cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 166 Documents
Penerapan Tahap-Tahap Mobilisasi Dini pada Ny. S dengan Post Sectio Caesarea A’fina Khusna Nisa; Evy Tri Susanti; Emah Marhamah
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.957 KB)

Abstract

Latar Belakang : Mobilisasi dini adalah upaya mempertahankan kemandirian sedini mungkin dengan mengajarkan berlatih beraktivitas. Ny. S belum memahami dan menerapkan tahap mobilisasi dini karena kurangnya pengetahuan tentang tahap-tahap mobilisasi dini yang harus dilakukan. Penatalaksanaan untuk Ny. S adalah mengajarkan penerapan tahap-tahap mobilisasi dini. Tujuan : Mengetahui gambaran penerapan tahap-tahap mobilisasi dini yang dilakukan Ny. S setelah diajarkan tahap-tahap mobilisasi dini. Metode : Penelitian dilaksanakan pada 6 jam pertama post sectio caesarea, 24 jam pertama dan hari ketiga post sectio caesarea, mengunakan metode studi kasus. Partisipan : satu pasien post sectio caesarea. Hasil : Menunjukan adanya hasil penerapan tahap-tahap mobilisasi dini yaitu pada 6-8 jam pertama post sectio caesarea Ny. S belum berhasil menerapkan semua tahap-tahap mobilisasi dini karena merasa nyeri untuk bergerak, pada 12-24 jam pertama post sectio caesarea Ny. S sudah mampu menerapkan semua tahap-tahap mobilisasi dini yang diajarkan peneliti, dan pada hari kedua post sectio caesarea Ny.S sudah mampu menerapkan tahap-tahap mobilisasi dini 6 jam pertama hingga 24 jam pertama post sectio caesarea. Simpulan : Penerapan tahap-tahap mobilisasi dini yang dilakukan Ny. S setelah diajarkan tahap-tahap mobilisasi adalah Ny. S sudah paham dan mampu menerapkan tahap-tahap mobilisasi dini sesuai tools keberhasilan tahap-tahap mobilisasi dini.
Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Kontrol Pengobatan Pasien Hipertensi Lis Nurhayati; Nino Fibriana
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.06 KB)

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan suatu masalah kesehatan yang sering ditemukan di masyarakat dan merupakan faktor risiko timbulnya penyakit seperti stroke, penyakit jantung koroner hingga gagal ginjal. Kepatuhan pengobatan pasien hipertensi merupakan hal penting karena hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi harus selalu dikontrol atau dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi yang dapat berujung pada kematian. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan kontrol pengobatan pasien hipertensi adalah dukungan keluarga. Tujuan: Mengetahui gambaran dukungan keluarga terhadap kepatuhan kontrol pengobatan hipertensi. Metode: Deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subyek adalah seorang ibu rumah tangga usia 60 tahun di Kelurahan Kramat Selatan Magelang Utara Kota Magelang. Hasil: Ny. S mendapatkan dukungan emosional, dukungan informasi dan dukungan penghargaan. Dukungan instrumental tidak sepenuhnya diberikan oleh keluarga, keluarga tidak menyediakan perlengkapan dan peralatan yang menunjang sakit hipertensi paska stroke dan tidak dapat mengantar Ny. S untuk rutin berobat ke Puskesmas. Simpulan: Dukungan keluarga sangat penting dalam proses penyembuhan pasien hipertensi, pasien akan merasa diperhatikan dan diawasi. Pasien akan lebih berhati-hati ketika melakukan sesuatu hal yang dapat memicu terjadinya (kambuh) hipertensi serta dapat meningkatkan kepatuhan untuk melakukan kontrol pengobatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pengetahuan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Anggota PMR SMK Swadaya Temanggung Husein Arafat; Retno Lusmiati Anisah; Tri Suraning Wulandari
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.802 KB)

