cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6282342104174
Journal Mail Official
jpe.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Program PascaSarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Bosowa Journal of Education
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 28085515     EISSN : 28084861     DOI : https://doi.org/10.35965/bje.v2i2.1477
Core Subject : Education, Social,
Bosowa Journal of Education menerbitkan artikel yang pada bidang pendidikan dasar, pendidikan bahasa inggris, pendidikan sains, pendidikan matematika, pendidikan bahasa dan sastra indonesia dan pendidikan anak usia dini.
Articles 176 Documents
Peran dan Strategi Guru Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di UPT SPF SD Se-Kompleks Bawakaraeng Kecamatan Makassar Kota Makassar Nofiyanti M, Nurul; Muhammadiah, Mas'ud; Bahri, Syamsul
Jounal of Primary Education Vol 5 No 2 (2025): Bosowa Journal of Education, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v5i2.4456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan strategi guru di UPT SPF SD se-Kompleks Bawakaraeng, peran guru dalam meningkatkan mutu pendidikan serta faktor pendukung dan faktor penghambat peran guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di UPT SPF SD Bawakaraeng. Penelitian ini tergolong penelitian lapangan (field research). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di UPT SPF SD se-Kompleks Bawakaraeng Kecamatan Makassar Kota Makassar. Waktu penelitian dilakukan selama 3 bulan yaitu pada bulan Oktober hingga Desember 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Dalam konteks UPT SPF SD se-Kompleks Bawakaraeng, guru diakui memiliki peran integral dalam membentuk karakter, memberikan pembelajaran, dan mendukung perkembangan siswa. Selain itu pendekatan kolaboratif dan dukungan antar. Keberhasilan mutu pendidikan di UPT SPF SD se-Kompleks Bawakaraeng juga tergantung pada partisipasi aktif guru dalam pengambilan keputusan dan perencanaan strategis. (2) Langkah-langkah dalam peningkatan mutu pendidikan melalui supervisi akademik dan manajerial yang sistematis. Kepala sekolah aktif dalam memantau aspek manajemen akademik dan administrasi, dengan fokus pada peningkatan profesionalisme guru, perbaikan fasilitas, dan hubungan dengan wali siswa. Kolaborasi antar berbagai pihak, seperti komite sekolah dan orang tua siswa. (3) Faktor pendukung antara lain kegiatan pengembangan diri, kerjasama antar guru, dan partisipasi orang tua serta masyarakat, Faktor Penghambat antara lain kurangnya waktu bagi guru serta motivasi karya yang rendah. This study aims to determine the role and strategy of teachers in UPT SPF SD se-Kompleks Bawakaraeng, the role of teachers in improving the quality of education as well as supporting and inhibiting factors of teachers' roles in improving the quality of education at UPT SPF SD Bawakaraeng. This research is classified as field research. This type of research is descriptive qualitative research. The location of this research was carried out at UPT SPF SD in the Bawakaraeng Complex, Makassar District, Makassar City. The research time was carried out for 3 months, from October to December 2023. The results of this study show (1) In the context of UPT SPF SD se-Kompleks Bawakaraeng, teachers are recognized as having an integral role in shaping character, providing learning, and supporting student development. In addition, a collaborative approach and intercollegiate support. The success of the quality of education in UPT SPF SD se-Kompleks Bawakaraeng also depends on the active participation of teachers in decision making and strategic planning. (2) Steps in improving the quality of education through systematic academic and managerial supervision. The principal is active in monitoring aspects of academic and administrative management, focusing on improving teacher professionalism, improving facilities, and relationships with student guardians. Collaboration between various parties, such as the school committee and parents. (3) Supporting factors include self-development activities, cooperation between teachers, and participation of parents and the community, inhibiting factors include lack of time for teachers and low work motivation.
