cover
Contact Name
Rahmiyati
Contact Email
hutantropisunlam@gmail.com
Phone
+6281348623216
Journal Mail Official
hutantropisunlam@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Jl. A. Yani KM 36 Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL HUTAN TROPIS
ISSN : 23377771     EISSN : 23377992     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jht.v10i2
Jurnal Hutan Tropis (JHT) adalah blind peer-reviewed yang mempublikasikan artikel ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan mencakup kajian manajemen hutan, ekonomi dan bisnis kehutanan, pengelolaan DAS, hidrologi, silvikultur, penginderaan jauh, ekologi, ekowisata, ilmu tanah hutan, agroforestri, perhutanan sosial, kebijakan kehutanan, perencanaan hutan, penyuluhan kehutanan, teknologi hasil hutan, konservasi sumberdaya hutan, dan perlindungan hutan.
Articles 589 Documents
KERAGAMAN JENIS SATWA BURUNG PADA VEGETASI MANGROVE DI DESA TAAR KECAMATAN DULLAH SELATAN KOTA TUAL Sophia Sylvana Audryvca Sapulette; Cornelis Katje Pattinasarany; Fanny Soselisa
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i1.15999

Abstract

Desa Taar terletak di kecamatan Dullah Selatan Kota Tual, yang memiliki daya tarik akan kawasan mangrove yang cukup luas sehingga merupakan habitat yang baik bagi beberapa jenis burung. Desa Taar memiliki beberapa jenis burung yang ditemukan antara lain: Cikukua seram  (Philemon moluccensis), Gajahan Timur (Numenius madagascariensis), Kowak Malam Merah (Nycticorax caledonicus), Nuri Maluku (Eos bornea), Pergam Tarut (Ducula concina) dan beberapa jenis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis satwa burung pada vegetasi mangrove dan untuk mengetahui pengaruh kerapatan vegetasi mangrove terhadap keragaman jenis satwa burung di desa Taar. Metode pengamatan satwa burung yang digunakan adalah metode Line Transek dan pengamatan vegetasi dilakukan berdasarkan metode Analisis Garis Berpetak pada jalur – jalur pengamatan yang sudah ditentukan. Keragaman satwa burung yang ditemukan di desa Taar pada jalur 1 sampai dengan jalur 10 sebanyak 14 jenis. Pada jalur 1 nilai H’ = 2,02 dengan jumlah jenis 9 satwa burung; jalur 2 H’ = 2,31 jumlah jenis 11 satwa burung; jalur 3 H’ = 2,07 jumlah jenis 10 satwa burung; jalur 4 H’ = 1,83 jumlah jenis 8 satwa burung; jalur 5 H’ = 2,13 jumlah jenis 10 satwa burung; jalur 6 H’ = 2,14 jumlah jenis 11 satwa burung; jalur 7 H’ = 2,20 jumlah jenis 12 satwa burung; jalur 8 H’ = 2,27 jumlah jenis 11 satwa burung; jalur 9 H’ = 2,36 jumlah jenis 12 satwa burung; jalur 10 H’ = 2,25 jumlah jenis 10 satwa burung. hasil analisa regresi menunjukkan tidak ada pengaruh nyata antara variabel kerapatan terhadap keragaman jenis satwa burung.
PENGARUH VARIABEL LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN COVID-19 DI PROVINSI LAMPUNG Sanjaya T; Wardani D. W. S. R; Wahono E. P; Bakri S; Suwandi J. F.; Biomed E. A.M
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i1.15994

