cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 176 Documents
Determinan Status Gizi Ibu Hamil YENI YULISTANTI; TULUS PUJI HASTUTI; NOVEMA ASHAR NURAHMAN; MOH RIDWAN
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.278

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Status gizi ibu hamil yang buruk dapat berdampak serius bagi kesehatan ibu dan janin  berupa peningkatan angka morbiditas maupun mortalitas. Badan Pusat Statistik Jateng mencatat jumlah ibu hamil dengan KEK di Kabupaten Temanggung masih cukup tinggi sehingga memerlukan perhatian khusus. Determinan status gizi ibu hamil perlu diketahui untuk dapat dilakukan upaya tindak lanjut yang tepat dalam mencegah terjadinya status gizi yang buruk. Tujuan: mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi status gizi pada ibu hamil trimester 3 di wilayah kerja Puskesmas Traji, Temanggung. Metode: penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 30 orang ibu hamil di Puskesmas Traji, Temanggung pada bulan April-Juli 2024. Teknik pengumpulan data berupa pengisian kuesioner, pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar lengan atas (LiLA) menggunakan timbangan dan mikrotois yang telah terkalibrasi. Hasil: Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa usia, tingkat pengetahuan, paritas dan riwayat penyakit terbukti secara signifikan memengaruhi status gizi ibu hamil (p < 0,05), sedangkan tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pola makan tidak memengaruhi status gisi ibu hamil (p > 0,05). Hasil uji regresi logistic menunjukkan tingkat pengetahuan sebagai faktor paling dominan yang memengaruhi status gizi ibu hamil (OR ; 4,83 ;95% CI: 1,8 – 13,4). Kesimpulan: Faktor yang memengaruhi status gizi ibu hamil adalah usia, tingkat pengetahuan, paritas dan riwayat penyakit dimana tingkat pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan. Kata Kunci:   determinan ; status gizi ; ibu hamil
Lama Hemodialisis Mempengaruhi Perubahan Menstruasi pada Wanita Usia Subur Uswatun Hasanah; Wiwin Renny Rahmawati; Yeni Yulistanti; Lulut Handayani
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.286

Abstract

Latar Belakang: Hemodialisis merupakan tindakan medis sebagai pengganti fungsi ginjal untuk mengeluarkan sisa metabolisme dari darah. Lama hemodialisis dapat mempengaruhi kondisi psikologis dan fisik pasien, termasuk sistem reproduksi. Pada wanita usia subur, hemodialisis dapat mengubah sekresi hormon, yang bisa berdampak pada perubahan menstruasi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa wanita yang menjalani hemodialisis lebih lama lebih banyak mengalami perubahan menstruasi. Namun, belum ada yang memberikan informasi secara jelas tentang jenis perubahan menstruasinya. Perubahan menstruasi hanya dinyatakan berubah dan tidak berubah. Tujuan: mengetahui adanya hubungan antara lama hemodialisis dengan perubahan menstruasi pada wanita usia subur di Unit Hemodialisis RST dr. Soedjono Magelang. Metode: metode yang digunakan adalah Cross-Sectional dengan teknik pengambilan sampel berupa total sampling terhadap 31 responden yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Uji hipotesis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden menjalani hemodialisis dua kali seminggu (90,3%) dan lama hemodialisis kurang dari 50 bulan (58,1%). Sebanyak 77,4% mengalami perubahan menstruasi. Hasil uji statistik menggunakan Spearman Rank menunjukkan p value 0,025 (p<0,05). Simpulan: Artikel ini menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan antara lama hemodialisis dengan perubahan menstruasi pada wanita usia subur di Unit Hemodialisis RST dr. Soedjono Magelang.
Analisis Komprehensif: Stres Pengasuhan dan Strategi Koping pada Orang Tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus Retno Lusmiati Anisah; Parmilah; Yuni Susilowati
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.287

