cover
Contact Name
Didik Sumanto
Contact Email
jipmi@unimus.ac.id
Phone
+6282221586617
Journal Mail Official
jipmi@unimus.ac.id
Editorial Address
Jalan Kedungmundu Raya No. 18 Tembalang Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 28295617     DOI : https://doi.org/10.26714/jipmi
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JIPMI) mewadahi publikasi kegiatan pengabdian masyarakat dan temuan inovasi teknologi terapan diutamakan yang berhubungan dengan bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 180 Documents
Edukasi Kesehatan dan Olahraga Sebagai Pencegahan Obesitas dan Perilaku Sedentari Pada Siswa Agafian Dhuha, Ahad; Yogaswara, Andre; Seh Abu Bakar, Sayid Fariz bin; Widodo, Agung; Muhibbi, Muhammad; , Mifbakhuddin; Prasetio, Diki Bima; , Sayono; Sumanto, Didik
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.112

Abstract

Latar belakang: Obesitas sudah menjadi epidemi global penyakit tidak menular yang mengancam seluruh penduduk dunia. Obesitas merupakan kondisi yang diakibatkan oleh tidak seimbangnya intake makanan yang masuk dengan energi yang dikeluarkan sehingga menyebabkan tumpukan lemak di dalam tubuh. Tujuan: untuk melakukan edukasi remaja terkait kebugaran dan kesehatan agar tidak terjebak dalam perangkap kemajuan teknologi yang membawa pada perilaku sedentary. Metode:  Pengabdian dilaksanakan dalam bentuk edukasi melalui ceramah dan praktik latihan langsung di kelas. Pengetahuan responden diambil dengan kuesioner sebelum dan setelah kegiatan berlangsung. Hasil: siswa hanya melakukan aktivitas fisik 1 kali dalam seminggu yaitu saat jam pelajaran penjaskes di sekolah. Rerata denyut nadi siswa berkisar antara 90-100 kali per menit. Pada latihan kebugaran push up, kategori kurang sebanyak 28 siswa, kategori cukup 7 siswa, dan kategori baik 3 siswa.  Tes kebugaran sit up, kategori kurang sebanyak 26 siswa, kategori cukup 6 siswa, kategori baik 6 siswa. Kesimpulan: Sebagian besar tingkat kebugaran jasmani siswa SMA MIBS Kebumen dalam kategori kurang. Edukasi meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan dan kebugaran. Kata kunci: obesitas, sedentari, kebugaran _______________________________________________________________________________________ Abstract Background: Obesity has become a global epidemic of non-communicable diseases threatening the entire world's population. Obesity is caused by an imbalance between incoming food intake and expended energy, causing fat deposits in the body. Objective: educate youth about fitness and health so they don't get caught in the trap of technological advances that lead to sedentary behavior. Method: Community service is done through education through lectures and hands-on practice in class. Respondents' knowledge was taken with a questionnaire before and after the activity. Result: students only do physical activity once a week at school, namely during physical education lessons. The average student's pulse ranges from 90-100 beats per minute. In the push-up fitness exercise, there were 28 students in the less category, seven students in the sufficient, and three in the good. Sit-up fitness test, 26 students were lacking, six were adequate, and six students were good. Conclusion: Most of the physical fitness levels of SMA MIBS Kebumen students are in the poor category. Education increases students' knowledge about health and wellness. Keywords: obesity, sedentary, fitness
Khitan Massal dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Desa Balbar Sofifi Lestari, Tutik; Muhammad, Fatir; Alkatiri, Rosita; Ismail, Rusihan; Febriyadi, Fandy; Saudi, Wawan; Manoy, Nia Astria
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.116

