cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6282342104174
Journal Mail Official
jpe.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Program PascaSarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Bosowa Journal of Education
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 28085515     EISSN : 28084861     DOI : https://doi.org/10.35965/bje.v2i2.1477
Core Subject : Education, Social,
Bosowa Journal of Education menerbitkan artikel yang pada bidang pendidikan dasar, pendidikan bahasa inggris, pendidikan sains, pendidikan matematika, pendidikan bahasa dan sastra indonesia dan pendidikan anak usia dini.
Articles 176 Documents
Pembelajaran Berdiferensiasi IPA Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SDN 3 Gandangbatu Sillanan Tana Toraja Dangon, Reni; Patandean, Agustinus Jarak; Safira, Ifa
Jounal of Primary Education Vol 5 No 2 (2025): Bosowa Journal of Education, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v5i2.5327

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk (1) mengetahui gambaran pembelajaran berdiferensiasi IPA terhadap kemampuan berpikir siswa SDN 3 Gandangbatu Sillanan kecamatan Gandangbatu Sillanan kabupaten Tana Toraja (2) Untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran berdiferensiasi dengan yang diajar secara konvensional pada pelajaran IPA Kelas VI Sekolah Dasar Kecamatan Gandangbatu Sillanan Kabupaten Tana Toraja. Penelitian ini adalah menggunakan penelitian Quasi eksperiment design dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SDN 3 Gandangbatu Sillanan. Adapun sampelnya adalah semua siswa kelas VI A sebai kelas ekperimendan kelas VI B sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes (pretest-posttest) dan dokumentasi, yang dianalisis dengan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis (uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji t didapatkan nilai thitung sebesar 13,754 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini berarti hipotesis diterima yaitu pembelajaran berdiferensiasi IPA berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SDN 3 Gandangbatu Sillanan Kecamatan Gandangbatu Sillanan Kabupaten Tana Toraja. This study was conducted with the aim to (1) determine the description of science differentiated learning on the thinking ability of students of SDN 3 Gandangbatu Sillanan sub-district Gandangbatu Sillanan district Tana Toraja (2) To determine the difference in critical thinking skills of students taught with differentiated learning strategies with those taught conventionally in Science lessons in Class VI Elementary School Gandangbatu Sillanan District Tana Toraja Regency. This research is a quasi-experiment design using a quantitative approach. The population in this study were all students of SDN 3 Gandangbatu Sillanan. The sample was all students of class VI A as the experimental class and class VI B as the control class. The data collection techniques used in this study were tests (pretest-posttest) and documentation, which were analyzed with descriptive statistics, normality test, homogeneity test and hypothesis test (t test). The results showed that based on the results of the t test, the tcount value was 13.754 with a significance value of 0.000 <0.05. This means that the hypothesis is accepted, namely that differentiated learning of science affects the critical thinking skills of students of SDN 3 Gandangbatu Sillanan, Gandangbatu Sillanan District, Tana Toraja Regency.
Kinerja Guru Kelas Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Pada UPTD SD Negeri 6 Batalaiworu Di Kabupaten Muna Darnian, Wa Ode; Yunus, Muhammad; Asdar, Asdar
Jounal of Primary Education Vol 5 No 2 (2025): Bosowa Journal of Education, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v5i2.5328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif tentang kinerja guru kelas dalam implementasi Kurikulum Merdeka pada UPTD SD Negeri 6 Batalaiworu di Kabupaten Muna, dengan fokus pada dimensi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus kolektif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran menunjukkan pemahaman yang baik tentang prinsip Kurikulum Merdeka, menghasilkan rencana pembelajaran berbasis kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan siswa. (2) Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru mampu menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, menggunakan berbagai media untuk meningkatkan minat siswa. (3) Pada dimensi penilaian, guru telah mengintegrasikan asesmen dalam proses pembelajaran untuk memberikan umpan balik yang holistik. