cover
Contact Name
Didik Sumanto
Contact Email
jipmi@unimus.ac.id
Phone
+6282221586617
Journal Mail Official
jipmi@unimus.ac.id
Editorial Address
Jalan Kedungmundu Raya No. 18 Tembalang Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 28295617     DOI : https://doi.org/10.26714/jipmi
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JIPMI) mewadahi publikasi kegiatan pengabdian masyarakat dan temuan inovasi teknologi terapan diutamakan yang berhubungan dengan bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 180 Documents
Pelatihan Tata Laksana Penyembelihan Hewan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal Bagi Petugas Penyembelihan Rumah Potong Unggas Pribadi, Teguh; Rusman, Ade; Diniatik; Fitriyani; Pamungkas, Regawa Bayu; Mulyanto, Arif; Anggraeni, Liana
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i1.655

Abstract

Latar Belakang: Penyembelihan atau pemotongan merupakan titik kritis kehalalan daging hewan sebagai bahan pangan. Penyembelihan yang dilakukan di rumah pemotongan unggas masih dilakukan secara manual dengan sarana yang terbatas. Prosses penyembelihan sering kurang sempurna, tidak terpotongnya empat urat utama di leher, ayam belum mati sempurna sudah masuk air panas, dan penganganan daging di lantai tanpa wadah. Penyembelihan yang layak sangat ditentukan oleh tingkat pengetahuan dan keterampilan petugas penyembelihan. Petugas penyembelihan di rumah potong unggas (RPU) yang memiliki pengetahuan dan keterampilan penyembelihan hewan yang aman sehat utuh dan halal (ASUH) di wilayah Banyumas dan sekitarnya jumlahnya masih sangat kurang. Tujuan: Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketermapilan penyembelihan hewan yang ASUH para petugas penyembelihan RPU di Banyumas dan sekitarnya. Metode: Kegiatan pelatihan ini merupakan kerjasama antara Tim Pengabdian IbM UMP, Sentra Halal UMP dan PRM Pliken Kembaran yang dilaksanakan dengan dua metode, yaitu secara klasikal dan praktik. Materi pelatihan meliputi 10 kompetensi petugas penyembelihan sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) nomor 147 tahun 2022. Hasil: Pelatihan ini diikuti oleh 55 orang peserta berasal dari Banyumas, Purbalingga, Pemalang, dan Kebumen. Pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar >34,41% dari sebelum pelatihan. Kesimpulan: Dengan demikian pelatihan tatalaksana penyembelihan hewan yang ASUH telah mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas penyembelih hewan di wilayah kabupaten Banyumas dan sekitarnya. Kata kunci: juru sembelih, penyembelihan ASUH, rumah potong unggas ______________________________________________________________________ Abstract Background: Slaughtering or butchering is a critical point for the halalness of animal meat as food. Slaughtering in poultry slaughterhouses is still done manually with limited facilities. The slaughtering process is often imperfect, with the four central veins in the neck not being cut, chickens not being completely dead already in hot water, and meat on the floor without a container. Proper slaughter is determined by the level of knowledge and skills of the slaughterhouse staff. There is a lack of slaughterhouse workers with knowledge and skills in safe, healthy, and halal (ASUH) animal slaughter in Banyumas and surrounding areas. Objective: This training aims to improve the knowledge and skills of slaughtering animals that are safe, healthy, and halal (ASUH) among slaughterhouse workers in Banyumas and surrounding areas. Method: This training activity is a collaboration between the UMP IbM Service Team, UMP Halal Center, and PRM Pliken Kembaran which is carried out using two methods, classical and practical. The training material presented includes 10 competencies of slaughter officers according to the Indonesian national work competency standard (SKKNI) number 147 of 2022. Result: The training was attended by 55 participants from Banyumas, Purbalingga, Pemalang, and Kebumen. The training was able to increase participants' knowledge and skills by >34,41% from before the training. Conclusion: Thus, the training on the management of animal slaughter that is ASUH has been able to improve the knowledge and skills of animal slaughter officers in the Banyumas district and surrounding areas. Keywords: slaughterer, slaughterhouse ASUH, poultry slaughterhouse
Peningkatan Sumber Daya Manusia Pelatih Muda Taekwondo Kota Semarang Tentang Peningkatan Kondisi Fisik Dhuha, Ahad Agafian; Yogaswara, Andre; Muhibbi, Muhammad; Widodo, Agung; Abubakar, Sayid Fariz Bin Seh