Abstract

.  Peningkatan jumlah kasus Covid-19 cukup cepat berlangsung dan terus menyebar ke berbagai negara dalam waktu singkat. Tingkat penyebaran yang sangat signifikan dan dalam skala besar merupakan masalah berat dalam hal penanggulangan dan pencegahannya. Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan telah memberikan dampak besar bagi kesehatan, perekonomian dan kehidupan sosial. Banyak faktor risiko yang memepengaruhi penyebaran covid-19 salah satunya adalah faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variabel lingkungan antara lain: curah hujan, intensitas penyinaran matahari, temperature, kelembaban udara, fisiografi wilayah, kepadatan penduduk, Status Tata Pemerintahan dan Indeks pembangunan manuisa (IPM) terhadap kejadian Covid-19 di Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan data kuantitaif, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang diperoleh dari instansi terkait yang dapat diakses melalui website secara online. Data yang digunakan menggambarkan situasi 15 Kabupaten/Kota Provinsi Lampung. Yang dianalisa menggunakan piranti lunak Minitab ver.16 dengan uji regression. Hasil menunjukan bahwa variabel Status Tata Pemerintahan, curah hujan, intensitas penyinaran matahari, Temprature Maksimum, kelembaban udara minimum, kepadatan penduduk dan IPM berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian Covid-19 di Provinsi Lampung, dengan R 32,4 %. Variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian covid-19 yaitu Status Tata Pemerintahan dengan nilai coefisien -454,1.  Kondisi lingkungan yang cukup ekstrem membutuhkan  peran kebijakan yang efektif dari pemerintah untuk mengatasi pandemi saat ini, perencanaan kontinjensi serta rencana mitigasi yang komprehensip untuk menjamin kondisi kesehatan masyarakat.
PEMANFAATAN KULIT GALAM SEBAGAI BAHAN BAKU TAMBAHAN PADA PEMBUATAN RAK TELUR PADA PT. PRIMA REZEKI Saiful Ruchiyat Cosahan; Wiwin Tyas Istikowati; Daniel Itta
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i1.15989

Abstract

Kayu galam memiliki karakteristik kulit kayu yang berlapis-lapis dan dapat mudah terkelupas. Kulit kayu galam menghasilkan lembaran dengan lebar yang berbeda-beda tergantung dari diameter kayu. Kulit kayu galam yang memiliki karakteristik tersebut tidak memiliki fungsi dan nilai jual, dikarenakan masyarakat sekitar hanya memanfaatkan batang kayu galam saja. Kulit kayu galam memiliki potensi untuk dapat dimanfaatkan menjadi sebuah produk yang memiliki fungsi dan nilai jual. Pemanfaatan kulit kayu galam akan dilakukan dengan pendekatan eksperimen dimana kulit kayu galam akan dijadikan sebagai produk rak telur dengan kajian pendahuluan analisis komponen kimia. Tujuan penelitian ini yaitu membuat rancangan eksperimen pemanfaatan kulit galam sebagai campuran pembuatan rak telur dan penghematan biaya pembuatan rak telur dengan campuran kulit galam. Metode yang digunakan yaitu kulit kayu galam dibedakan menjadi dua bagian, bagian dalam dan bagian luar selanjutnya dianalisis kandungan kimia dan dilakukan pengujian dengan Fourier Tranform Infra Red (FTIR). Hasil yang diperoleh yaitu secara berurutan komponen kimia tertinggi dari bagian kulit galam yaitu, ekstraktif alcohol benzen 24,67% (bagian luar), lignin 48,18% (bagian luar), dan selulosa 36,21% (bagian dalam). Berdasarkan analisis kimia maka kulit galam bagian dalam dapat dimanfaatkan menjadi bahan pulp dan kertas yang tidak mengutamakan kecerahan seperti kertas bungkus ataupun sebagai bahan campuran pembuatan rak telur. Spektrum puncak bilangan gelombang FTIR menunjukkan kulit galam mengandung lignin dan selulosa.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENDAPATAN PETANI KEMBANG BERENTENG DI DESA LABUAN TABU KECAMATAN MARTAPURA Siti Nisrina Nur; Rusdiana Rusdiana; Husna Karimah; Ahmad Yamani
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i1.15998