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan Kurikulum Merdeka di tingkat nasional, dengan menawarkan wawasan tentang tantangan dan praktik terbaik dalam implementasi kurikulum di tingkat sekolah dasar. This study aims to provide a comprehensive overview of the performance of elementary school teachers in implementing the Merdeka Curriculum at UPTD SD Negeri 6 Batalaiworu in Muna Regency, focusing on the dimensions of lesson planning, lesson implementation, and assessment. Using a qualitative method with a collective case study approach, the research gathered data through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The findings reveal that: (1) Teachers demonstrate a strong understanding of the Merdeka Curriculum principles in lesson planning, developing competency-based plans aligned with student needs. (2) In lesson implementation, teachers create an innovative learning environment and use various media to enhance student engagement. (3) In assessment, teachers integrate evaluation into the learning process to provide holistic feedback. This study contributes significantly to the national development of the Merdeka Curriculum by offering insights into the challenges and best practices for curriculum implementation at the elementary school level.
Metode Story Telling Berbantu Media Panggung Boneka Terhadap Kemampuan Bercerita Siswa Kelas I UPT SPF SDN Ujung Tanah 2 Kota Makassar Soleh, Nursanti; Asdar, Asdar; Rahmaniah, Rahmaniah
Jounal of Primary Education Vol 5 No 2 (2025): Bosowa Journal of Education, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v5i2.5331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan metode storytelling berbantukan media panggung boneka dalam meningkatkan kemampuan bercerita siswa kelas I di UPT SPF SDN Ujung Tanah 2 Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan kelompok kontrol yang tidak setara (Non-Equivalent Control Group Design). Dua kelompok diteliti: kelompok eksperimen yang diajarkan dengan metode storytelling berbantukan panggung boneka, dan kelompok kontrol yang mengikuti metode pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui observasi serta tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) untuk mengukur kemampuan bercerita siswa. Data dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial, termasuk uji Wilcoxon Signed Ranks untuk analisis dalam kelompok dan uji Mann-Whitney U untuk perbandingan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan pada tes akhir dibandingkan kelompok kontrol. Uji statistik inferensial mengonfirmasi bahwa metode storytelling dengan media panggung boneka lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan bercerita, kepercayaan diri, dan keterampilan verbal siswa dibandingkan dengan metode konvensional. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam literatur pendidikan Indonesia dengan mengeksplorasi peran media visual, khususnya panggung boneka, dalam pengembangan keterampilan sosial dan emosional siswa. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik, khususnya dalam konteks pengajaran keterampilan bercerita pada anak usia dini. This study aims to evaluate the effectiveness of using the storytelling method assisted by puppet stage media in improving the storytelling ability of grade I students at UPT SPF SDN Ujung Tanah 2 Makassar City. This study used a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design. Two groups were studied: an experimental group taught with storytelling method assisted by puppet stage, and a control group that followed conventional learning methods. Data were collected through observation as well as pre-test and post-test to measure students' storytelling ability. Data were analyzed using descriptive and inferential statistical tests, including Wilcoxon Signed Ranks test for within-group analysis and Mann-Whitney U test for between-group comparison. The results showed that the experimental group had a significant improvement in the final test compared to the control group. Inferential statistical tests confirmed that the storytelling method with puppet stage media was more effective in improving students' storytelling ability, self-confidence, and verbal skills compared to the conventional method. This study makes an important contribution to Indonesian educational literature by exploring the role of visual media, particularly puppet stages, in the development of students' social and emotional skills. It is hoped that the results of this study can serve as a reference for educators in designing more interactive and engaging learning, especially in the context of teaching storytelling skills in early childhood.
Pelaksanaan Asesmen Diagnostik Sebagai Strategi Pemenuhan Kebutuhan Belajar Peserta Didik Di SMP Negeri 1 Malunda Kabupaten Majene Ningsih, Syahruni; Hamsiah, Andi; Asdar, Asdar
Jounal of Primary Education Vol 5 No 2 (2025): Bosowa Journal of Education, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v5i2.5366

