cover
Contact Name
Didik Sumanto
Contact Email
jipmi@unimus.ac.id
Phone
+6282221586617
Journal Mail Official
jipmi@unimus.ac.id
Editorial Address
Jalan Kedungmundu Raya No. 18 Tembalang Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 28295617     DOI : https://doi.org/10.26714/jipmi
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JIPMI) mewadahi publikasi kegiatan pengabdian masyarakat dan temuan inovasi teknologi terapan diutamakan yang berhubungan dengan bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 180 Documents
Pemberdayaan Caregiver Primer pada ODGJ Pasca Pasung Melalui Penerapan Psikoedukasi Keluarga di DSSJ Banyuroto Rahayu, Desi Ariyana; Mubin, Mohamad Fatkhul; Suerni, Titik
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.141

Abstract

Latar belakang: Pasung adalah istilah yang digunakan di Indonesia dan beberapa negara lain untuk menggambarkan tindakan pengasingan dan pengekangan terhadap pasien atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Pasung bertujuan memisahkan orang yang dianggap memiliki gangguan jiwa dan mengganggu atau berbahaya dari kehidupan masyarakat. Kejadian pasung ditemukan di Desa Banyuroto bersamaan dengan penanganan pasca erupsi Merapi tahun 2010 yang lalu. Kejadian pasung didasari dari ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa. Selain pasung, ditemukan beberapa kasus gangguan jiwa di 5 dusun yang berlokasi di Desa Banyuroto. Hal ini menjadi kunci intervensi bagi perawat untuk melakukan psikoedukasi keluarga. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini adalah untuk menerapkan psikoedukasi keluarga pada caregiver agar mampu memberikan asuhan keperawatan secara mandiri setelah pasien dibebaskan dari pasung dan pasca perawatan dari Rumah Sakit Jiwa. Metode: Program pengabdian masyarakat yang direncanakan adalah sosialisasi program, penerapan psikoedukasi keluarga, dan evaluasi kegiatan. Hasil: Hasil implementasi psikoedukasi keluarga diperoleh: stress caregiver menurun sebesar 5 poin, beban caregiver menurun sebesar 1 poin, pengetahuan caregiver dalam merawat ODGJ naik sebesar 3 poin, dan kemampuan caregiver dalam merawat ODGJ meningkat sebesar 33 poin. Kesimpulan: Psikoedukasi keluarga adalah salah satu elemen program perawatan kesehatan jiwa keluarga dengan cara pemberian informasi, edukasi melalui komunikasi yang terapeutik. Program psikoedukasi merupakan pendekatan yang bersifat edukasi dan pragmatik. Kata kunci: caregiver, ODGJ, pasung, psikoedukasi __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Pasung is a term used in Indonesia and several other countries to describe the act of isolating and restraining patients or people with mental disorders (ODGJ). Pasung aims to separate people who are considered to have mental disorders and are disruptive or dangerous from community life. The occurrence of pasung was found in Banyuroto Village along with handling the post-eruption of Merapi in 2010. The event of pasung is based on the family's inability to care for family members who suffer from mental disorders. Apart from pasung, several cases of mental disorders were found in 5 hamlets located in Banyuroto Village. This is a key intervention for nurses to conduct family psychoeducation. Objective: This community service is to apply family psychoeducation to caregivers. Hence, they are able to provide nursing care independently after the patient is released from shackles and after treatment from a mental hospital. Method: The planned community service programs are program socialization, implementation of family psychoeducation, and evaluation of activities. Results: The results of the implementation of family psychoeducation were obtained: caregiver stress decreased by 5 points, caregiver burden decreased by 1 point, caregiver knowledge in caring for patient increased by 3 points, and caregiver's ability to care for patient increased by 33 points. Conclusion: Family psychoeducation is an element of the family mental health care program by providing information, and education through therapeutic communication. Keywords: caregiver,  ODGJ, coercion, psychoeducation
Penyuluhan Cara Mencuci Tangan Yang Benar Dalam Rangka Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat di Pesantren Pring Wulung Nuroini, Fitri; Dera Yuna Ritonga, Asni; Maulisa, Eka; Daniati, Daniati; Rosmiaty Sakti, Jeanne
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.142

