cover
Contact Name
Citra Artifiani
Contact Email
citrarti@gmail.com
Phone
+6287825450502
Journal Mail Official
geoplanart.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik, Perencanaan dan Arsitektur Universitas Winaya Mukti Jl. Pahlawan no.69 Kota Bandung
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Geoplanart
ISSN : 25799193     EISSN : 27755282     DOI : http://dx.doi.org/10.35138/gp.v3i2
GEOPLANART: Wahana Informasi Penelitian Teknik adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik, Perencanaan dan Arsitektur, Universitas Winaya Mukti. Fokus jurnal ini adalah teknik dengan lingkup : 1. Teknik Arsitektur 2. Teknik Lingkungan 3. Teknik Perencanaan Wilayah Kota 4. Teknik Geodesi 5. Teknik Sipil
Articles 68 Documents
PENATAAN RENCANA ZONA KAWASAN WISATA PANTAI GUNUNG GEDER KECAMATAN CIKELET KABUPATEN GARUT SELATAN Oktaverina Kusumawati, Sarah; Saeful Fasa, Achmad
GEOPLANART Vol. 6 No. 1 (2023): EDISI NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian tugas akhir dengan judul Penataan Rencana Zona Kawasan Wisata Pantai Gunung Geder, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut wilayah studi merupakan salah satu potensi pariwisata yang berada di Kecamatan Cikelet khususnya di Desa Cijambe. Kecamatan Cikelet merupakan salah satu kecamatan yang terdapat di bagian selatan Kabupaten Garut yang memiliki potensi daratan dan perairan dengan arahan RTRW Kabupaten Garut tahun 2011-2031 sebagai Kawasan Strategi Nasional , Kawasan strategi pariwisata kabupaten , Kawasan hutan mangroove yang berada didaerah pasang surut, dan Budidaya air laut, perikanan tangkap di perairan laut. Analisis utama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis daya dukung lahan serta analisis SWOT, analisis tersebut merupakan upaya yang dilakukan untuk mengetahui potensi suatu lahan dan antusias masyarakat terhadap Strategi Pengembangan kawasan wisata pantai. Dari analisis ini akan didapatkan penilaian terhadap potensi lahan yang nantinya akan menjadi acuan untuk menentukan pengelolaan dan pemanfaatan lahan yang benar. Strategi Pengembangan kawasan wisata pantai yang baik dapat meningkatkan daya tarik wisata, meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, serta memperkuat identitas dan keunikan kawasan wisata tersebut. Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Gunung Geder Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut dapat menerapkan kosep wisata yang berbasis ekologi dan alam , yang dimana konsep tersebut sudah sesuai dengan kondisi eksisting objek wisata yang masih terjaga keindahan alamnya.
PEMBUATAN WEBGIS DESA TEGALSARI SEBAGAI SARANA PENYAJIAN INFORMASI SPASIAL DESA Fajriansyah, Indra; Apriani, Levana
GEOPLANART Vol. 6 No. 2 (2024): EDISI MEI 2024
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

merupakan tumpuan untuk basisdata yang akurat, terutama peta desa yang memiliki informasi khusnya batas administrasi desa. Peta desa berkaitan dengan sistem informasi geografis (SIG) yang mampu melakukan pemasukan data, penyimpanan data, pengelolaan data, manipulasi data hingga tampilan informasi. Seiring dengan perkembangan teknologi peta desa dapat diakses dengan internet dalam suatu web yang biasa disebut WebGIS, Namun, informasi administrasi yang disajikan pada web perlu penelitian lanjutan agar bisa di anut. Penelitian ini dilakukan untuk pemetaan desa sebagai pembangunan desa yang menggunakan informasi spasial berupa peta desa yang menunjukkan batas administrasi desa yang akurat kedalam WebGIS. Data yang digunakan adalah citra satelit resolusi tinggi (CSRT) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) tahun 2016 dan batas administrasi desa dari Badan Informasi Geospasial (BIG) tahun 2020. Hasil dari penelitian ini yaitu pembuatan peta batas RT, RW, dusun dan desa berhasil dibuat dengan lebih akurat karena melibatkan perangkat desa dan survei lapangan dengan luasan 127,52 ha. Tingkat pengujian sistem efisiensi dan kegunaan pembuatan WebGIS Desa Teglasari ini memiliki nilai uji sistem dengan nilai uji sistem 94 yaitu Sangat Efisien dan 96 yaitu Sangat Berguna dalam arti lain bermanfaat bagi perangkat desa sebagai sarana pelayanan kepada masyarakat Desa Tegalsari.