Abstract

Latar belakang: Bakti sosial seperti khitan massal dan pemeriksaan dilakukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. Khitan pada anak merupakan upaya untuk meningkatkan kesehatan reproduksi bagi laki-laki dalam perspektif islam. Selain itu pemeriksaan kesehatan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tujuan: Untuk mengkhitan massal anak laki-laki yang belum baliq dan mendeteksi secara dini masalah kesehatan masyarakat Desa Balbar agar upaya pencegahan dilakukan sedini mungkin. Metode: Pengabdian ini dilaksanakan dengan promosi kegiatan pengabdian kepada aparat Desa Balbar dan media sosial   bagi yang berminat mendaftar ke aparat desa. Pelaksanaan kegiatan akan dilaksanakan sesuai jadwal yang di tentukan. Hasil: Telah dilaksanakan khitanan massal selama 2 hari pada tanggal 15-16 September 2022 yang diikuti oleh 37 peserta, sedangkan pemeriksaan kesehatan dilaksanakan pada tanggal 15 September 2022 yang diikuti oleh 84 peserta, dengan hasil pemeriksaan ditemukan sebanyak 11 orang menederita hipertensi dan 5 orang hipotensi. Tim pengabdian masyarakat terdiri dari tenaga medis (dokter, perawat dan tenaga kesehatan) dan non medis (dosen, mahasiswa dan panitia pelaksana). Kesimpulan: Pengabdian masyarakat ini telah dilakukan khitanan massal dan pemeriksaan kesehatan bagi anak laki-laki yang belum baliq dan masyarakat umum di Desa Balbar. Kata kunci: kesehatan, khitan, pemeriksaan kesehatan ____________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Social services such as mass circumcision and examinations are carried out to help people in need without spending the slightest cost. Child circumcision is an effort to improve reproductive health for men from an Islamic perspective. n addition, health checks can improve public health status. Objective: To mass circumcision of boys who have not yet reached puberty and to detect early health problems in the Balbar Village community so that prevention efforts are carried out as early as possible. Method: This service is carried out by promoting community service activities for Balbar Village officials and social media for those interested in registering with village officials. Activities will be carried out according to the specified schedule. Result: Mass circumcision was carried out for 2 days on 15-16 September 2022 which 37 participants attended, while the health check was carried out on September 15, 2022, which was attended by 84 participants, with the results of the examination found as many as 11 people suffering from hypertension and 5 people with hypotension. The community service team comprises medical personnel (doctors, nurses, and health workers) and non-medical (lecturers, students, and implementing committees). Conclusion: This community service has conducted mass circumcisions and health checks for boys who have not reached puberty and the general public in Balbar Village. Keywords: health, circumcision, health examination
Edukasi Program Kawasan Tanpa Rokok Dalam Mewujudkan “Kampus Sehat Bebas Asap Rokok“ Salawati, Trixie; Dyah Larasaty, Nurina; Rahmawati Sucipto, Mega
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.126

Abstract

Latar belakang: Undang-Undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009 telah menetapkan tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Perguruan Tinggi merupakan bagian dari KTR. UKM GEMA Unimus peduli bahaya NAPZA. Harapannya UKM GEMA ikut berpartisipasi dalam pengendalian tembakau untuk mewujudkan Kampus Bebas Rokok. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan  anggota UKM GEMA melalui edukasi “Kampus Bebas Rokok”. Metode: Edukasi dilakukan secara daring menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan dilaksanakan selama 100 menit, terdiri dari 10 menit pre-test, sesi edukasi dan tanya jawab selama 60 menit, dan diakhir dengan post-test selama 10 menit. Hasil: Sebelum edukasi hanya 13% peserta yang memiliki pengetahuan baik. Pasca Edukasi telah ada 46% peserta yang berpengetahuan baik. Kesimpulan: Pengetahuan peserta meningkat setelah memperoleh edukasi tentang Kampus Bebas Rokok. Kata kunci: bahaya rokok, kampus bebas rokok, kawasan tanpa rokok ______________________________________________________________________________________ Abstract Background: Health Law Number 36 of 2009 has stipulated Non-Smoking Areas (KTR). Universities are part of KTR. UKM GEMA Unimus cares about the harmful of drugs. It is hoped that UKM GEMA will participate in tobacco control to create a Smoking Free Campus. Objective: To increase the knowledge of GEMA UKM members through education on the "Smoking Free Campus". Method: Education is carried out online using the Zoom Meeting application. The activity was carried out for 100 minutes, consisting of a 10-minute pre-test, 60-minute education, and question-and-answer sessions, and ended with a 10-minute post-test. Result: Before education, only 14% of participants had good knowledge. After Education, there were 46% of participants had good knowledge. Conclusion: Participants' knowledge increased after receiving education about the Smoking Free Campus. Keywords: harmful smoking, smoking-free campus, non-smoking area
Pemanfaatan Sampah Organik Menggunakan Metode Komposter di Kelurahan Banyumanik Kota Semarang Utiningtyas, Almas Rizki; Nugroho, Muhammad Dimas Alfian; Anggoro, Vernanda Kresna; Ikhwanudin, Muhamad; Nurfuad, Khilmi; Wahyuningsih, Andria; Firdaus, Falah Tinton; Prastiwi, Harvina Sindy; Purnama, Estyaningsi; Al Haris, M.
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.127

