cover
Contact Name
Karolus Ngambut
Contact Email
karolusng@yahoo.co.id
Phone
+62380-8800195
Journal Mail Official
jurnalkesling@gmail.com
Editorial Address
Kampus Prodi Sanitasi Poltekkes Kemenkes Kupang Jl. Piet A. Tallo – Liliba – Kupang Telp. 0380 – 8800195 email: jurnalkesling@gmail.com
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Oehonis
ISSN : 25282034     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal ini memuat hasil penelitian di bidang kesehatan lingkungan yang meliputi : Penyehatan Udara, Penyehatan Air, Penyehatan Tanah dan Pengolahan Sampah, Penyehatan Makanan dan Minuman, Pengendalian Vektor dan Binatang Pengganggu, Kesehatan Kerja, Promosi Kesehatan, Epidemiologi Lingkungan, Sanitasi Tempat Umum dan Pariwisata, dan Sanitasi Pemukiman.
Articles 43 Documents
Analisis Penyerapan Iodium Pada Arang Aktif Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca Linn) Patrisia Helmina Etris; Christine J.K. Ekawati
Oehònis Vol 5 No 01 (2022): Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.801 KB)

Abstract

Arang aktif merupakan senyawa arang yang tidak memiliki struktur kristal, yang dapat dihasilkan dari bahan yang mengandung arang atau dari arang yang diperlakukan dengan cara khusus untuk mendapatkan permukaan yang lebih luas. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menghitung penyerapan Iodium pada aktivasi kimia Calsium klorida (CaCl₂) dengan konsentrasi 1N, 2N, dan 3N.Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen One “shot case-study”. Variabel penelitian yaitu variabel bebas arang aktif dengan aktivasi kimia dengan 1N, 2N dan 3N, variabel terikat yaitu penyerapan Iodium Hasil penelitian penyerapan Iodium pada aktivasi kimia (CaCl₂) dengan konsentrasi 1N yaitu diperoleh 634,5 mg/g, 2N yaitu diperoleh 708,5 mg/g, dan 3N yaitu diperoleh 782,6 mg/g. Dari hasil pemeriksaan arang aktif dapat diketahui bahwa hasil uji daya serap Iodium pada arang aktif kulit pisang kepok, pada aktivasi kimia 1N,2N dan 3N ada perbedaan daya serapnya. Daya serap Iodim pada 1 N dan 2N tidak memenuhi syarat karena masi dibawah ≤ 750 mg/g, sedangkan 3N sudah memenuhi syarat karena ≥ 750 mg/g menurut standar SNI 06-3730-1995 tentang syarat mutu dan pengujian arang aktif.Disimpulkan bahwa jika penyerapan Iodium tinggi makanya arang aktif tersebut bisa dimanfaat untuk menghilangkan polutan pada air limbah. Disarankan agar Perlu dilakukan kajian lebih mendalam terhadap kualitas arang aktif kulit pisang kepok dengan memvariasikan jenis activator sehingga didapatkan arang aktif yang memiliki kualitas yang baik sebagai bahan penyerap yang ramah lingkungan dimasa mendatang.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian TB Paru Di Kelurahan Naibonat Kabupaten Kupang Tahun 2022 Ni Made Susilawati; Bella Alviany Therik
Oehònis Vol 5 No 01 (2022): Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.862 KB)

Abstract

Tuberkulosis paru (TB paru) adalah penyakit infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Tingginya kasus TB paru pada suatu daerah dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor perilaku, dimana faktor lingkungan meliputi ventilasi, kepadatan hunian, suhu, pencahayaan dan kelembaban. Sedangkan faktor perilaku meliputi kebiasaan merokok, meludah atau membuang dahak di sembarang tempat, batuk atau bersin tidak menutup mulut dan kebiasaan tidak membuka jendela. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan, kebiasaan dan lingkungan rumah terhadap kejadian TB paru di Kelurahan Naibonat tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain penelitian Cross sectional. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan observasi terhadap 11 orang pasien TB paru dan 22 orang anggota keluarga pasien. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan angka kejadian penyakit TB Paru dengan hasil uji Chi-Square, diperoleh nilai P=0,009 (P<0,05). Ada hubungan antara kebiasaan responden terhadap kejadian penyakit TB paru di kelurahan Naibonat dengan hasil uji Chi-Square, diperoleh nilaiP=0,013 (P<a0,05). Tidak ada hubungan antara lingkungan fisik responden dengan kejadian penyakit TB paru dengan hasil uji Chi-Square, diperoleh nilaiP=0,805 (P>a0,05).
