cover
Contact Name
Mhd. Fuad Zaini Siregar
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar No. K-2/22, Pos: 20222, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Health and Medical Science
ISSN : -     EISSN : 28100107     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health and Medical Science, secara umum mencakup semua kajian tentang medis dan kesehatan. termasuk kedalamnya adalah kajian Kedokteran, Kesehatan, Farmasi, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan. 1. Kedokteran, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi bedah penyakit dalam, kardiologi, ortopedi, penyakit menular, dan HIV/AID, obstetri dan ginekologi, onkologi, dan neurologi, imunologi, anestesi, kedokteran kardiovaskular, pengobatan komplementer, kedokteran gigi dan kedokteran mulut dan penelitian lain tentang medis. 2. Kesehatan Masyarakat, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Epidemiologi, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Biostatistik, Kesehatan Seksual dan Reproduksi, Manajemen Rumah Sakit, Ilmu Gizi, Sistem Informasi Kesehatan, dan penelitian lain tentang publik kesehatan. 3. Kebidanan, ruang lingkup topik yang dicakup meliputi Kebidanan Dasar, Manajemen Kesehatan, Medis-bedah, Perawatan Kritis, Gawat Darurat dan Trauma, Onkologi, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Mental, Kesehatan Geriatri, Kesehatan Keluarga, Kesehatan Bersalin, Kesehatan Wanita, Kesehatan Anak, Kebencanaan Keperawatan, Pendidikan kebidanan dan lain-lain penelitian tentang kebidanan. 4. Keperawatan, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Manajemen Keperawatan, Keperawatan Medikal-Bedah, Keperawatan Critical Care, Keperawatan Kesehatan Masyarakat, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Geriatri, Keperawatan Kesehatan Keluarga dan Kesehatan Keluarga, Keperawatan Maternitas, Kesehatan Wanita, Keperawatan Anak, Pendidikan di Keperawatan, Kebijakan Keperawatan, Keperawatan Hukum, Keperawatan Praktik Lanjutan, Keperawatan Kesehatan Masyarakat dan penelitian lain tentang keperawatan. 5. Farmasi, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Farmasi, Penemuan Obat, Farmakokinetik, Biologi Farmasi, Obat Herbal, Farmasi, Mikrobiologi Farmasi, dan Bioteknologi, Farmasi Komunitas dan Klinis, serta Pharmaceutical Care dan penelitian lain tentang farmasi
Articles 149 Documents
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Unmeet Need KB Pada Pasangan Subur Di Perkotaan Dan Perdesaan Di Indonesia (Analisis Lanjut SDKI 2017) Putri Sion Zaluchu, Asnawi Abdullah, Agustina
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Keluarga Berencana di Indonesia dianggap sebagai salah satu cara yan efektif untuk mengedalikan populasi dan meningkatkan kesejahteraan kesehatan ibu dan anak. Namun, seperti banyak negara berkembang lainnya di dunia, kebutuhan keluarga berencana yang belum terpenuhi masih ada di negara ini. Berdasarkan data SDKI 2017, kebutuhan keluarga berencana yang belum terpenuhi diantara wanita kawin sebesar 11% di daerah perkotaan sedangkan wanita kawin di perdesaan sebesar 10%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Unmet Need KB pada Pasangan Usia Subur di Perkotaan dan Perdesaan di Indonesia.Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh PUS sebanyak 8.838 responden. Sampel yang digunakan adalah seluruh populasi. Analisis data menggunakan uji regresi logistic dengan Stata 16.Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang tidak Unmet Need sebanyak 7.623 atau sebesar 87,97% , sedangkan yang Unmet Need KB sebanyak 1.215 atau sebesar 12,03%. Berdasarkan hasil analisis bivariat diketahui bahwa variabel daerah tempat tinggal tidak berpengaruh dengan kejadian unmet need kb di Indonesia diperoleh p value sebesar 0,474, hasil uji multivariat menunjukkan bahwa variabel dukungan suami merupakan variabel yang paling berpengaruh diperoleh p value sebesar 0,001 dan OR=7,01 Terhadap kejadian unmet need KB di Indonesia.Diharapkan kepada PUS agar dapat meningkatkan kesadaran pentingnya program keluarga berencana untuk mencegah kehamilan yang tidak diingankan, mengurangi risiko tindakan aborsi, serta mengurangi risiko kematian ibu dan anak.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Poli Umum Di PUSKESMAS Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara Tahun 2022 Fitri Mauliza Rahmah, Farrah Fahdhienie, Fahrisal Akbar
