cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
salimnahdi@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418 Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Cakrawala Pendas
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24427470     EISSN : 25794442     DOI : https://doi.org/10.31949/jcp
Core Subject : Education,
Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims to provide researchers with scholarly discourses, theories, research methods, and findings. Therefore, the journal accepts manuscripts related to all aspects of Elementary Education. It is also keen to help make connections among researchers. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) is intended to contribute to the field with academic research outcomes and disseminate knowledge about elementary education, including theories, quality of instruction, instructional planning, design, and technology from a disciplinary and/or interdisciplinary holistic approach, but it is not limited with these subjects. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims at: (1) Disseminating research findings, either in qualitative or quantitative inquiry; (2) Proposing new discussion directions and issues through literature reviews; (3) Emphasizing creative solutions to the existing problems and issues in the field; (4) Contributing to professional development by discussing research findings in a systematic way.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 3 (2023)" : 18 Documents clear
IMPLEMENTING ABACUS MEDIA TO ENHANCE MATHEMATICS SKILLS AND INTEREST IN FIRST GRADE ELEMENTARY STUDENTS Samsul Pahmi; Neng Juwita Albela; Najmah Hisan Kamila; Nadiya Hamidah
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i3.4847

Abstract

In an effort to improve students' learning outcomes and enhance the quality of the learning process, it is expected that teachers use enjoyable teaching methods that can increase students' interest in learning. Abacus has been extensively studied as a learning tool for mathematics, but previous researchers have paid insufficient attention to the aspect of differences in basic mathematical abilities and their impact on students' learning outcomes. Therefore, this research is focused on implementing the abacus as a media to improve the interest and mathematical abilities of first-grade elementary school students, particularly in addition and subtraction operations. Data collection was conducted through pre-tests and post-tests, with a sample of 26 students selected based on the diversity of mathematical abilities and gender. Mann-Whitney test was used for data analysis due to the small sample size and the non-normality assumption of the data. The findings indicate that the abacus learning media can significantly improve students' arithmetic abilities, especially for students with low basic arithmetic skills, while high-ability students do not show a significant impact. Furthermore, learning activities using the abacus as a media can also enhance students' independence and interest in learning mathematics, particularly in arithmetic operations. Dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa serta meningkatkan kualitas proses pembelajaran, diharapkan guru menggunakan metode pengajaran yang menyenangkan serta dapat meningkatkan minat belajar siswa. Sempoa telah banyak diteliti sebagai alat pembelajaran untuk matematika, namun peneliti terdahulu masih kurang memberikan perhatian pada aspek perbedaan tingkat kemampuan matematika dasar dan dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk mengimplementasikan media sempoa terhadap peningkatan minat dan kemampuan matematika siswa sekolah dasar tingkat pertama, khususnya pada operasi penjumlahan dan pengurangan. Pengumpulan data dilakukan melalui pre test dan post test, dengan sampel sebanyak 26 siswa yang dipilih berdasarkan keragaman kemampuan matematika dan jenis kelamin. Uji Mann Whitney digunakan untuk analisis data karena ampel termasuk sampel kecil serta tidak memenuhi uji prasyarat normalitas data. Hasil temuan menunjukkan bahwa media pembelajaran sempoa dapat meningkatkan kemampuan berhitung siswa secara signifikan, terutama bagi siswa dengan kemampuan berhitung dasar rendah, sedangkan siswa berkemampuan tinggi tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Selain itu, kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media sempoa juga dapat meningkatkan kemandirian dan minat siswa dalam belajar matematika khususnya pada operasi hitung.
IMPROVING NARRATIVE TEXT WRITING SKILLS USING PROJECT-BASED LEARNING TECHNIQUES IN ELEMENTARY SCHOOL Markus Harefa; Nidya Chandra Muji Utami; Fahrurrozi
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i3.4919

