tumbuh kembang ________________________________________________________________________________________ Abstract Background: The early years of life, especially the period from the womb to the first two years of life, are extremely important for the growth and development of a child. Early detection of developmental gaps is very important for early detection of developmental gaps in preschool children. This includes monitoring parent complaints about child development issues. Objective: to help recognize the early growth and development of preschoolers. Method: This activity took place on KBTK Aisyiyah Sumberejo Klaten. The instruments used were a digital scale and height scale and the Indonesian Ministry of Health's Developmental Pre-Screening Questionnaire (KPSP) form. Result: Nutritional status measurements indicated that most of the students belonged to normal nutritional status. The description of child development in KBTK Aisyiyah Sumberejo Klaten is mostly appropriate (88.64%). Conclusion: student development at KBTK Aisyiyah Sumberejo Klaten is mostly normal and student development at KBTK Aisyiyah Sumberejo Klaten is mostly appropriate.   Keywords: pre-school age children, early detection, growth and development
Edukasi Keselamatan Penggunaan Tabung Gas LPG Dalam Rumah Tangga Sri Darnoto; Dwi Astuti; Rika Putri Kinasih; Latifa Putri Cindana
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i2.64

Abstract

Latar belakang: Masih rendahnya pengetahuan masyarakat terutama ibu rumah tangga terkait dengan penggunaan kompor gas yang aman dapak meningkatkan risiko kebocoran gas LPG yang dapat memicu terjadinya kebakaran.  Hal lain yang belum banyak diketahui adalah bagaimana upaya apabila terjadi kebocoran gas pada selang dan regulator, maupun upaya apa yang harus dilakukan bila terjadi kebakaran. Rendahnya pengetahuan dan pemahaman ini akan dapat meningkatkan risiko keselamatan maupaun terjadinya kebakaran. Penggunaan kompor gas yang standar sesungguhnya bila digunakan dengan mentaati prosedur yang tepat sudah dapat mengatisipasi risiko keselamatan maupun risiko kebakaran. Dengan demikian diperlukan upaya guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta kemampuan teknis dalam menggukan kompor gas serta upaya apa saja yang dapat dilakukan apabila terjadi kebocoran gas maupun kebakaran. Tujuan:  Untuk mengenalkan pentingnya upaya keselamatan penggunaan kompor gas pada ibu rumah tangga. Metode:  Kegiatan berbentuk sosialisasi dan pemberian informasi serta pelatihan pengunaan kompor gas dan antisipasi kebakaran. Sasaran pada kegiatan ini adalah warga ibu rumah tangga Dusun Sambirejo. Hasil: Kegiatan pengabdian di Dusun Sambirejo RT. 01 RW. 09 melalui edukasi keselamatan dalam penggunaan gas LPG mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pada ibu rumah tangga. Kegiatan ini dilakukan dengan presentasi dan simulasi. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan secara keseluruhan yaitu rata-rata sebelum edukasi pengetahuan keselamatan penggunaan gas LPG sebesar 75% dan meningkat menjadi 98%. Sedangkan upaya pengendalian kebakaran juga meningkat dari sebelum edukasi sebesar 61% meningkat menjadi 95%. Kesimpulan: edukasi dengan sosialisasi mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pada ibu rumah tangga tentang keselamatan dalam penggunaan gas LPG. Kata Kunci: keselamatan, kebakaran, LPG ____________________________________________________________________________________________ Abstract Background: The low level of public knowledge, especially for housewive, regarding the safe use of gas stoves can increase the risk of LPG gas leaks which can trigger fires. Another thing that is not widely known is what to do in the event of a gas leak in the hose and regulator, as well as what to do in the event of a fire. This lack of knowledge and understanding will increase the risk of safety and fire occurrence. The rights procedures of a standard gas stove can anticipate safety and fire risks. Thus, efforts are needed to increase knowledge and understanding as well as technical capabilities in using gas stoves and what efforts can be made in the event of a gas leak or fire. Objective: To introduce the importance of safety measures using gas stoves for housewive. It is through outreach activities and providing information as well as training on using gas stoves and anticipating fires. Method: Activities in the form of outreach and providing information as well as training in the usage of gas stoves and anticipating fires. The targets for this activity were the housewive of Sambirejo Hamlet. Result: Service activities in Sambirejo Hamlet RT. 01 RW. 09 through safety education in the use of LPG gas can increase the knowledge and understanding of housewive. This activity is carried out with presentations and simulations. The results of the pre-test and post-test showed an increase in overall knowledge, namely the average before education on knowledge of LPG gas use safety was 75% and increased to 98%. Meanwhile, fire control efforts increase from 61% to 95%. Conclusion: education with socialization can increase the knowledge and understanding of housewive about safety in using LPG. Keywords: safety, fire, LPG
Pelatihan Manajemen Penyelenggaraan Pertandingan Futsal Bagi Pengurus Organisasi Mahasiswa Agung Widodo; Titis Nurina; Tasya Suhandi Putri
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i2.92

