cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 166 Documents
Determinan Status Gizi Ibu Hamil YULISTANTI, YENI; TULUS PUJI HASTUTI; NOVEMA ASHAR NURAHMAN; MOH RIDWAN
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.278

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Status gizi ibu hamil yang buruk dapat berdampak serius bagi kesehatan ibu dan janin  berupa peningkatan angka morbiditas maupun mortalitas. Badan Pusat Statistik Jateng mencatat jumlah ibu hamil dengan KEK di Kabupaten Temanggung masih cukup tinggi sehingga memerlukan perhatian khusus. Determinan status gizi ibu hamil perlu diketahui untuk dapat dilakukan upaya tindak lanjut yang tepat dalam mencegah terjadinya status gizi yang buruk. Tujuan: mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi status gizi pada ibu hamil trimester 3 di wilayah kerja Puskesmas Traji, Temanggung. Metode: penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 30 orang ibu hamil di Puskesmas Traji, Temanggung pada bulan April-Juli 2024. Teknik pengumpulan data berupa pengisian kuesioner, pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar lengan atas (LiLA) menggunakan timbangan dan mikrotois yang telah terkalibrasi. Hasil: Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa usia, tingkat pengetahuan, paritas dan riwayat penyakit terbukti secara signifikan memengaruhi status gizi ibu hamil (p < 0,05), sedangkan tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pola makan tidak memengaruhi status gisi ibu hamil (p > 0,05). Hasil uji regresi logistic menunjukkan tingkat pengetahuan sebagai faktor paling dominan yang memengaruhi status gizi ibu hamil (OR ; 4,83 ;95% CI: 1,8 – 13,4). Kesimpulan: Faktor yang memengaruhi status gizi ibu hamil adalah usia, tingkat pengetahuan, paritas dan riwayat penyakit dimana tingkat pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan. Kata Kunci:   determinan ; status gizi ; ibu hamil
Lama Hemodialisis Mempengaruhi Perubahan Menstruasi pada Wanita Usia Subur Uswatun Hasanah; Renny Rahmawati, Wiwin; Yulistanti, Yeni; Handayani, Lulut
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.286

Abstract

Latar Belakang: Hemodialisis merupakan tindakan medis sebagai pengganti fungsi ginjal untuk mengeluarkan sisa metabolisme dari darah. Lama hemodialisis dapat mempengaruhi kondisi psikologis dan fisik pasien, termasuk sistem reproduksi. Pada wanita usia subur, hemodialisis dapat mengubah sekresi hormon, yang bisa berdampak pada perubahan menstruasi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa wanita yang menjalani hemodialisis lebih lama lebih banyak mengalami perubahan menstruasi. Namun, belum ada yang memberikan informasi secara jelas tentang jenis perubahan menstruasinya. Perubahan menstruasi hanya dinyatakan berubah dan tidak berubah. Tujuan: mengetahui adanya hubungan antara lama hemodialisis dengan perubahan menstruasi pada wanita usia subur di Unit Hemodialisis RST dr. Soedjono Magelang. Metode: metode yang digunakan adalah Cross-Sectional dengan teknik pengambilan sampel berupa total sampling terhadap 31 responden yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Uji hipotesis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden menjalani hemodialisis dua kali seminggu (90,3%) dan lama hemodialisis kurang dari 50 bulan (58,1%). Sebanyak 77,4% mengalami perubahan menstruasi. Hasil uji statistik menggunakan Spearman Rank menunjukkan p value 0,025 (p<0,05). Simpulan: Artikel ini menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan antara lama hemodialisis dengan perubahan menstruasi pada wanita usia subur di Unit Hemodialisis RST dr. Soedjono Magelang.
Analisis Komprehensif: Stres Pengasuhan dan Strategi Koping pada Orang Tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus Anisah, Retno Lusmiati; Parmilah; Yuni Susilowati
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.287

Abstract

Abstrak Orang tua yang mengasuh anak berkebutuhan khusus (ABK) menghadapi tantangan psikologis yang kompleks dan rentan mengalami tekanan emosional kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat parenting stress dan mengidentifikasi strategi koping dominan yang digunakan oleh orang tua di SLB Negeri Temanggung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 279 orang tua siswa, dengan sampel sebanyak 77 orang tua yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Skala Stres Pengasuhan (SSP) adaptasi Kumalasari et al. dan Skala Strategi Koping modifikasi Nasution & Pratiwi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua (54,5%) mengalami tingkat stres pengasuhan yang tinggi, dengan skor rata-rata pada aspek ketegangan (strain) lebih tinggi daripada aspek kepuasan (pleasure). Orang tua ABK berada dalam posisi yang menantang namun resilien. Tingkat stres yang tinggi diseimbangkan dengan penggunaan strategi koping yang masih adaptif secara kultural, terutama Koping Religius dan Escape-Avoidance. Meskipun strategi penghindaran sering dipandang negatif, dalam konteks keterbatasan sumber daya di Indonesia, strategi ini berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri untuk menjaga kewarasan jangka pendek. Nilai-nilai budaya seperti pasrah dan nrimo menjadi fondasi kekuatan mental yang membedakan profil koping orang tua Indonesia dengan di Barat. Tenaga kesehatan perlu merancang program intervensi yang juga berfokus pada kesehatan mental orang tua, untuk menggeser strategi koping dari Escape menuju Positive Reappraisal dan Problem Solving. Pembentukan kelompok dukungan (peer support group) di sekolah dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi isolasi sosial dan memberikan wadah berbagi strategi pengasuhan yang konstruktif. Kata Kunci:   Anak Berkebutuhan Khusus; Orang Tua; Strategi Koping; Stres Pengasuhan  
Literature Review Of The Implementation Of Mindful Parenting In Parenting Patterns Widiastuti, Triana; Trisni Pamilih, Ayu; Mustaghfiroh, Lailatul
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.289