Gambaran Sanitasi Sekolah Dasar Katolik St. Arnoldus Penfui Kupang Erika Resi; Byantarsih Widyaningrum; Siprianus Singga
Oehònis Vol 6 No 1 (2023): Sanitasi dan Kesmas
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem sanitasi terpadu sekolah dasar merupakan media untuk sekolah dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat kepada siswa dan pronasihat adalah program preventif promotifnya. Data per September 2017 menunjukkan seluruh sekolah disemua jenjang sebanyak 35% sekolah tak punya akses ke air bersih layak atau tak ada akses sama sekali. Jumlah SD yang memiliki toilet berkisar 70,88% dan sisa 29,12% SD belum sama sekali memiliki toilet sebagai sarana sanitasi sekolah yang wajib ada. Akses jamban, air bersih, dan tempat cuci tangan merupakan tiga indikator pada Sustainable Development Goals (SDGs) yang mesti dicapai pada 2030. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional. Variabel penelitian ini adalah sarana penyediaan air, sarana jamban, sarana pembuanngan sampah dan sarana pembuangan air limbah. Obyek penelitian ini adalah Sekolah Dasar Katolik Santo Arnoldus Penfui Kupang. Hasil penelitian menunjukkan gambaran sanitasi sekolah di lihat dari sarana air bersih sudah memenuhi standar kesehatan, jumlah jamban masih sangat kurang karena hanya terdapat 1 jamban pria dan 1 jamban wanita untuk melayani sekitar 525 orang siswa, sistim pembuangan limbah belum memenuhi standar, untuk sarana cuci tangan sudah ada tetapi masih belum memenuhi standar seperti tidak memiliki saluran pembuangan dan tidak tersedianya sabun cuci tangan dan kain lap/tisu. Dapat disimpulkan bahwa Sanitasi Sekolah di SDK St. Arnoldus Penfui Kupang belum memenuhi standar yang telah ditetapkan dalam Permenkes 1429/MENKES/SK/XII/2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Sekolah. Disarankan kepada Sekolah Dasar Katolik St. Arnoldus Penfui agar melakukan perbaikan sanitasi sekolah agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan siswa dapat dengan aman dan sehat mengikuti pelajaran di sekolah.
Efisiensi Pengelolaan Sampah dengan Minimalisasi Sampah Organik Rumah Tangga Enni Rosida Sinaga; Marselina Ratu Milu
Oehònis Vol 6 No 1 (2023): Sanitasi dan Kesmas
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah yang terjadi saat ini seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk  yang berdampak pada jumlah dan banyaknya sampah yang dihasilkan. Pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat sebagai penghasil sampah. Diperumahan perlu penerapapan pengolahan sampah agar sampah yang di buang ke TPSS semakin berkurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efisensi pengeloaan sampah dengan minimalisasi sampah organik rumah tangga. Jenis penelitian ini menggunakan metode survey yang bersifat deskriptif. Variabel penelitian ini yaitu volume timbulan sampah, tempat pewadahan sampah, pembuangan sampah, populasi dalam penelitian ini adalah semua rumah tangga yang ada di perumahan Jati Mas Kelurahan Naimata Kecamatan Maulafa Kota Kupang dengan jumlah sebanyak 16 kepala keluarga (rumah), sampel dalam penelitian ini adalah total dari populasi yang ada, metode yang dilakukan adalah survey dan observasi. Volume timbulan sampah organik 2,06 ltr/rmh/hari sampah anorganik 3,8 ltr/rmh/hari, kondisi pewadahan kategori memenuhi syarat  88%, kategori tidak memenuhi syarat  12%, pembuangan sampah dengan kategori memenuhi syarat 6%, kategori tidak memenuhi syarat 94%. Sampah yang dapat dikurangi dari rumah tangga adalah sampah organik yang dapat diolah menjadi  kompos, sampah an organik dibuang ke tempat pembuangan ampah sementara yang dekat dengan rumah.