Upaya Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Di UPT SPF SD Inpres Toddopuli I Zusanti, Zusanti; Muhammadiah, Mas'ud; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 5 No 2 (2025): Bosowa Journal of Education, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v5i2.4458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kompetensi guru di UPT SPF SD Inpres Toddopuli I, upaya guru terhadap hasil belajar siswa di UPT SPF Inpres Toddopuli I, motivasi siswa terhadap hasil belajar di UPT SPF Inpres Toddopuli I. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yakni penelitian yang berupaya memberikan gambaran tentang keadaan yang terjadi di lokasi U UPT SPF SD Inpres Toddopuli I beradarkan pada kondisi ilmiah objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan UPT SPF SD Inpres Toddopuli I melibatkan empat dimensi utama: kompetensi pedagogic, kompetensi professional, kompetensi social dan kompetensi pribadi guru. Adapun upaya yang digunakan guru dalam meningkatkan hasil pembelajaran siswa dengan menggunakan strategi ekspositori, strategi inkuiri dan strategi afektif. Guru di UPT SPF SD Inpres Toddopuli I memahami kompleksitas motivasi sebagai dorongan internal dan eksternal, dan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung pertumbuhan motivasi siswa. motivasi menjadi pilar penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan berdaya dorong. Pemberian motivasi dianggap sebagai upaya berkelanjutan untuk membentuk karakter dan ketekunan siswa, sehingga mereka dapat mencapai hasil belajar terbaiknya dalam perjalanan pendidikan mereka. Dengan demikian dapat disimpulkan upaya guru terhadap motivasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. This study aims to determine the competence of teachers at UPT SPF SD Inpres Toddopuli I, teacher efforts on student learning outcomes at UPT SPF Inpres Toddopuli I, student motivation towards learning outcomes at UPT SPF Inpres Toddopuli I. The type of research used in this study is descriptive qualitative research, which is research that seeks to provide an overview of the conditions that occur at the location of U UPT SPF SD Inpres Toddopuli I based on the scientific condition of the object research. The results showed that UPT SPF SD Inpres Toddopuli I involved four main dimensions: pedagogic competence, professional competence, social competence and personal competence of teachers. The efforts used by teachers in improving student learning outcomes by using expository strategies, inquiry strategies and affective strategies. Teachers at UPT SPF SD Inpres Toddopuli I understand the complexity of motivation as an internal and external drive, and are committed to creating a learning environment that supports the growth of student motivation. Motivation is an important pillar in creating a dynamic and encouraging learning environment. Providing motivation is considered as an ongoing effort to shape the character and perseverance of students, so that they can achieve their best learning outcomes in their educational journey. Thus, it can be concluded that teachers' efforts on motivation can improve student learning outcomes.
Pengembangan Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar Pada KKKS Di Kecamatan Wajo Kota Makassar Wahyuningsih, Wahyuningsih; Yunus, Muhammad; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 5 No 2 (2025): Bosowa Journal of Education, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v5i2.4625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran, mendeskripsikan dan menguraikan berbagai faktor pendukung dan faktor penghambat tentang pengembangan kompetensi manajerial kepala sekolah pada jenjang sekolah dasar di Kecamatan Wajo Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dari hasil wawancara mendalam, observasi partisipan dan studi dokumen dari informan dan melihat langsung kondisi di lokasi penelitian. Hasil penelitian menyatakan dalam pengembangan kompetensi manajerial kepala sekolah melalui kelompok kerja kepala sekolah menunjukkan bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah di Kecamatan Wajo Kota Makassar pada umumnya sudah melaksanakan indikator kompetensi manajerial dengan kategori baik dan sangat baik, Kategori pengembangan baik meliputi: (1) menyusun perencanaan, (2) memimpin, (3) menciptakan budaya dan iklim, (4) mengelola guru dan staf, (5) mengelola hubungan sekolah dan masyarakat, (6) mengelola peserta didik, (7) mengelola pengembangan kurikulum, (8) mengelola keuangan dan melakukan monitoring, (9) evaluasi, dan (10) pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah. Adapun kategori pengembangan cukup baik meliputi; (1) mengembangkan organisasi, (2) mengelola perubahan dan pengembangan, (3) mengelola sarana dan prasarana, (4) mengelola