cover
Contact Name
Karolus Ngambut
Contact Email
karolusng@yahoo.co.id
Phone
+62380-8800195
Journal Mail Official
jurnalkesling@gmail.com
Editorial Address
Kampus Prodi Sanitasi Poltekkes Kemenkes Kupang Jl. Piet A. Tallo – Liliba – Kupang Telp. 0380 – 8800195 email: jurnalkesling@gmail.com
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Oehonis
ISSN : 25282034     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal ini memuat hasil penelitian di bidang kesehatan lingkungan yang meliputi : Penyehatan Udara, Penyehatan Air, Penyehatan Tanah dan Pengolahan Sampah, Penyehatan Makanan dan Minuman, Pengendalian Vektor dan Binatang Pengganggu, Kesehatan Kerja, Promosi Kesehatan, Epidemiologi Lingkungan, Sanitasi Tempat Umum dan Pariwisata, dan Sanitasi Pemukiman.
Articles 43 Documents
Implementasi Kesehatan Kerja Perkantoran di Propinsi Nusa Tenggara Timur Lidia Tarigan; Oktofianus Sila; Olga Mariana Dukabain
Oehònis Vol 5 No 01 (2022): Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.497 KB)

Abstract

Karyawan perkantoran memiliki potensi masalah kesehatan yang berkaitan dengan sedentary job atau sedikitnya aktifitas fisik yang dilakukan. Tujuan peneltian mengetahui implementasi Kesehatan kerja Perkantoran di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Jenis penelitian deskriptif observasional dengan variable standar peningkatan kesehatan kerja, pencegahan penyakit, penanganan penyakit. Data diperoleh dengan menggunakan instrument wawancara. Data dianalisis secara deskriftif. Implementasi kesehatan kerja perkantoran rata rata 20 % dari semua komponen penilaian. Standar peningkatan kesehatan kerja diperoleh 58 % perkantoran tidak memiliki kebijakan tentang kesehatan kerja. Perkantoran yang memiliki kebijakan sebatas himbauan dan surat edaran. Media komunkasi informasi dan edukasi berupa poster, leaflet, spanduk, pertemuan ilmiah atau rapat. Kegiatan peregangan dilaksanakan pada 6 perkantoran. Peningkatan kesehatan kerja dilaksanakan melalui sosialisasi dan edukasi kesehatan pekerjaan dalam bentuk kegiatan terbatas dan tidak terjadwal. Pencegahan penyakit melalui pemeriksaan kesehatan berkala, penemuan dini kasus penyakit dan penilaian status kesehatan belum dilakukan. Dilakukan sosialisasi kesehatan kerja perkantoran pada setiap wilayah binaan dari Dinas Kesehatan
Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Kejadian Stunting di Kota Kupang Albina Bare Telan; Wanti Wanti; Olga Mariana Dukabain
Oehònis Vol 5 No 01 (2022): Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.083 KB)

Abstract

Abstrak yang disiapkan dengan baik memungkinkan pembaca untuk Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Hal ini terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Prevalensi balita stunting di Indonesia tahun 2013 sebesar 37,2%, lebih tinggi dibandingkan tahun 2010 sebesar 35,6 %, tahun 2007 36,8%. NTT menjadi propinsi dengan prevalensi tertinggi secara nasional sebesar 58,4% tahun 2010 dan 51,7% pada tahun 2013 sedangkan tahun 2018 menurun 42,46 % tetapi prevalensi ini masih cukup tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional sebesar 30,8 %. Stunting di Kota Kupang tahun 2018 mencapai 3.462 (23,7%.) Jenis penelitiannya adalah analitik obeservasional dengan pendekatan studi case control. Populasi dan sampel penelitian adalah semua keluarga di zona merah yang memiliki anak Balita usia 12-59 bulan atau 1-5 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan non random sampling serta subjek kontrol dilakukan dengan cara serasi (matching) dengan jumlah kasus 30 kasus dan 30 kontrol. Data yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisis secara statistik dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ada 3 factor sanitasi berhubungan dengan kejadian stunting yaitu pengelolaan sampah dengan nilai p = 0,000 dengan OR = 0,248, saluran pembuangan air limbah (SPAL) p = 0,000 OR = 0,333 dan kebiasaan cuci tangan p = 0,000 dengan OR = 0.372. Disarankan kepada ibu balita memperhatikan personal hygiene anak yaitu mencuci tangan anak,sesudah buang air besar dan setelah anak bermain.
Higiene Sanitasi dan Keberadaan Bakteri Vibrio cholerae Pada Kandang Ayam Broiler di Desa Sumlili Kabupaten Kupang Tahun 2021 Byantarsih Widyaningrum; Erika Maria Resi
Oehònis Vol 5 No 01 (2022): Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.303 KB)

