cover
Contact Name
Raudhah Hayatillah
Contact Email
raudhah.hayatillah@ar-raniry.ac.id
Phone
+6285360043779
Journal Mail Official
journal.kenanga@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Faculty of Science and Technology Building, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh, 23111.
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Kenanga : Journal of Biological sciences and Applied Biology
ISSN : 27973166     EISSN : 27769216     DOI : https://doi.org/10.22373/kenanga
KENANGA Journal of Biological Sciences and Applied Biology is a peer-reviewed open access journal that publishes study results (original research articles and review articles). This journal covers all areas of biological science research and applied biology research such as Botany Zoology Microbiology Genetics Ecology Physiology Biochemistry Integration Between Islam and Bioscience
Articles 102 Documents
IDENTIFIKASI METHANIL YELLOW PADA JAJANAN SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SYIAH KUALA, DARUSSALAM, KOTA BANDA ACEH Ayu Nirmala Sari; Ridwan Sahputra; Dhiyaul Falah
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 2 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1088.19 KB) | DOI: 10.22373/kenanga.v2i1.1967

Abstract

Methaniyl yellow merupakan zat pewarna sintetis berwarna kuning kecoklatan, bentuknya berupa serbuk, dapat menimbulkan keracunan, merusak sistem jaringan hati, kanker dan kandung kemih. Zat pewarna ini banyak digunakan dalam makanan dan minuman karena membuat tampilan makanan dan minuman menjadi lebih menarik sehingga lebih menarik minat pembeli. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat kandungan methanyl yellow pada jajanan yang dijual di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan spot test yaitu analisa kimia dengan menggunakan reagen kit. Sebanyak 30 sampel jajanan dengan jenis berbeda dari Sekolah Dasar (SD) Kecamatan Syiah Kuala, Darussalam Kota Banda Aceh, yang diuji tidak menunjukkan hasil perubahan warna menjadi warna merah, merah tua atau merah keunguan sehingga sampel tersebut negatif mengandung Methanyl yellow dan aman untuk dikonsumsi oleh siswa-siswi.
KARAKTERISASI FUNGI SELULOTIK DARI SERASAH DAUN MANGROVE ASAL HUTAN MANGROVE LAMNGA KABUPATEN ACEH BESAR Syafrina Sari Lubis; Marzha Faradilla; Diannita Harahap
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/kenanga.v2i2.2382

Abstract

Desa Lamnga Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu desa yang terletak di pesisir pantai dan merupakan kawasan hutan mangrove. Serasah daun mangrove merupakan penyumbang utama biomassa selulosa di lingkungan pesisir laut yang dibantu oleh mikroorganisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik jamur selulolitik dari serasah daun mangrove dan mengetahui potensi enzim selulolitik yang dihasilkan oleh jamur selulolitik. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan titik pengambilan berdasarkan lokasi ditemukannya serasah daun mangrove. Sampel serasah daun dimasukkan ke dalam media CMC dan diinkubasi selama 7 hari pada suhu 25-300C. Didapatkan empat jenis jamur selulolitik yaitu genus Aspergillus sp, Aspergillus niger, Penicillium, dan Culvularia sp. Hasil uji kemampuan degradasi selulosa diperoleh nilai indeks ≥11 , kategori sedang dengan kode isolat FS3, FS8, FS9, dan nilai indeks ≤11 , kategori lemah dengan kode isolat FS1, FS2, FS4, FS5, FS6 , FS7 dan FS10.
PENGOLAHAN BIJI ALPUKAT (Persea americana) UNTUK DIJADIKAN TEPUNG SEBAGAI BAHAN DASAR PANGAN BESAR Azhar Amsal; Tika Agustina; Nurhaliza; Barisah
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/kenanga.v2i2.2383

Abstract

Pada umumnya alpukat hanya dimanfaatkan daging buahnya sedangkan kulit dan biji nya menjadi limbah terbuang. Pemanfaatan limbah dari alpukat dilakukan agar tidak dibuang begitu saja. Salah satu limbahnya ialah biji dari buah alpukat. Pengolahan yang diupayakan merupakan salah satu upaya untuk bisa memanfaatkan biji buah alpukat seperti pembuatan tepung. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk memanfaatkan limbah biji alpukat menjadi tepung. Metode yang digunakan untuk penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif. Hasil pengolahan menunjukkan jika tepung memiliki tekstur yang lembut dan halus setelah disaring. Tepung berwarna coklat dan tidak memiliki aroma yang khas. Nilai rendemen yang dihasilkan ialah 23,5 %.
PENGARUH PERLAKUAN MEDIA AIR TERHADAP PERTUMBUHAN PAKCOY (Brassica rapa) SECARA HIDROPONIK DENGAN TEKNIK DFT (Deep Flow Technique) Lina Rahmawati; Nabilla Munawarah; Arif Sardi; Jamaluddinsyah
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/kenanga.v2i2.2384