Abstract

Abstrak Penerapan pola asuh pada era sekarang ini mengalami beberapa kendala salah satunya dalam melakukan komunikasi, salah satu metode pola asuh mindful dapat membantu dalam mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini mengkaji penerapan mindful parenting dalam pola asuh orang tua. Penelitian ini adalah penelitian metode penelitian yang digunakan dalam tinjauan ini dengan literature review. Literature review yang digunakan dalam penelitian ini kami lakukan dengan mencari sumber dari berbagai artikel dan jurnal penelitian terindeks nasional seperti Pubmed, Science direct, ProQuest, EBSCO, Taylor & Francis, Google Scholar, batas maksimal publikasi artikel penelitian dalam kurun waktu 5 tahun terakhir periode tahun 2020-2025. Artikel penelitian yang didapatkan sebanyak 8 artikel, dianalisis dan disintesis dalam format tabel berisi judul, penulis, tahun, metodologi, dan hasil. Penerapan pola asuh mindful parenting dapat diterapkan pada anak pra sekolah, sekolah sampai remaja, pola asuh ini terbukti meningkatkan kualitas pengasuhan, mendukung perkembangan sosial-emosional anak, mengurangi stress pada orang tua serta memperkuat kesejahteraan keluarga.   Kata Kunci : Pola asuh; Orang tua; Mainfulness.   Abstract The implementation of parenting in the current era faces several obstacles, one of which is communication. One method, mindful parenting, can help overcome these problems. The purpose of this study is to examine the application of mindful parenting in parenting. This study is a research method used in this review with a literature review. The literature review used in this study was conducted by searching for sources from various nationally indexed research articles and journals such as Pubmed, Science direct, ProQuest, EBSCO, Taylor & Francis, Google Scholar, with a maximum publication limit for research articles within the last 5 years, 2020-2025. Eight research articles were obtained, analyzed and synthesized in a table format containing the title, author, year, methodology, and results. The application of mindful parenting can be applied to preschoolers, school children, and adolescents. This parenting pattern has been proven to improve the quality of care, support children's social-emotional development, reduce stress on parents, and strengthen family well-being. Keywords: Parenting; Parents; Maindfulness.
Pengaruh Senam Kaki Diabetik Terhadap Sensitivitas Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus Marhamah, Emah; Tri Susanti, Evy; Setiyawan, Agus; Rianawaty, Ida; Bagus Sugiarto, Kurniawan; Riza, Alfi; Ayu Rizqi P, Nadiatulhikmah
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.302

