cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6282342104174
Journal Mail Official
jpe.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Program PascaSarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Bosowa Journal of Education
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 28085515     EISSN : 28084861     DOI : https://doi.org/10.35965/bje.v2i2.1477
Core Subject : Education, Social,
Bosowa Journal of Education menerbitkan artikel yang pada bidang pendidikan dasar, pendidikan bahasa inggris, pendidikan sains, pendidikan matematika, pendidikan bahasa dan sastra indonesia dan pendidikan anak usia dini.
Articles 226 Documents
Komparasi Model Pembelajaran Discovery Dan Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa UPT SPF SD Inpres Tangkala 1 Makassar Ashar, Dian Ekawati; Hamid, Sundari; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6185

Abstract

Peningkatan hasil belajar peserta didik menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah dasar. Pemilihan model pembelajaran yang tepat berperan penting dalam menumbuhkan keaktifan, pemahaman konsep, serta pencapaian akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar IPAS antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Discovery dan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Inquiry di UPT SPF SD Inpres Tangkala 1 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental), dan desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 244 siswa, dan sampel penelitian terdiri dari dua kelas: kelas VA (18 siswa) sebagai kelompok eksperimen I dan kelas VB (16 siswa) sebagai kelompok eksperimen II, yang ditentukan melalui teknik nonprobability sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mencakup analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar IPAS pada kelompok Discovery (81,11) lebih tinggi dibandingkan kelompok Inquiry (64,06). Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,004 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPAS siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Discovery dan model pembelajaran Inquiry. Temuan ini memberikan implikasi penting terhadap pemilihan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Improving student learning outcomes is a central concern in elementary school education. The selection of an appropriate instructional model plays a crucial role in fostering student engagement, conceptual understanding, and academic achievement. This study aims to analyze the differences in IPAS (Science and Social Studies Integration) learning outcomes between students taught using the Discovery learning model and those taught using the Inquiry learning model at UPT SPF SD Inpres Tangkala 1 Makassar. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental method, specifically using the Nonequivalent Control Group Design. The study population consisted of 244 students, with samples drawn from two classes: class VA (18 students) as the Discovery group and class VB (16 students) as the Inquiry group, selected through non-probability sampling. Data were collected using tests, observation, and documentation, and analyzed using descriptive and inferential statistics. The results showed that the average IPAS learning outcome for the Discovery group (81.11) was higher than that of the Inquiry group (64.06). The independent sample t-test revealed a significance value (2-tailed) of 0.004, which is less than the 0.05 threshold, indicating that H0 is rejected and H1 is accepted. Therefore, it can be concluded that there is a significant difference in IPAS learning outcomes between students taught using the Discovery and Inquiry models. These findings have important implications for selecting more effective learning strategies in elementary education.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Accelerated Instruction Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Dan Hasil Belajar Siswa Sdn 259 Patimpeng Kabupaten Bone Amaliah, Andi Rezky; Hamid, Sundari; Safira, Ifa
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6188

