cover
Contact Name
Agustinus Konda Malik
Contact Email
aguskondamalik@staf.undana.ac.id
Phone
+6281237987345
Journal Mail Official
jurnalpeternakan@undana.ac.id
Editorial Address
Jl. Adisucipto Penfui, Kupang Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Peternakan Lahan Kering
ISSN : -     EISSN : 27147878     DOI : -
Jurnal Peternakan Lahan Kering (JPLK) menerbitkan artikel hasil penelitian yang meliputi Produksi ternak, Pakan dan nutrisi ternak, Reproduksi dan pemuliaan ternak, Teknologi hasil ternak, Sosial ekonomi peternakan, dan Kesehatan ternak
Articles 201 Documents
Suplementasi Tepung Daun Asam Terhadap Konsumsi , Kecernaan Kalsium Fosfor Ternak Babi Landrace Fase Grower: Supplementation of Tamarind Leaf Flour on Consumption, Digestibility of Calcium Phosphorus in Landrace Pig Grower Phase Seprianus Punuf; Ni Nengah Suryani; Sabarta Sembiring
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 4 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57089/jplk.v4i2.1049

Abstract

Tujuan dari penelitian ini  untuk mengetahui konsumsi dan kecernaan kalsium dan fosfor  yang diberi  suplementasi tepung daun asam (Tamarindus indica L.) dalam ransum. Ternak yang dipakai dalam penelitian ini sebanyak  12 ekor ternak babi jantan kastrasi peranakan landrace fase grower dengan umur 2-4 bulan dan berat badan awal ternak 35,5-64 kg dan rata-rata (KV= 23,65%). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan.  Perlakuan yang dicobakan adalah R0: ransum basal tanpa tepung daun asam (kontrol),  R1: ransum basal + tepung daun asam 2,5%  R2: ransum basal + tepung daun asam 5%,  R3: ransum basal + tepung daun asam 7,5%.  Variabel yang diteliti yaitu konsumsi dan kecernaan kalsium dan fosfor. Hasil analisis anova menyatakan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan kalsium dan fosfor. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah suplementasi tepung daun asam sebanyak 2,5%; 5%; dan 7,5% dalam ransum basal tidak berpengaruh nyata terhadap  konsumsi, kecernaan, kalsium dan fosfor. Kata kunci: Babi, Daun asam, Fosfor , Kalsium, Kecernaan ABSTRACT The purpose of this study was to determine the consumption and digestibility of calcium and phosphorus supplemented with tamarind leaf flour (Tamarindus indica L.) in the diet. The livestock used in this study were 12 castration landrace crossbreed pigs in the grower phase with an age of 2-4 months and an initial body weight of 35.5-64 kg and an average (KV = 23.65%). This study used a Randomized Block Design (RAK) with 4 treatments and 3 replications. The treatments tested were R0: basal ration without tamarind leaf meal (control), R1: basal ration + tamarind leaf meal 2.5% R2: basal ration + 5% tamarind meal, R3: basal ration + 7.5 tamarind meal %. The variables studied were the consumption and digestibility of calcium and phosphorus. The results of the ANOVA analysis stated that the treatment had no significant effect (P>0.05) on the consumption and digestibility of calcium and phosphorus. The conclusion of this research is the supplementation of tamarind leaf flour as much as 2.5%; 5%; and 7.5% in basal ration had no significant effect on consumption, digestibility, calcium and phosphorus.  
Pemberian Pakan Komplite Berbasis Silase Batang Pisang dengan Level yang Berbeda Terhadap Kinerja Produksi Sapi Bali Penggemukan: Complete Feeding Based on Banana Stem Silage with Different Levels on Production Performance of Fattening Bali Cattle Ruben Ndara Kaka; Johny Nada Kihe; M. S Abdullah
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 4 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57089/jplk.v4i2.1050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja produksi sapi bali pengemukan yang diberi pakan komplit berbasis silase batang pisang dengan level berbeda. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor sapi bali jantan penggemukan dengan kisaran berat badan 80,5-97 kg dengan rataan 89,4 kg KV = 10,07 %. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan.  Perlakuannya di dalam penelitian ini yaitu R0: silase batang pisang 80% + konsentrat 20%, R1: silase batang pisang 70% + konsentrat 30%, R2: silase batang pisang 60% + konsentrat 40% dan R3: silase batang pisang 50% + konsentrat 50%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan berat badan harian sapi bali penggemukan dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai konversi ransum dan efisiensi ransum. Kesimpuan pemberian pakan komplit berbasis silase batang pisang 50% dan konsentrat 50% menghasilkan pertambahan bobot badan harian sebesar 0,47 kg/e/h. Kata kunci: kinerja produksi, pakan komplit, silase batang pisang, sapi Bali   This study aims to determine the production performance of fattening bali cattle fed complete feed based on banana stem silage with different levels. The livestock used in this study were 12 fattening male bali cattle with a body weight range of 80.5-97 kg with an average of 89.4 kg KV = 10.07%. The research method used is an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments in this study were R0: banana stem silage 80% + concentrate 20%, R1: banana stem silage 70% + concentrate 30%, R2: banana stem silage 60% + concentrate 40% and R3: banana stem silage 50% + 50% concentrate. The results of statistical analysis showed that the treatment had a significant (P<0.05) effect on daily weight gain of fattening bali cattle and an insignificant (P>0.05) effect on the ration conversion value and ration efficiency. The conclusion of giving complete feed based on 50% banana stem silage and 50% concentrate resulted in daily body weight gain of 0.47 kg/e/h.  
Pengaruh Penambahan Ramuan Herbal dalam Air Minum terhadap Performa Ayam Broiler: Effect of Edition Herbal in Drinking Woter on the Performance of Broiler Chicken Oni F. F. E. Haba Gea; Agustinus Konda Malik; Ni Putu F. Suryatni
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 4 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57089/jplk.v4i2.1080