Abstract

Latar belakang: Covid-19 merupakan zoonosis yang menular antar manusia (human to human) dengan laju penularan berdasarkan masa inkubasi, gejala dan durasi antara gejala dan pasien yang diisolasi. WHO, CDC, dan kementrian Indonesia merekomendasikan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan penyuluhan kepada masyarakat salah satunya adalah Santri Pondok Pesantren Salaf Pring Wulung. Berdasarkan survei diketahui bahwa para santriwan kurang memperhatikan pentingnya menjaga kebersihan diri, salah satunya yaitu mencuci tangan. Tujuan: Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran santriwan tentang pentingnya menerapkan PHBS. Metode: Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dengan menggunakan media PPT (Power Point Presentation) tentang materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan praktik langsung tentang cara mencuci tangan yang baik dan benar. Indikator keberhasian kegiatan melalui peningkatan pengetahuan PHBS yang diidentifikasi dari hasil pre-test dan post-test serta kemampuan santriwan untuk mempraktikkan kembali cara mencuci tangan yang baik dan benar sesuai dengan demonstrasi yang telah diberikan. Hasil: Pengetahuan santriwan terhadap PHBS secara garis besar cukup baik diketahui dari hasil pre-test tentang hal-hal yang termasuk dalam PHBS lebih dari 70%, meskipun secara teori masih cukup rendah. Setelah pemberian penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan santriwan tentang PHBS, dengan hasil post-test hampir semua 100% baik dan benar. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santriwan Pondok Pesantren Pring Wulung dalam menerapkan PHBS, salah satunya dengan mencuci tangan dengan baik dan benar. ________________________________________________________________________________________ Abstract Background: COVID-19 is a zoonotic disease that is transmitted between humans (human to human), with transmission rates based on incubation period, symptoms, and duration between symptoms in isolated patients. WHO, CDC, and the Indonesian Ministry recommend implementing Clean and Healthy Behavior (PHBS) with outreach to the community, one of which is the Santri of the Salaf Pring Wulung Islamic Boarding School. Based on the survey, it is known that the students pay less attention to the importance of maintaining personal hygiene, one of which is washing hands. Objective: The purpose of the activity is to provide knowledge and increase students' awareness about the importance of implementing PHBS. Method: Activities carried out in the form of counseling using PPT (PowerPoint Presentation) regarding materials on clean and healthy behavior and hands-on practice on how to wash hands properly and correctly Indicators of activity success through increasing PHBS knowledge were identified from the results of the pre-test and post-test, as well as the ability of students to re-practice how to wash hands properly and correctly per the demonstrations given. Result: In general, the student's knowledge of PHBS is quite well known from the results of the pre-test about things included in PHBS, which is more than 70%, although, in theory, it is still relatively low. After providing counseling, there was an increase in the student's knowledge about PHBS, with results post-test almost all 100% good and true. Conclusion: Service activities can increase the knowledge and awareness of Pring Wulung Islamic Boarding School students about implementing PHBS, one of which is washing hands properly and correctly. Keywords: handwashing, counseling, PHBS, Islamic boarding schools, Islamic student
Penyuluhan Hipertensi Pada Masyarakat di Dusun Dawe Desa Watuagung, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri Saptadi, Julian Dwi; Arianto, Machfudz Eko; Dhaifullah, Muhammad Fakhruddin; Zulhayudin, Muhammad Fadillah
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 4 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i4.114

