cover
Contact Name
Agustinus Konda Malik
Contact Email
aguskondamalik@staf.undana.ac.id
Phone
+6281237987345
Journal Mail Official
jurnalpeternakan@undana.ac.id
Editorial Address
Jl. Adisucipto Penfui, Kupang Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Peternakan Lahan Kering
ISSN : -     EISSN : 27147878     DOI : -
Jurnal Peternakan Lahan Kering (JPLK) menerbitkan artikel hasil penelitian yang meliputi Produksi ternak, Pakan dan nutrisi ternak, Reproduksi dan pemuliaan ternak, Teknologi hasil ternak, Sosial ekonomi peternakan, dan Kesehatan ternak
Articles 201 Documents
Substitusi cuka dengan ekstrak Rosela (Hibiscus sabdariffa l.) sebagai bahan pengasam terhadap sifat fisiko-kimia dan organoleptik mayones Pricilya Frencina Sonlay; Geertruida M. Sipahelut; Heri Armadianto
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 2 No. 3 (2020): September
Publisher : Jurnal Peternakan Lahan Kering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.813 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi cuka dengan ekstrak rosela (Hibiscus sabdariffa L.) sebagai bahan pengasam terhadap sifat fisiko-kimia dan organoleptik mayones. Materi yang digunakan adalah kuning telur, minyak nabati, garam, gula, cuka dan ekstrak rosela. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 = 10ml cuka (kontrol), P1 = 7,5ml cuka + 2,5ml ekstrak rosela, P2 = 5ml cuka + 5ml ekstrak rosela, P3 = 2,5ml cuka + 7,5ml ekstrak rosela dan P4 = 10ml ekstrak rosela. Variabel yang diukur meliputi pH, viskositas, kestabilan emulsi, kadar lemak, warna, aroma dan rasa. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH, viskositas, kestabilan emulsi, kadar lemak, warna, aroma dan rasa. Disimpulkan bahwa substitusi cuka dengan ekstrak rosela mampu meningkatkan pH, viskositas, kestabilan emulsi, kadar lemak, warna, aroma dan rasa. Perlakuan terbaik dalam pembuatan mayones adalah P4 = 10ml ekstrak rosela. Kata kunci : mayones, ekstrak rosela, fisiko-kimia, organoleptik. This research aims to evaluate the effect substitution of vinegar with roselle extract (Hibiscus sabdariffa L.) as an acidifying agent on the physico-chemical and organoleptic properties of mayonnaise. The materials used were egg yolk, vegetable oil, salt, sugar, vinegar and roselle extract. Completely Randomized Design (CRD) 5 treatments with 3 replicates procedure was applied. The treatments were P0 = 10ml vinegar (control), P1 = 7,5ml vinegar + 2,5 ml roselle extract, P2 = 5ml vinegar + 5ml roselle extract, P3 = 2,5ml vinegar + 7,5 ml roselle extract and P4 = 10ml extract roselle. Variables are measured included pH, viscosity, emulsion stability, fat content, colour, aroma and taste. Statistical analysis shows that the effect of treatment is highly significant (P <0.01) on pH, viscosity, emulsion stability, fat content, colour, aroma and taste. The conclusion is that the substitution of vinegar with roselle extract can increase pH, viscosity, emulsion stability, fat content, colour, aroma and taste. The best treatment is performed by P4 = 10ml roselle extract. Key words : mayonnaise, roselle extract, physico-chemical and organoleptic.