Abstract

This research was conducted to examine the effect of addition herbal in drinking water on the performance on broiler chicken. This research used Completely Randomized Design (CRD) with for treatments, the treatment tested were: drinking water without a mixture of ingredients herbs (R0/control), herbal ingredients 5 ml/liters of drinking water (R1), herbal ingredients 10 ml/liters of drinking water (R2) and herbal ingredients 15 ml/liters of drinking water (R3). Each treatment was repeated six so that experimental unit consisted of 4 chicken so that obtained 96 broiler chicken. This research variable studied were feed consumption, drinking water consumption, body weight gain and feed conversion. The research data were analysis whit used the analysis of variance (ANOVA) method and further tested with multiple follow up test Duncan’s research result show that the administration of herbal ingredients in livestock drinking water broiler chicken had not significant effect (P>0,05) on the performance of broilers chicken. It was conclude that the used of the herbal ingredients through drinking water at a dose of 5 to 15 ml/liters has a relatively uniform effect on the performance broiler chicken Riset ini dilaksanakan untuk menelaah tentang pengaruh pemberian ramuan herbal dalam air minum terhadap performa ayam broiler. Rancangan acak lengkap (RAL) merupakan metode yang digunakan dalam riset ini serta perlakuan yang digunakan terbagi atas empat perlakuan, yaitu tiada campuran ramuan herbal dalam air minum (R0), ramuan herbal 5 ml/lt air minum (R1), ramuan herbal 10 ml/lt air minum (R2) dan ramuan herbal 15 ml/lt air minum (R3).Setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan; setiap unit percobaan terdiri dari 4 ekor ayam sehingga diperoleh 96 ekor ayam broiler. Variabel penelitian yang diteliti adalah pakan yang dikonsumsi, konsumsi air minum, konversi pakan dan pertambahan bobot badan. Data hasil penelitian di analisis dengan menggunakan metode analisis of variance (ANOVA) dan diuji lanjut dengan uji lanjut berganda Duncan. Hasil analisis penelitian menampakkan bahwa tidak adanya pengaruh yang nyata (P>0,05) dari perlakuan pemberian ramuan herbal dalam air minum terhadap performa ayam broiler. Disimpulkan bahwa pemakaian ramuan herbal melalui air minum dengan dosis pemberian 5 sampai 15 ml/lt air minum memperlihatkan pengaruh yang relatif seragam terhadap performa ayam broiler
Pengaruh Tepung Limbah Rumput Laut Merah (Eucheuma cottonii) Terfermentasi Terhadap Konsumsi Protein dan Energi Ternak Babi Landrace Fase Starter: Effect of Use of Fermented Red Seaweed Waste Flour (Eucheuma cottonii) on Protein and Energy Stability in Landrace Pig Livestock at Starter Phase Gemima Akulas; Sabarta Sembiring; Tagu Dodu; Ni Nengah Suryani
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 4 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57089/jplk.v4i2.1084

