cover
Contact Name
Didik Sumanto
Contact Email
jipmi@unimus.ac.id
Phone
+6282221586617
Journal Mail Official
jipmi@unimus.ac.id
Editorial Address
Jalan Kedungmundu Raya No. 18 Tembalang Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 28295617     DOI : https://doi.org/10.26714/jipmi
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JIPMI) mewadahi publikasi kegiatan pengabdian masyarakat dan temuan inovasi teknologi terapan diutamakan yang berhubungan dengan bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 180 Documents
Peran Apoteker dalam Pengobatan Swamedikasi Diare Anak Yaya Sulthon Aziz; Nasruhan Arifianto; Dea Hayyu Khofifa Fi’if
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i2.101

Abstract

Latar belakang: Swamedikasi merupakan penggunaan obat modern, dan tradisional secara selektif oleh individu untuk mengobati penyakit. Berdasarkan data provinsi Jawa Timur, ada 30 kematian terkait diare pada anak usia 12 hingga 59 bulan pada tahun 2020.Peran apoteker dalam hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa pasien menerima obat dan perawatan yang tepat, efektif dan aman sesuai dengan tujuan terapeutik. Tujuan: Pengabdian ini adalah untuk mengubah pola piker dan cara pandang masyarakat agar pasien dapat lebih merespon informasi tentang diare anak yang dapat dilakukan sendiri dengan Pedoman Pengobatan LINTAS diare. Metode: Pengabdian ini berupa edukasi Pendidikan Kesehatan di bidang kefarmasian dengan menggunakan metode desaincross sectional yang mengeksplorasi antara factor risiko dan efek melalui pendekatan observasional atau pengumpulan datasekaligus di waktu yang sama. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pasien pasca pengabdian tentang pengobatan diare pada anak dan pengobatan sendiri untuk diare pada anak lebih unggul dalam hal penggunaan obat yang benar, dan dalam hal penggunaan obat yang tepat dan benar dalam kehidupan sehari-hari pasien sudah melaksanakan dengan benar. Kesimpulan: Peran apoteker mengenai kesesuaian pengobatan sendiri untuk diare dengan menggunakan Pedoman LINTAS diare adalah positif. Kata kunci: anak, diare, swamedikasi ___________________________________________________________________________________ Abstract Background: Self-medication is the selective use of modern and traditional medicine by individuals to treat disease. Based on data from the province of East Java, there were 30 deaths related to diarrhea in children aged 12 to 59 months in 2020. The role of pharmacists in this regard is very important to ensure that patients receive the right, effective, and safe medicines and treatments in accordance with therapeutic goals. Objective: This service is to change people's mindsets and perspectives so that patients can better respond to information about childhood diarrhea that can be done on their own with the LINTAS Treatment Guidelines for diarrhea. Method: This service is in the form of health education in the pharmaceutical field using a cross-sectional design method that explores risk factors and effects through an observational approach or data collection at the same time. Result: This study shows that post-service patient knowledge about treating diarrhea in children and self-medication for diarrhea in children is superior in terms of using the right medicine, and in terms of using the right medicine in everyday life the patient has carried it out correctly. Conclusion: The pharmacist's role regarding the suitability of self-medication for diarrhea using the LINTAS diarrhea guideline is positive. Keywords: child, diarrhea, self-medication
Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas di Klasis Telutih, Kabupaten Seram Bagian Timur Vera Talimbung
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i2.104