Abstract

Hidroponik adalah salah satu metode budidaya tanaman yang tidak menggunakan media tanah, tetapi memanfaatkan air. Metode hidroponik pada pertumbuhan tanaman pakcoy dapat menggunakan Deep Flow Technique (DFT), yang mensirkulasrikan larutan nutrisi dan media tanam secara terus menerus selama 24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa) dan mengetahui bagaimana perbedaan hasil pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa) dengan perlakuan Air AC dan Air PDAM menggunakan teknik DFT. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 16 September – 1 November 2021 di Kebun Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negri Ar-raniry. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Independent Sampel T-Test dengan 2 perlakuan media tanam, perlakuan 1 media menggunakan air AC dan perlakuan 2 menggunakan air PDAM. Berdasarkan hasil Uji Independent sampel T-Tes dari parameter tinggi tanaman, lebar daun, panjang daun, jumlah daun, berat basah, dan panjang akar memiliki hasil tidak dapat perbedaan nyata atau tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pemberian media tanam air AC dan air PDAM dan memiliki nilai P > 0,5. Sedangkan pada parameter tekstur akar memiliki bentuk akar tunggang dengan serabut yang banyak, berwarna coklat dan berukuran panjang.
PERBANYAKAN TANAMAN KAWISTA (Limonia accidissima L) SECARA VEGETATIF DENGAN MENGGUNAKAN BEBERAPA UKURAN STEK Putri Nazariah; Lina Rahmawati; Kamaliah
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/kenanga.v2i2.2395

Abstract

Tanaman kawista di Aceh biasa digunakan sebagai bahan pelengkap rujak. Penyebaran tanaman kawista di Aceh masih sangat minim dan jumlah produksi juga belum diketahui sehingga perlu dilakukan perbanyakan tanaman kawista secara vegetatif. Perbanyakan tanaman kawista secara vegetatif dilakukan untuk mengetahui pada ukuran stek berapa tanaman kawista dapat diperbanyak secara optimal. Jenis penelitian yang dilakukan berupa Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yaitu diameter batang stek dan panjang batang stek. Diameter batang stek yang digunakan memiliki ukuran perlakuan 0.5 cm, 1 cm dan 1.5 cm sedangkan panjang batang stek memiliki lima ukuran perlakuan 10 cm, 15 cm, 20 cm, 25 cm, dan 30 cm. Parameter yang diamati adalah jumlah tunas. Analisis data menggunakan analisis varian (ANAVA) dengan aplikasi SPSS dan dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan uji Duncan Multiple Range (DMRT). Hasil penelitian perbanyakan tanaman kawista secara vegetatif menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah tunas paling cepat tumbuh pada kombinasi perlakuan dengan ukuran diameter 1 cm dan 1.5 cm dengan panjang batang stek 20-30 cm.
PENYISIHAN KADAR AMONIA (NH3) DENGAN MENGGUNAKAN METODE MOVING BED BIOFILM REACTOR (MBBR) SEDERHANA PADA LIMBAH INDUSTRI PUPUK UREA Juliansyah Harahap; Mutia Zuhra; Husnawati Yahya; Syafrina Sari Lubis
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/kenanga.v2i2.2397

Abstract

Industri pupuk urea menghasilkan limbah yang mengandung amonia (NH3) yang bersifat racun sehingga jika dibuang langsung ke lingkungan dapat mencemari lingkungan dan merusak ekosistem. Salah satu metode yang digunakan untuk menurunkan kadar amonia (NH3) adalah metode Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) yang merupakan metode pengolahan biologis yang menggunakan media Kaldness sebagai tempat pengembangbiakan mikroorganisme atau tempat pembentukan biofilm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas dari metode Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) dalam mendegradasi parameter Amonia (NH3), pH, TSS, dan COD pada limbah industri pupuk urea. Penelitian ini menggunakan variasi media dalam reaktor sebanyak 30% dan 50% dari volume limbah dengan variasi waktu kontak selama 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Penurunan kadar parameter pH tertinggi terjadi pada variasi waktu 24 jam dengan variasi media sebanyak 50% yaitu 8,5 dari konsentrasi awal 9,1. Kadar TSS semakin meninggi pada variasi waktu 72 jam dengan media sebanyak 50% yang dari kadar awalnya 16 mg/l menjadi 474 mg/L. Penurunan kadar COD tertinggi terjadi pada waktu 72 jam dengan variasi media 0% pada reaktor kontrol yaitu dari nilai awal 243 mg/L menjadi 5 mg/L. Sedangkan penurunan kadar polutan amonia (NH3) tertinggi terjadi pada variasi waktu 72 jam dengan variasi media sebanyak 50% dengan kadar awal 112,04 mg/L menjadi 86,53 mg/L. Maka metode MBBR efektif pada pengolahan parameter Amonia (NH3), pH, TSS, dan COD kecuali pada parameter TSS.
UJI KUALITATIF KANDUNGAN RHODAMIN B PADA LIPSTIK MAHASISWA BIOLOGI Ayu Nirmala Sari; Cut Nur Kemala Dewi
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/kenanga.v2i2.2398

