cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
+6282187771382
Journal Mail Official
serina@untar.ac.id
Editorial Address
Jln. Letjen S Parman No 1 Universitas Tarumanagara Kampus 1, Gedung M Lt 5
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seri Seminar Nasional
ISSN : 2809509x     EISSN : -     DOI : 10.24912/pserina
Prosiding SERINA merupakan wadah publikasi hasil penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan Pada Seri Seminar Nasional (SERINA) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 469 Documents
BISNIS DESIGN GRAFIS LOGO DI MASA DIGITAL Fidy Nita Fauras; Fitz Frederico; Ovaldo Noor Hakim; Rafi Erdian Wibowo
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.688 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.18091

Abstract

COVID-19 has attacked all sectors ranging from education, health, and economy of all countries. Many companies have gone out of business and were unable to adapt during the COVID-19 pandemic. However even though in the midst of it all, many people have risen and successfully built a company. To build a company, the first thing that should be made are the logo and its name, because those two will be remembered by consumers and the general public. COVID-19 telah menyerang semua sektor mulai dari pendidikan, kesehatan, dan ekonomi semua negara. Banyak perusahaan yang gulung tikar dan tidak mampu beradaptasi selama pandemi COVID-19. Namun meski di tengah itu semua, banyak orang telah bangkit dan berhasil membangun sebuah perusahaan. Untuk membangun sebuah perusahaan, hal pertama yang harus dibuat adalah logo dan namanya, karena keduanya akan diingat oleh konsumen dan masyarakat umum.
KAUM MILENIAL SEBAGAI MOTOR PENGGERAK BANGSA INDONESIA Celine Elysia; Maulida Maulida
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.989 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.18093

Abstract

The Covid-19 pandemic has been able to affect the joints of the wider community's life, especially in Indonesia. Starting from the education sector, the economy, to the spiritual sector of religious people in carrying out worship. The research was conducted qualitatively, with sources from the literature and strengthened by structured interviews with several actors working in the selected sectors. This study describes people's lives related to the changes they feel, the impacts and traumas they face, how they survive and the lessons learned in all the limitations caused by the pandemic. However, they still survive by learning independently, reducing expenses and increasing worship. The lessons learned from this pandemic are that they gather with their family more often, they are more creative, they are solemn in worship and their souls are nurtured to help each other. Pandemi Covid-19 telah mampu mempengaruhi sendi-sendi kehidupan masyarakat luas, terutama di Indonesia. Mulai dari sektor pendidikan, perekonomian, hingga pada sektor spiritual umat beragama dalam menjalankan ibadah. Penelitian dilakukan secara kualitatif, dengan sumber dari literatur dan diperkuat dengan wawancara terstrukur kepada beberapa pelaku yang bekerja pada sektor-sektor yang diangkat. Penelitian ini memaparkan kehidupan masyarakat terkait perubahan yang dirasa, dampak dan trauma yang dihadapi, bagaimana mereka bertahan serta hikmah yang dipetik dalam segala keterbatasan akibat pandemi. Namun, mereka tetap survive dengan belajar mandiri, menekan biaya pengeluran dan memperbanyak ibadah. Hikmah yang diperoleh atas pandemic ini yaitu lebih sering berkumpul dengan keluarga, semakin kreatif, khusyuk dalam beribadah dan terpupuk nya jiwa saling membantu.
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 Nadia Vinieta Setia; Patrick Vallerio; Putri Wulandari; Lia Handayani; Khilfa Yahya
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.937 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.18094