Abstract

Abstrak Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah akibat gangguan produksi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Diabetes melitus yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan dampak serius yaitu dapat mengalami penurunan sensitivitas kaki akibat neuropati diabetik. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya luka, ulkus, dan komplikasi lainnya pada kaki, sehingga dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Intervensi non farmakologis seperti senam kaki diabetik dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan sensitivitas kaki dan mencegah komplikasi. Berdasarkan observasi awal terhadap 10 penderita diabetes melitus yang bersedia diperiksa, ditemukan bahwa 70% responden mengalami penurunan sensitivitas kaki dengan gejala kesemutan, mati rasa, atau berkurangnya kemampuan merasakan tekanan dan panas/dingin. Kegiatan ini bertujuan mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap peningkatan sensitivitas kaki pada penderita diabetes melitus di Desa Sidorejo Bandongan Kabupaten Magelang. Metode dalam artikel ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre eksperimen one group pre test post test. Populasi penelitian ini adalah penderita diabetes melitus sejumlah 35 orang di Desa Sidorejo, Bandongan. Pelaksanaan dilakukan bulan November 2025 hingga bulan Januari 2026. Hasil uji statistik menggunakan analisis uji paired t-test jika data terdistribusi normal dan uji Wilcoxon jika data tidak terdistribusi normal. Nilai signifikansi kaki kanan menunjukkan nilai p-value = 0,096 yang berarti p > 0,05, sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan sensitivitas kaki kanan sebelum dan sesudah dilakukan senam kaki. Nilai signifikansi kaki kiri menunjukkan nilai p-value = 0,130 yang berarti p > 0,05, sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan sensitivitas kaki kiri sebelum dan sesudah dilakukan senam kaki. Kata Kunci : Diabetes melitus; Sensitivitas kaki; Senam kaki diabetik. Abstract Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterized by elevated blood sugar levels due to impaired insulin production, insulin action, or both. Untreated diabetes mellitus can have serious consequences, including decreased foot sensitivity due to diabetic neuropathy. This condition increases the risk of wounds, ulcers, and other foot complications, which can reduce the patient's quality of life. Non-pharmacological interventions such as diabetic foot exercises can be an alternative to improve foot sensitivity and prevent complications.. Based on initial observations of 10 diabetes mellitus sufferers who were willing to be examined, it was found that 70% of respondents experienced decreased sensitivity in their feet with symptoms of tingling, numbness, or reduced ability to feel pressure and heat/cold. This activity aims toThis study aimed to determine the effect of diabetic foot exercises on increasing foot sensitivity in diabetes mellitus patients in Sidorejo Bandongan Village, Magelang Regency. The method used in this article is quantitative with a pre-experimental approach one group pre test post test. The population of this study was 35 people with diabetes mellitus in Sidorejo Village, Bandongan. The study was conducted from November 2025 to January 2026. The results of the statistical test used a test analysis.paired t-testif the data is normally distributed and the Wilcoxon test if the data is not normally distributed. The significance value of the right leg shows the valuep-value= 0.096 which means p > 0.05, so it is concluded that there is no significant difference in the sensitivity of the right leg before and after doing foot exercises. The significance value of the left leg shows the valuep-value= 0.130 which means p > 0.05, so it is concluded that there is no significant difference in the sensitivity of the left leg before and after foot exercises. Keywords: Diabetes mellitus; Foot sensitivity; Diabetic foot exercise.
Peran Self-Diagnose Dalam Deteksi Dini Kecemasan Mahasiswa Di Magelang: Kajian Cross-Sectional Setiyawan, Agus; Prima Wijayanti, Novida; Tri Astuti, Wahyu; Bagus Sugiarto, Kurniawan; Siswanto, Siswanto
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.303

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kecemasan merupakan keadaan emosional yang ditandai oleh perasaan khawatir, takut, dan tidak nyaman yang muncul sebagai respons terhadap situasi atau ancaman yang dianggap membahayakan, baik yang bersifat nyata maupun yang hanya dipersepsikan oleh individu. Namun, apabila kecemasan terjadi secara berlebihan, berlangsung dalam waktu yang lama, dan mengganggu aktivitas serta fungsi kehidupan sehari-hari, maka kondisi tersebut dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan individu. Menurut penelitian 33,7% mahasiswa mengalami kecemasan pada tingkat menengah, mahasiswa perlu melakukan self-diagnose sebagai langkah awal untuk mengenali kondisi kesehatan mental yang mereka alami, mengingat tingginya tekanan akademik, sosial, dan tuntutan masa depan selama masa perkuliahan. Tujuan: mengetahui hubungan antara self-diagnose kesehatan mental dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa di Kota Magelang. Metode: Metode dalam artikel ini adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional, Populasi penelitian ini adalah seluruh pengunjung “Mini Festival SEJENAK (A Brief Moment to Pause)” yang diselenggarakan di Gedung Auditorium Edusmart Soerojo Hospital pada tanggal 12 November 2025 dan “KMI Expo 2025” di Universtitas Tidar pada tanggal 19-20 November 2025 sebanyak 85 orang. Pelaksaan dilakukan pada bulan Oktober hingga bulan Januari 2025. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan analisis Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000, yang berarti p < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self diagnose mental disorders dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa di Kota Magelang. Nilai koefisien korelasi r = 0,816 menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dengan arah positif. Simpulan: Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat self diagnose mental disorders, maka tingkat kecemasan cenderung semakin ringan. Kata Kunci : Cemas; Mahasiswa; Self diagnose. Abstract Background: Anxiety is an emotional state characterized by feelings of worry, fear, and discomfort that arise in response to situations or threats perceived as harmful, whether real or imagined. However, when anxiety occurs excessively, persists over a prolonged period, and interferes with daily activities and functioning, it can negatively affect mental health and overall well-being. Previous research indicates that 33.7% of university students experience moderate levels of anxiety. Students need to engage in self-diagnosis as an initial step to recognize their mental health condition, considering the high academic, social, and future-related pressures encountered during university life. Objective: To determine the relationship between mental health self-diagnosis and anxiety levels among university students in Magelang City. Methods: This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all visitors to the “Mini Festival SEJENAK (A Brief Moment to Pause)” held at the Edusmart Auditorium, Soerojo Hospital, on November 12, 2025, and the “KMI Expo 2025” at Universitas Tidar on November 19–20, 2025, totaling 85 participants. Data collection was conducted from October to January 2025. Statistical analysis was performed using the Spearman Rank correlation test. Results: The Spearman Rank analysis yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant relationship between mental health self-diagnosis and anxiety levels among university students in Magelang City. The correlation coefficient (r = 0.816) demonstrated a very strong positive correlation. Conclusion: The findings indicate that lower levels of mental health self-diagnosis are associated with lower levels of anxiety. Keywords: Anxiety; Students; Self-diagnosis.