cover
Contact Name
Rahmiyati
Contact Email
hutantropisunlam@gmail.com
Phone
+6281348623216
Journal Mail Official
hutantropisunlam@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Jl. A. Yani KM 36 Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL HUTAN TROPIS
ISSN : 23377771     EISSN : 23377992     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jht.v10i2
Jurnal Hutan Tropis (JHT) adalah blind peer-reviewed yang mempublikasikan artikel ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan mencakup kajian manajemen hutan, ekonomi dan bisnis kehutanan, pengelolaan DAS, hidrologi, silvikultur, penginderaan jauh, ekologi, ekowisata, ilmu tanah hutan, agroforestri, perhutanan sosial, kebijakan kehutanan, perencanaan hutan, penyuluhan kehutanan, teknologi hasil hutan, konservasi sumberdaya hutan, dan perlindungan hutan.
Articles 589 Documents
ANALISIS PERUBAHAN PENUTUPAN LAHAN DI DALAM KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG SIRIMAU KOTA AMBON Marleen Annette Tuakora; Gun Mardiatmoko; Hendrina Lelloltery
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 2 Edisi Juli 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v10i2.14131

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan luas penutupan lahan yang terjadi di dalam kawasan Hutan Lindung Gunung Sirimau antara tahun 2000 s.d 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penginderaan jauh dan SIG untuk mengetahui data perubahan penutupan lahan antara tahun 2000 s.d 2009 dan tahun 2009 s.d 2019, kemudian dilakukan pemetaan secara spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penutupan lahan di dalam kawasan Hutan Lindung Gunung Sirimau antara tahun 2000 s.d 2009 yaitu terjadi deforestasi sebesar ± 1,95 ha. Selanjutnya antara tahun 2009 s.d 2019 terjadi degradasi hutan sebesar ± 15,11 ha, deforestasi sebesar ± 35,2 ha, reforestasi sebesar ± 6,06 ha dan perubahan kelas bukan hutan lainnya sebesar ± 18,31 ha.
SIFAT PULP CAMPURAN KAYU RANDU DAN TUSAM PADA KONSENTRASI ALKALI AKTIF YANG BERBEDA Yan Pieter Theo
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 31 (2011): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 12 Nomer 31 Tahun 2011
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i31.1561