Abstract

Latar belakang : Bantuan hidup dasar (BHD) merupakan tindakan yang harus segera dilakukan dalam menangai korban yang mengalami henti jantung. Henti jantung bisa terjadi baik di luar rumah sakit atau di dalam rumah sakit. Tindakan ini meliputi melakukan pemeriksaan nadi karotis, mengecek sumbatan jalan nafas, memeriksa status pernafasan sampai dengan melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Tindakan BHD bisa dilakukan oleh tenaga medis maupun tenaga non medis atau orang awam terlatih. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh pelatihan BHD terhadap terhadap pengetahuan anggota PMR SMK Swadaya Temanggung. Metode : menggunakan desain one group pre test post test design untuk membandingkan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan BHD pada anggota PMR SMK Swadaya Temanggung. Tehnik sampel yang digunakanan dengan metode purposive sampling sebanyak 24 responden. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner penelitian sebanyak 18 pertanyaan. Analisa data yang digunakan menggunakan paired t- test dimana didapatkan hasil p-value = 0,000 (p<0,05). Hasil : hasil tingkat pengetahuan sebelum diberikan pelatihan BHD kategori pengetahuan baik 2 siswa (8,3%), pengetahuan cukup 4 siswa (16,7%), dan pengetahuan kurang 18 siswa (75%), sedangkan tingkat pengetahuan setelah diberikan pelatihan BHD, kategori pengetahuan baik 18 siswa (75%), pengetahuan cukup 5 siswa (4,2%) dan pengetahuan kurang 1 siswa (4,2%). Simpulan : menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan anggota PMR sebelum dan sesudah diberikan pelatihan BHD.
Aplikasi Intervensi Pelibatan Keluarga dengan Menyisir Rambut pada Anak yang Mengalami Kecemasan Akibat Hospitalisasi C.Ermayani Putriyanti; Yullian Putri Dewani
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.419 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hosptalisasi dapat menimbulkan masalah kecemasan pada sebagian besar anak yang dirawat dirumah sakit. Salah satu intervensi yang diharapkan dapat menurunkan tingkat kecemasan anak akibat dampak hospitalisasi yaitu pelibatan keluarga dengan menyisir rambut sambil mengusap lembut kepala anak selama proses perawatan atau tindakan pengobatan yang dilakukan kepada anak. Tujuan: untuk melihat dampak pemberian intervensi pelibatan keluarga dengan menyisir rambut sambil memberikan usapan lembut dikepala anak terhadap penurunan tingkat kecemasan anak akibat hospitalisasi. Metode : desain pre test post test dengan analisis deskriptif dengan uji Wilcoxon Two Related Sample Hasil : score kecemasan pada anak sebelum tindakan dan sesudah tindakan dengan menggunkan uji Wilcoxon Two Related Sample Test menunjukkan penurunan yang signifikan (p=0,042). Simpulan tindakan pelibatan keluarga dengan menyisir rambut pada anak memiliki dampak positif dalam menurunkan score kecemasan anak.
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Putri dengan Metode Ceramah Melalui Media Audiovisual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Nur Gilang Fitriana; Parmilah Parmilah; Ratna Kurniawati
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.47 KB)

Abstract

Latar belakang : Remaja adalah suata masa kehidupan individu dimana terjadi eksplorasi psikologis untuk menentukan identitas diri. Pemenuhan kebutuhan seksual remaja bervariasi. Ketidakpahaman remaja terhadap reproduksi sangat berpotensi timbul perilaku menyimpang seksual. Maka untuk menjembatani itulah dikalangan remaja itu sendiri perlu diberi pengetahuan yang cukup terhadap permasalahan reproduksi remaja sehingga akan menyelamatkan mereka dari perilaku seksual yang menyimpang. Tujuan : mengidentifikasi pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja putri dengan metode ceramah melalui media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan. Metode : pendekatan eksperimen, dilakukan dengan jumlah sampel 35 siswi remaja putri, dengan desain one group pre-test post-test. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner. Data dianalisa dengan wilocoxon. Hasil : tingkat pengetahuan siswi putri sebelum diberikan intervensi pendidikan kesehatan 21 responden (60%) berpengetahuan cukup, sebanyak 14 responden (40%), setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan reproduksi 3 responden (8,6%), 32 responden (91,4%) berpengetahuan baik. Simpulan : pengetahuan siswi sebelum diberikan intervensi mayoritas berada pada tingkat pengetahuan cukup sebanyak 21 siswa (60,0%) dan sisanya sebanyak 14 siswi berada pada tingkat pengetahuan baik, sedangkan sesudah diberikan intervensi, mayoritas berada pada tingkat pengetahuan baik sebanyak 32 siswa (91,4%) dan sisanya sebanyak 3 siswi berada pada tingkat pengetahuan cukup.
Pengaruh Baby Massage Terhadap Penurunan Kadar Bilirubin Ika Purnamasari; Candra Dewi Rahayu; Ikhda Nugraheni
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.752 KB)