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 1 Januari 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang mendorong manusia untuk senantiasa menjaga kesehatannya. Organisasi penyedia layanan kesehatan seperti Puskesmas merupakan wujud penyediaan sumber daya di bidang kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien rawat jalan poli umum di Puskesmas Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara tahun 2022. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Jenis penelitian ini bersifat observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah keseluruhan pasien yang berkunjung ke Puskesmas Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara pada bulan Oktober- Desember tahun 2021, sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan selama 2 hari dari tanggal 1 Maret s/d 2 Maret 2022 menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan menggunakan proses SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompetensi teknis (P= 0,422), keterjangkauan (P= 0,033), kenyamanan (P= 0,025), hubungan antar manusia (P= 0,044), ketepatan waktu (P= 0,042) memiliki hubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan poli umum di Puskesmas Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara tahun 2022.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja Pada Siswi SMA Negeri 5 Simeulue Barat Kabupaten Simeulue Tahun 2022 Warta, Wardiati, Dedi Andria
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data BKKBN tahun 2017 didapatkan 3,2 juta remaja 15-19 tahun melakukan aborsi yang tidak aman. Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia ditemukan bahwa angka anak korban aborsi sebesar 54 kasus. Hasil survey di SMA Negeri 5 Simeulue Barat mengenai perilaku penyimpangan terdapat 13 orang pelajar pernah pacaran dan berpengangan tangan dengan lawan jenis dan menonton video asusila dengan alasan hanya sekedar ingin mengetahuinya, akan tetapi ada 4 siswa mengatakan bahwa mereka pernah melakukan penyimpangan terhadap sesama lawan jenis dan mereka pernah melakukan perilaku seksual baik di sekolah maupun di luar sekolah. Penelitian ini menggunakan dengan cross sectional. Populasi adalah sebanyak 193 siswi. Sampel dalam penelitian ini 50 siswi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 Mei s/d 1 Juni 2022. Uji statistik yang dilakukan adalah regresi linear. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa literasi kesehatan siswi SMA Negeri 5 Simeulue Barat berada pada kategori rendah (skor rata-rata jawaban responden adalah 13,38 dari skor total 40). Hasil analisis bivariate memperlihatkan bahwa ada hubungan antara sikap (p-value 0,013; R square 0,122; B 0-.349), peran keluarga (P-value 0,003; B 0.412) dengan literasi kesehatan reproduksi remaja. Variabel peran guru (p-value 0,425; B 0-.115), peran petugas kesehatan (p-value 0,657; B 0-.064), peran teman sebaya (p-value 0,225; B 0-.115), dan akses media (p-value 0,184; R Square 0,037; B 0-.191) tidak mempengaruhi literasi kesehatan reproduksi remaja. Kesimpulan penelitian ini menemukan bahwa literasi kesehatan reproduksi remaja siswi SMA Negeri 5 Simeulue Barat di pengaruhi oleh 2 faktor yaitu sikap remaja dan peran keluarga.