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil yang diperoleh dari pemasakan campuran mengenai pengaruh konsentrasi alkali aktif, komposisi campuran serpih, dan pengaruh interaksi antara konsentrasi alkali aktif dengan komposisi campuran serpih terhadap rendemen dan kualitas pulp. Faktor konsentra-si alkali aktif untuk campuran serpih kayu randu dengan tusam berpengaruh sangat nyata terhadap rendeman saring pulp dan bilangan kappa, tetapi berbeda nyata untuk ketahanan lipat. Nilai rerata rendemen saring pulp tertinggi terdapat pada perlakuan konsentrasi alkali aktif 14 % (A1) yaitu 49,29 %. Bilangan kappa tertinggi terdapat pada perlakuan konsentrasi alkali aktif 14 % (A1) yaitu 75,93. Ketahanan lipat terdapat pada perlakuan konsentrasi alkali aktif 18 % (A3) yaitu 514 kali. Faktor komposisi campuran serpih untuk campuran kayu randu. Dengan tusam berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen saring, bilangan kappa, indeks sobek, indeks retak, indeks tarik dan ketahanan lipat. Untuk campuran kayu randu dengan tusam, nilai rerata rendemen saring pulp tertinggi terdapat pada komposisi campuran 20 % randu dengan 80 % tusam (B3r) yaitu 48,87 %. Bilangan kappa tertinggi pada perlakuan 10 % randu dengan 90 % tusam (B2r) yaitu 56,56. Indeks sobek tertinggi pada komposisi campuran 10 % randu dengan 90 % tusam (B2r) yaitu 18,50 Nm2/kg. indeks retak tertinggi pada komposisi campuran 40 % randu dengan 60 % tusam (B5r) yaitu 5,95 Nm/kg. indeks terik tertinggi pada komposisi campuran 30 % randu dengan 70 % tusam (B4r) yaitu 71,46 Nm/g. ketahanan lipat tertinggi pada komposisi campuran 10 % randu dengan 90 % tusam (B2r) yaitu 670 kali. Kombinasi faktor antara konsentrasi alkali aktif dan komposisi campuran serpih dalam penelitian ini untuk campuran kayu randu dengan tusam memberikan pangaruh sangat nyata terhadap rendemen saring, bilangan kappa dan ketahanan lipat. Untuk campuran kayu randu dan tusam, nilai rerata rendemen saring pulp tertinggi terdapat pada perlakuan konsentrasi alkali aktif 14 % dan komposisi campuran 20 % randu dengan tusam 80 % (A1 B3r) yaitu 52,50 %. Bilangan kappa tertinggi terdapat pada perlakuan konsentrasi alkali aktif 14 % dan komposisi campuran 10 % randu dengan 90 % tusam (A1 B2r) yaitu 84,49. Ketahanan lipat tertinggi terdapat pada perlakuan konsentrasi alkali aktif 18 % dan komposisi campuran 10 % randu dengan 90 % tusam (A3 B2r) yaitu 746 kali. Sifat pulp yang terbaik untuk campuran kayu randu dengan tusam terdapat pada kombinasi perlakuan konsentrasi alkali aktif 18 % (A3) dan komposisi campuran serpih 10 % randu dengan 90 % tusam (B2r).
ANALISIS PRESTASI KERJA PERSEMAIAN PADA AREAL KEBUN BIBIT PUTERA PANNJALU UPT CEMPAKA DI KECAMATAN CEMPAKA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Nur Vitta Sari; Arfa Agustina Rezekiah; Daniel Itta
Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 3 edisi November 2020
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v8i3.9635

Abstract

The achievement of this work is done to identify the necessary work time in the nursery of the Putera Pannjalu seed Garden by knowing the level of efficient work achievement. This research aims to calculate the performance of work on seedlings at the Putera Pannjalu Nursery TIU (Technical Implementing Unit) Cempaka. The working time measurement uses a Cumulative method. Cumulative method is a method used in the actual work time measurement of any working element that the hand continues to run without returning to zero to the end. Work time measurement is performed on each activity cycle. Measuring the performance of seedlings in the plantation of PT. Putera Pannjalu TIU Cempaka consists of filling activities such as polybag, weaning, watering, maintenance and grow grass. Working performance measurement time at 07:30 am to 16:30 pm for seven days. The result of the polybag filling measurement is done by three workers with an average obtained for one week produce 202 polybag/hour/person, for the weaning activities by three workers with an average of 639 polybag/hour/person. While in measuring the performance of watering work performed by two workers get an average work performance of 79,838 polybag/hour/person. On the treatment activities acquired average of 19,739 polybag/hour/person and for the average performance of the work of the material of 14,898 polybag/hr/person. The results of the measurement of work performance in the Putera Pannjalu nursery of TIU Cempaka are influenced by age, sex and duration of work.
KUSKUS (Phalangeridae) DI PAPUA: ANTARA PEMANFAATAN DAN KONSERVASI Agustina Y.S. Arobaya; Johan F.Koibur; Maria J.Sadsoeitoeboen; Evie W. Saragih; Jimmy F. Wanma; Freddy Pattiselanno
Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 1 Edisi Maret 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v3i1.4167

