cover
Contact Name
Istywan Priyahapsara
Contact Email
itywan@itda.ac.id
Phone
+6287839258012
Journal Mail Official
herowintolo@itda.ac.id
Editorial Address
https://ejournals.itda.ac.id/index.php/vortex/pages/view/editor
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vortex
ISSN : 27216152     EISSN : 30217601     DOI : https://doi.org/10.28989/vortex
Vortex merupakan jurnal ilmiah dalam diang dirgantara dengan cakupan Perancangan Pesawat Terbang, Perawatan Pesawat Terbang, Operasi Penerbangan, Mesin Pesawat Terbang dan Elektronika Penerbangan
Articles 86 Documents
Troubleshooting pada Air Conditioning Recirculation System di komponen fan pesawat Boeing 737-900ER Azhar, Azwari; Hartini, Dwi; Edi, Prasetyo
Vortex Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/vortex.v5i1.2029

Abstract

Sistem resirkulasi AC merupakan sub sistem pada sistem pendingin udara yang berfungsi untuk mensirkulasikan dan menyaring 50% udara yang ada di dalam kabin sehingga penumpang terhindar dari berbagai macam polusi, virus, bakteri dan debu yang dapat memicu iritasi pada manusia seperti seperti hidung tersumbat, mata berair, dan pilek. Berdasarkan hasil data kerusakan yang penulis ambil pada maskapai XYZ pada tahun 2016 – 2019, kerusakan pada sistem resirkulasi AC pada komponen kipas angin cukup tinggi dengan kerusakan sebesar 21 kali lipat. Dimana damage yang paling dominan adalah kipas pop out sebanyak 5 kali dan kipas tidak berfungsi sebanyak 4 kali. Tahap penelitian ini diawali dengan penentuan komponen kritis menggunakan metode analisis kekritisan dengan menghitung empat kriteria dimana terdapat frekuensi kerusakan yang tinggi, dampak kerusakan pada sub perakitan, sulitnya pelepasan dan pemasangan serta harga yang mahal dan analisis ABC. , lalu menentukan nilai TTF dan TTR komponen. Setelah itu identifikasi kerusakan yang sering terjadi pada komponen kritis sistem resirkulasi AC. Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan, komponen yang paling kritis adalah komponen kipas angin dengan nilai nilai 32. Selanjutnya berdasarkan hasil identifikasi kerusakan terdapat 9 jenis kerusakan yang sering terjadi pada komponen kipas yaitu pop out, aliran rendah, kondisi buruk, motor rusak, berisik, tidak berfungsi, putaran tidak stabil, tidak berputar dan lemah. Dimana damage yang paling dominan adalah kipas pop out sebanyak 5 kali dan kipas tidak berfungsi sebanyak 4 kali.
Karakterisasi sifat bending komposit hibrid serat alam daun nanas dan serat bambu untuk aplikasi struktur UAV Pangkey, Calvin Delano Immanuel; Hartini, Dwi; Adiputra, Bangga Dirgantara
Vortex Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/vortex.v5i2.2510

Abstract

Pengembangan teknologi ramah lingkungan sedang banyak mendapatkan perhatian dari berbagai bidang. Salah satunya ialah pemanfaatan serat alam dalam pembuatan bahan komposit. Pemanfaatan serat daun nanas dan serat bambu sebagai bahan penguat komposit dapat menjadi alternatif bahan penguat sintetis yang banyak digunakan. Penelitian ini berfokus pada pengujian bending untuk mengetahui kekuatan bending dari komposit hybrid serat alam daun nanas dan serat bambu. Pembuatan komposit hybrid serat alam daun nanas dan serat bambu menggunakan metode hand lay-up, dengan orientasi serat 0ᵒ, resin Epoxy, dan fraksi volume 50%, 60%, dan 70%. Hasil pengujian bending menunjukkan kekuatan bending maksimum tertinggi didapatkan pada fraksi volume 50%, dengan nilai kekuatan bending sebesar 86,116 MPa. Sedangkan kekuatan bending maksimum terendah diperoleh pada fraksi volume 60% yaitu sebesar 49,653 MPa. Fraksi volume 70% berada ditengah-tengah dengan nilai kekuatan bending maksimum sebesar 68,115 MPa.
Analisis penambahan Unit Aviobridge untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas apron di Bandar Udara Internasional Yogyakarta Pramiswari, Faradiba Ghandi; Gunawan, Gunawan; Rahmawati, Fajar Khanif
Vortex Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/vortex.v5i1.2037