Abstract

Latar belakang: Belum idealnya penyelenggaraan kejuaraan futsal di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Terlihat dari beberapa kondisi yang tidak ideal sejak pada tahap persiapan (technical meeting), tahap pelaksanaan tidak tepat waktu dari jadwal yang ditentukan, dan tahap setelah pertandingan tidak ada laporan pertandingan. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait tanggungjawab dan wewenang panitia sebagai penyelenggara kejuaraan futsal dimulai sejak masa persiapan, saat pelaksanaan, dan seusai pertandingan futsal dengan membuat laporan pertanggungjawaban. Metode: Melalui kegiatan pelatihan dengan metode: (1) ceramah; (2) diskusi; (3) studi kasus; (4) simulasi; (5) praktek; dan (6) tes/ujian tertulis. Materi pelatihan yang disampaikan kepada khalayak sasaran meliputi: (1) tanggungjawab dan wewenang panitia penyelenggara; (2) pengetahuan dasar futsal; (3) peraturan pertandingan futsal; (4) administrasi dan organisasi pertandingan futsal; (5) sistem pertandingan futsal; serta (6) technical meeting kejuaraan futsal. Hasil: Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta tentang manajemen penyelenggaraan pertandingan futsal sebesar 30.80% dihitung dari perbandingan skor pre-test dan post-test. Kesimpulan: Kegiatan ini membekali peserta dengan pengetahuan dan pemahaman penyelenggaraan pertandingan futsal yang dapat diterapkan dalam penyelenggaraan kejuaraan futsal yang akan dilaksanakan. Sehingga, diharapkan pelaksanaan kejuaraan futsal nantinya dapat berjalan dengan baik, lancar, aman, dan tertib. Kata kunci: futsal, manajemen, pelatihan, pertandingan ____________________________________________________________________________________________ Abstract Background: The holding of the futsal championship in Sukabumi City, West Java has not been ideal. It can be seen from several conditions that were not ideal since the preparation stage (technical meeting), the implementation stage not being on time from the specified schedule, and the post-match stage, no match report. Objective: Increase knowledge and skills related to the responsibilities and authorities of the committee as the organizer of the futsal championship starting from the preparation period, during the implementation, and after the futsal match by making an accountability report. Method: Through training activities with methods: (1) lectures; (2) discussion; (3) case studies; (4) simulation; (5) practice; and (6) written test/examination. The training materials delivered to the target audience include (1) responsibilities and authorities of the organizing committee; (2) basic knowledge of futsal; (3) futsal competition rules; (4) administration and organization of futsal matches; (5) futsal match system; and (6) futsal championship technical meeting. Result: Increased knowledge and skills of participants regarding the management of futsal matches by 30.80% calculated from the comparison of pre-test and post-test scores. Conclusion: This activity equips participants with knowledge and understanding of organizing futsal matches that can be applied in organizing the upcoming futsal championship. So, it is hoped that the implementation of the futsal championship will run well, smoothly, safely, and in an orderly manner. Keywords: futsal, management, match, training
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Android untuk Monitoring Pertumbuhan Dan Perkembangan Balita Tri Siswati; Herni Endah Widyawati; Qibthia Citra Pertiwi; Wahyu Dwi Afianti; Muhammad Primiaji Rialihanto; Tjaronosari Tjaronosari; Nurhidayat Nurhidayat
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i2.96