Pengaruh pemberian pakan konsentrat mengandung tepung bonggol pisang yang difermentasi dengan khamir (Saccharomyeces cerevisiae) terhadap metabolit darah kambing lokal betina Martina Patria Gole; Sukawaty Fattah; Heroini Titi Handayani
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 2 No. 2 (2020): Juni
Publisher : Jurnal Peternakan Lahan Kering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.353 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan konsentrat mengandung tepung bonggol pisang yang difermentasi dengan khamir Saccharomyeces cerevisae terhadap glukosa, urea dan total protein plasma darah ternak kambing lokal betina. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah ternak kambing lokal betina sebanyak 12 ekor yang berumur antara 4-6 bulan dengan kisaran berat badan ternak 9-13kg, dengan rataan 10,5kg dan koefisien varians 14,762%. Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan digunakan dalam penelitian. Adapun perlakuan tersebut yaitu; P0; Pakan basal + konsentrat tanpa tepung bonggol pisang, P1; Pakan basal + konsentrat mengandung 10% tepung bonggol pisang, P2;Pakan basal + konsentrat mengandung 20% tepung bonggol pisang, P3;Pakan basal + konsentrat mengandung 30% tepung bonggol pisang. Data yang diperoleh di analisis menggunakan Analysis Of Varians (ANOVA). Hasil penelitian ini diperoleh nilai rataan glukosa darah (mg/dl)=P0; 79,21±2,93 P1; 87,99±0,45 P2; 88,61±5,77 P3; 85,68,±4,94 urea darah (mg/dl)=P0; 45,50±1,13 P1; 47,72±0,17 P2; 48,63±1,37P3; 46,79±1,82, dan total protein plasma (mg/dl)= P0; 6,90±0,17 P1; 7,10±0,26P2; 7,27±0,15 P3; 6,67±0,30. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Kesimpulan: pemberian pakan konsentrat mengandung tepung bonggol pisang fermentasi memberikan pengaruh yang sama antara perlakuan dalam pakan konsentrat terhadap glukosa, urea dan total protein plasma darah ternak kambing lokal betina. Kata kunci: kambing, Saccharomyeces cerevisiae, konsentrat, dan metabolit darah The study aimed at evaluating the effect of supplying concentrate containing Saccharomyeces cerevisiae fermented banana corm on blood glucose, orea, and total blood plasma protein of local ewe. There were 12 ewes 4-6 months of age with 9-13 kg (average 10.5kg, CV 14.762% used in the trial. Completely randomized design 4 treatments with 3 replicates applied in the trial. The 4 treatments were: P0: basal feed + concentrate containing whitout banana corm meal; P1: basal feed + concentrate containing 10% banana corm meal; P2: basal feed+concentrate containing 20% banana corm meal; P3 ; Basal feed + concentrate containing 30% banana corm meal. The date were analyzed using Analysis Of Variance. The results were average value is obtained: blood glucose (mg/dl): P0;79.21 ± 2.93 P1; 87.99 ± 0.45 P2; 88.61 ± 5.77 P3; 85.68, ± 4.94. Blood urea (mg/dl): P0; 45.50 ± 1.13 P1; 47.72 ± 0.17 P2; 48.63 ± 1.37,P3; 46.79 ± 1.82, dan total protein plasma (mg/dl): P0; 6.90 ± 0.17 P1; 7.10 ± 0.26 P2; 7.27 ± 0.15 P3; 6.67 ± 0.30. Statistcal analysis shows that effect of treatment is not significant (P>0,05) on all studied varibles. The conclusion is that including fermented banana corm performs the similar results in blood glucose, urea, and total palsma protein concentration of local ewe. Key words: goat, Saccharomyeces, concentrate, metabolite.