Abstract

Online learning is one of the efforts made by the government to reduce the spread of the Covid-19 virus. In accordance with the circular letter of the Ministry of Education and Culture No. 4 of 2020 concerning the implementation of education policies in the emergency period of the spread of Coronavirus Disease (Covid-19) related to the learning process states that learning from home through online or distance learning is carried out to provide meaningful learning for students. Of course, this brings various impacts, both directly and indirectly, on the students themselves. Based on the research results, the unpreparedness of lecturers and students in using online learning platforms is one of the problems that can hinder the effectiveness of online learning. Pembelajaran daring merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19. Sesuai dengan surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan No. 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) terkait proses belajar menyatakan bahwa belajar dari rumah melalui pembelajaran daring atau jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Tentunya hal ini membawa berbagai dampak baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap para pelajar itu sendiri. Berdasarkan hasil penelitian, ketidaksiapan dosen maupun mahasiswa dalam menggunakan platform pembelajaran daring menjadi salah satu masalah yang dapat menghambat efektivitas pembelajaran daring.
ANALISIS PELUANG BISNIS INDUSTRI PERTANIAN DAN PERLINDUNGAN HUKUM DALAM PENGEMBANGAN BISNIS AGRO INDONESIA Nabilah Khairunnisa Darwin; Muhammad Alfarizi; Putri Tunggal; Wiwin Addriani Mangngampe
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.463 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.18095

Abstract

In addition, agricultural products are also the main food consumption ingredients in Indonesia and involve the highest workforce in production activities. Meanwhile, in terms of the food crop business, food crop-based economic activities are the most widespread and largest business activities in Indonesia. However, Indonesia is still facing several food supply crises, export-import problems, insufficient agricultural products, and environmental problems. Food security is a multidimensional problem that contains complex aspects, including social, economic, political, and environmental aspects. The main problem to protect agricultural land is sustainable food and the government requires a commitment to law enforcement. Protection of the movement of agricultural businesses is the assistance and support provided by the government to farmers. Protection in legal action, assistance in the production process to marketing and support in terms of capital. Di samping itu produk pertanian juga merupakan bahan konsumsi utama pangan di Indonesia dan melibatkan tenaga kerja tertinggi dalam kegiatan produksi. Sedangkan diperhatikan dari sisi usaha tanaman pangan, kegiatan ekonomi berbasis tanaman pangan adalah kegiatan bisnis yang tersebar luas dan terbesar di Indonesia. Namun, Indonesia masih menghadapi beberapa krisis pasokan pangan, masalah ekspor-impor,produk pertanian yang tidak mencukupi, dan masalah lingkungan. Ketahanan pangan adalah masalah multidimensi yang mengandung aspek kompleks, meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan. Masalah utama untuk melindungi lahan pertanian pangan berkelanjutan dan pemerintah membutuhkan komitmen untuk penegakan hukum. Perlindungan terhadap pergerakan bisnis pertanian merupakan bantuan dan dukungan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap petani. Perlindungan dalam tindakan hukum, bantuan dalam proses produksi hingga pemasaran dan dukungan dalam hal permodalan.
PENGARUH PEMANFAATAN LAYANAN SHOPEE FOOD BAGI PELAKU UMKM DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Faskawaty Simarmata; Rahayu Novita Lesmana; Putri Rusdiana Sari; Arif Setiyawan
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.681 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.18096

Abstract

Indonesia is one of the many countries affected by COVID-19. This has an impact on several community activities in Indonesia, in various sectors, especially in the UMKM sector. Currently, a new service innovation is emerging from one of the e-commerce sites, Shopee. Shopee presents a new service, namely Shopee Food (food delivery) which helps UMKM in conducting sales transactions and payments in cash and non-cash. The purpose of this study is to see the influence of the benefits of Shopee Food services for UMKM actors who have been affected by COVID-19 to date. This research uses literature study and interviews, with the type of qualitative descriptive research. The results of this study are the many benefits and influence of Shopee Food services for UMKM, such as increasing income for UMKM, increasing knowledge about digital marketing strategies and UMKM being able to participate in major Shopee Food events such as 11:11 and so on. So it can be said that the Shape Food service is currently well received by UMKM actors. Indonesia merupakan salah satu dari sekian banyak negara yang terkena dampak COVID-19. Hal tersebut berdampak pada beberapa aktivitas masyarakat di Indonesia, di berbagai sektor khususnya di sektor UMKM. Saat ini muncul inovasi layanan baru dari salah satu situs e-commerce yaitu Shopee. Shopee menghadirkan layanan baru yaitu Shopee Food (food delivery) yang membantu UMKM dalam melakukan transaksi penjualan dan pembayaran secara tunai maupun non tunai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemanfaatan layanan Shopee Food bagi pelaku UMKM yang terdampak COVID-19 hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan studi pustaka dan wawancara, dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah banyak manfaat dan pengaruh dari layanan Shopee Food bagi UMKM, seperti peningkatan pendapatan bagi UMKM, peningkatan pengetahuan tentang strategi pemasaran digital dan UMKM dapat mengikuti event-event besar Shopee Food seperti 11:11 dan lain sebagainya. Sehingga dapat dikatakan bahwa layanan Shopee Food diterima dengan baik saat ini oleh para pelaku UMKM.
PENTINGNYA PENANAMAN JIWA ENTREPRENEURSHIP DALAM DIRI MAHASISWA AGAR DAPAT BERSAING DI DUNIA BISNIS Laura Cecilia; Putri Vavensy; Rendy Khosesat; Dina Damayanti; Syahid Sidiq
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.805 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.18102