Abstract

Latar belakang: Monitoring pertumbuhan dan perkembangan merupakan kegiatan penting untuk menilai gangguan tumbuh kembang secara dini. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan partisipan dalam menggunakan aplikasi monitoring pertumbuhan dan perkembangan balita berbasis android DEPA 2.1. Metode: Kegiatan  ini dilakukan di Kelurahan Argorejo, Sedayu, Bantul pada bulan Mei hingga Juli 2022. Mitra adalah kader kesehatan, ibu balita, dan guru PAUD sebanyak 62 orang. Pelatihan dilakukan secara luring dan diskusi melalui grup WhatsApp.  Pengetahuan peserta diukur dengan kuesioner pada awal dan akhir pelatihan, sedangkan ketrampilan kader diukur pada akhir pelatihan dengan lembar observasi yang berupa ceck-list.  Analisis data secara diskriptif dan disajikan dengan narasi, tabel dan gambar. Hasil: Pengetahuan peserta tentang pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita naik sebesar 25.5%. Peserta yang terampil menggunakan aplikasi pada akhir pelatihan sebesar 84%. Kesimpulan: Pelatihan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam menggunakan aplikasi android untuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita. Perlu upaya sosialisasi secara terus menerus untuk keberlangsungan penggunaan aplikasi DEPA 2.1. Kata kunci: balita, DEPA 2.1, guru PAUD, kader, tumbuh kembang ________________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Toddler growth and development monitoring is an important activity to assess early growth and development disorders. Objective: To increase the knowledge and skills of participants in using the DEPA 2.1 android-based toddler growth and development monitoring application. Method: The activity was carried out in Argorejo Village, Sedayu, Bantul, from May to July 2022. The sixty-two partners were health cadres, mothers of toddlers, and PAUD teachers. The training is carried out offline and discussed via the WhatsApp group. Participant knowledge was measured by a team with a questionnaire at the beginning and end of the activity, and cadre skill was measured at the end of the training by means of an observation sheet in the form of a checklist. Data analysis is descriptive and presented with narration, tables, and figures. Result: Participants' knowledge about monitoring the growth and development of toddlers increased by 25.5%. Participants who were skilled at using the application at the end of the training were 84%. Conclusion: Training increases the participants' knowledge and skills in the use of the growth and development of toddlers monitoring by Android application. Continuous socialization efforts are needed for the use of the DEPA 2.1 application. Keywords: toddler, DEPA 2.1 application, PAUD teachers, cadres, growth and development
Edukasi Pemanfaatan Kosmetik Herbal Dan Pembuatan Sabun Beras Pada Kader PKK Desa Ungsari Rizki Eka Purwanto; Mutmainah; Siti Munisih; I Kadek Bagiana; Yuvianti Dwi Franyoto; Aries Koes Soendoro; Maria Caecilia Nanny Setiawati H; Sri Haryanti; Lia Kusmita; Ika Puspitaningrum
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i2.100