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menguji dampak pemakaian tepung limbah rumput laut merah (Eucheuma cottonii) terfermentasi terhadap  konsumsi dan  kecernaan protein pada ternak babi  Landrace  fase starter.  Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi Landrace   berumur 1-2 bulan dengan berat badan awal 6,5 kg - 26 kg, rata-rata 20,11 kg dan koefisien variasi 41,56%.  Penelitaian ini  menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari empat perlakuan dengan 3 ulangan.  Perlakuan yang diuji adalah R0 : 100% pakan dasar tanpa tepung limbah rumput laut terfermentasi, R1 : pakan dasar + 5% tepung limbah rumput laut terfermentasi (TRLLF), R2 : pakan dasar + 10% tepung limbah rumput laut terfermentasi (TRLLF), R3 : ransum basal + 15%  tepung limbah rumput laut (TRLLF). Variabel yang diteliti adalah konsumsi dan kecernaan protein dan energi.   Hasil penelitian    menunjukkan bahwa penggunaan rumput laut merah dalam  ransum basal  berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi protein, energi dan kecernaan energi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penggunaan tepung limbah rumput laut merah (eucheuma cottonii) dari taraf 5-15% berpengaruh tidak nyata terhadap konsumsi protein dan kecernaan energi namun mempunyai pengaruh yang cukup besar pada taraf 10% dalam meningkatkan kecernaan protein pada ternak babi landrace fase starter. Kata kunci: Babi, limbah rumput laut, protein, energi, konsumsi, kecernaan   The aim of the study was to examine the impact of using fermented red seaweed (Eucheuma cottonii) waste flour on consumption and protein digestibility in starter phase landrace pigs. The material used was 12 pigs aged 1-2 months with an initial body weight of 6.5 kg-26 kg, an average of 20.11 kg and a coefficient of variation of 41.56%. This study used a randomized block design (RAK) which consisted of four treatments with 3 replications. The treatments tested were R0: 100% basic feed without fermented seaweed meal, R1: basic feed + 5% remaining fermented seaweed meal (TRLLF), R2: basic feed + 10% fermented seaweed waste meal (TRLLF), R3: basal ration + 15% fermented seaweed waste flour (TRLLF). The variables studied were protein and energy intake and digestibility. The results of analysis of variance (ANOVA) showed that the use of red seaweed flour in the basal ration had a significant (P<0.05) effect on protein digestibility at 10% use. The conclusion of this study that the use of red seaweed waste flour (eucheuma cottonii) from a level of 5-15% had no significant effect on protein consumption and energy digestibility but had a significant effect at a level of 10% it would increase protein digestibility in landrace pigs in the starter phase phase. .  
Protein Kasar, Serat Kasar dan Kalsium (Ca) Hijauan Padang Penggembalaan Alam di Desa Praipaha Kecamatan Ngaha Ori Angu Kabupaten Sumba Timur: The Content of Crude Protein,Crude Fiber and Calcium (Ca) Forage Native Grassland In Praipaha Village Ngaha Ori Angu District East Sumba Regency Maria Angelina Funan; Herayanti Panca Nastiti; Stefanus Tany Temu
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 4 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57089/jplk.v4i2.1089