Pengaruh penggunaan pakan komplit mengandung imbangan batang pisang dan serasah gamal terhadap metabolisme protein kambing kacang I. C.K, Edwin J. L., E. D. Halim, Lazarus, Wie Lawa
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 1 No. 2 (2019): Juni
Publisher : Jurnal Peternakan Lahan Kering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan komplit fermentasi berbasis batang pisang dan serasah gamal dengan imbangan yang berbeda terhadap konsumsi dan kecernaan protein, konsentrasi NH3, urea darah dan retensi nitrogen pada ternak kambing kacang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Ke empat perlakuan tersebut adalah P0S70 (70% serasah gamal dan 30% konsentrat), P30S40 (30% batang pisang : 40% serasah gamal dan 30% konsentrat), P40S30 (40% batang pisang : serasah gamal dan 30% konsentrat), P70S0 (70% batang pisang dan 30% konsentrat). Parameter yang diukur adalah konsumsi dan kecernaan protein, konsentrasi NH3 rumen, konsentrasi urea darah, dan retensi nitrogen. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pakan komplit fermentasi imbangan serasah gamal dan batang pisang berpengaruh nyata (P< 0,05) terhadap konsumsi protein kasar, konsentrasi NH3 rumen dan retensi nitrogen, namun tidak berpengaruh nyata (P> 0.05) terhadap kecernaan protein kasar dan konsentrasi urea darah. Kesimpulannya bahwa imbangan batang pisang 30% dengan serasah gamal 40% dalam pakan komplit paling baik dalam meningkatkan metabolisme protein pada kambing kacang. Kata kunci :batang pisang, serasah gamal, protein kasar, NH3, urea darah The study was conducted to determine the effect of of feeding complete feeds differing in the ratio between banana stem and gliricidia fallen leaf on intake and digestibility of protein, consentration nh3, blood urea, and nitrogen retention of kacang goats. This experiment followed a 4x4 Latin Square Design with four treatments, i.e. P70S0 ( 70% Banana stem and 30% concentrate), P30S40 (30% Banana stem : 40% gliricidia fallen leaf and 30% concentrate), P40S30 ( 40% Banana stem: 30% gliricidia fallen leaf and 30 concentrate), and P0S70 ) (70% Gliricidia fallen leaf and 30% concentrate). The measured variables include a were intake and digestibility of protein, consentration NH3, blood urea, and nitrogen retention. Results showed that the effect of complete feed based banana stem and gliricidia fallen leaf with different proportion is significant (P<0,05) againts intake crude protein,concentration NH3, and nitrogen retention. But, not significant (P>0.005) digestibility crude protein and blood urea. It can be concluded that different ratio banana stem 30% and glricidia fallen leaf 40% of the complete feed it is best increased protein metabolism in kacang goats. Key words : gliricidia fallen leaf, banana stem, crude protein, NH3, blood urea
Efek Pemberian Larutan Daun Binahong (Anredera cordifolia) dalam Air Minum Terhadap Karkas dan Lemak Abdominal Ayam Broiler Fase Finisher Melania Yosefa Marlina Daeng; N. G. A. Mulyantini; Sutan Y. F. G. Dillak
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 2 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Jurnal Peternakan Lahan Kering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.399 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kandang ayam penelitian Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana selama 8 minggu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari pemberian larutan daun binahong (Anredera cordifolia) dalam air minum terhadap karkas dan lemak abdominal ayam broiler fase finisher. Penelitian ini menggunakan ayam broiler Day Old Chicks (DOC) strain CP 707 sebanyak 96 ekor. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Adapun ke 4 ransum perlakuan yang diberikan adalah: Air minum + 30 ml larutan daun binahong per liter air, R3 ; Air minum + 40 ml larutan daun binahong per liter air. Parameter yang diukur adalah bobot potong, persentase karkas, persentase non karkas dan lemak abdominal. Hasil analisis statistika menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) menurunkan persentase karkas dan meningkatkan persentase non karkas, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot potong dan lemak abdominal Kata kunci :Broiler, binahong, karkas, lemak abdominal. This study was conducted in the chicken house in Animal Husbandry Faculty of Nusa Cendana University for 8 weeks. The purpose of this study wasis to study the effect of adding binahong (Anredera cordifolia) leaves into drinking water on carcass and abdomial fat of finisher broiler. This study used 96 Day Old Chicks (DOC) strain CP 707. Trial method using completely randomized design 4 treatments with 6 replicates procedure was applied. The 4 treatmenst offered were: R0; drinking water without binahong leaves solution, R1; drinking water + 20 ml binahong leaves solution/l water, R2; drinking water + 30 ml binahong solution/l water, R3; drinking water + 40 ml binahong leaves solution/l water. The variabless measured were final weight, percentage of carcass, non carcass and abdominal fat. Statistical analysis shows that the effect of treatment is significant (P<0.05) on reducing % carcass and oincreasing % non carcass, but not significant (P>0.05) on final weight and abdominal fat of the chicken Key words: broiler, Anredera cordifolia, carcass, abdominal fat..
