cover
Contact Name
Suryameng
Contact Email
jurnal.duniaanak@gmail.com
Phone
+628565330964
Journal Mail Official
jurnal.duniaanak@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pertamina Km. 4 Sintang 78614 Kalimantan Barat, email:lppmpersadakhatulistiwa@yahoo.co.id
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 26214016     DOI : https://doi.org/10.31932
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini adalah jurnal yang menerima kontribusi tulisan/artikel yang berkaitan dengan studi-studi kependidikan, pengajaran dan evaluasi belajar di tingkat anak usia dini, baik laporan penelitian, maupun tinjauan buku yang belum pernah diterbitkan di media lain baik cetak atau elektronik.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 81 Documents
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN EMOTIONAL INTELLIGENCE ANAK USIA 3-4 TAHUN Sari, Dwi Indria; Nuria, Ratri
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2024): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpaud.v7i2.3838

Abstract

This Research aims to identify the role of teachers in developing emotional intelligence in children aged 3-4 years and to determine the supporting and inhibiting factors in developing emotional intelligence. The research method used is a qualitative method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The data analysis used in this research is data reduction, data display and conclusion drawing. The results of the research are: 1) The role of teachers in developing emotional intelligence in early childhood includes five aspects, a) recognizing oneself through a personal approach; b) managing children’s emotions can be done through role playing, discussing cause and effect, and learning the shiroh of the prophet Muhammad SAW; c) Motivating children is done by cultivating a sense of patience; d) Children’s Empathy is carried out through the habit of helping fellow friends, showing respect to friends, and respecting their friends; e) Socials skill are carried out through role playing or cooperative games. 2) The supporting factor is that fellow teachers must have the same principles; cooperation with parents, as well as outside teaching and learning or outing classes, while the inhibiting factors are teachers who are inconsistent, impatient and have no courage towards children.
PERAN GURU DAN ORANG TUA DALAM MENANAMKAN BUDI PEKERTI PADA TK A PAUD CENDIKIA DI NANGA NGERI TAHUN PELAJARAN 2021/2022 Delanasari, Natalia
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2023): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpaud.v6i2.4177

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dan peran orang tua dalam menanamkan budi pekerti pada TK A PAUD Cendikia di Nanga Ngeri. Penelitian ini penelitian kualitatif deskriptif.Hasil penelitian diperoleh (1) peranan guru dalam penanaman budi pekerti pada anak adalah sebagai pendidik, mengajar dan membimbing, model dan teladan, motivator, pelatih dan penasehat. Peran orang tua dalam menanamkan budi pekerti pada anak sebagai pemimpin, figur panutan, teman, pendidik. (2) Faktor pendorong di lingkungan keluarga adalah dukungan orang tua dan lingkungan masyarakat, sedangkan faktor penghambatnya adalah pribadi anak dan figur orang tua yang tidak mampu memberikan keteladanan pada anak. (3) Upaya guru dan orang tua dalam menanamkan budi pekerti pada anak TK A PAUD Cendikia dalam menanamkan budi pekerti pada anak dengan mengajarakan anak berdoa, disiplin, jujur, demokratis, komunikasi, sedangkan upaya orang tua berusaha mendengarkan anak dengan baik, berusaha memahami tipe emosional anak dan introgasi anak dengan baik.Kata Kunci  : peran guru dan orang tua, budi pekertiABSTRACTThis study to describe the role of parents in instilling manners in TK A PAUD Cendikia in Nanga Ngeri. This research is descriptive qualitative research. The results of the study obtainned (1)the role of the teacher in instiling character in children is as an educator, teaching and guiding role models, motivators, trainers and advisors. The role of parents in intilling good manners in children as leaders, role models for educators (2) The driving factors in the family enviroment are the support of parents and the community environment and parental figures who are unable to set an exampel for children (3) Efforts of teachers and parents in instilling manners in children PAUD Cendikia in intilling manner in children by teaching children to pray, discipline, honest, democratic, communicative, while the efforts of parent are trying listen to the child carefully, trying to understand the emotional type chilfren and child interrogation properly.Keywords: role of teacher and parents, manners
EFEKTIVITAS KEGIATAN MENGGUNTING MELALUI PERMAINAN KOTAK MISTERI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN Rahayu, Yayu; Waqiati, Hasna Amania
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2024): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpaud.v7i2.3877

