Teknika
Jurnal Teknika merupakan jurnal ilmiah yang menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi riset atau aplikasi riset dan pengembangan terkini dalam bidang teknologi. Ruang lingkup Jurnal Teknika meliputi Teknik Mesin, Teknik Elektro, Sistem Informasi, Teknik Industri dan Kimia Tekstil. Design Manufacture Konversi Energi Material Data analysis Artificial Intelligence Virtual Reality Information System Data mining Dessision Support System Instrumentation and Control Electrical (Power) Electronics Engineering Industrial Engineering Optimasi Sistem Produksi Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan Penjadwalan dan Manajemen Operasi/Proyek Computer-Integrated Manufacturing System Sustainable Product Design and Manufacturing Penelitian Operasional dan Decision-Making Model Manajemen Teknologi Pengukuran Kerja, Faktor-Faktor Manusia dan Ergonomi Rekayasa dan Pengendalian Kualitas Sistem Logistik dan Supply Chain Management Perancangan dan Pengembangan Produk Concurrent Engineering Analisis Ekonomi Teknik Pemodelan Sistem dan Analisis Simulasi Perancangan Layout Fasilitas Reliability and Maintenance Engineering Sistem dan Teknologi Informasi Rekayasa Pelayanan (Service Engineering) Technopreneurship dan Inovasi Aplikasi Model Stokastik dalam Teknik Industri Aplikasi Metode Metaheuristik dalam Teknik Industri Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan ajang berbagi karya riset dan pengembangannya di bidang teknologi. Pemuatan artikel di jurnal ini dialamatkan ke kantor editor. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi mitra bestari dan/atau editor. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (April dan Oktober).
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 10 No 1 (2025): April 2025"
:
11 Documents
clear
PENGARUH KONDUKTIVITAS PANAS DAN MEDIA PENDINGIN TERHADAP SUHU MAKSIMAL DAN LAJU PENDINGINAN PADA PROSES INDUCTION HEATING BAJA AISI 4140 DAN 4340
Haikal, Haikal;
Kasih, Tota Pirdo;
Atmoko, Nugroho Tri
Teknika Vol 10 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52561/teknika.v10i1.390
Pemanas induksi merupakan proses pemanasan modern yang bebas kontaminasi, bebas emisi sehingga pemanas induksi sangat dikembangkan dalam teknologi heat treatment. Penelitian ini berfokus pada pengaruh konduktivitas material baja AISI terhadap laju pemanasan, suhu maksimal serta laju pendinginan yang terukur ketika material uji dipanasi menggunakan mesin pemanas induksi (induction heating). Dua buah material AISI yakni AISI 4140 dan AISI 4340 digunakan dalam penelitian ini. Material AISI 4140 memiliki nilai konduktivitas termal 42,6 W/m.K dan AISI 4340 memiliki nilai konduktivitas termal 44,5 W/m.K. Material tersebut dipanaskan menggunakan pemanas induksi selama 15 menit kemudian didinginkan menggunakan media udara dan air. Pengukuran suhu dilakukan pada material memanfaatkan thermocouple yang dikombinasi dengan Arduino sehingga pengukuran suhu dapat direkam secara real time . Berdasarkan pengambilan data suhu pada spesimen ketika dipanaskan menggunakan pemanas induksi menunjukkan bahwa suhu maksimal yang terukur pada material uji yakni 747,75°C ketika material AISI 4140 akan tetapi jika menggunakan material AISI 4340 menghasilkan suhu maksimal yang lebih tinggi yakni 754,5°C. Sedangkan jika ditinjau dari laju pendinginan, laju pendinginan Baja AISI 4340 sebesar 0,14°C/s pada media pendingin udara dan 5,27°C/s pada media pendingin air. Sedangkan Baja AISI 4140 menghasilkan laju pendinginan 0,08°C/s pada media pendingin udara dan 4,75°C/s pada media pendingin air. Penurunan suhu rata-rata pada media pendingin udara antara Baja AISI 4140 dengan Baja AISI 4340 memiliki perbedaan sebesar 0,06°C/s dan pada media pendingin air memiliki perbedaan sebesar 0,52°C/s. Baja AISI 4340 lebih cepat membuang panas sedangkan Baja AISI 4140 lebih lama menyimpan panas. Hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin besar konduktivitas panas suatu material maka semakin tinggi suhu yang terukur dan laju pendinginan semakin cepat.