Produksi dan kualitas alga hijau (Ulva lactuca) yang dipanen pada bulan berbeda di perairan pantai Timor Kota Kupang ): Vinsensius, Yoakim H., Dominggus B. Saldus, Manggol, Osa
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 1 No. 2 (2019): Juni
Publisher : Jurnal Peternakan Lahan Kering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui produksi dan kualitas alga hijau (U. Lactuca) telah yang dipanen pada bulan berbeda telah dilakukan di perairan pantai Timor Kota Kupang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan yaitu: B1 = pemanenan pada bulan Juli; B2 = pemanenan pada bulan Agustus; B3 = pemanenan pada bulan September. Parameter yang di ukur dalam penelitian ini adalah Produksi bahan kering (Bk), dan komposi kimia yang meliputi bahan organik (bo), abu, protein kasar (Pk), dan serat kasar (Sk). Hasil analisis sidik ragam (Anova) menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi bahan kering, dan komposisi kimia (bahan organik, abu, protein kasar, dan serat kasar). Hasil uji lanjut Duncan memperlihatkan bahwa pengaruh perlakuan bulan Juli- Agustus dan Agustus-September berbeda nyata (P<0,05)sedangkan perlakuan bulan Juli-September berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap produksi bahan kering. Disamping itu antara pengaruh perlakuan bulan Juli-Agustus; Juli-September dan Agustus-September berbeda (P<0,05) terhadap kandungan nutrisi terutama abu, bahan orgamik, protein kasar, dan serat kasar. Dapat disimpulkan bahwa produksi bahan kering, dan komposisi kimia tertinggi pada bulan Agustus dibandingkan pada bulan lainnya. Kata kunci : Alga Hijau, Pakan Komplit, Produksi dan Kualitas Alga Hijau U.lactuca The study aimed evaluating the production and quality of green algae (U. Lactuca) harvested in different months on Timor Beach of Kupang City. Experimenatl design used in this study was Completely Randomized Design (CRD) 3 treatments with 5 replicates. The treatments were B1 = harvesting in July; B2 = harvesting in August; B3 = harvesting in September. Variables evaluated were dry matter content and chemical composition consisting of organic matter, ash, crude protein, and crude fiber content. Statistical analysis shows that the effect treatment is highly significant (P<0.01) on the dry matter content, and chemical composition. Duncan test result shows that the effects of month harvested in July-August and August-September were significantly different (P <0.05), but in July-September treatment was no significantly different (P> 0.05) in dry matter content. There are significant difference (P<0.05) in dry matter content and chemical composition between July-August; July-September and August-September. The conclusion is that dry matter content and chemical composition of green algae in August was greatly compared to other months. Keywords: Green Algae, Complete Feed, Production, Quality
Pengaruh Lama Fermentasi Dengan Cairan Rumen Kambing Terhadap Perubahan Kualitas putak Christanto Umbu Jama Tagumara; Maritje Aleonor Hilakore; Daud Amalo
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 2 No. 3 (2020): September
Publisher : Jurnal Peternakan Lahan Kering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.511 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi dengan cairan rumen kambing terhadap perubahan kualitas putak. Starter fermentasi putak berasal dari cairan rumen kambing kacang yang kembangbiakan dengan air kelapa muda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah R0 = Putak 100 gram+ starter 2 % + urea 0,5% tanpa inkubasi (0 hari), R1 = RO + inkubasi 7 hari R2 = RO + inkubasi 14 hari dan R3 = RO + inkubasi 21 hari. Variable yang diukur dalam penelitian ini adalah Bahan Kering, Protein kasar, Lemak Kasar dan Serat Kasar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata P>0,01 terhadap peningkatan lemak kasar dan protein kasar putak, serta menurunkan kandungan serat kasar dan bahan kering. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fermentasi putak menggunakan cairan rumen kambing dengan lama waktu inkubasi yang berbeda dapat meningkatkan kualitas nutrisi putak Kata kunci: Putak, cairan rumen kambing, lama inkubasi This study aims to determine the effect of fermentation time with goat's rumen fluid on changes in putak quality. Starter fermentation of putak were produced of the rumen liquid of goat nuts which was grown with young coconut water. The research method used was an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments with 3 replicates. The treatments in this study were R0 = Putak 100 grams + starter 2% + urea 0.5% without incubation (0 days), R1 = RO + incubation 7 days R2 = RO + 14 days incubation and R3 = RO + 21 days incubation. The variables measured in this study were dry matter, crude protein, crude fat and rough fiber. The data obtained were analyzed using Analysis of variance (ANOVA). The results showed that the treatment significantly affected P> 0.01 on the increase in crude fat and crude protein of putak, as well as reducing the content of crude fiber and dry matter. The conclusion of this study is that putak fermentation using goat's rumen fluid with different incubation time can improve the nutritional quality of putak Keywords: Putak, goat rumen fluid, incubation time
Pengaruh level serat terhadap konsumsi dan kecernaan nutrien sapi varian genetik dan sapi bali normal Herman Mallidadi; Tara Tiba Nikolaus; Luh Sri Enawati
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 1 No. 3 (2019): September
Publisher : Jurnal Peternakan Lahan Kering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.165 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat konsumsi dan kecernaan nutrien antara sapi Bali normal dan sapi Bali varian genetik yang diberi pakan dengan kandungan serat berbeda. Metode yang digunakanadalah percobaan faktorial 2x3 menggunakan rancangan dasar bujur sangkar latin (RBSL). Faktor pertama yaitu jenis ternak sapi Bali normal (SBN) dan sapi Bali varian genetik (SVG), faktor yang kedua adalah level serat dari pakan berserat rendah =17% (R1), pakan berserat sedang = 23% (R2) danpakan berserat tinggi= 28% (R3). Data yang peroleh dianalisis menggunakanAnalysis of variance (ANOVA).Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara faktor ternak dan level serat kasar terhadap konsumsi dan kecernaan PK, SK dan LKsapi Bali normal dan sapi Bali varian genetik. Level serat tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan PK, SK, dan LK sapi Varian genetik dan sapi Bali normal. Disimpulkan bahwa sapi Bali varian genetik dan sapi Bali normal mempunyai tingkat konsumsi dan kecernaan protein kasar, serat kasar dan lemak kasar yang sama pada pakan yang mengandung serat kasar 17%, 23% dan 28% dengan kandungan protein kasar yang sama 12%. Kata kunci: pakan, protein , serat, lemak ABSTRACT The aim of the study was to evaluate nutrient intake and digestibility of variant and normal genetic of bali cattle fed different fibre levels diet. The design used in this experiment was factorial model 2 x 3 with latin square design as basic design and 3 replications. The first factor was animal species; variant of bali cattle (SBN) and normal genetic bali cattle (SVG), and the second factor was fibre level: low 17 % (R1), ntermediate 23 % (R2), and high 28 % (R3). Data collected were analysed by using analysis of variance (ANOVA) and Duncan multiple range test. The results of this experiment indicated that there was no interaction between cattle variences and fibre levels on either intake or digestibility of crude protein, crude fibre, and crude fat of either variant or normal genetic bali cattle. Effect fibre level is not significant (P>0.05) influence on either intake or digestibity of crude protein, crude fibre, and crude fat of variant and normal genetic bali cattle. The conclusion is that variant and normal genetic bali cattle had equally in both intake and digestibility of crude protein, crude fibre, and crude fat on ration containing 12 % protein Key words : feed, protein, fibre, fat, content.