Abstract

Perkembangan peternakan ayam broiler di Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang ditandai dengan banyaknya pertumbuhan kandang ayam broiler. Higiene dan sanitasi kandang ayam yang buruk dapat memicu pertumbuhan bakteri Vibrio cholerae yang merupakan agen penyakit diare. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi higiene sanitasi kandang ayam broiler dan mengetahui keberadaan bakteri Vibrio cholerae di dalam bangunan kandang ayam, jarak 5 meter dan 10 meter dari kandang ayam broiler di Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kandang ayam broiler di Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Sampel dalam penelitian ini diambil berdasarkan teknik purposive sampling yang terdiri dari sampel kandang ayam berjumlah 18 kandang dan sampel bakteri udara berjumlah 54 plate. Pengambilan sampel dilakukan secara Cross Sectional. Data penelitian diambil menggunakan cheklist dan pemeriksan laboratorium, kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian hygiene sanitasi kandang ayam broiler di Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang adalah termasuk dalam kriteria cukup (72,22%), dan ditemukannya bakteri Vibrio cholerae di udara dalam bangunan kandang dan sekitar lingkungan kandang pada jarak 5 dan 10 meter. Disarankan bagi pemilik kandang agar meningkatkan higiene dan sanitasi kandang ayam dengan cara membersihkan kandang dan wadah pakan ayam setiap hari dan melengkapi fasilitas sanitasi seperti sarana air bersih, CTPS, dan SPAL.
MANAJEMEN PENANGANA LIMBAH MEDIS DI PUSKESMAS OEKABITI Agustina; Siprianus Singga; Ferdinand Hurit
Oehònis Vol 5 No 01 (2022): Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.382 KB)

Abstract

Fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama atau Puskesmas adalah adalah tempat untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama, dengan demikian ada limbah yang dihasilkan dari pelayanan kesehatan tersebut. Limbah medis adalah limbah yang berasal dari pelayanan medik, perawatan gigi, farmasi penelitian, pengobatan,perawat atau Pendidikan,yang menggunakan bahan beracun, infeksius, atau membahayakan kecuali jika dilakukan pengamanan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan limbah medis yankes yang ada di puskesma Oekabiti. Jenis penelitian ynag digunakan adalah penelitian deskrtitif yaitu untuk menggambarkan pengelolaan limbah medis yang ada di puskesmas Oekabiti, objek peneltian adalah puskesmas Oekabiti. Variabel dalam penelitian ini adalah laju timbulan limbah medis, pewadahan limbah medis, penyimpanan limbah medis dan pengolahan limbah medis. Hasil penelitian menunjukan rata-rata laju timbulan limbah medis di setiap ruangan penghasil limbah medis adalah 2 kg/hari/ruangan, Pewadahan limbah medis masuk kategori memenuhi syarat 78 % dan tidak memenuhi syarat 22 %, Variabel Penyimpanan limbah medis dari 28 persayratan maka kategori memenuhi syarat 64% dan tidak memenuhi syarat 36 %. Pengolahan limbah medis dari 8 item persyaratan kategori memenuhi syarat 100 % dan tidak memenuhi syarat 0%. Disarankan agar memperhatikan ruang penyimpanan limbah medis agar selalu memperhatikan keadaan ruangan penyimpanan, kapasitas dan lama penyimpanan serta memperhatikan limbah yang akan diolah secara internal agar memperhatikan syarat pengolahan limbah
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) SEBAGAI LARVASIDA Aedes s Ety Rahmawati; Yuyun Ahmad
Oehònis Vol 5 No 01 (2022): Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.725 KB)