Abstract

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) merupakan inovasi pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menjawab keterbatasan penelitian sebelumnya yang lebih banyak berfokus pada penerapan model TAI di jenjang pendidikan menengah, dengan menelusuri efektivitasnya dalam konteks siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Penerapan model pembelajaran TAI terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, (2) Mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran TAI terhadap hasil belajar matematika siswa, dan (3) Menganalisis pengaruh penerapan model TAI terhadap kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar matematika siswa kelas IV di SDN 259 Patimpeng, Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experimental dan desain non-equivalent control group, yang melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik analisis yang digunakan meliputi beberapa langkah, yaitu: (1) analisis deskriptif, (2) Uji Wilcoxon Signed-Rank, (3) Uji Mann-Whitney U, dan (4) pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat (1) meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV, terbukti dengan peningkatan signifikan pada pretest dan posttest kelas eksperimen, (2) memperbaiki hasil belajar matematika siswa, yang tercermin dari peningkatan nilai rata-rata pada posttest dibandingkan pretest, dan (3) memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kedua aspek tersebut, dengan uji statistik yang menunjukkan perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI secara signifikan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar matematika siswa kelas IV di SDN 259 Patimpeng, Kabupaten Bone. The application of the Team Accelerated Instruction (TAI) cooperative learning model is a learning innovation in improving students' mathematical problem-solving abilities and learning outcomes. This study addresses the limitations of previous research which focused more on the application of the TAI model at the secondary education level, by exploring its effectiveness in the context of elementary school students. The objectives of this study are: (1) The application of the TAI learning model to mathematical problem-solving skills, (2) Describing the effect of the TAI learning model on student mathematics learning outcomes, and (3) Analysing the effect of the application of the TAI model on problem solving skills and mathematics learning outcomes of fourth grade students at SDN 259 Patimpeng, Bone Regency. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental method and a non-equivalent control group design, which involved an experimental class and a control class. The analysis technique used includes several steps, namely: (1) descriptive analysis, (2) Wilcoxon Signed-Rank Test, (3) Mann-Whitney U Test, and (4) hypothesis testing. The results of this study indicate that the application of the TAI type cooperative learning model can (1) improve the mathematics problem solving ability of grade IV students, as evidenced by a significant increase in the pretest and posttest of the experimental class, (2) improve students' mathematics learning outcomes, which is reflected in the increase in the average score on the posttest compared to the pretest, and (3) have a significant effect on improving both aspects, with statistical tests showing significant differences between the experimental and control classes. Therefore, it can be concluded that the application of the TAI type cooperative learning model significantly improves the problem-solving ability and mathematics learning outcomes of grade IV students at SDN 259 Patimpeng, Bone Regency.
Supervisi Manajerial Kepala Sekolah Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Studi Kasus Di SDN 2 Tual Kota Tual Rafiuddin, Harsinah; Yunus, Yunus; Hamid, Sundari
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6190

Abstract

Pendidikan merupakan aspek krusial dalam pembangunan sumber daya manusia, di mana kurikulum berperan penting dalam mengarahkan proses pembelajaran. Kurikulum Merdeka sebagai inovasi pendidikan bertujuan memberikan kebebasan dan fleksibilitas bagi sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan relevan. Dalam konteks ini, peran kepala sekolah sebagai pemimpin manajerial sangat menentukan keberhasilan implementasi kurikulum tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran supervisi manajerial yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SDN 2 Tual. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus guna memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap praktik supervisi dalam konteks implementasi kurikulum tersebut. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan staf, serta dokumentasi terkait pelaksanaan program sekolah. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik kualitatif untuk mengidentifikasi pola-pola dan tema-tema penting. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kepala SDN 2 Tual menunjukkan komitmen tinggi dalam melaksanakan supervisi manajerial yang meliputi perencanaan visi dan misi sekolah, pengembangan organisasi, optimalisasi sumber daya, penciptaan budaya sekolah yang inovatif dan kondusif, pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan, serta monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program sekolah. Peran supervisi ini memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di kelas, efektivitas manajemen sekolah, dan penguatan karakter profil pelajar Pancasila. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepala sekolah sebagai agen perubahan yang dapat mengintegrasikan supervisi manajerial dalam mendukung keberhasilan Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar. Education is a critical aspect of human resource development, where curriculum plays a vital role in guiding the learning process. The Independent Curriculum is an educational innovation aimed at providing schools with flexibility and autonomy to develop contextual and relevant learning. In this context, the role of the school principal as a managerial leader is crucial for the successful implementation of the curriculum. Therefore, this study aims to comprehensively examine the role of managerial supervision carried out by the school principal in the implementation of the Independent Curriculum at SDN 2 Tual. A qualitative method with a case study approach was employed to gain an in-depth understanding of the supervisory practices within the curriculum implementation context. Data collection techniques included direct observation, in-depth interviews with the principal, teachers, and staff, as well as document review related to school program implementation. The collected data were analyzed using qualitative thematic analysis to identify significant patterns and themes. The findings reveal that the principal of SDN 2 Tual demonstrates a strong commitment to managerial supervision, which encompasses school vision and mission planning, organizational development, optimal utilization of resources, fostering an innovative and conducive school culture, operational curriculum development, as well as monitoring, evaluation, and reporting of program implementation. This supervisory role contributes significantly to improving classroom learning quality, enhancing school management effectiveness, and strengthening the character of the Pancasila Student Profile. The results highlight the principal's critical role as a change agent capable of integrating managerial supervision to support the successful implementation of the Independent Curriculum at the elementary school level
Analisis Penerapan Model Radec Dalam Pembelajaran Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi Pada Peserta Didik Kelas V UPT SPF SD Inpres Baddoka Kota Makassar Ernianah, Ernianah; Bakri, Muhammad; Muhammadiah, Mas’ud
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6196