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i1.656

Abstract

Latar belakang: Sumber daya manusia adalah salah satu faktor penentuan keberhasilan sebuah klub olahraga, semakin banyaknya dojang atau klub taekwondo membuat kebutuhan pelatih juga semakin tinggi akan tetapi kualifikasi pendidikan pelatih muda taekwondo Kota Semarang tidak linier dengan bidang kepelatihan olahraga. Berdasarkan pengambilan data menggunakan kuesioner tentang pemahaman peningkatan kondisi fisik didapatkan hasil sebagian besar pelatih muda masuk dalam kategori sangat kurang, sedangkan kondisi fisik adalah faktor terpenting dalam peningkatan prestasi. Tujuan: program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pelatih tentang peningkatan kondisi fisik sehingga mampu diterapkan didalam melatih. Metode: metode dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan peningkatan sumber daya pelatih tentang kondisi fisik. Hasil: hasil dalam pengabdian kepada masyarakat ini terdapat peningkatan nilai rata rata sebelum diberikan pelatihan sebesar 40, mengalami peningkatan nilai rata rata menjadi 58. Indikator penilaian sebelum diberikan pelatihan adalah 2% peserta kategori cukup, 18% peserta kategori kurang dan 82% peserta kategori sangat kurang, setelah diberikan pelatihan menjadi 1% peserta kategori baik, 19% peserta kategori cukup dan 80% peserta kategori kurang. Kesimpulan: Peningkatan sumber daya pelatih mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelatih tentang openingkatan kondisi fisik yang berguna dalam peningkatan prestasi. Kata kunci: pelatih muda, peningkatan kondisi fisik, sumber daya manusia, taekwondo ______________________________________________________________________ Abstract Background: Human resources are one of the determining factors for the success of a sports club, the increasing number of dojangs or taekwondo clubs makes the need for coaches also higher, but the educational qualifications of young taekwondo coaches in Semarang City are not linear with the field of sports coaching. Data collection using a questionnaire on understanding physical condition improvement, showed that most young coaches were in the inferior category. In contrast, physical condition is the most important factor in improving achievement. Objective: To increase the knowledge of coaches about improving physical condition so that it can be applied in training. Method: The method in this community service is to provide training to improve coach resources about physical condition. Result: The results of this community service showed an increase in the average value before being given training of 40, experiencing an increase in the average value to 58. The assessment indicators before being given training were 2% of participants in the sufficient category, 18% of participants in the poor category and 82% of participants in the very poor category, after being given training it became 1% of participants in the good category, 19% of participants in the sufficient category and 80% of participants in the poor category. Conclusion: Increasing coach resources can increase the knowledge and understanding of coaches about improving physical condition which is useful in improving achievement. Keywords: young coaches, improving physical condition, human resources, taekwondo
Edukasi Hipertensi Pada Posyandu Lansia di Dusun Madusari Cahyaningrum, Talitha Alma; Sari, Devinda Kurnia; Firdaus, Gloria El Maleeka; Ash-Shiddiq, Muhammad Rois; Putri, Yunisca Elfira; Sulistyawati, Avista Ayu; Mawaddah, Amelina; Najaah, Alfiyyah Fairuuz; Fazri, Assyaifa Choerunnisa; Afriansyah, Faizal; Janna, Miftahul; Dhaningtyas, Shalihat Afifah
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i1.676

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai di Indonesia. Hipertensi merupakan salah satu penyebab morbiditas terbesar didunia. Gejala dari hipertensi sulit dikenali atau bahkan tidak menimbulkan gejala sama sekali. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2018, prevalensi hipertensi yaitu 34,11%. Tindakan pencegahan dapat dilakukan sejak dini dengan melakukan pemeriksaan mandiri atau kunjungan ke posyandu. Posyandu lansia di Dusun Madusari tidak berjalan dengan baik karena kunjungan lansia ke posyandu yang sangat sedikit dikarenakan medan jalan yang naik turun. Sehingga pada pelaksanaan pemeriksaan kesehatan, perlu menjemput lansia agar bisa mengikuti kegiatan di posyandu lansia. Tujuan: Pencegahan hipertensi perlu dilakukan di beberapa daerah khususnya di daerah Dusun Madusari Kabupaten Temanggung disebabkan kurangnya minat lansia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di posyandu setempat. Metode: Metode dalam pengabdian masyarakat yaitu ceramah dan tanya jawab. Hasil: Sebanyak 32 lansia mengikuti penyuluhan tentang hipertensi di Dusun Madusari. Hasil pre test dan post test tentang hipertensi menunjukkan adanya perbedaan signifikan dengan p-value 0,000 yang berarti terdapat perbedaan hasil tes pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan mengenai hipertensi. Kesimpulan: Para lansia sudah paham tentang hipertensi dengan nilai rata – rata yang meningkat pada nilai pre test dan post test. Kata kunci: hipertensi, lansia, posyandu ___________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is a prevalent health issue in Indonesia and represents one of the leading causes of morbidity worldwide. The symptoms of hypertension are often challenging to identify or may even be absent. According to the 2018 Basic Health Research, the prevalence of hypertension is 34.11%. Preventive measures can be implemented early through self-monitoring or visits to community health posts (Posyandu). The elderly health post in Madusari Village is not functioning effectively due to low attendance, primarily because of the challenging terrain. As a result, elderly individuals must be transported to participate in health screenings at the health post. Objective: Hypertension prevention is essential in certain areas, particularly in Madusari Village, Temanggung Regency, due to the low interest among the elderly in undergoing health examinations at local Posyandu. Method: The community service approach employed consisted of lectures and interactive discussions. Result: Thirty-two elderly individuals attended the hypertension education session in Madusari Village. Pre-test and post-test results showed a significant difference with a p-value of 0.000, indicating a notable improvement in knowledge regarding hypertension following the educational session. Conclusion: The elderly participants demonstrated a clear understanding of hypertension, as evidenced by the increased average scores from the pre-test to the post-test. Keywords: elderly, hypertension, posyandu
Skrining Hipertensi pada Lansia: Deteksi Dini untuk Peningkatan Kualitas Hidup Febriyanti, Lisa Amelia; Malikurrizki, Bagas; Avishena, Hima; Ika Tuzzaroh, Delasta Putri; Setyaningrum, Febriana Bella; Sartika, Lintang Dwi; Rayhan, Muhammad Naufal; Korniawati, Linda; Farahdiba, Almira; Fauzi, Ridwan Al; Lumayung, Yodya; Pramudita, Monika Candra; Puspita, Amanda Citra Dewi
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i3.696

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia. Skrining hipertensi pada lansia merupakan langkah penting dalam deteksi dini dan pencegahan komplikasi. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas dan manfaat skrining hipertensi rutin pada lansia. Metode: Skrining hipertensi dilakukan dengan mengukur tekanan darah yang melibatkan 151 lansia berusia 60 tahun ke atas. Selanjutnya diberikan edukasi tentang penyakit hipertensi dan cara pencegahannya. Hasil: sebagian besar masyarakat desa grogolan menderita hipertensi sebanyak 94 orang (62,3%) sedangkan yang tidak menderita hipertensi sebanyak 57 (37,7%). Skrining ini juga meningkatkan kesadaran lansia tentang pentingnya pengendalian tekanan darah.. Kesimpulan: skrining hipertensi rutin efektif dalam deteksi dini dan edukasi lansia, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup lansia. Kata kunci: skrining hipertensi, lansia, posyandu _____________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is a global health problem whose prevalence increases with age. Hypertension screening in the elderly is an important step in the early detection and prevention of complications. Objective: To determine the effectiveness and benefits of routine hypertension screening in the elderly. Method: Hypertension screening measured blood pressure in 151 elderly individuals aged 60 years and over. Furthermore, education was provided about hypertension and how to prevent it. Result: most of the people of Grogolan village suffered from hypertension, as many as 94 people (62.3%), while those who did not suffer from hypertension were 57 (37.7%). This screening also increased the awareness of the elderly about the importance of controlling blood pressure. Conclusion: Routine hypertension screening is effective in early detection and education of the elderly, thus improving the quality of life of the elderly. Keywords: hypertension screening, elderly, integrated health post