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan virus Dengue, yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk, Aedes sp, merupakan vektor epidemi yang paling utama, dan Aedes. albopictus dianggap sebagai vektor sekunder. Kasus DBD di Kota Kupang pada tahun 2018 terdapat 234 kasus dengan jumlah meninggal sebanyak 4 orang (Case Fatality Rate = CFR 1,7%). Pada tahun 2019 terdapat 681 kasus DBD dan meninggal sebanyak 8 orang (CFR=1,2%). Pada tahun 2020 terdapat 821 kasus DBD dan 8 orang meninggal (CFR=1,0%). Pengendalian vektor DBD dapat dilakukan dengan cara kimiawi, yaitu menggunakan insektisida nabati dengan memanfaatkan daun sukun sebagai larvasida yang mengandung senyawa alkaloid, flavanoid dan tanin yang dapat mematikan jentik Aedes sp. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) terhadapat kematian jentik Aedes sp.
Kualitas Air Bersih Pada Stasiun Pengisian Tangki Air Di Kota Kupang William W. Lamawuran; Edwin M. Mauguru
Oehònis Vol 5 No 01 (2022): Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.168 KB)

Abstract

Air adalah kebutuhan pokok manusia dan pemenuhan bagi kebutuhan manusia diperoleh dari berbagai sumber diantaranya stasiun pengisian tangki air bersih. Kebutuhan akan air bersih dari stasiun pengisian tangki terus meningkat terlebih dimusim kemarau saat masyarakat mengalami kelangkaan air akibat sumber air lainnya tidak bisa lagi mensuplay nya. Oleh karena itu perlu dipastikan kualitas air bersih pada stasiun pengisian tangki harus sesuai dengan persyaratan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas fisik dan bakteriologis air bersih pada stasiun pengisian tangki, dengan metode deskriptif dengan rancangan crossectional study. Variabel penelitian untuk parameter fisik yakni suhu, bau, rasa, warna dan kekeruhan air bersih, variabel untuk parameter bakteriologis yakni MPN Coliform. Hasil penelitian menunjukkan warna, rasa, bau dan kekeruhan air bersih memenuhi syarat sedangkan parameter suhu masih belum semua memenuhi syarat, untuk parameter MPN Coliform pada 16 stasiun pengsian tangki diketahui 6 stasiun pengisian tangki yang tidak memenuhi syarat pada pengukuran pagi, pengukuran siang 7 tidak memenuhi sayar dan waktu sore terdapat 3 stasiun pengisian tangki yang tidak memenuhi syarat. Saran bagi pemilik stasiun pengsian tangki agar memperbaiki sarana pengisian tangki agar bebas dari pencemar, melakukan pemeriksaan kualitas air secara rutin.
PENGGUNAAN AKTIVATOR EM4 DAN AIR NENAS DALAM PENGOMPOSAN BAHAN ORGANIK Dyky Benyamin; Agustina
Oehònis Vol 5 No 01 (2022): Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.171 KB)

