cover
Contact Name
Khodijah Tussolihin Dalimunthe
Contact Email
miracle.journal.unhaj@gmail.com
Phone
+6285277448237
Journal Mail Official
miracle.journal.unhaj@gmail.com
Editorial Address
Jl. Selamat Lurus No. 73 SA, Kel. Sitirejo III, Kecamatan Medan Amplas Kota Medan, SUmatera Utara-20226
Location
Kota binjai,
Sumatera utara
INDONESIA
Miracle Journal
ISSN : -     EISSN : 27744663     DOI : https://doi.org/10.51771/mj
Core Subject : Health, Social,
Miracle Journal (MJ) adalah jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat yang dikelola oleh Universitas Haji SUmatera Utara. Miracle Journal dengan sebagai berikut: Epidemiologi Kesehatan Reproduksi Kesehatan Keselamatan Kerja Kesehatan Lingkungan
Articles 78 Documents
LITERATURE REVIEW : ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENURUNAN STUNTING DI WILAYAH PESISIR MEDAN BELAWAN NADIA HENDRA PRATAMA HENDRA
Miracle Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v3i2.606

Abstract

Stunting menjadi masalah dunia karena implikasinya menentukan masa dengan bangsa.Stunting adalah masalah kekurangan gizi penyakit kronis yang disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak memadai dalam waktu yang lama pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.Dapat terjadinya stunting mulai janin masih berada dalam kandungan dan akan kelihatan saat anak berusia dua tahun (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2016).Metode yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai jurnal internasional maupun nasional, metode ini dibuat untuk merangkum kondisi pemahaman terkini mengenai suatu topik.Berdasarakan hasil wawancara dengan para informan diperoleh keterangan bahwa standar dalam menjalankan kebijakan percepatan penurunan stunting, pemerintah sudah memiliki standar yakni dengan adanya Peraturan Medan Belawan Tahun 2020 Tentang Percepatan Penurunan Stunting sesuai dengan amanat Peraturan Presiden RI No. 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi yang sekarang digantika nmenjadi Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Analisis Efektivitas Program PMT Untuk Menanggulangi Stunting Melalui Potensi Hasil Laut Indonesia: Studi Literatur Vivi Ridha Munawarah; susilawati susilawati
Miracle Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v3i2.612

Abstract

Stunting menjadi prioritas masalah kesehatan nasional. Stunting merupakan kondisi kronis akibat dari kurangnya gizi dalam jangka waktu yang panjang, sehingga berdampak pada menurunnya potensi kognitif anak. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) melalui pemanfaatan potensi local dapat menjadi solusi yang dapat dilakukan dalam menangani masalah gizi pada anak. Sebagai negara maritm, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar akan sumber daya lautnya terkhusus ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam terkait efektivitas program PMT untuk menanggulangi stunting melalui potensi hasil laut Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode studi literatur terkait serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan pengumpulan data dari berbagai artikel terdahulu yang terdapat di database Google Scholar. Penelusuran menggunakan kata kunci “pemberian makanan tambahan, hasil laut, stunting” yang dipublikasikan selama 5 tahun sebelumnya yaitu antara tahun 2018 sampai dengan tahun 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya efektivitas dari program pemberian makanan tambahan melalui olahan hasil laut terhadap pencegahan stunting pada anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah program Pemberian Makanan Tambahan menjadi faktor penting dalam mempengaruhi status gizi pada anak. Dengan adanya peran aktif posyandu, diharapkan mampu meningkatkan kebiasaan konsumsi ikan dimasyarakat melalui penganekaragaman olahan ikan sebagai makanan tambahan untuk balita stunting.
Gambaran Fasilitas Sanitasi Di Sekolah Dasar Negeri 101957 Desa Besar 2 Terjun Serdang Bedagai Asnita Yani
Miracle Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v3i2.642