Abstract

Di wilayah Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Banjar kegiatan keagamaan dan budaya seringkali diadakan dengan pemakaian bunga segar. Sejak mewabahnya covid – 19 pemerintah mengeluarkan aturan protokol kesehatan yang membatasi acara kegiatan dan interaksi diantara masyarakat, tidak terkecuali kegiatan keagamaan dan budaya. Kondisi seperti ini sangat berdampak kepada pendapatan petani bunga di desa Labuan Tabu yang mata pencaharian utamanya berkebun bunga. Tujuan penelitian menganalisis pendapatan petani bunga kembang berenteng di desa Labuan Tabu sebelum dan saat pandemi Covid-19. Metode pengambilan sampel yang digunakan peneliti menggunakan metode purposive sampling dengan melakukan observasi lapangan dan pengisian kuesioner sebagai penunjang untuk mendapatkan data. Metode Analisa penelitian ini menggunakan rumus biaya pengeluaran, biaya penerimaan, serta pendapatan bersih. Peneliti menggunakan uji t-berpasangan untuk mengetahui rata-rata perbedaan pendapatan petani bunga antara sebelum dan saat pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pendapatan petani bunga sebelum dan saat pandemi Covid-19 di desa Labuan Tabu berbeda secara signifikan/nyata, adapun pendapatan rata-rata per hektar petani bunga sebelum pandemi Covid-19 sebesar Rp 18.447.223,- sedangkan saat pandemi Covid-19 sebesar Rp 8.314.090,-. Perbandingan persentasi pendapatan petani bunga sebelum pandemi Covid-19 sebesar 69% sedangkan saat pandemi Covid-19 sebesar 31%, sehingga dapat diketahui penurunan pendapatan petani bunga saat pandemi Covid-19 sebesar 38%.
STUDI AWAL SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN KENARI PADA DEMPLOT SUMBER BENIH DESA HATUSUA Cornelia M.A. Wattimena; Fransina Latumahina
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i1.15993

Abstract

Sumber benih adalah suatu tegakah hutan baik hutan alam maupun hutan tanaman yang ditunjuk atau dibangun khusus untuk dikelola guna memproduksi benih bermutu. Demplot Sumber Benih yang di bangun oleh BPTH (Balai Perbenihan Tanaman Hutan) Maluku dan Papua di bangun pada Negeri Hatusua kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat pada tahun 2013. Benih yang ditanam merupakan benih-benih yang bersertifikasi. Kenari (Cannarium ambonensis) dari areal benih bersertifikasi desa Paperu, Hasil penelitian menunjukkan bahwa hama dan penyakit yang menyerang yaitu hama ulat kipat, hama belalang hijau, penyakit bercak daun dan penyakit embun tepung. Hama ulat kenari menyebab kerusakan yang sangat besar karena dapat menghasilkan telur sebanyak 200-325 butir dan hidupnya berkelompok pada satu tempat, bahkan dengan jumlah yang banyak akan menghabiskan daun hampir disetiap bagian pohonnya mula-mula serangan awal oleh ulat yang kecil lalu serangan lanjutan oleh ulat besar akan menyerang daun tua sehingga meninggalkan tulang daun. Tulisan ini akan menggambarkan tentang hama dan penyakit yang menyerang tanaman kenari pada demplot sumber benih, faktor penyebab kerusakan dan dugaan adanya kaitan antara perubahan iklim terhadap serangan hama penyakit di tanaman kemari.
TINGKAT KEBERHASILAN REHABILITASI DI SUB-SUB DAS RIAM KANAN KABUPATEN BANJAR Roffi Meidisawarman; Yusanto Nugroho; Kissinger Kissinger
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i1.15988