Student-Care Permitha: Layanan Bantuan Kesehatan Mental Untuk Mahasiswa Asing di Thailand Chakim, Irfanul; Pumpaibool, Tepanata
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i3.701

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa Indonesia dan internasional di Thailand mengalami tantangan kesehatan mental yang signifikan. Survei menunjukkan lebih dari 40% mengalami depresi dan kecemasan, serta lebih dari separuh memiliki kualitas hidup yang rendah. Tujuan: Program ini bertujuan menyediakan layanan edukasi dan pemantauan kesehatan mental yang mudah diakses dan berkelanjutan bagi mahasiswa Indonesia di Thailand. Metode: Kegiatan dilakukan melalui kolaborasi dengan PERMITHA, meliputi edukasi daring, penyuluhan kesehatan mental, asesmen mandiri berbasis WHO, dan layanan konsultasi WhatsApp. Website pemantauan kesehatan mental juga dikembangkan, dengan mitra sebagai admin dan tim pengabdian sebagai super admin. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta pemantauan asesmen mandiri. Hasil: Program disambut positif oleh PERMITHA dan direncanakan menjadi program tahunan. Sebanyak 40,83% responden mengalami depresi, 44,19% mengalami kecemasan, dan 74,16% memiliki kualitas hidup psikologis yang buruk. Website mendukung pemantauan berkelanjutan oleh mitra. Kesimpulan: Program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan dukungan kesehatan mental. Direkomendasikan untuk memperluas layanan konsultasi dan kampanye edukasi secara digital guna menjangkau lebih banyak mahasiswa di Thailand. Kata kunci: kesehatan mental, mahasiswa indonesia, kualitas hidup, pengabdian masyarakat, permitha ________________________________________________________________________ Abstract Background: Indonesian and international students in Thailand face significant mental health challenges. Survey data revealed that over 40% experienced depression and anxiety, and more than half reported poor quality of life. Objective: This program aimed to provide accessible and sustainable mental health education and monitoring services for Indonesian students in Thailand. Method: In collaboration with PERMITHA, the program included online mental health education sessions, WHO-based self-assessments, and a WhatsApp-based counseling service. A mental health monitoring website was also developed, where partners serve as admins and the community service team as super admin. Evaluation was conducted through pre- and post-tests, and regular monitoring of self-assessment results. Result: The program was well received by PERMITHA and is planned to become an annual initiative. Survey findings showed that 40.83% of respondents experienced depression, 44.19% reported anxiety, and 74.16% had poor psychological quality of life. The website enables continuous mental health monitoring by the partner organization. Conclusion: This program effectively raised awareness and support for student mental health. It is recommended to expand the consultation service and develop digital campaigns to reach a broader audience of students in Thailand. Keywords: mental health, indonesian students, quality of life, community service, permitha
Evaluasi Pasca Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) Pada Tenaga Kesehatan Tingkat Pertama di Jawa Tengah Sayono; Rusmitasari, Heni; Suyoto
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i3.702

Abstract

Latar belakang: Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) merupakan komponen penting dalam pencegahan stunting dan peningkatan status gizi balita. Pelatihan PMBA bagi kader dan ibu balita telah dilaksanakan sebelumnya, namun diperlukan evaluasi untuk mengetahui efektivitas pelatihan tersebut terhadap perubahan pengetahuan, sikap, dan praktik peserta. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendiseminasikan hasil evaluasi pasca pelatihan PMBA dan mendorong tindak lanjut peningkatan kapasitas kader serta ibu balita dalam praktik PMBA. Metode: Kegiatan ini dilakukan melalui telaah data hasil evaluasi pasca pelatihan PMBA yang melibatkan kader dan ibu balita di wilayah binaan. Analisis data mencakup perbandingan nilai pre dan post test pengetahuan, sikap, dan praktik peserta pelatihan, serta penyusunan laporan hasil evaluasi sebagai dasar advokasi kegiatan lanjutan. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata pada seluruh aspek: pengetahuan (67,2 menjadi 84,5), sikap (70,4 menjadi 86,3), dan praktik (60,3 menjadi 74,2). Data ini menunjukkan bahwa pelatihan memberikan dampak positif terhadap kapasitas kader dan ibu balita dalam menerapkan PMBA. Kesimpulan: Evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan PMBA efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik peserta. Kegiatan pengabdian ini memberikan rekomendasi untuk pelatihan lanjutan serta pendampingan rutin guna memperkuat penerapan PMBA di masyarakat. Kata kunci: evaluasi pelatihan, makan bayi dan anak, kader posyandu, praktik gizi balita _______________________________________________________________________ Abstract Background: Infant and Young Child Feeding (IYCF) is a critical component in preventing stunting and improving the nutritional status of children under five. IYCF training for community health volunteers and mothers of toddlers has been conducted previously, but an evaluation is needed to determine the effectiveness of the training in changing participants’ knowledge, attitudes, and practices. Objective: This community service activity aims to disseminate the results of the post-training evaluation of IYCF and to encourage follow-up efforts to strengthen the capacity of health volunteers and mothers in practicing appropriate IYCF. Method: This activity was conducted through a review of post-training evaluation data involving health volunteers and mothers in a designated area. Data analysis included comparisons of pre- and post-test scores for participants’ knowledge, attitudes, and practices, followed by compiling an evaluation report to serve as a basis for advocacy and follow-up programs. Result: The evaluation showed an increase in the average scores across all aspects: knowledge (from 67.2 to 84.5), attitude (from 70.4 to 86.3), and practice (from 60.3 to 74.2). These findings indicate a positive impact of the training on the capacity of health volunteers and mothers in implementing IYCF. Conclusion: The evaluation indicates that IYCF training was effective in improving participants’ knowledge, attitudes, and practices. This community service activity recommends further training and regular mentoring to strengthen the implementation of IYCF at the community level. Keywords: training evaluation, infant and young child feeding, community health volunteers, child nutrition practices
Pendampingan Peningkatan Kondisi Fisik pada Atlet Pencak Silat Satria Muda Indonesia Kota Semarang Hamied, Osama Yusril; Dhuha, Ahad Agafian; Fajar Firdaus, Mohammad
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: kondisi fisik merupakan salah stau faktor yang menentukan kemenangan atlet, sehingga dibutuhkan latihan untuk meningkatkan kondisi fisik. Atlet pencak silat satria muda Indonesia kota semarang tidak ada sesi latihan fisik pada jadwal latihannya sehingga dibutuhkan latihan peningkatan kondisi fisik. Tujuan: program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kondisi fisik atlet pencak silat satria muda Indonesia kota semarang. Metode: metode dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan peningkatan kondisi fisik dengan latihan kekuatan meliputi wall sit, push up dan sit up. Hasil: hasil dalam pengabdian kepada masyarakat ini atlet diberikan teori dan praktik peningkatan kondisi fisik komponen kekuatan dan mengetahui tingkat kondisi fisik komponen kekuatan. Kesimpulan: dibutuhkan latihan peningkatan kondisi fisik bagi atlet untuk meningkatkan kualitas gerak. Kata kunci: atlet, peningkatan kondisi fisik, kekuatan, pencak silat ___________________________________________________________________ Abstract Background: Physical condition is one factor determining an athlete's victory, so training is needed to improve physical condition. Young Indonesian Satria Pencak Silat athletes in Semarang City do not have physical training sessions on their training schedule, so training is required to improve physical condition. Objective: This community service program aims to improve the physical condition of young Indonesian Satria Pencak Silat athletes in Semarang City. Method: To provide training to improve physical condition with strength training, including wall-sit, push-up, and sit-up. Result: The results of this community service are that athletes are given theory and practice to improve the physical condition of the strength component, and to know the level of physical condition of the strength component. Conclusion: Physical condition improvement training is needed for athletes to improve the quality of movement. Keywords: athlete, improving physical condition, strength, pencak silat