Hubungan Akses Pelayanan Kesehatan, BBLR, Asi Eksklusif Dan Asupan Protein Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia > 6-59 Bulan Di Wilayah Kerja PUSKESMAS Baitussalam Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022 Asarah Kamilah, Ramadhaniah, Tahara Dilla Santi, M. Biomed
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 1 Januari 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah yang masih dihadapi oleh dunia terutama pada negara miskin dan berkembang. Pada tahun 2016 kasus stunting di Aceh adalah 26,4%, dan meningkat pada tahun 2017 menjadi 35,7%. Di Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2020 prevalensi stunting sebesar 40% yang artinya prevalensi stunting di kabupaten Aceh Besar melebihi prevelensi Stunting di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko penyebab terjadinya Stunting pada balita Usia > 6-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Baitussalam Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022. Metode penelitian deskriptik analitik dengan desain penelitian case control. Populasi penelitian ini adalah stunting dan Bukan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Baitussalam. Sampel terdiri dari sampel kasus berjumlah 100 responden dan sampel kontrol berjumlah 100 responden. Pengumpulan data dilakukan 21 Juli s/d 3 Agustus 2022. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dengan derajat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang pernah memiliki akses pelayanan Kesehatan pernah sebesar 45.0%, BBLR <2500gr BBLR sebesar 46.5, dan yang memiliki asi eksklusif sebesar 46.0%. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan akses pelayanan Kesehatan dengan Stunting pada balita (p=0,016 dan OR=1,920), BBLR (p=0,012 dan OR=1,994). Dan (asi eksklusif (p=0,032 dan OR=1,764). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dua variabel memiliki hubungan dengan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Baitussalam tahun 2022. Diharapkan kepada kepala Puskesmas Baitussalam Aceh Barat agar lebih meningkatkan hubungan dengan masyarakat salah satunya dengan cara melakukan penyuluhan kesehatan yang rutin kepada masyarakat sehingga akan meningkatkan pengetahuan tentang terjadinya Stunting pada anak.
Peran Polimorfisme GeN MMP-9-1562C/T Terhadap Kejadian Retinopati Diabetik Pada Pasien DM Ekawaty Suryani Mastari
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retinopati diabetik merupakan komplikasi neurovaskular pada diabetes yang melibatkan kerusakan sawar-darah retina. Peran matriks metalloproteinase dalam mendegradasi matriks ekstrasel memperantarai kerusakan sel endotel retina dan proliferasi vaskular. Matriks metalloproteinase-9 (MMP-9) telah diketahui berperan pada inflamasi dan neovaskularisasi retina. Oleh karenanya, polimorfisme MMP-9 -1562C/T dianggap berperan pada risiko terjadinya retinopati diabetik. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional dengan 52 pasien retinopati diabetik dan 42 pasien DM tanpa komplikasi sebagai kontrol. Pemeriksaan polimorfisme gen MMP-9 -1562C/T dilakukan dengan teknik PCR-RFLP. Perbedaan frekuensi proporsi genotip dan alel kedua kelompok dianalisis dengan uji chi square. Diperoleh frekuensi genotip CC 75%, CT 23,1%, dan TT 1,9% pada kelompok kasus serta genotip CC 54,8%, CT 45,2% dan tidak dijumpai genotip TT pada kelompok kontrol. Uji keseimbangan Hardy-Weinberg pada frekeunsi genotip menunjukkan kesesuaian (p>0,05). Uji proporsi frekuensi genotip dan alel pada kelompok kontrol dan kelompok kasus menunjukkan tidak adanya perbedaan bermakna (p>0,05). Polimorfisme gen MMP-9 -1562C/T bukan merupakan faktor risiko utama terjadinya retinopati diabetik pada pasien DM
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Pada Balita > 6-23 Bulan Di Wilayah Kerja PUSKESMAS Pasi Mali Kabupaten Aceh Barat Nurul Mawaddah; Aulina Adamy; Ramadhaniah Ramadhaniah
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 1 Januari 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v2i1.986