Abstract

Rehabilitasi DAS adalah upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi Daerah Aliran Sungai.Penanaman dalam Rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai oleh pemegang IPPKH, penanaman di dalam dan di luar kawasan hutan yang merupakan salah satu kewajiban pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan, Pemegang IPPKH yang telah melaksanakan penanaman merupakan salah satu syarat dalam perpanjangan dan pengembalian IPPKH. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat keberhasilan rehabilitasi di sub-sub DAS Riam Kanan. Dari hasil penilaian penanaman Hasil menunjukan bahwa penilaian keberhasilan rehabilitasi DAS cukup berhasil dengan rincian. Pada Vendor swakelola masyarakat hasil petak 2, 3 dan 4 memperoleh kriteria keberhasilan karena melebihi dari 75 % hasil di tanaman sedangkan petak 1 dan 5 tidak masuk dalam kriteria keberhasilan, Pada Vendor BUMN Blok III hasil petak 2 dan 3 memperoleh kriteria keberhasilan karena melebihi dari 75 % hasil penamanan sedangkan petak 1, 4 dan 5 tidak masuk dalam kreteria keberhasilan. Pada Vendor BUMN Blok IV hasil petak 1, 2, 3, 4 dan 5 memperoleh kriteria keberhasilan karena melebihi dari 75 % hasil penamanan. Pada Vendor Swasta hasil petak 1, 2, 3, 4 dan 5 memperoleh kriteria keberhasilan karena melebihi dari 75 % hasil penamanan.
KARAKTERISTIS DAN LAJU PEMBAKARAN BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPA DENGAN PENAMBAHAN AROMATERAPI AKAR WANGI (Vetiveria zizanoides) DAN GAHARU (Aquilaria malaccensis) Muhammad Faisal Mahdie; Adi Rahmadi; Eko Rini Indrayatie; Noor Mirad Sari; Hanifa Arsya
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i1.15997

Abstract

Limbah dari buah kelapa adalah tempurung kelapa yang umumnya digunakan sebagai bahan bakar sehari – hari. Serbuk akar wangi dan limbah serbuk kayu gaharu mengandung resin yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal menjadi solusi dalam penyediaan bahan aromaterapi karena mengandung aroma yang menenangkan dan menghilangkan stress. Tujuan dari penelitian adalah (1) Menganalisis Uji Karakteristik briket arang aromaterapi tempurung kelapa dengan penambahan serbuk akar wangi dan serbuk kayu gaharu yang meliputi kerapatan, uji kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat, nilai kalor dan laju pembakaran (2) Mengetahui perlakuan terbaik dari briket arang aromaterapi tempurung kelapa dengan penambahan serbuk akar wangi dan limbah serbuk kayu gaharu.  Pengujian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 kali ulangan, jadi jumlah seluruh sampel sebanyak 18 buah. Kadar air tertinggi sebesar 8,55% terdapat pada perlakuan E dan terendah terdapat pada perlakuan C yaitu 4,05%, kadar abu briket aromaterapi bervariasi yaitu nilai terendah  6,19% pada perlakuan E dan tertinggi 11,46% pada perlakuan A. Nilai rata-rata zat terbang tertinggi 60,29% terdapat pada perlakuan E dan kadar zat terbang terendah 42,83% terdapat pada perlakuan F. Kadar karbon terikat tertinggi terdapat pada perlakuan F yaitu 43,66% dan rata-rata terendah terdapat pada perlakuan E yaitu 24,97%. Nilai kalor bervariasi antara 4885,21 kal/gr - 5516,24 kal/gr, kadar karbon terendah terdapat pada perlakuan E dan perlakuan F memiliki nilai kalor tertinggi. Rata-rata kerapatan briket arang aromaterapi tertinggi sebesar 0,8546 gr/cm3 terdapat pada perlakuan F dan perlakuan E memiliki rata-rata kerapatan terendah yaitu 0,5740 gr/cm3 . Laju pembakaran terendah terdapat pada perlakuan D yaitu 0,39 gr/menit dan tertinggi terdapat pada perlakuan E yaitu 0,63 gr/menit. Kadar air terbaik terdapat pada perlakuan C yaitu 4,05% (SNI < 8%), kadar abu terbaik terdapat pada perlakuan E yaitu 6,19% (SNI < 8%), semua perlakuan untuk zat terbang belum memenuhi standar (SNI < 15%), pengujian karbon terikat dan kerapatan tidak mensyaratkan standar SNI,  nilai karbon terbaik pada perlakuan F yaitu 5516,24 kal/gr (SNI > 5000 kal/gr).
KOMPOSISI DAN STRUKTUR TUMBUHAN ANGGREK DI GUNUNG BEBARIS KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Syaifuddin Syaifuddin; Kissinger Kissinger; Ahmad Jauhari
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 2 Edisi Juni 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i2.16774