Abstract

Penanganan sampah rumah tangga dapat diolah menjadi pupuk kompos. Proses pengomposan yang terjadi secara alami akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama sehingga dapat dipercepat dengan bantuan aktivator. Tujuan penilitian untuk mengetahui indikator keberhasilan pengomposan skala rumah tangga mengunakan aktivator air nenas dan aktivator EM4. Jenis penilitian adalah penilitian pra eksperimen dengan rancangannya one shot case studi. Variabel penilitian adalah volume penyusutan, pH, suhu, tekstur, lama waktu pengomposan. Analisa data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil peniltian menunjukan volume bahan awal pengomposan sebanyak 5 liter dan setelah pengomposan volume menyusust hingga 20 % atau menjadi 4 liter pada masing-masing percobaan dengan menggunakan aktivator air nenas dan aktiavtor EM4. Hasil pengukuran pH memenuhi syarat pada aktivator air nenas dan aktivator EM4 adalah rata – rata 7,0 hingga kompos matang. Hasil pengukuran suhu memenuhi syarat pada aktivator air nenas adalah rata- rata 30°C dan aktivator EM4 adalah rata-rata 32°C. Hasil pengamatan pada variabel tekstur menggunakan aktivator air nenas dan aktivator EM4 menunjukan tekstur halus, renyah, dan tidak terapung bila dicelupkan ke dalam air. hasil pengukuran lama waktu pengomposan pada aktivator air nenas adalah 23 hari, sedangkan pengukuran lama waktu pengomposan pada aktivator EM4 adalah 21 hari. Dapat disimpulkan bahwa pengomposan yang dilakukan dengan menggunakan aktivator EM4 dan air nenas menunjukan volume penyusustan sebesar 20%, variabel suhu dan Ph memenuhi syarat, lama waktu pengomposan menggunakan aktivator EM4 berlangsung 21 hari dan aktivator air nenas berlangsung 23 hari
Tingkat Risiko Pencemaran, Jarak Sumber Pencemar dan Kandungan Coliform Pada Mata Air di Kelurahan Bakunase II Siprianus Singga; Rinno G.H.M Lay Rihi
Oehònis Vol 5 No 01 (2022): Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.363 KB)

Abstract

Kondisi mata air sangat berpengaruh terhadap kualitas air yang dihasilkan terutama secara bakteriologis. Dua hal utama yang berhubungan dengan kandungan bakteriologis pada mata air adalah tingkat risiko pencemaran dan jarak sumber pencemar.Mata air AMnesi, Labat dan Oetona di Kelurahan Bakunase II menjadi sumber air utama bagi warga sekitar dan warga kelurahan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat risiko pencemaran, jarak sumber pencemar dengan kandungan coliform pada mata air di kelurahan Bakunase II. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan observasional. Variabel yang diamati adalah tingkat risiko pencemran, jarak sumber pencemar dan kandungan coliform. Sampel penelitian ini adalah 3 mata air di Keluarahan Bakunase II. Data hasil penelitian dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua mata air di Kelurahan Bakunase II memilki tingkat risiko pencemaran amat tinggi, jarak sumber pencemar terdekat terdapat pada mata air Amnesi dan terjauh pada mata air Labat, kandungan bakteri coliform tertinggi terdapat pada mata air Amnesi dan terendah terdapat pada mata air Labat, serta secara deskriptif terdapat hubungan antara jarak sumber pencemar dengan kandungan bakteri coliform pada mata air di Kelurahan Bakunase II. Kepada pengelolah mata air di Kelurahan Bakunase II disarankan untuk memperbaiki bangunan perlindungan mata air, serta kepada masyarakat disarankan untuk mengolah air secara benar (merebus sampai mendidih) sebelum digunakan sebagai air minum.
Gambaran Sanitasi Pedagang Kaki Lima dan Kandungan Bakteri Escherechia Coli Pada Es Batu serta Olahan Kelapa Muda di Kelurahan Kelapa Lima Enni R. Sinaga; Merlyn Oktavia Weni Base
Oehònis Vol 5 No 01 (2022): Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.487 KB)

