cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6282342104174
Journal Mail Official
jpe.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Program PascaSarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Bosowa Journal of Education
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 28085515     EISSN : 28084861     DOI : https://doi.org/10.35965/bje.v2i2.1477
Core Subject : Education, Social,
Bosowa Journal of Education menerbitkan artikel yang pada bidang pendidikan dasar, pendidikan bahasa inggris, pendidikan sains, pendidikan matematika, pendidikan bahasa dan sastra indonesia dan pendidikan anak usia dini.
Articles 226 Documents
Pengaruh Media Pembelajaran Interaktif dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SD Inpres Tangkala 1 Makassar Andriani, Andi Rezki; Patandean, Agustinus J.; Rahmaniah, Rahmaniah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6072

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperiment dengan desain Treatment by Level 2x2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan hasil belajar Matematika antara siswa yang diajar menggunakan media pembelajaran interaktif dan yang diajar menggunakan media pembelajaran konvensional, (2) perbedaan hasil belajar Matematika antara siswa yang diajar menggunakan media pembelajaran interaktif dan yang diajar menggunakan media pembelajaran konvensional yang memiliki motivasi belajar tinggi, dan (3) perbedaan hasil belajar Matematika antara siswa yang diajar menggunakan media pembelajaran interaktif dan yang diajar menggunakan media pembelajaran konvensional yang memiliki motivasi belajar rendah,. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SD Inpres Tangkala 1 Makassar. Teknik pengambilan sampel adalah Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar Matematika antara siswa yang diajar menggunakan media pembelajaran interaktif dan yang diajar menggunakan media pembelajaran konvensional, (2) untuk siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi terdapat perbedaan hasil belajar Matematika yang diajar menggunakan media pembelajaran interaktif dan yang diajar menggunakan media pembelajaran konvensional, dan (3) untuk siswa yang memiliki motivasi belajar rendah terdapat perbedaan hasil belajar Matematika yang diajar menggunakan media pembelajaran interaktif dan yang diajar menggunakan media pembelajaran konvensional. The study is Quasi Experiment research with Treatment by Level 2x2 design. The study aims at analysing (1) the difference of Mathematics learning outcomes between the students who were taught using interactive learning media and the ones using conventional learning media, (2) the difference of Mathematics learning outcomes between the students who were taught using interactive learning media and the ones using conventional learning media for student who have high learning motivation, and (3) the difference of Mathematics learning outcomes between the students who were taught using interactive learning media and the ones using conventional learning media for student who have low learning motivation. The research population is the entire students of SD Inpres Tangkala 1 in Makassar city. Samples of the study were selected by employing Simple Random Sample technique. The result of the study reveal that (1) there is difference of Mathematics learning outcomes between between the students who were taught using interactive learning media and the ones using conventional learning media, (2) there is a difference of Mathematics learning outcomes between the students who were taught using interactive learning media and the ones using conventional learning media for student who have high learning motivation, and (3) there is a difference of Mathematics learning outcomes between the students who were taught using interactive learning media and the ones using conventional learning media for student who have low learning motivation.
Kepemimpinan Efektifitas Metode Klasikal terhadap Keterampilan Menulis Paragraf dan Penggunaan Diksi pada Siswa UPT SPF SD Inpres Mallengkeri I Makassar Andriyatih, Andriyatih; Muhammadiah, Mas'ud; Fansury, Andi Hamzah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Metode Klasikal Terhadap Keterampilan Menulis Paragraf dan Penggunaan Diksi pada Siswa UPT SPF SD Inpres Mallengkeri I Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yakni penelitian yang berupaya memberikan gambaran tentang keadaan yang terjadi di lokasi UPT SPF SD Inpres Mallengkeri I Makassar berdasarkan pada kondisi ilmiah objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan metode klasikal memiliki efektivitas yang tinggi dalam meningkatkan keterampilan menulis paragraf dan pemilihan diksi yang tepat pada siswa. Faktor internal dan eksternal seperti motivasi intrinsik siswa dan dukungan dari keluarga serta lingkungan sekolah memegang peran penting. Namun, tantangan yang ada, perlu diatasi melalui pendekatan yang lebih inovatif dan penguatan sinergi antara sekolah dan keluarga. This study aims to determine the effectiveness of the classical method on paragraph writing skills and the use of diction in students of UPT SPF SD Inpres Mallengkeri I Makassar. The type of research used in this study is descriptive qualitative research, which is research that seeks to provide an overview of the situation that occurs at the location of the UPT SPF SD Inpres Mallengkeri I Makassar witha focus on the scientific conditions of the research object. The results of the study show that the classical method has high effectiveness in improving paragraph writing skills and the selection of appropriate diction in students. Internal and external factors such as students' intrinsic motivation and support from their families and school environment play an important role. However, the existing challenges need to be overcome through a more innovative approach and strengthening the synergy between schools and families.