Abstract

Satu dari lima satuan pendidikan atau sama dengan 82,575 satuan pendidikan di Indonesia tidak memiliki sarana air yang layak atau setara dengan 10 juta anak Indonesia yang tidak memiliki akses sarana air bersih di satuan pendidikan mereka yang mana satuan pendidikan ini terdapat di wilayah . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran fasilitas sanitasi air bersih, fasilitas toilet yang layak, sarana saluran pembuangan air limbah, dan sarana pembuangan sampah. Penelitian bersifat deskriptif dengan metode observasi. Hasil penelitian didapati bahwa fasilitas air bersih hanya 33,33% yang memenuhi persyaratan, fasilitas toilet sebagian besar memenuhi persyaratan (50%), sarana pembuangan air limbah (SPAL) secara keseluruhan tidak memenuhi persyaratan fasilitas sanitasi sekolah, (20%) yang memenuhi persyaratan, sarana pembuangan sampah telah memenuhi persyaratan (66,7%). Secara keseluruhan fasilitas sanitasi pada Sekolah Dasar Negeri 101957 masih sangat kurang, masih banyak dibutuhkan peningkatan jumlah sarana dan perbaikan dari sarana yang telah ada guna menjamin pencegahan penyakit dan kenyaman proses belajar mengajar di sekolah.
the Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Desa Pematang Jering Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara Tahun 2023 Tina Meirindany
Miracle Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v3i2.655

Abstract

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat terdiri dari lima pilar dimana pilar pertama adalah program stop buang air besar sembarangan. Program ini bertujuan menjaga lingkungan menjadi bersih, sehat, nyaman dan tidak berbau. Akan tetapi program ini masih diabaikan oleh sebagian besar masyarakat Desa Pematang Jering Kecamatan Sei Suka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Desa Pematang Jering Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara Tahun 2023. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS) masyarakat Desa Pematang Jering Kecamatan Sei Suka yang terdiri dari pengetahuan, sikap, pendidikan dan penghasilan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan univariat dan bivariat melalui uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,004) dan penghasilan (p=0,042) dengan kebiasaan buang air besar sembarangan masyarakat Desa Pematang Jering Kecamatan Sei Suka. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian adalah terdapat hubungan pengetahuan, sikap dan penghasilan dengan dengan kebiasaan buang air besar sembarangan masyarakat Desa Pematang Jering Kecamatan Sei Suka
Hubungan Perilaku Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Hipertensi Di Desa Klumpang Kebun Deli Serdang Hamparan Perak Kiki Rismadi
Miracle Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v3i2.673

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit degenaratif yang menjadi permasalahan kesehatan global yang angka prevalensinya terus meningkat. Penyebab hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor diantarnya faktor yang tidak dapat diubah yaitu usia, jenis kelamin dan keturunan serta faktor yang dapat diubah yaitu pola gaya hidup seperti pola makan, perilaku merokok, kebiasaan tidur dan stress. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan perilaku kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi pada lansia laki-laki di Desa Klumpang Kebun Deli Serdang Hamparan Perak, metode yang digunakan metode deskriptif korelasi cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 76 lansia laki-laki yang menggunakan purposive sampling. Data diolah secara statistik menggunakan uji non parametric rank sperman. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan perilaku merokok dengan kejadian hipertensi pada lansia laki-laki dengan nilai p value = 0,000 (<0,05) ρ = 0,571. Kesimpulan bahwa ada hubungan perilaku merokok dengan kejadian hipertensi pada lansia laki-laki.
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Baby Blues Syndrome Pada Ibu Nifas di PMB Linda Elisabet Kota Depok Jawa Barat Barus, Maghdalena; Oktaviani Zai, Kristina
Miracle Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v4i2.1183

Abstract

The first week following giving birth is a common time for the mild affective disorder condition known as Baby Blues or Maternity Blues. The third to fifth day after delivery is when the occurrence of Baby Blues Syndrome rises, and it continues for fourteen days thereafter. This study falls under the category of analytical observational research since it does not treat research subjects in any way to help researchers understand the issue more thoroughly. This study used a cross-sectional design and was a survey in nature. Forty women who gave birth at PMB Linda Elisabet Elisabet in May 2024 and were at least one week postpartum made up the study's group. The researchers in this study used the total sampling formula to choose their samples. Sequential sampling was employed for the sampling process. The study found no statistically significant correlation (p = 0.477) between postpartum mothers' age and the frequency of infant blues syndrome in PMB Linda Elisabet, Depok City, West Java in 2024. Parity is statistically associated with a lower risk of postpartum blues syndrome in PMB moms. Depok City, West Java's Linda Elisabet in 2024, p = 0.024, Baby blues syndrome incidence and pregnancy status are statistically related in 2024 at PMB Linda Elisabet in Depok City, West Java. The p-value for this relationship is 0.041, suggesting that the two variables are significantly related. The goal of PMB Linda Elisabet's baby blues syndrome screening program is to reduce the prevalence of postpartum depression and encourage moms to talk to their loved ones about the challenges they're experiencing.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENENTUAN NILAI SPF EKSTRAK DAUN BANGUN-BANGUN (Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng) PADA SEDIAAN SERUM WAJAH Anggraeini, Dea; Febrika Zebua, Nilsya; Hidayat, Supran; Rahmi Ningrum, Siti; Nadia, Syarifah; Yanti , Fekbri
Miracle Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v4i2.1280