Desain Tahura Djuanda Community Center Rismayadi, Hilman
GEOPLANART Vol. 6 No. 2 (2024): EDISI MEI 2024
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Komunitas Tahura Djuanda atau Tahura Djuanda Community Center (TCC) merupakan fasilitas fisik yang dapat di pergunakan dan dimanfaatkan oleh komunitas untuk berinteraksi antar anggotanya dan juga dengan komunitas lainnya, akan diwujudkan juga sebagai area yang mengutamakan kelestarian dan keramahan terhadap lingkungan yang berkelanjutan (Green, Ecofriendly & Sustainable Area) yang untuk selanjutnya dapat menjadi: sarana pembelajaran dan pendidikan akan kesadaran dan cinta terhadap lingkungan bagi masyarakat; percontohan (Role Model) sebagai area terbangun yang ramah lingkungan dan hemat energi, sarana pengembangan dan percontohan dalam penyediaan sumber energi terbarukan, khususnya energi listrik, sarana pengembangan dan percontohan dalam pengelolaan limbah (sampah padat dan air limbah) tanpa membebani dan mencemari lingkungan, mengajak, membiasakan dan menjadi pelopor (trendsetter) bagi masyarakat umum untuk memulai gaya hidup yang peduli lingkungan (Green Lifestyle).  TCC akan di bangun diatas lahan 1.770 M2 di Jalan Bukit Pakar Utara yang saat ini merupakan lahan parkir untuk bus. Desain Tahura Djuanda Community Center Dago Pakar Bandung Secara garis sebagai berikut: Pembuatan Tahura Djuanda Community Center, mengembangkan desain dengan dengan standard Konsil Bangunan Hijau Indonesia (GBCI), desain sistem BMU (Building Maintenance Unit) dan waste management system
STRATEGI PENGEMBANGAN ZONA WISATA DI KAWASAN BATUDUA KECAMATAN CISITU KABUPATEN SUMEDANG Rizki, Adit; Fasa, Achmad Saeful
GEOPLANART Vol. 7 No. 1 (2024): EDISI NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu destinasi wisata yang menjanjikan di Kabupaten Sumedang adalah Batudua yang terletak di Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu. Tempat wisata yang terletak 25 km sebelah timur ibu kota Kabupaten Sumedang ini menyuguhkan pemandangan alam dan panorama alam sekitar yang menakjubkan, termasuk Bendungan Jatigede. Meski memiliki potensi, Pariwisata Batudua masih belum optimal dalam pengelolaan dan infrastruktur sehingga menghambat pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung dan kebutuhan Wisata Batudua, serta menyusun rencana strategi pengembangannya. Dengan menggunakan pendekatan analisis spasial dengan teknik GIS dan scoring, penelitian ini mengungkap kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman ( SWOT ) Pariwisata Batudua. Hasilnya menunjukkan bahwa keindahan alam, kemampuan mengadakan acara, dan potensi ekowisata merupakan kekuatan yang signifikan. Namun, kurangnya infrastruktur, promosi, dan manajemen menghambat perkembangannya. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pengembangan rencana pengelolaan yang komprehensif, peningkatan infrastruktur, dan promosi yang bertujuan untuk membuka potensi penuh Pariwisata Batudua dan berkontribusi terhadap perekonomian lokal. Kata kunci: Strategi Pengembangan, Daya Dukung Lahan, Wisata Paralayang .
NAVAL JETTY STRUCTURE ANALYSIS (Case Study of The Jetty in Betano, Manufahi, Timor Leste) Hafudiansyah, Edwar
GEOPLANART Vol. 7 No. 1 (2024): EDISI NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rencana Pengembangan Infrastruktur Dermaga dan Fasilitas Angkatan Laut di Kotamadya Betano Manufahi oleh Kementerian Pertahanan dan Komite F-FDTL telah mengembangkan Otoritas Maritim dan Rencana Operasi Angkatan Laut untuk kebijakan strategis pertahanan masa depan di Laut Selatan. Rencana tersebut mengharuskan dibangunnya Fasilitas Angkatan Laut di Betano, Kotamadya Manufahi. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan Fasilitas Pendukung Angkatan Laut untuk mengakomodasi operasi Angkatan Laut di Laut Selatan dalam hal dukungan logistik dan operasi keamanan angkatan laut. Survei batimteri dilakukan dengan jarak interval 25 m. Berdasarkan hasil batimetri wilayah survei perairan Betano, elevasi perairan tersebut berkisar antara 0 m sampai (-) 48 m LWS. Kondisi kedalaman cukup curam hingga kedalaman -20 m LWS dan lebih curam pada kedalaman perairan terbuka hingga kedalaman -48 m LWS di daerah survei. Rencana pembangunan jetty hingga kedalaman -5 meter LWS dengan jarak ± 100 m terbilang cukup dekat namun perlu memperhatikan kondisi ombak dan gelombang di perairan. Kapal terbesar yang berlabuh di dermaga Betano adalah OPV Class dengan panjang 75 m. Elevasi dermaga ideal berdasarkan kondisi gelombang adalah +6.52 mlws. Berdasarkan hasil perhitungan struktur jetty diperlukan dimensi struktur menggunakan tiang pancang baja dengan dimensi 508 mm tebal 12 mm dengan rasio kapasitas tiang sebesar 0,49 dan dimensi trestle 457,2 mm tebal 12 mm dengan rasio kapasitas tiang 0,545 dan dimensi trestle 508 mm tebal 12 mm dengan rasio 0,414.