Abstract

Latar belakang: Desa Dukuh, kecamatan Delanggu merupakan salah satu Desa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang terkenal akan produksi berasnya. Inovasi yang dapat diberikan untuk meningkatkan potensi dan nilai tambah dari beras adalah diformulasikan ke dalam sediaan sabun beras herbal. Tujuan: Memperkenalkan metode pengolahan beras dan tanaman herbal hingga menjadi produk sabun beras herbal yang dapat menciptakan peluang usaha desa. Metode: Kegiatan ini dilakukan melalui tiga tahapan yaitu tahapan pertama tahapan perencanaan dan persiapan kegiatan, tahapan kedua adalah pelaksanaan meliputi sosialisasi dan pelatihan pembuatan sabun beras herbal dan tahap ketiga adalah evaluasi akhir. Hasil: Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat diterima dengan antusias dan seluruh peserta aktif dalam kegiatan sosialisasi mengenai kosmetik herbal dan pelatihan pembuatan sabun beras herbal. Lebih dari 90% peserta memahami sosialisasi dan pelatihan yang diberikan. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung sukses dan lancar. Peserta pengabdian juga berharap kelanjutan kegiatan pelatihan kontrol kualitas sediaan sabun dan pelatihan pemasaran produk. Kata Kunci: beras, herbal, Klaten, sabun __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Dukuh Village, Delanggu sub-district is one of the villages in Klaten  Regency, Central Java which is famous for its rice production. An innovation that can be given to increase the potential and added value of rice is to formulate it into herbal rice soap preparations. Objective: To introduce methods of processing rice and herbal plants to become herbal rice soap products that can create village business opportunities. Method: This activity is carried out through three stages, namely the first stage is the planning stage, the second stage is the socialization and training stage for making herbal rice soap and the third stage is the final evaluation. Result: The results of the implementation of community service activities were enthusiastically received and all participants were active in socialization activities regarding herbal cosmetics and training in making herbal rice soap. More than 90% of the participants understood the socialization and training provided. Conclusion: Community service activities that took place successfully and smoothly. The participants also hope to continue the quality control training activities for soap preparations and product marketing training. Keywords: rice, herbs, Klaten, soap
Peran Apoteker dalam Pengobatan Swamedikasi Diare Anak Yaya Sulthon Aziz; Nasruhan Arifianto; Dea Hayyu Khofifa Fi’if
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i2.101

Abstract

Latar belakang: Swamedikasi merupakan penggunaan obat modern, dan tradisional secara selektif oleh individu untuk mengobati penyakit. Berdasarkan data provinsi Jawa Timur, ada 30 kematian terkait diare pada anak usia 12 hingga 59 bulan pada tahun 2020.Peran apoteker dalam hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa pasien menerima obat dan perawatan yang tepat, efektif dan aman sesuai dengan tujuan terapeutik. Tujuan: Pengabdian ini adalah untuk mengubah pola piker dan cara pandang masyarakat agar pasien dapat lebih merespon informasi tentang diare anak yang dapat dilakukan sendiri dengan Pedoman Pengobatan LINTAS diare. Metode: Pengabdian ini berupa edukasi Pendidikan Kesehatan di bidang kefarmasian dengan menggunakan metode desaincross sectional yang mengeksplorasi antara factor risiko dan efek melalui pendekatan observasional atau pengumpulan datasekaligus di waktu yang sama. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pasien pasca pengabdian tentang pengobatan diare pada anak dan pengobatan sendiri untuk diare pada anak lebih unggul dalam hal penggunaan obat yang benar, dan dalam hal penggunaan obat yang tepat dan benar dalam kehidupan sehari-hari pasien sudah melaksanakan dengan benar. Kesimpulan: Peran apoteker mengenai kesesuaian pengobatan sendiri untuk diare dengan menggunakan Pedoman LINTAS diare adalah positif. Kata kunci: anak, diare, swamedikasi ___________________________________________________________________________________ Abstract Background: Self-medication is the selective use of modern and traditional medicine by individuals to treat disease. Based on data from the province of East Java, there were 30 deaths related to diarrhea in children aged 12 to 59 months in 2020. The role of pharmacists in this regard is very important to ensure that patients receive the right, effective, and safe medicines and treatments in accordance with therapeutic goals. Objective: This service is to change people's mindsets and perspectives so that patients can better respond to information about childhood diarrhea that can be done on their own with the LINTAS Treatment Guidelines for diarrhea. Method: This service is in the form of health education in the pharmaceutical field using a cross-sectional design method that explores risk factors and effects through an observational approach or data collection at the same time. Result: This study shows that post-service patient knowledge about treating diarrhea in children and self-medication for diarrhea in children is superior in terms of using the right medicine, and in terms of using the right medicine in everyday life the patient has carried it out correctly. Conclusion: The pharmacist's role regarding the suitability of self-medication for diarrhea using the LINTAS diarrhea guideline is positive. Keywords: child, diarrhea, self-medication
Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas di Klasis Telutih, Kabupaten Seram Bagian Timur Vera Talimbung
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i2.104