Abstract

Latar belakang:  Kasus kesehatan pada masyarakat atau suatu kelompok di daerah pedesaan maupun kota tidak luput dari yang namanya penyakit, kasus kesehatan pada masyarakat memiliki berbagai macam permasalahan kesehatan yang tentunya tidak sama, maka hal tersebut tentunya harus segera diatasi dan menentukan prioritas permasalahan kesehatan yang tertinggi di daerah tersebut. Hipertensi merupakan masalah kesehatan prioritas yang ditemukan di lokasi pengabdian. Tujuan: Mengetahui suatu masalah kesehatan tertinggi di suatu daerah dan memberikan solusi terbaik guna untuk perbaikan yang bermanfaat dan juga penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih paham dalam pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi. Metode: metode yang digunakan dalam pengabdian adalah kuantitatif dengan desain studi yang digunakan adalah studi deskriptif, yang dilakukan dengan hasil wawancara dan observasi. Hasil: dari hasil pengabdian ditemukan bahwasannya kasus tertinggi di dawe RT 004 RW 004 yaitu Hipertensi maka dengan ditemukan hal tersebut dilakukan intervensi dengan cara penyuluhan mengenai hipertensi. Kesimpulan: memberikan solusi terbaik untuk pencegahan kenaikan dan terkena hipertensi dengan adanya penyuluhan dan juga untuk masyarakat di dusun dawe RT 004 agar senantiasa melakukan check tekanan darah seminggu sekali di pelayanan kesehatan. Kata kunci: hipertensi, penyakit tidak menular, penyuluhan __________________________________________________________________________________ Abstract Background: Health cases in the community or a group in rural or urban areas do not escape the name of disease, health cases in the community have various kinds of health problems which are certainly not the same, then this must be addressed immediately and find the highest priority health problems in the area. Hypertension is a priority health problem found in community service locations. Objective: To find out the highest health problem in an area and to provide the best solution for useful improvements as well as counseling and outreach to the public so that they have a better understanding of the prevention and control of hypertension. used in the research is quantitative with the study design used as a descriptive study, which was conducted with the results of interviews and observations. Method: The method used in this research is quantitative with the study design used as a descriptive study, which was conducted with the results of interviews and observations. Result: From the results of the study, it was found that the highest case was in Dawe RT 004 RW 004, namely Hypertension. Conclusion: provide the best solution for preventing the increase and getting hypertension by providing counseling and also for the community in Dawe hamlet RT 004 to always check blood pressure once a week in health services. Keywords: hypertension, non-communicable disease, counseling
Penyuluhan Hipertensi dan Pemeriksaan Tekanan Darah Pada Remaja Fitrianah, Fia; Sucipto, Mega Rahmawati; Sekardi, Fadiya Nursuci; Wulandari, Cahya; Masfuah, Lulu Zalianti; Aiyanti, Silvia Nur; Mifbakhuddin
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 4 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i4.121

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan kejadian peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg yang melebih batas normal. Faktor risiko utama yang berpengaruh menyebabkan hipertensi yaitu umur, jenis kelamin, suku, faktor genetik, faktor lingkungan seperti obesitas, stress, konsumsi garam, merokok, dan konsumsi alkohol. Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan tentang hipertensikelompok usia produktif. Metode: Metode yang dilakukan dalam kegiatan intervensi ini yaitu dengan metode ceramah dan pemberian media cetak berupa poster. Kegiatan penyuluhan diawali dengan pre-test menggunakan software Quizziz dan dievaluasi menggunakan post-test. Kegiatan penyuluhan diakhiri dengan pemeriksaan tekanan darah. Hasil: Hasil pre-test pengetahuan peserta mengenai hipertensi yang termasuk dalam kategori kurang sebesar 19,2%, pengetahuan cukup sebesar 38,5%, dan pengetahuan baik mengenai hipertensi sebesar 42,3%. Setelah diberikan penyuluhan hipertensi dilakukan post-test yang menunjukkan bahwa peserta memiliki pengetahuan cukup mengenai hipertensi sebesar 34,6% dan mempunyai pengetahuan baik mengenai hipertensi sebesar 65,4%. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test diketahui terjadi peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan peserta terkait hipertensi. Kata kunci: hipertensi, penyuluhan, tekanan darah ________________________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is an increase in systolic blood pressure more 140 mmHg and diastolic more 90 mmHg which exceeds normal limits. The main risk factors that influence hypertension are age, sex, ethnicity, genetic factors, and environmental factors such as obesity, stress, salt consumption, smoking, and alcohol consumption. Objective: to increase knowledge about hypertension in the productive age group. Method: The method carried out in this intervention activity is by lecture method and giving print media in the form of posters. Counseling activities begin with a pre-test using quizziz software and are evaluated using a post-test. The counseling activity ended with a blood pressure check. Result: Pre-test results of participants' knowledge about hypertension which is included in the category of less than 19.2%, sufficient knowledge of 38.5%, and good knowledge about hypertension of 42.3%. After being given hypertension counseling, a post-test was carried out which showed that participants had sufficient knowledge about hypertension by 34.6% and had good knowledge about hypertension by 65.4%. Based on the results of the pre-test and post-test, it is known that there is an increase in knowledge after counseling. Conclusion: Health counseling conducted can increase participants' knowledge related to hypertension. Keywords: blood pressure, counseling, hypertension
Edukasi Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil Wulandari, Anggrawati; Siwi, Retno Palupi Yonni; Retnaningtyas, Erma; Mukarromah, Azizatul; Lende, Frendina Kurnia
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 4 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i4.139