PREVENTIVE MAINTENANCE PADA GENERATOR DI PT. INDONESIA POWER UJP PLTU BANTEN 2 LABUAN
Destryana, Andika Chaesar;
Aribowo, Didik
Teknika Vol 10 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52561/teknika.v10i1.411
Energi listrik memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari, menjadikannya kebutuhan utama di berbagai sektor kehidupan, termasuk industri dan rumah tangga. Ketersediaan energi listrik yang stabil dan andal menjadi elemen vital bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, terlebih di negara berkembang seperti Indonesia yang mengalami peningkatan signifikan dalam konsumsi energi. Salah satu penyedia utama energi listrik adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang memanfaatkan uap bertekanan tinggi untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan energi listrik melalui generator. Generator merupakan komponen inti dalam sistem pembangkitan ini, karena bertanggung jawab langsung dalam mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Oleh karena itu, pemeliharaan dan perawatan generator secara berkala menjadi sangat esensial untuk menjamin kinerja yang optimal serta mencegah gangguan operasional yang dapat berdampak pada kontinuitas pasokan listrik. Efisiensi operasional dan keandalan sistem pembangkitan sangat ditentukan oleh kondisi generator, sehingga diperlukan strategi pemeliharaan yang tepat dan berkelanjutan. Dengan demikian, pengelolaan generator yang baik tidak hanya memastikan pasokan listrik yang stabil, tetapi juga mendukung tercapainya sistem ketenagalistrikan nasional yang efisien dan berkelanjutan.
ANALISIS PERAWATAN PADA MESIN CNC PLASMA CUTTING DI PT. KENERTEC POWER SYSTEM
Lestari, Elsa;
Cahyono, Bagus Dwi
Teknika Vol 10 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52561/teknika.v10i1.414
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan perawatan pada mesin CNC Plasma Cutting di PT. Kenertec Power System, yang memiliki peran penting dalam pemotongan plat baja dengan tingkat presisi tinggi. Mesin ini memanfaatkan plasma sebagai sumber panas yang dihasilkan dari kombinasi aliran listrik dan udara berkecepatan tinggi. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi langsung di lapangan, wawancara dengan teknisi, serta studi literatur terkait pemeliharaan mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan perawatan prediktif secara teratur mampu mencegah terjadinya kerusakan mendadak yang berpotensi mengganggu proses produksi. Berdasarkan data perbaikan dari April 2023 hingga April 2024, tercatat bahwa mesin mengalami stabilitas tanpa perbaikan hingga Juli 2023, namun jumlah perbaikan meningkat sejak Agustus akibat keausan komponen. Dengan adanya jadwal perawatan yang bervariasi, studi ini menegaskan bahwa perawatan prediktif berperan penting dalam menjaga kinerja mesin tetap optimal, memperpanjang umur pakai peralatan, serta meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
ANALISIS UJI KELAYAKAN CURRENT TRANSFORMER (CT) BERDASARKAN PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI DI GARDU INDUK PT. PLN (PERSERO) UPT CILEGON
Khaerunnisa, Putri;
Cahyono, Bagus Dwi
Teknika Vol 10 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52561/teknika.v10i1.416
PT PLN (Persero) UPT Cilegon yang terletak di KM 4.5, Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Banten, merupakan perusahaan distribusi tenaga listrik yang berfungsi mengubah tegangan tinggi menjadi tegangan menengah dan menyalurkannya ke tiga cabang ULTG. Keandalan sistem distribusi listrik sangat bergantung pada kondisi peralatan di gardu induk, khususnya Current Transformer (CT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemeliharaan dan pengujian rutin guna mencegah terjadinya gangguan dalam proses penyaluran tenaga listrik. Metode pengujian yang digunakan meliputi pengujian Tahanan Isolasi menggunakan Megger dengan standar minimal 1 M?/1 kV, Tahanan Pentanahan, dan pengujian Tan Delta. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa nilai tahanan isolasi memenuhi standar operasional yang berlaku, sehingga CT dinyatakan dalam kondisi layak operasi. Pengujian ini penting untuk memastikan tidak adanya gangguan listrik akibat degradasi isolasi atau sistem pentanahan yang buruk. Dengan demikian, kegiatan pemeliharaan preventif ini terbukti efektif dalam menjaga kontinuitas dan keselamatan sistem distribusi tenaga listrik di wilayah kerja PT PLN (Persero) UPT Cilegon.
