cover
Contact Name
Muhammad Syahrir
Contact Email
syahrir_gassa@yahoo.com
Phone
+6282252143772
Journal Mail Official
lppm@unm.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Gedung Menara Phinisi Lt 10 UNM
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 97862374     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Seluruh artikel dalam Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian tahun 2019 bukan merupakan opini dan pemikiran dari editor
Articles 34 Documents
Search results for , issue "SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 1" : 34 Documents clear
PKM Penguatan Pendidikan Multikultural pada Mahasiswa Bone Barat di Makassar Saifuddin Saifuddin; Mario Mario; Sopian Tamrin; Riri Amandaria; Bahrul Amsal
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 11
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Multikultural memiliki makna jamak dari kata dasar kultur. Secara etimologi, dalam bahasa Inggris disebut culture yang artinya budaya yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Dalam pemahaman Bahasa Indonesia, multikultur mengandung makna banyak kultur atau banyak budaya. Jika terminologi multikultur dilekatkan pada diri setiap individu, maka dapat dikatakan bahwa dalam setiap diri individu terdapat atau melekat banyak kutur. Beberapa kultur yang dimaksud antara lain: Bahasa, agama, suku atau etnis, ras dan asal daerah. Jadi bisa dipahami, setiap orang senantiasa melekat dan membawa kultur-kultur tersebut dalam dirinya. Ragam kultur yang ada dalam diri setiap individu perlu dikelola secara baik dan benar, melalui pendekatan multiculturalism of mind, multiculturalism of attitude, dan multiculturalism of skills .Kasus konflik sosial yang melibatkan asal daerah dan suku bangsa, yang terjadi belakangan ini, menunjukkan kepada kita semua bahwa persoalan pemahaman kebangsaan dan keragaman di Indonesia belum selesai. Multikulturalisme harus dikelola dengan baik, agar tidak menjadi sumber utama konflik dan perpecahan antar bangsa. Kesadaran akan pentingnya memahami masyarakat multikultural harus berkembang menjadi mindset setiap orang. Masyarakat Indonesia perlu memiliki kesadaran akan persamaan hak dari berbagai kelompok yang ada. Oleh karena itu, pendidikan multikultural harus terus ditanamkan pada seluruh lapisan masyarakat, khususnya pada generasi muda. Kata Kunci: pendidikan multikultural, konflik sosial
Pengenalan Bebras Challenge untuk Meningkatkan Kemampuan Computational Thinking (CT) pada Siswa SMP Negeri 3 Minasatene Kabupaten Pangkep Nurul Mukhlisa Abdal; Irwansyah Suwahyu; Muhammad Asriadi; Wirawan Setialaksana; Ridwan Daud Mahande
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 11
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. PKM ini tentang Pengenalan Bebras Challenge Untuk Meningkatkan Kemampuan Computational Thinking (CT) Pada Siswa SMP Negeri 3 Minasatene Kabupaten Pangkep. Permasalahan dihadapi mitra adalah sebagai berikut (1) Siswa Sekolah Dasar di lingkup SMP Negeri 3 Minasatene Kabupaten Pangkep belum menguasai Kemampuan Computational Thinking ditandai dengan belum adanya siswa yang berhasil memenuhi nilai ketuntasan, yaitu 50; (2) siswa dan guru di Kabupaten Pangkep belum mengenal kegiatan Bebras Challenge yang merupakan kompetisi nasional Computational Thinking, (3) siswa dan guru di lingkup SMP Negeri 3 Minasatene Kabupaten Pangkep belum secara aktif menggalakkan pemanfaatan internet sebagai sarana pembelajaran khususnya pengembangan kemampuan Computational Thinking. Solusi yang ditawarakan pemberian materi tentang peningkatan kemampuan Computational Thinking. Pemateri tentu bukan hanya sekedar memberikan materi sesuai dengan permasalahan di sekolah mitra, tetapi juga memotivasi para guru untuk memanfatkan penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar. Tahap pelaksanaan terdiri atas dua tahap. Tahap pertama, yaitu pengenalan mengenai Tantangan Bebras. Sesi pelatihan yang menitik beratkan pada pengenalan soal-soal Tantangan Bebras dan Computational Thinking. Kedua, sesi pelatihan yang menitik beratkan pada pemberian motivasi untuk mengembangkan media pembelajaran yang berbasis teknologi. Metode pelatihan adalah metode ceramah, tanya jawab, dan metode latihan/praktek. Hasil pelaksanaan pengabdian menunjukkan bahwa siswa tertarik mempelajari materi Computational Thinking yang tidak membutuhkan siswa menghapal rumus. Kata kunci: Computational thinking, berpikir komputasi, menyelesaikan masalah
PKM Pelatihan Tari Kreasi Bagi Remaja Putri di Sulawesi Barat Nurwahidah Nurwahidah; Muhammad Suyudi
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 11
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kegiatan Pelatihan Tari Kreasi Bagi Remaja Putri di Sulawesi Barat pelatihan yang dapat membantu anak khususnya remaja putri dalam mencapai perkembangan potensi remaja putri seperti : pembentukan fisik, emosional, sosialisasi, Perubahan tingkah laku, dan daya fikir, sehingga diharapkan anak atau remaja putri mampu berfikir kreatif, dengan kata lain belajar aktif untuk beraktivitas dalam kehidupan seharihari. Penerapan pembelajaran seni tari pada remaja putri di Sulbar memerlukan suatu pendekatan yang dilakukan oleh pendidik, guna mengembangkan kreativitas gerak, baik dalam mengembangkan gerak dasar motorik kasar  maupun motoric halus. Untuk mengembangkan gerak dasar motorik kasar dibutuhkan pembelajaran yang menyenangkan, salah satunya melalui pembelajaran tari kreasi, karena pembelajaran tari kreasi tersebut mengarahkan anak untuk aktif bergerak. Permasalahan mitra diantaranya: Pengetahuan tentang tari kreasi bagi remaja putri di Sulbar masih sangat rendah dan terbatas,2). Wafatnya pewaris Tari Tradisional di Sulbar (para Maestro Pattuddu), 3). Kurangnya pembinaan dan regenerasi penari pewaris Kurangnya minat generasi muda khususnya remaja putri Sulbar dalam mempelajari tari, sehingga berpengaruh pada Teknik menari yang hanya mengandalkan hafalan sajaKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dilaksankan dengan menggunakan beberapa metode sebagai berikut: Ceramah, tanya jawab, dan diskusi, Praktek, dan Demonstrasi.Pelatihan Tari Kreasi Madduppa Gau yang diterapkan pada Kelompok Remaja Putri Sulawesi Barat, memberikan hasil dan manfaat bagi peserta, yakni:1). Kelompok Remaja Putri Sulawesi Barat memiliki pengetahuan dan wawasan tentang Tari Kreasi Madduppa Gau secara bentuk (teks) maupun kontekstual, 2). Kelompok Remaja Putri Sulawesi Barat memiliki keterampilan dalam menarikan Tari Kreasi Madduppa Gau sesuai dengan Teknik volume (wiraga,wirama,wirasa) yang diterapkan dalam pelatihan, 3). Kelompok Remaja Putri Sulawesi Barat Komunitas yang telah mengikuti pelatihan ini, dapat menjadi narasumber (tutor sebaya) bagi remaja putri lainnya yang belum terjangkau pada pelatihan yang sedang dilaksanakan.Kata kunci:pelatihan, tari, kreasi, remaja, putri