Abstract

Latar belakang: Anemia pada kehamilan merupakan masalah karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan berpengaruh sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia pada ibu hamil disebut ”potencial danger for mother of child” (potensial membahayakan bagi ibu dan anak) karena itulah anemia memerlukan perhatian serius dari pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan pada lini terdepan. Tujuan: pengabdian masyarakat ini adalah untuk Meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan Anemia kehamilan. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dengan leaflet kepada ibu hamil tentang pencegahan anemia kehamilan dengan memberikan pre tes sebelum penyuluhan dan post tes sesudah penyuluhan. Hasil: Hasil penyuluhan didapatkan sebelum diberikan penyuluhan sebanyak 3 peserta (30%) dengan pengetahuan Baik dan setelah kegiatan terdapat peningkatan menjadi 8 peserta (80%) dengan pengetahuan Baik. Kesimpulan: Edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan yang berhubungan dengan kejadian anemia. Kata kunci: anemia, edukasi, ibu hamil ______________________________________________________________________________ Abstract Background: Anemia in pregnancy is a problem because it reflects the value of the socio-economic welfare of the community and has a very large influence on the quality of human resources. Anemia in pregnant women is called "potential danger for mother of child" (potentially dangerous for mother and child) because of that anemia requires serious attention from those involved in health services at the forefront. Objective: this community service is to increase pregnant women's knowledge about preventing anemia in pregnancy. Method: This activity is carried out by providing counseling with leaflets to pregnant women about preventing anemia in pregnancy by giving pre-test before counseling and post-testing after counseling. Result: The results of counseling were obtained before counseling was given as many as 3 participants (30%) with good knowledge and after the activity there was an increase to 6 participants (60%) with good knowledge. Conclusion: Health counseling conducted can increase participants' knowledge related to anemia. Keywords: anemia, education, pregnant woman
Pemanfaatan Apotek Hidup Sebagai Kearifan Lokal di Gampong Alue Deah Teungoh Kota Banda Aceh Santi, Tahara Dilla; Arifin, Vera Nazhira; Candra, Aditya; Arbi, Anwar; Khaira, Uswatul; Sanju, Bunga Salsa
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 4 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i4.146

Abstract

Latar belakang: Kesehatan keluarga dan masyarakat merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut maka tanaman obat keluarga merupakan alternatif pilihan pertama dalam pengobatan. Tujuan: Mensosialisasikan pemanfaatan apotek hidup sebagai kearifan lokal. Metode: Metode presentasi untuk sosialisasi tentang pengertian apotek hidup, jenis tanaman obat, manfaat apotek hidup, cara mengolah tanaman obat, serrta dilanjutkan dengan tanya jawab dengan para peserta yang hadir dan metode pembagian booklet kepada peserta. Hasil: Peserta sangat antusias untuk mengikuti kegiatan yang ditunjukkan dengan fokusnya perhatian mereka pada materi yang diberikan oleh tim PkM. Mayoritas peserta mendapat pengetahuan tentang apotek hidup dan pemanfaatannya. Kesimpulan: Hasil kegiatan ini dapat membangun kesadaran dan pemahaman peserta dalam mengidentifikasi apotek hidup yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga tujuan mendapatkan pengobatan pertama terhadap masalah kesehatan. Kata kunci: apotek hidup, kesehatan keluarga, tanaman obat ___________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Family and community health is an important aspect that needs attention. In order to achieve this goal, family medicinal plants are the first choice alternative in treatment. Objective: To socialize the use of living pharmacy as local wisdom. Method: Presentation method for socializing the meaning of living pharmacy, types of medicinal plants, the benefits of living pharmacy, how to process medicinal plants, followed by a question and answer session with the participants who were present and the method of distributing booklets to participants. Result: Participants were very enthusiastic about participating in the activity which was shown by their focused attention on the material provided by the PkM team. As a result of socialization and education from the community service team, the majority of participants already have good knowledge about living pharmacies and their use. Conclusion: The results of this activity have been able to build awareness and understanding of participants in identifying living pharmacies that can be used by families as the smallest line and the community in general with the aim of getting the first treatment for health problems. Keywords: living pharmacy, family health, medicinal plants
Penguatan Pemahaman Arti Penting Pemeriksaan Tekanan dan Gula Darah Secara Rutin Bagi Masyarakat Meyliana, Adinda; Pratama, Aji Sukma; Janah, Inayah Qori Nur; Jimat, Resi Tondho; Sukeksi, Andri; Mukaromah, Ana Hidayati; Ethica, Stalis Norma
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 4 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i4.156

