cover
Contact Name
Maisevli Harika
Contact Email
ijatr@polban.ac.id
Phone
+6222-2013789
Journal Mail Official
irwns@polban.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Bandung Jl. Gegerkalong Hilir, Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Industrial Research Workshop and National Seminar
ISSN : -     EISSN : 27752003     DOI : https://doi.org/10.35313/irwns
Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS) adalah forum diseminasi hasil-hasil penelitian sains terapan yang dilakukan setiap tahun di Politeknik Negeri Bandung. Forum ini merupakan ajang untuk saling bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman antara pihak praktisi industri, akademisi, dan pemerintahan. Adanya interaksi antar perspektif yang berbeda ini dapat menjadi sarana untuk menciptakan kesinambungan dan perkembangan teknologi yang tepat guna untuk diterapkan di industri dan masyarakat.
Articles 1,239 Documents
Metode Peningkatan Kinerja Broadband Antena Mimo 4 4 Menggunakan Dielektrik Termodifikasi pada Frekuensi 1800 MHz Nadya Aprilita; Hepi Ludiyati; Didin Saefudin
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.84 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2089

Abstract

Antena merupakan salah satu perangkat telekomunikasi yang berfungsi sebagai perangkat penyesuai impedansi (matching impedance) antara impedansi saluran dan impedansi ruang bebas sekaligus perangkat penerima atau pengirim sinyal informasi dari saluran ke ruang bebas. Banyak jenis antena yang salah satunya merupakan antena mimo. Antena mimo merupakan peningkatan dari antena mikrostrip, memiliki lebih dari satu input dan lebih dari satu output. Tujuan dari multi input dan multi output dari antena mimo tersebut adalah untuk mengatasi kelemahan-kelemahan pada saat pengiriman informasi dari pengirim ke penerima pada umumnya seperti fading atau multipath fading. Selain mengatasi persoalan fading, antena mimo hadir untuk mengatasi semakin banyaknya pengguna dari sistem komunikasi saat ini, khususnya teknologi komunikasi bergerak yang sedang berkembang saat ini. Seiring dengan mengatasi banyaknya pengguna teknologi komunikasi bergerak, antena mimo yang dibuat harus dapat memenuhi kebutuhan akan bandwidth yang besar. Penelitian yang diusulkan dalam meningkatkan kinerja broadband antena mimo antara lain dengan menggunakan material artifisial dielektrik termodifikasi dengan cara menyisipkan lembar konduktor (stripline) ke material susbtrat. Berdasarkan simulasi menggunakan aplikasi CST Microwave® disapatkan hasil parameter antena mimo artifisial sebagai berikut : Gain sebesar 2.902 dB, bandwidth sebesar 182.4 MHz, return loss pada frekuensi tengah sebesar 19.13 dB.
Implementasi Komunikasi Cahaya Tampak Melalui Lampu LED pada Sistem Komunikasi Suara Menggunakan Modulasi Frekuensi Yuli Santoso; Eril Mozef
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.713 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2090