INVENTARISASI PENGUASAAN, PENGGUNAAN, DAN PEMANFAATAN TANAH DALAM KAWASAN HUTAN (STUDI KASUS: KECAMATAN SUKAJAYA, KABUPATEN BOGOR) Rizki, Robbi Adi; Tisnasendjaja, Achmad Ruchlihadiana; Wilujeng, Sri
GEOPLANART Vol. 6 No. 2 (2024): EDISI MEI 2024
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inventarisasi penguasaan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah dalam kawasan hutan menjadi langkah penting dalam mengelola dan melestarikan sumber daya alam yang ada. Inventarisasi ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi yang akurat dan komprehensif mengenai status kepemilikan tanah, pola penggunaan lahan, serta jenis dan tingkat pemanfaatan yang ada dalam kawasan hutan. Selain itu, partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan juga sangat penting, mereka memiliki pengetahuan tradisional tentang hutan dan sumber daya alamnya yang dapat digunakan untuk mendukung upaya konservasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa penguasaan tanah di kawasan hutan sangat beragam, termasuk hak-hak tradisional masyarakat adat , permukiman, lahan garapan, sarana prasana dan sarana keagamaan. Pemanfaatan tanah mencakup kegiatan pertanian, dan perkebunan. Inventarisasi ini memberikan informasi penting bagi perencanaan pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang berimbang untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat. Hasil inventarisasi lahan menunjukkan bahwa ada 1.295 lahan yang dapat diinventarisasi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2021. Peraturan ini berkaitan dengan penyelesaian penguasaan tanah dalam Kawasan Hutan Negara. Dari 1.295 lahan yang diinventarisasi, terdapat berbagai jenis penggunaan lahan. Ini mencakup 103 lahan garap, 27 sarana/prasarana, 1.148 permukiman, dan 17 lahan sosial keagamaan. Total luas lahan di dalam kawasan hutan Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor adalah 171,02 Ha.
Pendugaan Emisi CH4 dan CO2 dari Pengelolaan Lahan Padi di Desa Cikalong, Kab. Bandung Barat Artiningrum, Tati; Artifiani Havianto, Citra
GEOPLANART Vol. 7 No. 1 (2024): EDISI NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sektor yang berkontribusi dalam peningkatan pemanasan global adalah aktivitas pertanian. Sumbangan emsinya diantaranya berasal dari gas metana (CH4), dinitrogen oksida (N2O), karbon dioksida (CO2) yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sumbangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari sektor pertanian tahun 2024 pada lahan sawah di Desa Cikalong. Penelitian ini mengunakan metode survei lapangan dan study literatur untuk memperoleh data primer serta data sekunder berupa luas panen, varietas dan umur budidaya padi, Pengelolaan air selama budidaya padi sawah, jenis bahan organik yang dikembalikan ke lahan sawah dan jenis tanah. Data diolah mengunakan metoda Tier I dari IPCC. Hasil penelitian menujukkan dengan luas panen padi sawah 90,703 ha, Desa Cikalong memberikan sumbangan emisi CH4 sebesar 0,0116 GgCH4/tahun atau 0,29 GgCO2 eq/tahun. Untuk potensi emisi gas karbon dioksida (CO2) dari penggunaan pupuk urea adalah 4,54,10-3 GgCO2 eq/tahun.
Perencanaan Sistem Jaringan Distribusi Utama (JDU) Air Minum Wilayah Pelayanan Kelurahan Rancabolang Kota Bandung Dwi Hasyti, Yukeu; Revalia, Diana; Yuliani, Elly
GEOPLANART Vol. 7 No. 1 (2024): EDISI NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyediaan air minum merupakan salah satu hal penting dan menjadi prioritas dalam perencanaan suatu daerah. Semakin bertambahnya jumlah penduduk suatu daerah yang berakibat semakin bertambahnya kebutuhan air minum. Perkembangan Kota Bandung yang pesat mempengaruhi posisi relatif SWK Gedebage di dalamnya yang mempengaruhi berbagai faktor, salah satunya faktor kebutuhan air minum. Dengan realita dan potensi yang dimiliki SWK Gedebage terhadap penataan ruang kota bandung, diperlukan perencanaan jaringan distribusi air minum dengan baik untuk dapat melayani kebutuhan masyarakat wilayah Gedebage khususnya kelurahan Rancabolang. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan Sistem Jaringan Distribusi Utama (JDU) Air Minum agar masyarakat diwilayah kelurahan Rancabolang terpenuhi kebutuhan air minumnya dengan memanfaatkan potensi sumber air yang ada di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cikalong. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif dengan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Melalui teknik pengumpulan data observasi dan wawancara dengan menggunakan software Epanet. Penelitian ini menunjukkan jumlah penduduk pada tahun 2038 sebanyak 19.766 jiwa dengan tingkat pelayanan 80%. Total kebutuhan air minum sebesar 42,12 L/detik, Dari hasil analisis EPANET 2.0 didapatkan pada jaringan pipa transmisi dan distribusi menggunakan jenis pipa HDPE dengan diameter pipa transmisi Rancabolang 328 mm dan pipa distribusi 121 – 284 mm. Total keseluruhan panjang pipa yang dibutuhkan pada jaringan distribusi air minum di Kelurahan Rancabolang yaitu 31.418 m