PKM Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Saintifik bagi Kelompok KKG SD Kabupaten Takalar Rohana Rohana; Syamsiah D.; Bhakti Prima Findiga H.; Andi Makasau; Fathun Fatimah Azahrtah; Nurilah Fitrah
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 11
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang dapat digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran yaitu buku teks pegangan guru dan siswa. Bahan ajar berbasis saintifik merupakan bahan ajar yang di dalamnya mengandung tahapan saintifik yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan. PKM Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar berbasis Saintifik Bagi Kelompok KKG SD Kabuparten Takalar ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan dan kemampuan guru merancang dan menghasilkan perangkat pembelajaran berupa bahan ajar cetak (buku) yang mempunyai karakteristik pendekatan saintifik, menuntut adanya pemerataan sistem khususnya dalam meningkatkan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran seperti perangkat pembelajaran. Pengadaan perangkat pembelajaran yang berkarakteristik merdeka belajar , hal ini merupakan suatu tuntutan kurikulum yang harus segera dipenuhi. Metode yang digunakan dalam PKM ini workshop dan pelatihan  pengembangan dengan model yang sesasui dengan kebutuhan yaitu Model Hannafin dan Peck. PKM ini dihadiri oleh 25 orang guru KKG SD Kabupaten Takalar , Desa Galesong, PKM  ini menghasilkan draft produk bahan ajar cetak dan artikel yang di publikasikan . Kesimpulan dari hasil PKM ini yang didapat bahwa PKM berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi penambahan pengetahuan bagi guru KKG SD untuk merancang dan membuat serta menghasilkan bahan ajar cetak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran.  Kata kunci : Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Saintifik, KKG SD, Takalar

Page 4 of 4 | Total Record : 34


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 8 SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 7 SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 6 SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 5 SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 4 SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 3 SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 2 SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 1 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 11 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 10 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 9 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 8 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 7 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 6 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 5 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 4 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 3 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 2 SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 1 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 12 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 11 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 10 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 9 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 8 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 7 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 6 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 5 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 4 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 3 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 2 SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 1 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 11 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 10 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 9 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 8 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 7 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 6 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 5 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 4 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 3 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 2 SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 1 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 12 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 11 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 10 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 9 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 8 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 7 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 6 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 5 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 4 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 3 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 2 SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 1 Vol 2019, No 11: PROSIDING 11 Vol 2019, No 10: PROSIDING 10 Vol 2019, No 9: PROSIDING 9 PROSIDING EDISI 10: SEMNAS 2020 PROSIDING EDISI 9: SEMNAS 2020 PROSIDING EDISI 8: SEMNAS 2020 PROSIDING EDISI 7: SEMNAS 2020 PROSIDING EDISI 6: SEMNAS 2020 PROSIDING EDISI 5: SEMNAS 2020 PROSIDING EDISI 4: SEMNAS 2020 PROSIDING EDISI 3: SEMNAS 2020 PROSIDING EDISI 2: SEMNAS 2020 PROSIDING EDISI 1: SEMNAS 2020 Vol 2019, No 3 (2019): PROSIDING 3 Vol 2019, No 12 : PROSIDING 12 Vol 2019, No 8: PROSIDING 8 Vol 2019, No 7: PROSIDING 7 Vol 2019, No 6: PROSIDING 6 Vol 2019, No 5: PROSIDING 5 Vol 2019, No 4: PROSIDNG 4 Vol 2019, No 2: Prosiding 2 Vol 2019, No 1: Prosiding 1 Vol 2018, No 9: POSIDING 9 Vol 2018, No 8: PROSIDING 8 Vol 2018, No 4: Prosiding 4 Vol 2018, No 2: Prosiding 2 Vol 2018, No 7: PROSIDING 7 Vol 2018, No 6: PROSIDING 6 Vol 2018, No 5: Prosiding 5 Vol 2018, No 3: Prosiding 3 Vol 2018, No 1: Prosiding 1 More Issue