SISTEM KENDALI KROM SCHRODER SEBAGAI PENGONTROL VALVE PADA AREA GAS TRANCE FURNACE DI PT. KRAKATAU BAJA KONSTRUKSI
Anjani, Triska Adelia;
Aribowo, Didik
Teknika Vol 10 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52561/teknika.v10i1.421
Sistem kendali merupakan sekumpulan komponen yang beroperasi bersama berdasarkan instruksi dari mesin cerdas. Proses tersebut dirancang untuk mengontrol suatu operasi tanpa memerlukan intervensi manusia (otomatis). Sistem kendali otomatis terbagi menjadi dua jenis, yaitu sistem loop tertutup (Close Loop) dan sistem loop terbuka (Open Loop). Krom Schroder merupakan perangkat yang berfungsi untuk mengubah aliran gas mengatur tekanan dalam suatu sistem proses dengan memanfaatkan energi untuk menjalankan operasinya. Valve atau Katup yang dipasang pada sistem perpipaan mempunyai fungsi untuk mengatur dan mengendalikan aliran suatu gas serta mengatur dan mengendalikan aliran suatu gas dengan cara menutup sebagian aliran gas tersebut. Penggunaan Krom Schroder terdapat pada furnace yang digunakan untuk proses pemanasan atau peleburan pada billet baja. Furnace terdiri dari ruang pemanas yang tersusun dalam beberapa lapisan, dimana lapisan dalamnya dilapisi dengan batu tahan api (fire brick) dan dilengkapi dengan lapisan isolasi dari batu tahan api, dan lapisan luar terbuat dari logam. Proportional Integral Derivative (PID) pada furnace baja di PT Krakatau Baja Konstruksi, PID ini digunakan untuk mengontrol beberapa parameter pada tungku furnace ada beberapa zona pada PID tersebut yaitu Zona Combustion Air, Zona Natural Gas, dan Zona Temperature.
ANALISIS SISTEM PROTEKSI PRIMARY AIR FAN PADA BOILER UNIT 5-7 PT. PLN INDONESIA POWER UBP SURALAYA
Sumiyati, Aan;
Irwanto, Irwanto
Teknika Vol 10 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52561/teknika.v10i1.428
Listrik merupakan energi yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan manusia di berbagai bidang. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berperan krusial dalam memproduksi energi listrik, dengan cara mengubah energi kimia dari batubara menjadi energi listrik. Tahapan konversi ini melalui tiga tahap: konversi energi kimia menjadi energi panas, energi panas menjadi energi mekanik, dan akhirnya menjadi energi listrik. Penelitian ini berfokus pada PT. PLN Indonesia Power UBP Suralaya, salah satu PLTU terbesar di Indonesia, yang berlokasi di Banten dengan kapasitas total mencapai 3400 MW. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara di divisi HAR Kontrol Instrumen selama bulan Juli 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Primary Air Fan (PA Fan) memiliki peran penting dalam proses pembakaran di boiler, termasuk pengeringan serbuk batu bara dan pengaturan aliran udara ke pulverizer. Dalam proses kerjanya primary aair fan memiliki sistem proteksi untuk melindungi PAF ketika terjadi gangguan, terdapat sembilan proteksi yang dimiliki oleh primary air fan. Selain itu, sistem proteksi yang meliputi berbagai instrumen, seperti sensor thermocouple dan sensor vibrasi, diterapkan untuk menjamin keamanan dan efisiensi operasional PAF, diantaranya yaitu sensor thermocouple, sensor RTD dan sensor vibrasi.
POLA PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI STEP DOWN DI PT. PLN (PERSERO) ULP ANYER
Sari, Ratna;
Irwanto, Irwanto
Teknika Vol 10 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52561/teknika.v10i1.429
Kebutuhan akan energi listrik terus mengalami peningkatan seiring dengan pesatnya perkembangan zaman dan modernisasi berbagai sektor kehidupan. Energi listrik kini telah menjadi kebutuhan esensial dalam aktivitas sehari-hari masyarakat, khususnya di Indonesia yang memiliki populasi besar dan tingkat konsumsi energi yang tinggi. PT. PLN (Persero) ULP Anyer memegang peran strategis dalam proses penyediaan dan penyaluran energi listrik kepada konsumen, di mana salah satu komponen penting dalam sistem distribusi adalah transformator distribusi step down. Transformator ini berfungsi untuk menurunkan tegangan dari jaringan menengah menjadi tegangan rendah yang dapat digunakan oleh konsumen rumah tangga. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 31 Juli 2024 dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Tujuan utama penelitian adalah menggali secara mendalam pola dan praktik pemeliharaan transformator yang diterapkan di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam serta observasi langsung untuk memahami secara komprehensif prosedur dan tantangan yang dihadapi. Hasil penelitian menegaskan pentingnya pemeriksaan berkala yang meliputi metode online, visual, dan offline, termasuk analisis kondisi minyak isolasi da. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan efektivitas pemeliharaan transformator serta mendukung sistem distribusi listrik yang aman, handal, dan efisien.