Abstract

Latar belakang: Prevalensi penyakit tidak menular termasuk tekanan darah tinggi dan Diabetes Mellitus (DM) terus meningkat di kalangan masyarakat. Namun, kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan tekanan darah dan gula darah masih rendah di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Tambakbulusan di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah. Karena itu, peningkatan kesadaran tentang pentingnya pemeriksaan tekanan dan gula darah bagi masyarakat desa melalui penyuluhan relevan untuk dilakukan. Tujuan: Penyuluhan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Tambakbulusan tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan untuk menurunkan prevalensi penyakit hipertensi dan DM. Metode: Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam platform Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) diawali dengan identifikasi kebutuhan masyarakat akan penyuluhan tekanan darah tinggi dan DM melalui survei pendahuluan. Tahap perencanaan mencakup penentuan tujuan, materi penyuluhan, strategi penyampaian, lokasi, dan waktu kegiatan. Pra-pelaksanaan kegiatan meliputi pembuatan materi penyuluhan (poster). Dalam pelaksanaan kegiatan inti dilakukan diskusi, tanya jawab, studi kasus serta pembagian kuesioner pre- dan post-test. Kegiatan penyuluhan diakhiri dengan evaluasi untuk mendapatkan umpan balik dari peserta mengenai kegiatan yang telah dilakukan. Hasil: Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan, pengetahuan masyarakat desa tentang penyakit tekanan darah dan DM meningkat berdasarkan skor pre-dan post-test, masing-masing dari rata-rata 61,7 menjadi 96,2 (55,6%) dan dari rata-rata 60,5 menjadi 95,4 (57,7%). Kesimpulan: Penyuluhan dengan media poster yang melibatkan pengisian kuesioner dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Tambakbulusan Kabupaten Demak tentang penyakit tekanan darah dan DM. Hasil penyuluhan ini perlu ditindaklanjuti dengan kegiatan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah bagi masyarakat Desa Tambakbulusan. Kata kunci: Desa Tambakbulusan, diabetes mellitus, hipertensi, penyuluhan, poster ___________________________________________________________________________________________ Abstract Background: The prevalence of non-communicable diseases including high blood pressure and Diabetes Mellitus (DM) continues to increase in society. However, awareness and understanding of the importance of checking blood pressure and blood sugar is still low in rural areas, including Tambakbulusan Village in Demak District, Central Java Province. Therefore, increasing awareness about the importance of checking blood pressure and sugar in rural communities through counseling is relevant to do. Objective: Counseling aims to increase the awareness of the Tambakbulusan Village community about the importance of health checks to reduce the prevalence of hypertension and DM. Method: The implementation of community service activities in the Village Community Health Development (PKMD) platform was initiated by identifying community needs for counseling on high blood pressure and DM through a preliminary survey. The planning stage included determining objectives, extension materials, delivery strategy, location, and time of activity. Pre-implementation of activities included making counseling materials (posters). In the core activities discussions, questions and answers, case studies, and distribution of pre-and post-test questionnaires were carried out. The counseling activity ended with an evaluation to get feedback from the participants regarding the activities that had been carried out. Result: After the counseling activities were carried out, the knowledge of the villagers about blood pressure and DM increased based on the pre-and post-test scores, respectively from an average of 61.7 to 96.2 (55.6%) and from an average of 60.5 to 95.4 (57.7%). Conclusion: Counseling with posters involving the use of questionnaires can increase the awareness of the people of Tambakbulusan Village, Demak Regency about blood pressure and DM. The results of this counseling need to be followed up with activities to check blood pressure and blood sugar for the people of Tambakbulusan Village.  Keywords: Tambakbulusan Village, diabetes mellitus, hypertension, counseling, posters
Skrining Diabetes Mellitus Melalui Pemeriksaan dan Konsultasi Hasil Gula Darah di Rumah Pelayanan Sosial Purnamasari, Rina; Rakhmawatie, Maya Dian; Diatri, Devita; Rohmani, Afiana
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 4 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i4.161

