cover
Contact Name
Imam Faisal Hamzah
Contact Email
jurnalpsychoidea@ump.ac.id
Phone
+6281326678470
Journal Mail Official
jurnalpsychoidea@ump.ac.id
Editorial Address
Fakultas Psikologi - Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH Ahmad Dahlan, PO Box 202 Purwokerto 53182
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Psycho Idea
ISSN : 16931076     EISSN : 26543516     DOI : 10.30595/PSYCHOIDEA
Psycho Idea merupakan Jurnal ilmiah yang diperuntukkan bagi akademisi, praktisi, profesional, mahasiswa, maupun kalangan masyarakat lainnya di bidang : - Psikologi Klinis - Psikologi Pendidikan - Psikologi Perkembangan - Psikologi Sosial - Psikologi Industri dan Organisasi dalam konteks kearifan lokal yang bisa diimplementasikan untuk pemberdayaan individu dan masyarakat.
Articles 237 Documents
Keterikatan Kerja Karyawan Swasta Di Masa Pandemi Covid-19: Peran Ketidakamanan Kerja dan Modal Psikologis Iftadi, Nisrina Hanun; Taufik, Taufik
Psycho Idea Vol 22, No 1 (2024): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/psychoidea.v22i1.19867

Abstract

Pandemi covid-19 telah menyebabkan krisis di berbagai bidang kehidupan, terutama industri dan organisasi. Kondisi yang tidak pasti menyebabkan turunnya semangat karyawan dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterikatan kerja karyawan swasta di masa pandemi covid-19 ditinjau dari persepsi ketidakamanan kerja dan modal psikologis. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner yang terdiri atas Utrecht Work Engagement Scale-9 (α= 0,948), skala job insecurity (α= 0,925), dan PsyCap Questionnaires (α= 0,936). Partisipan penelitian ini adalah 100 karyawan swasta yang bekerja di masa pandemi covid-19 yang dipilih dengan teknik convenience sampling. Analisis data penelitian yang dilakukan dengan menggunakan multiple regression analysis. Hasil analisis menunjukkan peran signifikan ketidakamanan kerja dan modal psikologis terhadap keterikatan kerja sebesar 36,7% (p<0,05). Hasil analisis ini menunjukkan bahwa ketidakamanan kerja dan modal psikologis secara bersama-sama dapat memprediksi keterikatan kerja pada karyawan.
Efek Mediator Regulasi Emosi Terhadap Kesepian dengan Subjective Well-Being Lansia Perempuan Syahputra, Muhammad Radja; Affandi, Ghozali Rusyid
Psycho Idea Vol 22, No 1 (2024): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/psychoidea.v22i1.20534

Abstract

Lansia adalah fase puncak dari perkembangan manusia yang disertai dengan perubahan secara fisik, sosial, dan psikologis yang menyebabkan kecenderungan merasakan kesepian. Secara unik ditemukan bahwa perempuan jauh lebih merasa kesepian dibanding laki – laki. Kesepian berhubungan dengan tingkat subjective well-being yang rendah akibat penilaian negatif disertai emosi negatif, sehingga perlu untuk mengoptimalkan regulasi emosi agar dapat mengendalikan emosi negatif dan dapat merubah penilaian secara positif pada kesepian yang dialami. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui efek mediasi dari regulasi emosi pada hubungan antara kesepian dengan subjective well-being pada lansia perempuan. Metode penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 182 responden lansia perempuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa regulasi emosi memiliki peran untuk memediasi kesepian dengan subjective well-being sehingga tingkat subjective well-being lansia perempuan dapat ditingkatkan.  
Gambaran Nomophobia Pada Siswa SMA: Studi Deskriptif Rinaldi, Martaria Rizky; Hardika, Jelang
Psycho Idea Vol. 23 No. 2 (2025): Psycho Idea
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/psychoidea.v23i2.25563

Abstract

Nomophobia, atau ketergantungan berlebihan pada smartphone, menjadi isu yang semakin relevan di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat nomophobia pada siswa SMA serta menguji perbedaan berdasarkan jenis kelamin, kelas, dan jumlah smartphone yang dimiliki. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 2286 siswa SMA di Yogyakarta sebagai partisipan. Tingkat nomophobia diukur menggunakan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q), dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, Independent Samples T-Test, dan One-Way ANOVA Welch. Hasil menunjukkan bahwa tingkat nomophobia siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi, tanpa perbedaan signifikan berdasarkan variabel demografi. Temuan ini penting untuk merancang intervensi universal seperti edukasi digital, manajemen waktu, dan promosi keseimbangan penggunaan teknologi bagi remaja. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan yang mendukung penggunaan teknologi secara sehat.
The Relationship Between Emotional Intelligence And Work Engagement Among Employees In Small Growing Company Abadi, Mochamad Zainun; Hakim, Zun Azizul
Psycho Idea Vol. 23 No. 2 (2025): Psycho Idea
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/psychoidea.v23i2.25780