Strategi Guru Kelas Sebagai Fasilitator Terhadap Disiplin Belajar Peserta Didik Di UPT SPF SD Inpres Borong Jambu I Kota Makassar Asminur, Asminur; Yunus, Muhammad; Hamid, Sundari
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru kelas sebagai fasilitator terhadap disiplin peserta didik di UPT SPF SD Inpres Borong Jambu I Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi dari informan Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas dalam menerapkan empat komponen sebagai fasilitator di UPT SPF SD Inpres Borong Jambu I yaitu pengalaman, komunikasi, interaksi, dan refleksi sudah diterapkan dengan baik. Disiplin belajar peserta didik di UPT SPF SD Inpres Borong Jambu I menunjukkan kematangan yang berbeda-beda pada setiap fase, sehingga memberikan pengaruh yang signifikan pada disiplin belajarnya. Adapun strategi yang digunakan guru kelas pada setiap komponen sebagai fasilitator di UPT SPF SD Inpres Borong Jambu I yaitu: (1) komponen pengalaman guru menerapkan pemanfaatan latar belakang peserta didik dan menerapkan pengalaman yang dimiliki guru, (2) komponen komunikasi guru menerapkan gaya komunikasi yang variatif dan teknik komunikasi yang tepat, (3) komponen interaksi menerapkan tiga strategi yaitu guru membangun hubungan positif bersama peserta didik, pengelolaan aktivitas kelompok, dan mengatasi perilaku negatif yang mungkin terjadi pada peserta didik, (4) komponen refleksi terdapat dua hal yang diterapkan yaitu konsistensi penerapan keyakinan kelas dan evaluasi strategi. This study aims to determine the classroom teacher's strategy as a facilitator of student discipline at UPT SPF SD Inpres Borong Jambu I Makassar City. The type of research used in this research is qualitative research with a case study approach. The data in this research is qualitative data from interviews, observations, and documentation from informants. The results showed that classroom teachers in implementing the four components as facilitators at UPT SPF SD Inpres Borong Jambu I, namely experience, communication, interaction, and reflection, were well implemented. The learning discipline of students at UPT SPF SD Inpres Borong Jambu I shows different maturity in each phase, thus having a significant influence on their learning discipline. The strategies used by classroom teachers in the facilitator component at UPT SPF SD Inpres Borong Jambu I are: (1) the experience component of the teacher applies the utilization of the background of students and applies the experience that the teacher has, (2) the communication component of the teacher applies a varied communication style and appropriate communication techniques, (3) the interaction component applies three strategies, namely teachers building positive relationships with students, managing group activities, and overcoming negative behavior that may occur in students, (4) the reflection component there are two things that are applied, namely consistency in the application of classroom beliefs and evaluating strategies.