Abstract

Latar belakang: Sampah merupakan sesuatu yang tidak digunakan atau tidak disukai hasil dari aktifitas manusia. Pengelolaan sampah biasanya dilakukan dengan cara pemilahan sampah sesuai jenisnya masing-masing. Akan tetapi, kurangnya pengetahuan warga tentang pengelolaan sampah organik membuat pengelolaan sampah ini tidak berjalan efektif. Kondisi seperti ini yang masih dialami masyarakat di Rukun Warga (RW) 02 Kelurahan Banyumanik Kota Semarang. Pembuatan pupuk organik dengan metode komposting merupakan salah satu alernatif untuk mengurangi banyaknya sampah yang dihasilkan masarakat. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan serta skill masarakat RW 02 Kelurahan Banyumanik dalam memaksimalkan pengolahan sampah menjadi pupuk organik. Metode: Kegiatan dilakukan dengan tahapan persiapan, sosialisasi serta pelatihan pembuatan kompos organik dengan metode komposting. Hasil: Setelah kegiatan dilakukan, warga RW 02 paham akan manfaat dan kemudahan mengolah sampah dengan tong komposter. Pembuatan alat tersebut sangat mudah, karena terbuat dari bahan yang relatif murah dan terjangkau. Pertanyaan yang diajukan kepada warga yang mengikuti pelatihan, membuktikan bahwa mereka paham dan memiliki pandangan yang jelas tentang pengelolaan sampah menggunakan tong komposter. Kesimpulan: Warga RW 02 Kelurahan Banyumanik Kota Semarang lebih memahami pengelolaan sampah yang efektif dan efisien serta tergugah semangatnya untuk mengolah sampah organik menjadi kompos dengan teknologi komposter. Kata kunci: Banyumanik, komposter, pengelolaan sampah, sampah organik ___________________________________________________________________________________________ Background: Waste was unused or unwanted, resulting from human activities. Waste management was typically done by sorting the waste according to its respective types. However, the lack of knowledge among residents regarding organic waste management has hindered effective waste management. Such conditions were still experienced by the community in 02 Hamlet, Banyumanik Urban Village, Semarang City. The production of organic fertilizer through composting methods was one alternative to reduce the amount of waste generated by the community. Objective:  This aimed to enhance the knowledge and skills of the residents of 02 Hamlet, Banyumanik Urban Village, Semarang City Village, in maximizing waste processing into organic fertilizer. Method: The activity was conducted in several stages, including preparation, socialization, and training on organic compost production using the composting method. Result: After the activity, the residents of 02 Hamlet understood the benefits and ease of processing waste using composting bins. The construction of such tools was relatively easy, as they were made affordable. The questions asked to the trained residents proved that they understood and had a clear perspective on waste management using composting bins. Conclusion:  The residents of 02 Hamlet, Banyumanik Urban Village, Semarang City, had been educated about effective and efficient waste management and were motivated to process organic waste into compost using composting technology. Keywords: Banyumanik, composting, organic waste, waste management
Pelatihan Pemanfaatan Parental Control Penggunaan Gadget Pada Anak Bagi Wali Siswa Sekolah Dasar Hikmawati, Isna; Adi Purwanto, Lahan; Setiyabudi, Ragil; Susilo, Rakhmat
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.128