Abstract

Makanan pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Cakupan pemberian MP-ASI di Indonesia sebesar 30,38%, Aceh sebesar 34,57% tahun 2020, sedangkan di Puskesmas Pasi Mali sebesar 69%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Pasi Mali Kecamatan Woyla Barat Kabupaten Aceh Barat Tahun 2021. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 134 ibu yang mempunyai bayi umur >6-12 bulan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive samplingdengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Penelitian ini dilakukan di bulan oktober 2021. Analisa data menggunakan uji Chi Square program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase ibu yang memberikan MP-ASI sebesar 66%. Berdasarkan hasil statistik bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna terhadap pemberian MP-ASI yaitu sikap (0,004), pekerjaan (0,004), fasilitas kesehatan (0,003), dan pengaruh lingkungan (0,004) di Puskesmas Pasi Mali Kecamatan woyla Barat Tahun 2021. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara variabel (sikap, pekerjaan, fasilitas kesehatan dan pengaruh lingkungan) dengan pemberian MP-ASI di Puskesmas Pasi Mali. Adanya faktor lain yang tidak berhubungan dengan pemberian MP-ASI yaitu usia, pengetahuan, pendidikan, jarak kelahiran, pendapatan orangtua, tenaga kesehatan, dukungan keluarga, budaya makan dan pola makan. Diharapkan kepada petugas Puskesmas Pasi Mali untuk dapat memberikan penyuluhan dan pembinaan tentang pentingnya memberikan MP-ASI pada bayi sesuai dengan usianya.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Puskesmas Kuta Cot Glie Kecamatan Kuta Cot Glie Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022 Mirta Agustina; Fauzi Ali Amin; Anwar Arbi
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 1 Januari 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v2i1.988

Abstract

The 2022 report from the Kuta Cot Glie Community Health Center, Kuta Cot Glie District, Aceh Besar District, shows that 37.8% of children aged 24-59 months in their working area are stunted. The stunting rate among five-year-old infants (toddlers) in Aceh is ranked 31st out of 34 provinces in Indonesia with a percentage of 37.3 percent. This research shows that the stunting rate is still a public health problem in Aceh and can become a threat to future generations. This study aims to find out the relationship between parenting style and the incidence of stunting in children aged 24-59 months in the Kuta Cot Glie Health Center, Kuta Cot Glie District, Aceh Besar District in 2022. This research is descriptive analytic with cross sectional design. Data collection was carried out by interviewing using a questionnaire. The population in this study were all mothers with toddlers aged 24-59 months in the Kuta Cot Glie Health Center, Kuta Cot Glie District, Aceh Besar District, namely 82 respondents and the sample was determined using a non-probability sampling technique, namely the total sampling technique. Total sampling is a sampling technique in which all members of the population are sampled. This research was conducted in March 2022. The statistical test used was the Chi Square Test (?=95%). The results of the univariate study showed that children who experienced stunting (37.3%), exclusive breastfeeding (78.04%), MP-ASI (68.29%), nutrition campaigns (71.95%), holding classes for pregnant women ( 75.60%), deworming (90.24%), managing malnutrition (57.31%), and providing additional food (52.43%). The results of the bivariate statistical test showed that there was a relationship between exclusive breastfeeding (p = 0.000), MP-ASI (p = 0.000), nutrition campaigns (p = 0.000), holding classes for pregnant women (p = 0.000), deworming (p = 0.015) ), handling of malnutrition (p = 0.039) and providing additional food (p = 0.008), with the incidence of stunting in children aged 24-59 months in the Kuta Cot Glie Health Center, Kuta Cot Glie District, Aceh Besar District in 2022.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Pembuat Batu Bata Di Desa Kajhu Kecamatan Baitussalam Aceh Besar Tahun 2022 Savira Fitri; Wardiati Wardiati; Tahara Dilla Santi
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 1 Januari 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v2i1.989

Abstract

Occupational health and safety is an important part of the protection of the health of workers, especially to overcome the problem of work-related diseases. MSDs disorders are a group of disorders that affect the bones, joints, muscles and the body's connective tissues. This study aims to determine the factors associated with Musculoskeletal Disorders Health in Brick Making Workers in Kajhu Village, Baitussalam District, Aceh Besar in 2022. This research is an analytical descriptive with a cross sectional design. Data collection was carried out by interviewing using a questionnaire. The population in this study were brick making workers in Kajhu Village, Baitussalam District, Aceh Besar in 2022 with a total of 40 respondents. The sample is determined by using total sampling technique. The statistical test used is Chi Square. The results showed that there was no relationship between tenure (p = 0.431), and there was a relationship between length of work (p = 0.42), history of MSDs (p = 0.010) and gender (p = 0.048) with musculoskeletal disorders. The conclusion of this study is that the length of service is not related to MSDs complaints in brick makers. Meanwhile, length of work, history of MSDs and gender are related to complaints of health. also increase awareness of the prevention and treatment of musculoskeletal disorders.
Analisis Risiko Ergonomi Terhadap Keluhan Muskuloskeletal Disorders (MSDS) Pada Pekerja Konveksi Jaya Taylor Di Desa Sukamakmur Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue Tahun 2022 Indah Yani; Dedi Andrian; Radhiah Zakaria
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 1 Januari 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v2i1.1007