Abstract

Latar belakang : pada 80% bayi baru lahir premature dan mencapai 60% pada bayi lahir aterm pada minggu pertama kehidupannya. Penanganan utama kasus ini adalah fototerapi yang mempunyai berbagai efek samping bagi bayi. Penanganan alternatif sangat dibutuhkan untuk mengatasi hiperbilirubinemia seperti dengan menggunakan baby massage. Tujuan : ini adalah untuk menganalisa pengaruh baby massage terhadap penurunan kadar bilirubin pada bayi yang menjalani fototerapi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimen dengan non equivalent control group with pre post test design. Sampel berjumlah 32 bayi yang terbagi dalam 16 responden kelompok intervensi dan 16 responden sebagai kelompok kontrol yang diambil berdasarkan penghitungan besar sampel komparatif numeric tidak berpasangan dua kelompk satu kali pengukuran. Data dianalisis menggunakan repeated anova, Dependen T-Test, Independen T- Test, dan Analysis of Covarians. Hasil : menunjukkan rata-rata kadar bilirubin serum setelah intervensi pada kelompok intervensi adalah 6,48 sedangkan kelompok kontrol 9,32. Penurunan rata-rata kadar bilirubin serum kelompok intervensi (7,21+2,59), sedangkan kelompok kontrol (6,51+3,30), antara kedua kelompok terdapat perbedaan penurunan yang bermakna dengan p-value =0,000. Simpulan : didapatkan bahwa baby massage sebagai alternative tindakan tambahan yang dapat menurunkan kadar bilirubin serum secara efektif. Berdasarkan hasil penelitian ini Baby massage dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan dalam penatalaksanaan bayi hiperbilirubinemia di rumah sakit.
Stres dan Korelasinya dengan Faktor Demografi pada Wanita Pekerja di Sektor Tembakau Monica Kartini; Berlian Nurtyashesti Kusumadewi
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.49 KB)

Abstract

Latar Belakang: Peran ganda perempuan, khususnya yang bekerja di sektor pertanian tembakau, membuatnya harus bisa membagi waktu untuk urusan domestik dan juga mampu untuk melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh pekerja tembakau laki-laki. Konflik peran ganda berkaitan erat dengan munculnya gangguan kecemasan, depresi dan perasaan bersalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stress pada perempuan yang bekerja di sektor tembakau dan hubungannya dengan beberapa faktor demografi. Metode: penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 75 wanita pekerja di sektor tembakau di wilayah Kabupaten Temanggung berpartisipasi dalam penelitian ini, yang dipilih dengan menggunakan teknik non-probability sampling. Tingkat stress diukur dengan menggunakan instrumen Perceived Stress Scale (PSS) dan faktor demografi dilihat dari faktor usia, status pernikahan, tingkat pendidikan, lama bekerja, jumlah anak, status tempat tinggal dan pendapatan keluarga. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis bivariat Chi- square. Hasil: Sebagian besar subjek penelitian memiliki tingkat persepsi stres sedang, yaitu sejumlah 52 wanita (69,33%). Sedangkan responden yang memiliki tingkat stress rendah sejumlah 21 wanita (28%) dan sebanyak 2 perempuan (2,67%) memiliki tingkat stress tinggi. Variabel demografi status pernikahan dan tingkat pendidikan memiliki p-value<0,05. Sedangkan faktor demografi lainnya memiliki p-value>0,05. Kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki tingkat stres sedang (69,33%) dan hanya 2,67% subjek memiliki tingkat stres tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan status pernikahan dan usia. Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres denganfaktor demografi lainnya. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana para perempuan pekerja di sektor tembakau beradaptasi dengan stres yang dihadapi dan adakah korelasi dengan tingkat kebersyukuran yang dimiliki.
Peran Keluarga dalam Perawatan Diabetes Mellitus Lis Nurhayati; Syamsudin Syamsudin; Siti Khoiriyah
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.933 KB)