Abstract

Lampu LED sebagai lampu penerangan telah menjadi tren saat ini dikarenakan konsumsi dayanya yang rendah dan tahan lama. LED juga mampu di-switching pada kecepatan tinggi sehingga banyak digunakan pada VLC (Visible Light Communication). Dalam komunikasi suara, banyak metoda yang telah digunakan seperti teknik modulasi PWM, AM dan lain-lain. Sayangnya, pada metoda-metoda tersebut terdapat kelemahan berupa noise yang besar pada keluaran penerima. Untuk itu maka penelitian ini mengusulkan penggunaan modulasi FM. Aplikasi yang dibuat menggunakan DF Player sebagai sumber suara untuk ditumpangkan pada cahaya lampu LED melalui rangkaian penguat, filter, modulator dan switching untuk kemudian ditransmisikan. Pada penerima, cahaya diterima oleh fototransistor 3DU5C lalu sinyal di-filter, dikuatkan dan didemodulasi menggunakan IC PLL 4046 dan dikuatkan kembali, sehingga diperoleh sinyal audio yang dapat didengar melalui headset. Sistem berhasil dibuat dan berfungsi dengan baik pada jarak maksimal sesuai ketinggian plafon dan lantai sekitar 3 meter dalam kondisi line of sight (LOS). Jarak ini bisa ditingkatkan bila diinginkan. Informasi suara yang dihasilkan dapat didengar dengan jelas dan noise berhasil diredam dengan Signal-to-Noise Ratio (SNR) sebesar 38,5 dB. Sistem dapat dimanfaatkan pada aplikasi yang memberikan informasi suara ke user pada suatu ruangan melalui cahaya lampu LED misalnya sistem pemandu pengunjung museum, galeri atau tempat-tempat sejenisnya.
Antena Mikrostrip MIMO 4×4 Frekuensi 1800MHz dengan Dielektrik Artifisial Muhammad Zaki Zulfikar; Hepi Ludiyati; Didin Saefudin
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1321.195 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2091

Abstract

Teknologi selular mengalami perkembangan yang sangat pesat mulai teknologi komunikasi selular generasi pertama hingga generasi keempat. Peningkatan yang sangat signifikan yaitu transmisi kecepatan data.Teknologi komunikasi selular generasi keempat memiliki keunggulan transmisi data yang tinggi. Hal ini ditargetkan dapat dipenuhi dengan memanfaatkan teknologi multiple-input-multiple-output (MIMO). MIMO merupakan teknologi yang terdiri lebih dari satu elemen antena agar penerimaan sinyal menjadi lebih baik dan dapat mengatasi fading pada sistem komunikasi selular. Pada penelitian ini dirancang Antena MIMO dengan polarisasi sirkular pada frekuensi 1800MHz, return loss ≥ 10 dB, VSWR ≤ 2, dan axial ratio mendekati 1. Pencatuan insert feed dan segmen perturbasi pada patch untuk menghasilkan polarisasi sirkuler. Terbuat dari FR4 ditambahkan bahan dielektrik artifisial. Dielektrik artifisial berupa strip-strip yang dicetak vertikal mengikuti Panjang patch. Hasil simulasi pada CST Microwave Studio® didapatkan hasilnya dengan frekuensi tengah 1800 MHz dengan return loss 19.45 dB , VSWR 1.074 pada bandwidth 73.2 MHz, dan nilai axial ratio 1.03 .
Pengembangan Liniku.id Berbasis Digitalisasi Masyarakat di Sektor Pertanian dan Agrowisata Muhammad Rafli; Soleh Ardiansyah; Ahmad Maulana Fikri; Samsul Bahri; Muhammad Nurhidayatur Rozikin; Muhammad Kamaluddin
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.274 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2092

Abstract

Sektor pertanian memiliki peranan besar dan strategis dalam pembangunan perekonomian nasional. Menurut data Kementerian Pertanian pada periode 2014 hingga 2015 sektor pertanian memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 10,26% atau sekitar 879,3 triliun rupiah dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 3,90%. Namun, karena minimnya angka literasi data, digital, dan teknologi informasi oleh petani mengakibatkan sebagian besar petani di Indonesia hanya berfokus pada konsep pertanian konvensional. Melalui metode penelitian dan pengembangan sistem informasi cerdas agrobisnis Liniku.id berbasis website menggunakan prinsip software development life cycle (SDLC) waterfall model diharapkan mampu menghasilkan prototype Liniku.id yang dapat menjadi platform dalam meningkatkan kelembagaan tani melalui rekayasa sosial, teknologi, ekonomi, dan nilai tambah pada petani yang berguna untuk mengembangkan potensi agrobisnis, menigkatan nilai jual hasil pertanian dan menciptakan harga pasar yang sehat. Selain itu, penerapan Liniku.id diharapkan dapat meningkatkan literasi data dan digital petani guna memberi pengaruh signifikan terhadap akselerasi alih teknologi untuk meningkatkan produksi pertanian dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDG’s 2030) dan society 5.0 di Indonesia.
e-Dopinet: Dompet Pintar Elektronik Pembaca Nominal Uang Rupiah Menggunakan Algoritma SIFT R. W. Tri Hartono; Ani Wahdah F; M. Y. Fadhlan; Dwi S. Wibowo
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.5 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2096

