cover
Contact Name
Citra Artifiani
Contact Email
citrarti@gmail.com
Phone
+6287825450502
Journal Mail Official
geoplanart.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik, Perencanaan dan Arsitektur Universitas Winaya Mukti Jl. Pahlawan no.69 Kota Bandung
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Geoplanart
ISSN : 25799193     EISSN : 27755282     DOI : http://dx.doi.org/10.35138/gp.v3i2
GEOPLANART: Wahana Informasi Penelitian Teknik adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik, Perencanaan dan Arsitektur, Universitas Winaya Mukti. Fokus jurnal ini adalah teknik dengan lingkup : 1. Teknik Arsitektur 2. Teknik Lingkungan 3. Teknik Perencanaan Wilayah Kota 4. Teknik Geodesi 5. Teknik Sipil
Articles 68 Documents
Pra-Studi Kelayakan Pembangunan Pelabuhan Laut Kabupaten Halmahera Tengah Muhammad Ramadhan; Achmad Saeful Fasa; Buntaram Buntaram; Devika Nadila Susanto
GEOPLANART Vol 5, No 1 (2022): EDISI NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/geoplanart.v5i1.633

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan calon lokasi pembangunan pelabuhan laut yang dinilai paling baik dari berbagai aspek kelayakan. Tahapan penelitian meliputi: 1) tabulasi longlist lokasi rencana pelabuhan laut dari berbagai dokumen kebijakan dan usulan daerah, 2) analisis seleksi lokasi rencana pelabuhan yang akan menghasilkan daftar pendek/shortlist, 3) analisis kelayakan lokasi shortlist dan pembobotan. Untuk longlist sendiri, terdapat 8 lokasi rencana pelabuhan yang tersebar di Kabupaten Halmahera Tengah, setelah melalui serangkaian tahapan analisis seleksi, diperoleh 2 lokasi yang lolos ke tahap analisis kelayakan yaitu lokasi rencana pelabuhan Messa di Kecamatan Weda Timur dan lokasi rencana pelabuhan Umiyal di Kecamatan Pulau Gebe. Kedua lokasi ini kemudian dikaji berdasarkan rencana tata ruang, kondisi transportasi wilayah, ekonomi, social-kependudukan, aspek lingkungan hidup dan teknis sehingga diperoleh skor total yang akan menjadi input dalam proses pembobotan.  Hasil pembobotan pada penelitian ini menunjukkan bahwa lokasi rencana pelabuhan Messa memperoleh nilai akhir sebesar 5,89, sedikit lebih tinggi dibanding dengan lokasi rencana pelabuhan Umiyal yang memperoleh nilai akhir sebesar 5,57.
ANALISIS DAN VALIDASI LUAS SAWAH 2010 KEMENTERIAN PERTANIAN BERDASARKAN PENDEKATAN KLASIFIKASI OBIA (Studi Kasus Kecamatan Juntiyuat Kab. Indramayu) Danis Suhari Singawilastra
GEOPLANART Vol 5, No 1 (2022): EDISI NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/geoplanart.v5i1.614

Abstract

Masalah mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia salah satunya adalah ketersediaan peta lahan sawah yang akurat dan terkini untuk mengontrol produktivitas tanaman padi agar stabil. Dalam hal pengadaan peta lahan sawah menggunakan citra satelit resolusi tinggi, kecenderungan menggunakan metode klasifikasi visual sangat tinggi, karena kurangnya kajian-kajian penggunaan metode klasifikasi digital  yang dapat dijadikan referensi untuk melakukan analisis objek tertentu melalui citra satelit resolusi tinggi, seperti halnya dalam pekerjaan pemetaan lahan sawah Kementan tahun 2010. Penelitian ini ditujukan untuk melakukan analisis dan validasi hasil survey luas sawah tahun 2010 Kementerian Pertanian berdasarkan pendekatan klasifikasi Object Based Image Analysis (OBIA). Aspek yang dibandingkan adalah klasifikasi area sawah dari kedua metode tersebut. Uji akurasi dilakukan antara hasil Audit Lahan Baku Sawah Menggunakan Citra Satelit Resolusi Tinggi tahun 2010 dengan hasil klasifikasi lahan sawah yang diperoleh dari proses klasifikasi digital berbasis objek. Pada penelitian ini, Pendekatan OBIA yang digunakan pada klasifikasi fase lahan sawah efektif diterapkan, terutama pada pemilihan kombinasi parameter terbaik untuk segmentasi dan pemilihan parameter terbaik untuk klasifikasi.