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis secara spasial dugaan habitat anggrek menggunakan analisis NDVI, LST, dan Canopy Height, menganalisis komposisi dan struktur jenis, kondisi habitat, dan karakter pohon inang anggrek di Gunung Bebaris KHDTK Universitas Lambung Mangkurat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - September 2021. Penentuan titik sampel plot di lapangan menggunakan metode stratified sampling dan purposive sampling. Hasil dari analisis spasial didapatkan peta tematik yang merepresentatifkan habitat anggrek. Hasil pengamatan didapatkan 10 jenis anggrek yang termasuk ke dalam 5 genus. Anggrek yang paling mendominasi adalah Aerides odorata. Indeks keanekaragaman anggrek tergolong sedang dan tingkat keseragamannya tergolong tinggi. Semua jenis anggrek yang ditemukan persebarannya mengelompok. Sebaran vertikalnya anggrek banyak tumbuh pada pohon inang di zona 3 dan 4. Anggrek ditemukan pada NDVI bernilai sedang, LST 15o – 20oC dan canopy height mencapai 21 m, dengan kondisi lingkungan suhu udara 28,5o – 28,6oC, kelembaban udara 90 – 92%, suhu batang pada pohon inang 27,4o – 28,3oC dan, suhu tanah 26,6o – 27,6oC, intensitas cahaya 1162 – 1240 lux, dan ketinggian tempat 66 – 86 mdpl. Pohon inang yang ditumbuhi anggrek ada 13 jenis. Pohon yang banyak ditemukan anggrek adalah Strombosia javanica, Buchanania arborescens, dan Vitex pubescens.
PENINGKATAN KUALITAS BIOAKTIVATOR KEONG MAS DENGAN PENAMBAHAN RUMEN KAMBING YANG BERBEDA Rusmini Rusmini; Daryono Daryono; La Mudi; Rusli Anwar; Ali Sadikin
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 2 Edisi Juni 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i2.16764

Abstract

Keong mas merupakan hama bagi tanaman padi tetapi dapat dijadikan sebagai bioaktivator.  Bioaktivator keong mas sebelumnya hanya mengandung bakteri Pseudomonas flourescens dan kandungan unsur hara masih rendah.  Rumen kambing merupakan limbah dari peternakan yang kebanyakan malah menjadi limbah yang mencemari lingungan.   Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bioaktivator keong mas yang dikombinasikan dengan rumen kambing baik dari sifat fisik, kandungan unsur hara dan jenis mikroorganisme.  Penelitian terdiri dari dua perlakuan yaitu pembuatan bioaktivator keong mas dengan penambahan rumen kambing cair (r1),  dan pembuatan bioaktivator keong mas dengan penambahan rumen kambing padat (r2). Pembuatan bioaktivator keong mas dengan penambahan rumen kambing dengan cara difermentasi selama 18 hari. Sifat fisik bioaktivator keong mas dengan penambahan rumen kambing cair dan padat  diamati mulai dari awal pembuatan bioaktivator keong mas sampai jadi.  Uji analisa kimia bioaktivator  keong mas meliputi pH, dan kandungan unsur hara makro  N, P dan K dan uji analisa kandungan bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik bioaktivator keong mas kombinasi rumen kambing hasil analisis unsur hara N, P, dan K untuk kedua  perlakuan bioaktivator keong mas  denga Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik bioaktivator keong mas kombinasi rumen kambing lebih baik karena telah jadi pada hari ke-18, kandungan unsur hara bioaktivator keong mas kombinasi rumen kambing pada kedua taraf perlakuan meliputi unsur  N, P, dan K sudah memenuhi standar Pupuk Permentan No.28 Permentan/SR.130/5/2009 dan peningkatan jumlah bakteri sebanyak 7 jenis pada taraf perlakuan r1 dan 8 jenis pada taraf perlakuan r2.
KUALITAS ARANG KAYU AKASIA DAUN KECIL (Acacia auriculiformis) Dewi Alimah; Wiwin Tyas Istikowati; Yusanto Nugroho
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 2 Edisi Juni 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i2.16769