Abstract

Kuskus adalah salah satu satwa yang menjadi target perburuan yang dari waktu ke waktu yang cukup marak dilakukan di Papua.  Tetapi menurut peraturan yang berlaku di Indonesia, kuskus termasuk dalam jenis hewan yang dilindungi dengan undang-undang. Tulisan ini mengkompilasi hasil berbagai studi tentang pemanfaatan kuskus dan dampaknya terhadap usaha pelestarian kuskus dalam menunjang konservasi satwa liar di Papua. Tujuan pemanfaatan kuskus yaitu dijual sebagai hewan peliharaan dan dikonsumsi sumber protein hewani keluarga. Perburuan kuskus dilakukan dengan menggunakan alat buru yang bervariasi mulai dari tradisional sampai modern. Perburuan kuskus dengan cara menebang pohon pakan dan tempat berlidung kuskus berdampak negatif terhadap perusakan habitat dan penurunan populasi kuskus di alam. Oleh karena itu tindakan perlindungan kuskus perlu terus dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan plasma nutfah yang ada, aplikasi kearifan tradisional masyarakat setempat dan mendukung usaha domestikasi kuskus.Kata kunci: Kuskus, konservasi, perburuan, Papua
UJI COBA PROGRAM KEMITRAAN KEHUTANAN DI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN UNIT XIV GEDONG WANI, PROVINSI LAMPUNG Trial of Forestry Patnership Program in Forest Management Unit XIV Gedong Wani, Lampung Province M. Saipurrozi; Indra Gumay Febryano; Hari Kaskoyo; Christine Wulandari
Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Hutan Tropis Volume 6 Nomer 1 Edisi Maret 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v6i1.5103

Abstract

The partnership program is one solution in conflict resolution on state forest land use by the commUnity. The aim of research to explain the trials of forestry partnership program in Forest Management Unit XIV Gedong Wani. The research approach was conducted qualitatively, where in-depth interviews, participant observation, focus group discussion and document study were conducted for data collection. The results showed that there are two forms of partnership trial that developed, where is a partnership with Agroforests Park and poultry farm group. The supporting factors of implementation of the partnership between KPH Unit XIV Gedong Wani and KTH Agroforests Park were stakeholder involvement and a high level of members trust to the management; while the inhibiting factor were their members obey the rules and interventions by NGOs Manunggal Wana Bakti against management. The supporting factors of implementation of the partnership between KPH Unit XIV Gedong Wani and poultry farm group were the involvement of the association of poultry farm entrepreneurs and the awareness level of poultry farm; while the inhibiting factor were limitations of informations, officers, and the effort by Forest Management Unit XIV Gedong Wani. Coaching and mentoring efforts should be undertaken by officers with special expertise in their fields; so it is expected to increase the capacity of the commUnity.Keywords: farmers group; forestry partnerships;  Forest Management Unit (KPH); conflict; access Program kemitraan merupakan salah satu solusi dalam penyelesaian konflik pemanfaatan lahan hutan negara oleh masyarakat. Tujuan penelitian untuk menjelaskan uji coba program kemitraan kehutanan di Kesatuan Pengelolaan Hutan Unit XIV Gedong Wani. Pendekatan penelitian dilakukan secara kualitatif, dimana wawancara mendalam, observasi  partisipan, focus group discussion dan studi dokumen dalam pengumpulan datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk uji coba kemitraan yang dikembangkan yaitu kemitraan dengan kelompok tani hutan Agroforest Park dan peternak ayam. Faktor pendukung pelaksanaan uji coba kemitraan antara KPH Unit XIV  Gedong Wani dan KTH Agroforest Park adalah adanya keterlibatan stakeholder terkait dan tingginya tingkat kepercayaan anggota terhadap pengurus; sementara faktor penghambatnya adalah adanya anggota yang tidak patuh terhadap aturan dan intervensi oleh LSM Manunggal Wana Bakti terhadap pengurus. Faktor pendukung uji coba kemitraan antara KPH Unit XIV Gedong Wani dan peternak ayam adalah adanya keterlibatan asosiasi pengusaha industri ayam ras dan tingkat kesadaran peternak; sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan informasi, petugas serta upaya yang dilakukan pihak KPH Unit XIV Gedong Wani. Upaya pembinaan dan pendampingan perlu dilakukan oleh petugas yang memiliki keahlian khusus dalam bidangnya; sehingga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat.Kata kunci: kelompok tani, kemitraan kehutanan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), konflik, akses
HASIL AIR PENGGUNAAN LAHAN HUTAN DALAM MENYUMBANG ALIRAN SUNGAI Water yield of Forest Land Use contributing in river stream Edy Junaidi
Jurnal Hutan Tropis Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 Nomer 1 Edisi Maret 2014
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v2i1.1612