Abstract

Telah dilaksanakan suatu penelitian pada padang rumput alam yang berlokasi di Desa Praipaha, Kecamatan Ngaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur yang bertujuan untuk mengetahui kandungan PK, SK dan Kalsium hijauan yang terdapat pada padang rumput alam tersebut. Metode yang di pakai pada penelitian merupakan metode survei, pengukuran dan pengamatan. Pengambilan sampel hijauan dilakukan menggunakan bingkai kuadrant 1m x1m, kemudian sampel hijauan dibawa ke Laboratorium untuk dianalisis. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis untuk memperoleh rataaan Kandungan PK, SK dan kalsium hijauan lapangan rumput pada Desa Praipaha. Hasil Penelitian diperoleh rataan PK 6,35%; SK 33,65% dan kalsium 1,29%. Maka disimpulkan bahwa kandungan nutrisi hijauan padang penggembalaan alam di Desa Praipaha tergolong cukup baik. Kata Kunci: kalsium , padang rumput  alam, protein kasar, serat kasar   A study has been carried out on natural grasslands located in Praipaha Village, Ngaha Ori Angu District, East Sumba Regency which aims to determine the content of PK, SK and forage Calcium contained in the natural grasslands. The method used in this research is a survey, measurement and observation method. Forage samples were taken using a 1m x1m quadrant frame, then the forage samples were taken to the laboratory for analysis. The data obtained were tabulated and analyzed to obtain the average content of PK, SK and calcium forage grass fields in Praipaha Village. The results of the study obtained an average PK of 6.35%; SK 33.65% and calcium 1.29%. So it was concluded that the nutritional content of natural pasture forage in Praipaha Village was quite good.  
Kaji Banding Keuntungan Pedagang Ayam Broiler Dengan Dua Bentuk Penjualan yang Berbeda di Kota Kupang: Comparative Study of Profits of Broiler Chicken Trader With Two Different Forms of Sales in Kupang City Yunita L. Jo; Johanes G. Sogen; Matheos F. Lalus; Ulrikus R. Lole
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 4 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57089/jplk.v4i2.1094

Abstract

Bentuk penjualan ternak ayam broiler yang berbeda yakni menjual ayam hidup dan menjual karkas ayam di pasar tradisional Kota Kupang akan berpengaruh terhadap tingkat keuntungan yang diperoleh tiap pedagang ayam broiler. Suatu penelitian dilakukan pada pedagang ayam broiler dengan tujuan mengetahui besarnya keuntungan pada masing-masing bentuk penjualan dan mengetahui bentuk penjualan yang memberikan keuntungan yang lebih besar. Pengambilan contoh pada pedagang ayam hidup dan pedagang karkas dilakukan secara acak proporsional. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan dilanjutkan dengan uji perbandingan dua rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan pedagang yang menjual ayam hidup adalah Rp7.864/ekor sedangkan pendapatan pedagang yang menjual karkas adalah Rp11.093/ekor dan ternyata ada perbedaan yang sangat nyata dari dua bentuk penjualan ternak ayam broiler tersebut. Pedagang karkas memperoleh pendapatan per ekor yang lebih besar dibanding dengan pendapatan pedagang ayam hidup. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa usaha ternak ayam broiler pada penjualan karkas lebih menguntungkan jika dibanding dengan penjualan ayam hidup.   Different forms of broiler chicken sales in traditional market of Kupang City will affect the level of profit obtained by each trader. A study was conducted on broiler chickens traders with the aim of knowing the profits rate from each form of sales and knowing the form of sales that provide greater profits find out which forms of sales provide greater profits. Sampling of live chicken traders and carcass traders was carried out proportionally randomly. The data analysis method used is income analysis followed by a comparison test of two averages. The results showed that the average income of traders who sold live chickens was IDR7,864/head while the income of traders who sold carcass was IDR11,093/head and it turned out that there was a very significant difference between two forms of selling broiler chickens. Carcass traders earn a higher income per head than live chicken traders.. Thus, it can be concluded that the broiler business in carcass sales is more profitable than the sale of live chickens.  
Pengaruh Penggunaan Tepung Daun Kersen (Muntingia calabura L) Sebagai Subtitusi Jagung di dalam Konsentrat Terhadap Profil Darah Kambing Lokal: The Effect of The Use of Kersen (Muntingia calabura L) Flour As A Corn Substitution In Concentrates On The Blood Profile of Local Goats Yohanes Leu; Erna Hartati; Gusti Ayu Yudiwati Lestari
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 4 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57089/jplk.v4i2.1104