Abstract

Abstrak Orang tua yang mengasuh anak berkebutuhan khusus (ABK) menghadapi tantangan psikologis yang kompleks dan rentan mengalami tekanan emosional kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat parenting stress dan mengidentifikasi strategi koping dominan yang digunakan oleh orang tua di SLB Negeri Temanggung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 279 orang tua siswa, dengan sampel sebanyak 77 orang tua yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Skala Stres Pengasuhan (SSP) adaptasi Kumalasari et al. dan Skala Strategi Koping modifikasi Nasution & Pratiwi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua (54,5%) mengalami tingkat stres pengasuhan yang tinggi, dengan skor rata-rata pada aspek ketegangan (strain) lebih tinggi daripada aspek kepuasan (pleasure). Orang tua ABK berada dalam posisi yang menantang namun resilien. Tingkat stres yang tinggi diseimbangkan dengan penggunaan strategi koping yang masih adaptif secara kultural, terutama Koping Religius dan Escape-Avoidance. Meskipun strategi penghindaran sering dipandang negatif, dalam konteks keterbatasan sumber daya di Indonesia, strategi ini berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri untuk menjaga kewarasan jangka pendek. Nilai-nilai budaya seperti pasrah dan nrimo menjadi fondasi kekuatan mental yang membedakan profil koping orang tua Indonesia dengan di Barat. Tenaga kesehatan perlu merancang program intervensi yang juga berfokus pada kesehatan mental orang tua, untuk menggeser strategi koping dari Escape menuju Positive Reappraisal dan Problem Solving. Pembentukan kelompok dukungan (peer support group) di sekolah dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi isolasi sosial dan memberikan wadah berbagi strategi pengasuhan yang konstruktif. Kata Kunci:   Anak Berkebutuhan Khusus; Orang Tua; Strategi Koping; Stres Pengasuhan  
Literature Review Of The Implementation Of Mindful Parenting In Parenting Patterns Triana Widiastuti; Ayu Trisni Pamilih; Lailatul Mustaghfiroh
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.289

Abstract

Abstrak Penerapan pola asuh pada era sekarang ini mengalami beberapa kendala salah satunya dalam melakukan komunikasi, salah satu metode pola asuh mindful dapat membantu dalam mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini mengkaji penerapan mindful parenting dalam pola asuh orang tua. Penelitian ini adalah penelitian metode penelitian yang digunakan dalam tinjauan ini dengan literature review. Literature review yang digunakan dalam penelitian ini kami lakukan dengan mencari sumber dari berbagai artikel dan jurnal penelitian terindeks nasional seperti Pubmed, Science direct, ProQuest, EBSCO, Taylor & Francis, Google Scholar, batas maksimal publikasi artikel penelitian dalam kurun waktu 5 tahun terakhir periode tahun 2020-2025. Artikel penelitian yang didapatkan sebanyak 8 artikel, dianalisis dan disintesis dalam format tabel berisi judul, penulis, tahun, metodologi, dan hasil. Penerapan pola asuh mindful parenting dapat diterapkan pada anak pra sekolah, sekolah sampai remaja, pola asuh ini terbukti meningkatkan kualitas pengasuhan, mendukung perkembangan sosial-emosional anak, mengurangi stress pada orang tua serta memperkuat kesejahteraan keluarga.   Kata Kunci : Pola asuh; Orang tua; Mainfulness.   Abstract The implementation of parenting in the current era faces several obstacles, one of which is communication. One method, mindful parenting, can help overcome these problems. The purpose of this study is to examine the application of mindful parenting in parenting. This study is a research method used in this review with a literature review. The literature review used in this study was conducted by searching for sources from various nationally indexed research articles and journals such as Pubmed, Science direct, ProQuest, EBSCO, Taylor & Francis, Google Scholar, with a maximum publication limit for research articles within the last 5 years, 2020-2025. Eight research articles were obtained, analyzed and synthesized in a table format containing the title, author, year, methodology, and results. The application of mindful parenting can be applied to preschoolers, school children, and adolescents. This parenting pattern has been proven to improve the quality of care, support children's social-emotional development, reduce stress on parents, and strengthen family well-being. Keywords: Parenting; Parents; Maindfulness.
Senam Kaki Diabetik Terhadap Sensitivitas Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus Emah Marhamah; Evy Tri Susanti; Agus Setiyawan; Ida Rianawaty; Kurniawan Bagus Sugiarto; Alfi Riza; Nadiatulhikmah Ayu Rizqi P
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.302

