cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6282342104174
Journal Mail Official
jpe.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Program PascaSarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Bosowa Journal of Education
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 28085515     EISSN : 28084861     DOI : https://doi.org/10.35965/bje.v2i2.1477
Core Subject : Education, Social,
Bosowa Journal of Education menerbitkan artikel yang pada bidang pendidikan dasar, pendidikan bahasa inggris, pendidikan sains, pendidikan matematika, pendidikan bahasa dan sastra indonesia dan pendidikan anak usia dini.
Articles 226 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) Terhadap Keterampilan Membaca Siswa Sekolah Dasar Negeri Percontohan PAM Makassar Fitriyani, Fitriyani; Hamsiah, Andi; Hamid, Sundari
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara penerapan Kurikulum Merdeka dengan kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan fleksibilitas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa, melalui pendekatan diferensiasi, pembelajaran berbasis proyek, dan integrasi teknologi. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini, melalui observasi dan wawancara terhadap guru serta siswa di beberapa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui Kurikulum Merdeka menunjukkan peningkatan dalam pemahaman teks, keterlibatan membaca, serta kemampuan berpikir kritis dan analitis. Selain itu, ditemukan bahwa keberhasilan penerapan kurikulum ini sangat dipengaruhi oleh faktor internal seperti kondisi tubuh, intelegensi, motivasi, minat, dan kematangan siswa. Di sisi lain, faktor eksternal seperti dukungan keluarga, metode pengajaran guru, serta ketersediaan fasilitas belajar turut menjadi penentu keberhasilan. Kendala-kendala dalam implementasi meliputi minimnya pelatihan guru, kurangnya sumber bacaan, serta keterbatasan akses teknologi. Temuan ini merekomendasikan perlunya kolaborasi antara guru, sekolah, keluarga, dan pemerintah dalam mendukung ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran literasi yang kontekstual dan transformatif di tingkat pendidikan dasar. This study aims to analyze the correlation between the implementation of the Merdeka Curriculum and elementary school students’ reading comprehension skills in Rappocini District, Makassar City. The Merdeka Curriculum is designed to provide learning flexibility that aligns with students’ characteristics and needs, utilizing differentiated instruction, project-based learning, and technology integration. A qualitative descriptive approach was employed in this research, using observation and interviews with teachers and students from several elementary schools. The findings reveal that students engaged in the Merdeka Curriculum demonstrate improved text comprehension, reading engagement, and critical as well as analytical thinking skills. Moreover, the study identifies that successful curriculum implementation is significantly influenced by internal factors such as physical condition, intelligence, motivation, interest, and emotional maturity. In addition, external factors including family support, teaching methods, and access to learning facilities also determine the effectiveness of literacy development. Key challenges in implementation include limited teacher training, lack of reading resources, and restricted access to technology. These findings suggest the need for collaboration among teachers, schools, families, and policymakers to support an inclusive and sustainable literacy ecosystem. This study contributes to the development of contextual and transformative literacy learning strategies at the elementary education level.
Pengaruh Model Pembelajaran Team Games Tournaments (TGT) Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas V UPT SPF SD Inpres Lae-Lae I Kota Makassar Asrianti, Asrianti; Asdar, Asdar; Madjid, Syahriah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Team Games Tournaments (TGT) terhadap motivasi dan hasil belajar bahasa Indonesia pada siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh rendahnya minat dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik dan minim interaksi. Model TGT dipilih karena mampu mengintegrasikan unsur kolaborasi, permainan edukatif, dan kompetisi sehat yang dapat menumbuhkan semangat belajar serta memperkuat pemahaman konseptual siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design) yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan model TGT dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Subjek penelitian terdiri atas 60 siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Lae-Lae I Kota Makassar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi angket motivasi belajar dan tes hasil belajar bahasa Indonesia yang telah divalidasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada motivasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model TGT dibandingkan kelompok kontrol. Pembelajaran melalui TGT mampu menciptakan suasana kelas yang interaktif, kompetitif, dan menyenangkan, sehingga siswa lebih berpartisipasi aktif dan menunjukkan pemahaman bahasa yang lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa model TGT efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia serta relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kolaboratif dan berpusat pada peserta didik. This study aims to analyze the effect of implementing the Team Games Tournaments (TGT) learning model on students’ motivation and achievement in Indonesian language learning at the elementary school level. The research was motivated by the low level of students’ interest and academic performance in Indonesian language subjects due to the use of conventional and less engaging teaching methods. The TGT model was selected because it integrates elements of collaboration, educational games, and healthy competition, which can enhance learning motivation and strengthen students’ conceptual understanding. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design involving two groups: an experimental group taught using the TGT model and a control group taught using conventional methods. The participants consisted of 60 fifth-grade students from UPT SPF SD Inpres Lae-Lae I, Makassar, selected through a purposive sampling technique. Research instruments included a learning motivation questionnaire and an Indonesian language achievement test, both of which were validated before use. The results revealed a significant improvement in both motivation and academic achievement among students in the experimental group compared to those in the control group. The TGT model successfully created an interactive, competitive, and enjoyable learning atmosphere that encouraged active participation and improved language comprehension. These findings demonstrate that the TGT learning model is effective in enhancing Indonesian language learning outcomes and aligns with the principles of the Merdeka Curriculum, which emphasizes collaborative, student-centered learning.