Tindakan Masyarakat Dalam Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue dan Habitat Nyamuk Aedes sp. di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Irmalinda Wona Wula; Ety Rahmawati
Oehònis Vol 6 No 1 (2023): Sanitasi dan Kesmas
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama. Tempat perkembangbiakan utama Aedes aegypti ialah tempat-tempat penampungan air yang dapat dibedakan atas tempat penampungan air (TPA) untuk keperluan sehari-hari, TPA bukan untuk keperluan sehari-hari dan TPA alamiah. Kasus DBD Kota Kupang pada tahun 2017 tercatat 132 kasus dengan 3 korban yang meninggal (Case Fatality Rate = 2,27%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan masyarakat dalam pengendalian vektor DBD. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode observasi atau pengamatan langsung dengan menggunakan cheklist dan formulir survei jentik Aedes sp. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif kemudian diinterpretasikan. Hasil penelitian tindakan masyarakat dalam pendendalian vektor demam berdarah dengue yang paling tinggi yaitu kategori cukup dengan peresentase 56 %, jenis habitat yang paling banyak ditemukan jentik Aedes sp. adalah TPA berupa bak mandi/wc, ember air dan drum air yaitu masing-masing sebanyak 6 buah (2,0 %), kepadatan jentik Aedes sp. berdasarkan house indeks 23%, container indeks 9,2%, dan breteau indeks 28%, hasil identifikasi spesies jentik Aedes sp yaitu terdapat jentik Aedes aegypti di Kelurahan Oesapa. Kepada masyarakat agar melaksanakan gerakan PSN 3M Plus yang merupakan kegiatan yang paling efektif untuk mencegah terjadinya penyakit DBD serta mewujudkan kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat.
Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Dan Faktor Risiko Penyebabnya Di Kota Kupang Suluh, Debora Gaudensiana; Ragu, Kristina; Danga, Konstantina; Telan, Albina Bare
Oehònis Vol 7 No 1 (2024): Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara umum dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor individu. Tujuan penelitian adalah mengetahui kejadian ISPA dan faktor risiko lingkungan penyebabnya di Kota Kupang. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan case control.  Sampel sebanyak 128 sampel yang terdiri dari 64 sampel kasus dan 64 sampel kontrol (non kasus), variabel penelitian meliputi : suhu, kelembaban, ventilasi, kondisi langit-langit, lantai rumah,  kepadatan hunian, jenis rumah dan kejadian ISPA. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi  dengan checklist serta pengukuran menggunakan alat ukur thermohygrometer dan roll meter. Data kemudian diolah, disajikan dalam bentuk tabel selanjutnya  di analisis univariate dan bivariate dengan statistik uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk variabel suhu 100% tidak memenuhi syarat dan kelembaban 100% memenuhi syarat. Hasil uji statistik terdapat 2 variabel yang signifikan dengan kejadian ISPA yaitu ventilasi dengan nilai p = 0,002; OR= 4.378 dan CI = 1,504-12,750 dan jenis rumah dengan nilai p = 0,004; OR= 3.300 dan CI = 1.372-5.831. Adapun variabel yang tidak signifikan terhadap kejadian ISPA adalah kondisi langit-langit, lantai rumah,  dan kepadatan hunian. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara ventilasi  dan jenis rumah dengan kejadian ISPA di Kota Kupang. Disarankan bagi masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, baik di dalam rumah maupun di luar rumah, dan dapat membangun rumah dengan kondisi ventilasi yang memenuhi syarat sehingga sirkulasi udara dapat berjalan dengan baik.