Abstract

Abstrak Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah akibat gangguan produksi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Diabetes melitus yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan dampak serius yaitu dapat mengalami penurunan sensitivitas kaki akibat neuropati diabetik. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya luka, ulkus, dan komplikasi lainnya pada kaki, sehingga dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Intervensi non farmakologis seperti senam kaki diabetik dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan sensitivitas kaki dan mencegah komplikasi. Berdasarkan observasi awal terhadap 10 penderita diabetes melitus yang bersedia diperiksa, ditemukan bahwa 70% responden mengalami penurunan sensitivitas kaki dengan gejala kesemutan, mati rasa, atau berkurangnya kemampuan merasakan tekanan dan panas/dingin. Kegiatan ini bertujuan mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap peningkatan sensitivitas kaki pada penderita diabetes melitus di Desa Sidorejo Bandongan Kabupaten Magelang. Metode dalam artikel ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre eksperimen one group pre test post test. Populasi penelitian ini adalah penderita diabetes melitus sejumlah 35 orang di Desa Sidorejo, Bandongan. Pelaksanaan dilakukan bulan November 2025 hingga bulan Januari 2026. Hasil uji statistik menggunakan analisis uji paired t-test jika data terdistribusi normal dan uji Wilcoxon jika data tidak terdistribusi normal. Nilai signifikansi kaki kanan menunjukkan nilai p-value = 0,096 yang berarti p > 0,05, sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan sensitivitas kaki kanan sebelum dan sesudah dilakukan senam kaki. Nilai signifikansi kaki kiri menunjukkan nilai p-value = 0,130 yang berarti p > 0,05, sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan sensitivitas kaki kiri sebelum dan sesudah dilakukan senam kaki. Kata Kunci : Diabetes melitus; Sensitivitas kaki; Senam kaki diabetik. Abstract Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterized by elevated blood sugar levels due to impaired insulin production, insulin action, or both. Untreated diabetes mellitus can have serious consequences, including decreased foot sensitivity due to diabetic neuropathy. This condition increases the risk of wounds, ulcers, and other foot complications, which can reduce the patient's quality of life. Non-pharmacological interventions such as diabetic foot exercises can be an alternative to improve foot sensitivity and prevent complications.. Based on initial observations of 10 diabetes mellitus sufferers who were willing to be examined, it was found that 70% of respondents experienced decreased sensitivity in their feet with symptoms of tingling, numbness, or reduced ability to feel pressure and heat/cold. This activity aims toThis study aimed to determine the effect of diabetic foot exercises on increasing foot sensitivity in diabetes mellitus patients in Sidorejo Bandongan Village, Magelang Regency. The method used in this article is quantitative with a pre-experimental approach one group pre test post test. The population of this study was 35 people with diabetes mellitus in Sidorejo Village, Bandongan. The study was conducted from November 2025 to January 2026. The results of the statistical test used a test analysis.paired t-testif the data is normally distributed and the Wilcoxon test if the data is not normally distributed. The significance value of the right leg shows the valuep-value= 0.096 which means p > 0.05, so it is concluded that there is no significant difference in the sensitivity of the right leg before and after doing foot exercises. The significance value of the left leg shows the valuep-value= 0.130 which means p > 0.05, so it is concluded that there is no significant difference in the sensitivity of the left leg before and after foot exercises. Keywords: Diabetes mellitus; Foot sensitivity; Diabetic foot exercise.
Peran Self-Diagnose Dalam Deteksi Dini Kecemasan Mahasiswa Di Magelang: Kajian Cross-Sectional Agus Setiyawan; Novida Prima Wijayanti; Wahyu Tri Astuti; Kurniawan Bagus Sugiarto; Siswanto Siswanto
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.303