Abstract

In an effort to foster an entrepreneurial spirit or entrepreneurship among students, the role of educational institutions is certainly very helpful for the government in creating jobs that are in accordance with the competencies possessed by each student. But in reality, every student who graduates from college generally chooses office work rather than being an entrepreneur or entrepreneur. This happens because of the societal stigma that office workers have a better social status than entrepreneurs. This is certainly a challenge for every Indonesian educational institution to strive so that every graduate student is not only able to absorb as labor to reduce the number of movements through the creation of their own work. So that in this case, it is hoped that the graduate students will be able to apply what they have learned during their education in Higher Education. descriptive research method to obtain a concrete picture of the current situation by looking for a picture or direct observation and the reality of the phenomena obtained if students do not instill an entrepreneurial spirit since college, then they will have difficulties in the business world. Therefore, the entrepreneurial spirit or entrepreneurial spirit must be instilled since being in college or even from an early age. Dalam upaya menumbuhkan jiwa entrepreneurship atau kewirausahaan di kalangan mahasiswa, peran Lembaga Pendidikan tentunya sangat membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki setiap mahasiswa. Namun pada kenyataannya, setiap mahasiswa yang lulus dari perguruan tinggi umumnya memilih pekerjaan kantor dibandingkan sebagai wirausaha atau entrepreneurship hal tersebut terjadi disebabkan stigma masyarakat bahwa pekerja kantor memiliki status sosial yang lebih baik dibandingkan dengan para pelaku wirausaha. Hal ini tentunya menjadi sebuah tantangan bagi setiap Lembaga Pendidikan Indonesia untuk mengupayakan agar setiap lulusan mahasiswanya tidak hanya mampu diserap sebagai tenaga kerja saja tetapi juga mampu untuk mengurangi jumlah pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja sendiri. Sehingga dalam hal ini, diharapkan para lulusan mahasiswa mampu mengaplikasikan secara nyata dari apa yang telah didapat selama menempuh pendidikan saat di Perguruan Tinggi. Melalui metode penelitian deskriptif untuk memperoleh suatu gambaran yang konkrit mengenai keadaan yang sedang terjadi dengan mencari suatu gambaran atau menggambarkan pengamatan secara langsung dan melihat realita dari fenomena - fenomena yang terjadi diperoleh hasil jika mahasiswa tidak menanamkan jiwa entrepreneurship sejak berada dalam bangku kuliah, maka kelak akan kesulitan dalam dunia bisnis. Maka dari itu, jiwa entrepreneurship atau jiwa kewirausahaan wajib ditanamkan sejak berada di bangku kuliah atau bahkan sejak dini.
PENGEMBANGAN APLIKASI E-COMMERCE FISHGO GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN NELAYAN DAN MENINGKATKAN KONSUMSI IKAN INDONESIA M Visa Ramadhan; Leonard Tasuno Laiya; Nagatah Mulia; Alika Ketifa; Ruslina Simanullang
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.22 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.18103

