cover
Contact Name
Akbar Tanjung
Contact Email
ijitp@radenintan.ac.id
Phone
+6282176178991
Journal Mail Official
ijitp@radenintan.ac.id
Editorial Address
Jl. Letkol H. Endro Suratmin, Sukarame, Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy
ISSN : 26568748     EISSN : 26864304     DOI : 10.24042
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy is primarily intended for the publication of scholarly works in the field of Islamic Theology and Islamic Philosophy, school of Islamic Theological thought, Islamic Theology Figure, Modern and Contemporary Islamic Theology, Classical Islamic Philosophy, History of Islamic Philosophy, Ontology, Epistemology, Axiology, Ethics and others. IJITP accepts articles in both English and Indonesia, as well as maintains a double-blind peer-review process. The Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy (IJITP) invites participation and contributions from researchers and academics in accordance with the field of science.
Articles 59 Documents
Konstruksi Filsafat Ibnu Rusyd Dan Pengaruhnya Terhadap Peradaban Barat Setiawan, Muhammad Asep
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijitp.v4i1.9469

Abstract

Abstract;Ibn Rushd is a Muslim philosopher whose thoughts have had an influence in the West. Ibnu Rushd as a philosopher tried to synthesize religion and philosophy, so that philosophy could deepen one's faith. This research will elaborate on the background of Ibn Rushd's life, works, thought construction, and influence in the West. By using literature methods, this research wants to examine Ibn Rushd's own thoughts which had an influence on Western progress and civilization. Ibn Rushd's students who brought his thoughts to the West were called averroism. His thinking succeeded in increasing the strong influence between religion and the church in the West. Finally, the renaissance became a real contribution of Ibn Rushd's thought to Western civilization.Keywords:Ibn Rushd's philosophy, influence in the West. Abstrak;Ibnu Rusyd merupakan salah satu filsuf Muslim yang pemikirannya memiliki pengaruh hingga ke Barat. Ibnu Rusyd sebagai filsuf mencoba mensintesakan antara agama dan filsafat, sehingga filsafat dapat memperdalam keimanan seseorang. Penelitian ini akan mengelaborasi bagaimana latar belakang kehidupan, karya-karya, konstruksi pemikiran, dan pengaruh pemikiran Ibnu Rusyd di Barat. Dengan menggunakan metode kepustakaan, penelitian ini ingin mengkaji pemikiran Ibnu Rusyd sendiri yang memiliki pengaruh terhadap kemajuan dan peradaban Barat. Murid-murid Ibnu Rusyd yang membawa pemikirannya ke Barat disebut sebagai averroisme. Pemikirannya berhasil mendongkrak pengaruh kuat antara agama dan gereja di Barat. Akhirnya, renaissance menjadi kontribusi nyata pemikiran Ibnu Rusyd bagi peradaban Barat.Kata Kunci:   Filsafat Ibnu Rusyd, Pengaruhnya di Barat.
Filsafat Kenabian al-Farabi dan Relevansinya terhadap Kreteria pemimpin pada Era Kontemporer Hidayah, Nur
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijitp.v3i2.10351

Abstract

Seorang nabi adalah manusia yang menerima pesan atau informasi dari Allah dan mendapat keistimewaan diantara manusia yang lainnya. Diantara keistimewaannya yakni nabi dapat terhubung kepada akal fa’al. Oleh karena itu, kepala suatu pemerintahan harus dipimpin oleh  Nabi. Akan tetapi keistimewaan tersebut ternyata juga bisa didapatkan meskipun bukan seorang Nabi, adalah seorang filosof dengan jalan yang berbeda seperti yang dialami oleh para nabi sebagaimana yang digagas oleh al-Farabi. Tulisan ini akan menyajikan filsafat kenabian al-Farabi dan relevansinya terhadap kreteria pemimpin pada era modern. Penelitian ini tergolong dalam penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan beberapa prosedur metode analisis data antara lain: metode deskriptif, analisis konten, dan metode deduksi sebagai proses penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil kajian, al-Farabi merupakan seorang tokoh yang menyajikan filsafat kenabian yang komprehensif diantara para tokoh lainnya dan al-Farabi mampu menjawab asumsi-asumsi negatif terkait dengan kenabian, serta clear dalam menjelaskan kesinambungan antara nabi dan filosof. Sehingga konsep kenabian yang di gagas oleh al-Farabi masih relevan jika di implementasikan dalam menentukan kreteria seorang pemimpin pada masa sekarang.
Dampak Sains Modern Terhadap Lingkungan dalam Perspektif Teologi Islam Tanjung, Akbar; Mansyur, M
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijitp.v3i2.10401