Abstract

Latar belakang: Pendidikan merupakan salah satu unsur penting yang menentukan kualitas sumber daya manusia, dan guru merupakan komponen yang memegang peran penting dalam menentukan kualitas proses pembelajaran. Oleh karena itu, seorang guru harus meningkatkan kompetensinya agar mampu melakukan tugas profesionalnya sebagai seorang pendidik. Salah satu upaya yang dilakukan guru adalah penelitian tindakan kelas. Namun, guru-guru di Klasis Telutih, Kabupaten Seram Bagian Timur belum pernah mengikuti pelatihan penelitian tindakan kelas serta mengalami kesulitan dalam menuangkan ide-ide dalam bentuk penelitian dan tulisan. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu guru dalam merancang dan melakukan penelitian tindakan kelas sebagai upaya peningkatan profesionalisme guru. Metode: Kegiatan pengabdian dilakukan melalui tiga tahap yaitu persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Hasil: Menunjukkan bahwa rata-rata respon partisipan 37% menyatakan puas dan 55% menyatakan sangat puas terhadap semua aspek pelatihan yang dilakukan, sedangkan 8% menyatakan kurang puas karena keterbatasan waktu pelatihan sehingga praktik penyusunan PTK kurang maksimal. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian melalui pelatihan penelitian tindakan kelas memberikan manfaat bagi partisipan pelatihan sehingga dapat meningkatkan profesionalisme guru sebagai seorang pendidik. Kata kunci: pelatihan, penelitian tindakan kelas, profesionalisme guru __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Education and teachers are an important element in determining the quality of human resources and the quality of the learning process. Therefore, a teacher must improve his competence to carry out his professional duties as an educator. One of the efforts made by the teacher is classroom action research. The teachers at Telutih Klasis in East Seram District had never participated in classroom action research training and had difficulties in expressing their ideas in research and writing. Objective: This service activity aims to assist teachers in designing and conducting classroom action research to increase teacher professionalism. Method: Service activities are carried out through three stages, namely preparation activity, implementation activity, and evaluation activity. Result: Shows that the average response of participants was 37% said they were satisfied and 55% said they were very satisfied with all aspects of the training carried out, while 8% said they were not satisfied because of the limited time for training so that the practice of preparing PTK was not optimal. Conclusion: Community service activities through classroom action research training provide benefits for training participants so that they can increase teacher professionalism as an educator. Keywords: training, classroom action research, teacher professionalism
Pelatihan Dokter Kecil Untuk Peningkatan Status Kesehatan Umum Dan Kesehatan Gigi Mulut Di Wilayah Kerja Puskesmas Pegandan Kota Semarang Hayyu Failasufa; Fuad Fatkhurrohman; Retno Kusniati; Erdianto Wardhana
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i2.105

Abstract

Latar belakang: Penyebab permasalahan tingginya kejadian karies (penyakit gigi dan mulut) di wilayah kerja Puskesmas Pegandan yaitu kurangnya edukasi dan kesadaran diri pada anak-anak usia sekolah dasar terkait kesehatan gigi serta kurangnya perilaku dalam menjaga kebersihan gigi & mulut. Tujuan: Melakukan penyuluhan dan pelatihan dokter kecil sebagai kader kesehatan gigi dan mulut siswa-siswi sekolah dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Pegandan Kota Semarang. Metode: Metode edukasi yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini meliputi penyuluhan secara interaktif, pemberian materi video kesehatan gigi, pemberian buku saku kesehatan gigi dan diskusi. Hasil: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat kaderisasi dokter gigi kecil diikuti oleh 20 peserta kader. Seluruh kader bisa mempraktekan penyuluhan kesehatn gigi dengan baik. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat kaderisasi dokter gigi kecil sangat bermanfaat bagi siswa-siswi sekolah dasar serta bisa meningkatkan derajat Kesehatan gigi secara mandiri. Kata kunci: dokter kecil, kesehatan gigi mulut, penyuluhan, puskesmas pegandan ________________________________________________________________________________________________ Abstract Background: The cause of the problem of the high incidence of caries (dental and oral disease) in the work area of the Pegandan Health Center is the lack of education and self-awareness in elementary school-age children related to dental health and lack of behavior in maintaining dental & oral hygiene. Objective: To conduct counseling and training small doctors as dental and oral health cadres of elementary school students in the Pegandan Puskesmas Working Area, Semarang City. Method: The educational methods used in this community service include interactive counseling, providing dental health video materials, and giving dental health pocketbooks and discussions. Result: Community service activities for the cadreization of small dentists were attended by 20 cadre participants. All cadres can practice dental health counseling well. Conclusion: Community service activities for the regeneration of small dentists benefit elementary school students and can improve dental health independently.
Pemeriksaan Kesehatan Sebagai Monitoring Status Kesehatan Santri Di Panti Asuhan Muhammadiyah Tuksono Sentolo, Kulon Progo Fardhiasih Dwi Astuti; Dwi Utami; Nurul Qamariyah; Wahyu Widyaningsih; Titim Martini
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i2.106