Abstract

      Bangun-bangun (Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng) adalah tanaman berasal dari famili Lamiaceae dan memiliki kandungan antioksidan yang diformulasi dalam sediaan serum yang mengandung tabir surya untuk menangkal paparan sinar matahari. Tujuan penelitian ini adalah menentukan aktivitas antioksidan dan nilai SPF. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental pada uji aktivitas antioksidan dan nilai SPF. Pengolahan simplisia menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol p.a yang diformulasi dalam bentuk serum wajah dengan konsentrasi oxybenzone : octyl methoxycinnamate : ekstrak yaitu F0 (0:0:0), F1 (2:3:5), F2 (1:1,5:7,5), F3 (0:0:10), dan F4 (4:6:0). Pemeriksaan mutu fisik sediaan meliputi homogenitas, pH, viskositas, stabilitas, iritasi, kesukaan, uji aktivitas antioksidan, dan pengukuran nilai SPF. Berdasarkan hasil penelitian bahwa ekstrak daun bangun-bangun dapat diformulasikan dalam sediaan serum yang homogen, rentang pH sesaat dibuat 5,84-6,29 dan setelah cycling test 5,55-6,26, rentang viskositas 1230-1620 mPa.s, sediaan serum yang stabil, tidak mengiritasi kulit, dan F3 (10%) yaitu sediaan paling disukai. Aktivitas antioksidan ekstrak dengan nilai IC₅₀ 58,06 ppm termasuk kategori “kuat”, pada F0 (532,26 ppm), dan pada sediaan serum terbaik pada F3 (63,88 ppm). Hasil pengukuran nilai SPF sediaan serum F0 (0,68), pada sediaan serum terbaik pada F1 (29,2). Formulasi serum ekstrak daun bangun-bangun mempunyai aktivitas antioksidan kategori kuat dan nilai SPF >8 (lebih dari kategori proteksi ekstra).
EFEKTIVITAS ALEOVERA DAN MADU TERHADAP LAMANYA PENYEMBUHAN LUKA DIABETES DI DESA BANGUN REJO KECAMATAN TANJUNG MORAWA Agussmad, Indra; Seriati Situmorang, Tetti; Sinaga, Kamelia; Harta Wandi Bangun, Indra; Sihombing, Sanni
Miracle Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v4i2.1295

Abstract

Diabetes adalah kondisi Kesehatan yang sangat umum terjadi pada populasi lanjut usia. Menurut data International Diabetes Federation (IDF) prevalensi Diabetes melitus (DM) pada tahun 2021 sebesar 10,5% (537 juta orang dewasa) pada 1 dari 10 orang dengan umur 20-79 tahun hidup dengan diabetes diseluruh dunia. Menurut data International Diabetes Federation (IDF) prevalensi Diabetes melitus (DM) pada tahun 2021 sebesar 10,5% (537 juta orang dewasa) pada 1 dari 10 orang dengan umur 20-79 tahun hidup dengan diabetes diseluruh dunia. Menurut sumber data oleh Riset Kesehatan Dasar [1]. untuk mengobservasi proses lamanya penyembuhan luka diabetes selama perawatan menggunkan aleovera dan madu. Penelitian ini merupakan penelitian Quasy Experiment dengan menggunakan rancangan teknik independen sampel t test. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang menderita luka diabetes berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling ditentukan berdasarkan kriteria sampel.Analisa data mengunakan uji Independen t-test, ini menunjukan bahwa dari hasil observasi yang dilakukan selama tujuh hari perawatan luka menggunakan aleovera dan madu dari 20 lansia didapatkan hasil, dari 10 lansia yang dilakukan perawatan luka menggunkan Aleovera menjukan bahwa luka mengalami degenerasi rata-rata dihari ke 3 setelah dilakukan implementasi perhari yaitu mayoritas 6 orang (60%) dengan kondisi luka mengalami degenerasi, sedangkan perawatan luka yang dilakukan dengan Madu menunjukan bahwa dari 10 responden mengalami degenerasi luka di hari ke tiga sebanyak 7 orang (70%). Hasil uji Independen t test menunjukan nilai p = 0,000, dimana 0,000 < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa Perawatan luka menggunakan aleovera dan madu berpengaruh terhadap penyembuhan luka diabetes. erawatan luka menggunakan madu, luka akan berdegenerasi dihari ke 3 sabanyak 6 orang (60, Perawatan luka menggunakan madu, lukaakan berdegenerasi dihari ke 3 sabanyak 6 orang (60%), Hasil analisa data uji statistik Independen t test didapatkan nilai signifikasi (ρ) sebesar 0,000 <(0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata lama penyembuhan luka antara kelompok madu dan aleovera.
Literature Review HUBUNGAN PAJANAN BENZENA, MASA KERJA DENGAN KADAR TRANS TRANS MUCONIC ACID PADA PEKERJA Febriana Siregar, Annisa; Isnani Parinduri, Anggi; Nauli, Mutiara
Miracle Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v4i2.1363