Abstract

Sanitasi penjual makanan memberi keamanan terhadap makanan yang dijual meliputi kebersihan peralatan, pengolahan makanan, personal hygiene dan kebersihan lingkungan rumah makan. Sanitasi makanan adalah untuk meningkatkan kualitas makanan yang sehat dan melindungi konsumen dari penularan penyakit dari rumah makan kepada pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebersihan peralatan, personal hygiene, kebersihan lingkungan, kandungan Escherichia coli pada es batu dan olahan kelapa muda. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dan sampel penelitian sebanyak lima pedagang kelapa muda yang ada di kelurahan Kelapa Lima. Hasil penelitian. kebersihan peralatan termasuk kategori baik 80% dan kategori buruk 20%, kebersihan lingkungan kategori baik sebanyak 60% dan kategori buruk sebanyak 40%, personal hygiene pengolah minuman es kelapa muda yang termasuk kategori baik sebanyak 80% dan kategori buruk 20%, kandungan Escherichia coli pada es batu yang memenuhi syarat 1 sampel dan tidak memenuhi syarat 4 sampel dan olahan kelapa muda yang memenuhi syarat sebanyak 3 sampel dan tidak memenuhi syarat sebanyak 2 sampel. Disarankan bagi penjual es kelapa muda di Kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang agar lebih memperhatikan kebersihan diri serta kebersihan peralatan dalam pembuatan es kelapa muda dan juga memperhatikan kebersihan lingkungan tempat penjual agar terhindar dari sumber penyakitSanitasi penjual makanan memberi keamanan terhadap makanan yang dijual meliputi kebersihan peralatan, pengolahan makanan, personal hygiene dan kebersihan lingkungan rumah makan. Sanitasi makanan adalah untuk meningkatkan kualitas makanan yang sehat dan melindungi konsumen dari penularan penyakit dari rumah makan kepada pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebersihan peralatan, personal hygiene, kebersihan lingkungan, kandungan Escherichia coli pada es batu dan olahan kelapa muda. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dan sampel penelitian sebanyak lima pedagang kelapa muda yang ada di kelurahan Kelapa Lima. Hasil penelitian. kebersihan peralatan termasuk kategori baik 80% dan kategori buruk 20%, kebersihan lingkungan kategori baik sebanyak 60% dan kategori buruk sebanyak 40%, personal hygiene pengolah minuman es kelapa muda yang termasuk kategori baik sebanyak 80% dan kategori buruk 20%, kandungan Escherichia coli pada es batu yang memenuhi syarat 1 sampel dan tidak memenuhi syarat 4 sampel dan olahan kelapa muda yang memenuhi syarat sebanyak 3 sampel dan tidak memenuhi syarat sebanyak 2 sampel. Disarankan bagi penjual es kelapa muda di Kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang agar lebih memperhatikan kebersihan diri serta kebersihan peralatan dalam pembuatan es kelapa muda dan juga memperhatikan kebersihan lingkungan tempat penjual agar terhindar dari sumber penyakit
Perilaku Pemanfaatan Jamban Masyarakat Desa Oelnasi Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Iren Maubana; Ragu Theodolfi
Oehònis Vol 5 No 01 (2022): Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.683 KB)

Abstract

Lebih dari 56 juta penduduk di Indonesia masih memiliki prilaku BABS. Ketersediaan jamban sebagai sarana untuk mengurangi dampak penyebaran penyakit yang ditimbulkan akibat BABS, masih sangat rendah. Cakupan jamban yang rendah pada beberapa wilayah di NTT menyebabkan angka penyakit yang ditularkan melalui air cukup tinggi. Cakupan jamban di Desa Oelnasi Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur adalah 98% (558 jamban untuk 569 KK). Meskipun cakupan tinggi, namun pemanfaatan jamban belum secara maksimal dilakukan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perilaku masyarakat tentang pemanfaatan jamban di Desa Oelnasi. Jenis penelitian adalah deskriptif. Populasi penelitian 596 KK, sampel penelitian adalah 100 KK, diambil secara acak. Hasil penelitian untuk aspek pengetahuan, 56% kategori baik, 26% cukup dan 16% kategori kurang. Aspek sikap, 76% kategori baik, 14% cukup dan 10% kategori kurang. Aspek tindakan, 95% dalam kategori baik, 4% menggunakan jamban bersama (sharing), 1% BABS. Disimpulkan bahwa aspek pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat Desa Oelnasi akan pemanfaatan jamban masuk kategori baik. Disarankan bagi pihak Puskesmas untuk melakukan advokasi pada tokoh masyarakat, memberikan pemicuan bagi masyarakat, monitoring dan evaluasi dalam penerapan kegiatan Stop BABS.