cover
Contact Name
Hidayat A Katili
Contact Email
hidayat.katili11@gmail.com
Phone
+6282290058505
Journal Mail Official
jimfaperta@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dewi Sartika, No. 67 Luwuk-Banggai, Sulawesi Tengah
Location
Kab. banggai,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian (JIMFP)
ISSN : 27753654     EISSN : 27753646     DOI : https://doi.org/10.52045/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian (JIMFP) berisikan artikel ilmiah dari skripsi dan atau sebagian dari skripsi mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk yang merupakan kewajiban mahasiswa menggunggah karya ilmiah sebagai syarat ujian sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review.
Articles 93 Documents
PEMETAAN KETERSEDIAAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN UBI BANGGAI DI KABUPATEN BANGGAI LAUT, INDONESIA Widya Winarti; Dian Puspapratiwi; Hidayat Arismunandar Katili; Camelia Citra Ada'; Ruslan A. Zaenuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN (JIMFP)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi Banggai merupakan tanaman pangan lokal dengan jenis umbi-umbian yang sangat populer dan digemari oleh masyarakat Kabupaten Banggai Laut karena Ubi Banggai memiliki potensi sebagai pengganti beras. Seiring dengan perkembangan zaman, sektor pertanian mengalami penurunan karena adanya konversi lahan yang menyebabkan ketersediaan lahan menjadi terbatas. Ketersediaan lahan berperan penting dalam pengembangan pertanian karena lahan merupakan salah satu faktor utama dalam memproduksi berbagai macam tanaman pertanian khususnya untuk wilayah pulau. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lahan yang tersedia untuk pengembangan Ubi Banggai. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni menggunakan pendekatan dengan teknik tumpang susun peta jenis tanah, penggunaan lahan dan pola ruang. Hasil penelitian ini diperoleh untuk pengembangan Ubi Banggai hanya dimungkinkan pada lahan yang berstatus APL (Areal Penggunaan Lain) yang merupakan kawasan non hutan, dengan total luas lahan 9719,7 ha. Lahan yang berstatus APL ini tersebar diseluruh wilayah dan menjadi satu-satunya kategori lahan yang tersedia untuk pengembangan Ubi Banggai, selama tidak mencakup kawasan hutan, pemukiman, lahan terbangun, dan tubuh air. Implikasi dari metode ini yaitu kurangnya keakuratan dari informasi lahan tersedia. Oleh karena itu, perlunya penelitian kesesuaian lahan untuk Ubi Banggai. Selain itu, hasil penelitian ini menjadi dasar dalam menentukan arah pengembangan komoditi Ubi Banggai yang berkelanjutan.
MENILAI DAYA DUKUNG LAHAN TANAMAN PANGAN DIKABUPATEN BANGGAI LAUT Hidayat Arismunandar Katili; I Ketut Wicaksana; Trianto Enteding; Sariani Sariani; Moh Ilham Ladonu; Mihwan Sataral
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN (JIMFP)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Banggai Laut pada tahun 2024, rata-rata sekitar 0,34%, harus diikuti oleh peningkatan ketersediaan pangan secara nasional. Pertanian dunia abad ke-21 akan berlangsung dalam tekanan tantangan yang terus meningkat. Salah satu penyebab utamanya adalah pertumbuhan penduduk, yang pada tahun 2025 diperkirakan akan mencapai 8,5 miliar. Dengan demikian, perlunya kajian daya dukung lahan untuk swasembada pangan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan daya dukung lahan (DDL) dan daya dukung wilayah pertanian (DDWP). Pendekatan ini yaitu membandingkan ketersediaan lahan dan keutuhan lahan yang diestimasi berdasarkan jumlah penduduk dan kebutuhan fisik minimum (KFM). Hasil penelitian diperoleh bahwa daya dukung lahan pertanian tanaman pangan Kabupaten Banggai Laut dari beberapa komoditas tanaman pangan  seperti jagung, kacang tanah, ubi jalar dan talas telah diperoleh hasil  (SL < DL). Tanaman pangan di Kabupaten Banggai Laut, diperoleh hasil yakni (ℓ < 1), yang berarti, wilayah tersebut tidak mampu melaksanakan swasembada pangan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar atau acuan bagi pemangku kepentingan agar dapat meningkatkan luas tanam komoditas pangan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dalam berswasembada.
ANALISIS PENGARUH INPUT PRODUKSI TERHADAP HASIL USAHATANI JAGUNG DENGAN MODEL (COBB-DOUGLAS) DAN PENDAPATAN DI DESA TADUI KECAMATAN MAMUJU Halimah Tussadia; Ambo Abd. Kadir Pakanyamong; Wahyu Prianto; Vera Yanti Rappa; Kaharuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN (JIMFP)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52045/jimfp.v6i2.1394

Abstract

Corn production is a strategic commodity in the agricultural sector that plays an important role in food security and increasing farmers' income. Corn production levels are influenced by various factors, including land area and seed use. This study aims to analyze the effect of production inputs on production results and income of corn farming in Tadui Village, Mamuju District using the Cobb-Douglas production function model. The study was conducted in 2025 with a sample of 80 corn farmers through a survey method, using primary and secondary data that were analyzed quantitatively with multiple linear regression in the form of natural logarithms. The results showed that simultaneously the variables of land area, seeds, farming experience, labor, fertilizer, and pesticides significantly affected corn production, while partially only land area and seeds had a significant and positive effect on production, while other variables had no significant effect. Income analysis shows that the average income of corn farmers is IDR 57,925,545 per 0.93 ha per planting season, equivalent to IDR 62,285,532 per hectare. Therefore, it can be concluded that corn farming in Tadui Village, Mamuju District, remains profitable. However, increasing the efficiency of production input use is still needed to increase yields and farmer welfare.

Page 10 of 10 | Total Record : 93