Abstract

Bandara Internasional Yogyakarta berada di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Aviobridge merupakan jembatan antara pesawat dengan terminal bandara yang memudahkan pergerakan penumpang dan awak kabin, bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang dan memudahkan aktivitas operasional petugas. Karena tingginya permintaan penggunaan aviobridge oleh personel ground handling, petugas pengendali pergerakan apron menghadapi tantangan, terutama pada jam sibuk. Oleh karena itu, perlu dilakukan penambahan unit aviobridge. Penambahan unit aviobridge ini juga sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas area apron. Metodologi yang digunakan adalah metode peramalan regresi linier. Berdasarkan hasil peramalan kedatangan pesawat, jumlah kedatangan pesawat selama periode 2023-2032 diperkirakan mengalami peningkatan sebagai berikut: 12814, 15543, 18271, 21000, 23729, 26458, 29186, 31915, 34644 dan 37372. Selain itu, pada jam sibuk, jumlah kedatangan pesawat berkisar antara 8 hingga 14. Penggunaan aviobridge dapat meningkatkan efisiensi ground time pesawat dari 0% menjadi 30% dan meningkatkan efektivitas penggunaan parking stand dari 100% menjadi 142%. Dengan analisis keuangan menunjukkan uang masuk sebesar Rp. 1.131.101.055 per tahun dan cash out sebesar Rp. 159.218.070 per tahun, estimasi payback period pengadaan aviobridge adalah 6,8 tahun, dengan internal rate of return sebesar 13,79%.
Development of human resources in implementing aircraft maintenance Fu'ad, Izzulhaq Khoirul; Gunawan, Gunawan; Edi, Prasetyo
Vortex Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/vortex.v5i2.1722

Abstract

HR is the main factor that determines the life or death of an organization, both business and social organizations, HR planning is a science that has a specific object of study and is made a compulsory subject, both at the diploma, undergraduate, and postgraduate levels. activities carried out on an ongoing basis to improve employee competence and organizational performance through training, education, and career development programs. Human resource competency standards are the first door that must be passed by human resources who will be involved in the world of aviation to evaluate and analyze human resources development in the field of aircraft maintenance. The method in this study uses a qualitative approach using SWOT analysis which identifies opportunities and threats that exist in the macro environment and industry as well as the company's internal strengths and weaknesses. SWOT analysis stands for (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). This study considers internal and external factors that can enhance or hinder a company's human resources function. Analysis of what a company can do to accelerate its transition from reactive to proactive mode to improve HR strategy and function. From the test results obtained strengths, namely the company has a Training Program for mechanics and engineers, Weaknesses, facilities are still incomplete, mechanics are not thorough in carrying out aircraft maintenance, Opportunities have good relationships with companies, companies that have mechanics and engineers who are still young have the opportunity to add new knowledge. Threats are that larger companies offer better facilities and guarantees, and companies find it difficult to find employees with the skills they need. 
Pengolahan bioarang sebagai pengganti biogas dengan proses roasting pengolahan Kopi Arabica untuk mendukung ketahanan energi Santoso, Djarot Wahju; Sudarmanto, Sudarmanto; Husaini, Munawar; Mardwianta, Benedictus; Setiabudi, Dedet Hermawan; Subarjo, Abdul Haris
Vortex Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/vortex.v5i1.2011

Abstract

Pengolahan limbah biochar menjadi briket untuk dijadikan biogas dalam rangka mendukung proses pemanggangan pengolahan kopi arabika merupakan salah satu inovasi energi alternatif untuk mendukung ketahanan energi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi briket dengan campuran limbah kulit kopi dan debu kayu terhadap nilai kalor, kadar air, kadar abu, dan uji densitas. Metode yang digunakan adalah eksperimental. Pada komposisi II nilai densitasnya paling tinggi karena jumlah serbuk gergaji paling banyak. karena dengan perlakuan gaya tekan manual maka partikel arang akan mengalami kompresi sesuai dengan gaya tekan yang diberikan. Hasil penelitian komposisi I menghasilkan nilai kalor sebesar 5922 kal/gr, komposisi II menghasilkan nilai kalor sebesar 6072 kal/gr. Hasil pengujian kadar abu SNI 01-6235-2000 tentang briket arang, kadar abu yang diperbolehkan tidak melebihi 8%. Kadar abu yang dihasilkan pada komposisi I sesuai dengan standar yang ditentukan.
PENGARUH MODE PEMBEBANAN MEKANIKA RETAKAN TERHADAP FATIGUE CRACK GROWTH RATE PADA STRUKTUR DOUBLER FUSELAGE SKIN PESAWAT BOEING 737-900ER Seran Luan, Randi Edward; Hartini, Dwi; Wibowo, Teguh; Prattiwi, Elisabeth Anna; Santoso, Djarot Wahju
Vortex Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/vortex.v6i1.2729

Abstract

Instalasi doubler dinyatakan aman di bawah Structural Repair Manual (SRM). Namun kemampuan menahan beban siklik tidak disebutkan secara eksplisit dalam SRM. Pembebanan siklik dapat menyebabkan kegagalan yang berhubungan dengan kelelahan. Penelitian ini didasarkan pada asumsi mekanika retak mode pembebanan II, dan analisis laju pertumbuhan retak dan siklus kelelahan dilakukan dengan menggunakan metode numerik MVCCI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai laju pertumbuhan retakan terendah adalah panjang retakan 8,5 mm pada kondisi terbang 5000 ft, yaitu 5,045×10-14 mm/siklus, dan nilai tertinggi adalah panjang retakan 51 mm. Pada kondisi penerbangan 40.000 kaki, ini akan menjadi 1,762×10-10 mm/siklus.