Abstract

Keterampilan menulis teks eksplanasi merupakan kompetensi penting yang harus dikuasai oleh siswa sekolah dasar, terutama untuk mendukung kemampuan berpikir kritis dan komunikasi tertulis mereka. Namun, kenyataannya keterampilan menulis teks eksplanasi siswa di tingkat dasar masih tergolong rendah. Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yang cenderung konvensional dan minimnya penerapan model pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif siswa. Model RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) merupakan salah satu pendekatan yang menjanjikan untuk meningkatkan keterampilan menulis dengan menekankan pada kegiatan membaca, diskusi, dan penciptaan teks secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model RADEC dalam pembelajaran keterampilan menulis teks eksplanasi pada siswa kelas V di UPT SPF SD Inpres Baddoka, Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memberikan gambaran mendalam mengenai proses pembelajaran serta dampak penerapan model RADEC terhadap kemampuan menulis siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model RADEC memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan menulis siswa. Model ini mendorong siswa lebih aktif berpartisipasi melalui diskusi dan tahap penciptaan teks yang terstruktur. Selain itu, motivasi siswa untuk menulis teks eksplanasi meningkat secara signifikan. Namun, beberapa kendala diidentifikasi, seperti keterbatasan waktu untuk menyusun teks eksplanasi secara menyeluruh dan kebutuhan akan pendampingan lebih intensif bagi siswa yang kesulitan. Untuk mengatasi kendala tersebut, disarankan agar guru memberikan alokasi waktu yang lebih fleksibel serta bimbingan tambahan bagi siswa yang memerlukan dukungan lebih lanjut. Selain itu, penggunaan teknologi informasi, seperti media digital, dapat membantu menciptakan pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif. Dengan penerapan yang tepat, model RADEC memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterampilan menulis siswa di tingkat sekolah dasar. Writing skills, particularly in explanatory texts, are essential competencies that elementary school students need to develop to enhance their critical thinking and written communication abilities. However, many students at this level still demonstrate low proficiency in explanatory writing, often due to the predominance of conventional teaching methods and a lack of learning models that encourage active student participation. The RADEC model (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) offers a promising approach to improve writing skills by emphasizing staged activities involving reading, discussion, and text creation. This study aims to analyze the implementation of the RADEC model in teaching explanatory text writing skills among fifth-grade students at UPT SPF SD Inpres Baddoka, Makassar City. Employing a descriptive qualitative approach, the research provides an in-depth overview of the teaching process and the effects of RADEC model application on students’ writing abilities. Data were collected through observations, interviews, and documentation. Findings reveal that the RADEC model positively influences students’ writing skills by fostering active participation through group discussions and structured text creation phases. Additionally, students’ motivation to write explanatory texts significantly increased. Challenges identified include limited time allocation for comprehensive text writing and the need for more intensive guidance for students facing difficulties. To overcome these challenges, it is recommended that teachers provide more flexible time allocation and additional support for students requiring further assistance. Moreover, the integration of digital media can help create a more varied and interactive learning environment. With proper implementation, the RADEC model holds significant potential to enhance the quality of learning and writing skills at the elementary level.
Pengaruh Lingkungan Keluarga Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Di UPT SPF SD Inpres Tangkala I Makassar Hanafi, Hajrah; Madjid, Syahriah; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6197