Abstract

Writing narrative text is one of the important aspects of language education that involves students' ability to organize their ideas into a coherent and meaningful narrative. However, many students face difficulties in writing narrative texts due to lack of practical experience and lack of imaginative stimulation. In this regard, the Project Based Learning (PjBL) technique has proven to be an effective teaching approach in developing students' writing skills and imaginative abilities. PjBL engages students in real projects or tasks that require problem solving, research and collaboration. In the context of writing narrative texts, PjBL allows students to develop their writing skills through projects that encourage imagination, creativity, and collaboration. This study aims to see how the Project Based Learning (PjBL) technique can improve narrative text writing skills while developing imaginative ideas and self-confidence of fifth-grade students of SDN Semplak 2 Bogor. This study used classroom action research with 2 cycles following the Kemmis and Taggart model. Each cycle includes 4 stages: planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study involved 17 fifth-grade students. Data were obtained using tests and words. The findings of this study indicate that the Project Based Learning (PjBL) technique can help improve narrative text writing skills. The results showed an increase in Project Based Learning (PjBL) writing skills in fifth-grade students. Menulis teks naratif adalah salah satu aspek penting dalam pendidikan bahasa yang melibatkan kemampuan siswa untuk mengorganisir ide-ide mereka menjadi sebuah narasi yang koheren dan bermakna. Namun, banyak siswa menghadapi kesulitan dalam menulis teks naratif karena kurangnya pengalaman praktis dan kurangnya rangsangan imajinatif. Dalam hal ini, teknik Project Based Learning (PjBL) telah terbukti menjadi pendekatan pengajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan menulis dan kemampuan imajinatif siswa. PjBL melibatkan siswa dalam proyek atau tugas nyata yang membutuhkan pemecahan masalah, penelitian, dan kolaborasi. Dalam konteks menulis teks naratif, PjBL memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan menulis mereka melalui proyek yang mendorong imajinasi, kreativitas, dan kolaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana teknik Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan keterampilan menulis teks naratif sekaligus mengembangkan ide imajinatif dan kepercayaan diri siswa kelas V SDN Semplak 2 Bogor. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus yang mengikuti model Kemmis dan Taggart. Setiap siklus meliputi 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini melibatkan 17 siswa kelas V. Data diperoleh dengan menggunakan tes dan kata-kata. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa teknik Project Based Learning (PjBL) dapat membantu meningkatkan keterampilan menulis teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis teks naratif melalui Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas V SD.
IMPLEMENTATION OF THE RADEC LEARNING MODEL TO IMPROVE HIGH LEVEL THINKING SKILLS IN IPAS COURSES Indani Damayanti; Muhammad Iqbal Al Ghozali; Islahuddin Islahuddin
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i3.4967

Abstract

This research is motivated by the need for a learning model that is able to facilitate students in developing higher-order thinking skills. So the purpose of this study was to describe the RADEC learning model as an alternative learning model that is considered to be able to improve the development of higher order thinking skills of elementary school students in science subjects. This research method used the Single Subject Research method involving 4 fifth grade elementary school students as research subjects. One solution to help develop higher-order thinking skills in this study is to use the RADEC (Read-Answer-Discuss-Explain and Create) learning model. This is evidenced by the very low proportion of overlap in the subject, which is 0% which indicates that the RADEC learning model has a positive effect on students' higher order thinking skills. This increase is assisted by learning syntax which can develop higher order thinking skills. Conclusion So this research is a RADEC learning model capable of helping to improve students' higher order thinking skills. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan model pembelajaran yang mampu memfasilitasi siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model pembelajaran RADEC sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang dinilai dapat meningkatkan pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa sekolah dasar pada mata pelajaran IPA. Metode penelitian ini menggunakan metode Single Subject Research yang melibatkan 4 siswa kelas V SD sebagai subjek penelitian. Salah satu solusi untuk membantu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada penelitian ini adalah dengan menggunakan model pembelajaran RADEC (Read-Answer-Discuss-Explain and Create). Hal ini dibuktikan dengan proporsi overlap pada subjek yang sangat rendah, yaitu 0% yang mengindikasikan bahwa model pembelajaran RADEC berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Peningkatan ini dibantu oleh sintaks pembelajaran yang dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran RADEC mampu membantu meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa.
DEVELOPMENT OF DIGITAL LITERACY GAME MEDIA FOR GRADE IV ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Ana Khalimatul Muna; Murbangun Nuswowati; Deby Luriawati Naryatmojo
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i3.5023

