cover
Contact Name
Imam Faisal Hamzah
Contact Email
jurnalpsychoidea@ump.ac.id
Phone
+6281326678470
Journal Mail Official
jurnalpsychoidea@ump.ac.id
Editorial Address
Fakultas Psikologi - Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH Ahmad Dahlan, PO Box 202 Purwokerto 53182
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Psycho Idea
ISSN : 16931076     EISSN : 26543516     DOI : 10.30595/PSYCHOIDEA
Psycho Idea merupakan Jurnal ilmiah yang diperuntukkan bagi akademisi, praktisi, profesional, mahasiswa, maupun kalangan masyarakat lainnya di bidang : - Psikologi Klinis - Psikologi Pendidikan - Psikologi Perkembangan - Psikologi Sosial - Psikologi Industri dan Organisasi dalam konteks kearifan lokal yang bisa diimplementasikan untuk pemberdayaan individu dan masyarakat.
Articles 232 Documents
PENGARUH ATRIBUSI KESUKSESAN TERHADAP KETAKUTAN UNTUK SUKSES PADA WANITA KARIR Alimatus Sahrah
Psycho Idea Vol 9, No 2 (2011): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.196 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v9i2.245

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh atribusi kesuksesan terhadap ketakutan untuk sukses (fear of success atau t-sukses) pada wanita karir. Subjek penelitian ini adalah para karyawan dan karyawati swasta, yang berumur antara 20 tahun sampai dengan 50 tahun, dan berpendidikan minimal sederajat SMU. Jumlah subjek penelitian sebanyak 149 orang, yang terdiri dari 84 orang karyawati, dan 65 orang pria (sebagai subjek pembanding). Penelitian ini menggunakan dua angket untuk mengungkap variabel atribusi kesuksesan dan variabel t-sukses, serta menggunakan t-test untuk penguji hipotesis dan ANOVA faktorial dua jalan (atribusi kesuksesan x jenis kelamin) sebagai tambahan analisis. Hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa kelompok wanita karir yang memiliki atribusi kesuksesan eksternal akan lebih mempunyai t-sukses dibandingkan kelompok wanita karir yang memiliki atribusi kesuksesan internal, ternyata tidak dapat dibuktikan secara emperis. Dalam penelitian ini diperoleh kesimpulan yang sebaliknya, yaitu kelompok wanita karir yang memiliki atribusi kesuksesan internal yang lebih mempunyai t-sukses dibandingkan kelompok wanita karir yang memiliki atribusi kesuksesan eksternal. Kata kunci: ketakutan untuk sukses, atribusi kesuksesan, dan wanita karir
Smartphone Addiction Ditinjau dari Subjective Well Being, Kecemasan Sosial, dan Materialisme pada Mahasiswa Di Universitas “Y” Rahmah Saniatuzzulfa; Alifa Nur Wijiyanti
Psycho Idea Vol 17, No 2 (2019): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.528 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v17i2.4029