Abstract

Latar belakang: Pondok pesantren di Indonesia mempunyai karakteristik yang siswanya tinggal di podok secara bersama sama. Penyediaan air dan sanitasi lingkungan terkadang tidak mencukupi untuk bersama sehingga dapat menimbulkan permasalahan kesehatan di pondok pesantren. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan kesehatan di Panti Asuhan Muhammadiyah Tuksono Sentolo Kulon Progo dengan melakukan screening kesehatan. Metode: Metode pelaksanaan program pengabdian dengan pemeriksaan kesehatan secara langsung. Pemeriksaan yang dilakukan yaitu pemeriksaan tekanan darah, tinggi badan, berat badan dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Hasil: permasalahan yang ditemui di panti asuhan meliputi adanya gangguan kulit, adanya siswa yang mengalami gizi kurang dan gizi lebih. Kesimpulan: Adanya  permasalahan gangguan kulit perlu adanya edukasi pola hidup bersih dan sehat. Permasalahan gizi perlu ditindaklanjuti dengan adanya edukasi pola makan dan gizi seimbang pada santri. Kata Kunci: gizi, masalah kesehatan, pesantren, skabies _________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Islamic boarding schools in Indonesia have the characteristic that their students live in the same dormitory. The provision of water and sanitation for the environment could be improved for the community so that it can cause health problems in Islamic boarding schools. Objective: This service aims to find health problems at the Muhammadiyah Tuksono Sentolo Kulon Progo Orphanage by conducting health screening. Method: method of implementing the service program with direct health examinations. Examinations carried out were checking blood pressure, height, weight, and physical examination by a doctor. Result: problems encountered in the orphanage include skin disorders, students who experience malnutrition, and excess nutrition. Conclusion: There are problems with skin disorders, and there is a need for education on a clean and healthy lifestyle. Nutritional problems need education on diet and balanced nutrition for students. Keywords: nutrition, health problems, boarding school, scabies
Penyuluhan Cara Sikat Gigi yang Benar Pada Guru dan Murid di TK Tarbiyatul Athfal 36 di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang Angga Pria Sundawa; Rizkie Woro  Hastuti; Annisa Nurul Hikmah
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i2.113

Abstract

Latar belakang: Masalah kesehatan yang sering timbul pada anak usia sekolah yaitu gangguan perilaku, penyakit infeksi, penyakit saluran pencernaan, penyakit saluran pernafasan, penyakit kulit, penyakit gigi mulut dan malnutrisi. Masalah-masalah tersebut timbul karena kurangnya pengetahuan serta kesadaran akan pentingnya kesehatan terutama kebiasaan mencuci tangan dan sikat gigi. Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dan siswa tertang cara sikat gigi yang baik dan benar dalam mencegah karies dentis. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan ceramah menggunakan media powerpoint dan LCD serta diskusi interaktif. Kegiatan diakhiri dengan pemberian pre-test dan post-test. Hasil: semua peserta mendapatkan peningkatan pengetahuan berdasarkan hasil pre-test dan post-test dengan rerata nilai post-test lebih tinggi dari nilai rerata pre-test peserta. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan tentang cara sikat gigi yang baik dan benar guna mencegah karies dentis. Kata kunci: karies dentis, penyuluhan, sikat gigi ________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Health problems that often arise in school-age children are behavioral disorders, infectious diseases, digestive tract diseases, respiratory tract diseases, skin diseases, dental and oral diseases, and malnutrition. These problems arise due to a lack of knowledge and awareness of the importance of health, especially the habit of washing hands and brushing teeth. Objective: to increase the knowledge and skills of teachers and students about how to brush their teeth properly and correctly to prevent dental caries. Method: This community service activity is carried out with lectures using PowerPoint and LCD media and interactive discussions. The activity ended with a gift pre-test and post-test. Result: all participants received an increase in knowledge based on the results pre-test and post-test with the average value of the post-test being higher than the average value of the pre-test participant. Conclusion: there is an increase in knowledge about brushing teeth properly and correctly to prevent dental caries. Keywords: dental caries, counseling, tooth brushing
Edukasi Pencegahan Anemia Pada Remaja Di Masa Transisi Menuju Endemi Covid-19 Gela Setya Ayu Putri; Nuria Wijayanti; Bintang Satria Purbaya
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i2.118