Analisis Kemampuan Literasi Siswa Berdasarkan Gaya Belajar Di UPT SPF SDN Garuda Kota Makassar Bahrianti, Bahrianti; Hamsiah, Andi; Rampeng, Rampeng
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6078

Abstract

Kemampuan literasi siswa ditinjau dari gaya belajar siswa sangat penting untuk keberhasilan belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kemampuan literasi siswa, gaya belajar siswa, serta menguji hubungan antara tingkat kemampuan literasi dan gaya belajar siswa di UPT SPF SDN Garuda. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif data, uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan kualitas instrumen, uji korelasi pearson spearman untuk hubungan gaya belajar dan literasi, serta pengujian hipotesis untuk menguji hubungan antara variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa kelas VI di UPT SPF SDN Garuda secara umum pada tingkat baik, diketahui literasi berpikir kritis yang paling menonjol dibandingkan literasi membaca dan literasi menulis. Gaya belajar siswa cenderung pada gaya visual, diikuti auditori dan kinestetik, menunjukkan ketertarikan yang lebih tinggi terhadap penyajian informasi berbasis visual. Selain itu, terdapat hubungan positif yang signifikan dengan kekuatan sedang antara gaya belajar dan tingkat kemampuan literasi siswa, yang menegaskan bahwa gaya belajar berkontribusi secara signifikan terhadap kemampuan literasi siswa. Diperlukan metode pembelajaran adaptif yang mengakomodasi gaya belajar siswa dan media visual untuk meningkatkan keterlibatan serta kemampuan literasi siswa.  Students‘ literacy skills in terms of students’ learning styles are very important for students' learning success. The purpose of this study was to analyse students‘ literacy skills, learning styles, and to examine the relationship between students’ literacy skills and learning styles at UPT SPF SDN Garuda. This research used a quantitative approach with a descriptive correlational method. Data analysis techniques included descriptive statistics, validity and reliability tests to ensure the quality of the instrument, Pearson Spearman correlation test for the relationship between learning styles and literacy, and hypothesis testing to test the relationship between the research variables. The results showed that literacy skills of grade VI students at UPT SPF SDN Garuda were generally at a good level, with critical thinking literacy being the most prominent compared to reading literacy and writing literacy. Students' learning styles tended to be visual, followed by auditory and kinesthetic, indicating a higher interest in visual-based presentation of information. In addition, there was a significant positive relationship with moderate strength between learning styles and students‘ literacy levels, confirming that learning styles contribute significantly to students’ literacy skills. Adaptive learning methods that accommodate students‘ learning styles and visual media are needed to improve students’ engagement and literacy skills. 
Kemampuan Guru Dalam Penggunaan Teknologi Interaktif Pada Proses Pembelajaran IPAS Di UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng II Makassar Darma, Darma; Hamid, Sundari; Muliati, Muliati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6081

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi interaktif dalam pembelajaran IPAS di UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng II; 2) Mengidentifikasi strategi yang tepat dan efektif untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan teknologi interaktif dalam pembelajaran IPAS di UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng II. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dipengaruhi oleh faktor internal seperti keterampilan, pengetahuan, motivasi, dan sikap positif guru, serta faktor eksternal seperti dukungan manajemen sekolah, fasilitas, kebijakan pendidikan, dan keterlibatan orang tua. Di UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng II, tantangan seperti pemeliharaan perangkat dan gangguan koneksi internet masih menjadi hambatan. Strategi untuk meningkatkan kemampuan guru meliputi pelatihan dan workshop berkala, pembentukan komunitas belajar, dukungan manajemen sekolah, keterlibatan orang tua dan penciptaan budaya inovasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi interaktif yang sukses memerlukan pendekatan sistematis dan terencana. Dengan menerapkan strategi yang direkomendasikan, diharapkan guru dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih interaktif, relevan, dan efektif, serta mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di era digital. This study aims to: (1) Identify internal and external factors influencing teachers' ability to integrate interactive technology in IPAS learning at UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng II; (2) Identify appropriate and effective strategies to enhance teachers' ability in utilizing interactive technology in IPAS learning at UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng II. This research employs a qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings reveal that teachers' ability is influenced by internal factors such as skills, knowledge, motivation, and positive attitudes, as well as external factors like school management support, facilities, educational policies, and parental involvement. At UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng II, challenges such as device maintenance and internet connectivity issues remain obstacles. Strategies to improve teachers’ capabilities include regular training and workshops, the formation of learning communities, school management support, parental involvement, and fostering an innovation culture. This study concludes that successful integration of interactive technology requires a systematic and well-planned approach. By implementing the recommended strategies, teachers are expected to create a more interactive, relevant, and effective learning environment while preparing students to face challenges in the digital era.