Abstract

Pemahaman tentang neraca air suatu penggunaan lahan berkaitan dengan hasil air total yang berkontribusi terhadap aliran sungai. Penelitian ini bertujuan mengkaji peranan hidrologi hutan (hutan alam dan hutan tanaman) terhadap aliran sungai  ditinjau dari neraca air dengan membandingkan penggunaan lahan hutan dan penggunaan lahan lain. Penelitian yang mengkaji penggunaan lahan hutan dan penggunaan lahan lain (pertanian, pemukiman, kebun campuran dan semak belukar) di DAS Cisadane menggunakan model hidrologi Soil and Water Assessment Toll (SWAT) dalam mengkaji neraca air penggunaan lahan. Hasil neraca air tahunan untuk penggunaan lahan hutan berupa nilai yang lebih besar untuk evapotranspirasi dan lebih kecil untuk aliran permukaan dibandingkan pengunaan lahan yang lain. Hal ini berpengaruh terhadap kontribusi aliran permukaan lahan hutan pada aliran sungai. Sedangkan nilai perkolasi dan simpanan air tanah berdasarkan perhitungan neraca air yang lebih besar untuk penggunaan lahan hutan. Hal ini juga berpengaruh terhadap kontribusi aliran lateral dan aliran dasar lahan hutan pada aliran sungai.Kata kunci : Neraca air, aliran sungai dan hutan
Jurnal Hutan Tropis Volume 9 No 1 Edisi Maret 2021 Jurnal Hutan Tropis
Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Hutan Tropis Volume 9 No 1 Edisi Maret 2021
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v9i1.10503

Abstract

KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN OBAT DARI HUTAN KERANGAS Kissinger Kissinger; Ervizal AM. Zuhud; Latifah K. Darusman; Iskandar Z. Siregar
Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 1 Edisi Maret 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v1i1.1479

Abstract

Identifikasi tumbuhan obat dari hutan kerangas dalam penelitian ini dilaksanakan dengan metode wawancara semi terstruktur.  Penduduk desa yang tinggal di sekitar hutan kerangas diwawancarai menyangkut pengetahuan etnobotani. Penelitian dilakukan di satu lokasi utama hutan kerangas, yaitu Desa Guntung Ujung Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Tiga lokasi penelitian dipilih sebagai lokasi referensi penelitian:  i) Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, ii) Nyaru Menteng Kalimantan Tengah, iii) Tanjung-Kelanis Kalimantan Selatan-Kalimantan Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan kerangas kerangas memiliki 36 jenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pengobatan. Beberapa potensi bioaktivitas yang dapat dikembangkan berdasarkan pengetahuan tradisional di antaranya adalah sebagai antibakteri, antioksidan, antimalaria, antihipertensi, dan andiabetes. Di samping itu, terdapat manfaat lain dari penggunaan atau keberadaan jenis tumbuhan hutan kerangas. Penduduk desa menggunakan berbagai jenis tumbuhan untuk bahan perabotan, pangan, penggunaan spiritual, tanaman hias, bahan pewarna, bahan kerajinan dan kayu bakar. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan kerangas mempunyai fungsi potensial sebagai sumber penghasil tumbuhan bermanfaat.Kata kunci: keanekaragaman jenis, tumbuhan obat, manfaat, hutan kerangas
Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 1 edisi Maret 2019 Jurnal Hutan Tropis
Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 1 Edisi Maret 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v7i1.7220

Abstract

POTENSI DAN PENGGUNAAN KAYU BAKAR DARI AGROFORESTRI DUKUH DI KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Hafizianor Hafizianor; Muhammad Helmi; Yusuf Efendi
Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 No 3 Edisi November 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v3i3.2280