Pengaruh Minuman Keras bagi Remaja di Kota Kupang Rohi, Christine Ekawati; Johannes, Henry Franklin
Oehònis Vol 7 No 1 (2024): Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Liquor (Alcohol or Ethanol) plays an important role in the culture and life of the people of NTT. The purpose of this study was to analyze the level of alcohol consumption in adolescents and identify the health impacts and behavior of consuming alcohol. The results obtained adolescents consume liquor to look compact (30%). Adolescent dependence on alcohol is 4 x every month. The impact of alcohol on health is liver disorder (30%) and on irritable behavior (25%). The conclusion is that the impact of alcohol for adolescents is that it can cause liver disease and cause changes in behavior to become violent.
Gambaran sanitasi sekolah, higyene perorangan dan kejadian kecacingan pada anak stunting di Sekolah Dasar Kota Kupang Resi, Erika Maria; Widyaningrum, Byantarsih; Sinaga, Enni Rosida
Oehònis Vol 7 No 1 (2024): Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah selain berfungsi sebagai tempat pembelajaran juga dapat menjadi ancaman penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Sistem sanitasi terpadu sekolah dasar merupakan media untuk sekolah dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat kepada siswa dan pronasihat adalah program preventif promotifnya. Data Kemendikbud, 2020 menunjukkan seluruh sekolah di semua jenjang sebanyak 73 % sekolah di Indonesia tidak memiliki akses sanitasi yang layak, 3 dari 5 sekolah tidak memiliki akses kebersihan yang layak dan 1 dari 3 sekolah tidak memiliki jamban atau toilet yang terpisah antara siswa laki-laki dan perempuan. Sedangkan di Provinsi NTT sebanyak 79,17 % sekolah tidak memiliki akses sanitasi yang layak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran Sanitasi Sekolah yang meliputi sarana penyediaan air, sarana jamban, sarana cuci tangan dan sarana pembuangan sampah. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Sekolah Dasar di Kota Kupang. Sampel penelitian adalah siswa/i kelas III dan IV pada Sekolah Dasar Inpres Oesapa Kecil 1 Kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran sanitasi sekolah 80% memenuhi syarat di lihat dari sarana air bersih sudah memenuhi standar kesehatan, proporsi jumlah jamban masih kurang dimana 1 jamban pria untuk 67 orang dan 1 jamban wanita untuk 56 orang, untuk sarana cuci tangan sudah ada tetapi masih belum memenuhi rasio pencuci tangan dimana hanya terdapat 1 buah tempat cuci tangan di setiap kelas dengan jumlah siswa per kelas lebih dari 30 orang dan tidak tersedianya bak penampungan air. Untuk hygiene perorangan siswa diketahui sebanyak 64,27% baik, 24,64% cukup baik dan 11,09% kurang baik. Hasil pemeriksaan telur cacing pada kuku siswa tidak ditemukan telur cacing nematoda usus. Dapat disimpulkan bahwa Sanitasi Sekolah di Sekolah Dasar Inpres Oesapa Kecil 1 Kota Kupang sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1429/MENKES/SK/XII/2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Sekolah. Hygiene perorangan 64,27% baik dan keberadaan telur cacing pada kuku siswa negatif. Disarankan kepada Sekolah Dasar Inpres Oesapa Kecil 1 untuk dapat meningkatkan pemahaman kepada siswa mengenai kebersihan diri siswa dengan bekerja sama dengan instansi terkait seperti puskesmas dalam hal penyuluhan kesehatan
Konsentrasi CO dan CO2 Sebagai Hasil Pembakaran Incenerator di Rumah Sakit Umum Daerah S.K. Lerik dan Wilayah Sekitarnya Dukabain, Olga; Kristiani Ade Rista