Abstract

Suatu eksperimen dilakukan untuk mengetahui efek penggunaan daun kersen sebagai subtitusi jagung di dalam konsentrat terhadap kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, packed cell volume (PCV) dan total protein plasma ternak kambing kacang. Eksperimen telah dilakukan di Balai Penelitian Lapangan Peternakan Undana, Nusa Tenggara Timur. Materi yang digunakan adalah kambing lokal betina, umur 10-12 bulan dan berat badan rata-rata 10,17 kg. Penelitian ini metode percobaan dengan desain rancangan bujur sangkar latin (RBSL), empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diberikan P1 = Rumput + konsentrat 80% jagung dan 20% kersen, P2 = Rumput + konsentrat 60% jagung dan 40% kersen, P3 = Rumput + konsentrat 40% jagung dan 60% kersen. Parameter yang diteliti adalah hemoglobin, eritrosit, PCV dan total protein plasma. Data yang terkumpul diolah dengan Analysis Of Variance (ANOVA), dan jika terdapat perbedaan diolah dengan Uji Jarak Berganda duncan menggunakan software SPSS series 21 for windows. Hasil eksperimen memperlihatkan kenaikan pada setiap variabel yang diukur dengan kisaran kadar hemoglobin 11,68-12,27gr/dl, jumlah eritrosit 9,56-10,09 x 106/mm3, kadar PCV 35,04-36,82% dan total protein plasma 7,02-7,70gr/dl. Namun uji statistik menunjukkan hasil perlakuan memberi pengaruh tidak berbeda nyata (P>0.05) pada kenaikan hemoglobin, jumlah eritrosit, PCV dan total protein plasma kambing kacang. Simpulannya adalah penggunaan daun kersen sebagai subtitusi jagung di dalam ransum sampai pada level 60% tidak memberikan peningkatan dan relatif sama terhadap hemoglobin, jumlah eritrosit, kadar packet cell volume (PCV) dan total protein plasma terhadap kambing lokal. Kata kunci: Daun Kersen, hemoglobin, eritrosit, PCV,  total protein plasma. An experiment was conducted to determine the effect of using kersen leaves as a subtitute of corn in the concentrate on hemoglobin levels, erythrocyte counts, packed cell volume (PCV) and the total plasma protein of goat bean livestock. Experiments have been conducted at the Undana Livestock Field Research Center, East Nusa Tenggara. The material used is a female local goat, aged 10-12 months and an average body weight of 10.17 kg. Thisresearch method experimented with the design of the Latin square design (RBSL), four treatments and four repetitions. The application given P1 = Grass + konsentrat 80% corn and 20% kersen, P2 = Grass + konsentrat 60% jagung dan 40% kersen, P3 = Grass + konsentrat 40% j agung dan 60% kersen. The parameters studied are hemoglobin, erythrocytes, PCV and total plasma proteins. The collected data is processed with Analysis Of Variance (ANOVA), and if there are differences processed with double distance test duncan using SPSS series 21 for windows software. The results of the experiment showed an increase in each variable measured by the range of hemoglobin levels of 11.68-12.27gr/dl, the number of erythrocytes 9.56-10.09 x 106/mm3, PCV levels of 35.04-36.82% and total plasma proteins 7.02-7.70gr/dl. However, statistical tests showedthat the results of the treatment had no real difference (P>0.05) on the increase in hemoglobin, erythrocyte count, PCV and the total plasma protein of bean goats. The conclusion is that the use of kersen leaves as a subtitute of corn in the ration up to the level of 60% does not give an increase and relatif equal to hemoglobin, erythrocyte count, packet cell volume (PCV) levels and total plasma protein. against local goats.    