Abstract

Di zaman milineal ini, segala sesuatu dapat diakses melalui satu genggaman tangan, yakni melalui smartphone. Berbagai informasi, hiburan, dan sarana komunikasi dapat mudah diakses dengan beragam aplikasi yang ditawarkan pada smartphone. Berbagai keuntungan yang diperoleh sari smartphone ini seringkali membuat para penggunanya sulit melepaskan dirinya dari smartphone. Penggunaan berlebih pada smartphone yang dapat menyebabkan berbagai dampak negatif seringkali disebut dengan smartphone addiction. Smartphone addiction dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain subjective well being, kecemasan sosial, dan materialisme. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat hubungan subjective well being, kecemasan  sosial, dan materialisme dengan smartphone addiction pada mahasiswa di universitas "Y". Subjek penelitian berjumlah 361 mahasiswa. Metode penggumpulan data menggunakan skala smartphone addiction, skala subjective well being, skala kecemasan sosial, dan skala materialisme. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda yang menghasilkan nilai p<0,005 dengan nilai Fhitung > Ftabel (18,757>2,70). Artinya terdapat hubungan antara subjective well being, kecemasan sosial, dan materialisme dengan smartphone addiction pada mahasiswa di universitas "Y". Nilai r2 sebesar 0,365 menunjukkan bahwa subjective well being, kecemasan sosial, dan materialisme memberikan sumbangan efeketif sebesar 36,5% pada smartphone addiction
KEPUASAN KERJA DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA KARYAWAN Hayu Vertikallini; Ugung Dwi Aryo Wibowo
Psycho Idea Vol 12, No 2 (2014): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.912 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v12i2.1542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kepuasan Kerja dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara Kepuasan Kerja dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.Variabel yang digunakan adalah kepuasan kerja untuk variabel bebas dan OCB sebagai variabel terikat. Penelitian ini menggunakan subjek sebanyak 53 karyawan yang bekerja di UMP. Penentuan sampel mengunakan teknik simple random.Pengumpulan data mengunakan skala kepuasan kerja dan skala OCB. Hasil uji validitas pada skala kepuasan kerja dengan 60 aitem bergerak dari 0,356 sampai 0,722 dengan taraf signifikan 5% diperoleh hasil 50 aitem yang valid dengan reliabilitas 0.927, dan skala OCB dengan 45 aitem bergerak dari 0,316 sampai 0,692 dengan taraf signifikan 5% diperoleh hasil 40 aitem yang valid dengan reliabilitas sebesar 0.918. Berdasarkan hasil uji hepotesis diperoleh rxy 0.734 dan p = 0.000 (p < 001) dengan mengunakan taraf signifikasi 1% rtabel 0.266 karena rhitung>rtabel (0.734 > 0.266) maka arah hubungan adalah positif yaitu apabila kepuasan kerja tinggi maka OCB pada karyawan akan tinggi, begitu pula jika semakin rendah kepuasan kerja maka OCB pada karyawan juga semakin rendah. Kata Kunci : Kepuasan kerja, OCB, Karyawan
Susunan Tim Editorial Admin psycho Idea
Psycho Idea Vol 18, No 2 (2020): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.266 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v18i2.8441

Abstract

Chief Editor :Imam Faisal Hamzah(Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia) Managing Editor :Tri Naimah(Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia) Associate Editor :Endah Kumala Dewi(Universitas Diponegoro, Indonesia)Fathul Lubabin Nuqul(Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia)Erita Yuliasesti Diah Sari(Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Indonesia)Herdian(Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia;Studi Doktoral Nanjing Normal University, Tiongkok)Retno Dwiyanti(Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia;Studi Doktoral Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia) Section Editor :Fatin Rohmah Wahidah(Univeritas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia)
Kesepian Pada Middle Age yang Melajang (Studi Fenomenologis Tentang Tipe Kesepian) Dyah Putri Wardani; Dyah Siti Septiningsih
Psycho Idea Vol 14, No 2 (2016): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.192 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v14i2.2118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tipe kesepian pada middle age yang masih melajang di Purwokerto.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan 1 berjenis kelamin pria menunjukkan 7 tipe kesepian yang dialami yaitu kesepian emosional (sedang melakukan tahap pendekatan dengan lawan jenis), mengalami interpersonal loneliness (merindukan wanita yang pernah dekat, setelah putus dengan wanita tersebut banyak menjalin hubungan dengan lawan jenis), kesepian kosmik (belum memiliki wanita yang cocok untuk dinikahi, memiliki pemikiran bahwa menjalin hubungan dengan wanita yang berjarak jauh tidak akan berjalan lancar), kesepian kognitif (jarang mencurahkan hati dengan orang lain), kesepian psikologikal (pengalaman masa lalu berpengaruh untuk kehidupan saat ini sehingga merasa kecewa, menyesal, merasa bersalah dan merasa kena kualat), kesepian perilaku (berbagai kegiatan dilakukan sendiri), dan kesepian sosial (tidak memiliki peran dalam masyarakat). Informan 2 berjenis kelamin pria menunjukkan 4 tipe kesepian yang dialami yaitu kesepian emosional (ingin memiliki hubungan yang serius dengan lawan jenis), kesepian kosmik (belum memilki wanita yang cocok untuk dinikahi, merasa tidak mungkin menjalin hubungan dengan wanita karena merasa belum mapan dari segi ekonomi), kesepian kognitif (jarang mencurahkan hati dengan orang lain, lebih memilih Allah SWT sebagai tempat curahan hatinya) dan kesepian perilaku (berbagai kegiatan dilakukan sendiri). Informan 3 berjenis kelamin wanitamenunjukkan 4 tipe kesepian yang dialami yaitu kesepian emosional (merasa kurang mendapatkan kasih sayang dari keluarga dan belum terpenuhi), kesepian kognitif (hanya mencurahkan hati dengan kakak), kesepian sosial (tidak memiliki peran dalam masyarakat, keadaan lingkungan tempat tinggal sepi), dan culture shock (merasa kesulitan menyesuaikan diri saat berada dilingkungan baru).  Kata Kunci : Tipe Kesepian, Middle Age, Lajang.
KAJIAN TENTANG FAKTOR-FAKTOR KOMITMEN DALAM PERKAWINAN Dyah Astorini Wulandari
Psycho Idea Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.407 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v7i1.168