Penerapan Pendekatan Saintifik Pada Keterampilan Berbicara Siswa UPT SPF Sekolah Dasar Negeri Pongtiku II Hijra, Hijra; Hamsiah, Andi; Madjid, Syahriah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6219

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan salah satu aspek penting dalam penguasaan bahasa yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan pendekatan saintifik dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas II di UPT SPF SD Negeri Pongtiku II, Makassar. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pre-test-post-test. Subjek penelitian terdiri dari 27 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui tes lisan, observasi, dan dianalisis dengan uji-t berpasangan serta perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor keterampilan berbicara sebesar 3,15 poin, meskipun nilai N-Gain rata-rata tergolong rendah yaitu 0,01060. Peningkatan terjadi pada indikator kelancaran, kejelasan pengucapan, penggunaan kosakata, dan keberanian berbicara. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik memungkinkan siswa untuk terlibat aktif dalam proses mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan berbicara secara bertahap. Temuan ini memperkuat teori perkembangan kognitif dan sosial yang relevan dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia. Meskipun masih terdapat keterbatasan dalam hasil, pendekatan ini dinilai efektif sebagai strategi pembelajaran alternatif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi siswa sejak dini. Speaking skill is a crucial component of language acquisition that must be developed from the elementary school level. This study aims to examine the effectiveness of the scientific approach in improving the speaking skills of second-grade students at UPT SPF SD Negeri Pongtiku II, Makassar. The method employed is an experimental design using a one group pre-test-post-test model. The research subjects consisted of 27 students selected through simple random sampling. Data were collected using oral tests and observation sheets, and analyzed through paired t-tests and N-Gain calculations. The results revealed an increase of 3.15 points in speaking performance, although the average N-Gain score was relatively low at 0.01060. Improvement was noted in fluency, clarity of pronunciation, vocabulary usage, and speaking confidence. The scientific approach enabled students to be actively engaged in observing, questioning, experimenting, reasoning, and communicating, which gradually enhanced their speaking proficiency. These findings support relevant cognitive and social development theories within the context of Indonesian language learning. Despite some limitations in the magnitude of improvement, the scientific approach proves to be an effective alternative instructional strategy for fostering communication skills in early education.
Pengaruh Media KIT Terhadap Minat Belajar Peserta Didik Di SD Inpres Po’rong Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa Ismaniar, Ismaniar; Patendean, Agustinus; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh media KIT terhadap minat belajar dan untuk mendeskripsikan pengaruh media gambar terhadap minat belajar peserta didik di SD Inpres Po’rong Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan quasi eksperimental design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh media KIT terhadap minat belajar peserta didik di SD Negeri Po’rong Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa, hal tersebut berdasarkan nilai output uji-t sebesar signifikansi yaitu 0.000<0.005 dan nilai thitung lebih besar dari pada ttabel (105,530 2,093) maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat pengaruh media KIT terhadap minat belajar peserta didik SD Inpres Po’rong Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa.