Abstract

Potensi dan kegunaan kayu bakar yang berasal dari agroforestri dukuh sebagai sumber energi memberikan nilai ketahanan energi bagi masyarakat. Tingkat konsumsi kayu masyarakat  dan potensi kayu bakar yang tersedia perlu diteliti karena tingkat kebutuhan kayu bakar  masyarakat akan sangat beragam tergantung pada kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat yang berada tinggal di sekitar dukuh/hutan. Konsumsi total kayu bakar sebesar 552,204 m3/tahun dan rata-rata konsumsi kayu bakar tersebut sebesar 276,102 m3/tahun. Sumber kayu bakar yang digunakan berasal dari dukuh yang mereka miliki dan meminta ke dukuh tetangga. Potensi kayu bakar yang ada di dukuh sebesar 370,275 m3/tahun dan rata-rata 185,14 m3/ha. Dari analisis hasil regresi secara parsial dimana variabel berpengaruh nyata adalah jumlah anggota keluarga (X1), pendapatan perbulan (X2), dan jarak dari dukuh  (X4). Perhitungan tersebut menggunakan analisis regresi Y = 0.168 X1 – 0.779 X2 – 0.223 X4 + 0,126884791.Fuelwood is an energy source that has long been used for human purposes. Fuelwood production tends to decrease with decreasing acreage firewood producers such as farms and forests. Fuelwood is more effective and efficient in use for more easily retrieved and obtained without purchasing. The collection of fuelwood shaped wood beams then split into parts. In the storage of fuelwood stored in the side of the house, under the house and above the kitchen. Fuelwood obtained from each hamlet. Consumption of fuelwood both the Village of 552.204 m3/year and average consumption of firewood two villages are sebesat 276.102 m3/year.Potential fuelwood in the hamlet average of 185.14 m3/ha. It turned out to be insufficient consumption of fuelwood per year in which the average volume two of the village of 370.275 m3/year with an average of 185.14 m3/ha. The most widely used type is rubber wood. Based on the analysis of the factors which affect the consumption of fuelwood (Y) is affected by the results of the analysis of partial regression scara where significant variable is the number of family members (X1), monthly income (X2), and the distance of the hamlet (X4). The calculations using regression analysis model Y = 0168 X1 - X2 0779 - 0223 X4 + 0.126884791.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 4 Edisi Desember 2025 Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 1 Edisi Maret 2025 Vol 12, No 4 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 4 Edisi Desember 2024 Vol 12, No 3 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 3 Edisi September 2024 Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 2 Edisi Juni 2024 Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 1 Edisi Maret 2024 Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023 Vol 11, No 3 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi September 2023 Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 2 Edisi Juni 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023 Vol 10, No 3 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 3 Edisi November 2022 Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 2 Edisi Juli 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL HUTAN TROPIS VOL 10 NO 1 EDISI MARET 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 2 EDISI JULI 2021 Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Hutan Tropis Volume 9 No 1 Edisi Maret 2021 Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 3 edisi November 2020 Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 2 edisi Juli 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Hutan Tropis Volume 8 No 1 Edisi Maret 2020 Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 3 Edisi November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 2 Edisi Juli 2019 Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 1 Edisi Maret 2019 Vol 6, No 3 (2018): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 6 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2018 Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Hutan Tropis Volume 6 Nomer 2 Edisi Juli 2018 Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Hutan Tropis Volume 6 Nomer 1 Edisi Maret 2018 Vol 5, No 3 (2017): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 5 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2017 Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Hutan Tropis Volume 5 Nomer 2 Edisi Juli 2017 Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Hutan Tropis Volume 5 Nomer 1 Edisi Maret 2017 Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 3 Edisi November 2016 Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 2 Edisi Juli 2016 Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 1 Edisi Maret 2016 Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 No 3 Edisi November 2015 Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 2 Edisi Juli 2015 Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 1 Edisi Maret 2015 Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 No 3 Edisi November 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 Nomer 2 Edisi Juli 2014 Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 Nomer 1 Edisi Maret 2014 Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 3 Edisi November 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 2 Edisi Juli 2013 Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 1 Edisi Maret 2013 Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 2 Edisi September 2012 Vol 13, No 1 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 1 Edisi Maret 2012 Vol 12, No 32 (2011): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 32, Edisi September 2011 Vol 12, No 31 (2011): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 12 Nomer 31 Tahun 2011 More Issue