Abstract

Kebijakan Merdeka Belajar merupakan langkah strategis dalam mentransformasi paradigma pendidikan di Indonesia, dengan memberikan keleluasaan kepada guru untuk memilih perangkat ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik. Meskipun demikian, capaian hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada jenjang sekolah dasar masih tergolong rendah. Di sisi lain, pengaruh lingkungan keluarga dan motivasi belajar sebagai dua faktor penting yang berkontribusi terhadap hasil belajar belum banyak dikaji secara simultan dalam konteks pembelajaran tematik IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan keluarga dan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV di UPT SPF SD Inpres Tangkala I Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto, dan melibatkan 34 peserta didik sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa lingkungan keluarga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pencapaian hasil belajar mata pelajaran IPAS pada siswa sekolah dasar, dengan nilai signifikansi sebesar p < 0.01. Temuan ini menunjukkan bahwa peran keluarga memegang peranan penting dalam membentuk kesiapan dan keberhasilan belajar anak. Selain itu, motivasi belajar siswa juga terbukti berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar (p < 0.01), menandakan bahwa dorongan internal seperti rasa ingin tahu, minat terhadap materi, serta kepercayaan diri dalam belajar menjadi faktor penentu keberhasilan akademik. Kombinasi antara dukungan eksternal dari lingkungan keluarga dan dorongan internal dari dalam diri siswa menciptakan kondisi belajar yang optimal. Temuan ini menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran IPAS di jenjang sekolah dasar tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor instruksional semata, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dinamika psikososial dan lingkungan domestik siswa. Oleh karena itu, keterlibatan keluarga dan strategi peningkatan motivasi belajar perlu menjadi perhatian utama dalam pengembangan program pembelajaran IPAS yang efektif dan berkelanjutan. The Merdeka Belajar (Freedom to Learn) policy is a strategic initiative aimed at transforming the educational paradigm in Indonesia by granting teachers greater flexibility in selecting and adapting instructional tools to match students' needs and interests. However, student achievement in Natural and Social Sciences (IPAS) at the elementary level remains relatively low. Furthermore, the influence of family environment and learning motivation—two critical factors affecting academic performance—has not been widely studied simultaneously within the thematic IPAS learning context. This study aims to analyze the influence of the family environment and learning motivation on IPAS learning outcomes among fourth-grade students at UPT SPF SD Inpres Tangkala I, Makassar. The research employed a quantitative approach with an ex post facto design, involving 34 students as the sample. Data were collected through questionnaires and documentation, and analyzed using descriptive statistics and linear regression. The results of the study indicate that the family environment has a significant impact on students' learning outcomes in the IPAS subject, with a significance value of p < 0.01. This finding highlights the crucial role of family involvement in shaping students' academic readiness and achievement. In addition, learning motivation also shows a significant influence on academic performance (p < 0.01), suggesting that internal factors such as curiosity, interest in the subject matter, and self-confidence are key drivers of success in the learning process. The interplay between external support from the family environment and internal motivational factors creates optimal conditions for effective learning. These results underscore the notion that success in learning IPAS at the elementary level is not solely dependent on instructional strategies but is also deeply influenced by the students' psychosocial dynamics and home environment. Therefore, strengthening family engagement and fostering students’ intrinsic motivation should be considered essential components in the development of effective and sustainable IPAS learning programs.
Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Keaktifan Siswa SD Inpres Polongan Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah Arruan, Edianto; Hamsiah, Andi; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6199

