cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2017)" : 8 Documents clear
Perbedaan Dependent Care Agency terhadap Status Gizi Anak Toddler Zulia Putri Perdani; Toto Sudargo; Lely Lusmilasari
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.432 KB)

Abstract

Pendahuluan: Asupan nutrisi yang adekuat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Orang tua mrmpunyau peran dan bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan anaknya yang masih dalam pengasuhan termasuk dalam upaya pemenuhan nutrisi. Kemampuan orang tua untuk melakukan praktik (Dependent Care Agency) akan mempengaruhi praktik pemberian makan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk membedakan DCA orang tua terhadap status gizi anak toddler. Metode: penelitian deskriptif analitik dengan rancangan Cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sukasari Kota Tangerang dengan jumlah sampel 198 sampel. Pemilihan sampel dilakukan dengan cluster random sampling dengan unit posyandu kemudian dilanjutkan dengan teknik purposive sampling untuk orang tua anak yang berada di wilayah posyandu terpilih. Data dianalisa dengan Kruskall Wallis test. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DCA pada orang tua tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada kelompok status gizi anak kurus, normal dan gemuk (p>0,05). Diskusi: kemampuan orang tua anak yg gemuk cenderung kurang optimal pada aspek menyediakan makanan yang seimbang, menyediakan lingkungan makan dan meningkatkan perilaku makan anak. Penelitian selanjutnya dapat mengindetifikasi factor lain yang mempengaruhi status gizi pada anak.
Pijat Bayi Terhadap Berat Badan Bayi Usia 1-3 Bulan Wahyu Tri Astuti; Evy Tri Susanti; Maya Permatasari
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.485 KB)

Abstract

Pendahuluan: Bayi yang dipijat mengalami peningkatan tonus nervus vagus (saraf otak ke-10) yang akan menyebabkan peningkatan kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin. Penyerapan makanan menjadi lebih baik karena peningkatan aktifitas nervus vagus menyebabkan bayi cepat lapar sehingga akan lebih sering menyusu pada ibunya, akibatnya, ASI akan lebih banyak diproduksi, selain itu, ibu yang memijat bayinya akan merasa lebih tenang dan hal ini berdampak positif pada peningkatan volume ASI. Perbedaan pijat tradisional hanya ditujukan untuk menyembuhkan penyakit dan kadang disertai dengan jamu sedangkan, pijat modern adalah terapi sehat tanpa jamu atau obat apapun. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap berat badan bayi usia 1-3 tahun. Metode: penelitian eksperimen,dengan desain penelitian post control group desain. melibatkan 12 bayi di desa Jambewangi, Magelang. Sampel bayi usia 1-3 bulan yang hanya diberi ASI. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan berupa timbangan bayi merk One Med. Teknik analisis data t-Test. Simpulan: Secara keseluruhan rata-rata berat badan bayi yang dipijat dalam 28 hari naik 5616,67 gram dan yang tidak dipijat secara rutin kenaikkan berat badannya 4866,67 gram.
Persepsi Mahasiswa Tentang Umpan Balik pada Laporan Kasus yang Kondusif dalam Mencapai Nilai Akhir Mata Kuliah Keperawatan Medikal Bedah Kompetensi II Parmilah Parmilah
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Nilai akhir mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah Kompetensi II dipengaruhi oleh kualitas laporan asuhan keperawatan yang dibuat oleh mahasiswa. Untuk meningkatkan pencapaian nilai laporan praktik klinik mahasiswa diberikan bimbingan dalam menyusun laporan praktik klinik melalui pemberian umpan balik pada laporan tersebut. Umpan balik yang diberikan pada laporan praktik dapat tertulis pada laporan praktik ataupun lisan pada saat mahasiswa konsultasi laporan, baik tidaknya kualitan laporan mahasiswa tergantung pada persepsi mahasiswa terhadap umpan balik tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adakah hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap umpan balik pada laporan dengan nilai akhir mahasiswa pada Mata Kuliah KMB Kompetensi II. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian dilaksanakan tanggal 8 sampai dengan 19 Juni 2015. Responden penelitian sebanyak 55 mahasiswa yang ditentukan secara acak dengan jumlah sampel sejumlah 30 mahasiswa. Pengumpulan data dengan kuesioner dengan metode analisa data univariat dan bivariat menggunakan rumus Pearson’s Product Moment Coefisien. Hasil: Hasil penelitian menunjukan nilai akhir mahasiswa pada Mata Kuliah KMB Kompetensi II 76,7 % sangat memuaskan, persepsi mahasiswa terhadap umpan balik 53,4 mahasiswa merasa senang dan termotivasi dan 46,7% mahasiswa menjadikan umpan balik tersebut sebagai dasar untuk memperbaiki laporannya. Terdapat hubungan yang tinggi antara persepsi mahasiswa tentang umban balik yang kondusif dalam mencapai nilai akhir dengan nilai akhir mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah Kompetensi II dengan koefisien korelasi sebesar 0,60. Rekomendasi : Temuan penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas bimbingan pada mahasiswa praktik melalui peningkatan berbagai faktor yang mempengaruhi nilai akhir praktik khususnya dalam peningkatan kualitas laporan asuhan keperawatan sehingga akan tercapai nilai akhir mata kuliah praktik klinik. Disamping itu perlu juga diteliti tentang apakah ada faktor lain selain persepsi mahasiswa terhadap umpan balik yang mempengaruhi kualitas laporan mahasiswa.
Tingkat Pengetahuan Ibu Menyusui yang Mempunyai Anak Pertama Usia 0-6 Bulan Tentang ASI Ekslusif Evy Tri Susanti; Wahyu Tri Astuti; Emah Marhamah; Amrul Falah
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.017 KB)