Peran Kepala Sekolah Dalam Penerapan Disiplin Positif untuk Mengelola Perilaku Dan Pembiasaan Di Lingkungan Sekolah Ernawati, Ernawati; Hamid, Sundari; Agustiani, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6084

Abstract

Penerapan disiplin positif di sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk perilaku siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran kepala sekolah dalam penerapan disiplin positif di UPT SD Negeri 17 Binamu Kabupaten Jeneponto, serta tantangan dan strategi yang digunakan dalam mengelola perilaku dan pembiasaan siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan staf sekolah, serta observasi langsung terhadap implementasi disiplin positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memegang peran utama dalam menyusun kebijakan disiplin positif, memberikan contoh teladan, serta melibatkan seluruh warga sekolah dalam penerapan kebijakan tersebut. Tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan sumber daya, kurangnya pemahaman disiplin positif di kalangan beberapa guru, serta resistensi terhadap perubahan dari sebagian staf yang lebih terbiasa dengan pendekatan disiplin tradisional. Strategi yang digunakan kepala sekolah meliputi sosialisasi kebijakan disiplin positif, pelatihan rutin untuk guru, serta penguatan nilai-nilai disiplin positif melalui penghargaan terhadap perilaku baik siswa. Kepala sekolah juga aktif mengawasi dan mengevaluasi implementasi disiplin positif secara berkala untuk memastikan konsistensi dan efektivitasnya. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan pelatihan guru, penguatan keterlibatan orang tua, serta penyediaan fasilitas yang mendukung untuk memperkuat penerapan disiplin positif di sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan disiplin positif di lingkungan pendidikan dasar. The implementation of positive discipline in schools plays a crucial role in shaping student behavior and creating a conducive learning environment. This study aims to describe the role of school principals in implementing positive discipline at UPT SD Negeri 17 Binamu, Jeneponto Regency, as well as the challenges and strategies used in managing student behavior and habituation. This research employs a qualitative approach with a case study design, utilizing interviews with school principals, teachers, and staff, as well as direct observations of positive discipline implementation. The findings reveal that school principals play a key role in formulating positive discipline policies, setting exemplary behavior, and involving the entire school community in policy implementation. The challenges faced include limited resources, a lack of understanding of positive discipline among some teachers, and resistance to change from staff accustomed to traditional disciplinary approaches. The strategies employed by the principal include disseminating positive discipline policies, conducting regular teacher training, and reinforcing positive discipline values through rewards for good student behavior. The principal also actively supervises and evaluates the implementation of positive discipline to ensure its consistency and effectiveness. This study suggests the need for enhanced teacher training, increased parental involvement, and the provision of supportive facilities to strengthen the implementation of positive discipline in schools. The findings are expected to contribute to the development of positive discipline policies in primary education settings.
Pengaruh Teknologi Pembelajaran Berbasis Digital Terhadap Literasi Digital Pada Peserta Didik Kelas IV Di MIS Al Abrar Kota Makassar Fujiah, Fujiah; Asdar, Asdar; Rampeng, Rampeng
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh teknologi pembelajaran berbasis digital terhadap kemampuan literasi digital peserta didik kelas IV di MIS Al Abrar Kota Makassar; dan (2) efektivitas teknologi pembelajaran berbasis digital dalam meningkatkan literasi digital. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental. Sampel penelitian terdiri atas 37 peserta didik sebagai kelompok eksperimen dan 33 peserta didik sebagai kelompok kontrol yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi angket dan tes literasi digital. Analisis data dilakukan dengan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan penggunaan teknologi pembelajaran berbasis digital terhadap literasi digital peserta didik, dengan rata-rata skor literasi digital kelompok eksperimen sebesar 57,35, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 47,33; (2) penggunaan teknologi pembelajaran berbasis digital efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi digital, dibuktikan dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan koefisien regresi yang positif. Dengan demikian, teknologi pembelajaran berbasis digital terbukti mampu meningkatkan aksesibilitas, evaluasi, dan pemahaman peserta didik terhadap informasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan teknologi pembelajaran berbasis digital dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi digital peserta didik. Oleh karena itu, disarankan kepada guru dan sekolah untuk memaksimalkan penggunaan teknologi digital dalam proses pembelajaran. This study aims to determine: (1) the effect of digital-based learning technology on digital literacy skills of fourth grade students at MIS Al Abrar Makassar City; and (2) the effectiveness of digital-based learning technology in improving digital literacy. This research uses quantitative methods with a quasi-experimental design. The research sample consisted of 37 students as the experimental group and 33 students as the control group taken using purposive sampling technique. The instruments used include questionnaires and digital literacy tests. Data analysis was carried out with regression tests. The results showed that: (1) there is a positive and significant effect of using digital-based learning technology on students' digital literacy, with an average digital literacy score of the experimental group of 57.35, higher than the control group of 47.33; (2) the use of digital-based learning technology is effective in improving digital literacy skills, evidenced by a significant value of 0.000 <0.05 and a positive regression coefficient. As such, digital learning technologies are proven to improve learners' accessibility, evaluation and comprehension of digital information. This study concludes that the application of digital-based learning technology can be an effective strategy to improve learners' digital literacy. Therefore, it is recommended for teachers and schools to maximize the use of digital technology in the learning process.
Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual Berbantuan Multimedia Interaktif Terhadap Hasil Belajar IPA Kelas V UPT SD Negeri 8 Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Hajrawati, Hajrawati; Hamid, Sundari; Safira, Ifa
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran kontekstual berbantuan multimedia interaktif dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa kelas V di UPT SD Negeri 8 Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. Model pembelajaran ini dirancang untuk menghubungkan materi yang diajarkan dengan kehidupan nyata siswa, serta menggunakan multimedia interaktif untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menerapkan model pembelajaran kontekstual berbantuan multimedia interaktif dan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pemahaman dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual berbantuan multimedia interaktif berhasil meningkatkan pemahaman materi siswa, khususnya pada konsep perubahan wujud zat, yang dibuktikan dengan peningkatan yang signifikan pada nilai posttest siswa di kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Selain itu, penggunaan multimedia dalam pembelajaran memberikan visualisasi yang jelas tentang fenomena yang sulit dipahami, sehingga mempermudah siswa dalam memahami konsep IPA. Temuan penelitian ini bahwa model pembelajaran kontekstual berbantuan multimedia interaktif tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa tetapi juga berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V UPT SD Negeri 8 Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. This study aims to examine the effectiveness of the contextual learning model assisted by interactive multimedia in improving the science learning outcomes of fifth-grade students at UPT SD Negeri 8, Binamu District, Jeneponto Regency. This learning model is designed to connect the taught material with students' real-life experiences while utilizing interactive multimedia to enrich their learning experience. The study employs a quasi-experimental design with two groups: an experimental group implementing the contextual learning model assisted by interactive multimedia and a control group using conventional teaching methods. Data were collected through pretests and posttests to measure changes in students' understanding and learning outcomes. The results indicate that the application of the contextual learning model assisted by interactive multimedia significantly enhances students' understanding of the concept of changes in the state of matter, as evidenced by the substantial increase in posttest scores in the experimental group compared to the control group. Furthermore, the use of multimedia in learning provides clear visualizations of complex phenomena, thereby facilitating students' comprehension of scientific concepts. The findings of this study suggest that the contextual learning model assisted by interactive multimedia not only improves students' learning outcomes but also has a positive impact on their science achievement in Grade V of UPT SD Negeri 8, Binamu District, Jeneponto Regency.
Analisis Peran Pembelajaran Reflektif Dalam Menumbuhkan Kemampuan Literasi Siswa Kelas V UPT SPF SD Negeri Mawas Makassar Halmiah, Halmiah; Hamsiah, Andi; Muliati, Muliati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran pembelajaran reflektif dalam menumbuhkan kemampuan literasi. Untuk  menganalisis peran  kemampuan literasi pada murid kelas V UPT SPF SD Negeri Mawas Kota Makassar. Pembelajaran reflektif merupakan model pembelajaran di mana bertujuan untuk mencapai pemahaman tertentu. Selain itu kesiapan serta minat dalam mempelajari materi tersebut juga meningkat karena hal yang akan dipelajari berasal dari pengalaman pribadi siswa. Di mana pembelajaran reflektif telah diakui sebagai salah satu model pembelajaran yang efektif dapat menumbuhkan kemampuan literasi  diri siswa. UPT SPF SD Negeri Mawas menerapkan model pembelajaran reflektif agar dapat menumbuhkan kemampuan literasi  dan mampu merefleksi pembelajaran mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VA dengan kelas VB dengan total sampel 42 siswa. Instrumen yang digunakan meliputi metode observasi untuk mengoptimalkan data mengenai pelaksanaan pembelajaran reflektif, interaksi guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar, keadaan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar, sera keadaan siswa,guru, dan tenaga kependidikan di UPT SPF SD Negeri Mawas Kota Makassar, metode wawancara untuk menggali data terkait pelaksanaan pembelajaran reflektif, metode dokumentasi untuk menggali data berupa modul ajar,buku acuan pembelajaran reflektif, foto-foto dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran model pembelajaran reflektif efektif dapat menumbuhkan kemampuan literasi siswa UPT SPF SD Negeri Mawas Kota Makassar. Penerapan pembelajaran reflektif memberikan pengalaman belajar yang menarik dan relevan mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis mereka. This study aims to describe and analyze the application of reflective learning