Abstract

Low interest in reading affects the quality of education so that tools in the form of learning media are needed to increase students' reading interest which is relatively low due to the impact of the rise of online entertainment and games. The purpose of this research is to develop digital game media in increasing the reading interest of grade 4 elementary school students. From these problems, researchers developed a digital literacy game media in the form of developing a word guessing game application equipped with energy-saving themed reading materials to increase students' reading interest. The development of this game media not only focuses on students' reading interests but also insight into energy-saving knowledge around. This research uses the type of Research and Development (R&D) research according to Borg and Gall. Data analysis techniques carried out include preliminary studies, product development, validity tests and conclusions. From the results of the material expert validity test, it showed a score of 88% in the very high category and the validation results by media experts obtained a score of 85.6% in the very high category. So that the results show that digital literacy game media is qualified and suitable for use. Rendahnya minat baca mempengaruhi mutu pendidikan sehingga diperlukan alat bantu berupa media pembelajaran untuk meningkatkan minat baca siswa yang tergolong rendah akibat dampak dari maraknya jenis hiburan dan game online. Tujuan dilakukan penelitian ini yakni untuk mengembangkan media permainan digital dalam meningkatkan minat baca siswa kelas 4 Sekolah dasar. Dari permasalahan tersebut peneliti mengembangkan sebuah media permainan literasi digital berupa pengembangan aplikasi permainan tebak kata yang dilengkapi bahan bacaan bertema hemat energi untuk meningkatkan minat baca siswa. Pengembangan media permainan ini bukan hanya fokus pada minat baca siswa tetapi juga wawasan terhadap pengetahuan hemat energi disekitar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) menurut Borg and Gall. Teknik analisis data yang dilakukan meliputi studi pendahuluan, pengembangan produk, uji validitas dan penarikan kesimpulan. Dari hasil uji validitas ahli materi menunjukan skor 88% dalam kategori sangat tinggi dan hasil validasi oleh ahli media diperoleh skor 85,6% dalam kategori sangat tinggi. Sehingga dari hasil tersebut menunjukan bahwa media permainan literasi digital memenuhi syarat dan layak untuk digunakan.
GAME POWER POINT BASED SETELA MEDIA DEVELOPMENT FOR FOURTH-GRADE ELEMENTARY SCHOOL TO MASTER CIVICS MATERIALS Novita Cindy Nuriyanto; Arief Cahyo Utomo
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i3.5024

Abstract

The lack of students’ understanding of the basis of the state, namely Pancasila, is the main point of this research. Add more with the teacher’s limitations in utilizing learning media that makes students get bored easily. The research objective was to produce SETELA Power Point-based learning and test the feasibility of media when applied to Civics learning in Pancasila material theme 5 of fourth-grade. This study uses the Research and Development (R&D) method with ADDIE model which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The sample used 16 students of fourth-grade MIM Karanglo. A questionnaire data collection technique was employed for the descriptive qualitative data analysis, and validators included media and subject matter experts, classroom teachers, and fourth-grade children. With a proportion of 81.9% and 95.3%, validation by media experts and material experts very valid criteria. When the media used in schools, it results in class instructors and 16 fourth-grade students’ approval with extremely good criteria with a percentage of 88.6% and 95.3%. The whole validation yields an average percentage of 89.4% with very good criteria. It can be said that SETELA learning materials are suitable for teaching civics in fourth-grade primary school Pancasila theme content. Because it contains brief, understandable content and offers engaging games even with basic media, particularly Power Point, the implications of this media in the future can be a teacher’s tool in using interactive instructional media to deepen Pancasila material for fourth-grade elementary school students. Kurangnya pemahaman siswa akan dasar negara yakni pancasila menjadi poin utama penelitian ini. Ditambah dengan keterbatasan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran menjadikan siswa lebih cepat bosan. Tujuan penelitian adalah menghasilkan media pembelajaran SETELA berbasis Power Point dan menguji kelayakan media saat diterapkan pada pembelajaran PPKn dalam materi pancasila tema 5 kelas 4 SD. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Sampel yang digunakan adalah 16 siswa kelas 4 MIM Karanglo. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data angket atau kuisioner yang terdiri dari instrumen pengumpulan validasi yang berasal dari validator (ahli media dan ahli materi), guru kelas, dan siswa kelas 4. Validasi dari ahli media dan ahli materi menunjukkan kriteria sangat valid dengan presentase 81,9% dan 95.3%. Saat media diterapkan di sekolah dihasilkan validasi dari guru kelas dan 16 siswa kelas 4  dengan kriteria sangat baik yakni dengan presentase 88,6% dan 91.7%. Adapun hasil rata-rata validasi keseluruhan menghasilkan presentase 89,4% dengan kriteria sangat valid. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran SETELA layak digunakan dalam pembelajaran PPKn kelas 4 SD tema 5 materi pancasila. Implikasi media ini kedepannya dapat menjadi alat bantu guru dalam pemanfaatan media pembelajaran interaktif untuk pendalaman materi pancasila siswa kelas 4 SD karena dilengkapi dengan materi yang ringkas dan jelas serta dengan penyajian permainan yang menarik walaupun dengan media sederhana khususnya power point.
EFFECTIVENESS OF DIFFERENTIATED LEARNING STRATEGIES IN IMPROVING THE WRITING SKILLS POETRY OF STUDENTS IN ELEMENTARY SCHOOL Indri Pudjiati; Nidya Chandra Muji Utami; Fahrurrozi
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i3.5062