Abstract

Indonesia as an archipelagic country has a large enough potential for fish resources (6,520,100 tons/year), as stated in the Decree of the Minister of Marine Affairs and Fisheries number KEP.45/MEN/2011 concerning the potential of Indonesia's marine resources. Fish consumption in Indonesia is considered low and uneven between regions. The low consumption of fish is partly due to unstable fish prices in various regions. However, the complaint that is often heard from fishermen is that it lies in the long distribution channel. As a result, fishing ports have not been able to become a connection medium for distributing fish catches, so there are problems of oversupply and a decrease in the quality of catchesIndonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi sumber daya ikan cukup besar (6.520.100 ton/tahun), seperti tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor KEP.45/MEN/2011 mengenai potensi sumber daya laut Indonesia. Konsumsi ikan di Indonesia dianggap masih rendah dan tidak merata antar wilayah. Rendahnya konsumsi ikan diantaranya disebabkan oleh harga ikan yang tidak stabil di berbagai daerah. Namun keluhan yang sering terdengar dari nelayan adalah terletak pada alur distribusi yang panjang. Akibatnya pelabuhan perikanan belum mampu menjadi media koneksi untuk mendistribusikan hasil tangkapan ikan sehingga permasalahan kelebihan pasokan dan penurunan mutu hasil tangkapan terjadi
PENGGUNAAN BILINGUAL DALAM PERJANJIAN KREDIT ANTARA PERUSAHAAN INDONESIA DENGAN LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL Suwinto Johan
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.888 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18476

Abstract

Transaksi bisnis global telah berkembang pesat sejalan dengan perkembangan teknologi. Transaksi bisnis memerlukan perjanjian antara para pihak. Perjanjian ini pada umumnya ditulis dalam dual bahasa. Penggunaan bahasa menjadi isu penting dalam sebuah kontrak atau perjanjian. Penelitian ini mempergunakan metode legal normatif. Penelitian ini bertujuan untuk membahas penggunaan bilingual dalam perjanjian bisnis terutama kredit antara perusahaan Indonesia dengan lembaga keuangan asing. Penelitian menyimpulkan bahwa pengunaan bahasa Indonesia merupakan hal yang wajib dalam sebuah perjanjian sesuai dengan Undang Undang di Indonesia. Sebagai akibatnya, perjanjian antara pihak asing dengan pihak Indonesia mempergunakan bilingual. Namun, dalam perjanjian ini terdapat satu klausula (governing language) yang menyatakan bahwa jika terjadi perbedaan pengertian antara bahasa Indonesia dengan bahasa asing, maka bahasa yang dipergunakan adalah bahasa asing. Hal ini dikatikan dengan choice of law dan choice of forum. Jika choice of law adalah peraturan perundang-undangan di Indonesia, maka bahasa Indonesia menjadi pilihan, sebaliknya jika hukum yang dipergunakan bukan hukum Indonesia, maka bahasa English menjadi pilihan. Sehingga penggunaan bahasa Indonesia tidak semata-mata merupakan hal berdiri sendiri, namun dikaitkan dengan isi perjanjian lainnya. Banyak perjanjian transaksi bisnis international memilih choice of law dan choice of forum bukan hukum Indonesia, sehingga penggunaan bahasa English menjadi sebuah hal yang penting. Sebagai pemenuhan undang undang di Indonesia dan pemenuhan permintaan penggunaan bahasa English, maka governing language clause menjadi hal yang sangat penting. Global commercial transactions have increased at a rapid pace in response to technological advancements. A contract between the parties is required for business transactions. This agreement is usually written in both English and Spanish. In a contract or agreement, the usage of wording is critical. This study employs a normative legal approach. The purpose of this study is know how bilingualism is used in commercial agreements, particularly loan agreements between Indonesian enterprises and foreign financial institutions. The study concludes that, under Indonesian law, the use of the Bahasa Indonesian is required in an agreement. As a result, bilingualism is used in negotiations between foreign and Indonesian parties. However, there is a condition in the agreement that stipulates that if there is a discrepancy in comprehension between Indonesian and a foreign language, the foreign language will be used. This has anything to do with the choice of legislation and forum. If the legislation in question is a statutory regulation in Indonesia, Indonesian is the preferred option; otherwise, if the law in question is not Indonesian law, English is the preferred option. As a result, the usage of the Indonesian language is linked to the substance of other agreements, rather than being a stand-alone phenomenon. Because many international commercial transaction agreements choose for choice of law and forum above Indonesian law, the use of English is critical. The ruling language clause is crucial since it ensures that Indonesian laws are followed and that requests for the use of English are met. 
PENYELESAIAN PERSELISIHAN PENANAMAN MODAL BISNIS ASING DENGAN PEMERINTAH MELALUI ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA Shrishti Shrishti; Rheannen Cariena; Urbanisasi Urbanisasi
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.088 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18477