in fostering literacy, to find out and analyze what affects literacy and confidence skills in grade V UPT SPF SD Negeri Mawas, Makassar City. In addition, readiness and interest in learning the material also increased because what will be learned comes from the students' personal experience. Where reflective learning has been recognized as one of the effective learning models that can grow students' literacy. UPT SPF SD Negeri Mawas applies a reflective learning model in order to foster literacy and confidence skills and be able to reflect on their learning. This research uses a qualitative approach. The sample in this study is Class V students with a total of 42 students. The instruments used include observation methods to optimize data regarding the implementation of reflective learning, teacher and student interactions in teaching and learning activities, the state of facilities and infrastructure that can support teaching and learning activities, as well as the state of students, teachers, and education staff at UPT SPF SD Negeri Mawas, Makassar City, interview methods to explore data related to the implementation of reflective learning, documentation methods to explore data in the form of teaching modules, Reflective Learning Reference Book, Documentary Photos. The results of the study show that the application of reflective learning can significantly grow literacy. Students are shown by the reading comprehension test scores on the posttest. An effective reflective learning model can foster literacy in students of UPT SPF SD Negeri Mawas, Makassar City.The application of reflective learning provides an interesting and relevant learning experience, encouraging students to be actively involved in learning and develop their critical thinking skills.
Penerapan Pembiasaan Literasi dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng II Kota Makassar Hamsah, Hamsah; Asdar, Asdar; Rampeng, Rampeng
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembiasaan literasi dalam pembentukan karakter peserta didik di UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng II Kota Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan kepala sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan program pembiasaan literasi secara sistematis melalui berbagai kegiatan, seperti membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai, program literasi mingguan, dan penyediaan pojok baca di kelas. Pembiasaan ini berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter peserta didik, seperti tanggung jawab, rasa ingin tahu, kejujuran, dan sikap toleransi. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam mendampingi peserta didik membaca di rumah memperkuat dampak program literasi ini. Namun, terdapat beberapa kendala, seperti terbatasnya koleksi buku bacaan dan rendahnya kebiasaan membaca peserta didik di rumah. Solusi yang diusulkan meliputi peningkatan jumlah buku melalui donasi dan pemberian penghargaan untuk memotivasi peserta didik. Nilai-nilai karakter rasa ingin tahu peserta didik tercermin dari kebiasaan peserta didik bertanya pada guru mengenai pelajaran, hal- hal yang mereka baca, dan lain-lain. Pembentukan karakter melalui budaya literasi ini terus dibiasakan untuk membentuk karakter peserta didik ke arah yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan literasi dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk karakter peserta didik sekaligus mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dicanangkan oleh pemerintah. This study aims to analyze the implementation of literacy habituation in shaping students' character at UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng II, Makassar City. The approach used is descriptive qualitative, with data collected through observations, interviews, and documentation. The research subjects include the principal, teachers, students, and parents. The results indicate that the school has systematically implemented a literacy habituation program through various activities such as 15 minutes of reading before lessons begin, weekly literacy programs, and the provision of reading corners in classrooms. This habituation positively contributes to shaping students' character, such as responsibility, curiosity, honesty, and tolerance. Additionally, parents' involvement in accompanying students to read at home reinforces the impact of the literacy program. However, there are several challenges, such as limited book collections and students' low reading habits at home. Proposed solutions include increasing the number of books through donations and providing rewards to motivate students. The value of students' curiosity is reflected in their habit of asking teachers questions about lessons, the materials they read, and other related topics. Character development through literacy culture is consistently encouraged to guide students toward better character formation. This study concludes that literacy habituation can be an effective strategy in shaping students' character while supporting the School Literacy Movement (GLS) initiated by the government.