Abstract

Para penyandang cacat netra memiliki keterbatasan dalam mengidentifikasi nominal uang dan mengidentifikasi keberadaan dompetnya. Telah banyak dikembangkan dompet pintar berteknologi elektronik yang bertujuan membantu para penyandang cacat netra, namun demikian masih ditemukan kekurangan dalam hal penggunaan teknologi sehingga fungsinya tidak optimal. e-Dopinet adalah sebuah pengembangan dari dompet kulit konvensional menjadi dompet pintar berbasis Internet of Things (IoT). e-Dopinet dirancang untuk memiliki unjuk kerja yang handal dengan penggunaan teknologi GPS, RFID Reader, dilengkapi dengan mini kamera dan kemampuan membaca nominal uang. Unjuk kerja e-Dopinet telah dapat dibuktikan dalam percobaan di laboratorium. Dengan menggunakan algoritma Scale Invariant Feature Transform (SIFT), e-dopinet mampu membaca nominal uang rupiah dengan cara mengolah citra uang menjadi informasi suara. Dari hasil percobaan sebanyak 168 kali, berhasil melewati titik kunci kecocokan standar minimum yaitu 30% sebanyak 163 kali, sedangkan 5 kali dibawah standar, margin error relatif kecil (2.97%). Dalam hal kemampuan menentukan lokasi e-Dopinet yang hilang koordinat yang dihasilkan oleh modul GPS sangat akurat dan stabil, yaitu dengan koordinat nilai latitude dan longitude rata-rata sebesar 6.9776; 107.758. Dengan unjuk kerja e-Dopinet tersebut, e-Dopinet layak digunakan untuk membantu mengatasi keterbatasan penyandang cacat netra.
Perangkat Lunak Presensi Prodi Telekomunikasi Menggunakan Aplikasi QR Code di Smartphone Android Achmad Rizki Fauzi; Vitrasia Vitrasia
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.232 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2097

Abstract

Penggunaan presensi saat ini umumnya masih menggunakan kertas dan di proses secara manual. Presensi Mahasiswa Teknik Telekomunikasi Politeknik Negeri Bandung masih menggunakan metode tersebut. Ada beberapa kelemahan saat pencatatan presensi manual. Media kertas adalah kelemahan utama karena kemungkinan human error, sistem kerja yang lambat, dan tidak menutup kemungkinan data presensi dapat dimanipulasi. Sistem presensi yang terkomputerisasi umumnya memanfaatkan teknologi seperti fingerprint, face recognition, dan GPS. Pengembangan aplikasi presensi masiswa dalam penelitian ini menggunakan metode waterfall. Metode presensi yang dikembangkan menggunakan aplikasi QR code, diawal sesi perkuliahan mahasiswa memindai QR code yang ditampilkan di layar proyektor dengan menggunakan aplikasi android kemudian data presensi tersebut dikirim ke web server. Website presensi mahasiswa menggunakan sistem login. Setiap jenis akun pengguna memiliki hak akses yang berbeda. Presensi mahasiswa dapat dilakukan melalui aplikasi website dan android. Website presensi dan jadwal kuliah dapat berintegrasi. Berkas absen yang akan diunggah harus berformat PDF dan maksimal berukuran 2 MB. Mahasiswa hanya dapat melakukan presensi menggunakan perangkat android yang telah terdaftar berdasarkan IMEI. Berkas rekap presensi setiap semester dapat diunduh dengan format excel. Alogoritma sistem belum dapat mengatasi waktu kuliah yang dimulai di dalam rentang waktu jadwal kuliah. Aplikasi android tidak dapat berjalan pada versi android 10.
Studi Awal Pembuatan Nano Serat Selulosa Alang-Alang (Imperata Cylindrical (L) Beauv) Sebagai Bahan Pengikat Komposit Endang Widiastuti; Ari Marlina
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.017 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2098