Abstract

Latar belakang: Indonesia menjadi negara dengan penggunaan smartphone terbesar keempat yang aktif di dunia setelah China, India, dan Amerika. Berbagai fenomena peningkatan penggunaan gadget di Indonesia, perlu peran orangtua dalam ikut serta mendampingi anak, agar bijak dalam penggunaan gadget. Saat ini sebagian besar anak sudah mempunyai gadget pribadi karena adanya pembelajaran daring pada tahun sebelumnya akibat wabah Covid-19. Tujuan: Mencegah dampak buruk penggunaan gadget pada anak melalui penggunaan aplikasi parental control. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Sekolah Dasar  Negeri 01 Bobosan, Purwokerto, Banyumas dengan metode pelatihan digital parenting dan praktik penggunaan aplikasi parental control dalam google family link. Materi disampaikan melalui pembagian leaflet dan paparan menggunakan Powerpoint. Pengukuran pengetahuan peserta dilakukan sebelum pelatihan dan sepekan setelah kegiatan dilaksanakan. Hasil: Pelatihan diikuti 30 peserta wali siswa kelas 4 dan 5. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum da setelah dilangsungkan kegiatan pelatihan, namun capaian penggunaan aplikasi oleh peserta masih relatif rendah (40%). Kesimpulan: Pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan wali siswa tentang parental control bagi anak. Perlu kerjasama yang baik antara sekolah dan orangtua siswa dalam pengelolaan penggunaan gadget pada anak. Kata kunci: digital parenting, gadget, parental control, pelatihan ____________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Indonesia is the fourth largest number of active smartphone users after China, India, and America. Various phenomena of increasing use of gadgets in Indonesia require the parents to accompany children so that they are wise in using devices. Currently, most children already have personal gadgets due to online learning the previous year due to the Covid-19 outbreak. Objective: It is preventing the effects of using gadgets on children through parental control applications. Method: The activities were carried out at Bobosan 01 Public Elementary School, Purwokerto, Banyumas. Digital parenting training was a method chosen. A practice of parental control applications was using the Google Family Link. The knowledge is substantial through the distribution of leaflets and sharing using Powerpoint. Measurement of participant knowledge was taken before the training and a week after the training. Result: The training was attended by 30 guardians of students in grades 4 and 5. The results showed increased knowledge before and after the training activities, but the achievement of using the application by the participants was still relatively low (40%). Conclusion: Training can increase parents' knowledge about parental control for children. There needs to be good cooperation between schools and parents of students in managing the use of gadgets in children. Keywords: digital parenting, gadgets, parental control, training
Edukasi Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus dan Pemeriksaan Kadar Gula Darah Sewaktu di Panti Asuhan Fitria, Meutia Srikandi; Yantu, Sri Rahdianti; Ruslan, Riskawati; Sholekha, Zulfa; Abdul, Qathrun Nada Putri; Moontalu, Deis Aristianti; Mahesya, Sulchan Abdi
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.130

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus adalah penyakit tidak menular yang dapat menyerang segala kelompok umur. Peningkatan jumlah penderita diabetes melitus menjadi salah satu ancaman kesehatan secara global. Pengetahuan tentang diabetes melitus masih kurang sekali, baik tentang penyebab, gejala, dan cara pencegahan. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan tentang penyakit diabetes melitus pada anak-anak dan mengetahui kadar gula darah sewaktu pada anak-anak di Panti Asuhan Al-Ikhlas Al-Hadi sehingga dapat digunakan sebagai skrining awal penyakit diabetes melitus. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Panti Asuhan Al-Ikhlas Al-Hadi Tembalang Semarang. Metode yang digunakan adalah ceramah dan pemeriksaan gula darah sewaktu dengan alat glukometer. Hasil: Penilaian pemahaman tentang materi diabetes melitus mengalami peningkatan pada post-test dibandingkan dengan pre-test. Dari total 16 peserta pemeriksaan gula darah sewaktu 100% memiliki kadar gula darah sewaktu normal dengan nilai dibawah 180 mg/dL. Kesimpulan: Peserta penyuluhan mengalami peningkatan pemahaman tentang materi pencegahan diabetes melitus dan seluruh peserta memiliki kadar gula darah sewaktu yang normal. Kata kunci: diabetes melitus, gula darah sewaktu, pengetahuan ________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Diabetes mellitus is a non-communicable disease that can affect all age groups. The increasing number of people with diabetes mellitus threatens global health. Knowledge about diabetes mellitus is still lacking, both about the causes, symptoms, and how to prevent it. Objective: Increasing knowledge about diabetes mellitus in children and knowing blood sugar levels in children at the Al-Ikhlas Al-Hadi Orphanage so that it can be used as an initial screening for diabetes mellitus. Method: The activity was carried out at the Al-Ikhlas Al-Hadi Tembalang Orphanage, Semarang. The technique used is lectures and temporary blood sugar checks with a glucometer. Result: Assessment of understanding of diabetes mellitus material has increased in post-test compared with a pre-test. Out of 16 blood sugar examination participants, 100% had normal blood sugar levels with values ​​below 180 mg/dL. Conclusion: Counseling participants experienced an increased understanding of diabetes mellitus prevention material, and all participants had normal levels of temporary blood sugar. Keywords: diabetes mellitus, temporary blood sugar, knowledge
Menjaga Kadar Kolesterol dan Tekanan Darah Untuk Kesehatan Jantung Dengan Konsumsi Minuman Herbal Teh Hijau Annisa, Rully; Tania, Marta; Kurnia, Dwi
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.131