Abstract

Ergonomi adalah suatu sistem yang berorientasi kepada disiplin ilmu yang terkait, tentunya dengan mempertimbangkan berbagai faktor, antara lain: faktor fisik, kognitif, sosial, organisasi, lingkungan dan faktor-faktor yang relevan lainnya.). Hasil survey awal yang dilakukan oleh peneliti di seluruh konveksi Kecamatan Simeulue Timur, diketahui terdapat sebanyak 10 konveksi yang masih aktif beroperasi. Salah satunya konveksi Jaya Tailor salah satu industri rumahan menyediakan pelayanan jasa pembuatan pakaian, topi, jaket maupun seranggam lengkap beserta atributnya disesuaikan dengan pemintaan konsumen. Pekerjaan dimulai dari pukul 08.30-17.30 WIB dengan istirahat selama 1 jam yaitu pada pukul 12.00-13.00 WIB. Tujuan penelitian ini Ergonomi Terhadap Keluhan Muskuloskeletal Disorders (Msds) Pada Pekerja Konveksi Jaya Taylor Di Desa Sukamakmur Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeuluetahun 2022 Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik dan rancangan penelitian cross sectional. Populasi menjahit 35 terdiri dari jumlah toko sebanyak 18 toko sampel penilitian sebanyak 35 warga di Desa sukamakmur. Pengumpulan data dilakukan 7 s/d 14 Agustus 2022. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dengan derajat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang masa kerja lama 48.6% usia sebesar 65.7%, tidak ada Riwayat cidera 54.3%, kebiasaan olahraga kurang 48.6%, dan obesitas sebesar 54,3%. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan keluhan terhadap musculoskeletal dengan Riwayat cidera (p=0,038), kebiasaan olahraga (p=0,038), obesitas (p=0,150), dan masa kerja (p=0,0016).
Analisis Faktor Risiko Penyebab Kejadian Diabetes Mellitus Pada Wanita Usia Produktif (15-49 Tahun) Di Wilayah Kerja PUSKESMAS Kualabhee Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat Tahun 2022 Nurmaili Nurmaili; Farrah Fahdhienie; Wardiati Wardiati
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 1 Januari 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v2i1.1014

Abstract

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjangkiti banyak orang baik di negara maju maupun di negara yang sedang berkembang. Prevalensi diabetes di indonesia sebanyak 10,6%, sedangkan prevalensi diabetes di aceh sebanyak 1,68%. Penyakit ini tidak hanya menjangkiti lansia akan tetapi juga di alami oleh orang dengan usia produktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko penyebab terjadinya DM pada wanita usia produktif diwilayah kerja Puskesmas Kualabhee Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat Tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptik analitik dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini adalah Penderita DM dan Bukan penderita DM wanita usia produktif 15-49 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kualabhee Aceh Barat. Sampel berjumlah 108 Responden. Pengumpulan data dilakukan 2-16 Juli 2022. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dengan program SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita usia produktif yang memiliki Riwayat DM di keluarga sebesar 60,3%, aktivitas fisik sebesar 58,9%, dan obesitas sebesar 58,3%. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan riwayat keluarga dengan DM pada wanita usia produktif dengan nilai p = 0,017 (OR ,2,483), aktivitas fisik dengan nilai p = 0,017 (OR 2,469), dan obesitas dengan nilai p = 0,039 dan OR 2,176. Diharapkan kepada masyarakat agar melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara teratur minimal sebulan sekali, menghindari mengkomsumsi makanan yang manis dan makanan dengan kadar lemak tinggi, dan tetap menjaga pola hidup yang sehat.

Page 10 of 15 | Total Record : 149