Abstract

Latar belakang: Anemia masih menjadi masalah global, termasuk pada remaja di Indonesia. Salah satu dampak anemia yaitu penurunan imunitas yang mana dapat berpengaruh pada status kesehatan remaja selama masa transisi menuju endemi COVID-19. Tujuan: Melakukan penyuluhan kesehatan tentang anemia dan pemeriksaan hemoglobindeteksi anemia pada remaja di Panti Asuhan Darul Falah Al-Hasyimiyah. Metode: Kegiatan dilakukan pada bulan Februari 2023 berupa edukasi tentang anemia dan pemeriksaan hemoglobin pada anak-anak dan remaja di Panti Asuhan Darul Falah Al-Hasyimiyah. Tahap pelaksanaan dimulai dengan observasi lapangan, rencana penyusunan program, pelaksanaan dimulai dengan edukasi dan pemeriksaan Hb, dan evaluasi berupa pre-test dan post-test. Hasil: Tahap observasi didapatkan data awal total anak-anak dan remaja berjumlah 36 orang yang sebagian besar masih asing tentang anemia. Tahap edukasi anemia didapatkan peningkatan pengetahuan responden yang signifikan. Selanjutnya pada pemeriksaan hemoglobin ditemukan 9 remaja (25%) yang mengalami gejala anemia dan 27 remaja (75%) yang memiliki kadar Hb normal. Kesimpulan: Edukasi dapat meningkatkan pengetahuan tentang anemia secara signifikan. Ada 9 orang remaja (25%) mengalami anemia dan 27 orang remaja (75%) dengan kadar Hb normal. Kata kunci: anemia, endemi covid-19, hemoglobin, penyuluhan __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Anemia is still a global major issue, particularly among adolescents in Indonesia. Anemia causes a decrease in immunity, which can affect the health of adolescents during the transition to the COVID-19 endemic. Objective: Conduct health education about anemia and hemoglobin examination to detect anemia in adolescents at the Darul Falah Al-Hasyimiyah Orphanage. Method: The activity was carried out in February 2023 including anemia education and hemoglobin checks for children and adolescents at the Darul Falah Al-Hasyimiyah Orphanage. The activity phase begins with field observations, programming plans, implementation begins with education and Hb-testing, and evaluation namely pre-test and post-test. Result: The observation phase collected preliminary data on the total number of children and adolescents 36, the majority of whom were unfamiliar with anemia. The respondent's knowledge increased significantly during the anemia education stage. Furthermore, the hemoglobin test showed 9 adolescents (25%) who had anemia symptoms and 27 adolescents (75%) who had normal Hb levels. Conclusion: Education can significantly increase anemia knowledge. There were 9 (25%) anemic adolescents and 27 (75%) with normal Hb levels. Keywords: anemia, covid-19 endemic, hemoglobin, counseling
Sertifikasi Ketrampilan Antropometri Kader Posyandu Di Kota Semarang Eti Rimawati; Vilda Ana Veria Setyawati; Muhammad Iqbal; Ririn Nurmandhani; Daniel Diyanto; Firmansyah Kholiq Pradana
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i2.120