Pengaruh penggunaan enzim fitase dan perbedaan level kalsium ransum dedak padi terhadap karkas ayam broiler Paulinus Talo; N. G. A. Mulyantini; Sutan Y.F. G Dillak
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 1 No. 2 (2019): Juni
Publisher : Jurnal Peternakan Lahan Kering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.696 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Enzim fItase dan Perbedaan Level Kalsium Dalam Ransum Berbasis Dedak Padi Terhadap Karkas Ayam Broiler. Variabel yang diukur, yaitu bobot potong, persentase karkas, persentase dada, persentase paha, persentase sayap dan persentase lemak abdominal ayam broiler.Perlakuan yang diberikanadalahsebagaiberikut: R0 ransum komersial sebagai ransum kontrol, R1 ransum basal + dedak padi 25 %, R2 ransum basal + dedak padi 25 % + enzim fitase dengan level ca ransum 0,6%dan R3 ransum basal + dedak padi + enzim fitase dengan level Ca ransum 0,9%. Kesimpulan bahwa penggunaan enzim fitase dengan level Ca 0,6% dan dedak padi 25% dalam ransum basal memberi pengaruh terhadap bobot potong, persentase karkas, persentase dada, persentase paha dan persentase sayap, namun R0 nyata lebih rendah pada lemak abdominal ayam broiler. Kata kunci : Ayam broiler, enzim fitase,dan dedak padi. The purpose of this study is to evaluate the effect of using phytase and different calcium levels of rice bran-based diet on broiler carcass. Variables measured were slaughter weight, carcass percentage, percentage of chest, thigh percentage, wings percentage, and abdominal fat percentage. The treatments were: (1) R0, commercial diet as control/basal; (2) R1, basal diet + 25% rice bran; (3) R2, basal diet + 25% + rice bran phytase containing Ca 0.6% of the diet; (4) R3, rice bran + phytase enzyme + Ca 0.9% of the diet. The conclusion is that using phytase with Ca 0.6% and 25% rice bran in the basal diet influences slaughter weight, carcass percentage, chest percentage, thigh percentage and wings percentage, but the control performed lower fat abdominal of broilers. Keywords: Broiler chickens, phytase, enzyme, rice bran.
Pengaruh substitusi dedak padidengan kulit buah kopi terfermentasi aspergillus niger dalam konsentrat terhadap performans kambing Ernesta Wea; Jalaludin; Daud Amalo
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 1 No. 2 (2019): Juni
Publisher : Jurnal Peternakan Lahan Kering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.566 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi kulit buah kopi terfermentasi Aspergillus nigerdengan dedak padi dalam konsentratterhadap pertambahan bobot badan, konsumsi dan kecernaan bahan kering, serta konversi ransum pada kambing lokal jantan. Materi yang digunakan adalah 25 ekor ternak kambing lokal jantan yang berumur 10 – 12 bulan dengan rataan berat badan 14,94 dan KV = 13,72%. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 5 perlakuan dengan 5 kelompok. Perlakuan yang diberikan adalah : P0 (tanpa kulit buah kopi terfermentasi), P1 (penambahan kulit buah kopi terfermentasi 25%), P2 (penambahan kulit buah kopi terfermentasi 50%), P3 (penambahan kulit buah kopi terfermentasi 75%) dan P4 (penambahan kulit buah kopi terfermentasi 100%).Parameter yang diukur meliputipertambahan bobot badan, konsumsi dankecernaan bahan kering, serta konversi ransum, pada kambing lokal jantan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuaan tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap pertambahan bobot badan, kecernaan bahan kering dan konversi ransum. Sedangkan konsumsi bahan kering memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0.01). Hal ini dapat disimpulkan bahwa substitusi kulit buah kopi terfermentasi Aspergillus nigerdengan dedak padi dalam konsentrat dapat meningkatkan konsumsi bahan kering namun tidak berpengaruh terhadap pertambahan bobot badan, kecernaan bahan kering dan konversi ransum pada ternak kambing. Oleh karena itu disarankan bahwa kulit buah kopi terfermentasi Aspergillus niger dapat digunakan sebagai bahan pakan pengganti dedak padi pada saat kekurangan pakan. Kata kunci : ternak kambing, dedak padi, kulit buah kopi terfermentasi The study aimed at evaluating the potency of