Pengaruh Perbedaan Konsentrat dan Limbah Jagung terhadap Konsentrasi VFA, NH3, Protein Kasar dan Serat Kasar In Vitro Silase Pakan Komplit: Effect of Different Concentrates and Corn Waste on Concentrations of VFA, NH3, Crude Protein and Crude Fiber In Vitro Complete Feed Silage Pardianus Meak; Maritje A. Hilakore; Tara T. Nikolaus; Emma D. Wie Lawa
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 4 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57089/jplk.v4i2.1108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrat dan limbah jagung terhadap konsentrasi VFA, NH3 protein kasar dan serat kasar in-Vitro silase pakan komplit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah P0 = limbah jagung muda 100% : 0 % konsentrat  + 80 ml starter; P1 = P0  90% : 10% konsentrat + 80 ml starter;  P2 = P0 80% :  20% konsentrat  + 80 ml starter; P3 : P0 70% : 30% konsentrat + 80 ml starter;  P4 = P0 60% : 40% konsentrat  + 80 ml starter. Variabel yang diukur adalah PK, SK, VFA, dan NH3. Data analisis menggunakan SPSS 25 for windows menggunakan level signifikansi P<0,05 dan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap peningkatan kandungan PK, produksi VFA dan NH3 juga menurunkan SKsimpulkan bahwa peningkatan ratio konsentrat limbah jagung muda pada silase pakan komplit meningkatkan kadar PK, produksi VFA dan NH3 serta menurunkan kadar SK.   This study aimed to determine the effect of different concentrates and corn waste on the concentration of VFA, NH3 crude protein and crude fiber in-vitro silage complete feed. The method used in this study is an experimental method using a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments and 3 replications. The treatments in question were P0 = 100% young corn waste: 0% concentrate + 80 ml starter; P1 = P0 90% : 10% concentrate + 80 ml starter; P2 = P0 80% : 20% concentrate + 80 ml starter; P3 : P0 70% : 30% concentrate + 80 ml starter; P4 = P0 60% : 40% concentrate + 80 ml starter. The variables measured were PK, SK, VFA, and NH3. Data were analyzed using SPSS 25 for windows using a significance level of P<0.05 and Duncan's multiple-distance test. The results of statistical analysis showed that treatment had a significant effect (P<0.05) on increasing PK content, VFA and NH3 production also decreased SK. It was concluded that increasing the concentrate ratio of immature corn waste in complete feed silage increased PK levels, VFA and NH3 production and decreased SK levels.  
Nilai Ekonomis Substitusi Tepung Feses Sapi Terfermentasi dalam Pakan Ayam Kampung Unggul Balitnak: Economic Value of Fermented Beef Stool Flour Substitution in Chicken Feed Balitnak Superior Angela Dan Asal; Johanes G. Sogen; Markus Sinlae; Ulrikus R. Lole
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 4 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57089/jplk.v4i2.1110