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kecemasan merupakan keadaan emosional yang ditandai oleh perasaan khawatir, takut, dan tidak nyaman yang muncul sebagai respons terhadap situasi atau ancaman yang dianggap membahayakan, baik yang bersifat nyata maupun yang hanya dipersepsikan oleh individu. Namun, apabila kecemasan terjadi secara berlebihan, berlangsung dalam waktu yang lama, dan mengganggu aktivitas serta fungsi kehidupan sehari-hari, maka kondisi tersebut dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan individu. Menurut penelitian 33,7% mahasiswa mengalami kecemasan pada tingkat menengah, mahasiswa perlu melakukan self-diagnose sebagai langkah awal untuk mengenali kondisi kesehatan mental yang mereka alami, mengingat tingginya tekanan akademik, sosial, dan tuntutan masa depan selama masa perkuliahan. Tujuan: mengetahui hubungan antara self-diagnose kesehatan mental dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa di Kota Magelang. Metode: Metode dalam artikel ini adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional, Populasi penelitian ini adalah seluruh pengunjung “Mini Festival SEJENAK (A Brief Moment to Pause)” yang diselenggarakan di Gedung Auditorium Edusmart Soerojo Hospital pada tanggal 12 November 2025 dan “KMI Expo 2025” di Universtitas Tidar pada tanggal 19-20 November 2025 sebanyak 85 orang. Pelaksaan dilakukan pada bulan Oktober hingga bulan Januari 2025. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan analisis Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000, yang berarti p < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self diagnose mental disorders dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa di Kota Magelang. Nilai koefisien korelasi r = 0,816 menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dengan arah positif. Simpulan: Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat self diagnose mental disorders, maka tingkat kecemasan cenderung semakin ringan. Kata Kunci : Cemas; Mahasiswa; Self diagnose. Abstract Background: Anxiety is an emotional state characterized by feelings of worry, fear, and discomfort that arise in response to situations or threats perceived as harmful, whether real or imagined. However, when anxiety occurs excessively, persists over a prolonged period, and interferes with daily activities and functioning, it can negatively affect mental health and overall well-being. Previous research indicates that 33.7% of university students experience moderate levels of anxiety. Students need to engage in self-diagnosis as an initial step to recognize their mental health condition, considering the high academic, social, and future-related pressures encountered during university life. Objective: To determine the relationship between mental health self-diagnosis and anxiety levels among university students in Magelang City. Methods: This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all visitors to the “Mini Festival SEJENAK (A Brief Moment to Pause)” held at the Edusmart Auditorium, Soerojo Hospital, on November 12, 2025, and the “KMI Expo 2025” at Universitas Tidar on November 19–20, 2025, totaling 85 participants. Data collection was conducted from October to January 2025. Statistical analysis was performed using the Spearman Rank correlation test. Results: The Spearman Rank analysis yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant relationship between mental health self-diagnosis and anxiety levels among university students in Magelang City. The correlation coefficient (r = 0.816) demonstrated a very strong positive correlation. Conclusion: The findings indicate that lower levels of mental health self-diagnosis are associated with lower levels of anxiety. Keywords: Anxiety; Students; Self-diagnosis.
Latihan Yoga Menurunkan Intensitas Nyeri Dismenore pada Remaja Putri Imelda Puspita Aprilia Sari; Dilgu Meri; Arya Ramadia; Ahmad Redho
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.285

Abstract

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2020, tercatat sebanyak 1.769.425 (90%) wanita yang menderita dismenorea, dengan 10-16% menderita dismenorea berat. Sebagian besar remaja memilih membiarkan nyeri atau menggunakan obat pereda nyeri, padahal penggunaan obat secara berulang berpotensi menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan metode nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan mudah diterapkan, salah satunya adalah yoga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yoga terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri kelas XI di SMAN 7 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 23 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil frekuensi intensitas nyeri haid sebelum dilakukan yoga sebagian besar responden (69,6%) merasakan intensitas nyeri haid pada skala 4-6 atau nyeri sedang, setelah dilakukan yoga sebagian besar responden (87,0%) merasakan intensitas nyeri haid pada skala 1-3 atau nyeri ringan. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan yoga terhadap penurunan nyeri dismenore. Dapat disimpulkan bahwa yoga efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Yoga dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah dilakukan untuk membantu remaja mengelola nyeri menstruasi. Disarankan kepada pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi mengenai manfaat yoga sebagai bagian dari promosi kesehatan remaja.
Pengetahuan Mitigasi Bencana Berkorelasi Dengan Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Banjir Nurhanisa Salihi; Pipin Yunus; Arifin Umar; Andi Safutra Suraya
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.294