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tentang komitmen, aspek-aspek komitmen, jenis komitmen dan peran komitmen dalam perkawinan. Kehidupan berkeluarga ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Membentuk dan membangun rumah tangga ternyata lebih mudah daripada mempertahankan keutuhan keluarga itu sendiri. Perkawinan yang kuat tidak terjadi dengan begitu saja tetapi perlu diupayakan dan diperjuangkan. Pasangan suami isteri harus punya niat yang kuat untuk berusaha meningkatkan hubungan mereka. Salah satu kunci untuk mempertahankan perkawinan yang kuat adalah komitmen. Kata Kunci : perkawinan, komitmen
STRES DAN STRATEGI COPING PADA PESERTA DIDIK KELAS X PROGRAM STUDI IPS YANG MENGGUNAKAN KURIKULUM 2013 Agasta Lukito; Nur&#039;aeni Nur&#039;aeni
Psycho Idea Vol 16, No 2 (2018): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.014 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v16i2.3362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara stres dengan strategi coping pada peserta didik kelas X program studi IPS di SMA Negeri 1 Sigaluh. Subjek pada penelitian ini sebanyak 65 peserta didik kelas X IPS SMA Negeri 1 Sigaluh. Metode pengumpulan data menggunakan skala stres dan skala strategi coping. Koefisien daya beda skala stres bergerak dari 0,364 sampai 0,780 dan koefisien daya beda skala strategi coping bergerak dari 0,321 sampai 0,670. Koefisien reliabilitas skala stres sebesar 0,797 dan koefisien reliabilitas skala strategi coping sebesar 0,815.Hasil penelitian menunjukkan bahwadiperoleh nilai korelasi r = 0,526  pada p = 0,000 (p<0,01). Hasil penelitian  menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara stres dengan strategi coping pada peserta didik yang menggunakan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Sigaluh. Stres memberikan sumbangan efektif sebesar 27,7% terhadap strategi coping, masih ada 72,3% faktor lain yang mempengaruhi strategi coping yang tidak diteliti oleh peneliti.Kata Kunci : Stres; Strategi Coping; Peserta Didik. ABSTRACTThis research aimed to examine the correlation between stress and coping strategy for the tenth graders of Social Science study program implementing curriculum of 2013 at SMA Negeri 1 Sigaluh. The subject of this reseach was the tenth graders of Sosial Science Class at SMA Negeri 1 Sigaluh that consisted of 65 student. The method of data collection used stress and coping strategy scales. The differnce coefficient of stress scale increased from 0,364 to 0,780, and the difference coeficient of coping strategy scale improved from 0,321 to 0,670. Reliability coefficient of stress was 0,797 and the reliability coeficient of coping strategy was 0,815.The results showed that there is a positive and significant relationship between stress and coping strategies in students. Stress contributes 27.7% effective to coping strategies, there are still 72.3% other factors that influence coping strategies that are not researched by researchers. Keywords: Stress; Coping Strategy; Students.
PERANAN ORANGTUA DALAM DONGENG SEBELUM TIDUR UNTUK OPTIMALISASI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI ANAK USIA DINI Anita Rosalina; Yuki Widyasari; Melati Ismi Hapsari