Abstract

Zat sintetis yang berbahaya yang biasanya digunakan pada produk kencantikan yaitu rhodamin B. Rhodamin B merupakan zat pewarna sintetis yang biasanya digunakan untuk mewarnai kertas dan stekstil. Penggunaan Rhodamin B dalam jangka waktu yang lama dapat bersifat karsinogenik dan dapat menyebabkan kanker. Pelenitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan pewarna Rhodamin B pada lipstik mahasiswa Biologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Metode penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan mengunakan sampel lipstik sebanyak 20 sampel yang didapat dari sampel lipstik yang dipakai mahasiwa biologi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan melihat peruahan warna pada sampel uji. Bila warna cairan uji berubah menjadi ungu, maka cairan positif mengandung Rhodamin B. Sampel yang mengandung Rhodamin B dari 21 sampel, 2 sampel yang positif yaitu sampel Lip14 dan Lip19 yang dilihat dari perubahan warna dari merah menjadi merah keunguan dan terjadi endapan.
AKTIVITAS KITOSAN LIMBAH CANGKANG KERANG BULU (Anadara antiquata) TERHADAP Aeromonas hydrophila PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Tuti Aulia; Syafrina Sari Lubis; Diannita Harahap
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aquaculture in Indonesia is carried out in freshwater, brackish and marine waters with limited production of several fish species such as tilapia. Although tilapia is easy to adapt to the environment, it can be infected with Aeromonas hydrophila bacteria. One of the efforts to treat bacteria is to use chitosan which is a chitin derivative that can be developed as an antimicrobial candidate because it contains lysozyme enzymes and aminopolysaccharide groups that can inhibit microbial growth. The purpose of this study was to determine the activity of chitosan from feather shell waste (Anadara antiquata) in inhibiting Aeromonas hydrophila in vitro and in vivo in tilapia. The methods used for the manufacture of chitosan include deproteination, demineralization, depigmentation, and deacetylation. In vitro testing was conducted to test the antibacterial activity using the disc diffusion method (Kirby-Bauer test). In vivo testing was carried out by the immersion method. The results showed that the chitosan yield was 77.2%. The most effective concentration of chitosan antibacterial activity against Aeromonas hydrophila was at 7% with an inhibition zone value of 6.85 mm. The results of data analysis showed that there was a significant difference between the test treatments. The in vivo test on tilapia showed that the highest percentage was found in the optimal concentration treatment (7% chitosan) with a value of 68.74%. The results of data analysis showed that there was no significant difference between optimal concentration treatment and positive control.
DAYA TUMBUH TANAMAN CEMPAKA KUNING (Michelia champaca L) DENGAN MENGGUNAKAN UKURAN STEK BATANG Raihan Salsabila; Lina Rahmawati; Kamaliah
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 3 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on the growth potential of the Cempaka Kuning plant (Michelia champaca L) using several sizes of stem cuttings, the aim is to determine the growth potential of the Cempaka Kuning plant using several sizes and shapes of stem cuttings. This research is located in LA Garden Gampong Pango Raya, Ulee Kareng District, Banda Aceh. The parameters observed in this study were the emergence of shoots. The results showed that the Cempaka Kuning plant had a diameterof 0.5 and 1 with the highest number of shoots produced in the D2P1 treatment combination with an average value of 5.5 and the lowest number of shoots wasproduced in the D2P3 combination with an average value of 1.75.
EKOENZIM SEBAGAI PENGENDALIAN PATOGEN Fusarium sp. DAN Colletotrichum sp. PADA TANAMAN PISANG BARANGAN (Musa acuminata) Burdah Asni; Syafrina Sari Lubis; Diannita Harahap
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 3 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Barangan banana (Musa acuminata) belongs to Musaceae family which has hig economic value and has the potential as a commercial material and food diversification. One of the diseases of Barangan banana (Musa acuminata) which causes quite high damage is Fusarium sp. wilt disease. and anthracnose disease Colletotrichum sp. This study aims to control Fusarium sp. and Colletotrichum sp. using ecoenzymes in this study ecoenzymes were made from fruit peel waste which was fermented for three months. Testing the activity of controlling Fusarium sp. and Colletotrichum sp. using the diffusion method. Ecoenzymes phytochemical test results contained alkaloids and saponins. Ecoenzymes at concentrations of 10% - 40% showed strong and very strong activity against Fusarium sp. while Colletotrichum sp. 20% concentration shows very strong activity.

Page 3 of 11 | Total Record : 102