TOKSIKOLOGI LC50 AIR LIMBAH LOUNDRY TERHADAP IKAN MAS Hasyti, Yukeu Dwi
GEOPLANART Vol. 5 No. 1 (2022): EDISI NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat usaha laundry rumahan di Indonesia saat ini berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem perairan. Proses pengolahan limbah laundry yang belum dilakukan secara efektif dapat mengakibatkan pencemaran air. Peringatan awal (early warning system) mengenai potensi bahaya perlu dilakukan agar limbah laundry dapat diolah secara baik dan benar sehingga tidak menimbulkan pencemaran bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik limbah laundry nilai toksisitas akut (LC50. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan sampel air limbah laundry di Jalan Cipadung dan dilakukan analisa. Uji toksisitas akut dilakukan dengan metode OECD 203 menggunakan biota uji ikan mas (Cyprinus carpio) dan diperoleh nilai LC50-48 jam adalah 5.6148E-183. Dari hasil penelitian pada konsentrasi 25% dengan waktu 24 jam sudah terjadi kematian keseluruhan.  Dari hasil pengujian toksisitas pada Cyprinus carpio dapat disimpulkan bahwa  pengujian toksisitas LC50merupakan salah satu aspek peringatan awal (early warning system) mengenai potensi bahaya yang dapat ditimbulkan akibat pencemaran limbah laundry di lingkungan.
ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN STUDIO ARSITEKTUR BERBASIS DARING DI PERGURUAN TINGGI DI KOTA BANDUNG Wisnuadji, Sigit; Hermawan, Adhi
GEOPLANART Vol. 5 No. 2 (2023): EDISI MEI 2023
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus Covid-19 yang merebak ke seluruh dunia telah mempengaruhi seluruh tatanan kehidupan manusia. Sejak Maret 2020, pola pendidikan di Indonesia dan hampir di seluruh dunia menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau daring. Proses pembelajaran studio perancangan arsitektur yang berjalan selama ini berupa pembelajaran “learning by project” dan prosesnya didampingi oleh dosen secara tatap muka secara luring. Sejak diberlakukannya kuliah daring, maka dampaknya adalah sistem pembelajaran studio juga dilakukan secara daring dimana dalam pelaksanaannya perlu ditinjau bersama. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan permasalahan dalam pelaksanaan studio arsitektur secara daring. Memasuki era adaptasi kebiasaan baru dan belum ada tanda-tanda perkuliahan akan dikembalikan ke cara tatap muka langsung, maka perlu dicari model pembelajaran studio arsitektur daring yang memenuhi target output sesuai kurikulum dan silabus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif diharapkan dapat menggali informasi seluas-luasnya dari dosen dan mahasiswa tentang pembelajaran studio arsitektur secara daring ini. Pendataan dilakukan pada berbagai hal teknis dan juga terkait sistem komunikasi antara dosen dan mahasiswa. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sistem daring ini dapat digunakan sebagai alternatif pola pembelajaran studio arsitektur dengan sistem hybrid namun dengan berbagai prasyarat dan kesiapan dari para pengguna sistem daring ini.  
ANALISIS KETELITIAN PENGUKURAN BIDANG TANAH MENGGUNAKAN REAL-TIME KINEMATIC GLOBAL NAVIGATION SATELLITE SYSTEM Gumilar, Raden
GEOPLANART Vol. 5 No. 2 (2023): EDISI MEI 2023
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendaftaran tanah di Indonesia merupakan salah satu kegiatan Pembangunan Nasional berkelanjutan untuk menjamin kepastian hukum hak atas tanah sesuai dengan Pasal 19 Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA). Pengukuran bidang tanah merupakan salah satu tahapan dalam pengumpulan data fisik yang dilakukan dalam kegiatan pendaftaran tanah. Pengukuran bidang tanah dapat dilakukan dengan berbagai metode yang salah satunya adalah metode ekstraterestrial menggunakan Real-Time Kinematic  Global Navigation Satellite System (GNSS RTK). Pengunaan metode GNSS RTK pada saat ini merupakan pilihan yang banyak digunakan dalam pengukuran batas-batas bidang tanah karena mempunyai ketelitian tinggi dengan waktu yang relatif lebih cepat. Untuk mengetahui seberapa tinggi ketelitian penggunaan GNSS RTK dalam pengukuran bidang tanah dilakukan uji ketelitian untuk pengukuran titik batas bidang tanah maupun luas bidang tanah. Uji ketelitian ini adalah dengan melakukan pengukuran ulang bidang tanah menggunakan sampel sebanyak 5% yang tersebar secara merata. Hasil akhir dari penelitian ini memperlihatkan perhitungan uji ketelitian menghasilkan nilai ketelitian geometrik horizontal (CE90) sebesar 0,1087 meter. Uji ketelitian luas bidang tanah dengan melakukan perbandingan luas bidang tanah dengan menggunakan pengukuran sampel seluruhnya memenuhi toleransi ketelitian luas bidang tanah.
PEMETAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA BANDUNG DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGEN BERDASARKAN METODE GERARKIS Ruchlihadiana Tisnasendjaja, Achmad; Monica, Windha
GEOPLANART Vol. 6 No. 1 (2023): EDISI NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan ruang terbuka hijau semakin meningkat setiap tahunnya sedangkan ketersediaannya semakin terbatas. Hal ini berbanding terbalik dengan konsumen oksigen seperti manusia, kendaraan bermotor, dan hewan ternak yang terus bertambah setiap tahunnya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis ketersediaan ruang terbuka hijau berdasarkan pemenuhan kebutuhan oksigen Kota Bandung tahun 2021 dengan citra landsat 8. menghitung kebutuhan oksigen harian berdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk, jumlah kendaraan bermotor dan jumlah hewan ternak dengan metode Gerarkis sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.5/PRT/M/2008. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Ketersediaan ruang terbuka hijau di Kota Bandung berdasarkan luas wilayah belum tercukupi sesuai dengan ketentuaan yaitu 30% dari luas wilayah. Berdasarkan hasil analisis luas ruang terbuka hijau yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan oksigen, hasilnya luas ruang terbuka hijau yang ada saat ini masih belum memenuhi yaitu sebesar 3.207 Ha dan luasan ruang terbuka hijau yang dibutuhkan adalah sebesar 14.316 Ha.
VISUALISASI SEBARAN OBJEK WISATA DAN JALUR BUS TRANS JOGJA BERBASIS WEBGIS Adhie Pratama, Rico; Anggraeni, Tuti; Gumilar, Raden
GEOPLANART Vol. 6 No. 1 (2023): EDISI NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi yang diperoleh masyarakat mengenai pariwisata di Kota Yogyakarta adalah melalui brosur dan media sosial yang berisi informasi objek wisata saja, tidak ada informasi transportasi bus Trans Jogja menuju objek wisata. Salah salah satu pemanfaatan teknologi adalah penyampaian informasi spasial menggunakan WebGIS sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengkases destinasi objek wisata dengan transportasi bus Trans Jogja. Data yang digunakan adalah data spasial dan data non spasial yang diolah dan dikonversikan menjadi data shp melalui ArcGis Desktop. Data tersebut kemudian dikonversikan kembali menjadi zip file dan data zip file tersebut akan diunggah ke ArcGIS Online, dimana data yang telah dimasukan sebagai hosted layer dapat disimpan, diubah, dibagi dan diperbarui sesuai dengan meningkatkan kebutuhan akan informasi. Hasil penelitian ini adalah aplikasi peta sebaran objek wisata, halte dan jalur trayek bus Trans Jogja Kota Yogyakarta dan sekitarnya melalui fitur story map yang ada di ArcGIS Online. Aplikasi ini memberikan informasi rute wisata terbaik ke masyarakat dengan peta sebaran objek wisata, halte dan jalur trayek bus Trans Jogja Kota Yogyakarta dan sekitarnya berbasis WebGIS.
AKUISISI DATA CITRA MENGGUNAKAN UAV MULTISPEKTRAL GUNA PENENTUAN INDEKS KERAPATAN VEGETASI DENGAN METODE NDVI DAN NDRE Fatmawati, Yuyun; Ruchlihadiana Tisnasendjaja, Achmad
GEOPLANART Vol. 6 No. 2 (2024): EDISI MEI 2024
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu Perkembangan dalam teknologi UAV yaitu pengunaan sensor kamera multispektral. Manfaat pengunaan kamera multispektral berperan dalam identifikasi kerapatan vegetasi. Metode NDVI dalam mengidentifikasi kerapatan vegetasi sudah banyak digunakan pada berbagai penelitian dan sangat klasik, sehingga dengan adanya Metode NDRE digunakan sebagai pembanding metode NDVI. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbandingan klasifikasi NDVI dan NDRE untuk analisis kerapatan vegetasi dengan UAV Multispektral. Data yang digunakan adalah data foto udara RGB dan Multispektral. Pengolahan data foto menggunakan Agisoft Metashape, hasil orthomosaic yang sudah berbentuk raster kemudian dilakukan klasifikasi dengan metode NDVI dan NDRE pada ArcGIS. Pada hasil metode NDVI, nilai indeks vegetasi terendah adalah -0.06 dan nilai indeks vegetasi tertinggi adalah 1. Sedangkan pada metode NDRE, nilai indeks vegetasi terendah adalah -0.49 dan nilai indeks vegetasi tertinggi adalah 1. Pada klasifikasi NDVI dan NDRE dengan 5 kelas klasifikasi menunjukkan persentase dan luas lahan. Hasil kerapatan indeks vegetasi tertinggi dan terendah pada metode NDVI adalah 0,40% dengan 0,509ha dan 64,79% dengan 85,312ha, sedangkan metode NDRE adalah 3,11% dengan 3,985ha dan 42,23% dengan 55,732ha. Dengan perolehan nilai indeks vegetasi dan persentasenya, serta hasil visual antara metode NDVI dan NDRE menunjukkan perbedaan yang signifikan.