Abstract

Peningkatan keaktifan belajar peserta didik menjadi fokus penting dalam proses pembelajaran abad ke-21, terutama di wilayah terpencil yang menghadapi keterbatasan sumber daya. Strategi pembelajaran berdiferensiasi dipandang sebagai pendekatan yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar siswa yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran berdiferensiasi terhadap keaktifan belajar siswa kelas V di SD Inpres Polongan, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimental. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dan angket untuk mengukur tingkat keaktifan belajar siswa setelah penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi statistik deskriptif untuk menggambarkan kecenderungan umum data, serta statistik inferensial untuk menguji signifikansi pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keaktifan belajar siswa, dengan nilai signifikansi sebesar p < 0,01. Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan berdiferensiasi menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif selama proses belajar berlangsung, ditandai dengan peningkatan frekuensi bertanya, menjawab, berdiskusi, serta menunjukkan minat yang lebih tinggi terhadap materi pelajaran. Selain itu, tingkat partisipasi dalam aktivitas kelas juga meningkat secara nyata, seiring dengan disesuaikannya metode pembelajaran terhadap kebutuhan, minat, dan gaya belajar masing-masing individu. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan adaptif terhadap keragaman siswa. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keaktifan akademik, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian hasil belajar yang lebih optimal. Oleh karena itu, implementasi strategi ini di SD Inpres Polongan terbukti relevan dan berhasil dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Increasing student learning activity is an important focus in the 21st century learning process, especially in remote areas facing limited resources. Differentiated learning strategies are seen as an approach that can accommodate students' diverse learning needs. This study aims to determine the effect of differentiated learning strategies on the learning activity of fifth grade students at SD Inpres Polongan, Tobadak District, Central Mamuju Regency. The approach used is quantitative with a pre-experimental research design. The sample in this study amounted to 24 students. Data collection was carried out using observation sheets and questionnaires to measure the level of student learning activity after the implementation of differentiated learning strategies. Data analysis techniques used include descriptive statistics to describe the general trend of data, as well as inferential statistics to test the significance of the effect of treatment. The results of the study indicate that differentiated instruction has a statistically significant effect on improving student learning engagement, with a significance value of p < 0.01. Students exposed to this instructional approach demonstrated more active involvement during classroom activities, reflected in an increased frequency of asking questions, responding, participating in discussions, and showing greater interest in the subject matter. Participation levels also rose noticeably as teaching methods were tailored to meet each student's unique needs, interests, and learning styles. These findings confirm that differentiated instruction is effective in fostering an inclusive and adaptive learning environment. This strategy not only enhances academic engagement but also contributes to improved learning outcomes. Therefore, its implementation at SD Inpres Polongan has proven to be both relevant and impactful in enhancing the overall quality of the learning process.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Sekolah Penggerak Di Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah Arsana, Gede; Asdar, Asdar; Bahri, Syamsul
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mutu pendidikan di sekolah penggerak Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, serta menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini berfokus pada UPTD SMP Negeri 2 Tobadak dan UPTD SMP Negeri 3 Tobadak, yang menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, meskipun telah terdapat upaya akselerasi pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan utama meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa dari kedua sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Tobadak dan SMP Negeri 3 Tobadak menunjukkan perkembangan positif, terutama dalam literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. SMP Negeri 2 Tobadak mengalami penurunan dalam literasi dan numerasi pada 2024, sementara SMP Negeri 3 Tobadak konsisten mengalami kemajuan di hampir semua aspek. Kepemimpinan kepala sekolah berperan krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan demokratis dan kolaboratif, dengan mendorong partisipasi aktif guru dalam pengambilan keputusan dan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif. Kepala sekolah juga memimpin pengembangan program-program inovatif seperti "Kamis Literasi" dan "Selasa