Abstract

Early writing skills can be improved since children are in the golden age period, namely when they are at the age of 1–5 years. This study aims to improve writing skills in children aged 4-5 through cutting activities in mystery box games in kindergarten. The approach used in this study is qualitative using the Classroom Action Research (CAR) method. The subjects of this study were 15 children in group A of TK Islam Plus Al Aysar. The data collection technique that will be used is the observation technique. Data were analyzed using descriptive statistical analysis. The study's result showed that early writing skills in early childhood in the 4-5 year age group can be developed through cutting activities in mystery box games. Writing skills in children in group A of TK Islam Plus Al-Aysar in cycle I were 53.33%, namely at the beginning of the development stage, and 33% were in the category stage of developing according to expectations. In cycle II, the results obtained were 13.33% at the beginning of the development stage, 66.67% at the stage of development according to expectations, and 20% at the BSB level (Very Well Developed). The results of the study indicate that the cutting activity through the mystery box game has been effective in improving the early writing skills of group A children at TK Islam Plus Al Aysar, namely 86.67% in the category of Developing According to Expectations and Developing Very Well
STRATEGI PENGEMBANGAN NILAI-NILAI AGAMA DITINJAU DARI PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI Santoso, Tantri Sundari; Muplihah, Risa; Sianturi, Risbon; Elan, Elan
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpaud.v8i2.5005

Abstract

Penanaman nilai-nilai keagamaan sejak usia dini berperan penting dalam membentuk karakter anak, khususnya dalam perkembangan sosial emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengembangan nilai-nilai agama di lembaga pendidikan anak usia dini dan mengevaluasi dampaknya terhadap perkembangan sosial emosional anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dilaksanakan di salah satu TK di Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi kemudian dianalisis dengan langkah-langkah analisis kualitatif yang meliputi proses penyederhanaan data, penyajian hasil temuan, dan penarikan makna atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga strategi yang diterapkan di sekolah tersebut, meliputi integrasi pembelajaran agama dalam kegiatan harian, pendekatan personal emosional, dan pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman langsung. Strategi ini berkontribusi dalam membangun fondasi spiritual sekaligus meningkatkan sikap sosial positif anak, seperti empati, kedisiplinan, dan kerja sama. Penerapan berbagai strategi tersebut dalam pembelajaran berbasis nilai-nilai keagamaan terbukti efektif dalam mendukung perkembangan sosial emosional anak usia dini. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai keagamaan dan teori perkembangan sosial emosional dalam pendidikan anak usia dini.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN STEAMLY PLUS DI PAUD Pasiningsih, Pasiningsih; Putri, Silvina Rahmatika; Nisa, Musfiratun; Farikhah, Aulia; Khasanah, Nurumul
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpaud.v8i2.5237

Abstract

Kurikulum Merdeka dengan pendekatan STEAMLY PLUS menggabungkan sains, teknologi, rekayasa, seni, matematika, dan literasi dengan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam, seperti aqidah, fiqih, sirah, dan akhlak. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi Kurikukulum Merdeka dengan pendekatan STEAMLY PLUS di suatu lembaga PAUD yang terletak di wilayah Surakarta, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan guru sebagai subjek penelitian. Teknik analisis data dengan 3 tahapan analisis data menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan STEAMLY PLUS mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis anak melalui kegiatan eksploratif yang menyenangkan dan bermakna. Integrasi nilai Islam menjadikan pembelajaran tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter spiritual dan moral anak di PAUD IM. Meskipun guru menghadapi keterbatasan sarana dan pemahaman konsep, mereka mampu berinovasi melalui pemanfaatan bahan daur ulang dan pelatihan profesional. Secara keseluruhan, STEAMLY PLUS yang digunakan di PAUD IM berpotensi menjadi model pembelajaran holistik yang memadukan Islam, STEAM, dan literasi.
PERAN PERMAINAN CONGKLAK DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK 5-6 TAHUN Trianto, Divana Rahma; Iswantiningtyas, Veny; Nugroho, Isfauzi Hadi
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpaud.v8i2.5247