ketatausahaan, (5) mengelola unit layanan khusus, dan (6) mengelola sistem informasi dan memanfaatkan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah. Faktor pendukung dalam pengembangan kompetensi manajerial kepala sekolah dasar pada kelompok kerja kepala sekolah Kecamatan Wajo Kota Makassar yaitu lingkungan sekolah yang kondusif lingkungan, sarana dan prasarana yang mamadai, dukungan dari warga sekolah dalam memaksimalkan prestasi sekolah. Faktor penghambat pelaksanaan kompetensi manajerial kepala sekolah dasar pada kelompok kerja kepala sekolah Kecamatan Wajo Kota Makassar yaitu terdapatnya sekolah yang dalam keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, kurangnya pemahaman kepala sekolah dan guru akan petunjuk teknis manajemen sekolah serta kurangnya inovasi dari tenaga kependidikan. This study aims to provide an overview, describe and describe the various supporting factors and inhibiting factors regarding the development of the principal's managerial competence at the primary school level in Wajo District, Makassar City. This research uses qualitative research methods with a case study approach, the data in this study are qualitative data from the results of in-depth interviews, participant observation and document studies from informants and see firsthand the conditions at the research location. The results of the study stated that in developing the managerial competence of school principals through principals' working groups, it shows that the managerial competence of school principals in Wajo Sub-district, Makassar City has generally implemented indicators of managerial competence with good and very good categories, the good development category includes: (1) planning, (2) leading, (3) creating culture and climate, (4) managing teachers and staff, (5) managing school and community relations, (6) managing students, (7) managing curriculum development, (8) managing finances and monitoring, (9) evaluation, and (10) reporting the implementation of school activity programs. The good enough development category includes; (1) developing the organization, (2) managing change and development, (3) managing facilities and infrastructure, (4) managing administration, (5) managing special service units, and (6) managing information systems and utilizing information technology to improve learning and school management. Supporting factors in the development of managerial competencies of elementary school principals in the working group of principals of Wajo District, Makassar City, namely a conducive school environment, adequate facilities and infrastructure, support from school community in maximizing school achievement. The inhibiting factors in the implementation of the managerial competence of elementary school principals in the working group of school principals in Wajo Sub-district, Makassar City, namely the existence of schools with limited school facilities and infrastructure, lack of understanding of principals and teachers of technical guidelines for school management and lack of innovation from education personnel.
Pengaruh Kompetensi Guru Dan Teknologi Informasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SD Negeri 001 Mamasa Kabupaten Mamasa Harianto, I Wayan Henri; Yunus, Muhammad; Hamid, Sundari
Jounal of Primary Education Vol 5 No 2 (2025): Bosowa Journal of Education, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v5i2.5251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kompetensi Guru dan Teknologi Informasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V di SD Negeri 001 Mamasa, Kabuapten Mamasa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh kompetensi guru dan teknologi informasi terhadap hasil belajar siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V B sebanyak 30 siswa. Pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode kuesioner dan pengumpulan hasil belajar siswa selama satu semester. Dalam metode kuesioner digunakan angket sebagai alat pengumpul data yang sebelumnya akan diuji validitas dan reliabilitas, setelah di angket di uji kemudia angket di bagikan kepada siswa untuk memperoleh data tentang kompetensi guru dan teknologi informasi. Hasil belajar siswa dikumpulkan dari hasil nilai-nilai ujian siswa yang di peroleh dalam satu semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru, dan teknologi informasi terdapat pengaruh terhadap hasil belajar siswa secara simultan. Temuan ini mengindikasikan pentingnya peningkatan kompetensi guru sebagai upaya utama untuk meningkatkan hasil belajar siswa, serta pemanfaatan teknologi informasi juga perlu terus dioptimalkan sebagai pendukung proses pembelajaran di SD Negeri 001 Mamasa, Kabupaten Mamasa. This study aims to determine the effect of teacher competence and