Abstract

Pendahuluan : Cakupan pemberian ASI eksklusif di Jawa Tengah berdasarkan Profil Kesehatan pada Tahun 2016 hanya 28,08%, di Kabupaten Magelang sendiri juga cakupan ASI eksklusif sangat rendah sekitar 11,74% dan ini masih jauh dari cakupan nasional sebesar 80%. ASI eksklusif merupakan makanan yang paling sempurna dimana kandungan gizi sesuai kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan optimal. ASI mengandung zat untuk kecerdasan, zat kekebalan dan dapat menjalin hubungan cinta kasih antara bayi dengan ibu. Pemberian ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif, namun kenyataannya pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif masih sangat kurang. Ibu sering memberikan makanan tambahan pada bayi yang berumur beberapa minggu seperti pisang atau nasi yang dihaluskan. Dengan diketahuinya tingkat pengetahuan ibu menyusui tentang ASI eksklusif, maka dapat dilakukan penatalaksanaan untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif. Tujuan: mengetahui tingkat pengetahuan ibu menyusui yang mempunyai anak pertama usia 0-6 bulan tentang ASI eksklusif. Metode: studi survey yang dilakukan pada ibu menyusui yang mempunyai anak pertama usia 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Borobudur Kabupaten Magelang. Hasil: Responden sejumlah 73 orang didapatkan hasil pengetahuan ibu menyusui tentang pengertian ASI eksklusif yang pengetahuan baik 28,78%, pengetahuan sedang 54,80% dan pengetahuan kurang 16,42%. Pengetahuan tentang manfaat pemberian ASI eksklusif yang pengetahuan baik 23,29%, pengetahuan sedang 41,10%, pengetahuan kurang 35,61%. Pengetahuan tentang komposisi ASI eksklusif yang pengetahuan baik 2,73%, pengetahuan sedang 15,07% dan pengetahuan kurang 82,20%. Simpulan: Tingkat pengetahuan ibu menyusui yang mempunyai anak pertama usia 0-6 bulan di wilayah Puskesmas Borobudur yang pengetahuan baik 18,27%, pengetahuan sedang 36,99% dan pengetahuan kurang 44,74%.
Dukungan Sosial Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Is Susilaningsih; Syamsudin Syamsudin; Dewi Kartika Sari
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.339 KB)