Abstract

Industri percetakan adalah salah satu industri yang menggunakan bahan-bahan kimia mengandung benzena dalam proses produksinya. Akumulasi konsentrasi benzena di percetakan dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada pekerja. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pajanan benzena dan masa kerja dengan kadar trans-trans Muconic Acid berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. Metode penelitian ini adalah literature review untuk mengumpulkan serta mengevaluasi penelitian yang terkait pada fokus topik tertentu database yang digunakan dalam pencarian artikel ini adalah Google Scholar, dengan menggunakan kata kunci “Benzena, Trans-trans Muconic Acid“.yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Hasil penelitian Terdapat hubungan antara kadar benzena di udara dengan kadar ttMA dalam urin Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara kadar benzena di udara dengan kadar ttMA dalam urin, di mana semakin tinggi paparan benzena, semakin tinggi kadar ttMA yang terdeteksi dan tidak ditemukan hubungan signifikan antara masa kerja dan kadar ttMA dalam urin, karena faktor lain seperti durasi kerja harian yang memengaruhi tingkat paparan benzena. Pekerja dengan jam kerja lebih panjang cenderung memiliki kadar ttMA lebih tinggi. Kata kunci: Benzena, Pekerja Percetakan, Trans, Trans Muconic Acid
Kejadian Kurang Energi Kronik Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Simundol Nadrah, Nailatun; Handayani, Rika; Jolyarni Dornic, Novica
Miracle Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v5i1.1401

Abstract

Salah satu tantangan gizi umum yang dihadapi oleh wanita hamil adalah kekurangan energi kronis (KEK), yang bermanifestasi sebagai konsekuensi dari kekurangan gizi yang berkepanjangan dan ditandai dengan berkurangnya lingkar lengan tengah atas kurang dari 23,5 cm. Dampak malnutrisi pada ibu hamil juga berdampak pada kesehatan ibu dan janin, mencakup risiko tinggi anemia, perdarahan, dan penambahan berat badan yang tidak memadai selama kehamilan, serta persalinan yang lama dan sulit, kelahiran prematur, perdarahan pascapersalinan, dan gangguan perkembangan janin. Data WHO 2021 ibu hamil KEK sebanyak 629 ibu (73,2 %) dari AKI. di Indonesia sebanyak 17,3%, di Sumatera Utara 1.383 ibu hamil KEK, Data dari tempat penelitian ditemukan ibu hamil KEK sebanyak 26 orang ibu KEK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas simundol. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional, populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil KEK yang berjumlah 26 orang. Teknik sampel menggunakan total sampling. Dari penelitian diperoleh hasil bahwa mayoritas responden berumur 20-35 tahun (69,22%), responden dengan p86engetahuan kurang sebanyak 61,5%. Responden memiliki pendidikan menengah sebanyak 50,0%. Pendapatan responden 57,7% memiliki pendapatan yang tinggi. Sebanyak 53,8% responden merupakan primipara. Pengkajian faktor yang berkontribusi dengan kejadian KEK bergantung pada karakteristik spesifik komunitas, konsumsi yang berlaku pola, dinamika sosial-ekonomi, dan budaya dalam komunitas masing-masing.