ANALISIS ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN WISATA MENGGUNAKAN TRAVEL COST METHOD (TCM) DAN CONTINGENT VALUATION METHOD (CVM) BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Anggraeni, Tuti; Haryati, Aning; Somantri, Debby
GEOPLANART Vol. 6 No. 2 (2024): EDISI MEI 2024
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Bandung Barat memiliki banyak potensi dan daya tarik wisata yang bisa lebih dikembangkan. Kabupaten Bandung Barat memiliki beragam destinasi wisata dengan berbagai daya tarik, seperti Curug Pelangi dan Curug Maribaya. Curug Pelangi dan Curug Maribaya merupakan kawasan wisata di Kabupaten Bandung Barat yang memiliki daya tarik wisata alam. Curug Pelangi dan Curug Maribaya memberikan pengaruh terhadap ekonomi disekitarnya karena terdapat masyarakat yang mengambil manfaat dari adanya kawasan wisata tersebut.Berdasarkan hal tersebut untuk mengetahui perkembangan yang terjadi pada kawasan wisata diperlukan analisis zona nilai ekonomi kawasan dengan menggunakan metode Travel Cost Method (TCM) dan Contingent Valuation Method (CVM) untuk mengetahui nilai total ekonomi kawasan wisata. Data dikumpulkan melalui survey langsung. Sampel yang diambil adalah wisatawan yang memiliki penghasilan tetap. Dari tiga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, hanya dua hipotesis yang terjawab yaitu kegiatan promosi kawasan wisata berpengaruh signifikan terhadap pendapatan kawasan wisata dan meningkatan fasilitas yang ada didalamnya.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Curug Pelangi memiliki nilai total ekonomi Rp 2.655.325.062,731 dan nilai tanah di kelas 3 dengan nilai 200.000-500.000 dan kelas 6 dengan nilai 2.000.000-5.000.000. Sementara Curug Maribaya memiliki nilai total ekonomi Rp 3.954.839.182,521 dan nilai tanahnya berada di kelas 3 dengan nilai 200.000- 500.000 dan kelas 6 dengan nilai 1.000.000-2.000.000, maka nilai tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua data perhitungan nilai ekonomi kawasannya. Kata Kunci: valuasi ekonomi, TCM, SIG, CVM
Pra-Studi Kelayakan Pembangunan Pelabuhan Laut Kabupaten Halmahera Tengah Ramadhan, Muhammad; Saeful Fasa, Achmad; Buntaram; Nadilla Susanto, Devika
GEOPLANART Vol. 6 No. 1 (2023): EDISI NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan calon lokasi pembangunan pelabuhan laut yang dinilai paling baik dari berbagai aspek kelayakan. Tahapan penelitian meliputi: 1) tabulasi longlist lokasi rencana pelabuhan laut dari berbagai dokumen kebijakan dan usulan daerah, 2) analisis seleksi lokasi rencana pelabuhan yang akan menghasilkan daftar pendek/shortlist, 3) analisis kelayakan lokasi shortlist dan pembobotan. Untuk longlist sendiri, terdapat 8 lokasi rencana pelabuhan yang tersebar di Kabupaten Halmahera Tengah, setelah melalui serangkaian tahapan analisis seleksi, diperoleh 2 lokasi yang lolos ke tahap analisis kelayakan yaitu lokasi rencana pelabuhan Messa di Kecamatan Weda Timur dan lokasi rencana pelabuhan Umiyal di Kecamatan Pulau Gebe. Kedua lokasi ini kemudian dikaji berdasarkan rencana tata ruang, kondisi transportasi wilayah, ekonomi, social-kependudukan, aspek lingkungan hidup dan teknis sehingga diperoleh skor total yang akan menjadi input dalam proses pembobotan. Hasil pembobotan pada penelitian ini menunjukkan bahwa lokasi rencana pelabuhan Messa memperoleh nilai akhir sebesar 5,89, sedikit lebih tinggi dibanding dengan lokasi rencana pelabuhan Umiyal yang memperoleh nilai akhir sebesar 5,57. Kata kunci—analisis seleksi, studi kelayakan, pelabuhan laut, Kabupaten Halmahera Tengah