Abstract

Latar belakang: Angka kematian ibu (AKI) hamil, bersalin, 42 hari paska persalinan di Indonesia masih tinggi, penyebab tingginya AKI di Indonesia adalah kurang perhatiannya keluarga terutama peran serta suami selama ibu hamil, padahal peran suami sangat berperan untuk membantu menenangkan kondisi fisik maupun psikis seorang istri. Kesehatan wanita juga sangat dipngaruhi oleh status mental kejiwaanya, oleh karena itu kesehatan jiwa perlu mendapatkan perhatian, suatu kenyataan bahwa lebih banyak wanita yang lebih cepat bereaksi terhadap kondisi yang menimbulkan stress dan gangguan jiwa dibanding pria. Gangguan kesehatan jiwa yang dialami wanita pada usia reproduksi sering berhubungan dengan perannya sebagai isteri, ibu dan pekerja. Tujuan Publikasi : hubungan dukungan sosial keluarga dengan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di Puskesmas Windusari Kabupaten Magelang. Merode : Deskriptif Asosiasi, cross sectional, besar sampel sebesar 30 responden. Hasil: Hasil uji statistik korelasi diperoleh nilai koefisien korelasi (r = 0,494) dengan taraf signifikansi (α = 0,006), berarti Ho ditolak (α < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikans antara dukungan sosial keluarga dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil Trimester III di Puskesmas Windusari. Simpulan: Nilai r = 0,494 menunjukkan tingkat korelasi tidak rendah, sehingga semakin rendah dukungan sosial keluarga akan semakin tinggi tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Windusari, dan semakin tinggi dukungan sosial keluarga maka semakin rendah tingkat kecemasan ibu hamil trimester III.
Tingkat Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar Kelas II, III dan IV Tentang Kebersihan Gigi Dan Mulut di Sekolah Dasar Lis Nurhayati; Siswanto Siswanto; Sunaryadi Sunaryadi
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.073 KB)

Abstract

Pendahuluan : Kebersihan gigi dan mulut pada anak-anak merupakan faktor penting yang harus diperhatikan sedini mungkin, sebab kerusakan gigi yang terjadi pada usia anak-anak, dapat mempengaruhi pertumbuhan gigi pada usia selanjutnya. Masalah kebersihan gigi dan mulut bersifat agresif kumulatif artinya daerah yang rusak tidak dapat disembuhkan, karena pada awal mengalami masalah cenderung mengabaikan sakit yang ditimbulkan. Padahal ketika sudah menjadi sakit, penyakit gigi merupakan jenis penyakit di urutan pertama yang dikeluhkan masyarakat. Tujuan: untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa sekolah dasar tentang kebersihan gigi dan mulut di SD Negeri 1 Jambewangi Kabupaten Magelang Metode: Jenis penelitian survey dengan metode deskriptif analitis yang melibatkan 90 siswa kelas II, III dan IV SD Negeri 1 Jambewangi Kabupaten Magelang. Hasil: Pengetahuan siswa tentang fungsi gigi dengan kategori baik sebanyak 25%, cukup sebanyak 22,5%, kurang sebanyak 52,5%. Pengetahuan siswa tentang penyebab kerusakan gigi dengan kategori baik sebanyak 27,5%, kategori cukup sebanyak 40%, 22,5% kategori kurang dan 10% kategori rendah. Pengetahuan siswa tentang pencegahan kerusakan gigi yang mempunyai kategori baik sebanyak 25%, kategori cukup sebanyak 42,5%, 27,5% kategori kurang dan 5% kategori rendah. Pengetahuan siswa tentang cara menyikat gigi yang benar yang mempunyai kategori baik sebanyak 27,5 %, kategori cukup sebanyak 57,5%, kategori rendah sebanyak 10% dan kategori kurang 5%. Simpulan: Pengetahuan siswa tentang fungsi gigi 52,5% mempunyai kategori kurang, pengetahuan siswa tentang penyebab kerusakan gigi 10% kategori rendah; pengetahuan siswa tentang pencegahan kerusakan gigi 27,5% mempunyai kategori kurang; pengetahuan siswa tentang cara menyikat gigi yang benar sebanyak 10 %.kategori rendah.
Quality Assurance untuk Meningkatkan Pelayanan Maternitas – Sebuah Literature Review Monica Kartini
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.723 KB)