PREVENTIF PEMELIHARAAN CIRCUIT BREAKER 150 kV DI GARDU INDUK CILEGON BARU BAY PLTGU 1
Khoirunnisa, Nabila;
Cahyono, Bagus Dwi
Teknika Vol 10 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52561/teknika.v10i1.430
Circuit breaker merupakan salah satu komponen krusial dalam sistem tenaga listrik yang berfungsi sebagai pelindung peralatan dari gangguan listrik dengan cara memutus aliran listrik saat terjadi kondisi abnormal. Perannya sangat penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan jaringan listrik, terutama ketika terjadi kelebihan beban atau korsleting, karena circuit breaker mampu secara otomatis memutus aliran listrik guna mencegah kerusakan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi pemeliharaan circuit breaker selama periode operasi tertentu yang telah dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, serta studi literatur. Lokasi penelitian difokuskan pada Gardu Induk Cilegon Baru, khususnya pada circuit breaker 150 kV. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa kinerja circuit breaker secara umum telah memenuhi standar teknis yang berlaku. Namun, penelitian juga menemukan beberapa permasalahan teknis yang membutuhkan perhatian lebih lanjut dalam kegiatan pemeliharaan. Temuan ini menunjukkan bahwa, meskipun sistem proteksi bekerja sesuai harapan, peningkatan pada aspek pemeliharaan preventif masih diperlukan untuk menjamin keandalan sistem secara jangka panjang dan mencegah potensi gangguan di masa mendatang. Dengan adanya pemeliharaan yang lebih optimal, diharapkan keberlangsungan distribusi energi listrik dapat berjalan dengan aman, efisien, dan minim risiko gangguan operasional.
ANALISIS REDAMAN FIBER OPTIK PADA PT. TELKOM STO SERANG PADA JARAK TRANSMISI SERANG-CIRUAS MENGGUNAKAN ALAT UKUR OPTICAL TIME DOMAIN REFLECTOMETER (OTDR)
Rahman, Putri Shabira;
Irwanto, Irwanto
Teknika Vol 10 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52561/teknika.v10i1.437
Jaringan fiber optik adalah tulang punggung komunikasi data modern dengan kecepatan tinggi dan transmisi jarak jauh. Penelitian ini menganalisis nilai dan distribusi rugi-rugi atenuasi pada OTB ruas Serang-Ciruas sampai dengan 11 km redaman pada fiber optic ini dapat menurunkan kualitas sinyal optic, redaman dapat di sebabkan berdasarkan faktor internal dan eksternal. Jaringan transmisi kabel fiber optik dikendalikan menggunakan OTDR. Hasil pengukuran pada link STO Serang-STO Ciruas sebagai stemple yang berjarak 11 km, redaman kabel fiber optic ini bernilai 8.990 dB yang di sebabkan oleh factor eksternal yaitu terjadinya macrobending. Macrobending adalah pelengkungan pada fiber optik yang dapat menimbulkan Cahaya pada fiber optik mengelami loss, redaman terjadi karena adanya sambungan kabel fiber optik yang kurang bagus, terlalu banyak sambungan, kabel yang sudah terlalu lama, ataupun kabel yang mengalami pembengkokan atau terpilin, hal inilah yang dapat menyebabkan nilai redaman yang terlalu besar jika nilai redaman terlalu besar maka dapat menyebabkan terganggu proses transmisi.
PENERAPAN METODE FLAME HARDENING TANPA PROSES TEMPA UNTUK PEMBUATAN PISAU DARI PELAT BAJA SK5
Hariningsih, Hariningsih;
Sutiyoko, Sutiyoko;
Munadi, Muhammad
Teknika Vol 10 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52561/teknika.v10i1.458
Pandai besi biasanya membuat pisau besar dari baja pegas bekas yang ditempa panas. Namun, proses penempaan membutuhkan lebih banyak energi dan peralatan. Selain itu, baja pegas bekas memiliki retakan mikro, deformasi, kelelahan, dan korosi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi struktur mikro dan kekerasan pisau yang tidak ditempa. Pisau dibuat dari pelat baja karbon kondisi baru (bukan baja bekas) dengan ketebalan 3 mm. Pelat baja dibentuk menggunakan gerinda tangan. Flame hardening pada pisau dilakukan dengan memanaskan baja menggunakan nyala api langsung pada suhu 800-900°C. Tiga jenis media pendingin yang digunakan adalah oli SAE 20W50, oli iso-rapid khusus untuk quenching, dan air dicampur 2,5% NaCl powder. Karakterisasi struktur mikro menggunakan mikroskop optik, dan uji kekerasan menggunakan metode Vickers. Hasil karakterisasi struktur mikro menunjukkan perubahan dari bainit menjadi martensit. Kekerasan tertinggi diperoleh dengan media quenching air dicampur 2,5% NaCl powder, tetapi menyebabkan retakan mikro pada baja. Kekerasannya adalah 810,09 HV pada sisi tebal dan 813,88 HV pada sisi tajam. Hasil terbaik diperoleh dengan oli iso-rapid karena menghasilkan kekerasan tinggi dan tidak menimbulkan retakan. Kekerasannya adalah 723,86 HV pada sisi tebal dan 728,53 HV pada sisi tajam.