information technology on the learning outcomes of fifth grade students at SD Negeri 001 Mamasa, Mamasa Regency. This type of research is descriptive quantitative which aims to determine whether there is an influence of teacher competence and information technology on student learning outcomes. The sample of this research is class V B students as many as 30 students. Data collection will be carried out in this study using a questionnaire method and collecting student learning outcomes for one semester. In the questionnaire method a questionnaire is used as a data collection tool which will previously be tested for validity and reliability, after the questionnaire is tested then the questionnaire is distributed to students to obtain data on teacher competence and information technology. Student learning outcomes are collected from the results of student test scores obtained in one semester. The results showed that teacher competence, and information technology had an influence on student learning outcomes simultaneously. This finding indicates the importance of improving teacher competence as the main effort to improve student learning outcomes, and the use of information technology also needs to be optimized as a support for the learning process at SD Negeri 001 Mamasa, Mamasa Regency.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Mengembangkan Karakter Kemandirian Peserta Didik Di UPTD SD Inpres Ngapaboa Kabupaten Mamuju Tengah Soraya, Dewi; Yunus, Muhammad; Safira, Ifa
Jounal of Primary Education Vol 5 No 2 (2025): Bosowa Journal of Education, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v5i2.5252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam mengembangkan karakter kemandirian peserta didik di UPTD SD Inpres Ngapaboa Kabupaten Mamuju Tengah. Jenis Penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) gambaran P5 di UPTD SD Inpres Ngapaboa Kabupaten Mamuju Tengah tampak pada proses penerapan P5 itu sendiri yang terdiri atas tiga tahapan yakni tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru menentukan tema dan tujuan P5 serta mengatur alur projek. Pada tahap pelaksanaan, guru mengimplementasikan P5 dengan tahapan seperti pengenalan, kontekstualisasi, dan aksi nyata. Pada tahap evaluasi dilakukan penilaian terhadap projek yang dilakukan oleh peserta didik; (2) gambaran karakter kemandirian peserta didik melalui projek P5 di UPTD SD Inpres Ngapaboa Kabupaten Mamuju Tengah ialah pemahaman terhadap dan situasi yang dihadapi dan regulasi emosi. Pemahaman terhadap diri dan situasi yang dihadapi meliputi minat dan motivasi belajar, sedangkan regulasi emosi meliputi interaktif dan komunikatif, inisiatif, disiplin dan bertanggung jawab, serta percaya diri dan adaptif. Berdasarkan laporan hasil P5, fase perkembangan kemandirian peserta didik berada pada fase sedang berkembang; dan (3) faktor penghambat P5 di UPTD SD Inpres Ngapaboa Kabupaten Mamuju Tengah ialah keterbatasan SDM, keterbatasan anggaran, dan keterbatasan waktu. This study aims to describe the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in developing students' independence character at UPTD SD Inpres Ngapaboa, Central Mamuju Regency. This type of research is qualitative with a case study approach. Data collection techniques using interview techniques, observation, and documentation. Data were analyzed using data collection techniques, data condensation, data presentation, and conclusion drawing. Data validity testing techniques used source triangulation. The results showed that: (1) The description of P5 in UPTD SD Inpres Ngapaboa, Mamuju Tengah Regency can be seen in the process of implementing P5 itself which consists of three stages, namely the planning, implementation, and evaluation stages. In the planning stage, teachers determine the theme and objectives of P5 and organize the project flow. In the implementation stage, teachers implement P5 with stages such as introduction, contextualization, and real action. At the evaluation stage, an assessment of the project carried out by students is carried out; (2) the description of the character of independence of students through the P5 project at UPTD SD Inpres Ngapaboa, Mamuju Tengah Regency is an understanding of and the situation at hand and emotional regulation. Understanding of self and the situation at hand includes interest and motivation to learn, while emotion regulation includes interactive and communicative, initiative, discipline and responsibility, as well as confident and adaptive. Based on the P5 results report, the development phase of students' independence is in the developing phase; and (3) the inhibiting factors of P5 at UPTD SD Inpres Ngapaboa, Mamuju Tengah Regency are limited human resources, limited budget, and limited time.