Perbandingan Model Project Based Learning dan Problem Based Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah IPAS Siswa UPT SPF SD Inpres Mandai Kota Makassar Pratama, Anna Indra; Yunus, Muhammad; Agusniati, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan perbandingan dua model pembelajaran, yaitu Project Based Learning  (PjBL) dan Problem Based Learning  (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas V pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di UPT SPF SD Inpres Mandai, Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan desain pretest-posttest . Hasil analisis data menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan bahwa baik model PjBL maupun PBL sama-sama efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Namun, berdasarkan uji independent sample t-test, terdapat perbedaan signifikan antara kedua model, dengan hasil menunjukkan bahwa PjBL lebih unggul dibandingkan PBL dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa secara menyeluruh. Model PjBL memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan konkret melalui proyek nyata seperti pembuatan alat pernapasan sederhana, sedangkan model PBL lebih menekankan pada diskusi dan analisis masalah nyata secara konseptual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kontekstual berbasis proyek maupun masalah sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS dan mengembangkan keterampilan abad 21, terutama pemecahan masalah. Penelitian ini juga memberikan implikasi bagi guru, sekolah, dan pengambil kebijakan untuk mempertimbangkan penerapan strategi pembelajaran inovatif yang sesuai dengan karakteristik materi dan kebutuhan siswa. This study aims to analyze the effectiveness and comparison of two learning models, namely Project Based Learning  (PjBL) and Problem Based Learning  (PBL) on the problem solving ability of fifth grade students in the Natural and Social Sciences (IPAS) subject at UPT SPF SD Inpres Mandai, Makassar City. The research method used is quantitative experiment with pretest-posttest  design. The results of data analysis using paired sample t-test showed that both PjBL and PBL models are equally effective in improving students' problem solving abilities. However, based on the independent sample t-test, there is a significant difference between the two models, with the results showing that PjBL is superior to PBL in developing students' problem solving abilities as a whole. The PjBL model provides an applicative and concrete learning experience through real projects such as making simple breathing apparatus, while the PBL model emphasizes more on discussion and analysis of real problems conceptually. This study concludes that the use of project-based and problem-based contextual learning models is very important to improve the quality of science learning and develop 21st century skills, especially problem solving. This study also provides implications for teachers, schools, and policy makers to consider the implementation of innovative learning strategies that are in accordance with the characteristics of the material and the needs of students.
Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Smart Apps Creator (SAC) terhadap Hasil Belajar Siswa pada di SD Negeri Panca Makmur Anti, Anti; Muhibuddin, Andi; Safira, Ifa
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6232

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas penggunaan media pembelajaran interaktif Smart Apps Creator (SAC) terhadap hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Panca Makmur pada materi bangun datar. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan desain pre-eksperimen One Group Pre-test–Post-test Design, melibatkan 21 siswa sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui tes kognitif (pre-test dan post-test), observasi partisipasi siswa, serta dokumentasi proses pembelajaran. Analisis statistik mencakup statistik deskriptif (mean, standar deviasi), uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, perhitungan N-Gain Score, dan uji hipotesis Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata hasil belajar dari 53,33 (pre-test) menjadi 90,24 (post-test), dengan penurunan standar deviasi dari 13,260 ke 6,796 yang mengindikasikan pemerataan pemahaman. Nilai N-Gain rata-rata 0,77 (kategori "efektif") dan uji Wilcoxon (Z = -4,021; sig. 0,000) mengonfirmasi perbedaan signifikan. Observasi mendokumentasikan transformasi dinamika kelas dari pasif menjadi interaktif, peningkatan motivasi belajar, serta penguatan pemahaman konseptual dan prosedural. Meskipun faktor keterampilan guru dan infrastruktur teknologi memengaruhi implementasi, SAC terbukti sebagai media alternatif yang efektif dalam menciptakan lingkungan belajar dinamis dan bermakna. This study examines the effectiveness of Smart Apps Creator (SAC) interactive learning media on the learning outcomes of sixth-grade students at SD Negeri Panca Makmur regarding plane figures. A quantitative approach was employed using a One Group Pre-test–Post-test Design, with 21 students as the sample. Data were collected through cognitive tests (pre-test and post-test), observation of student participation, and documentation of the learning process. Statistical analysis included descriptive statistics (mean, standard deviation), Shapiro-Wilk normality test, Levene’s homogeneity test, N-Gain Score calculation, and Wilcoxon hypothesis testing. Results indicated a significant increase in average learning outcomes from 53.33 (pre-test) to 90.24 (post-test), with a reduction in standard deviation from 13.260 to 6.796, reflecting more uniform understanding. The average N-Gain Score of 0.77 (categorized as "effective") and Wilcoxon test (Z = -4.021; sig. 0.000) confirmed significant differences. Observations documented a shift from passive to interactive classroom dynamics, increased learning motivation, and strengthened conceptual-procedural understanding. Although teacher skills and technological infrastructure influenced implementation, SAC proved to be an effective alternative medium for creating dynamic and meaningful learning environments.