Edukasi Personal Hygiene untuk Pencegahan Scabies dan Enterobiasis di Pondok Pesantren Dhaningtyas, Shalihat Afifah; Sumanto, Didik; Widodo, Agung; Muhibbi, Muhammad; Ismail, Toto Suyoto
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 4 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Personal hygiene merupakan hal mendasar yang menggambarkan kondisi kebersihan diri seseorang dan menjadi sebuah upaya preventif agar meminimalkan infeksi penyakit. Penyakit yang berkaitan dengan personal hygiene diantaranya adalah scabies dan enterobiasis. Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan Sarcoptes scabiei dari kelompok tungau. Enterobiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing Enterobius vermicularis. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengetahuan santriwati sebelum dan sesudah diberi edukasi. Metode: Pengabdian masyarakat menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan visualisasi LCD proyektor. Pengukuran pengetahuan partisipan dilakukan sebelum dan setelah edukasi menggunakan kuesioner. Jumlah partisipan sebanyak 76 santriwati. Hasil: Skor rata–rata nilai pre-test sebesar 81.98 dan post-test sebesar 91.54. Kesimpulan: Ada kenaikan skor pengetahuan yang signifikan pada santriwati setelah diberi edukasi. Kata kunci: enterobiasis, personal hygiene, pesantren, santriwati, scabies ______________________________________________________________________ Abstract Background: Personal hygiene is a fundamental aspect of health and serves as a preventive measure to minimize infection. Diseases related to personal hygiene include scabies and enterobiasis. Scabies is a skin disease caused by the mite Sarcoptes scabiei. Enterobiasis is a disease caused by the worm Enterobius vermicularis. Objective: To determine the difference in knowledge of female students before and after education. Method: Community service used lectures and discussions with an LCD projector visualization. Participants' knowledge was measured before and after counseling using a questionnaire. The number of participants was 76 female students. Result: The average pre-test score was 81.98, and the post-test score was 91.54. Conclusion: There was a significant increase in knowledge scores among female students after education. Keywords: enterobiasis, personal hygiene, Islamic boarding school, female students, scabies
Edukasi KAP untuk Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi di Gampong Meunasah Raya, Meurah Dua, Pidie Jaya Sari, Putri Ardila; Baharuddin, Dharina; Fahdhienie, Farrah
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 4 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah kondisi kronis yang menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan penyebab kematian tinggi. Rendahnya pemahaman masyarakat meningkatkan risiko komplikasi. Komunikasi Antar Personal (KAP) dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran melalui interaksi dua arah. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas KAP dalam meningkatkan pemahaman masyarakat di Meunasah Raya tentang hipertensi. Metode: Desain yang ditetapkan adalah one group  pre-test post-test. Kegiatan diikuti oleh 26 partisipan. Untuk melihat adanya perubahan pengetahuan setelah edukasi, dilakukan analisis dengan uji t dari hasil pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa sesi, yaitu sesi interaktif, diskusi, permainan edukatif, dan lagu. Hasil: Skor pengetahuan meningkat signifikan dari rata-rata 7,12 menjadi 11,27 (p = 0,000). Kesimpulan: KAP efektif meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai hipertensi. Pendekatan komunikasi dua arah yang interaktif memudahkan peserta memahami dan mengingat informasi, serta memiliki potensi diterapkan lebih luas dalam program pencegahan penyakit kronis lainnya. Kata kunci: edukasi kesehatan, hipertensi, komunikasi antar personal, pengetahuan masyarakat _____________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is a chronic condition that is a major risk factor for cardiovascular disease and a leading cause of mortality. Low public awareness increases the risk of complications. Interpersonal Communication (ICC) is considered effective in raising awareness through two-way interaction. Objective: To evaluate the