Implementasi Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Dan Gotong Royong Berbasis Pengalaman Di UPT SPF Sekolah Dasar Negeri Bulurokeng Yusuf, Muh; Muhammadiah, Mas'ud; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 5 No 2 (2025): Bosowa Journal of Education, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v5i2.5279

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk menggambarkan implementasi pendidikan Karakter Peduli Lingkungan dan Gotong Royong di UPT SPF Sekolah Dasar Negeri Bulurokeng, Untuk menggambarkan faktor-faktor yang menjadi hambatan pelaksanaan implementasi pendidikan Karakter Peduli Lingkungan dan Gotong Royong di Sekolah Dasar Negeri Bulurokeng. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti menentukan sumber data menggunakan teknik snowball sampling. Penelitian ini mengambil subjek sumber datanya adalah kepala sekolah, guru, dan siswa UPT SPF UPT SPF Sekolah Dasar Negeri Bulurokeng. Peneliti menggunakan alat bantu pedoman observasi dan wawancara untuk memudahkan mendapatkan data yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Setelah melakukan penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa Implementasi pendidikan Karakter Peduli Lingkungan dan Gotong Royong di Sekolah Dasar Negeri Bulurokeng melalui : a) Pengembangan kurikulum sekolah, meliputi program pengembangan diri, pengintegrasian dalam mata pelajaran, dan budaya sekolah, b) Pengembangan proses pembelajaran, meliputi pengembangan proses pembelajaran kelas, sekolah dan luar sekolah, c) Pengembangan kesehatan sekolah, meliputi pemeliharaan ruang dan bangunan, pencahayaan dan ventilasi udara di ruang kelas, dan  fasilitas sanitasi sekolah. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan implementasi pendidikan karakter Peduli Lingkungan dan Gotong Royong di Sekolah Dasar Negeri Bulurokeng dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal berupa rendahnya pemahaman siswa mengenai kebersihan lingkungan. Sedangkan faktor eksternal yakni, fasilitas kurang memadai serta ketidaktegasan aturan yang dibuat oleh pihak sekolah. This study aims to describe the implementation of Caring for the Environment and Gotong Royong Character education at UPT SPF Bulurokeng State Elementary School, to describe the factors that become obstacles to the implementation of Caring for the Environment and Gotong Royong Character education at Bulurokeng State Elementary School. The research method used is descriptive with a qualitative approach. Researchers determine data sources using snowball sampling techniques. This research took the subject of the data source is the principal, teachers, and students of UPT SPF UPT SPF Bulurokeng State Elementary School. Researchers used observation and interview guidelines to make it easier to get data that suits the research needs. After conducting the research, the researcher concluded that the Implementation of Environmental Care and Gotong Royong Character education at Bulurokeng State Elementary School through: a) Development of the school curriculum, including self-development programs, integration in subjects, and school culture, b) Development of the learning process, including the development of classroom, school and out-of-school learning processes, c) Development of school health, including maintenance of space and buildings, lighting and air ventilation in classrooms, and school sanitation facilities. Factors influencing the implementation of the implementation of environmental care and mutual cooperation character education at Bulurokeng State Elementary School are influenced by internal and external factors. Internal factors include students' low understanding of environmental hygiene. While external factors, namely, inadequate facilities and the lack of assertiveness of the rules made by the school.
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika Di MIN 2 Kota Makassar Melalui Implementasi Project Based Learning Dengan Canva Fitrini, Waode Uzli; Yunus, Muhammad; Hamid, Sundari
Jounal of Primary Education Vol 5 No 2 (2025): Bosowa Journal of Education, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v5i2.5291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan pemanfaatan aplikasi canva untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika peserta didik MIN 2 Kota Makassar. Jenis Penelitian ini adalah quasi-experimental design dengan rancangan penelitian adalah Nanoquivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V-A dan peserta didik kelas V-C dengan jumlah keseluruhan siswa dijadikan sampel sebanyak 50 orang peserta didik yang terdiri dari 26 orang laki-laki dan 24 orang perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan statistic inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbantu aplikasi canva dengan perolehan persentase 92% kategori sangat baik, (2) aktivitas belajar peserta didik dengan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada mata pelajaran matematika dari 24 responden menjawab angket menunjukkan perolehan persentase 91,05% kategori sangat baik, (3) dengan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran matematika yang diperoleh hasil dari 79,17% meningkat menjadi 91,17% dengan kategori sedang, dan (4) penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan pemanfaatan aplikasi canva dikelas eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik dengan nilai rata-rata (mean) yang diperoleh dari 67,29 kategori kurang menjadi 84,17 kategori baik. This study aims to describe the impact of Project Based Learning (PjBL) Learning Model by using the canva aplication to increase Activity and Learning Outcomes students’ mathematics in MIN 2 Makassar City. This type of research is a quasi-experimental design with the research design being the nanoquivalent control group design. The population in this study were class V-A and class V-C students with a total sample of 50 students consisting of 26 boys and 24 girls. The data analysis techniques used is descriptive analysis and inferential statistics. The results showed that; (1) application of the Project Based Learning (PjBL) learning model assisted by the canva application with a percentage of 92% in the very good category, (2) student learning activities using the Project Based Learning (PjBL) learning model in mathematics subjects from 24 respondents answering the questionnaire shows a percentage of 91,50% in the very good category, (3) with the aplication of the Project Based Learning (PjBL) learning model it can increase student activity in mathematics learning, resulting ini result from 79,17% increasing to 91,17% in the medium category, and (4) the application of the Project Based Learning (PjBL) learning model using the canva application can improve studens’t mathematics learning outcomes with data obtained from 67.29 in the poor category to 84.17% in the good category.