Abstract

Latar belakang: Penyakit jantung koroner adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah arteri koroner jantung. Hal ini terjadi karena Tinggi nya kadar kolesterol dapat menyebabkan aterosklerosis pada pembuluh darah Akibat dari penyempitan pembuluh darah tersebut aliran darah ke jantung akan kekurangan oksigen yang dapat menimbulkan gejala nyeri dada yang merupakan gejala khas penyakit jantung koroner. Penyakit kardiovaskuler termasuk penyakit jantung yang dapat menyebabkan kematian tertinggi di dunia. Sebuah riset menunjukkan bahwa konsumsi Teh hijau dapat menurunkan kolesterol total dan kolesterol jahat. Selain itu, Teh hijau juga mengandung asam fenolik, yang dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner. Tujuan: Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang Penyakit jantung koroner dan faktor penyebabnya diantaranya peningkatan kolesterol dan tekanan darah; melakukan pemeriksaan kadar kolesterol dan tekanan darah selanjutnya akan diberikan terapi pemberian teh hijau. Metode: Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan intervensi pemberian terapi herbal teh hijau yang dapat diseduh dengan air panas dengan suhu 80-90°C lalu diamkan sejenak sampai teh menjadi hangat dan diminum hingga habis. Teh hijau dapat dikonsumsi sebanyak 3-4 kali sehari dan sebaiknya tidak mencampur dengan bahan lain seperti gula atau susu dan pengukuran kolesterol dan tekanan darah dengan pre-test dan post-test. Selanjutnya  Data dianalisis menggunakan paired T-test. Hasil: Didapatkan perbedaan signifikan perubahan kadar kolesterol dan nilai tekanan darah sebelum dan setelah intervensi (p=0,000). Kesimpulan: Pemberian terapi herbal menggunakan teh hijau dapat menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi. Kata kunci: kolesterol, penyuluhan, teh hijau, tekanan darah tinggi, terapi herbal __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Coronary heart disease is caused by the narrowing of the coronary arteries of the heart. It happens because high cholesterol levels can cause atherosclerosis in blood vessels. The result of the narrowing of these blood vessels, and blood flow to the heart will deprive of oxygen which can cause symptoms of chest pain is a typical symptom of coronary heart disease. Cardiovascular diseases, including heart disease, can cause the highest death in the world. Research shows that consumption of green tea can lower total cholesterol and bad cholesterol. In addition, green tea also contains phenolic acids, which can reduce the risk of coronary heart disease. Objective: This Community Service Program aims to provide knowledge about coronary heart disease and its causative factors, including increased cholesterol and blood pressure; Checking cholesterol levels and blood pressure will then be given green tea therapy. Method: The method used is socialization and intervention in the provision of green tea herbal therapy can brew with hot water at a temperature of 80-90°C, then let stand for a while until the tea becomes warm, and drink it until it runs out. Green tea can be consumed 3-4 times a day and should not mix with other ingredients such as sugar or milk and cholesterol and blood pressure measurements with pre-test and post-test. Furthermore, data were analyzed using paired T-test. Result: Results: There were significant differences in changes in cholesterol levels and blood pressure values before and after the intervention (p=0.000). Conclusion: Giving herbal therapy using green tea can reduce cholesterol levels and high blood pressure. Keywords: cholesterol, counseling, green tea, high blood pressure, herbal therapy
Program e-KIE Pada Calon Pengantin dan Ibu Hamil Sebagai Upaya Penurunan Stunting di Kota Tegal Astuti, Rahayu; Damayanti, Fitriani Nur; Hasanah, Nur
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.132