Abstract

Low work engagement in growing companies often leads to high turnover and decreased productivity. This study examines the role of personal resources in maintaining employee performance by investigating the correlation between emotional intelligence (EI) and work engagement. Using a total sampling technique, the research involved 50 male employees at UD Jaya Kapuk, a small growing company. This homogenous and controlled sample was intentionally selected to minimize confounding variables such as gender and generational differences, ensuring high internal validity within the specific organizational context. Data analysis using Pearson's correlation revealed a strong positive correlation (r = 0.652, p < 0.001) between EI and work engagement. This finding suggests that higher EI is significantly associated with higher work engagement, providing a baseline for targeted interventions in similar small-scale enterprises. Future research may extend these findings to broader demographics to complement the specific insights established in this study.
Peran Self Regulation Learning sebagai Mediator : Bagaimana Pengasuhan Orang Tua Demokratis Mempengaruhi Tanggung Jawab Belajar pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Prihastiwi, Wiwik Juwarini; Himmah, Ulaita Aliyatul
Psycho Idea Vol. 23 No. 2 (2025): Psycho Idea
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/psychoidea.v23i2.26467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peranan self regulated learning sebagai mediator dalam pengaruh pola asuh demokratis terhadap perilaku tanggung jawab belajar pada siswa SMP di Provinsi Jawa Timur. Alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah skala yang disusun menurut dimensi perilaku tanggung jawab belajar, pola asuh demokratis, dan self regulation learning dengan menggunakan model skala likert. Metode analisis data menggunakan analisis jalur dan analisis rumus Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh langsung yang signifikan pola asuh demokrasi pada self regulation learning (p < 0.01), ada pengaruh langsung yang signifikan pola asuh demokratis pada tanggung jawab belajar (p = 0.05). Terdapat pengaruh langsung yang signifikan self regulation learning pada tanggung jawab belajar (p = 0.01). Hasil analisis Sobel menunjukkan bahwa self regulation learning secara signifikan berperan sebagai mediator pada pengaruh pola asuh demokrasi pada tanggung jawab belajar (p < 0,01).
Resiliensi Mantan Pecandu NAPZA yang Mengabdi sebagai Konselor Adiksi di PKBI Kota Semarang Inviolita, Andriana; Sessiani, Lucky Ade
Psycho Idea Vol. 23 No. 2 (2025): Psycho Idea
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/psychoidea.v23i2.27019

Abstract

Penyalahgunaan napza masih menjadi masalah yang sangat serius di Indonesia, termasuk tingkat angka kekambuhan yang tinggi pada mantan pengguna napza. Padahal, sebagian dari mereka mampu bangkit dan bahkan mengabdikan diri sebagai konselor adiksi. Penelitian ini penting untuk memahami faktor-faktor resiliensi yang memungkinkan perubahan positif tersebut. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara terhadap dua mantan pecandu yang kini menjadi konselor di PKBI Kota Semarang. Analisis mengacu pada tiga faktor resiliensi menurut Grotberg: I Have, I Am, dan I Can. Hasil menunjukkan bahwa keduanya memiliki dukungan sosial yang kuat, optimisme, tanggung jawab, serta kemampuan menyelesaikan masalah dan mengelola emosi. Resiliensi ini terbukti menjadi fondasi penting dalam proses pemulihan dan motivasi mereka membantu orang lain. Penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi bukan hanya membantu individu bertahan, tetapi juga tumbuh dan memberi makna baru bagi hidupnya.
Hubungan Technology Acceptance Model dengan Niat Penggunaan Learning Management System Pada Mahasiswa Tjahjono, Harijanto; Rachmayani, Dinayu; Kartika, Aniva
Psycho Idea Vol. 23 No. 2 (2025): Psycho Idea
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/psychoidea.v23i2.30198

Abstract

Kecenderungan mahasiswa untuk memanfaatkan Ubaya Learning Space (ULS) berkaitan erat dengan cara mereka menilai manfaat sistem, persepsi terhadap kemudahan penggunaannya, serta sikap yang terbentuk terhadap platform tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain korelasional dan melibatkan 304 mahasiswa aktif di Universitas Surabaya. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert yang disusun berdasarkan kerangka Technology Acceptance Model, kemudian dianalisis menggunakan teknik korelasi. Temuan statistik menunjukkan bahwa persepsi kegunaan memiliki hubungan yang kuat dan signifikan dengan niat mahasiswa untuk menggunakan ULS (r = 0.737; p < 0.05). Persepsi kemudahan penggunaan juga memperlihatkan hubungan positif yang bermakna dengan intensi penggunaan (r = 0.462; p < 0.05). Selain itu, sikap mahasiswa terhadap platform digital tersebut terbukti berasosiasi secara positif dan signifikan dengan niat perilaku untuk mengadopsinya (r = 0.696; p < 0.05). Secara keseluruhan, ketiga faktor tersebut secara bersama-sama berperan dalam membentuk kesiapan dan kemauan mahasiswa untuk memanfaatkan ULS dalam proses pembelajaran.