Numerasi," serta mengelola sumber daya secara efisien. Namun, tantangan seperti keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, serta beban administrasi yang berat, menjadi penghambat dalam pelaksanaan program inovatif dan menjaga konsistensi peningkatan mutu pembelajaran di sekolah-sekolah tersebut. This study aims to describe the quality of education in the Sekolah Penggerak at Tobadak District, Central Mamuju Regency, and to analyze the role of school leadership in enhancing educational quality. The research focuses on UPTD SMP Negeri 2 Tobadak and UPTD SMP Negeri 3 Tobadak, which are both part of the "Sekolah Penggerak" in Tobadak. The research adopts a qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, direct observation, and document analysis. Key informants include school principals, teachers, and students from both schools. The findings reveal that the educational quality at SMP Negeri 2 Tobadak and SMP Negeri 3 Tobadak has shown positive development, particularly in literacy, numeracy, and character education. However, SMP Negeri 2 Tobadak experienced a decline in literacy and numeracy in 2024, while SMP Negeri 3 Tobadak consistently showed progress in almost all areas. The school leadership plays a crucial role in enhancing educational quality through a democratic and collaborative approach, encouraging active teacher participation in decision-making and creating an inclusive working environment. The principals also lead the development of innovative programs, such as "Kamis Literasi" (Literacy Thursdays) and "Selasa Numerasi" (Numeracy Tuesdays), while efficiently managing resources. Nevertheless, challenges such as limited budget, human resources, and heavy administrative workloads hinder the implementation of innovative programs and the consistency of educational quality improvement in these schools.
Analisis Model Pembelajaran Kontekstual Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa UPT SPF SD Inpres Mannuruki 1 Kota Makassar Herlina, Herlina; Bakri, Muhammad; Rosmawati, Rosmawati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Model Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di UPT SPF SD Inpres Mannuruki 1 Kota Makassar. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya efektivitas pembelajaran Bahasa Indonesia akibat penggunaan metode konvensional yang tidak relevan dengan pengalaman nyata siswa. Model CTL diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut dengan mengaitkan materi ajar dengan konteks kehidupan sehari-hari, sehingga siswa lebih termotivasi, aktif, dan mampu mengembangkan keterampilan berbahasa secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru dan siswa kelas V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berdampak positif terhadap peningkatan pemahaman konsep, keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, serta motivasi belajar siswa. Strategi pembelajaran yang variatif dan interaktif berhasil menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan kontekstual. Namun demikian, efektivitas penerapan CTL masih perlu ditingkatkan melalui penggunaan media pembelajaran yang inovatif, diferensiasi strategi pengajaran, dan penguatan refleksi. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa CTL merupakan pendekatan yang relevan dengan Kurikulum Merdeka dan berpotensi memperkuat kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar. This study aims to analyze the implementation of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model in the teaching of Indonesian at UPT SPF SD Inpres Mannuruki 1 in Makassar City. The research is motivated by the low effectiveness of Indonesian language instruction due to the prevalent use of conventional methods that lack relevance to students' real-life experiences. The CTL model is expected to address this issue by connecting learning materials with everyday contexts, thereby enhancing student motivation, engagement, and comprehensive language skills. This research employs a descriptive qualitative approach using data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The research subjects include fifth-grade teachers and students. The findings reveal that CTL implementation positively impacts students’ conceptual understanding, listening, speaking, reading, and writing skills, as well as their learning motivation. The use of varied and interactive teaching strategies contributes to a contextual and supportive learning environment. Nonetheless, the effectiveness of CTL can be further improved through the integration of innovative instructional media, differentiated teaching strategies, and stronger reflective practices. The implications of this study indicate that CTL is a relevant pedagogical approach aligned with the Merdeka Curriculum and holds significant potential in enhancing the quality of Indonesian language education at the elementary level.
Efektivitas Penerapan Bahan Ajar Jurnal Baca Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Dan Bercerita Siswa Di UPT SPF Sekolah Dasar Negeri Mongisidi Kota Makassar Fitriani, Ita; Muhammadiah, Mas'ud; Rahmaniah, Rahmaniah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6203