Abstract

Latar belakang: Kader pos pelayanan terpadu (posyandu) balita berperan memantau tumbuh kembang balita. Kemampuan kader dalam melakukan pengukuran antropometri, yaitu: panjang/tinggi badan, berat badan, lingkar kepala dan lingkar lengan atas mempengaruhi deteksi dini masalah tumbuh kembang balita. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sertifikat ketrampilan antropometri pada kader posyandu balita. Metode: Peserta sejumlah 10 orang kader posyandu di Kelurahan Pendrikan Kidul, Kecamatan Semarang Tengah. Kegiatan sertifikasi melalui tahap pre-test dilanjutkan pelatihan dan diakhiri dengan posttest melalui observasi praktik dan studi kasus. Pelatihan dilakukan oleh dosen bersama mahasiswa untuk membantu memantau dan mendampingi kader saat praktik mandiri dari kasus yang diberikan. Penilaian Pre dan posttest antropometri diukur dalam 9 aktivitas dengan 37 indikator kemampuan. Hasil: Hasil Pretest menunjukkan bahwa semua kader telah terampil dalam dua aktivitas yaitu: mengukur panjang badan dan lingkar kepala bayi, sedangkan tujuh aktivitas lainnya belum semua indikator terpenuhi. Hasil posttest menunjukkan bahwa semua kader telah terampil di 9 aktivitas dan berhak mendapat sertifikat dari Forum Posyandu Kota Semarang. Kesimpulan: Semua kader telah terampil dalam melaksanakan 37 indikator ketrampilan antropometri. Sertifikasi ketrampilan antropometri ini dapat menjadi salah satu solusi untuk menilai kemampuan kader dalam deteksi dini masalah tumbuh kembang balita. Kata kunci: antropometri, kader, posyandu __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Cadres of Integrated service posts for toddlers (posyandu balita) play a role in monitoring the growth and development of toddlers. The ability of cadres to take anthropometric measurements, i.e.: length/height and weight, accurately affect the early detection of toddler growth and development problems. Objective: This activity aims to provide anthropometric competency certificates to cadres. Method: Participants were ten cadres in the Pendrikan Kidul Village, Central Semarang District. Certification activities go through the pretest stage, followed by training, and end with the post-test. The observation and case studies carried on to measure the pretest and post-test. Lecturers and students train to help monitor and accompany cadres when they practice independently of the cases given. Pre and post-test through observation of anthropometric abilities on nine activities with 37 competency indicators. Result: Pretest results showed that all cadres were skilled in two activities, namely: measuring the baby's body length and head circumference, while the other seven activities had yet to meet all the indicators. At the same time, the post-test results showed that all cadres were skilled in nine activities and entitled to receive a certificate from the Semarang City Posyandu Forum. Conclusion: The results of the activity illustrate that there is an increase in anthropometric skills in cadres after the training. This anthropometric skill certification can be one of the solutions to assess the competence of the cadres. Keywords: anthropometric, cadres, posyandu
Penyuluhan dan Pemeriksaan Tekanan Darah Pada Ibu PKK Perumahan Batursari Asri Demak Viandy, Amartya Desta; Zakiya, Roma Dhona Beauty; Cendani, Tinezia Rivan; Ethica, Stalis Norma; Aprianti, Nurannisa Fitria; Hikmah, Annisa Nurul; Afriansyah, Muhammad Ardi
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.119