Abstract

Sains modern telah membantu banyak aktifitas manusia menjadi lebih mudah, cepat dan menyenangkan. Akan tetapi, kemudahan yang disuguhkan oleh sains modern juga mempunyai dampak yang buruk pada beberapa lini kehidupan. Mulai dari lini moralitas sebagai sesama manusia hingga pada lingkungan hidup (alam). Islam sebagai petunjuk sejatinya telah memuat rambu-rambu bagaimana manusia hidup dan berinteraksi, baik itu kepada sesama manusia maupun kepada makhluk hidup lainnya. Artikel ini akan menyajikan dampak sains modern terhadap lingkungan dalam perpektif teologi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan abstraksi. Dampak sains modern yang tidak ramah lingkungan diantaranya, pencemaran udara akibat cerobong asap pabrik, lahan menjadi tandus akibat pertambangan, kekurangan air baik secara kualitas maupun secara kwantitas dan perubahan ektrim pada iklim. Prinsip Islam terhadap lingkungan berlandaskan pada dua prinsip, yakni prinsip tauhid dan prinsip khalifah. Dengan demikian lingkungan tidak dipandang sebagai alam yang lepas dari nilai-nilai ketuhanan, karena sejatinya lingkungan dan manusia adalah satu kesatuan penciptaan sebagai sesama ciptaan Tuhan. Manusia sebagai wakil Tuhan di bumi seharusnya merefresentasikan sifat-sifat Tuhan terhadap bumi, seperti menjaga fungsi bumi bagi keberlanjutan semua makhluk hidup di bumi.  .
Konsep Tasawuf Akhlaqi Abdul Qādir Al-Jailānī dan Relevansinya Terhadap Problematika Modernitas (Studi Pada Kitab Sirrul Asrār Wamazhharul Anwāri Fīmā Yahtāju Ilaihil Abrār) Kholifah, Dewi Ummu
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijitp.v3i2.11327

Abstract

Sejatinya manusia menyadari bahwa aspek esoteris lebih penting daripada aspek eksoteris. Namun fakta dewasa ini menunjukkan bahwa aspek esoteris tertinggal jauh di belakang kemajuan aspek eksoteris, fakta bahwa orientasi manusia menjadi kian materialis dan pragmatis yang berujung pada rusaknya tatanan akhlak manusia. Kondisi ini membuat manusia mulai melirik ilmu tasawuf  sebagai solusinya. Tasawuf sebagai ilmu esoterik Islam memang menarik untuk diperbincangkan, terlebih pada masa awal-awal adanya tarekat seperti tarekat yang ditokohi oleh Abdul Qādir al-Jailānī sebagai syaikh yang pertama pada tarekat Qadiriyah. dalam tulisan ini peneliti akan menyajikan konsep tasawuf akhlaqi Syaikh Abdul Qādir Al-Jailānī dan relevansinya terhadap solusi problematika modernitas. Penelitian ini tergolong dalam penelitian pustaka dengan sumber primernya kitab yang berjudul Sirrul Asrār Wamazhharul Anwāri Fīmā Yahtāju Ilaihil Abrār karya Syaikh Abdul Qādir  al-Jailānī, serta beberapa artikel dan buku sebagai data sekundernya. Analisis data menggunakan metode deskriptif, konten analisis, dan metode historis. Dalam Islam, tasawuf akhlaqi adalah tasawuf yang berkonsentrasi pada perbaikan akhlaq. Dalam buku ini Syaikh Abdul Qādir al-Jailānī memberikan penjelasan tentang kewajiban-kewajiban fundamental Islam. Meskipun pemikirannya klasik, tapi penting ditelaah mengingat masih relevan bagi kebutuhan pada zaman modern.
Feminisme Islam dalam Perspektif Raden Ajeng Kartini Isnawati, Reni; Isnaini, Elsa
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijitp.v4i1.11554