Abstract

Pendahuluan: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia pada tahun 2013 sebanyak 359 per 100.000 kelahiran hidup, meningkat dari sebelumnya 220 per 100.000 kelahiran hidup (tahun 2010). Sehingga diperlukan upaya-upaya peningkatan kualitas kesehatan guna menurunkan AKI di Indonesia dengan belajar dari negara-negara lain yang telah berhasil. Tujuan: memaparkan reviu literatur mengenai peningkatan kualitas (quality improvement dan quality assurance) bidang pelayanan kesehatan maternal di berbagai negara. Metode: penelusuran literatur melalui database Pubmed, EBSCO, The Cochrane Library, SAGE, Science Direct dan Proquest. Hasil: penelitian dari beberapa negara menunjukkan bahwa dengan penerapan Evidence-based practices (EBP) di bidang maternal dapat menurunkan angka kejadian kelahiran secara Sectio Caesarea (SC), meningkatkan kepuasan pasien dan kualitas pelayanan maternal. Penelitian lain menunjukkan penerapan Continuous Quality Improvement (CQI) dapat meningkatkan patient safety. Kesimpulan: program- program quality improvement bermanfaat positif dalam memenuhi karakteristik kualitas pelayanan kesehatan dan dapat menurunkan AKI dan angka kematian neonatal. Sehingga diperlukan budaya sadar mutu khususnya pada organisasi pelayanan kesehatan dan sikap tenaga kesehatan untuk dapat mewujudkan peningkatan mutu berkelanjutan (CQI).
Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Terhadap Status Gizi Balita Rusminah Rusminah; Evy Tri Susanti; Dwi Nur Cahyani
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.808 KB)

Abstract

Pendahuluan: Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sangat terkait dengan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan mutu gizi yang seimbang. Masalah kekurangan gizi dapat timbul oleh rendahnya pengetahuan masyarakat tentang jenis dan mengolah makanan. Untuk meningkatkan pelayanan gizi maka difokuskan pada pemberian makanan tambahan (PMT). Tujuan penulisan: untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang PMT terhadap status gizi balita. Metode penulisan: Metode diskriptif, penulis melakukan tanya jawab, observasi dan survei dengan kuisioner. Hasil: Tingkat pengetahuan ibu tentang pengertian PMT balita yang mempunyai kategori rendah yaitu 13 responden (65%), tentang jenis PMT yang sesuai dengan umur balita mempunyai kategori cukup 11 responden (55%), tentang manfaat PMT terhadap status gizi balita rendah 8 responden (40%), syarat-syarat PMT mempunyai kategori cukup yaitu sebanyak 11 responden (55%), tingkat pengetahuan ibu balita tentang pengertian status gizi pada balita yang mempunyai kategori kurang yaitu 8 responden (40%). Simpulan: Tingkat pengetahuan ibu tentang pengertian PMT terhadap status gizi balita yang mempunyai kategori baik sebanyak 1 responden (5%), PMT yang sesuai dengan umur balita yang sesuai umur balita mempunyai kategori baik sebanyak 6 responden (30%), tentang manfaat PMT terhadap status gizi balita yang mempunyai kategori baik sebanyak 6 responden (30%), tentang syarat-syarat PMT pada balita yang mempunyai kategori baik sebanyak 6 responden (30%), tentang pengertian status gizi pada balita yang mempunyai kategori baik sebanyak 2 responden (10%).

Page 1 of 1 | Total Record : 8