Abstract

Latar belakang: Stunting di Indonesia masih menjadi masalah nasional. Upaya penurunan stunting dapat dilakukan melalui promosi kesehatan dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE). Saat ini pada era transformasi digital, penerapan teknologi digital meluas pada berbagai aspek kehidupan, termasuk penggunaan teknologi digital di bidang kesehatan. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan calon pengantin dan ibu hamil tentang pencegahan stunting menggunakan media pembelajaran yang inovatif melalui e-KIE. Metode: Kegiatan edukasi menggunakan e-KIE dengan tahapan penyusunan e-booklet, penjaringan peserta kelompok calon pengantin dan ibu hamil dengan kader kesehatan setempat, penjaringan fasilitator dari ‘Karang Taruna’ dan pelaksanaan kegiatan edukasi secara online menggunakan grup WhatsApp. Materi diberikan dalam bentuk e-booklet dan pengukuran pengetahuan menggunakan google form sebelum dan setelah kegiatan dilaksanakan. Hasil: Pre-test pengetahuan calon pengantin, kategori ‘Baik’, ‘Sedang’ dan ‘Kurang’ secara berurutan adalah 0.0% 7.14%, dan 42.86%. Setelah mempelajari e-booklet, hasil post-test kategori ‘Baik’ menjadi 66,67% dan ‘Sedang’ 33,33%. Pre-test pengetahuan pada ibu hamil, kategori ‘Baik’ 29,87%, ‘Sedang’ 25,97% dan ‘Kurang’ 44,16%. Hasil post-test kategori ‘Baik’ menjadi 60,53%, kategori ‘Sedang’ dan ‘Kurang’ masing-masing hanya 23,68% dan 15,79%. Kesimpulan: Program e-KIE dapat meningkatkan pengetahuan partisipan tentang persiapan kehamilan untuk calon pengantin dan pemahaman tentang stunting dan kehamilan pada ibu hamil. Kata kunci: e-booklet, e-KIE, pengetahuan, stunting __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Stunting in Indonesia is still a national problem. Reducing stunting can be done through health promotion and Communication, Information, and Education. Currently, in the digital transformation era, the application of digital technology extends to various aspects of life, including the use of digital technology in the health sector. Objective: Increase the knowledge of prospective brides and pregnant women about stunting prevention using innovative learning media through e-KIE. Method: Educational activities using e-KIE with stages preparation of e-booklets, selection of participants from groups of prospective brides and pregnant women with local health cadres, selection of facilitators from 'Karang Taruna', and implementation of educational activities online using the WhatsApp group. The material is provided in an e-booklet, and knowledge measurement using the Google form before and after the activity is done. Result: Pre-test knowledge of the bride and groom, categories of 'Good', 'Moderate', and 'Less' respectively were 0.0%, 7.14%, and 42.86%. After studying the e-booklet, the post-test results in the 'Good' category were 66.67% and 'Medium' 33.33%. The pre-test score of pregnant women's knowledge in, the 'Good' category is 29.87%, 'Medium' 25.97%, and 'Less' 44.16%. The post-test results for the 'Good' category were 60.53%, and the 'Medium' and 'Less' categories were only 23.68% and 15.79%, respectively. Conclusion: The e-KIE program can increase participants' knowledge about pregnancy preparation for prospective brides and understanding of stunting and pregnancy in pregnant women. Keywords: e-booklet, e-KIE, knowledge, stunting
Edukasi Kesehatan Gigi-Mulut Melalui Kegiatan UKGS dan UKGM di Wilayah Kerja Puskemas Purwoyoso Semarang Arti, Dwi Windu Kinanti; Rahmah, Laily; Sari, Ismaya Aria; Annur, Annindya May; Lathifa, Ovie Luksita
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.138