effectiveness of ICC in increasing public awareness of hypertension in Meunasah Raya. Method: The design used was a one-group pre-test-post-test. Twenty-six participants attended the activity. To determine changes in knowledge after education, a t-test analysis was conducted on the pre-test and post-test results. The activity was conducted in several sessions: interactive sessions, discussions, educational games, and songs. Result: Knowledge scores increased significantly from an average of 7.12 to 11.27 (p = 0.000). Conclusion: ICC is effective in increasing public awareness and understanding of hypertension. The interactive two-way communication approach makes it easier for participants to understand and remember information and has the potential to be applied more widely in other chronic disease prevention programs. Keywords: health education, hypertension, ICC, public knowledge
Strategi Promosi Kesehatan Melalui Buku Edukasi dan Pemantauan untuk Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi Fahreza, Erwin Ulinnuha; Priyadi, Suyanto Setyo; Wardani, Ratih Sari
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 4 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Banyak pasien belum memahami pentingnya pengobatan rutin dan pemantauan kesehatan mandiri, yang berdampak pada peningkatan tingkat kepatuhan terhadap pengobatan. Tujuan: Menilai efektivitas penggunaan buku edukasi dan pemantauan terhadap peningkatan pengetahuan, kepatuhan minum obat, dan kualitas hidup pasien hipertensi. Metode: Penelitian dilakukan dengan disain pre-test post-test di Puskesmas Bandarharjo, Semarang. Sebanyak 15 pasien hipertensi diberikan buku berisi edukasi dasar tentang hipertensi serta tabel pemantauan minum obat dan aktivitas fisik. Penilaian dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan, MMAS-8 (kepatuhan), dan SF-36 (kualitas hidup). Hasil: Setelah intervensi, peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterlibatan dalam pencatatan mandiri. Mayoritas merasa terbantu dengan adanya buku, meskipun ditemukan beberapa hambatan seperti gangguan penglihatan dan lupa mencatat. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 10,32 menjadi 13,8; skor MMAS-8 menunjukkan kepatuhan sedang dengan nilai rata-rata 5,8. Kualitas hidup berdasarkan SF-36 menunjukkan skor domain fisik 48,2 sedangkan psikologis dan sosial berturut-turut adalah 67,5 dan 70,4. Kesimpulan: Penggunaan buku edukasi dan pemantauan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mendorong pemantauan mandiri pada pasien hipertensi. Dukungan berkelanjutan dari keluarga atau kader diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan dan kualitas hidup secara menyeluruh. Kata kunci: buku pemantauan, hipertensi, pencegahan dan pengendalian, promosi kesehatan ____________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is a non-communicable disease with a high prevalence in Indonesia. Many patients do not understand the importance of regular medication and self-monitoring, which impacts the level of treatment adherence. Objective: To assess the effectiveness of the use of educational and monitoring books on improving knowledge, medication adherence, and quality of life in hypertensive patients. Method: The study used a pre-test-post-test design at the Bandarharjo Community Health Center, Semarang. A total of 15 hypertensive patients were given a book containing basic education about hypertension, as well as a table for monitoring medication intake and physical activity. Assessments were conducted using a knowledge questionnaire, MMAS-8 (adherence), and SF-36 (quality of life). Result: After the intervention, participants showed increased knowledge and engagement in self-recording. The majority found the book helpful, though some encountered obstacles, such as visual impairment and forgetting to record. The average knowledge score increased from 10.32 to 13.8; the MMAS-8 score indicated moderate adherence with an average value of 5.8. Quality of life, as measured by the SF-36, showed a physical domain score of 48.2, while the psychological and social domain scores were 67.5 and 70.4, respectively. Conclusion: The use of educational and monitoring books is effective in increasing knowledge and encouraging self-monitoring in hypertensive patients. Continued support from family or health workers is needed to improve adherence and overall quality of life. Keywords: monitoring books, hypertension, prevention and control, health promotion