Abstract

Indonesian language learning in poetry writing skills for students needs to be explored properly and correctly because this skill does not come by itself, regular and programmed practice is needed, so that the writing process becomes more directed and students are able to find ideas or ideas for writing poetry. One of the learning strategies that can be used in writing poetry for elementary school students is a differentiated learning strategy. This study aims to determine the effectiveness of differentiated learning strategies in improving students' poetry writing skills in elementary schools. The method used in this research is quasi-experiment, with a one-group pretest-posttest design or before-after design. The data collection technique used was formative assessment for the learning process (assessment for learning) in the form of observation notes. The observation instrument used was a rubric for the performance of poetry writing skills. The population in this study were students of grades VA and VB of SDN Sangkali, Citeureup District, Bogor Regency. The research sample used a random purpose technique which amounted to 30 students consisting of 15 male students and 15 female students. The results of this study can be concluded that there is the effectiveness of differentiated learning strategies in improving students' poetry writing skills in elementary schools. The implication of this research is that it can be used as reference and evaluation material in the application of differentiated learning strategies in other language skills besides writing such as reading, speaking, and listening in the future. Pembelajaran Bahasa Indonesia pada keterampilan menulis puisi bagi siswa perlu digali dengan baik dan benar, karena keterampilan ini tidak datang dengan sendirinya, diperlukan latihan yang teratur dan terprogram, sehingga proses kepenulisan menjadi lebih terarah dan siswa mampu menemukan ide atau gagasan menulis puisinya. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan dalam menulis puisi bagi siswa sekolah dasar adalah strategi pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas strategi pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen, dengan desain one-group pretest-posttest design atau before-after design. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni asesmen formatif untuk proses pembelajaran (assessment for learning) berupa catatan observasi. Instrumen observasi yang digunakan yaitu rubrik unjuk kerja keterampilan menulis puisi. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa kelas VA dan VB SDN Sangkali Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor. Sampel penelitian menggunakan teknik acak bertujuan yaitu berjumlah 30 orang siswa terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan terdapat keefektifan strategi pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa di sekolah dasar. Implikasi dalam penelitian ini yaitu bisa dijadikan bahan referensi dan evaluasi dalam penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi pada keterampilan berbahasa lain selain menulis seperti membaca, berbicara dan menyimak kedepannya.
THE INFLUENCE OF PROJECT BASED LEARNING MODEL ON THE DANCE MOVEMENT CREATIVITY OF MANUK DADALI Hana Pertiwi; Arsan Shanie
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i3.5072