Abstract

Abstract;Feminism is often seen as a women's injustice movement in an effort to seek justice for women. The status of men and women is the same, but often the status of men is higher than that of women. Islamic feminism emerged because society was unfair in treating women. One of those who fought for feminism in Indonesia was R.A Kartini (1879 – 1904) who was one of the proud national figures of the Jepara people. Her thoughts and hard work for the advancement of women made her recognized as a hero of women's emancipation. Kartini's struggle for feminism gave results that women can feel today, namely being able to pursue education on a par with men in terms of obtaining education. Because of its connection to the rise of feminism in Indonesia, the author is interested in discussing Islamic feminism from the perspective of Raden Ajeng Kartini. This research uses the library research method by using R.A Kartini's work as a primary source. The results of the writing show that in his thoughts regarding education for women it does not conflict with Islamic values. In fact, in a hadith, the Prophet Muhammad said, "Seeking knowledge is the obligation of every Muslim (and Muslim woman)." This Hadith of the Prophet narrated by Al-Thabarani through Ibnu Mas'ud emphasizes that women have the same obligations as men in seeking knowledge.Keywords:Education, Kartini; Islamic Feminims. Abstrak;Feminisme sering kali dianggap sebagai gerakan ketidakadilan perempuan dalam upaya mencari keadilan untuk perempuan. Kedudukan laki-laki dan perempuan sama, namun sering kali derajat laki-laki lebih tinggi dibanding dengan perempuan. Feminisme Islam timbul karena terdapat ketidakadilan masyarakat dalam memperlakukan wanita. Salah satu yang memperjuangkan feminisme di Indonesia adalah R.A Kartini (1879 – 1904) yang merupakan salah satu tokoh Nasional kebanggaan masyarakat Jepara. Pemikiran dan kerja kerasnya untuk kemajuan perempuan membuat beliau diakui sebagai pahlawan emansipasi perempuan. Perjuangan kartini dalam feminisme memberikan hasil yang dapat dirasakan perempuan hingga sekarang, yaitu dapat menempuh pendidikan setara dengan laki-laki dalam hal memperoleh pendidikan. Karena keterkaitannya dalam kebangkitan feminisme di Indonesia, maka penulis tertarik untuk membahas mengenai feminisme Islam dalam perspektif Raden Ajeng Kartini. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menjadikan karya R.A Kartini sebagai sumber primer. Hasil penulisan menunjukkan bahwa dalam pemikirannya mengenai  pendidikan bagi kaum perempuan tidak bertentangan dengan nilai Islam. Bahkan dalam sebuah hadisnya, Nabi Muhammad bersabda, “Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap Muslim (dan Muslimah).” Hadis Nabi yang diriwayatkan Al-Thabarani melalui Ibnu Mas’ud ini menegaskan, bahwa kaum perempuan memiliki kewajiban yang sama dengan kaum laki-laki dalam menuntut ilmu pengetahuan.Kata Kunci:   Feminisme Islam; Kartini; Pendidikan.
Hakikat Manusia dalam Filsafat Islam; Menguak Hakikat Manusia dalam Filsafat Ibnu Arabi Rahmawati, Desy; Insiroh, Elma Pambudi
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijitp.v4i1.11657

Abstract

Manusia merupakan makhluk cipataan  Tuhan yang paling sempurna, hal ini karena manusia dianugerahi akal untuk berpikir, yang tidak terdapat pada makhluk lainnya. Abu Abdullah Muhammad bin Ali Muhammad Bin Arabi Al Hatimi At-Tai, Ibnu Arabi (1165-1240), ia adalah seorang yang telah mendayagunakan anugerah tersebut, dengan memaksimalkan fungsi daya pikirnya, ia menjadi seorang  filusuf muslim yang terkenal dalam bidang tasawuf. dalam penelitian ini akan menguraikan bagaimana hakikat manusia dalam filsafat Islam, yang diwakili oleh pemikiran Ibnu Arabi. Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian studi pustaka, dengan pendekatan Historis dan juga deskreptif analisis. Data primer dalam penelitian ini yaitu karya-karya Ibnu Arabi, disamping juga didukung oleh beberapa sumber lainnya, seperti artikel jurnal dan buku yang relevan. Hakikat manusia dalam filsafat Islam, tepatnya dalam perspektif Ibnu Arabi, yakni manusia sebagai hamba Tuhan yang absolut: Terhapusnya kemandirian pribadinya secara total, lalu kemudian sepenuhnya tampil kembali sebagai bentuk Ilahi. Manusia sempurna hidup di setiap situasi, sama persis seperti situasi yang diinginkan menurut kebijaksanaan-Nya dan menjadi manusia yang tidak melakukan apa pun menurut dorongan nafsu dan kehendak dirinya sendiri, malainkan atas kehendak dan sesuai dengan keinginan Tuhan.
Sabzawārī's Sharḥ al-Manẓūmah as an Intellectual Work in Philosophy Febrian, Rizky
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijitp.v5i1.12173