Abstract

Penelitian ini berawal dari rendahnya kemampuan berhitung pada anak kelompok B di TK Rahman Nuri Mojoroto Kota Kediri. Melalui media permainan tradisional congklak pada anak kelompok B di TK Rahman Nuri Mojoroto Kota Kediri karena proses tersebut menjadi tujuan dalam penelitian ini. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dijadikan metode dalam penelitian ini. Wawancara, observasi dan dokumentasi dijadikan sebagai alat pengumpulan data. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada teori Miles & Huberman yakni kualitatif yang terdiri dari studi pendahuluan, pengumpulan dan pengelolaan data, analisis dan kesimpulan. Hasil penelitian dalam dua kali pertemuan melalui permainan tradisional congklak terbukti anak dapat menyebutkan bilangan 1-20, menghitung jumlah biji congklak sesuai dengan lambang bilangan dan menyelesaikan penjumlahan sederhana dengan menggunakan biji congklak dengan benar yang disampaikan oleh guru. Hal ini terlihat hasilnya dari 10 anak yang diteliti, 7 anak menunjukkan muncul (M) kemudian yang belum muncul (BM) yaitu 3 anak saja pada pertemuan ke dua yang masih membutuhkan bimbingan dari guru, yang berarti guru dinilai  melakukan kegiatan seperti yang peneliti inginkan.
PENGARUH KEGIATAN LITERASI MEMBACA DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA AUD Ristiani, Indri; Marijah, Marijah; Imamah, Imamah
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpaud.v8i2.5650

Abstract

Perkembangan bahasa merupakan aspek penting dalam fase tumbuh kembang anak usia dini (AUD) karena berkaitan langsung dengan kemampuan komunikasi, berpikir, dan kesiapan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kegiatan literasi membaca dan pola asuh orang tua terhadap perkembangan bahasa anak usia dini secara parsial maupun simultan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode asosiatif kausal. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada orang tua dan lembar observasi oleh guru terhadap 30 anak usia 4–6 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier ganda dan korelasi parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, kegiatan literasi membaca dan pola asuh orang tua tidak berpengaruh signifikan terhadap perkembangan bahasa anak (p = 0,126), dengan kontribusi hanya sebesar 14,2% (R² = 0,142). Namun, secara parsial, pola asuh orang tua memiliki pengaruh yang signifikan dan positif (p = 0,026), sedangkan kegiatan literasi membaca tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p= 0,450). Temuan ini mengindikasikan bahwa peran aktif orang tua secara individual tetap menjadi faktor penting dalam mendorong perkembangan kemampuan bahasa anak. Sementara itu, kegiatan literasi membaca memerlukan dukungan kualitas interaksi dan konteks pengasuhan yang lebih bermakna agar berdampak optimal. Hasil ini memperkuat pentingnya membangun lingkungan rumah yang komunikatif serta memperhatikan gaya pengasuhan dalam upaya peningkatan kemampuan berbahasa anak usia dini.
PERLINDUNGAN ANAK VS REALITA JALANAN: ANALISIS KESENJANGAN IMPLEMENTASI UU PERLINDUNGAN ANAK TERHADAP EKSPLOITASI EKONOMI ANAK PENGEMIS DI MALANG Sholihah, Qonita; Aisyah, Eny Nur
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpaud.v8i2.5690