Abstract

This research was motivated by the lack of student creativity in dance lesson. The purpose of this study was to obtain the information related to the influence of Project Based Learning model on students' creativity in the field of dance lesson, namely Manuk Dadali traditional dance. This study was conducted at MI NU 56 Krajankulon, Kendal Regency, Central Java. The study design used Pre-experimental design of one group pre-test post-test of the PBL design. Performance and Documentation Test technique was used to collect the data evidences. Then, it continued with the analysis in the form of the normality test and the final analysis using the t-test (paired sample t-test). The results revealed that the average test before the PBL value is 56,34 and the average test after the PBL value is 65,46. These results were supported through the t-test results with a significance level of 0,05 and p = 0,000 < 0,05. Thus, it can be concluded that there is an influence of the Project Based Learning model to the creativity of students’ traditional dance lessons. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan minimnya daya cipta siswa pada tarian masuk materi kapabilitas tari. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan model project based learning pada daya cipta siswa masuk bidang tarian daerah berupa manuk dadali. Jenis penelitian yaitu quasy eksperimen dengan desain peneltian yang digunakan dengan one group tes sebelum dilakukannya PBL-tes setelah dilakukannya PBL design. Sumber penelitian dengan data primer dan data sekunder. Teknik analisis data dengan t-test (paired sample t-test). Hasil penelitian didapatkan rerata skor tes sebelum dilakukannya PBL 56,34 dan rerata skor tes setelah dilakukannya PBL 65,46. Kesimpulan penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh model project based learning terhadap daya cipta tari siswa.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: HOW TEACHERS CULTIVATE CRITICAL THINKING CHARACTER DURING A PANDEMIC Riza Nur Wahyudi; Muhamad Taufik Hidayat
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i3.5092

Abstract

Teachers still need help teaching students critical thinking skills. Several factors cause difficulties in instilling essential thinking skills, including the selection of models and methods and the need for more internet connection stability. The purpose of this study was to reveal (1) What are the learning methods for instilling critical thinking in Indonesian Elementary School during pandemic? (2) What critical thinking indicators are developed in the learning? (3) What are the results of the methods used in instilling critical thinking? The review method used in this paper was a systematic literature review. The search for articles on Google scholar used the help of the Publish or Perish application. The selection and screening stages were carried out by analyzing the article's title, keywords, abstract, background of the problem, author's question, and results and discussion. The results of this study showed that (1) Teachers used varied learning methods during the pandemic, such as e-learning, online classes, and blended learning. (2) The critical thinking indicators developed are formulating problems, analyzing, concluding, evaluating, building basic skills, providing a further explanation, and managing strategies. (3) The learning methods used during the pandemic can instill students' critical thinking characteristics based on several indicators. However, several learning methods still need help instilling critical thinking skills. In conclusion, in training critical thinking skills, several methods can instill students' necessary thinking skills, and some ways cannot instill students' critical thinking skills. Guru masih kesulitan dalam mengajarkan keterampilan berpikir kritis dari siswa.Beberapa faktor yang menyebabkan kesulitan dalam menanamkan kemampuan berpikir kritis diantaranya yaitu pemilihan model, metode, dan kurang stabilnya koneksi internet yang digunakan. Tujuan kajian ini adalah untuk mengungkap 1. Bagaimana metode pembelajaran untuk penanaman karakter berpikir kritis di Indonesia selama masa pandemi 2.  Indikator berpikir kritis apa yang dikembangkan dalam model pembelajaran 3. Apa hasil dari metode yang digunakan dalam menanamkan kemampuan berpikir kritis. Metode tinjauan yang digunakan dalam kajian ini adalah a systematic literature review. Pencarian artikel pada Google scholar menggunakan bantuan aplikasi Publish or perish, karena dengan menggunakan bantuan aplikasi tersebut akan memudahkan dalam mencari artikel. Tahapan seleksi dan penyaringan dilakukan dengan menganalisis judul artikel, kata kunci, abstrak, latar belakang masalah, pertanyaan penulis, serta hasil dan pembahasan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa (1) Guru menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi selama pandemi seperti, e-learning, online class, dan blended learning. (2) indikator berpikir kritis yang dikembangkan adalah merumuskan masalah, menganalisis, menyimpulkan mengevaluasi, membangun keterampilan dasar, memberikan penjelasan lanjut, dan mengatur strategi. (3) Metode pembelajaran yang digunakan selama masa pandemi ada yang dapat menanamkan karakter berpikir kritis siswa berdasarkan beberapa indikator berpikir kritis yang digunakan namun ada beberapa metode pembelajaran yang masih kesulitan untuk menanamkan kemampuan berpikir kritis. Kesimpulannya, dalam melatih kemampuan berpikir kritis ada beberapa metode yang dapat menanamkan kemampuan berpikir kritis siswa dan ada juga metode yang tidak dapat menanamkan karakter kritis siswa.
NEEDS ANALYSIS OF EARLY-STAGE READING MATERIALS DEVELOPMENT FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Aprianti Derlis; Nidya Chandra Muji Utami; Fahrurrozi Fahrurrozi
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i3.5101