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ekonimis dari substitusi tepung feses sapi terfermentasi dalam pakan ayam KUB. Menggunakan 80 ekor ternak ayam KUB yang berusia sehari sebagai ternak perlakuan. Metode yang dipakai yaitu rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dicoba adalah R0: pakan tanpa campuran tepung feses sapi terfermentasi (ransum kontrol), R1: pakan basal 90% + tepung feses sapi terfermentasi 10%, R2: pakan basal 80% + tepung feses sapi terfermentasi 20%, dan R3: pakan basal 70% + tepung feses sapi terfermentasi 30%. Parameter yang diukur adalah Income Over Feed Cost,, biaya produksi, penerimaan, keuntungan, serta break even point.  Hasil analisis ragam memperlihatkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai IOFC, penerimaan, keuntungan, BEP, serta berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap biaya produksi. Pada pergantian level 10% adalah yang terbaik karena mampu meningkatkan nilai IOFC sebesar 3,43% yaitu dari RP53.752 menjadi Rp55.594, mampu menurunkan biaya total produksi sebesar 0,05%, mampu meningkatkan peneriaman 2,65%, mampu meningkatkan keuntungan menjadi Rp13.055,46 atau keuntungan meningkat sebesar 16,44%, serta BEP unit yaitu677,05ekor dan BEP rupiah sebesar Rp47.393.723dengan harga Rp70.000 per ekor maka peternak tidak mengalami keuntungan dan juga kerugian (impas).   The purpose of this study was to determine the economic value of substitution of fermented cow feces flour in KUB chicken feed. The material used is 80 KUB chickens of 1 day. The method used is completely randomized design consisting of 4 treatments and 4 replications. The treatments were R0: feed without a mixture of fermented cow feces flour (control ration), R1: 90% basal feed + 10% fermented cow feces flour, R2: 80% basal feed + 20% fermented cow feces flour, and R3: 70% basal feed + 30% fermented cow feces flour. The parameters measured are Income Over Feed Cost,, production costs, revenues, profits, and break even point.. The results of the analysis of variance showed that the treatment had a significant effect (P<0.05) on the value of IOFC, revenue, profit, BEP, and had a very significant effect (P<0.01) on production costs.At the 10% level turn is the best because it can increase the IOFC value by 3.43%, able to reduce the total cost of productionby 0,05%, able to increase revenueby 2,65%, able to profits increased by 16.44%, BEP units is 677.05 heads and rupiah BEP at Rp.47.393.723 at a price of Rp70.000 per head, so the breeder does not experience a profit or loss (break even).  
Pengaruh Pemberian Pakan Kombinasi Silase Jerami Jagung dan Konsentrat Terhadap Ukuran Linear Tubuh Sapi Bali: Effect of Feeding Combination of Corn Straw Silage and Concentrates on Linear Body Size of Bali Cattle Maximus Marianus Butta; Upik Syamsiar Rosnah; M. S. Abdullah
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 4 No. 3 (2022): September
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menguji pengaruh dari pemberian pakan komplit (kombinasi silase jerami jagung dan konsentrat) dengan level berbeda terhadap ukuran linear tubuh Sapi Bali penggemukan. Pengujian dilakukan terhadap Sapi Bali berumur 1-1,5 tahun sebanyak 12 ekor, bobot badan 66-93 kg dan rataan 82 kg, serta koefisien variasi (KV) 10,28%. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap, terdiri dari 4 perlakuan dan 3 pengulangan. Rancangan perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 = 80% silase jerami jagung + 20% konsentrat, P1 = 60% silase jerami jagung + 40% konsentrat, P2 = 40% silase jerami jagung + 60% konsentrat dan P3 =20% silase jerami jagung + 80% konsentrat. Pengukuran ukuran linear tubuh dilakukan dengan bantuan alat meter ukur merek Animeter dan tongkat ukur dengan satuan terkecil 1 mm. Pengukuran ukuran linier tubuh menggunakan meter ukur  merek Animeter dan tongkat ukur dengan satuan terkecil 1mm. Rataan hasil penelitian menunjukan pertambahan panjang badan (cm) (cm) P00=0,09, P1=0,11, P2=0,10, P3=0,12, pertambahan lingkar dada (cm) (cm) P00=0.15, P1=0,16, P2=0,18, P3=0,15, pertambaan tinggi pundak (cm) (cm) P00=0,9, P1=0,11, P2=0,10, P3=0,11. Analisis statistik statistic menunjukkan perlakuan berpengaruh berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap pertambahan ukuran linear tubuh Sapi Bali penggemukan. Dapat Dapat disimpulkan bahwa kombinasi silase jerami jagung dan konsentrat dengan level pemberian berbeda terhadap pertambahan ukuran linear tubuh Sapi Bali penggemukan memberikan kecendrungan yang relatif sama. The aim of this research was to measure The aim of this research was to measure the effect of providing complete feed (a corn straw silage and concentrate) with different levels on body linear size in fattening Bali cattle. The test was carried out on 12 Bali cattle aged 1-1.5 years with a body weight 66-93 kg and an average of 82 kg, and the coefficient of variation (KV) was 10.28%. The research method used a completely randomized design consisting of 4 treatments, 3 repititions. The treatments in this study were P0 = 80% corn straw silage + 20% concentrate, P1 = 60% corn straw silage + 40% concentrate, P2 = 40% corn straw silage + 60% concentrate and P3 = 20% corn straw silage + 80  % concentrate.  Linear measurement of body size using a measuring tape from Animeter and measuring stick with the smallest unit 1 mm. The average of the results showed an increase in body length (cm) P0 = 0.09, P1 = 0.11, P2 = 0.10, P3 = 0.12, an increase in chest circumference (cm) P0 = 0.15, P1 = 0.16, P2 = 0.18,  P3=0,15, increase in shoulder height (cm) P0=0,9, P1=0,11, P2=0,10, P3=0,11. The statistic analysis showed that the  treatments had no significant effect (P>0,05 ) to increase in body linear size of fattening Bali cattle.  Can be concluded that the combination of corn straw silage and concentrate treatment with different levels of giving to the increase in body linear size of fattening Bali cattle gives a relatively similar tendency.  

Page 10 of 21 | Total Record : 201