Abstract

Latar belakang: Kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk diperhatikan. Identifikasi masalah kesehatan untuk dapat mencegah sebelum masalah kesehatan. Tingginya kasus penyakit pulpa dan periapikal di wilayah kerja Puskesmas Purwoyoso berkaitan dengan kesadaran dan pengetahuan masyarakat yang masih rendah mengenai kesehatan gigi dan mulut yang rendah. Intervensi dari masalah kesehatan perlu dilakukan sebagai upaya peningkatan kesehatan. Tujuan: Melakukan edukasi kesehatan gigi dan mulut melalui UKGS dan UKGM. Metode: Identifikasi penyebab masalah, penentuan prioritas masalah, menetapkan alternatif pemecahan masalah, penentuan prioritas alternatif pemecahan masalah Hasil: Pengetahuan siswa sekolah meningkat dari 75,3% menjadi 94,5% seteah diberikan edukasi. Kegiatan UKGS dilakukan melalui edukasi dengan menggunakan media menggunakan power point dan menampilkan video animasi. Selanjutya dilakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut para siswa sebagai langkah awal screening. Kegiatan UKGM dilaksanakan dengan melakukan edukasi atau penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut, serta konsultasi mengenai masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu balita dan lansia. Kesimpulan: Kegiatan edukasi pada siswa sekolah terbukti mampu meningkan pengetahuan mereka. Usaha untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut melalui UKGS dan UKGM adalah suatu kegiatan yang sangat penting dalam membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut seseorang. Kata kunci: edukasi, kesehatan gigi dan mulut, masyarakat, sekolah ___________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Dental and oral health is very important to pay attention to. Identification of health problems to be able to prevent health problems before. The high cases of the pulpal and periapical disease in the working area of ​​the Purwoyoso Health Center are related to low public awareness and knowledge about dental and oral health. Intervention in health problems needs to be done in an effort to improve health. Objective: Education in dental and oral health through UKGS and UKGM. Method: Identification of the causes of problems, prioritization of problems, setting of alternative solutions to problems, prioritization of alternative solutions to problems Result: Knowledge of school students increased from 75.3% to 94.5% after being given education. UKGS activities are carried out through education using the media using PowerPoint and showing animated videos. Then a dental and oral health examination was carried out by the students as the first step in screening. UKGM activities are carried out by conducting education or counseling about dental and oral health, as well as consultations regarding dental and oral health problems for mothers of toddlers and the elderly. Conclusion: Educational activities for school students are proven to be able to increase their knowledge. Efforts to improve dental and oral health through UKGS and UKGM are very important activities in helping to maintain the health of one's teeth and mouth. Keywords: education, dental and oral health, community, school
Edukasi Nutrisi Ibu Hamil Untuk Tumbuh Kembang Optimal Bayi Siwi, Retno Palupi Yonni; Retnaningtyas, Erma; Wulandari, Anggrawati; Rohmah, Miftakhur; Mufida, Riza Tsalatsatul; Astikasari, Nita Dwi; Putri, Ariesta Brinawaty; Khusna, Cicin Amalia; Widhiatuti, Dhanik Rita
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.140

Abstract

Latar belakang: Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya nutrisi ibu hamil untuk tumbuh kembang optimal bayi adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat baik secara individu maupun kelompok. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya nutrisi ibu hamil untuk tumbuh kembang optimal bayi. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Badegan Kabupaten Ponorogo dengan melakukan pretest, memberikan edukasi kepada ibu hamil dan memberikan post-test. Hasil: Dari 20 responden, sebelum diberikan edukasi sebagian besar pengetahuan responden dalam kategori cukup yaitu 11 responden (58,3%), setelah diberi edukasi, hampir seluruh responden pengetahuannya dalam kategori  baik, yaitu 18 responden (91,7%). Kesimpulan: Edukasi tentang pentingnya nutrisi ibu hamil untuk tumbuh kembang optimal bayi sangat efektif sehingga pengetahuan responden baik. Kerjasama dengan pihak-pihak terkait sangat penting dalam upaya peningkatan kesehatan ibu hamil secara holistik. Kata kunci: ibu hamil, nutrisi, pengetahuan, tumbuh kembang ____________________________________________________________________________________________ Abstract Background: To increase public knowledge and understanding of the importance of nutrition for pregnant women for optimal growth and development of babies is to provide counseling to the community both individually and in groups. Objective: This community service aims to increase public knowledge and understanding of the importance of nutrition for pregnant women for optimal growth and development of babies. Method: This community service was carried out in Badegan Village, Ponorogo Regency by conducting a pretest, providing counseling to pregnant women, and giving a post-test. Result: Of the 20 respondents, before being given knowledge counseling, most of the respondents were in the sufficient category, namely 11 respondents (58.3%), after being given counseling, almost all of the respondents' knowledge was in the good category, namely 18 respondents (91.7%). Conclusion: Counseling about the importance of nutrition for pregnant women for optimal growth and development of babies is very effective so the knowledge of the respondents is good. Collaboration with related parties is very important in efforts to improve the health of pregnant women holistically. Keywords: pregnant women, nutrition, knowledge,  growth and development

Page 8 of 18 | Total Record : 180