Abstract

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 mewajibkan negara melindungi anak dari eksploitasi ekonomi. Namun, penelitian ini menemukan adanya kesenjangan di Kota Malang, di mana anak-anak dieksploitasi sebagai pengemis, badut, manusia silver, dan pengamen. Fenomena ini mencerminkan kegagalan sistematis yang merampas hak anak dan mengganggu perkembangan fisik, pendidikan, dan psikologis mereka. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan penjelasan mendalam mengenai eksploitasi ekonomi anak di lapangan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk teknik analisis data yaitu dilakukan atas statemen atau pernyataan yang diberikan oleh para informan hal ini peneliti akan menyimak dan membaca ulang seluruh transkip wawancara yang diperoleh kemudian mendeskripsikan semua pengalaman yang ditemukan dilapangan.Wawancara dan observasi berlokasi di warung makan sekitar warung belakang univeritas,Jalan raya dan lampu merah. Informan adalah anak-anak di bawah 18 tahun berjumlah 3 anak yang menjadi korban eksploitasi faktor ekonomi dan pendidikan, kondisi finansial rumah tangga yang tidak stabil dan rendahnya pendidikan orang tua, yang memaksa anak bekerja untuk membantu ekonomi keluarga. Faktor sosial, Stigma sosial dan pandangan bahwa anak adalah 'aset keluarga' atau 'penolong ekonomi', factor psikologis dan keluarga keluarga (perceraian) yang membuat anak rentan secara psikologis. Eksploitasi ini memerangkap anak dalam siklus kerentanan, membuktikan perlunya penguatan sistem perlindungan nasional.
DARI PERBEDAAN MENJADI KEKUATAN: IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF DI PAUD Damanik, Risma Andriani; Setiyatna, Hery
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpaud.v8i2.5534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana pendidikan inklusif dapat diterapkan di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai sarana membangun empati, kerja sama, dan penghargaan terhadap perbedaan sejak dini. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah masih adanya anggapan bahwa perbedaan kemampuan anak menjadi hambatan dalam proses belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di lembaga PAUD inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman anak justru menjadi kekuatan dalam pembelajaran apabila guru mampu mengelolanya dengan baik. Anak-anak reguler menunjukkan peningkatan empati, solidaritas, dan keterampilan sosial saat berinteraksi dengan teman berkebutuhan khusus. Guru berperan penting sebagai fasilitator yang menciptakan kegiatan belajar berbasis kolaborasi, seperti permainan kelompok, kegiatan seni, dan proyek bersama. Pembelajaran inklusif di PAUD tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik dasar, tetapi juga membentuk karakter anak yang peduli, sabar, dan toleran. Dengan demikian, pendidikan inklusif menjadi fondasi penting untuk menumbuhkan budaya saling menghargai sejak usia dini.
DAMPAK PENGGUNAAN GADGET BERLEBIHAN TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI Falensia, Riska
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpaud.v8i2.5738

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat membuat penggunaan gadget menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak usia dini. Data BPS (2023) menunjukkan bahwa lebih dari 33% anak usia 0–6 tahun di Indonesia telah menggunakan gadget secara aktif, bahkan sebagian melampaui batas durasi yang direkomendasikan WHO (2020). Kebiasaan ini umumnya dipengaruhi oleh pola asuh orang tua yang menjadikan gadget sebagai alat penenang atau pengalih perhatian, sehingga anak memperoleh lebih banyak stimulasi digital dibandingkan interaksi sosial secara langsung. Berbagai penelitian (Putri & Hartati, 2021; Novita et al., 2022) mengungkapkan bahwa penggunaan gadget berlebihan dapat menimbulkan hambatan perkembangan emosional, seperti mudah marah, kesulitan mengendalikan diri, menurunnya empati, dan berkurangnya kemampuan bersosialisasi. Padahal, usia dini merupakan periode emas yang sangat menentukan pembentukan regulasi emosi anak. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah 24 sumber ilmiah yang terdiri atas jurnal nasional terakreditasi Sinta, jurnal internasional (2015–2024), buku ilmiah, serta data resmi dari BPS, WHO, UNICEF, dan KPAI. Analisis isi digunakan melalui tahapan pengumpulan literatur, pembacaan mendalam, reduksi data, dan pengelompokan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan gadget yang tinggi berpotensi menimbulkan gangguan regulasi emosi pada anak, seperti mudah tersulut emosi, kurang sabar, sulit fokus, dan enggan berinteraksi sosial. Faktor penyebab utamanya adalah minimnya pendampingan orang tua dan penggunaan gadget sebagai solusi cepat untuk menenangkan anak. Temuan ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mengatur durasi penggunaan, mendampingi akses konten digital, serta menyediakan alternatif aktivitas yang edukatif dan sosial agar gadget dapat dimanfaatkan secara positif bagi perkembangan anak usia dini.