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas penerapan jurnal baca dengan tujuan meningkatkan kemampuan literasi dan bercerita siswa/siswi di UPT SPF SD Negeri Mongisidi, Kota Makassar. Studi kualitatif dengan desain eksperimen-partisipatif ini, secara metodologis juga mengadopsi dan menggabungkan dua pendekatan utama yaitu pendekatan Partisipatif di satu sisi dan Inkuiri bebas di lain sisi. Hal ini memungkinkan upaya deskriptif menjelaskan level respon masing-masing peserta didik berdasarkan hasil jurnal baca sebagai bahan ajar yang diujicobakan. Data-data penelitian dikumpulkan menurut teknik standar pengumpulan data yang diterapkan dalam studi-studi kualitatif seperti Observasi, Tes dan Dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengetahui kondisi awal baik lingkungan penelitian dan subjek, maupun proses siklis. Tes dimanfaatkan untuk mengetahui kemampuan membaca, menulis dan bercerita sebagai indikator Literasi sementara Dokumentasi diperlukan untuk memverifikasi dan memvalidasi momen praktis Observasi dan Tes. Hasil analisis memperlihatkan bahwa level respon sebagian besar siswa/siswi secara umum berkisar antara domain C1 hingga C4, baik untuk fase pengenalan (introduction phase) dengan jenjang bacaan B III maupun pada fase pembiasaan (habituation phase) dengan jenjang bacaan C. Meskipun secara spesifik terdapat beberapa siswa/siswi yang level responnya mencapai domain C4 sebagai tahap paling dasar dari indikator kemampuan HOTS (High Order Thinking Skill), akan tetapi level respon para peserta didik yang dominan berada pada domain C1 hingga C3 menegaskan tahapan kognitif sebagian besar mereka yang masih berada pada level LOTS (Low Order Thinking Skill). Hasil tersebut mengindikasikan bahwa jurnal baca sebagai salah satu jenis bahan ajar yang diupayakan dalam konteks ini yaitu meningkatkan kemampuan literasi siswa/siswi, dapat dikatakan cukup efektif untuk mengukur level respon, namun masih kurang optimal untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa/siswi secara signifikan. This study analyzes the effectiveness of implementing reading journals to improve students' literacy and storytelling skills at UPT SPF SD Negeri Mongisidi, Makassar City. This qualitative research with an experimental-participatory design, methodologically also adopts and combines two main approaches, namely the Participatory approach on the one hand and Free Inquiry on the other. This allows descriptive efforts to explain each student's response level based on the results of the reading journal as a teaching material that is being tested. Research data were collected by standard data collection techniques applied in qualitative research such as Observation, Testing and Documentation. Observation is used to determine the initial conditions of both the research environment and the subjects and the cycle process. Tests are used to determine reading, writing, and storytelling skills as indicators of Literacy while Documentation is needed to verify and validate the moments of Observation and Testing practices. The results of the analysis show that the response level of most students generally ranges from C1 to C4, both for the introductory phase with reading level B III and in the habituation phase with reading level C. Although specifically there are several students whose response level reaches the C4 realm as the most basic stage of the HOTS (High Order Thinking Skill) ability indicator, the dominant student response level is in the C1 to C3 realm, confirming that the cognitive stage of most of them is still at the LOTS (Low Order Thinking Skill) level. These results indicate that reading journals as one type of teaching material that is attempted in this context, namely improving students' literacy skills, can be said to be quite effective in measuring the response level, but it is still less than optimal for improving students' literacy skills significantly
Analisis Perilaku Bullying Terhadap Pembentukan Karakter Siswa UPT SPF Sekolah Dasar Inpres Mannuruki 1 Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Azlindah, Azlindah; Bakri, Muhammad; Rosmawati, Rosmawati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, penyebab, dampak, serta upaya penanggulangan perilaku bullying terhadap pembentukan karakter siswa kelas V di UPT SPF SD Inpres Mannuruki 1 Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa bullying terjadi dalam berbagai bentuk, yaitu verbal, fisik, sosial, siber, dan seksual, yang secara signifikan memengaruhi kenyamanan dan perkembangan psikososial peserta didik. Penyebab utama dari perilaku bullying meliputi pola asuh keluarga yang tidak mendukung, kurangnya perhatian emosional dari orang tua, serta pengaruh negatif dari lingkungan sosial. Dampak yang ditimbulkan mencakup gangguan emosional pada korban dan pelaku, isolasi sosial, serta hambatan dalam perkembangan karakter positif siswa. Upaya yang dilakukan pihak sekolah antara lain peningkatan kepekaan guru, integrasi nilai karakter dalam pembelajaran, dan keterlibatan aktif seluruh warga sekolah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menyusun strategi pencegahan dan penanganan bullying di lingkungan sekolah dasar secara lebih sistematis dan menyeluruh. This study aims to analyze the forms, causes, impacts, and countermeasures of bullying behavior in shaping the character of fifth-grade students at UPT SPF SD Inpres Mannuruki 1, Biringkanaya District, Makassar City. A qualitative descriptive approach was used, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that bullying occurs in various forms, including verbal, physical, social, cyber, and sexual harassment, which significantly affect the students' comfort and psychosocial development. The primary causes of bullying include unsupportive parenting styles, lack of emotional attention from parents, and negative social influences. The impacts observed involve emotional disturbances among victims and perpetrators, social isolation, and barriers to the development of students’ positive character. The school's efforts to address these issues include enhancing teacher awareness, integrating character education into the learning process, and involving the entire school community. This research is expected to contribute to the formulation of more systematic and comprehensive strategies for bullying prevention and intervention in elementary school settings.