Abstract

Latar belakang: Pendidikan merupakan salah satu unsur penting yang menentukan kualitas sumber daya manusia, dan guru merupakan komponen yang memegang peran penting dalam menentukan kualitas proses pembelajaran. Oleh karena itu, seorang guru harus meningkatkan kompetensinya agar mampu melakukan tugas profesionalnya sebagai seorang pendidik. Salah satu upaya yang dilakukan guru adalah penelitian tindakan kelas. Namun, guru-guru di Klasis Telutih, Kabupaten Seram Bagian Timur belum pernah mengikuti pelatihan penelitian tindakan kelas serta mengalami kesulitan dalam menuangkan ide-ide dalam bentuk penelitian dan tulisan. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu guru dalam merancang dan melakukan penelitian tindakan kelas sebagai upaya peningkatan profesionalisme guru. Metode: Kegiatan pengabdian dilakukan melalui tiga tahap yaitu persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Hasil: Menunjukkan bahwa rata-rata respon partisipan 37% menyatakan puas dan 55% menyatakan sangat puas terhadap semua aspek pelatihan yang dilakukan, sedangkan 8% menyatakan kurang puas karena keterbatasan waktu pelatihan sehingga praktik penyusunan PTK kurang maksimal. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian melalui pelatihan penelitian tindakan kelas memberikan manfaat bagi partisipan pelatihan sehingga dapat meningkatkan profesionalisme guru sebagai seorang pendidik. Kata kunci: pelatihan, penelitian tindakan kelas, profesionalisme guru __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Education and teachers are an important element in determining the quality of human resources and the quality of the learning process. Therefore, a teacher must improve his competence to carry out his professional duties as an educator. One of the efforts made by the teacher is classroom action research. The teachers at Telutih Klasis in East Seram District had never participated in classroom action research training and had difficulties in expressing their ideas in research and writing. Objective: This service activity aims to assist teachers in designing and conducting classroom action research to increase teacher professionalism. Method: Service activities are carried out through three stages, namely preparation activity, implementation activity, and evaluation activity. Result: Shows that the average response of participants was 37% said they were satisfied and 55% said they were very satisfied with all aspects of the training carried out, while 8% said they were not satisfied because of the limited time for training so that the practice of preparing PTK was not optimal. Conclusion: Community service activities through classroom action research training provide benefits for training participants so that they can increase teacher professionalism as an educator. Keywords: training, classroom action research, teacher professionalism
Pelatihan Dokter Kecil Untuk Peningkatan Status Kesehatan Umum Dan Kesehatan Gigi Mulut Di Wilayah Kerja Puskesmas Pegandan Kota Semarang Hayyu Failasufa; Fuad Fatkhurrohman; Retno Kusniati; Erdianto Wardhana
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i2.105