Abstract

Latar belakang: Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit tidak menular yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi normal. Cara mudah untuk mendeteksi apakah terdapat potensi mengalami diabetes yaitu dengan pengecekan kadar gula darah. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan screening DM melalui pemeriksaan kadar glukosa darah dan konsultasi hasil gula darah sewaktu di Rumah Pelayanan Sosial Pucang Gading, Semarang. Metode: Sasaran kegiatan ini adalah lansia yang berjumlah 50 orang. Waktu pelaksanaan yaitu pada Rabu, 31 Mei 2023. Kegiatan meliputi pemeriksaan cek gula darah sewaktu (GDS) dilanjutkan dengan konsultasi hasil gula darah. Hasil: Sebanyak 50 lansia yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagian besar adalah perempuan (62%), laki – laki (28%). Dari hasil pemeriksan GDS didapatkan rerata kadar GDS 152.12 gr/dl. Lansia yang tidak menderita DM (91%). Kesimpulan: Sebagian besar lansia memiliki kadar GDS yang normal. Namun, tetap perlu dilakukan upaya deteksi dini supaya tidak terjadi komplikasi Diabetes Mellitus. Kata kunci: diabetes mellitus, gula darah sewaktu, lansia __________________________________________________________________________________ Background: Diabetes Mellitus (DM) is a non-communicable disease characterized by abnormal blood sugar levels. An easy way to detect whether there is potential for diabetes is to check blood sugar levels. Objective: This activity aims to screen for DM by checking blood glucose levels and consulting blood sugar results. Method: The target of this activity is the 50 elderly in the Rumah Pelayanan Sosial Pucang Gading, Semarang City. This activity was carried out on Wednesday, 31st of May, 2023. After implementation, random blood sugar examination then continued with consultation on blood sugar results. Result: A total of 50 elderly who participated in this activity were mostly women (62%), and men (28%). From the random blood sugar examination results, the average random blood sugar level was 152.12 gr/dl. Elderly who did not suffer from DM (91%). Conclusion: Most of the elderly have normal random blood sugar levels. However, early prevention is still needed to prevent complications of Diabetes Mellitus.  Keywords: diabetes mellitus, elderly, random blood sugar level
Implementasi Literasi melalui Blended Online Learning pada Guru dan Siswa SMP Muhammadiyah 9 Semarang Lestariningsih, Enny Dwi; Muflikhah, Binti; Prayitno, Edi; Purnomo, Eko Andy; Wijayatiningsih, Testiana Deni
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 4 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i4.171