Abstract

Rumput alang-alang atau ilalang (Imperata cylindrical (L) Beauv) sangat mudah dijumpai, karena dapat berkembang biak dengan cepat, sehingga kerap kali menjadi gulma di lahan pertanian. Daun rumput alangalang mengandung selulosa yang cukup tinggi, yang pada saat ini belum banyak dimanfaatkan. Melaluipenelitian ini selulosa tersebut akan dibuat menjadi nano serat selulosa, yang selanjutnya digunakan sebagai bahan pengikat komposit yang ramah lingkungan. Untuk memperoleh nano serat selulosa dilakukan proses ekstraksi dengan NaOH terhadap alang-alang kering, selanjutnya dihidrolisis dengan H2SO4 dan terakhir dilakukan proses mekanik ultrasonikasi. Hasil uji FTIR menunjukkan puncak serapan pada daerah bilangan gelombang 1031cm- merupakan daerah vibrasi tekuk dari gugus C-OH, vibrasi ulur C-C, C-O dari selulosa dan hemiselulosa, dan tidak ditemukan puncak serapan pada 1508 cm- yang artinya tidak ditemukannya senyawa lignin. Aplikasi nano serat selulosa sebagai pengikat komposit, diujicobakan dengan mencampur serbuk gergaji dengan perbandingan 1:1. Hasil Particle board diuji fisis kandungan air dan kerapatannya. Dari penelitian ini, serat selulosa dapat diperoleh dari alang-alang, perlakuan mekanik secara ultrasonifikasi saja menghasilkan serat selulosa ukuran mikro sehingga particle board yang dihasilkan masih sangat rampuh meskipun kadar air 9,3% dan kerapatan 0,61 g/cm3. Sifat fisis tersebut sesuai dengan standar SNI 03-2015-2006.
Studi Proses Austempering dan Tempering Baja AISI 1095 Terhadap Struktur Mikro dan Kekerasan Slamet Sutjipto
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.518 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2100

Abstract

Baja AISI 1095 untuk komponen kendaraan seperti baut, gear, pulli dan beberapa komponen lainnya, memiliki mampu keras dan ketahanan aus yang baik. Sifat mekanik ini dapat di tingkatkan dilakukan melaluhi proses perlakuan panas seperti hardening, austempering, dan tempering. Proses hardening adalah proses pemanasan pada suhu austenisasi (γ) dilanjutkan pendinginan cepat dengan media air sehingga austenit akan bertransformasi martensite (M). Pemanasan austempering pada suhu austenisasi disertai pendinginan cepat (quenching) mengggunakan media garam cair pada temperatur antara 200oC s.d 400oC atau di atas martensite start (Ms) sehingga austenite bertransformasi menjadi bainite. Proses tempering adalah proses pemanasan kembali hasil pengerasan baja (hardening) untuk menghasilkan sifat mekanik baru. Komparasi kekerasan hasil annealing, pendinginan cepat (quenching) menujukkan 26,4 HRC dengan struktur mikro austenit dan perlit sedangkan hasil pendinginan cepat memiliki kekerasan 68,6 HRC dengan sturuk mikro austenit sisa dan maertensite. Austempering 350oC (53,4HRC); 400oC(49,8 HRC); 450oC(44,4 HRC); 500oC(43,5 HRC). Tempering 350oC(55,3 HRC); 400oC(49,5 HRC) 450oC(44,4 HRC); 500oC(43,5 HRC).
Perancangan Variasi Sudut Blade Pada Kincir Angin Tipe Horizontal Untuk Pemompa Air Garam Badruzzaman Badruzzaman; Delffika Canra; Emin Haris; Agus Sifa; Kurniawan B. N
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.414 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2101