Abstract

Latar belakang: Penyebab permasalahan tingginya kejadian karies (penyakit gigi dan mulut) di wilayah kerja Puskesmas Pegandan yaitu kurangnya edukasi dan kesadaran diri pada anak-anak usia sekolah dasar terkait kesehatan gigi serta kurangnya perilaku dalam menjaga kebersihan gigi & mulut. Tujuan: Melakukan penyuluhan dan pelatihan dokter kecil sebagai kader kesehatan gigi dan mulut siswa-siswi sekolah dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Pegandan Kota Semarang. Metode: Metode edukasi yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini meliputi penyuluhan secara interaktif, pemberian materi video kesehatan gigi, pemberian buku saku kesehatan gigi dan diskusi. Hasil: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat kaderisasi dokter gigi kecil diikuti oleh 20 peserta kader. Seluruh kader bisa mempraktekan penyuluhan kesehatn gigi dengan baik. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat kaderisasi dokter gigi kecil sangat bermanfaat bagi siswa-siswi sekolah dasar serta bisa meningkatkan derajat Kesehatan gigi secara mandiri. Kata kunci: dokter kecil, kesehatan gigi mulut, penyuluhan, puskesmas pegandan ________________________________________________________________________________________________ Abstract Background: The cause of the problem of the high incidence of caries (dental and oral disease) in the work area of the Pegandan Health Center is the lack of education and self-awareness in elementary school-age children related to dental health and lack of behavior in maintaining dental & oral hygiene. Objective: To conduct counseling and training small doctors as dental and oral health cadres of elementary school students in the Pegandan Puskesmas Working Area, Semarang City. Method: The educational methods used in this community service include interactive counseling, providing dental health video materials, and giving dental health pocketbooks and discussions. Result: Community service activities for the cadreization of small dentists were attended by 20 cadre participants. All cadres can practice dental health counseling well. Conclusion: Community service activities for the regeneration of small dentists benefit elementary school students and can improve dental health independently.
Pemeriksaan Kesehatan Sebagai Monitoring Status Kesehatan Santri Di Panti Asuhan Muhammadiyah Tuksono Sentolo, Kulon Progo Fardhiasih Dwi Astuti; Dwi Utami; Nurul Qamariyah; Wahyu Widyaningsih; Titim Martini
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i2.106

Abstract

Latar belakang: Pondok pesantren di Indonesia mempunyai karakteristik yang siswanya tinggal di podok secara bersama sama. Penyediaan air dan sanitasi lingkungan terkadang tidak mencukupi untuk bersama sehingga dapat menimbulkan permasalahan kesehatan di pondok pesantren. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan kesehatan di Panti Asuhan Muhammadiyah Tuksono Sentolo Kulon Progo dengan melakukan screening kesehatan. Metode: Metode pelaksanaan program pengabdian dengan pemeriksaan kesehatan secara langsung. Pemeriksaan yang dilakukan yaitu pemeriksaan tekanan darah, tinggi badan, berat badan dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Hasil: permasalahan yang ditemui di panti asuhan meliputi adanya gangguan kulit, adanya siswa yang mengalami gizi kurang dan gizi lebih. Kesimpulan: Adanya  permasalahan gangguan kulit perlu adanya edukasi pola hidup bersih dan sehat. Permasalahan gizi perlu ditindaklanjuti dengan adanya edukasi pola makan dan gizi seimbang pada santri. Kata Kunci: gizi, masalah kesehatan, pesantren, skabies _________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Islamic boarding schools in Indonesia have the characteristic that their students live in the same dormitory. The provision of water and sanitation for the environment could be improved for the community so that it can cause health problems in Islamic boarding schools. Objective: This service aims to find health problems at the Muhammadiyah Tuksono Sentolo Kulon Progo Orphanage by conducting health screening. Method: method of implementing the service program with direct health examinations. Examinations carried out were checking blood pressure, height, weight, and physical examination by a doctor. Result: problems encountered in the orphanage include skin disorders, students who experience malnutrition, and excess nutrition. Conclusion: There are problems with skin disorders, and there is a need for education on a clean and healthy lifestyle. Nutritional problems need education on diet and balanced nutrition for students. Keywords: nutrition, health problems, boarding school, scabies

Page 1 of 2 | Total Record : 13