Abstract

Pendahuluan : Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit metabolik kronik yang tidak dapat disembuhkan namun dapat dikendalikan, penyakit gangguan metabolisme yang bersifat kronis dengan karakteristik hiperglikemia dengan komplikasi yang timbul akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol. Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang dapat meningkatkan ancaman kesehatan dan kematian setiap individu dengan cepat dan mempunyai tantangan yang besar untuk mencapai keberhasilan dalam penatalaksanaan. Tujuan : Mengetahui peran keluarga dalam perawatan Diabetes Mellitus. Metode : Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan bedah lintang dan berjumlah satu responden. Pengumpulan data dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Magelang Utara pada tanggal 27-29 Maret 2019 dengan Instrumen : pedoman wawancara, pedoman observasi, buku catatan, handphone sebagai alat perekam, alat mengukur kadar gula darah, tensimeter. Analisa data penelitian menggunakan domain analisa Peran Keluarga Dalam Perawatan Diabetes Mellitus yang meliputi peran keluarga dalam pengaturan diit, pengaturan aktivitas fisik, pemantauan terapi obat. Hasil penelitian menunjukan keluarga berperan penuh dalam peran pengaturan diit, pemantauan terapi obat, pemantauan kontrol dokter/kesehatan, namun belum sepenuhnya berperan dalam pengaturan aktivitas fisik. Simpulan: peran keluarga dalam perawatan belum sepenuhnya diberikan karena faktor kesibukan dari keluarga.
Literatur Riview: Efektifitas Massage Effleurage terhadap Tingkat Nyeri pada Ibu Bersalin Try Widi Astuti; Is Susiloningtyas; Catur Leny Wulandari
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.702 KB)

Abstract

Latar belakang : Massage merupakan salah satu cara mengurangi rasa nyeri karena proses massage dapat menghambat sinyal nyeri, Ibu bersalin yang mendapat massage selama 20 menit selama proses persalinan akan lebih terbebas dari rasa sakit. Pada tahap pertama kontraksi uterus persalinan yang menyebabkan rangsangan nyeri, sekitar 90% persalinan disertai dengan rasa sakit. Teknik message effleurage memijat menggunakan tekanan yang sedang dengan sapuan yang panjang, berguna membantu mengontrol rasa sakit lokal dan meningkatkan sirkulasi dengan adanya teknik message effleurage ini, akan memberikan inovasi bidan untuk menggunakan metode terbaru untuk melakukan perawatan sayang ibu. Tujuan : mengetahui efektifitas massage effleurage terhadap tingkat nyeri pada ibu bersalin. Metode : Studi ini merupakan suatu tinjauan literatur (literatur review) untuk mempelajari efektivitas effleurage Terhadap Nyeri pada Kala I Persalinan. Sumber untuk melakukan tinjauan literature ini meliputi studi pencarian Google Scholer, e-jurnal, dan buku. Hasil : Effleurage adalah memijat menggunakan tekanan yang sedang dengan sapuan yang panjang, meremas menggunakan tangan diatas lapisan superficial dari jaringan otot berguna membantu mengontrol rasa sakit lokal dan meningkatkan sirkulasi dilakukan selama 10-20 menit setiap jam dapat menurunkan tekanan darah, memperlambat denyut jantung, dan meningkatkan pernapasan. Simpulan : Terapi pijat lebih efektif dan efisiensi mengurangi rasa sakit pada tahap 1 dari pelahiran pervaginam bila dikombinasikan dengan perawatan standar.
Penerapan Teknik Verbal Asertif untuk Menurunkan Kemarahan pada Pasien Perilaku Kekerasan Nia Ambarwati; Is Susilaningsih
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.556 KB)

Abstract

Latar belakang : Perilaku kekerasan biasanya menunjukkan perilaku menyerang, tangan dikepal, tubuh menjadi kaku, reflek yang cepat dan membahayakan diri sendiri dan lingkungan. Perilaku kekerasan sudah banyak diberikan asupan berstandar dan berbagai cara teknik mengontrol perilaku kekerasan tetapi pada kenyataanya Ny. A jarang menggunakan teknik yang sudah diajarkan sehingga perlu dikonrol dengan salah satu cara yaitu teknik verbal asertif. Tujuan :menerapkan teknik verbal asertif untuk mengontrol marah Ny A. Metode : Penelitian deskriptif kualitatif. Sampel 1 responden. Metode yang digunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sempel Ny A yang mengalami perilaku kekerasan. Hasil : Pertemuan dengan responden untuk pengambilan data dilakukan di Wisma Budi Makarti Boyolali di ruang Apokat yang akan berlangsung selama 3 hari yaitu dimulai dari tanggal 01 April sampai dengan 03 April 2019. Langkah awal yang saya lakukan adalah datang menemui pasien kemudian mengobservasi dan wawancara.Simpulan : mampu mengontrol marah dengan baik. Saran yang diberikan kepada Ny A agar melakukan pelatihan secara rutin dan terjadwal.

Page 6 of 17 | Total Record : 166