Abstract

Latar belakang: Hipertensi dapat menjadi penyebab utama gagal jantung, stoke, dan gagal ginjal. Peningkatan tekanan darah sistolik menunjukan resiko yang lebih penting daripada peningkatan tekanan darah diastolik. Kemungkinan seseorang mengalami hipertensi akan semakin tinggi saat usia semakin bertambah. Tujuan: memberikan penjelasan mengenai pencegahan terjadinya Hipertensi dan Hipotensi. Pelaksanaan PKMD di perumahan Batursari Asri Blok B.87 RT.04 RW.05, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak berdasarkan survey belum pernah dipakai oleh pelajar atau mahasiswa dalam melakukan kegiatan PKMD. Metode: Penyuluhan tentang tekanan darah diberikan secara langsung melalui poster. Evaluasi hasil kegiatan melalui pretest dan posttest. Pretest diberikan sebelum penyuluhan dan posttest serta pemeriksaan tekanan darah diberikan setelah penyuluhan. Hasil: Rerata nilai pretest peserta penyuluhan adalah 80 dengan nilai terendah adalah 60 yang diperoleh satu peserta dan tertinggi adalah 90 yang diperoleh dari enam peserta. Setelah diberikan penyuluhan peserta mendapatkan 10 pertanyaan yang sama seperti sebelumnya dan diperoleh nilai rerata posttest adalah 87,5 dengan nilai terendah 70 dan tertinggi adalah 100. Berdasarkan nilai pretest dan posttest menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan pada peserta setelah diberikan penyuluhan. Kesimpulan: Peserta penyuluhan diperumaha Batursasri Asri mengalami peningkatan pengetahuan tentang resiko dan pencegahan hipertensi. Kata kunci: hipertensi, penyuluhan, tekanan darah ___________________________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension can be a major cause of heart failure, stoke, and kidney failure. Elevated systolic blood pressure indicates a more important risk than increased diastolic blood pressure. The possibility of someone experiencing hypertension will be higher as age increases. Objective: provide an explanation of the prevention of Hypertension and Hypotension. The implementation of PKMD in Batursari Asri housing RT.04 RW.05, Batursari Village, Mranggen District, Demak Regency based on surveys has never been used by students or students in carrying out PKMD activities. Method: Counseling on blood pressure is given directly through posters. Evaluation of activity results through pretest and posttest. Pretest is given before counseling and a posttest and blood pressure check is given after counseling. Result: The average pretest score of counseling participants was 80 with the lowest score being 60 obtained by one participant and the highest was 90 obtained from six participants. After being given counseling, participants received the same 10 questions as before and obtained the average posttest score was 87.5 with the lowest score of 70 and the highest was 100. Based on pretest and post-test scores, it shows an increase in knowledge in participants after being given counseling. Conclusion: Counseling participants in Batursasri Asri housing experienced increased knowledge about the risks and prevention of hypertension. Keywords: hypertension, counseling, blood pressure
Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan Gigi - Mulut Pada Ibu Hamil Kusniati, Retno; Anggraini, Merry Tiyas; Nikmaturrizqi, Nada; Sofiatun, Karomah Rizky; Yulianto, Chiendo Daffa; Alhakim, Hilmy Fawwaz
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.108