Abstract

Salah satu wilayah yang memiliki pesisir pantai yang begitu panjang ialah Indramayu sehingga bisa dimanfaatkan untuk mensejahterakan masyarakat sekitar. Penggunaan kincir angin pemompa air garam di Indramayu belum optimal dikarenakan penggunaan blade yang masih menggunakan bahan bekas seperti drum, kayu yang mempengaruhi produktivitas garam. Untuk mengoptimalkan kincir angin pemompa air garam perlu adanya penelitian blade dengan bahan komposit dan juga variasi sudut blade yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas garam. Parameter yang digunakan ialah dengan memberi kecepatan pada masingmasing sudut blade yaitu 5-9 m/s. Variasi blade yang akan diteliti ialah 5°, 15°, 25°, 35°, 45°. Pada blade dengan sudut 35° memiliki nilai gaya tertinggi yaitu sebesar 99,738 N dengan input kecepatan 9 m/s. Sedangkan pada sudut blade 5° memiliki nilai gaya terkecil yaitu sebesar 12,805 N pada input kecepatan 5 m/s. Pada blade dengan sudut 25° memiliki nilai tekanan tertinggi yaitu sebesar 134736,88 Pa dengan input kecepatan 9 m/s. Sedangkan pada sudut blade 45° memiliki nilai tekanan terkecil yaitu sebesar 125270,59 Pa pada input kecepatan 7 m/s. Pada penelitian ini blade dengan kemiringan sudut 35° memiliki aliran udara yang lebih optimal dibandingkan dengan kemiringan sudut lainnya serta mampu menghasilkan gaya diatas 5 kg sehingga mampu mengangkat pompa air dalam keadaan penuh.
Prediksi Tipe Kerusakan pada Sambungan Kayu Galam dengan Pasak Kayu Ulin Muhammad Kamaluddin; Basyaruddin Basyaruddin; Nuur Asih; Muhammad Ichsan Qusairy
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.714 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2102

Abstract

Kayu menjadi salah satu bahan konstruksi yang telah lama ada. Bahkan sampai saat ini, masyarakat banyak menggunakannya sebagai elemen struktur, baik untuk keperluan bangunan gedung, rumah tinggal, jembatan dan lain-lain. Dikarenaka kayu memiliki batasan panjang, maka dibutuhkan sambungan untuk menyambung antara kayu satu dengan yang lain. Sambungan kayu untuk keperluan struktural harus memenuhi tingkat kekuatan, kekakuan dan kestabilan pada komponen penyusunnya (yaitu pada kayu yang disambung dan alat sambungnya). Hal ini dikarenakan sambungan dan alat sambung merupakan faktor kritis dalam desain struktur karena kekuatan dan stabilitasnya. Selain itu, pada suatu alat sambung juga membutuhkan faktor kelestarian (sustainability). Hal ini dapat dijumpai pada alat sambung jenis pasak kayu. Pasak kayu memiliki konsumsi energi yang rendah dan aman terhadap kondensasi dan korosi dibandingkan berbahan logam. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi tipe kerusakan dari sambungan kayu dengan pasak kayu ulin menggunakan metode analisis deskriptif dan korelatif dari pendekatan data sekunder yang didapatkan. Berdasarkan hasil analisis tipe kerusakan yang berlaku pada sambungan termasuk kedalam moda kegagalan IV yaitu alat sambung yang terletak pada kayu utama dan kayu samping mulai gagal dengan prediksi nilai tahanan lateral rata-rata pasak berdiameter 12mm, 16mm dan 20mm secara berturut-turut yaitu 1210,2N, 1863,2N dan 2603,8N.

Page 41 of 124 | Total Record : 1239