Proyek Penguatan Profil Pancasila Berbasis Kearifan Lokal Dalam Mengembangkan Karakter Tanggung Jawab Peserta Didik Sekolah Dasar Syurawahyuni, Syurawahyuni; Hamid, Sundari; Safira, Ifa
Jounal of Primary Education Vol 5 No 2 (2025): Bosowa Journal of Education, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v5i2.5293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berbasis kearifan lokal dalam mengembangkan karakter tanggung jawab peserta didik di sekolah dasar. P5 adalah inovasi pembelajaran yang dikembangkan pemerintah untuk memperkuat karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Salah satu tema P5 yang diimplementasikan adalah tari tradisional Empat Etnis, yang dianggap efektif dalam membangun karakter tanggung jawab. Melalui proyek ini, peserta didik dapat mengembangkan sikap tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data induktif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan berbagai pihak yang terkait, termasuk guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 berbasis kearifan lokal mampu mengembangkan karakter tanggung jawab peserta didik di UPT SPF SD Negeri Unggulan Mongisidi I Makassar. Proyek ini memberikan dampak positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, serta berkontribusi pada pembentukan karakter yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, P5 berbasis kearifan lokal dapat terus dikembangkan untuk memperkuat karakter tanggung jawab peserta didik. This study aims to examine the effectiveness of implementing the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) based on local wisdom in developing students' responsibility character in elementary schools. P5 is an educational innovation developed by the government to strengthen students' character in line with Pancasila values. One of the P5 themes implemented is the traditional dance of the Four Ethnicities, which is effective in fostering a sense of responsibility. Through this project, students are able to develop a responsible attitude in completing assigned tasks and applying it in daily life. This research uses a descriptive qualitative method with inductive data analysis. Data were collected through observations and in-depth interviews with relevant stakeholders, including teachers, students, and parents. The results show that the implementation of P5 based on local wisdom effectively develops students' responsibility character at UPT SPF SD Negeri Unggulan Mongisidi I Makassar. This project has a positive impact that can be applied in daily life and contributes to character development aligned with Pancasila values. Therefore, the P5 based on local wisdom can be further developed to strengthen students' responsibility character.
Efektivitas Model Pembelajaran Bamboo Dancing Terhadap Peningkatan Keterampilan Berbicara Siswa UPT SPF SD Inpres Layang III Kota Makassar Musdalipa, Musdalipa; Hamsiah, Andi; Bakri, Muhammad
Jounal of Primary Education Vol 5 No 2 (2025): Bosowa Journal of Education, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v5i2.5300

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh penggunaan model pembelajaran Bamboo Dancing terhadap hasil belajar keterampilan berbicara pada siswa kelas IV UPT SPF SD Inpres Layang III Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan pre-eksperimental design, spesifiknya One-Group pre-test post-test design. Metode ini dilakukan dengan adanya pre-test sebelum perlakuan dan post-test setelah melakukan perlakuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Bamboo Dancing terhadap hasil belajar keterampilan berbicara pada siswa. Teknik analisis data meliputi uji prasyarat (normalitas dan homogenitas) dan uji hipotesis t-test paired dengan menggunakan SPSS 26 for Windows. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pre-test dengan nilai post-test pada hasil belajar keterampilan berbicara pada siswa. Setelah menggunakan model pembelajaran bamboo dancing. hal ini dapat terlihat bahwa terdapat peningkatan rata-rata nilai dari pre-test ke post-test. Rata-rata nilai pre-test siswa adalah 64.0476, sedangkan rata-rata nilai post-test siswa meningkat menjadi 76.4286. Kesimpulannya, penggunaan model pembelajaran Bamboo Dancing berpengeruh positif terhadap hasil belajar keterampilan berbicara pada siswa kelas IV UPT SPF SD Inpres Layang III Kota Makassar. Dengan demikian, model pembelajaran Bamboo Dancing dapat meningkatkan hasil belajar