Oehònis Vol 7 No 1 (2024): Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah S.K. Lerik mempunyai insinerator yang dapat membakar sampah sebanyak 100-200kg dengan temperatur ruang bakar mencapai 1000-1200°C. Dalam proses pemusnahan sampah medis di rumah sakit incenerator beroperasi setiap hari. Pada ruang bakar insinerasi, temperatur pembakaran pada ruang bakar mencapai 800 hingga > 1100°C, dan menghasilkan fluegas (gasbuang) dengan temperatur tinggi (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, 2018). Proses pembakaran dapat menghasilkan gas buangan sebagai polutan seperti gas Carbondioksida (CO2), Carbonmonoksida (CO), Sulfur dioksida (SO3), Nitrogen Dioksida (NO3) dan gas buangan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia udara CO dan CO2 dari hasil pembakaran incenerator di Rumah Sakit Umum Daerah S.K Lerik Kota Kupang.. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain observasi penelitian hanya bertujuan untuk melakukan pengamatan dan non eksperimental. Variabel pada penelitian ini adalah kualitas kimia CO dan CO2 yang berada di sumber dan pemukiman. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisa secara deskriptif dan dibandingkan dengan Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.14/ Menlhk/ Setjen/ Kum.1/ 7/ 2020 Tentang Indeks Standar Pencemar Udara, dan standar ISPU WHO tahun 2000 untuk CO2. Hasil dari penelitian ini selama 2 hari telah memenuhi syarat dengan CO di titik pengambilan sampel incenerator adalah 183 mg/Nm3 dan CO di pemukiman adalah 374 mg/Nm3. CO2 di titik pengambilan sampel incenerator adalah 442 ppm dan CO2 di pemukiman adalah 459 ppm. Rumah sakit harus selalu melakukan pemantauan kualitas udara emisi secara rutin tiap 3 bulan dan periode 6 bulan untuk peralatan manual, masyarakat menjaga kualiats udara di sekitar pemukiman dengan mengurangi emisi di sekitar lingkungan, tidak membakar sampah plastik, menanam pohon untuk penyerapan gas karbon, serta menggunakan bahan bakar ramah lingkungan untuk kendaraan bermotor.
Partisipasi Masyarakat dalam Pengendalian Nyamuk Aedes sp. Sebelum dan Sesudah Edukasi di Kelurahan Liliba Kota Kupang Rahmawati, Ety; Sidda, Dermintari Umbu; Sila, Oktofianus
Oehònis Vol 7 No 1 (2024): Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sanitation Departement of Health Polytechnic of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Liliba merupakan salah satu Kelurahan di Kota Kupang juga termasuk daerah yang endemis DBD karena setiap tahunnya selalu ada kasus DBD. Menurut Data tiga tahun terakhir yang didapatkan dari Puskesmas Oepoi jumlah kasus DBD mengalami penurunan, pada tahun 2020 yaitu 55 kasus dengan 1 kematian, tahun 2021 terdapat 45 kasus dengan 0 kematian dan di tahun 2022 sebanyak 24 kasus dengan 0 kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah ntuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengendalian nyamuk Aedes sp. sebelum dan sesudah edukasi di Kelurahan Liliba. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Variabel dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengendalian Aedes sp sebelum dan sesudah edukasi serta menghitung ABJ sebelum dan sesudah edukasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu 117 rumah, sampel yang digunakan yaitu 54 rumah. Data yang diperoleh dalam penelitian ini akan diolah dan dianalisis dan diuji secara deskritif. Hasil penelitian sebelum edukasi menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat untuk kategori amat tinggi yaitu 33,33 %, kategori sedang yaitu 61,11 %, kategori rendah yaitu 5,56 % dan untuk kategori sangat rendah yaitu 0,00 %. Sedangkan hasil penelitian sesudah edukasi menunjukkan perubahan partisipasi masyarakat yang dimana tingkat partisipasi masyararakat untuk kategori amat tinggi yaitu 94,44 %, kategori sedang yaitu 5,56 %, kategori rendah yaitu 0,00 % dan untuk kategori sangat rendah yaitu 0,00 %. Untuk angka bebas jentik sebelum edukasi adalah 37 % sedangkan angka bebas jentik sesudah edukasi adalah 70 %. Dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengendalian nyamuk Aedes sp sebelum dan sesudah edukasi di RT 32 / RW 13 Kelurahan Liliba memiliki perubahan yang sangat signifikan serta angka bebas jentik sebelum dan sesudah edukasi juga memiliki perubahan yang cukup signifikan. Adapun saran untuk masyarakat di RT 32 / RW 13 agar dapat menjaga kebersihan lingkungan terutama dalam memperhatikan kondisi TPA dan non-TPA di dalam dan di luar rumah agar tidak adanya perkembangbiakan nyamuk Aedes sp. Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Pengendalian Aedes sp, Edukasi