Aspergillus niger fermented coffee fruits peel as supplement feed substituting rice bran in the concentrate on local male goats perfomances.There 25 local male goats of 10-12 months of age with 12.5-22 kg (14.94kg average; CV 13.72%) initial body weight were used in the study. The gosts were randomly allotted in the 5 treatments with 5 replicates block design procedure to the 5 following treatment diets: P0 (diet without fermented coffee fruits); P1 (diet with 25% fermented coffee fruits peel ); P2 (diet with 50% fermented coffee fruits peel); P3 (diet with 75% fermented coffee fruits peel); and P4 (diet with 100% fermented coffee fruits peel). Variable studied were: body weight gain; dry matter intake and digestibility, and feeds conversion. Statistical analysis showeds that effect of treatment is highly significant (P<0.01) on drymatter intake, but not significant (P>0,05) on either body weight gain, dry matter digestibility or feeds conversion. The conclusion is that substituting rice bran with Aspergillus niger fermented coffee fruit peel increased feeds intake with the similar in weght gain, dry mater digestibility and feeds conversion of local male goats. Therefore, Aspergillus niger fermented coffee fruits peel could be used to substitute reice bran during feeds starvation. Key words: goats, diet, rice bran, fermented coffee fruit
Efek penggunaan larutan daun kelor (Moringa oleifera lam) dalam “liquid feeding ” terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik pada babi peranakan landrace Erlin Rambu Baja Oru; Tagu Dodu; Sabarta Sembiring
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 2 No. 4 (2020): Desember
Publisher : Jurnal Peternakan Lahan Kering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.25 KB)

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan di Dusun II Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan larutan daun kelor dalam “Liquid feeding” terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik ternak babi. Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi peranakan landrace jantan kastrasi, umur 3 - 4 bulan dengan bobot badan awal 18 – 45kg, rata-rata 29,17kg dan koefisien variasi  34,17%. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan ialah R0: (ransum basal cair 100% tanpa larutan daun kelor sebagai (Kontrol)), R1 (ransum basal cair + 5% larutan daun kelor), R2 (ransum basal cair +10% larutan daun kelor), R3 (ransum basal cair + 15% larutan daun kelor). Variabel yang diukur adalah konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penggunaan larutan daun kelor berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik ternak babi. Kesimpulan penggunaan larutan daun kelor cenderung meningkatkan konsumsi ransum dan kecernaan bahan kering dan bahan organik.   Kata kunci: babi, kelor, liquid feeding, konsumsi, kecernaan, bahan kering, bahan organik   The study was carried out in Dusun II, Village Baumata Timur,  Subdistrict Taebenu, District Kupang. The purpose of this study was to study the use of Moringa leaf solution (Moringa oleifera Lam) in “liquid feeding” on the intake and digestibility of dry matter and organic matter of starter-grower phase landrace pigs. The material used were 12 barrows age 3-4 months with initial body weight of 18-45kg, average of  29.17kg and CV 34.17%. The design used is Randomized Block Design (RBD) 4 treatments with 3 replicates. The treatments tested were R0 (basal liquid feed 100% without Moringa leaf solution (Control)) R1 (basal liquid feed + 5% Moringa leaf solution) R2 (basal liquid feed + 10% Moringa leaf solution) R3 (basal liquid feed + 15% Moringa leaf solution). The variable measured were the consumption and digestibility of dry matter and organic matter. Statistical analysis shows that the effect of using of moringa leaf solution is not significant (P>0,05) on the intake and digestibility of dry matter and organic matter of pigs. Conclusion the use of moringa leaf solution in liquid basal tends to increase intake and digestibility of dry matter and organic matter of the pig.   Key words: pig, moringa, liquid feeding, intake, digestibility, dry matter, organic matter

Page 6 of 21 | Total Record : 201