Abstract

Early-stage reading competence is an important aspect that primary school students must have to follow other learning at an advanced level. Teaching materials have an essential role in this early reading learning. This research aims to see the need for developing teaching materials, especially in early-stage reading, to complement the Indonesian teaching materials already used in the research school. The teaching materials for early-stage reading are summarized in the Indonesian teaching materials so that causing the content of the early-stage lesson is less intensive to support learning. This research used interviews, document reviews, and needs analysis questionnaires. Respondents and resource persons in this study were the principal, grade 1 and grade 2 teachers of SDN Cigoong 3 Serang City. The results showed that the Indonesian Language Learning Outcomes (CP) in the reading element in Phase A requires students to master the competency of early-stage reading, so teaching materials are needed with the type of printed publication, using the SAS (Structural Analytic Synthetic) starting reading method. Keywords: Early-stage Reading, Teaching Material, Need Analysis
THE EFFECT OF CIRC MODEL ON STUDENT LEARNING OUTCOMES FOR ELEMENTARY SCHOOL Reinita; Mifthahul Jannah
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i3.5115

Abstract

This research is motivated by learning that has not used innovative learning models so that students are less active in learning, not maximal cooperation between students in understanding learning materials. This resulted in student learning outcomes in integrated thematic learning still being low. The research’s goal is to see how the Cooperative Integrated Reading and Composition type cooperative model affects student learning results in class V Cluster I, IV Jurai District. The Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model approach combines reading and writing assignments. Cooperative learning is a sort of group instruction that allows students more control over their learning and teams, fostering an interdependence that promotes friendly social interaction and supports learning. Each activity in group interaction is carried out using a set of procedures, which include teacher presentations, group practice, individual practice, peer review, additional practice, and testing. Employed a non-equivalent control group design as a quasi-experimental design. Sampling was carried out by purposive sampling technique. Class VA has designated the experimental class, whereas class VB was designated the control class. The t-test revealed that tcount is 2,399 and ttable at the 95 percent confidence level, with a significant level (α) of 0.05, is 2.045. Because tcount >  ttable (2,399 > 2,045), we can assume that H1 is acceptable. Based on the research results, by testing the hypothesis using the t test, H1 is accepted. It can be concluded that employing the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model approach has a substantial impact and significant effect on student learning outcomes in Elementary School. Penelitian ini dilatarbelakangi pembelajaran yang belum menggunakan model pembelajaran inovatif sehingga peserta didik kurang aktif dalam pembelajaran, belum maksimalnya kerja sama antar peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Hal ini mengakibatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran tematik terpadu masih rendah. Tujuan penelitian adalah untuk melihat bagaimana pengaruh model kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading and Composition terhadap hasil belajar siswa kelas V Gugus I IV Kecamatan Jurai. Pendekatan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) memadukan tugas membaca dan menulis. Pembelajaran kooperatif adalah semacam instruksi kelompok yang memungkinkan siswa lebih mengontrol pembelajaran dan tim mereka, menumbuhkan saling ketergantungan yang mempromosikan interaksi sosial yang ramah dan mendukung pembelajaran. Setiap kegiatan dalam interaksi kelompok dilakukan dengan menggunakan seperangkat prosedur, yang meliputi presentasi guru, praktik kelompok, praktik individu, peer review, praktik tambahan, dan tes. Mempekerjakan desain kelompok kontrol yang tidak setara sebagai desain kuasi-eksperimental. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Kelas VA ditetapkan sebagai kelas eksperimen, sedangkan kelas VB ditetapkan sebagai kelas kontrol. Hasil uji t diketahui thitung sebesar 2,399 dan ttabel pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan taraf signifikan (α) 0,05 sebesar 2,045. Karena t hitung > ttabel (2,399 > 2,045), maka dapat diasumsikan bahwa H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) memiliki pengaruh yang cukup besar dan signifikan terhadap hasil belajar siswa di Sekolah Dasar.  

Page 1 of 2 | Total Record : 18