Abstract

Abstract;Mullā Hādī Sabzawārī (d.1873) was best known for his revival of the ideas of Mulla Ṣadrā (d.1640 A.C.) and his commentary on Ṣadrā’s al-Asfār and al-Shawāhid al-Rubūbiyyah. However, the elaboration of his philosophy could more be traced out by referring to his magnum opus, Sharḥ al-Manẓūmah. The book is the most popular textbook of scholastic philosophy which has been, and even today is being read and studied by students of philosophy in almost all the traditional religious schools (madāris) in Iran. This article is a discourse on the book Sharḥ al-Manẓūmah as a scholarly work in the field of philosophy. This study is based on a qualitative method in which content analysis is utilized in describing the work of. Sabzawārī. This results in special characteristics of the book including its style and structure of writing, the content of the discussion, its influence on the other scholars, and its appropriateness as a reference work in the field of philosophy.Keywords:Metaphysics; Philosophy; Sabzawārī; Sharḥ al-manẓūmah; the Concept of Existence.  Abstrak;Mullā Hādī Sabzawārī (w.1873) dikenal atas usahanya untuk membangkitkan kembali idea-idea Mullā Ṣadrā (w.1640) dan syarahan beliau terhadap kitab al-Aṣfār dan al-Shawāhid al-Rubūbiyyah-nya Ṣadrā. Akan tetapi, penjelasan filsafatnya dapat lebih dijejaki dengan merujuk kepada karya agungnya, Sharḥ al-Manẓūmah. Karya ini adalah buku teks filsafat skolastik yang paling popular yang pernah, dan bahkan hingga hari ini masih dibaca dan dikaji oleh para pelajar filsafat di hampir semua sekolah agama tradisional (madāris) di Iran. Makalah ini akan membicarakan kitab Sharḥ al-Manẓūmah sebagai karya ilmiah dalam bidang filsafat. Kajian ini berasaskan kajian kualitatif iaitu berbentuk analisis terhadap karya Sabzawārī tersebut. Sehingga menghasilkan ciri-ciri keistimewaan kitab yang merangkumi gaya dan struktur penulisan, kandungan perbincangan, pengaruh kitab kepada para ulama dan kewajarannya dijadikan sebagai karya rujukan dalam bidang filsafat.Kata Kunci:   Filsafat; Konsep Wujud; Metafizik; Sabzawārī; Sharḥ al-manẓūmah.
Novel “Cinta di Ujung Sajadah” Karya Asma Nadia dalam Analisis Filsafat Etika Jamhari, Jamhari
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijitp.v5i1.12360

Abstract

Abstract;This study discusses the novel "Cinta di Ujung Sajadah" by Asma Nadia in the analysis of ethical philosophy. In this novel there are many values of life, one of which is ethical values. This study examines the ethical values contained in the novel through an analysis of ethical philosophy. This type of research is library research, using a qualitative approach. The primary data source was taken from the novel Cinta di Ujung Sajadah by Asma Nadia, while the secondary data sources were taken from books, journals, theses, articles, and other research documents. The data analysis technique is using a descriptive-analytical approach. This study found that the ethical values in the novel Cinta di Ujung Sajadah by Asma Nadia in the analysis of ethical philosophy include several aspects that are shown through the lives of the characters in the novel, such as, first, the relationship between humans and Allah SWT which includes worship, gratitude, and tawakkal. Second, the human relationship with oneself includes an attitude of self-confidence and unyielding. And third, human relationships with fellow humans include helping, affection, friendly relations, visiting sick people, and caring for others.Keywords:Ethics; Novel; Philosophy of Ethics. Abstrak;Penelitian ini membahas tentang novel “Cinta di Ujung Sajadah” karya Asma Nadia dalam analisis filsafat etika. Dalam novel ini terdapat banyak nilai-nilai kehidupan, salah satunya yaitu nilai etika. Penelitian ini mengkaji nilai-nilai etika yang ada dalam novel tersebut melalui analisis filsafat etika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data primer diambil dari novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia, sedangkan sumber data sekunder diambil dari buku-buku, jurnal, skripsi, artikel, dan dokumen penelitian lainnya. Teknik analisis data ialah menggunakan pendekatan deskriptif-analisis. Penelitian ini mendapati bahwa nilai-nilai etika pada novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia dalam analisis filsafat etika meliputi beberapa macam aspek yang ditunjukkan melalui kehidupan tokoh didalam novel seperti, pertama hubungan manusia dengan Allah SWT yang meliputi ibadah, syukur, dan tawakkal. Kedua, hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi sikap percaya diri dan pantang menyerah. Dan yang ketiga, hubungan manusia dengan sesama manusia meliputi tolong-menolong, kasih sayang, hubungan persahabatan, menjenguk orang yang sakit, dan peduli terhadap sesama.Kata Kunci:   Etika; Filsafat Etika; Novel.
AGAMA DAN NEGARA: Transformasi politik Religius Muhammad Natsir Sujarwo, Agus; Hidayat, Rahmat; Sugianto, Sugianto
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijitp.v4i2.15455