Abstract

Akasia daun kecil (Acacia auriculiformis) merupakan jenis kayu yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan arang di Kalimantan Selatan. Kayu ini memiliki potensi kalor dan arang yang sangat menjanjikan karena termasuk biomass dari kayu cepat tumbuh, mudah didapat, dan harganya relatif murah. Di sisi lain pembuatan arang di Kalsel umumnya dilakukan secara konvensional dengan metode timbun. Metode ini cenderung memakan waktu pengarangan lebih lama (1,5-2 bulan), proses tidak terkontrol, dan kualitas arang relatif rendah. Metode karbonisasi dengan memperhitungkan suhu dan durasi pengarangan dapat memperbaiki kualitas arang. Penelitian ini bertujuan menentukan suhu dan durasi pengarangan yang tepat sehingga menghasilkan kualitas arang yang baik. Potongan kayu diarangkan dengan suhu 400, 500, dan 600°C selama 2, 3, dan 4 jam. Kualitas arang dianalisis mengikuti prosedur SNI 01-1683-1989 meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat, dan rendemen serta nilai kalor mengikuti ASTM (1998). Senyawa kimia arang kualitas tertinggi dan terendah diidentifikasi menggunakan Py-GCMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang dengan kualitas terbaik dihasilkan dari pengarangan kayu pada suhu 600°C selama 2 jam. Pada setelan ini diperoleh rendemen arang 17,29%; kadar air 1,73%; kadar zat terbang 30,09%; kadar abu 0,87%; kadar karbon terikat 67,32%; dan nilai kalor sebesar 7.944,24%.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 4 Edisi Desember 2025 Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 1 Edisi Maret 2025 Vol 12, No 4 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 4 Edisi Desember 2024 Vol 12, No 3 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 3 Edisi September 2024 Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 2 Edisi Juni 2024 Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 1 Edisi Maret 2024 Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023 Vol 11, No 3 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi September 2023 Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 2 Edisi Juni 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023 Vol 10, No 3 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 3 Edisi November 2022 Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 2 Edisi Juli 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL HUTAN TROPIS VOL 10 NO 1 EDISI MARET 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 2 EDISI JULI 2021 Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Hutan Tropis Volume 9 No 1 Edisi Maret 2021 Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 3 edisi November 2020 Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 2 edisi Juli 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Hutan Tropis Volume 8 No 1 Edisi Maret 2020 Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 3 Edisi November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 2 Edisi Juli 2019 Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 1 Edisi Maret 2019 Vol 6, No 3 (2018): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 6 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2018 Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Hutan Tropis Volume 6 Nomer 2 Edisi Juli 2018 Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Hutan Tropis Volume 6 Nomer 1 Edisi Maret 2018 Vol 5, No 3 (2017): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 5 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2017 Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Hutan Tropis Volume 5 Nomer 2 Edisi Juli 2017 Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Hutan Tropis Volume 5 Nomer 1 Edisi Maret 2017 Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 3 Edisi November 2016 Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 2 Edisi Juli 2016 Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 1 Edisi Maret 2016 Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 No 3 Edisi November 2015 Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 2 Edisi Juli 2015 Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 1 Edisi Maret 2015 Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 No 3 Edisi November 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 Nomer 2 Edisi Juli 2014 Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 Nomer 1 Edisi Maret 2014 Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 3 Edisi November 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 2 Edisi Juli 2013 Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 1 Edisi Maret 2013 Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 2 Edisi September 2012 Vol 13, No 1 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 1 Edisi Maret 2012 Vol 12, No 32 (2011): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 32, Edisi September 2011 Vol 12, No 31 (2011): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 12 Nomer 31 Tahun 2011 More Issue