Abstract

Kegiatan Penanaman Modal atau dapat disebut sebagai investasi merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, Penanaman modal merupakan bentuk kegiatan investasi yang dapat dilakukan dalam maupun luar negeri. Dalam hal ini, pemberi modal wajib diberi perlindungan hukum dan kepastian oleh penerima modal agar dapat menjaminkan investor keamanan atas investasinya. Penulisan artikel jurnal ilmiah hukum ini bertujuan untuk melakukan tinjauan yuridis berkaitan perselisihan kontrak bisnis yang diselesaikan dengan jalur arbitrase dan alternatif penyelesaian perselisihan. Penulis menggunakan metode yuridis normatif sebagai metode pemecah masalah yang dimana memakai bahan hukum primer dan sekunder yang didapatkan melalui studi kepustakaan. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa kontrak dapat menghasilkan pengaruh hukum antara satu subjek hukum dengan yang lainnya sehingga melahirkan sebuah hak dan kewajiban, begitu pula juga dengan kontrak yang sudah disetujui oleh penanam modal asing dengan Indonesia. Kian kini banyak permasalahan kontrak bisnis yang terjadi namun sering kali diselesaikan melalui jalur litigasi, dengan terjadinya globalisasi, masyarakat menilai jalur tersebut tidak efektif lagi dalam menyelesaikan perselisihan penanaman modal. Hal tersebut mengakibatkan transisi dari jalur litigasi kepada non litigasi untuk mencegah maupun mengakhiri perselisihan kontrak bisnis yang dialami para investor asing maupun nasional melalui arbitrase dan alternatif penyelesaian perselisihan. Sehingga dapat disimpulkan menyelesaikan perperselisihanan melalui arbitrase dan alternatif penyelesaian perselisihan lebih murah dan praktis dibanding melalui jalur litigasi
ASPEK HUKUM ADMINISTRASI NEGARA TERHADAP PERTAMBANGAN ILEGAL PADA MASA COVID-19: STUDI KASUS GUNUNG BOTAK Rheannen Cariena; Shrishti Shrishti; Tasya Patricia Winata; Rasji Rasji
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.037 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18478

Abstract

Dengan berjalannya waktu, Indonesia semakin dikenal sebagai negara yang memiliki kuantitas sumber daya alam berlimpah. Tidak diragukan lagi bahwa kekayaan alam tersebut tersebar di berbagai kawasan terutama di sektor pertambangan. Mineral logam yaitu emas menjadikan salah satu sumber upah negara dari segi pajak, ekspor maupun penciptaan lapangan kerja dan lainnya. Sesuai amanat UUD 1945, pemerintah perlu menyetujui tingkat penggunaan dari penguasaan sumber daya alam guna mencegah terjadinya potensi pemborosan. Sehingga sumber daya alam yang dikuasai, dapat diakses rakyat agar memperoleh manfaat yang besar untuk kebutuhannya. Sebagai negara hukum, Indonesia seharusnya dapat menetapkan peraturan yang menjamin pelestarian sumber daya alamnya guna jika pada kondisi kesulitan ekonomi, negara tidak mengalami kerugian berlebih sebagai dampak pertambangan emas ilegal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan melakukan penelitian bahan pustaka atau data sekunder. Penelitian ini menghasilkan bahwa Gunung Botak sebagai lokasi tambang emas berada ditutup sejak 2015 akibat penggunaan bahan kimia oleh para penambang yang merugikan masyarakat setempat. Masyarakat yang kurang kesadaran hukum serta oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan Gunung Botak sebagai lahan tambang liar, terlebih saat Pandemi Covid-19 yang menyebabkan krisis ekonomi para penambang liar semakin banyak terjadi, dimana penambang liar berbondong-bondong untuk mengambil emas tanpa memperhatikan protokol kesehatan.