Abstract

Pandemi COVID-19 menimbulkan berbagai dampak negatif yang mengarah pada learning loss. Siswa kehilangan kesempatan belajar sebagaimana mestinya, dan dalam hal ini hak mereka untuk mendapatkan pembelajaran tidak bisa terpenuhi secara maksimal, atas dasar inilah sehingga lahir kurikulum merdeka yang merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. Di mana pada kurikulum merdeka, sekolah diharuskan melaksanakan asesmen diagnostik untuk mengidentifikasi kesiapan belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan lebih jauh bagaimana pelaksanaan hasil dan tindak lanjut asesmen diagnostik di SMP Negeri 1 Malunda Kabupaten Majene. Asesmen diagnostik meliputi asesmen diagnostik nonkognitif dan kognitif. Untuk asesmen diagnostik nonkognitif terdiri dari bakat minat peserat didik, gaya belajar dan kebutuhan dasar anak. Sedangakan asesmen diagnostik kognitif meliputi kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Penelitian ini bersifat deskriptif. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa gaya belajar visual peserta didik mencapai 39,61%, bakat minat peserta didik berada pada pilihan kegiatan ekstra Siswa Pecinta Lingkungan (SPL) dengan persentase 26,84%. Untuk kebutuhan dasar anak sebanyak 31,94% peserta didik membutuhkan kebebasan. Untuk asesmen diagnostik kognitif ditemukan bahwa sebanyak 49,52% peserta didik perlu diintervensi pada asesmen literasi dan 57,19% perlu diintervensi pada kemampuan numerasi. Dari hasil asesmen diagnostik tersebut maka sekolah perlu melakukan tindak lanjut secara komprehensif dan berkesinambungan agar kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik dapat tumbuh dan berkembang sesuai fase perkembangannya. Asesmen diagnostik baik nonkognitif maupun kognitif sangat penting dilaksanakan oleh sekolah yang telah menerapkan kurikulum Merdeka Belajar. Melalui hasil asesmen tersebut seorang pendidik di satuan pendidikan dapat mengakomodir kebutuhan belajar peserta didik yang berbeda dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi. The COVID-19 pandemic has caused various negative impacts that lead to learning loss. Students lose the opportunity to learn as they should, and in this case their right to get learning cannot be fulfilled to the fullest, on this basis, the independent curriculum was born which is an improvement on the previous curriculum. Where in the independent curriculum, schools are required to carry out diagnostic assessments to identify students' learning readiness. This study aims to examine and further describe how the implementation of diagnostic assessment results and follow-up at SMP Negeri 1 Malunda, Majene Regency. Diagnostic assessment includes non-cognitive and cognitive diagnostic assessments. For non-cognitive diagnostic assessment consists of talents, interests, learning styles and basic needs of children. While the cognitive diagnostic assessment includes students' literacy and numeracy skills. This research is descriptive. From the results of the study it was concluded that the visual learning style of students reached 39.61%, the talent of interest of students was in the choice of extra activities of Students of Environmental Lovers (SPL) with a percentage of 26.84%. For the basic needs of children, 31.94% of students need freedom. For cognitive diagnostic assessment, it was found that 49.52% of learners need intervention in literacy assessment and 57.19% need intervention in numeracy skills. From the results of the diagnostic assessment, schools need to conduct comprehensive and continuous follow-up so that the cognitive, affective and psychomotor abilities of students can grow and develop according to their developmental phase. Both non-cognitive and cognitive diagnostic assessments are very important for schools that have implemented the Merdeka Belajar curriculum. Through the results of this assessment, an educator in the education unit can accommodate the learning needs of different students by implementing differentiated learning.
Pengaruh Pola Asuh Demokratis Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Dengan Menggunakan Metode Eja Peserta Didik SD Negeri 1 Bungi Rahmawati, Resky; Hamid, Sundari; Hamsiah, Andi
Jounal of Primary Education Vol 5 No 2 (2025): Bosowa Journal of Education, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v5i2.5412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Pola Asuh Demokratis terhadap kemampuan membaca permulaan dengan menggunakan metode eja pada peserta didik SD Negeri 1 Bungi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre-eksperimental dengan desain one group pre-test-post-test. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 178 peserta didik, dengan sampel yang diambil sebanyak 54 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Pola Asuh Demokratis, yang mengukur persepsi peserta didik terhadap pola asuh yang diterapkan oleh orang tua mereka. Selain itu, kemampuan membaca permulaan diukur menggunakan metode eja, yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan dasar membaca pada siswa. Untuk menganalisis data, penelitian ini menggunakan uji hipotesis dengan uji t (Paired Sample Test) untuk melihat perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah perlakuan, dengan taraf signifikan p<0,05. Berdasarkan hasil uji analisis t, diperoleh nilai t-hitung sebesar 9,155 yang lebih besar dari t-Tabel 1,669, dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti ada pengaruh signifikan pola asuh demokratis terhadap kemampuan membaca permulaan peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh demokratis dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan dengan menggunakan metode eja pada siswa SD Negeri 1 Bungi. This study aims to determine how the influence of Democratic Parenting on the ability to read beginning using the spelling method in students of SD Negeri 1 Bungi. The method used in this research is pre-experimental method with one group pre-test-post-test design. The population in this study amounted to 178 students, with a sample taken as many as 54 students. The data collection technique was carried out using the Democratic Parenting Scale, which measures learners' perceptions of the parenting style applied by their parents. In addition, beginning reading skills were measured using the spelling method, which aims to develop basic reading skills in students. To analyze the data, this study used hypothesis testing with the t test (Paired Sample Test) to see significant differences before and after treatment, with a significant level of p<0.05. Based on the results of the t-test analysis, a t-count value of 9.155 was obtained which is greater than the t-table of 1.669, with a significance value (2-tailed) of 0.000 which is smaller than 0.05. This indicates that H0 is rejected and H0 is eliminated. This shows that H0 is rejected and H1 is accepted, which means that there is a significant effect of democratic parenting on students' early reading skills. This study concludes that democratic parenting can improve beginning reading skills by using the spelling method in students of SD Negeri 1 Bungi.
The Impact of The Acceptance of The Quick Response Code Indonesian Standard on Changes in Consumption Patterns at the Lappa Fish Auction Place in Sinjai Regency Chakti, Andi Gunawan Ratu; Kamaruddin, Syamsu A.; Adam, Arlin
Jounal of Primary Education Vol 5 No 2 (2025): Bosowa Journal of Education, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v5i2.6279

Abstract

This study aims to evaluate the impact of QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adoption on community consumption patterns in Sinjai Regency. The background of this research is the government's push to promote non-cash transactions via QRIS since 2019, but its adoption in areas with a traditional market economy base and MSMEs remains low. The method used is a mixed-method approach, comprising a quantitative survey of 31 traders and 67 consumers at the Lappa Fish Auction Place, Sinjai Regency, as well as semi-structured interviews to capture socio-cultural and technical barriers. The results show that only 11% of traders have activated QRIS, with an average of 2.5 non-cash transactions per day, while 15% of consumers have shifted to digital payments. Main obstacles include limited digital literacy, lack of trust in data security, and a habitual preference for cash. Digital sociology analysis reveals that limited social networks and reliance on old habits slow the diffusion of this innovation, resulting in an income gap approximately 12% higher for QRIS-using traders. The research recommendations include community-based digital literacy training, improved internet infrastructure in markets, and cross-stakeholder collaboration to promote financial inclusion and accelerate local digital transformation