Abstract

Agama dan negara merupakan dua entitas yang saling membutuhkan, agama akan tegak kokoh jika mendapat naungan, perlindungan dan dukungan dari negara. begitupun sebaliknya negara akan tertata, tertib dan nyaman jika dalam kehidupan bernegaranya dipandu oleh nilai-nilai agama. Dalam rangka memadukan kedua intitas tersebut, tampaknya telah mengilhami pemikiran dan perjuangan Mohammad Natsir. Pada awal perjuangannya, M. Natsir bergerak pada bidang politik murni dengan misi ingin menjadikan Islam sebagai warna struktur pemerintahan negeri ini, Akan tetapi usahanya ini mendapatkan hambatan dari banyak pihak, diantaranya dari pihak yang menyatakan dirinya sebagai golongan nasionalis dan juga komunis. Hambatan ini tidak lantas menghentikan perjuangan Natsir, tetap dengan misi yang sama, yakni ingin memberikan warna Islam dalam perpolitikan yang ada di bangsa Indonesia, Perjuangan Natsir bertransformasi kepada pergerakan syiar Islam dengan mendirikan lembaga Dewan Dakwa Islamiyah Indonesia (DDII). Tema ini menarik untuk diteliti untuk mendapatkan gambaran secara keselurahan bagaimana pemikiran dan perjuangan Mohammad Natsir dalam transformasi politik religius yang ia lakukan. Dalam tulisan ini peneliti menggunakan metode Analisis konten yang didukung dengan beberapa bahan literatur seperti dari artikel jurnal, buku dan  sumber lainnya. Hasil dari penelitian ini penulis menemukan ada tiga poin penting bentuk transformasi politik religius yang ditempuh oleh Muhammad Natsir, yakni; mempertahankan Islam dari paham pemisahan agama dan negara, Memperjuangkan Syariah Islam diakui secara konstitusional dan menciptakan pemimpin-pemimpin yang kamil melalui Kaderisasi, ketauladanan dan penugasan. Secara sederhana maksud dari ketiga poin temuan tersebut yakni memperjuangkan Islam di kancah kenegeraan dengan basis politik yang religius.
Kerukunan Agama di Indonesia: Sebuah Kajian Teologis Praktis Sujarwo, Agus; Hidayat, Rahmat; Sugianto, Sugianto
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijitp.v6i1.15897

Abstract

Abstract;Religious differences are part of sunatullah. Indonesia itself consists of various religions, which of course causes social problems and conflicts. This research provides an insight into the condition of inter-religious harmony in Indonesia from an Islamic religious perspective. The research process was carried out using qualitative methods based on literature data with content analysis and using the theory of Agreeing in Disagreement offered by Abdul Mukti Ali to achieve religious harmony, especially in Indonesia. Based on the results of research in Indonesian society, the reality is that not all regions and individuals use Agree in Agreement, namely, on the other hand, there are those who do not agree with this due to several factors, both internal and external, such as economic and political causes. Some areas that do not apply the theory of harmony occur in the areas of Ambon, North Maluku-Maluku, Poso, Sampit and Sambas, as well as several other areas, so this could trigger problems of harmony between religious communities in Indonesia.Keywords:Difference; Religious Harmony. Abstrak;Perbedaan agama merupakan bagian dari sunatullah. Di Indonesia sendiri terdiri dari berbagai macam agama yang tentunya hal ini menyebabkan masalah dan konflik sosial. Penelitian ini memberikan pandangan mengenai kondisi kerukunan antar umat beragama di Indonesia melalui perspektif agama islam. Proses penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang berdasarkan pada data kepustakaan dengan analisis isi (content analysis) dan menggunakan teori Agree in disagreement (setuju dalam ketidaksetujuan) yang ditawarkan oleh Abdul Mukti Ali untuk mencapai kerukunan umat beragama khususnya di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian dalam masyarakat Indonesia realitanya tidak semua wilayah dan individu yang menggunakan Agree in disagreement yaitu pada sisi lain ada yang tidak setuju dengan hal tersebut karena beberapa faktor baik internal maupun eksternal seperti disebabkan oleh ekonomi dan politik. Beberapa daerah yang tidak menerapkan teori kerukunan tersebut terjadi pada wilayah Ambon, Maluku-maluku Utara, Poso, Sampit dan Sambas, serta beberapa daerah lainnya maka hal ini bisa menjadi pemicu terjadinya problem kerukunan antar umat beragama di Indonesia.Kata Kunci:   Kerukunan Beragama; Perbedaan.