Abstract

Latar belakang: Pentingnya komunikasi yang efektif antarprofesi sebagai pemberi pelayanan kesehatan yang berkualitas merupakan tantangan bagi tenaga kesehatan. Penerapkan interprofessional education (IPE) dalam meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antarprofesi kesehatan sangat penting untuk menurunkan kesalahan medis dan meningkatkan keselamatan pasien. Kegiatan IPE ini telah dilakukan ke salah satu keluarga binaan yang telah terpilih di program ini dan didapatkan adanya masalah kesehatan berupa ANC dan Kesehatan Gigi. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk identifikasi kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil dan memberikan intervensi atas masalah kesehatan yang ditemukan. Metode: Kegiatan ini dilakukan pada masyarakat di Kelurahan Sendangmulyo. Responden dalam kegiatan ini yaitu ibu hamil usia 23 tahun. Tahapan kegiatan dimulai dari identifikasi, penilain dan intervensi. Hasil: Kondisi kehamilan memasuki usia 36 minggu, keluhan di perut yaitu braxton hicks hilang timbul dengan kontraksi yan durasinya pendek, semakin sering dan kuat kontraksi saat bertambahnya usia kehamilan. Responden memiliki gigi asli berkisar 20 buah, selama 1 tahun terakhir kesehatan gigi dan mulut nyaman tanpa keluhan tidak terdapat gigi palsu. Kondisi gusi baik, responden juga rutin menyikat gigi 2 kali sehari dengan menggunakan pasta mengandung fluoride. Kesimpulan: Kegiatan edukasi meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kesehatan gigi dan mulut. Kata kunci: ANC, IPE  dan kesehatan gigi _______________________________________________________________________________________ Abstract Background: The importance of effective interprofessional communication as a provider of quality health services is a challenge for health workers. The application of interprofessional education (IPE) in improving communication and collaboration between health professionals is very important to reduce medical errors and improve patient safety. This IPE activity has been carried out on one of the assisted families who have been selected in this program and found to have health problems in the form of ANC and Dental Health. Objective: This activity aims to identify dental and oral health in pregnant women and provide interventions for health problems found. Method: This activity was carried out in the community in the Sendangmulyo Village. Respondents in this activity were pregnant women aged 23 years. The stages of the program start from identification, assessment, and intervention. Result: The condition of pregnancy entering the age of 36 weeks, complaints in the stomach, namely Braxton hicks that come and go with contractions that are of short duration, the contractions are getting more frequent and stronger as the gestational age increases. Respondents had about 20 natural teeth, for the past year, dental and oral health was comfortable without complaints, and there were no dentures. The condition of the gums is good, and the respondents also routinely brush their teeth twice a day using a paste containing fluoride. Conclusion: Educational activities increased the knowledge of oral and dental health in pregnant women. Keywords: ANC, IPE, dental health
Sosialisasi Pangan Aman dan Halal Pada Siswa Sekolah Suyanto, Agus; Nurrahman, Nurrahman; Aminah, Siti; Hersoelistyorini, Wikanastri
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.111

Abstract

Latar belakang: Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia yang paling utama, yang tidak dapat ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari.  Tuntutan dan perhatian terhadap kualitas pangan yang akan dikonsumsi masyarakat, dirasakan semakin lama semakin besar. Pangan yang baik harus bermutu, bergizi, aman dan halal.  Tujuan: Kegiatan sosialisasi pangan aman dan halal untuk memberikan pengetahuan kepada siswa  akan pentingnya mengkonsumsi makanan yang aman dan halal. Metode: Sosialisasi ini dilakukan dengan cara memberikan pelatihan dalam bentuk ceramah kepada siswa  SMP dan SMK, masing-masing sebanyak 28 dan 23 orang. Pelatihan siswa SMP dan SMK dipisah agar lebih fokus dalam menerima materi. Untuk mengetahui dampak pelatihan dilakukan pre-test dan post-test dengan menjawab soal yang telah disiapkan.  Hasil: dari nilai rata-rata pengetahuan tentang pangan aman dan halal sebelum dan setelah ceramah sebesar 5,61 dan 7,04 untuk siswa SMP, sedangkan pada siswa SMK sebesar 5,35 dan 7,04. Kesimpulan: Sosialisasi menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa meningkat secara signifikan. Kata kunci: halal, pangan aman, sosialisasi, siswa _______________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Food is the most basic human need, which cannot be left behind in everyday life. Demands and attention to the quality of food that will be consumed by the community, are felt to be getting bigger and bigger. Good food must be of good quality, nutritious, safe, and lawful. Objective: safe and halal food socialization activity to provide knowledge to students about the importance of consuming safe and halal food. Method: This socialization was carried out by providing training in the form of lectures to SMP and SMK students, totaling 28 and 23 students respectively. The training for SMP and SMK students is separated so that they are more focused on receiving the material. To find out the impact of the training, pre-test, and post-tests were carried out by answering the questions that had been prepared. Result: the average value of knowledge about safe and halal food before and after the lecture was 5.61 and 7.04 for junior high school students, while for vocational students it was 5.35 and 7.04. Conclusion: Socialization showed that the level of knowledge of students increased significantly. Keywords: halal, safe-food, socialization, students

Page 7 of 18 | Total Record : 180