Psycho Idea Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.279 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v8i2.236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan dongeng sebelum tidur untuk optimalisasi kemampuan berkomunikasi anak usia dini. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif tipe studi kasus dengan pendekatan kasus tunggal. Pemilihan subjek menggunakan purposive sampling. Subjek terdiri dari siswa Kelompok Bermain (KB) UMP yang orangtuanya memiliki kebiasaan memberi dongeng. Penelitian dilakukan di KB UMP, Kecamatan Kembaran, Purwokerto. Sumber data lainnya adalah guru kelas, orangtua siswa dan pengasuh siswa. Validitas penelitian dilakukan menggunakan triangulasi sumber data. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah kemampuan berkomunikasi subjek semakin optimal setelah subjek diberikan dongeng sebelum tidur setiap hari selama kurang lebih 1 bulan lamanya. Peningkatan kemampuan komunikasi subjek dapat terlihat melalui beberapa kemampuan seperti : Penambahan kosakata, pemahaman apa yang ia ucapkan dan apa yang orang lain ucapkan, pengucapan atau fonologi, kemampuan menyusun kata dalam mengutarakan kemauannya, termasuk kemampuan menyusun kata ketika berpendapat atau berkomentar terhadap sesuatu yang membuatnya tertarik, serta pemilihan kata dan penggunaan kata dalam berkomunikasi Kata kunci: dongeng, kemampuan berkomunikasi, anak usia dini
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN BURNOUT PADA ATLET BULUTANGKIS DI PURWOKERTO Hannah Yukhi Primita; Dyah Astorini Wulandari
Psycho Idea Vol 12, No 1 (2014): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.973 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v12i1.517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dengan burnout pada atlet bulutangkis di Purwokerto. Subjek penelitian ini adalah atlet bulutangkis di Purwokerto yang berjumlah 51 orang. Data dikumpulkan menggunakan instrumen skala motivasi berprestasi dan skala burnout. Hasil uji hipotesis membuktikan bahwa motivasi berprestasi mempunyai hubungan dengan burnout pada atlet bulutangkis di Purwokerto. Motivasi berprestasi memberikan sumbangan efektif sebesar 41,6% terhadap burnout sedangkan sisanya 58,4% dipengaruhi variabel lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini seperti faktor lingkungan, faktor pengalaman, faktor individu yang meliputi kepribadian yang dimiliki individu. Kata kunci : motivasi berprestasi, burnout, atlet bulutangkis
KONSEP DASAR FLOURISHING DALAM PSIKOLOGI POSITIF Anindyah Sekarini; Nurul Hidayah; Elly Nur Hayati
Psycho Idea Vol 18, No 2 (2020): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.963 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v18i2.6502

Abstract

Flourishing sebagai salah satu konsep dalam psikologi positif yang saat ini mulai banyak dikaji. Flourishing menggambarkan individu yang memiliki level well-being yang tinggi didasarkan pada teori hedonic dan eudaimonic. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengkaji teori-teori yang mendasari flourishing, serta perkembangan flourishing pada penelitian-penelitian yang telah dilakukan. Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan, terdapat empat konsep utama floursihing yang dikemukakan oleh Keyes, Huppert dan So, Diener, dan Seligman. Konsep-konsep tersebut dapat digunakan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, seperti pernikahan, relationship, akademi, serta individu yang menyelesaikan tugas perkembangan tertentu.