keterampilan berbicara siswa. The purpose of this study was to examine the effect of using Bamboo Dancing learning model on the learning outcomes of speaking skills in grade 4 UPT SPF SD Inpres Layang Makassar City. This research is experimental research using pre-experimental design, the specification is one-group pre-test post-test design. This method is carried out with a pre-test before treatment and post-test after treatment to determine the effect of using the Bamboo Dancing learning model on the learning outcomes of speaking skills in students. Data analysis techniques include prerequisite tests (normality and homogeneity) and paired t-test hypothesis testing using SPSS 26 for windows. The results of the analysis showed a significant difference between the pre-test and post-test scores on the learning outcomes of students speaking skills. After using the Bamboo Dancing learning model. It can bee seen that the increase in the average score from pre-test to post-test. The average student pre-test score was 64,0476, while thw average student’s post-test score increased to 76.4286. in conclusion, the use of the Bamboo Dancing learning model has a positive effect on the learning outcomes of speaking skills in class 4 UPT SPF SD Inpres Layang III. Thus the Bamboo Dancing learning model can improve the learning outcomes of speaking skills in students. 
Efektivitas Model Problem Based Learning Dalam Pembelajaran Cerpen Pada Siswa Kelas 6 UPT SPF SD Inpres Baraya 1 Sumarni, Sumarni; Asdar, Asdar; Hamsiah, Andi
Jounal of Primary Education Vol 5 No 2 (2025): Bosowa Journal of Education, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v5i2.5304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model Problem Based Learning dalam dan pembelajaran cerpen pada siswa kelas 6 UPT SPF SD Inpres Baraya 1 dan mendeskripsikan keaktifan model Problem Based Learning dalam pembelajaran cerpen pada siswa kelas 6 UPT SPF SD Inpres Baraya 1. Penelitian ini menggunakan sampel kelas 6 (A) dan kelas 6 (B) dengan jumlah siswa 64 orang sedangkan sumber data menggunakan data primer. Analisis data penelitian ini menggunakan pengolah data dengan SPSS. Alat uji yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji one – sampel test. Penyajian data dengan tabel dan narasi yang berhubungan dengan variabel penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terkait pembelajaran cerpen dengan Model Problem Based Learning dapat meningkatkan prestasi dan hasil belajar siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas 6 UPT SPF SD. Inpres Baraya I. Tugas utama seorang guru hanya mendidik, melatih dan mengajar siswa. Akan tetapi yang lebih penting dapat menumbuhkan minat belajar siswa yang menyenangkan melalui kegiatan diskusi di kelas, Hasil pretest dengan nilai rata – rata 65 sedangkan posttestnya dengan rata – rata 73. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar seharusnya dilakukan dengan berbagai pendekatan. Pendekatan dan metode belajar yang tepat membuat siswa lebih mudah menguasai pelajaran dengan cepat. This study aims to determine, (1) describe the Problem Based Learning model in and short story learning for grade 6 students of UPT SPF SD Inpres Baraya 1, (2) to describe the activeness of the Problem Based Learning model in short story learning for grade 6 students of UPT SPF SD Inpres Baraya 1. This study used samples of grade 6 (A) and grade 6 (B) with a total of 64 students while the data source used primary data. Data analysis of this study used data processing with SPSS. The test tools used were normality test, homogeneity test and one-sample test. Data presentation with tables and narratives related to the research variables. The results of this study indicate that related to short story learning with the Problem Based Learning Model can improve student achievement and learning outcomes in learning Indonesian language class 6 UPT SPF SD. Inpres Baraya I. The main task of a teacher is only to educate, train and teach students. However, what is more important is to be able to foster students' interest in learning which is enjoyable through discussion activities in class, The pretest results with an average score of 65 while the posttest with an average of 73. In learning Indonesian language in elementary schools should be carried out with various approaches. The right approach and learning method make it easier for students to master lessons quickly.