Abstract

Latar belakang: Pergeseran pembelajaran dari luring menjadi daring pada masa pandemi COVID 19 memberikan dampak besar pada proses pembelajaran di sekolah khususnya SMP Muhammadiyah 9 Semarang. Sekolah yang berlokasi di Jalan Lapangan Kalisasak No.9 Mangkang Wetan Tugu Kota Semarang, dimana siswa-siswa dan guru-guru melaksanakan daring dengan whats app group dan google classroom. Sebanyak 60 % guru di SMP Muhammadiyah 9 menggunakan whatsapp dan google classroom untuk melaksanakan pembelajaran belum mengaplikasikan media dan pendekatan yang memotivasi dan menunjang autonomous learning siswa.   Guru belum memiliki kemampuan memodifikasi pembelajaran online berbasis blended learning dengan media android sederhana. Hampir 55 % siswa bosan mengikuti pembelajaran karena tidak bertemu tatap muka secara langsung. Permasalahan ini terjadi karena keterbatasan fasilitas yang dimiliki oleh SMP Muhammadiyah 9 Kota Semarang. Tujuan: Untuk meningkatkan literasi dalam berinovasi menggunakan media ajar yang menarik seperti video, android sederhana atau media audio dengan media blended online learning. Metode: Kegiatan pendampingan ini dimulai dari; 1) pendampingan pelatihan pembelajaran blended online, 2) pendampingan pelatihan media ajar menarik, 3) pendampingan perancangan lesson plan berdasar daring, literasi dan blended online learning bagi guru. Hasil: Adapun hasil pengabdian ini adalah adanya kemampuan literasi guru yang berbasis teknologi model aplikasi dasar media blended online learning, lesson plan, serta peningkatan motivasi belajar siswa dan kompetensi profesional guru dalam menggunakan media bervariasi. Kesimpulan: Oleh karena itu, adanya motivasi belajar siswa yang baik maka dapat mendukung kemampuan profesional guru yang inovatif. Kata kunci: implementasi; literasi; blended online learning ____________________________________________________________________________________ Abstract Background: The shift in learning from offline to online during the COVID-19 pandemic significantly impacted the learning process in schools, especially SMP Muhammadiyah 9 Semarang. The school is located at Jalan Lapangan Kalisasak No. 9 Mangkang Wetan Tugu, Semarang City, where students and teachers carry out online with whats app group and Google Classroom. 60% of teachers at SMP Muhammadiyah 9 use whats app and Google Classroom to carry out learning but have yet to apply media and approaches that motivate and support students' autonomous learning. Teachers cannot modify blended learning-based online learning with simple Android media. Nearly 55% of students are bored with learning because they need to meet face-to-face. This problem occurs because of the limited facilities owned by SMP Muhammadiyah 9 Semarang City. Objective: To increase literacy in innovating using interest teaching media such as video, simple Android, or audio media with blended online learning media. Method: This mentoring activity starts from 1) mentoring on online, blended learning training, 2) mentoring on engaging teaching media training, and 3) assistance in designing lesson plans based on online literacy and blended online learning for teachers. Result: The results of this service are the teacher's literacy skills based on technology, the primary application model of blended online learning media, lesson plans, and an increase in student learning motivation and teacher professional competence in using various media. Conclusion: Therefore, good student learning motivation can support the innovative professional abilities of teachers. Keywords: implementation; literacy; blended online learning
Sosialisasi Bahaya Leptospirosis dan Pelatihan Cuci Tangan Pada Santri Pondok Pesantren Ibrohimiyyah Demak Fristiani, Arista Kurniasari Budi; Pristiyani, Oni Oktavia; Windyaningrum, Ana Maria Ika Devy; Darmaji, Khamdan; Lestari, Ina; Dian, Roykhana Maya Kholida; Wardhana, Andhy Kusuma; Nugroho, Dwi Agusatya; Sholikhati, Vivi; Iftihatunnisa, Augia Nur; Putri, Valentine Selviona
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 4 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i4.180

Abstract

Latar belakang: Leptospirosis merupakan zoonosis yang diperatarai oleh bakteri. dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui kulit yang luka atau membran mukosa (hidung, mulut, dan mata).  menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sehingga dapat memutus rantai penularan dan mengurangi risiko terpapar bakteri Leptospira Tujuan: memberikan penyuluhan tentang Leptospirosis kepada santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Ibrohimiyyah Mranggen-Demak agar konsisten dalam menerapkan PHBS Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan  dengan penyuluhan langsung menggunakan media power point, poster dan pelatihan serta pendampingan tentang cara cuci tangan yang sesuai standar kesehatan. Hasil: hasil nilai kuesioner pretest dan posttest pada peserta penyuluhan bahaya leptospirosis dan pelatihan cara mencuci tangan menunjukkan terdapat peningkatan nilai dari sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan, rata-rata nilai pretest adalah 3,8 dengan nilai tertinggi 6 dan rata-rata nilai posttest adalah 9,4 dengan nilai tertinggi 10 yang diperoleh 43 peserta. Kesimpulan: terjadi peningkatan pengetahuan santriwan dan santriwati tentang leptospirosis dan cuci tangan yang baik dan benar. Kata kunci: cuci tangan, leptosprirosis, PHBS __________________________________________________________________________________ Abstract Background: Leptospirosis is a zoonosis mediated by bacteria. can enter the human body through broken skin or mucous membranes (nose, mouth and eyes). implement Clean and Healthy Behavior (PHBS), so as to break the chain of transmission and reduce the risk of exposure to Leptospira bacteria. Objective: provide counseling about Leptospirosis to students and female students of the Ibrohimiyyah Mranggen-Demak Islamic Boarding School so that they are consistent in implementing PHBS. Method: This community service activity is carried out by direct counseling using power point media, posters and training as well as mentoring on how to wash hands according to health standards. Result: the results of the pretest and posttest questionnaire values ​​for participants in the education on the dangers of leptospirosis and hand washing training showed that there was an increase in scores before and after the counseling activities, the average pretest score was 3.8 with the highest score being 6 and the average posttest score being 9 .4 with the highest score of 10 obtained by 43 participants. Conclusion: there is an increase in the knowledge of female and female students about leptospirosis and proper and proper hand washing. Keywords: hand washing, leptospirosis, PHBS

Page 9 of 18 | Total Record : 180