Abstract

Banjir merupakan peristiwa yang dapat mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat seperti menimbulkan korban jiwa, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Salah satu upaya untuk mengurangi risiko bencana adalah dengan mitigasi bencana, pengetahuan mengenai mitigasi bencana sangat penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat ketika menghadapi bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan mitigasi bencana dengan kesiapsiagaan masyarakat pesisir danau Limboto dalam menghadapi bencana banjir di Desa Hutadaa Kecamatan Talaga Jaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitaif dengan desaian penelitian analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh masyarakat yang terdampak bencana banjir serta pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sebanyak 77 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan mitigasi bencana, sedangkan dependen ialah kesiapsiagaan masyarakat. Insrumen penelitian menggunakan kuesioner serta teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian di dapatkan nilai p= 0,000 (<0,05) dengan arah korelasi positif (+) menandakan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan maka semakin tinggi pula kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir yang menunjukan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan baik tentang mitigasi bencana (39%), dan sebagian besar juga berada pada kategori sangat siap dalam menghadapi banjir (41,6%). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan mitigasi bencana dengan kesiapsiagaan masyarakat pesisir Danau Limboto dalam menghadapi bencana banjir di Desa Hutadaa Kecamatan Talaga Jaya.
Psikoedukasi Berpengaruh Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Siswa Remaja Pramesti Ardani Paintu; Pipin Yunus; Nur Uyuun I. Biahimo; Siti Qomariah Usu
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.295

Abstract

Kecemasan merupakan respon psikologis yang muncul akibat adanya stresor dan dapat memengaruhi kondisi emosional, fisik, serta kemampuan individu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kecemasan yang dirasakan dipengaruhi juga dari faktor internal seperti pola pikir, kepercayaan diri, kondisi fisik, dan kemampuan mengelola emosi, faktor lain yakni ekternal seperti dari lingkungan keluarga, sekolah, akademik, teman sebaya, lingkungan sosial dan ekonomi, yang dapat menyebabkan tingkat kecemasan pada remaja mudah dirasakan. Tingkat kecemasan yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi terhadap tingkat kecemasan pada siswa remaja di smpn Ix kota gorontalo. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan one group pre-test post-test, melibatkan 27 remaja yang mengalami kecemasan, Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum psikoedukasi, 48,2% responden mengalami kecemasan ringan, 37% cemas sedang, 14,8% cemas berat, sedangkan setelah psikoedukasi, 25,9% responden tidak cemas, 51,9% cemas riny, 22,2% cemas sedang. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p-value < 0,001, yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan intervensi Psikoedukasi dalam menurunkan tingkat Kecemasan. Hal menunjukan bahwa pemberian psikoedukasi mampu menurunkan tingkat kecemasan pada siswa remaja yang dari 23.63% menurun menjadi 17.96%, Maka dengan itu perlu adanya psikoedukasi dapat dijadikan sebagai bagian dari program rutin bimbingan dan konseling (BK) untuk membantu siswa dalam mengelola tingkat kecemasan dan bagi peneliti selanjutnya agar dapat meneiliti faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kecemasan pada siswa remaja.
Studi Cross-Sectional: Jogging Berpengaruh Terhadap Siklus Menstruasi pada Wanita usia Subur Sri Wahyuni; Naomi Parmila Hesti Savitri
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.304

Abstract

Aspek penting dalam mengevaluasi fungsi kesehatan reproduksi adalah siklus menstruasi yang terjadi secara fisiologis setiap bulan. Pemilhan olahraga yang banyak diminati Wanita usia subur (WUS) adalah senam aerobic. Namun kadang sering menimbulkan kelelahan dan gangguan siklus menstruasi karena dilakukan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Salah satu upaya untuk menstabilkan siklus menstruasi dapat dipilih olahraga dengan intensitas rendah yaitu jogging. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh jogging terhadap siklus menstruasi pada WUS. Metode menggunakan pendekatan cros sectional pada WUS usia 20-40 tahun sebanyak 40 orang yang dilatih jogging selama 3 bulan dengan frekuensi 3-5 kali/minggu, dan durasi 30-60 menit. Uji analisis data menggunakan chi square untuk melihat hubungan jogging dengan siklus menstruasi dan uji regresi logistic multinomial untuk melihat kekuatan pengaruhnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jogging mempunyai hubungan bermakna terhadap siklus menstruasi p=0,028 (p< 0,05) dan wanita yang melakukan aktivitas fisik secara rutin cenderung memiliki siklus menstruasi yang normal dibandingkan dengan wanita yang tidak teratur melakukan jogging dengan resiko 2,3 kali mengalami oligomenore dan 2,75 kali mengalami polimenore (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik yang teratur dengan intensitas rendah dapat membantu menjaga keseimbangan hormon reproduksi sehingga siklus menstruasi menjadi lebih teratur.